Anda di halaman 1dari 2

Kuisioner faktor penyebab gangguan jiwa

1. Jenis kelamin
a. Pria
b. Wanita
2. Usia
a. <18th
b. 18-25th
c. 26-60
d. >60
3. Pendidikan
a. SD
b. SMP
c. SMA
d. PT
e. Tidak sekolah
4. Pekerjaan
a. Bekerja
b. Tidak berkerja
5. Status pernikahan
a. Belum menikah
b. Menikah
c. Duda / Janda
6. Lama sakit
a. Kurang dari 1 tahun
b. 1 sampai 5 tahun
c. Lebih dari 5 tahun

Pertanyaan ya tidak

A. apakah ada penyakit Gangguan jiwa sebelumnya ?


b. apakah ada faktor Keturunan dari keluarga?
c. apakah mengidap penyakit kronis?

a. apakah mempunyai Pengalaman yang tidak menyenangkan


b. apakah mempunyai suatu Keinginan yang belum terpenuhi ?
c. apakah pasien termasuk seseorang dengan tipe kepribadian tertutup?

a. apakah pasien pernah Konflik dengan keluarga/teman dekat ?


b.apakah Penghasilan pasien kurang?
c. apakah pasien pernah Kehilangan orang berarti ?
d. apakah pasien tidak sekolah / putus sekolah?

 1. apakah mempunyai Pengalaman yang tidak menyenangkan?


Pengalaman tidak menyenangkan yang dialami klien misalnya adanya aniaya seksual,
aniaya fisik, dikucilkan oleh masyarakat atau kejadian lain akan memicu klien mengalami
gangguan jiwa.
2. apakah mempunyai suatu Keinginan yang belum terpenuhi ?
Aku lupa ini di mana kemarin jawabannya
3. apakah pasien termasuk seseorang dengan tipe kepribadian tertutup?
Tipe kepribadian tertutup juga merupakan penyebab terbanyak orang mengalami
gangguan jiwa. Orang dengan tipe kepribadian tertutup akan cenderung menyimpan
segala permasalah sendiri, sehingga masalah akan semakin menumpuk. Hal ini yang
akan membuat klien bukannya menyelesaikan permasalahannya, namun akan bingung
dengan permasalahannya dan dapat membuat klien depresi.
Di dalam psikologi, terdapat pengelompokkan kepribadian manusia bedasarkan
bagaimana manusia memperoleh gairahnya. [4] Pengelompokkan ini pertama kali
dicetuskan oleh Carl Jung (1920), dalam bukunya berjudul Psychologische Typen.
[4]
Secara umum, pribadi yang ekstrover mendapatkan gairah (atau energi) dari interaksi
sosial.[4] Ekstrover biasanya memiliki kepribadian yang terbuka dan senang bergaul,
serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap apa yang terjadi di sekitar mereka.
[4]
Sementara introver, di sisi lain, dianggap mendapatkan gairah lewat menyendiri.
[4]
Introver, biasanya cenderung pendiam, suka merenung, dan lebih perduli tentang
pemikiran mereka dalam dunia mereka sendiri.