Anda di halaman 1dari 127

NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Koordinator Radiografer RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Tanggal : 19 Agustus 2015
Perihal : Permohonan magang pemeriksaan CT Scan tingkat lanjut

Sehubungan dengan bertambahnya jumlah dan jenis dokter spesialis di RSUD Hj. Anna
Lasmanah Banjarnegara berakibat pada bertambahnya jumlah dan jenis pemeriksaan CT Scan
yang berbeda dengan rutinitas pemeriksaan selama ini. Jenis pemeriksaan tersebut
membutuhkan kemampuan tersendiri yaitu dengan mengikuti pelatihan atau magang di RS lain
yang sudah ada jenis pemeriksaan tersebut. Kondisi yang ada di Instalasi Radiologi dengan
jumlah radigrafer 8 orang, belum pernah mengikuti pelatihan atau magang di RS lain, sehingga
ketika ada permintaan pemeriksaan Ct Scan tingkat lanjut (kontras) menemui kesulitan. Atas
dasar kondisi tersebut kami mengajukan permohonan untuk :
1. In House Training tentang pemeriksaan CT Scan tingkat lanjut (rencana tgl 11 sept 2015)
2. Magang secara bergantian di RS YARSIS Surakarta
Demikian untuk menjadikan periksa, atas perhatiannya diucapkan terimakasih

Mengetahui Koordinator Radiografer


Kepala Instalasi Radiologi Instalasi Radiologi
RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara

Dr. Febi Pramono, Sp. Rad Wahyu Anggoro Yoga


NIP. 19680229 199802 1004 NIP. 19801221 200901 1004
NOTA DINAS
Kepada Yth. : Ketua Panitia HUT RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Dari : Koordinator Acara HUT
Tanggal : 24 Agustus 2015
Perihal : Pengajuan RAB untuk kegiatan Apel Khusus

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan Rencana Anggaran Belanja (RAB) untuk kegiatan Apel
Khusus pada hari jadi RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara ke 75, sebagai berikut :
Rencana Anggaran Belanja (RAB) tgl 31 Agt 2015
Harga
Kegiatan Vol Sat Total
350.00 350.00
a. Backdroup 3 x 3 M 1 0 0
150.00 300.00
b. Spanduk standing 2 0 0
2.00 300.00
c. Balon Souvenir 150 0 0
2.00 200.00
d. Balon Hiasan 100 0 0
5.00 50.00
e. Kertas krep 10 0 0
f. larutan hand rub 6 - -
100.00 1.500.00
g. Bingkisan Ibu melahirkan 15 0 0
5.00
h. Bingkisan donor darah 50 0 250.000
5.00 25.00
i. Pita 5 0 0
25.00 150.00
j. slempang duta cuci tangan 6 0 0
350.00 350.00
k.tumpeng 1 0 0
l. Parcel buah 2 150.000 300.000
m. Snak dus dan prasmanan 1 paket 300.000 300.000
n. Paket makanan sehat untuk
pengunjung anak2 150 6.000 900.000

Rp. 4.975.000

Sehubungan dengan persiapan kegiatan tersebut yang harus dilakukan mulai hari ini, maka kami
mohon perkenan untuk dapat difasilitasi sejumlah tersebut diatas.
Demikian untuk menjadikan periksa, atas perhatiannya diucapkan terimakasih

Koordinator Acara
Panitia HUT RSUD ke 75

Gones Saptowati, S.Psi. M.Psi


NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Penunjang
Dari : Kepala Seksi Penunjang Klinik
Tanggal : 17 Maret 2015
Perihal : Perbaikan Sarana Prasarana Instalasi Gas Medik

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan permohonan / usulan kegiatan terpadu antara beberapa
bidang dan unit terkait,dengan tujuan untuk peningkatan mutu pelayanan di RSUD Banjarnegara.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebagai berikut :
3. Latar belakang kegiatan terpadu adalah adanya program kegiatan efisiensi pemakaian bahan
habis pakai dalam hal ini gas medik
4. Prioritas pengendalian untuk efisiensi pemakaian gas medis dititik beratkan pada :
a. Mengurangi keluhan dari user
b. Mengurangi tingkat kebocoran
c. Memperbaiki saluran interkoneksi/outlet/alat lain yang terkait yang belum sesuai standar
d. Membagun central gas medic yang terkoneksi secara keseluruhan (tanki gas O2 liquid).
Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, kami mengajukan kegiatan yang bersifat terpadu
berupa tim untuk melakukan rencana perbaikan atau pembangunan instalasi gas medic.. Adapun
rencana program kerja tim terpadu seperti terlampir, dan untuk lebih menyamakan persepsi
diantara seluruh anggota tim, perkenan kami melakukan rapat koordinasi membahas program
kerja tersebut.
Demikian untuk menjadikan periksa, atas perhatiannya diucapkan terimakasih

Mengetahui
Kepala Bidang Penunjang Kepala Seksi Penunjang Klinik
RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara

Elisabet Cucuk P, SKM, M.Kes Dra. Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19690424 199311 2001 NIP. 19660224 199403 2 002
POA ( PLAN OF ACTION) TIM TERPADU
PERBAIKAN DAN PEMBANGUNAN INSTALASI GAS MEDIK TERSENTRAL
(TANKI / STORAGE TANK)
RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA

A. SUSUNAN TIM TERPADU


1. Kepala Bidang Penunjang
2. Kepala Seksi Penunjang Klinik
3. Kepala Seksi Penunjang Non Klinik
4. Kepala Bidang Pelayanan
5. Kepala Bagian Tata Usaha
6. Kepala Subbag PEP
7. Koordiantor gas medik
8. Kepala Instalasi Elmed
9. Kepala IPSRS
10. Bagian Asset

B. RENCANA KEGIATAN
NO KEGIATAN URAIAN PENANGGUNGJAWAB WAKTU
1 Presentasi dari supplyer Pembiayaan : Bidang Penunjang 11 Maret 2015
gas medik tentang sistem a. KSO total
pengelolaan gas medik b. Mandiri total 1,3 M
tersentral (instalasi gas c. Bertahap Mandiri dan
medik) sebagian KSO
2 Pembentukan tim terpadu Susunan tim terpadu Bagian Tata Usaha 17 Maret 2015
untuk koordinasi dan terlampir surat tugas direktur
pembahasan lebih lanjut
3 Pembangunan Instalasi Draf Tahapan pekerjaan : 18 Maret 2015
gas medik meliputi : a. Letak Tanki (sesuai DED a. PPkom, PPTK IPAL
a. Letak Tanki (ruang IPAL) dan Subbag PEP
sentral) b. Pemipaan (interkoneksi) b. Instalasi Elmed dan
b. Pemipaan (sesuai antar gedung hanya IPSR dan asset
standar) untuk pipa yang belum
c. Control box panel standar, inventarisir
d. Sistem Alarm ulang pipa yang ada
e. Outlet sesuai standar
f. Aksesoris (sekaligus standarisasi
g. Biaya pipa)
c. Pemipaan didalam c. Koordinator unit gas
ruang, diprioritaskan medik dan asset
(IGD/PAV/SOKA) :
inventarisir tingkat
kerusakan/ kebocoran
dan emergency.
d. Standarisasi Outlet (ulir d. Ins Elmed dan asset
atau Plug) dan
inventarisir kerusakan
e. Standarisasi Aksesoris e. Koord unit gas medik,
dan invetarisir kerusakan elmed dan asset
aksesoris
f. Pemanfaatan vacum dan f. Ins Elmed, IPSRS
compressor yang sudah dan Asset
ada ( tempat tetap atau
pindah didekat ICU)
g. Kebutuhan Biaya g. Bagian TU dan PEP

Mengetahui
Kepala Bidang Penunjang Kepala Seksi Penunjang Klinik
RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara

Elisabet Cucuk P, SKM, M.Kes Dra. Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19690424 199311 2001 NIP. 19660224 199403 2 002
NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Penunjang
Dari : Kepala Seksi Penunjang Klinik
Tanggal : 13 April 2015
Perihal : Laporan hasil rapat koordinasi antara IGD dengan Laborat, Farmasi dan Radiologi

Bersama ini kami sampaikan hasil rapat koordinasi dan kesepakatan sebagai berikut :
1. Laborat
a. Petugas pengambil sampel darah
b. Pemeriksaan Cito dan Biasa
c. Kejadian darah beku
d. Alat Komunikasi (aiphone)
e. Usulan tambahan alat baru AGB dan Pneumatic tube
2. Farmasi
a.
b. p
3. Radiologi
a. Tugas dan kewajiban seorang radiografer
b. Peningkatan ketrampilan/diklat beberapa radiografer
4. IGD
Demikian untuk menjadikan periksa, atas perhatiannya diucapkan terimakasih

Mengetahui
Kepala Bidang Penunjang Kepala Seksi Penunjang Klinik
RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara

Elisabet Cucuk P, SKM, M.Kes Dra. Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19690424 199311 2001 NIP. 19660224 199403 2 002
5. Laboratorium
a. Petugas pengambil sampel darah menurut regulasi yang ada adalah perawat atau
petugas laborat yang bersertifikat khusus sedangkan tugas analis kesehatan melakukan
analisis terhadap sampel darah tersebut
b. Permohonan pemeriksaan Cito atau IGD belum memenuhi standar yang ditetapkan
c. Kejadian sampel darah beku disebabkan pencampuran dalam tabung vacum EDTA
yang belum optimal dan SPO pengambilan sampel siap pakai dari laborat yang akan di
evaluasi
NOTA DINAS
Kepada Yth.: Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Dari : Ketua SPI
Tanggal : 16 Januari 2015
Perihal : Laporan hasil evaluasi kegiatan dan regulasi SPI Tahun 2014

Menindaklanjuti hasil rapat yang dihadiri seluruh tim SPI,

terdapat beberapa yang hal yang kami laporkan sebagai berikut :

1. Evaluasi dan rekapitulasi terhadap hasil kegiatan yang dilakukan

pada triwulan ke 4 tahun 2014, sebagaimana terlampir.

2. Evaluasi terhadap kebijakan struktur dan personil tim SPI,

sebagaimana terlampir.

3. Evaluasi dan revisi dokumen regulasi SPI yang terdiri dari Pedoman,

SPO dan Program SPI, sebagaimana terlampir

4. Mengajukan usulan agar RSUD ada kerjasama dengan Inspektorat

untuk audit keuangan, selama personil yang berkompeten (yang

dipersyaratkan) di RSUD belum dimiliki.


Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Ketua
Satuan Pengawas Internal
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara

Dr. NUGROHO KURNIANTO, Sp.B


NIP.19570420 198303 1014
NOTA DINAS
Kepada Yth.: Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 2 Pebruari 2015
Perihal : Perihal usulan perubahan kebijakan pengadaan dan administrasi

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi antara Bidang Penunjang

dengan unit penunjang dan unit terkait lain (Seksi verifikasi dan

pejabar/panitia pengadaan internal) tentang prosedur perencanaan

pengadaan dan pengadaan e-purchasing. Hasil rapat tersebut yang

untuk dapat ditindak lanjuti adalah

5. Prosedur tetap perencanaan pengadaan (terlampir)


6. Alur pengadaan elektronik (e-purchasing) alat kesehatan (terlampir)

7. Persyaratan administrasi SPJ yang berbeda dengan pengadaan

secara manual (terlampir) dan belum dimasukkan ke dalam

Peraturan Bupati yang sudah ada

8. Adanya perbedaan antara kebijakan direktur (perdir) dengan

kebijakan bupati (perbup) tentang pengadaan (terutama dalam

jenjang nilai dan paket kegiatan)

9. Tersedianya tempat khusus ULP internal untuk memudahkan

koordinasi

Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan


terimakasih.
Kepala Bidang Penunjang
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara

Elisabet Cucuk P, SKM, M.Kes


NIP. 19690424 199311 2001
NOTA DINAS
Kepada Yth.: Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 4 Pebruari 2015
Perihal : Permohonan Surat Keterangan Medis

Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi tentang perpanjangan ijin

penggunaan tenaga nuklir untuk radiodiagnostik dan konvensional

antara bidang penunjang dengan unit terkait, maka kami mengajukan

permohonan pembuatan surat keterangan medis atau resume medis

bagi sejumlah 9 petugas radiologi sebagai salah satu persyaratan

administrasi perpanjangan ijin tersebut diatas. Sebagai tambahan

informasi petugas radiologi tersebut sudah melakukan general cek up

pada bulan oktober 2014, dengan nama dan nomer rekam medic

sebagai berikut :

NO NAMA PETUGAS NOMER RM


1 Dr. Febi Pramono, Sp.Rad 563413
2 Kamrus 522626
3 Justina Trismawati 354434
4 Puspo Ikhwandoko 021932
5 Ni’mah Permana Widyastuti 815317
6 Wahyu Anggoro Yoga 135933
7 Dwi Sulistiyani 046320
8 Isnaini Sholihati 898321
9 Setya Okta Priyanti 272722

Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan


terimakasih.
Kepala Bidang Penunjang
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara

Elisabet Cucuk P, SKM, M.Kes


NIP. 19690424 199311 2001
NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 26 Januari 2015
Perihal : Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan hasll rapat koordinasi antara
Bidang Penunjang dengan unit-unit penunjang, panitia/pejabat
pengadaan dan seksi verifikasi & akutansi dengan pokok bahasan
sebagai berikut :
1. Pembahasan tentang :
a. Perencanaan pengadaan barang / jasa
b. Perbedaan Alur pengadaan manual dengan e-purchasing
c. Perbedaan persyaratan administrasi SPJ
2. Hasil pembahasan poin tersebut diatas adalah :
a. Terlampir usulan SPO perencanaan pengadaan
b. Terlampir alur pengadaan manual dan alur e-purchasing
c. Beberapa
3. satu berkas proses atau rangkaian kegiatan penghentian kegiatan
pesawat X-ray merk Siemens Polyskop tipe P 125/II/30 no seri
51082506 yang diajukan RSUD Banjarnegara pada tahun 2010.
Berikut juga kami sampaikan urutan proses dan beberapa catatan,
sebagai berikut:
4. Surat Keterangan Hibah dari Direktur RSUD tahun 2010, Drg Puji
Astuti, M.Kes bernomor 804/014 tertanggal 26 Nopember 2010,
setelah dicocokkan dengan buku register pada tahun 2010 ternyata
nomor tersebut tidak ada
5. Surat tagihan dari BAPETEN sebagai akibat dari poin 1 diatas,
setiap tahun selalu ditagihkan ke pihak RSUD Banjarnegara karena
adanya beberapa catatan yang belum diselesaikan. (Ini menjadi
persoalan yang diprioritaskan)
6. Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara selaku
pengelola barang daerah Nomor : 028/9 tahun 2012 tentang
Penghapusan Barang–barang inventaris Milik Pemerintah Kab.
Banjarnegara tertanggal 26–9–2012, tertera pesawat X-Ray
tersebut masuk dalam daftar penghapusan.
7. Tidak adanya konsistensi dalam proses tersebut diatas, barang
tersebut dihibahkan pada tahun 2010 tetapi baru dimasukkan
dalam penghapusan tahun 2012
8. Rangkaian proses tersebut diatas, menjadikan bahan pertimbangan
kami bahwa permasalahan tersebut lebih rinci menjadi bagian
permasalahan asset.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan
terimakasih.
Kepala Bidang Penunjang
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara
Sri Yuniarti, SKM
NIP. 19650619 198903 2006
NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Penunjang
Dari : Kepala Instalasi Laboratorium
Tanggal : 7 Oktober 2014
Perihal : Kajian Perubahan Tarif Pemeriksaan Elektrolit dan Cross Match

Bersama ini kami sampaikan kajian usulan perubahan tarif


pemeriksaan elektrolit dan cross match sebagai berikut :
a. Tarif pemeriksaan elektrolit
TARIF LAMA TARIF BARU
BHP JS JP TOTAL BHP JS JP TOTAL
67.500 10.900 12.000 90.400 92.000 2.000 10.000 104.00
0
1) Untuk BHP ada kenaikan tarif berdasarkan perhitungan per test
pemeriksaan dari harga per pak reagenx20%x100tes (per pak
reagen) = Rp 8.000.000x20%x 100=Rp.96.000,-
2) Untuk JS ada penurunan tarif dikarenakan alat yang digunakan
alat KSO (bukan milik sendiri) jadi pemeliharaan dan service
ditanggung pemilik alat, sehingga beban biaya yang ditanggung
hanya listrik saja
3) Untuk JP ada penurunan tarif dikarenakan pembacaan hasil
pemeriksaan dapat langsung di print out atau tidak manual
seperti yang sebelumnya dilakukan, sedangkan proses
persiapan pemeriksaan tetap dilakukan seperti SPO yang ada
b. Tarif Cross Match
JENIS TARIF LAMA TARIF BARU
N BHP JS JP TOTAL BHP JS JP TOTAL
PEMERIKSA
O
A
Satu
kantong
darah
1 WB/PRC 225.00 335.00
0 0
2 Cross 60.50 10.00 14.00 84.500 76.45 17.50 17.50 111.45
match
0 0 0 0 0 0 0
1) Untuk satu kantong darah ada kenaikan sesuai dengan
keputusan Pengurus Palang Merah Indonesia Provinsi Jawa
Tengah Nomor 22/S.KP/UKTD.BPPD/VII/2014 tentang Penetapan
Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) pada Unit Donor
Darah (UDD) Palang Merah Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan
berdasarkan surat perjanjian kerjasama antara PMI cabang
Banjarnegara dengan RSUD Hj. Anna Lasmanah Nomor :
151/UKTD/VII/2014 tanggal 1 Juli 2014 tentang penyediaan
darah di Bank Darah di RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara, dengan biaya pengganti pengolahan darah
semula Rp 250.000 menjadi Rp 360.000 dikurangi biaya cross
match Rp 25.000.
2) Biaya cross match :
a. Untuk BHP dinaikkan 25% dari semula dengan alasan
adanya estimasi kenaikan BHP ditahun 2014 dan 2015 serta
estimasi kenikan BBM yang berdampak pada kenaikan
bahan baku
b. Untuk JS ada kenaikan dikarenakan adanya penggunaan air,
alat-alat untuk pemeriksaan, penyimpanan darah dan AC
yang memakai listrik 24 jam
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan
terimakasih.
Kepala Bidang Penunjang
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara
Sri Yuniarti, SKM
NIP. 19650619 198903 2006
NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 11 Juli 2014
Perihal : Penghentian kegiatan pesawat X-ray radiologi

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan satu berkas proses atau rangkaian
kegiatan penghentian kegiatan pesawat X-ray merk Siemens Polyskop
tipe P 125/II/30 no seri 51082506 yang diajukan RSUD Banjarnegara
pada tahun 2010. Berikut juga kami sampaikan urutan proses dan
beberapa catatan, sebagai berikut:
9. Surat Keterangan Hibah dari Direktur RSUD tahun 2010, Drg Puji
Astuti, M.Kes bernomor 804/014 tertanggal 26 Nopember 2010,
setelah dicocokkan dengan buku register pada tahun 2010 ternyata
nomor tersebut tidak ada
10. Surat tagihan dari BAPETEN sebagai akibat dari poin 1 diatas,
setiap tahun selalu ditagihkan ke pihak RSUD Banjarnegara karena
adanya beberapa catatan yang belum diselesaikan. (Ini menjadi
persoalan yang diprioritaskan)
11. Surat Keputusan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara
selaku pengelola barang daerah Nomor : 028/9 tahun 2012 tentang
Penghapusan Barang–barang inventaris Milik Pemerintah Kab.
Banjarnegara tertanggal 26–9–2012, tertera pesawat X-Ray
tersebut masuk dalam daftar penghapusan.
12. Tidak adanya konsistensi dalam proses tersebut diatas, barang
tersebut dihibahkan pada tahun 2010 tetapi baru dimasukkan
dalam penghapusan tahun 2012
13. Rangkaian proses tersebut diatas, menjadikan bahan
pertimbangan kami bahwa permasalahan tersebut lebih rinci
menjadi bagian permasalahan asset.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan
terimakasih.
Kepala Bidang Penunjang
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara
Sri Yuniarti, SKM
NIP. 19650619 198903 2006
NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Lewat : Kepala Bidang Penunjang
Dari : Kepala Instalasi Radiologi
Tanggal : 19 Juli 2014
Perihal : Pengajuan mengikuti Workshop Akreditasi Radiologi

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan surat undangan dari PARI DKI
tahun 2014 tentang penawaran mengikuti Workshop Radiologi dengan
tema “ Peningkatan mutu pelayanan radiologi melalui implementasi
standar akreditasi KARS versi 2012 dan JCI edisi 4”. Dengan adanya
penawaran ini, kami bermaksud mengajukan permohonan untuk
mengikuti workshop tersebut dengan mengikutsertakan dua (2) orang
radiographer sebagai berikut :
1. Wahyu Anggoro Yoga
2. Puspo Ichwandoko
Besar harapan kami untuk terkabulnya permohonan tersebut,
sebagai upaya untuk mempersiapkan akreditasi di RSUD Hj. Anna
Lasmanah Banjarnegara
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Instalasi Radiologi


RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara

Dr. Febi Pramono, Sp. Rad


NIP. 19680229 199803 1004
NOTA DINAS

Kepada Yth. : Bupati Banjarnegara


Lewat Yth : Sekretaris Daerah Banjarnegara
Tembusan : Wakil Bupati Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Tanggal : 1 Oktober 2014
Perihal : Permohonan tambahan pegawai (PNS) untuk Auditor di Tim SPI RSUD

Dengan Hormat,
Menindaklanjuti hasil konsep temuan BPK tertanggal 17 September
2014 tentang Satuan Pengawas Internal (SPI) RSUD Hj. Anna
Lasmanah Banjarnegara belum melaksanakan tugas sesuai dengan
ketentuan terutama untuk audit keuangan dan farmasi. Hal tersebut
terjadi karena beberapa hal antara lain :
1. Belum adanya tenaga khusus (audit keuangan) dengan latar
belakang pendidikan ekonomi akutansi
2. Belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang cara melakukan
audit, dari 8 (delapan) anggota tim, baru 3 (tiga) orang yang
mendapatkan sebagian materi tentang SPI
Sehingga berdasarkan kondisi diatas, maka kami mengajukan
permohonan sebagai berikut :
1. Tambahan pegawai (PNS) dengan latar belakang pendidikan
ekonomi akutansi
2. Advokasi untuk pelaksanaan pelatihan atau inhouse training
dengan mendatangkan nara sumber yang berkompeten
(Inspektorat/BPK/BPKP)
Demikian untuk menjadikan periksa.

Plh. Direktur
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara

Dr. Latifa Hesti Purwaningtyas,


M.Kes
NIP. 19720128 200212 2003
NOTA DINAS

Kepada Yth. : Bupati Banjarnegara


Lewat Yth : Sekretaris Daerah Banjarnegara
Tembusan : Wakil Bupati Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Tanggal : 1 Oktober 2014
Perihal : Permohonan tambahan pegawai (PNS) untuk Auditor di Tim SPI RSUD

Dengan Hormat,
Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan surat tugas BPK Nomor :
388/ST/BPK/XVII.SMG/08/2014 tanggal 15 Agustus 2014 dalam rangka
pemeriksaan atas operasional RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara TA
2013 dan semester I TA 2014 yang telah menyampaikan temuan
pemeriksaan kepada Bapak Bupati pada tanggal 22 September 2014.
Salah satu temuan pemeriksaan BPK RI tersebut terkait dengan
keberadaan Satuan Pengawas Internal (SPI) RSUD Hj. Anna Lasmanah
Banjarnegara yang belum berfungsi secara optimal terutama untuk audit
internal kinerja keuangan. Padahal dengan berfungsinya SPI secara optimal
akan sangat membantu organisasi RSUD pada saat dilakukan pemeriksaan
oleh lembaga audit eksternal termasuk BPK RI.
Berkaitan dengan hal tersebut, sesuai harapan dan arahan BPK agar
ke depan SPI dapat berfungsi secara optimal, khususnya audit internal
kinerja keuangan dengan ini dimohon dapat kiranya ada penambahan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan latar belakang pendidikan Sarjana
Ekonomi (SE) Akutansi. PNS dimaksud nantinya akan dijadikan auditor di Tim
SPI yang bekerja diluar Bidang Keuangan RSUD.
Perlu kami laporkan pula saat ini di RSUD hanya memiliki 2 (dua)
orang PNS Sarjana Ekonomi Akutansi (satu orang Kasi Verifikasi dan Akutansi
dan satu orang staf Bidang Keuangan) yang saat ini telah memiliki beban
tugas yang sangat berat.
Besar harapan kami permohonan ini dapat dikabulkan guna
peningkatan kinerja Pemerintah Kabupaten Banjarnegara secara umum dan
RSUD pada khususnya.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
disampaikan terimakasih

Plh. Direktur RSUD


Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
Dr. Latifa Hesti Purwaningtyas,
M.Kes
NIP. 19720128 200212 2003
NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Ketua Panitia HUT RSUD ke 73 tahun 2013
Tanggal : 11 Juli 2014
Perihal : Laporan Saldo Keuangan HUT ke 73 tahun 2013

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan laporan keuangan HUT RSUD ke 73
tahun 2013 (terlampir), dengan rincian sebagai berikut :
1. Uang Masuk Rp 107.777.823,-
2. Uang Keluar Rp 95.563.173,-
3. Saldo Rp 12.214.650,-
Sehubungan dengan adanya laporan keuangan ini dan terbentuknya
kepanitiaan HUT RSUD yang baru untuk tahun 2014, maka kepanitian
dan rekening Bank atas nama panitia HUT RSUD ke 73 dinyatakan
ditutup. Selanjutkan mohon ijin untuk saldo yang ada dapat
dimasukkan ke rekening Panitia HUT yang baru.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Ketua
Panitia HUT RSUD ke 73

Budi Wahyono, SE
NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 29 April 2014
Perihal : Permohonan Buku Referensi Rekam Medis

Dengan Hormat,
Menindaklanjuti hasil koordinasi antara Seksi Penunjang Klinik
dengan Instalasi Rekam Medik RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara
maka disampaikan salah satu hasil koordinasi adalah permohonan
beberapa Buku Referensi yang digunakan sebagai pedoman dan
acuan dalam pelaksanaan tugas di Instalasi Rekam Medis. Beberapa
buku referensi tersebut adalah :

NO NAMA BUKU JUMLAH KET


1 ICD X 2 set Vol 1,2,3
2 ICD IX 2 set
3 Terminologi Medis 1 bh
4 Kamus Dorland 1 bh
5 ISO (Informasi Spesialist 1 bh
Obat) tahun 2014
6 Manajemen Informasi 1 bh Gemala Hatta
Kesehatan

Mengingat pentingnya kebutuhan beberapa buku tersebut,


mohon kiranya untuk dapat difasilitasi.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 24 April 2014
Perihal : Undangan DinKes Propinsi tentang e-logistik dan e-catalogue

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan adanya undangan dari Dinas Kesehatan
Propinsi Jawa Tengah tentang Sosialisasi e-logistik dan e-catalogue
pada hari Senin – Selasa tanggal 28-29 April 2014 bertempat di Quest
Hotel Semarang, maka ada beberapa hal untu dapat dijadikan
pertimbangan sebagai berikut :
1. Dalam undangan tertera pejabat pengadaan obat dan pejabat
pengadaan perbekalan kesehatan
2. Pejabat yang berkaitan dengan pengadaan obat dan perbekalan
Kes adalah
a. Pejabat Pembuat Komitmen : dr. Latifa Hesti Purwaningtyas,
M.Kes
b. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan : Iis Herisna, A, S.Si, Apt
c. Pejabat Pengadaan : Sumarlan, S.Far, Apt
d. Panitia Pengadaan : Ris Mardiyanto, SKM
3. Pejabat yang pernah mengikuti sosialisasi serupa adalah Kepala
Seksi Penunjang Medis pada bulan Pebruari tahun 2013 di
Surakarta
Atas dasar keterangan di atas mohon kiranya dapat
diberangkatkan 2 orang sebagaimana tersebut diatas yang belum
pernah mengikuti sosialisasi tersebut
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara
Sri Yuniarti, SKM
NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 4 April 2014
Perihal : Tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Bidang Penunjang

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan hasil rapat koordinasi dan rencana
tindak lanjut rapat koordinasi bidang penunjang dengan instalasi
penunjang sebagai berikut :
1. Hasil rapat koordinasi :
N KEGIATAN HASIL
O
1 Review kegiatan a. Jumlah total pendapatan Rp

instalasi penunjang th 19.265.422.188,-

2013 b. Jumlah total biaya Rp.


12.489.541.764
c. Surplus Rp 6.775.580.424
2 Penyusunan program Tersusunnya program bidang dan
tahun 2014 instalasi penunjang
3 Penyusunan laporan Kesepakatan sistematika draf laporan
bulanan dan tahunan bulanan dan tahunan
4 Inventarisasi Kesepakatan untuk :
permasalahan bidang a. Menyusun dokumen akreditasi
dan instalasi penunjang yang terdiri Kebijakan, pedoman,
SPO dan program
b. Menyamakan pakaian seragam
petugas semua instalasi penunjang
c. Menyatukan pleton barisan dan
absensi semua instalasi penunjang
dalam apel pagi
2. Rencana tindak lanjut

NO KEGIATAN WAKTU
1 Membentuk tim pendamping/fasilitator 5 April 2014
untuk Instalasi penunjang terdiri dari :
a. Sri Yuniarti, SKM
b. Ris Mardiyanto, SKM
c. Dra.Sri Susiani.M, Msi
d. Suwarsan,S.IP
2 Membuat jadwal pendampingan Terlampir
penyusunan dokumen akreditasi untuk
tiap instalasi penunjang
3 Mengusulkan warna dan corak yang Bersamaan dengan
sama pada pengadaan pakaian dinas pengadaan pakaian
untuk semua instalasi penunjang dinas RS
4 Mengusulkan tata naskah dokumen April 2014
akreditasi untuk segera di terbitkan
(leading sector Tata Usaha)

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
POA ( PLAN OF ACTION)
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DOKUMEN AKREDITASI
UNTUK INSTALASI PENUNJANG KLINIK DAN NON KLINIK
RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA

NO KEGIATAN INSTALASI PENDAMPIN WAKTU


G
1 Evaluasi dan a. Farmasi Sri Yuniarti a. Setiap hari
penyusunan b. Rekam Ris Kamis (mulai 10
kembali kebijakan, medik Mardiyanto April)
pedoman, SPO dan c.Sanitasi Suwarsan b. Waktu :09.00 –
program d. Driver Sri Susiani selesai
ambulance c. Tempat: Aula
Kecil
a. Radiologi Sda a. Setiap hari
b. Elektro selasa (mulai 15
Medik April)
c.Laboratorium b. Waktu :09.00 –
selesai
c. Tempat: Aula
Kecil
h. Rehab Sda a. Setiap hari Rabu
Medik (mulai 16 April)
i. Pemulasaraan b. Waktu :09.00 –
jenazah selesai
j. Gizi c. Tempat: Aula
Kecil

Mengetahui
DIREKTUR KEPALA BIDANG PENUNJANG
RSUD Hj. ANNA LASMANAH RSUD Hj. ANNA LASMANAH
BANJARNEGARA BANJARNEGARA

Dr. AGUNG BUDIANTO, M.Kes SRI YUNIARTI, SKM


NIP. 19700907 200212 1 008 NIP. 19650619 198903 2 006
NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 19 Maret 2014
Perihal : Kegiatan Bidang Penunjang

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan ditetapkannya SOTK baru maka sebagai
Bidang baru yaitu Bidang penunjang melaporkan rencana kegiatan
dengan unit atau instalasi penunjang klinik dan penunjang non klinik
sebagai berikut :
A. Rapat Koordinasi
N NAMA KEGIATAN WAKTU KET
O PELAKSANAA
N
1 Review kegiatan instalasi 18 maret Peserta Kabid,
penunjang klinik dan non 2014 kasie,
klinik tahun 2014 administrasi, ka
Instalasi dan
perwakilan staf
2 Pembahasan dan 25 maret Sda
penyusunan Program Bidang 2014
penunjang dan instalasi/unit
penunjang
3 Pembahasan dan 1 april 2014 Sda
penyusunan laporan bulanan
dan tahunan unit/instalasi
penunjang
4 Pembahasan dan 8 april 2014 Sda
penyusunan perencanaan
kebutuhan operasional BHAP
serta alur pengadan
5 Pembahasan program 15 april 2014 Sda
unggulan
6 Membangun komitmen dan 22 april 2014 Sda
teamwork untuk peningkatan
kualitas pelayanan

B. Peningkatan ketrampilan petugas di Instalasi penunjang


Mengadakan in house training dengan beberapa materi yang
berkaitan tentang :
NO JENIS TRAINING WAKTU KET
1 Penyusunan quisioner Bulan April Diikuti semua
kepuasan pelanggan 2014 unit/instalasi
untuk masing-masing penunjang
instalasi Penunjang
2 Pencegahan dan Bulan Mei 2014 Diikuti instalasi
pengendalian Infeksi penunjang dan
Nosokomial keperawatan
3 Customer Service Bulan juni 2014 Diikuti instalasi
excelent penunjang (front
office)

Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya


diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
POA ( PLAN OF ACTION)
KOORDINASI BIDANG PENUNJANG DENGAN INSTALASI / UNIT PENUNJANG
RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA
SEMESTAR I TAHUN 2014

A. Rapat Koordinasi
N MATERI KOORDINASI WAKTU KET
O PELAKSANAA
N
1 Review kegiatan instalasi 18 maret Peserta Kabid,
penunjang klinik dan non 2014 kasie,
klinik tahun 2014 administrasi, ka
Instalasi dan
perwakilan staf
2 Pembahasan dan 25 maret Sda
penyusunan Program Bidang 2014
penunjang dan instalasi/unit
penunjang
3 Pembahasan dan 1 april 2014 Sda
penyusunan laporan bulanan
dan tahunan unit/instalasi
penunjang
4 Pembahasan dan 8 april 2014 Sda
penyusunan perencanaan
kebutuhan operasional BHAP
serta alur pengadan
5 Pembahasan program 15 april 2014 Sda
unggulan
6 Membangun komitmen dan 22 april 2014 Sda
teamwork untuk peningkatan
kualitas pelayanan
B. Peningkatan mutu pelayanan dan kinerja SDM di Instalasi
penunjang
Mengadakan in house training dengan beberapa materi yang
berkaitan tentang :
NO JENIS TRAINING WAKTU KET
1 Penyusunan quisioner Bulan April Diikuti semua
kepuasan pelanggan 2014 unit/instalasi
untuk masing-masing penunjang
instalasi Penunjang
2 Pencegahan dan Bulan Mei 2014 Diikuti instalasi
pengendalian Infeksi penunjang dan
Nosokomial keperawatan
3 Customer Service Bulan juni 2014 Diikuti instalasi
excelent penunjang (front
office)
Catatan :
Mohon untuk setiap kehadiran, Kepala Instalasi/Unit
mengikutsertakan salah
satu staf

Mengetahui
Kepala Bidang Penunjang
RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
TEMA KATARAK
1. Dalam rangka menurunkan angka kebutaan karena katarak, akan dilaksanakan
“OPERASI KATARAK MASSAL” DI RSUD Hj.ANNA LASMANAH BANJARNEGARA
Pada hari MINGGU, 13 April 2014
2. “IKUTILAH OPERASI KATARAK MASSAL DI RSUD Hj. ANNA LASMANAH BANJARNEGARA”
PADA HARI MINGGU, TANGGAL 13 APRIL 2014
3. BERSAMA KAMI, KITA BUKA JENDELA DUNIA
“OPERASI KATARAK MASSAL DI RSUD Hj.ANNA LASMANAH BANJARNEGARA”
PADA HARI MINGGU, TANGGAL 13 APRIL 2014
--------------------------------kuota terbatas untuk 50 mata------------------------------
Catatan :
Spanduk diberi logo RSUD, PERDAMI DAN SIDOMUNCUL
NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 19 Maret 2014
Perihal : Evaluasi Supplyer Film Rontgen

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan adanya kejadian yang berkaitan dengan
mutu produk film yang di supply dari PT TAWADA dengan merck Film
KODAK (Kronologis Kejadian terlampir), maka kami bermaksud
mengajukan permohonan untuk melakukan evaluasi terhadap supllyer
tersebut diatas dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :
4. Patient Safety
5. Kepuasan dan Kepercayaan Pasien
6. Mutu Film
7. After Sale Service (ASS) Supplyer yang kurang professional
8. Kompetitor lain untuk masalah harga, kualitas dan ASS
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 19 Maret 2014
Perihal : Usulan Tarif Radiologi

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan permohonan perubahan tarif
Radiologi untuk sekiranya dapat dijadikan kebijakan penetapan tarif
sementara sebelum tarif Peraturan Bupati ditetapkan. Hal tersebut
mengingat tarif yang ada sekarang kurang dapat menfasilitasi
kebutuhan operasional terutama Bahan Alat habis Pakai (BHAP)
karena adanya kenaikan harga Film Rontgen. Adapun telaah tentang
perhitungan tarif radiologi, perbandingan tarif lama dan tarif baru
sebagaimana terlampir.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 16 Juli 2014
Perihal : Usulan perubahan tarif darah

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan permohonan perubahan tarif
darah di Bank Darah Instalasi Laboratorium RSUD untuk sekiranya
dapat dijadikan kebijakan penetapan tarif sementara sebelum tarif
Peraturan Bupati ditetapkan. Perubahan ini berdasarkan Surat
Keputusan Palang Merah Indonesia Provinsi Jawa Tengah No.
22/S.KP/UKTD.BPPD/VII/2014 tentang Penetapan biaya pengganti
pengolahan darah (BPPD) pada unit donor darah (UDD) palang Merah
Indonesia Provinsi Jawa Tengah, terlampir pada surat keputusan
tersebut ditetapkan biaya semula Rp 250.000,- menjadi Rp 360.000,-.
Sehingga tarif BPPD di RSUD juga mengikuti perubahan tersebut,
yang semula Rp 309.000,- menjadi Rp 455.000,-. Adapun telaah dan
rincian tentang perhitungan tarif perbandingan tarif lama dan tarif
baru sebagaimana terlampir.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 17 Maret 2014
Perihal : Penambahan tabung gas N2O (Nitrogen Oksida)

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan upaya peningkatan mutu pelayanan rumah
sakit khususnya unit gas medik maka kami mengajukan permohonan
penambahan 1 (satu) tabung gas nitrogen. Penambahan 1 tabung ini
merupakan hasil perhitungan terhadap peningkatan jumlah pelayanan
operasi di IBS, sehingga dalam rangka menjaga kestabilan persediaan
gas medic dapat terjamin. Pertimbangan lain adalah domisili pihak
ketiga yang mensupply gas medik berada di luar kota Banjarnegara
yaitu di Cilacap, sehingga untuk kebutuhan cito memerlukan waktu
untuk sampai di rumah sakit Banjarnegara.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 5 Maret 2014
Perihal : Pengelolaan Gas Medik

Dengan Hormat,
Menyambung nota dinas terdahulu (terlampir) tentang
pengelolaan Gas Medik, maka kami sampaikan kembali permohonan
tersebut dengan beberapa tambahan pertimbangan dan kebutuhan,
yaitu :
1. Sarana Prasarana :
a. Belum mempunyai ruang petugas dan alat komunikasi internal
tersendiri
b. Tangga khusus untuk menutup dan membuka tabung PGS
c. Gudang oksigen masih terbuka dan belum di simpan sesuai
aturan
2. SDM :
a. Jumlah SDM 3 orang, dengan 3 shif jaga
b. Apabila satu tidak bertugas karena ijin/sakit/cuti dll maka
petugas yang yang ada menjadi shif 2 kali 12 jam
c. Kebutuhan riil SDM unit gas medic minimal 4 orang
3. Kinerja
a. Kinerja SDM dengan hanya 3 orang, sering terjadi complain dari
unit pelayanan pasien karena beberapa kali petugas terlambat
menyalurkan oksigen karena sulit dihubungi dan tidak ada
tempat stanby yang tetap
b. Dari 3 orang SDM yang ada, 1 orang merangkap dengan
Instalasi Pemulasaraan jenazah dan 1 orang lagi kesehatannya
tidak memungkinkan (sakit thyphus)
Atas dasar beberapa pertimbangan tersebut diatas, maka kami
mengajukan permohonan tambahan dan tukar SDM dengan ketentuan
:
a. SDM yang merangkap Instalasi Pemulasaraan Jenazah untuk
didefinitifkan di Instalasi tersebut
b. SDM dengan kesehatan yang tidak memungkinkan di
kembalikan ke unit sanitasi
c. Tambahan 3 orang sdm baru, di upayakan dengan 2 orang
background pendidikan STM mesin dan 1 orang SMK
administrasi kantor
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Kabupaten Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Penunjang
Tanggal : 18 Pebruari 2014
Perihal : Laporan Pelaksanaan kegiatan Bidang Pelayanan Medis dan
Penunjang Medis periode Januari – Pebruari 2014

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan laporan kegiatan Bidang Pelayanan
medis dan Penunjang Medis periode januari – Pebruari 2014, sebagai
bentuk tanggungjawab kami dalam serah terima jabatan (terlampir)
dan selanjutnya kami/Bidang Penunjang mengajukan permohonan
untuk kiranya dapat dijadikan bahan masukan dan evaluasi penetapan
kebijakan yang baru beberapa hal sebagai berikut :
BIDANG YANMED DAN REALISASI
BIDANG PENUNJANG
NO JANGMED BIDANG YANMED DAN
(sesudah SOTK baru)
(sebelum SOTK baru) JANGMED
JUMLAH JUMLAH
ANGGARAN ANGGARAN KEU FISIK
KEGIATAN KEGIATAN
15 jenis 27.457.000.0 22 jenis 17.158.400.00 886.092.75 17,97%
00 0 0

Data tersebut diatas merupakan laporan kegiatan dari bidang


pelayanan medis dan penunjang medis dan usulan kegiatan untuk
bidang penunjang dengan mempertimbangkan tugas pokok dan fungsi
bidang penunjang.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Penunjang


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NOTA DINAS

Kepada Yth. : Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Kabupaten Banjarnegara


Dari : Kepala Bidang Keuangan
Tanggal : 5 Pebruari 2014
Perihal : Laporan Hasil Rapat Tim Evaluasi Remunerasi RSUD tahun 2014

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan hasil rapat koordinasi dengan
calon anggota Tim evaluasi remunerasi RSUD, sebagai berikut :
1. Kesepakatan tentang susunan Tim Evaluasi Remunerasi RSUD (SK
terlampir)
2. POA Tim Evaluasi Remunerasi RSUD (terlampir)
3. Surat permohonan nara sumber untuk workshop system
remunerasi ke RSUD Prof. Dr, Margono Soekarjo Purwokerto,
dengan peserta seluruh anggota tim evaluasi remunerasi
(terlampir)
4. Tata tertib untuk tim evaluasi remunerasi RSUD tahun 2014
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya
diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Keuangan


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Indah Wahyu Nur Ratna, SH, MM


POA (Plan Of Action)
Tim Evaluasi Remunerasi Tahun 2014
RSUD Hj. Anna Lasmanah.S.K
Kabupaten Banjarnegara

No Kegiatan Waktu Keterangan


1 Penyusunan dan Penetapan Pebruari, Minggu ke SK Tim
TIM I
2 Wokshop sistem remunerasi , Minggu ke -. Surat
dengan nara sumber dari RSUD II Permohonan nara
Prof Dr Margono Soekarjo sumber
-. Koordinasi Inst
Diklat (KAK
Kegiatan)
3 Tim melakukan telaah, analisis , Minggu ke - Dokumen hasil
dan menyusun draf remunerasi III dan ke workshop
IV - Dokumen hasil
(dibagi dalam telaah, analisis
beberapa divisi) dan draf
remunerasi
4 Presentasi hasil draf Maret, Minggu ke I - Dok. presentasi
remunerasi dengan sample
bulan sebelumnya
5 Sosialisasi hasil evaluasi , Minggu ke II - Dok Hasil
remunerasi ke seluruh Sosialisasi pada
karyawan RSUD saat rapat dinas
6 Penetapan remunerasi baru , Minggu ke IV - SK Penetapan
6 Uji Coba pembagian dengan Selama 3 bulan - Dokumen
remunerasi yang baru (April, Mei, Juni) pembagian

Ketua
Tim Evaluasi Remunerasi
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara
Indah Wahyu Nur Ratna, SH, MM
TATA TERTIB
TIM EVALUASI REMUNERASI TAHUN 2014
RSUD Hj. ANNA LASMANAH.S.K
KABUPATEN BANJARNEGARA

1. Rapat dinyatakan syah apabila dihadiri minimal 2/3 dari jumlah anggota
2. Anggota yang tidak hadir, tidak boleh mewakilkan kepada anggota lain
3. Hak suara hanya diberikan kepada anggota TIM yang hadir pada rapat ini.
4. Direktur RSUD Banjarnegara selaku penanggungjawab berhak
memberikan nasehat atau petunjuk
5. Seluruh anggota tim dapat memberikan penjelasan dan uraian jika
diperlukan.
6. Sebelum rapat dimulai, peserta wajib mengisi daftar hadir yang telah
disediakan.
7. Sebelum rapat dibuka pimpinan rapat mengumumkan jumlah anggota
yang hadir
8. Setiap peserta rapat diwajibkan ikut serta menjaga ketertiban dalam
rangka membantu kelancaran jalannya rapat.
9. Selama berlangsungnya rapat, para peserta tidak dibenarkan
meninggalkan ruangan rapat tanpa seijin pimpinan rapat.
10. Semua pembicaraan di dalam rapat dilaksanakan secara lugas,
obyektif dan terarah, serta hemat waktu
11. Pimpinan rapat berhak untuk mengingatkan kepada para peserta
rapat yang pembicaraannya menyimpang dari persoalan yang sedang
dibicarakan.
12. Tiap anggota mempunyai hak untuk mengajukan usul, pertanyaan
dan pandangan serta memberikan aspirasinya dalam setiap keputusan
yang akan diambil.
13. Keputusan TIM diambil berdasarkan musyawarah yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan untuk mencapai mufakat dan sejauh mungkin
dihindari pemungutan suara (Voting)
14. Apabila keadaan memerlukan pemungutan suara(Voting), maka yang
berhark bersuara adalah semua anggota Tim dan diambil dengan perolehan
suara 50%+1

Ketua
Tim Evaluasi Remunerasi
RSUD Hj. Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

Indah Wahyu Nur Ratna, SH, MM


NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Medis
Tanggal : 23 Desember 2013
Perihal : Laporan Tahunan Seksi Penunjang Medis

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan berakhirnya kegiatan untuk tahun anggaran 2013 maka kami dari
seksi penunjang medis, menyampaikan laporan tahunan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan
untuk periode tahun 2013 sebagaimana terlampir.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Kepala Seksi Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Dra SRI SUSIANI MARYAM, M.Si


NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 4 januari 2014
Perihal : Permohonan Dokter Obsgyn atau Residen Obsgyn Senior ke FK UGM

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan berakhirnya masa tugas dr. Haryata, Sp.OG di RSUD Kabupaten
Banjarnegara maka pelayanan di bagian Obsgyn menjadi kurang optimal, maka kami bermaksud
mengajukan permohonan penambahan dokter tersebut ke fakultas kedokteran UGM Yogyakarta.
Hasil konsultasi lewat telfon dengan kepala bagian tata usaha Fakultas Kedokteran, disarankan
untuk datang bertemu dengan Dekan FK UGM pada hari selasa tanggal 7 januari 2014 jam 12.00.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang
Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
RSUD Kab. Banjarnegara

SRI YUNIARTI, SKM


NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 23 Desember 2013
Perihal : Pemasangan software kepesertaan BPJS

Dengan Hormat,
Berdasarkan hasil sosilaisasi tentang pelaksanaan BPJS Kesehatan BPJS maka untuk
memudahkan proses pelayanan SEP (Surat Egalitas Peserta) dari pihak BPJS Kesehatan akan
memberi software tersebut yang berisi jenis, jumlah dan nama kepesertaan ke Rumah Sakit untuk
dipasang secara on line (tersambung fasilitas internet), karena penerbitan SEP menjadi
tanggungjawab Rumah Sakit. Atas dasar informasi tersebut kami mengajukan usul untuk
dilakukan pemasangan jaringan pada tiga (3) titik yaitu TPPRI, Pendaftaran dan IGD.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

SRI YUNIARTI, SKM


NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 23 Desember 2013
Perihal : Penyusunan Clinical Pathway (CP) dan Rasionalisasi Pengobatan

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan akan diperlakukannya JKN dengan menggunakan system INA
CBGs maka menjadi persyaratan wajib agar Rumah Sakit dapat mempersiapkan diri untuk
mengelola operasionalnya secara efektif dan efisien. Sebagai salah satu factor dominan yang
mempengaruhi hal tersebut adalah adanya Clinical Pathway (CP) dan Kerasionalan penggunaan
Obat. Untuk kedua hal tersebut kami bermaksud mengajukan pelatihan (in house training) dengan
mendatangkan nara sumber dari unsur praktisi dan akademisi, sehingga harapannya akan
memperoleh informasi yang lebih akurat.
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

SRI YUNIARTI, SKM


NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 19 November 2013
Perihal : Pengelolaan gas Medik

Dengan Hormat,
Dengan Ini kami sampaikan bahwa pengelolaan gas medik di RSUD Banjarnegara belum
berjalan secara optimal, dikarenakan belum ada unit khusus atau unit tertentu yang bertanggung
jawab terhadap pengelolaan gas medik. Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor : 1197/MENKES/SK/X/2004 Tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit pada
BAB I Pendahuluan sub bab 1.3 “bahwa yang dimaksud perbekalan farmasi adalah sediaan
farmasi yang terdiri dari obat, bahan obat, alat kesehatan, reagensia, radio farmasi dan gas
medis. Berdasarkan peraturan tersebut diatas seharusnya pengelolaan gas medik berada
dibawah tanggung jawab Instalasi Farmasi. Untuk itu kami mengusulkan bahwa pengelolaan gas
medik di RSUD Kabupaten Banjarnegara dikembalikan pada instalasi tersebut sesuai dengan
peraturan yang berlaku. Sebagai konsekwensi dari pelimpahan tanggungjawab pengelolaan gas
medik tersebut, maka beberapa hal terkait sebagai berikut :
1. Pelimpahan dari proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan
penggunaan gas medik dengan administrasinya
2. Pelimpahan tenaga sejumlah 3 orang dari tenaga sanitasi ke Instalasi Farmasi
3. Pelimpahan pendapatan gas medik dari pendapatan habis pakai ke pendapatan Instalasi
Farmasi
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

SRI YUNIARTI, SKM


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 3 Desember 2013
Perihal : Laporan hasil rapat koordinasi bidang pelayanan

Dengan Hormat,
Dengan Ini kami sampaikan hasil rapat koordinasi antara bidang pelayanan dengan
beberapa unit pelayanan baik medis maupun penunjang medis yang dilaksanakan pada tanggal
28 november 2013 dengan menghasilkan beberapa hasil dan kesepakatan sebagai berikut :
1. Adanya inefisiensi pada waktu pelayanan, kecepatan pelayanan dan kertas administrasi di
beberapa unit dikarenakan :
a. Alur dan petunjuk arah pasien dari Rajal, Ranap maupun IGD kurang jelas (petunjuk ke
farmasi. Kasir, TPPRI dan unit lain kurang besar)
b. Billing system belum optimal, masih terdapat beberapa permintaan yang manual, print out
dibeberapa unit (IGD, farmasi dan kasir) sehingga permintaan kertas “continous foam”
meningkat dan info permintaan pelayanan unit penunjang diterima juga manual
2. IGD sebagai unit pelayanan pada garda depan terdapat permasalahan dalam pelayanan
obat, sehingga beberapa alternative:
NO JENIS PELAYANAN KEUNTUNGAN KERUGIAN
1 Resep Individual Satu pasien satu resep dan a. Waktu lama, pasien
obat tepat sasaran sering bingung mencari
letak farmasi, kasir dan
TPPRI (alur tidak jelas)
b. Inefisiensi kertas dan
administrasi
2 Apotik satlit di IGD a. Pelayanan IGD cepat a. Tidak ada lahan/tempat
terlayani dan administrasi di IGD
obat tertib dan terpantau b. SDM farmasi kurang
b. Farmasi 24 jam di IGD
dengan SDM khusus
3 Persediaan tetap / a. Sama dengan apotik satlit a. tidak ada petugas
floor stock dan ada lemari khusus khusus di IGD yang
obat bertanggungjawab
b. Setiap pagi farmasi terhadap persediaan
crosscek persediaan obat obat
dan alkes ke IGD dengan b. sering terjadi
resep yang ada ketidakcocokan (selisih)
antara resep yang ada
dengan obat yang keluar
dan tidak ada
pertanggungjawaban
dari IGD

3. Adanya “Misscomunication” antar unit lebih disebabkan karena “bahasa kemasan” dan
kurangnya sosialisasi dan evaluasi SPO antar unit terkait.
4. Kurangnya Visitasi dan monitoring dari manajemen terhadap kesepakatan dan tindak lanjut
dari beberapa rapat koordinasi
5. Diperlukan adanya diklat “ customer service excelant” dan komunikasi efektif untk semua
karyawan, prioritas untuk lini depan
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

SRI YUNIARTI, SKM


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Ketua Tim Mutu dan Keselamatan Pasien RSUD Kabupaten Banjarnegara
Tanggal : 29 November 2013
Perihal : Tim Mutu dan Keselamatan Pasien RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan telah ditetapkannya Tim Mutu dan Keselamatan Pasien maka
beberapa hal yang perlu kami sampaikan sebagai berikut :
1. Melakukan revisi susunan Tim Mutu dan Keselamatan Pasien karena tim tersebut berisi 2 hal
pokok yaitu Mutu dan Keselamatan Pasien yang masing-masing mempunyai pedoman dan
program kerja nasional secara terpisah. Sehingga format Tim juga dibuat terpisah untuk
mempermudah koordinasi, monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tim
tersebut.(format lama dan baru terlampir)
2. Dengan Ini kami sampaikan beberapa dokumen mutu dan keselamatan pasie sebagai
berikut :
a. SK Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
b. Panduan Mutu dan Program Mutu
c. Panduan Keselamatan Pasien dan Program Keselamatan Pasien
d. KAK Kegiatan Khusus keselamatan pasien Deklarasi “Hand Hygiene”
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatiannya diucapkan terimakasih .

Kepala Bagian Tata Usaha


RSUD Hj Anna Lasmanah
Kabupaten Banjarnegara

BUDI WAHYONO, SE
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Panitia HUT RSUD Banjarnegara ke 73
Tanggal : 20 Agustus 2013
Perihal : Laporan Keuangan

Dengan Hormat,
Dengan Ini kami sampaikan laporan keuangan yang berkaitan pelaksanaan rangkaian
kegiatan HUT RSUD Kabupaten Banjarnegara ke 73. Laporan Keuangan ini kami susun dalam
dua kategori, yaitu :
1. Berdasarkan pengeluaran per masing-masing kegiatan (koordinator)
2. Berdasarkan akutansi pengeluaran sesuai urut buku tabungan yang ada (fotocopy tabungan
terlampir)
3. Mohon petunjuk untuk :
a. Waktu pembubaran panitia HUT RSUD ke 73
b. Jika diperkenankan, rencana kami akan melaksanakan aksi khusus “patient safety”
dengan lomba gerak dan lagu “Hand Hygiene” berhadiah dengan sumber dana dari
saldo dana HUT .
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Panitia HUT RSUD Banjarnegara


Mengetahui
Ketua Bendahara

Budi Wahyono, SE Dra Sri Susiani Maryam, M.Si


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 18 November 2013
Perihal : Purna tugas dr Haryata, Sp.OG

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan akan memasuki masa purna tugas salah satu dokter Spesialis
Obgyn yaitu dr Haryata, Sp.OG mulai 1 Desember 2013, sedangkan pengganti dokter obgyn
yang baru belum ada dan pelayanan di bagian tersebut tetap berjalan, maka ada beberapa
pertimbangan sebagai berikut :
1. Mengajukan permohonan kepada yang bersangkutan untuk kerjasama/MoU dalam 1
bulan atau selama bulan Desember 2013 sebagai dokter tamu.
2. Mengajukan permohonan kepada yang bersangkutan untuk menjadi tenaga BLUD
mulai tanggal 1 Januari 2014 sampai ada dokter Spesialis Obgyn yang baru
3. Melakukan addendum terhadap Peraturan Bupati nomor 47 tahun 2012 tentang
Pengelolaan Sumber Daya Manusia/Pegawai Non Pegawai Negeri Sipil Badan
Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banjarnegara,
dimana pada pasal 4 poin b berbunyi : persyaratan untuk diangkap sebagai SDM
Pegawai non PNS BLUD “ berusia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-
tingginya 35 tahun” ditambah poin berikutnya “khusus untuk dokter Spesialis tidak
ada batasan usia selagi yang bersangkutan mampu memberikan pelayanan
kesehatan di RSUD Banjarnegara”.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis


RSUD Banjarnegara

SRI YUNIARTI, SKM


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kabid Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 08 Oktober 2013
Perihal : Laporan hasil Visitasi Pelaksanaan Ponek oleh DinKes Propinsi Jateng

Dengan Hormat,
Dengan Ini kami sampaikan laporan hasil visitasi pelaksanaan Ponek oleh DinKes Propinsi
Jateng berjumlah 3 orang dengan pimpinan tim dr Ikhwan dan beberapa hal yang terkait sebagai berikut :
1. Evaluasi pelaksanaan Ponek dengan peninjauan lapangan
a. Ruang Menur / VK yang dicermati:
 Jumlah bidan di ruang menur, di IGD, perinatal dan di ruang teratai
 Pelaksanaan IMD di VK dan di IBS
 Pelaksanaan ASI ekslusiv dan tidak ada susu formula
 Pelaksanaan Hand Hygiene (penunjukan praktek hand hygiene pada bidan yang paling yunior
belum sesuai prosedur)
 Pelaksanaan PPI dan peran IPCN ( pelaksanaan PPI belum optimal)
 Sarana prasarana yang kurang memadai (kordin dari kain, Waskom pencuci alat dengan
klorine dari plastik dan penyangga sudah karatan, tempat sampah jarum dari dus)
 Kebersihan dan kerapihan ruang kurang, (jas praktik coass berserakan diatas tempat tidur
pasien, setumpuk handscoon re-use pada cantelan Waskom, penempatan barang dan alat
kesehatan yang kurang tepat/kurang rapi)
SARAN :
 Jumlah bidan dianggap sudah memadai
 IMD di IBS belum jalan dan menjadi tugas bidan pendamping dari ruang perinatal
 Hand Hygiene sebaiknya di budayakan setiap pergantian shif atau meeting morning
 Menugaskan 2 orang IPCN yang tidak merangkap tugas sebagai penggerak PPI (cari prfil
yang tegas dan galak) dan rohnya akreditasi versi baru ada di PPI dan patient safety
 Korden sebaiknya dari plastic seperti IGD, Waskom stainlees sudah ada tetapi tidak dipakai,
mencuci dengan chlorine sebaiknya di tempat terpisah tidak diruang tindakan, tempat sampat
jarum sebaiknya dari plastic atau jligen
 Budayakan kebersihan dan kerapian, handscoon sebaiknya disposable, jumat bersih
digalakkan untk penataan ulang barang dan alkes yang ada
b. Instalasi Gawat Darurat
 Ruang VK IGD sudah memadai
 Ruang tindakan sudah memadai
 Sarana prasarana terlihat rapi dan bersih walaupun pasukan IGD lebih banyak laki-laki
 Kordin sudah dari plastic
 Handscoon sudah disposable
 Secara keseluruhan IGD baik
 PPI belum jalan dan Hand hygiene
2. Evaluasi Aspak dan SIRS on line
a. Aspak : Hasil pelatihan Aspak yang diikuti oleh Arif Setyawan, ST dari IPSRS diharuskan segera
melakukan up date data sampai tahun 2013 dan dikirim datanya terakhir tanggal 14 oktober 2013
jam 00.00. Konsekwensinya apabila tidak mengirim data tersebut maka dana APBN akan tertunda
b. SIRS on line : Hasil pelatihan yang diikuti oleh Agus subehi dari Instalasi Rekam Medik diharuskan
segera melakukan up date data sampai bulan September 2013 dan dikirim datanya terakhir tanggal
14 Oktober 2013 jam 00.00. (informasi dari RM sudah mengirim data terakhir bulan juni 2013)
3. REKOMENDASI
Refress Komitmen untuk merubah budaya kerja :
a. Rapi dan Bersih
b. Hand Hygiene
c. IMD dan ASI ekslusiv serta tidak ada susu formula
d. PPI dengan motor penggerak 2 orang IPCN
e. Mengganti SARPRAS yang lebih memadai
f. Pendampingan ke beberapa bangsal setiap hari secara bergilir oleh tim terpadu (fasilitator
akreditasi, diklat, Ka IRNA dan supervisor) untuk membudayakan Hand Hygiene dan perkenalan
profesi)
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kabid Pelayanan Medis dan Penunjang Medis


RSUD Banjarnegara

SRI YUNIARTI, SKM


1. Data pemakaian obat generik dan obat di RSUD Kabupaten Banjarnegara
periode tahun 2013, sebagai berikut : :
No Jenis obat Prosentase
pemakai Penyerap Nominal
an an
biaya
1 OGB 48,99% 15,45% 997.892.340,47
2 Paten 51,01% 84,55% 5.458.947.286,78
3 Jumlah Total 100% 100% 6.456.839.627,
25

Pemakaian OGB yang seharusnya sesuai PERMENKES nomer :


085/MenKes/PER/I/1992 tentang kewajiban menulis resep dan atau
menggunakan obat generik di rumah sakit pemerintah sebesar 80%
sementara dari data tersebut diatas pemakaian OGB di rumah sakit
banjarnegara masih sebesar 48,99%
2. Perhitungan remunerasi terhadap jasa pelayanan di RSUD Banjarnegara
berdasarkan hasil study banding dari RS Banyumas dan hasil rapat tingkat
struktural serta hasil rapat dengan semua perwakilan elemen di RSUD
Banjarnegara. (data terlampir)
3. Jumlah AKI dan AKB serta hasil AMP di RSUD Banjarnegara (data terlampir) :
4. Pelaksanaan operasi SC di RSUD Banjarnegara :
Data dari IBS untuk pelaksanaan operasi SC sudah ada SPOnya tetapi dalam
pelaksanaannya berdasarkan keterangan petugas IBS belum semua tindakan
operasi SC didampingi Sp.A. data jumlah yang tidak dilakukan pendampingan
Sp.A secara tertulis belum ada
5. Visite dokter di ruang nifas atau teratai berdasarkan keterangan petugas
teratai sebagai berikut :
a. Visite dilakukan setiap hari oleh residen (calon spesialis Obgyn yang
sedang bertugas praktek klinik di RSUD Banjarnegara)
b. Visite dilakukan oleh dokter spesialis obgyn pada pasien dengan kondisi
tertentu.
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Bendahara Panitia HUT RSUD Kab. Banjarnegara ke 73
Tanggal : 20 Agustus 2013
Perihal : Laporan Keuangan

Dengan Hormat,
Dengan Ini kami sampaikan laporan keuangan yang berkaitan pelaksanaan rangkaian kegiatan
HUT RSUD Kabupaten Banjarnegara ke 73. Laporan Keuangan ini kami susun dalam dua kategori antara
pemasukan dan pengeluaran sebagai hasil rekapitulasi usulan kegiatan dari masing-masing koordinator,
sebagaimana terlampir
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Bendahara HUT RSUD Kab Banjarnegara

Dra Sri Susiani Maryam, M.Si


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 4 Mei 2013
Perihal : Permohonan Medical Check Up Petugas Radiologi

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan akan berakhirnya ijin operasional X-Ray Radiologi pada bulan juni maka
kami bermaksud memperbaharui ijin tersebut. Beberapa persyaratan untuk pengajuan ijin, salah satunya
adalah hasil medical chek up petugas radiologi. Untuk memenuhi salah satu persyaratan tersebut kami
mohon perkenan kiranya, Rumah Sakit dapat memfasilitasi pemeriksaan sejumlah delapan (8) orang
petugas radiologi.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 18 Juni 2013
Perihal : 1. Permohonan Presentasi KSO Alat Hemostasis Laboratorium
2. Tata Tertib Pengunjung dan Penunggu Pasien

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan 2 (dua) hal sebagai berikut :
1. Beberapa permohonan presentasi KSO alat Haemostatis atau Coagulasi Analyzer laboratorium,
sebagai tindak lanjut dari permohonan dokter specialist anestesi untuk mendukung mutu
pelayanan di RSUD Banjarnegara
2. Draf tata tertib pengunjung dan penunggu pasien di RSUD Banjarnegara, untuk mohon
koreksinya
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 3 Mei 2013
Perihal : Inventarisasi permasalahan dengan PT Askes

I Program Prolanis a. Sepakat dengan system berjenjang dari PPK I dan


seterusnya
b. Profesionalisme pekerjaan harus ditegakkan, kalau
kewenangan ada pada PPK II (spesialis) maka jangan
dipaksakan harus di PPK I dengan hanya alasan efisiensi
bukan kompetensi ( misal tindakan suntikan insulin) kecuali
ada rujuk balik
II Administrasi a. Prosedur : sosialisasi sangat minim baik formal maupun
informal (leflet, banner dll) terkesan berbelit
b. Alat Tulis Kantor/ATK : RS masih dibebani sebagian
kebutuhan kertas
c. Feedback pengeklaiman belum secara rinci dan kontinyu
di berikan ke RSUD
d. Alat computer belum terpenuhi karena sebagian masih
menggunakan milik RS
III Komplain center a. Belum ada petugas khusus atau perangkat khusus yang
standby 24 jam untuk permasalahan2 berkaitan dengan
Askes
IV Tarif Askes a. Tarif di IGD masih dibawah Unit Cost
b. Tarif rawat inap klas II masih dibawah Unit Cost
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

TELAAH
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Medis
Tanggal : 10 Mei 2013
Lampiran : 1 Lembar
Perihal : Standarisasi Obat RSUD Kab. Banjarnegara

I. Pokok Persoalan : Belum disyahkannya Standarisasi Obat untuk periode tahun 2013

II. Pra Anggapan : 1. Sampai sejauh mana efisiensi dan efektifitas dalam peresepan obat
2. Belum dilakukannya evaluasi terhadap : rasionalisasi pemberian obat,
standar terapi dan manajemen pengelolaan obat yang efektif dan
efisien
III. Fakta dan Data yang : A. PFT
berpengaruh terhadap 1. Penyusunan Standarisasi Obat dilakukan oleh PFT dan Komite Medis
persoalan setiap setahun sekali (PFT terlampir)
2. SPO, Format pengajuan usulan obat baru dan kesepakatan PFT
(terlampir)
3. Standarisasi obat dijadikan acuan dokter penulis resep menuliskan
jenis obat untuk terapi pasien di RSUD
4. Pembagian komposisi obat dalam standar obat dengan 1 (satu)
generik dan 3 (tiga) Paten
5. Belum ada data tentang MESO dan KTD tentang Obat
6. Belum dilakukan analisa tentang rasionalisasi pemakaian obat
7. Belum melaksanakan rapat rutin sesuai petunjuk dalam buku
pedoman PFT

B. FARMASI dan MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT


1. Jumlah item obat yang ada 950 jenis obat, dengan jumlah obat
generik 207 item dan obat paten 743 item (data tahun 2012
pemakaian Paten 94.548 unit/Rp 5,5 Milyar dan OGB 91.310 unit/Rp
1 Milyar)
2. Jumlah anggaran obat untuk tahun 2013 sebesar 6 Milyar, sampai
bulan mei 2013 terserap 3 Milyar dan pendapatan obat sampai bulan
mei 2013 sebesar Rp 3,6 Milyar (Rata-rata prosentase pendapatan
obat dari total pembiayaan pelayanan kesehatan di RSUD sebesar
31-34%)
3. Masih ditemukannya pemberian obat yang mencapai 50-70% dari
total pembiayaan pasien Rawat Inap di RSUD Banjarnegara
4. Ada beberapa resep obat yang keluar dari RSUD karena Instalasi
Farmasi belum menyediakan usulan obat baru untuk periode 2013
tetapi prosentasenya kecil (sekitar 1% per mei 2013)
5. Belum ada kebijakan Direktur tentang penggunaan obat berdasar
kelas Rawat Inap
IV. Pembahasan : Melakukan evaluasi terhadap efisiensi pengelolaan obat di Instalasi
farmasi dengan Indikator efisiensi (indikator WHO) sebagai berikut :
1. Tahap Perencanaan :
a. Ketersediaan dana tercukupi (100%) >< standar 100%
b. Penyerapan sesuai perencanaan (per april 40%)>< standar
38%
c. Penggunaan obat sesuai dengan perencanaan
(99%)><standar 100%
2. Tahap pengadaan
a. Frekwensi pengadaan rata-rata per bulan 2 kali
b. Kelancaran pembayaran sesuai jatuh tempo (30
hari)><sesuai jatuh tempo
3. Tahap penyimpanan
a. FIFO / FEFO : hasil sampling kondisi real di gudang sama
dengan tertulis di kartu stok 100%><100%
b. Obat Kadaluarsa dibawah batas toleransi sebesar 1%><5%
4. Tahap Pendistribusian
a. Sistem floor stok/stok tetap : dilaksanakan di IGD dan IBS
b. Sistem Resep individu : pasien rajal dan rawat inap 100%
(tidak ada pembelian tanpa resep)
c. Lama waktu tunggu : racikan 40 menit dan obat jadi 21 menit
>< standar Racikan 60menit dan Obat Jadi 30menit
5. Tahap Penggunaan
a. Penggunaan Obat Generik : 48% >< Standar 80%
b. Prosentase yang masuk formularium atau standarisasi 99,8%
>< standar 100%
V. Kesimpulan : Berdasarkan kondisi tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. PFT perlu mengadakan pertemuan rutin maupun insidentil guna
membahas dan mengevaluasi program dan kegiatan yang telah
ditetapkan
2. Pengelolaan obat di IFRS berjalan baik dan efisien, dan ada
beberapa analisis lebih lanjut untuk lama waktu tunggu dan
pemakaian obat generik
3. Prosentase pemakaian obat generik masih rendah disebabkan
kurangnya kepatuhan dokter penulis resep untuk menulis resep obat
generik dan belum adanya kebijakan pemakaian obat berdasarkan
kelas rawat inap
4. Perbandingan prosentase penyerapan anggaran untuk obat generik
dan obat paten 1: 5,5, hal ini disebabkan karena jumlah pemakaian
OGB yang masih rendah dan harga obat generik murah.
5. Prosentase pendapatan obat per april 2013 sebesar Rp 3,6M (60%)
dari target Rp 6,025M (100%)
6. Tingkat kepatuhan dokter penulis resep diluar pemakaian obat
generic sudah baik terlihat dari pencapaian beberapa indicator
efisiensi, antara lain : Pencapaian target pendapatan obat tahun
2013 sampai bulan April sudah terpenuhi, Penulisan sesuai
formularium 99,8%, obat kadaluarsa 1% dan pemakaian obat sesuai
perencanaan 99%
VI. Saran Tindak Lanjut : Dari hasil telaah yang telah dilakukan maka ada beberapa alternatif
sebagai berikut:
1. Diperlukan pertemuan rutin PFT guna membahas program dan
kegiatan sesuai buku Pedoman PFT
2. Diperlukan Kebijakan direktur tentang pemakaian obat sebagai berikut
a. Peserta Askes menggunakan DPHO untuk semua kelas Rawat
Inap dan Rawat Jalan
b. Peserta Jamkesda Pratama, Jamkesmas, Jampersal dan semua
pasien klas III menggunakan Formularium Jamkesmas atau Obat
Generik
c. Pasien klas I, II, VIP dan Pasien Rajal menggunakan obat dengan
perbandingan 80% OGB dan 20% Paten
d. Pasien Paviliun menggunakan obat dengan perbandingan
20%OGB dan 80% Paten
3. Menurunkan target pendapatan obat sebagai konsekwensi
pemberlakuan kebijakan penggunaan OGB
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Panitia Farmasi dan Terapi


Ketua
RSUD Kab. Banjarnegara
Dr. SUSANTO.R, NUGROHO, Sp.OG

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

TELAAH
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Medis
Tanggal : 10 Mei 2013
Lampiran : 1 Lembar
Perihal : Standarisasi Obat RSUD Kab. Banjarnegara

VII. Pokok Persoalan : Belum disyahkannya Standarisasi Obat untuk periode tahun 2013

VIII. Pra Anggapan : 3. Sampai sejauh mana efisiensi dan efektifitas dalam peresepan obat
4. Belum dilakukannya evaluasi terhadap : rasionalisasi pemberian obat,
standar terapi dan manajemen pengelolaan obat yang efektif dan
efisien
IX. Fakta dan Data yang : C. PFT
berpengaruh terhadap 8. Penyusunan Standarisasi Obat dilakukan oleh PFT dan Komite Medis
persoalan setiap setahun sekali (PFT terlampir)
9. SPO, Format pengajuan usulan obat baru dan kesepakatan PFT
(terlampir)
10.Standarisasi obat dijadikan acuan dokter penulis resep menuliskan
jenis obat untuk terapi pasien di RSUD
11. Pembagian komposisi obat dalam standar obat dengan 1 (satu)
generik dan 3 (tiga) Paten
12.Belum ada data tentang MESO dan KTD tentang Obat
13.Belum dilakukan analisa tentang rasionalisasi pemakaian obat
14.Belum melaksanakan rapat rutin sesuai petunjuk dalam buku
pedoman PFT
D. FARMASI dan MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT
6. Jumlah item obat yang ada 950 jenis obat, dengan jumlah obat
generik 207 item dan obat paten 743 item (data tahun 2012
pemakaian Paten 94.548 unit/Rp 5,5 Milyar dan OGB 91.310 unit/Rp
1 Milyar)
7. Jumlah anggaran obat untuk tahun 2013 sebesar 6 Milyar, sampai
bulan mei 2013 terserap 3 Milyar dan pendapatan obat sampai bulan
mei 2013 sebesar Rp 3,6 Milyar (Rata-rata prosentase pendapatan
obat dari total pembiayaan pelayanan kesehatan di RSUD sebesar
31-34%)
8. Masih ditemukannya pemberian obat yang mencapai 50-70% dari
total pembiayaan pasien Rawat Inap di RSUD Banjarnegara
9. Ada beberapa resep obat yang keluar dari RSUD karena Instalasi
Farmasi belum menyediakan usulan obat baru untuk periode 2013
tetapi prosentasenya kecil (sekitar 1% per mei 2013)
10. Belum ada kebijakan Direktur tentang penggunaan obat berdasar
kelas Rawat Inap
X. Pembahasan : Melakukan evaluasi terhadap efisiensi pengelolaan obat di Instalasi
farmasi dengan Indikator efisiensi (indikator WHO) sebagai berikut :
6. Tahap Perencanaan :
d. Ketersediaan dana tercukupi (100%) >< standar 100%
e. Penyerapan sesuai perencanaan (per april 40%)>< standar
38%
f. Penggunaan obat sesuai dengan perencanaan
(99%)><standar 100%
7. Tahap pengadaan
c. Frekwensi pengadaan rata-rata per bulan 2 kali
d. Kelancaran pembayaran sesuai jatuh tempo (30
hari)><sesuai jatuh tempo
8. Tahap penyimpanan
c. FIFO / FEFO : hasil sampling kondisi real di gudang sama
dengan tertulis di kartu stok 100%><100%
d. Obat Kadaluarsa dibawah batas toleransi sebesar 1%><5%
9. Tahap Pendistribusian
d. Sistem floor stok/stok tetap : dilaksanakan di IGD dan IBS
e. Sistem Resep individu : pasien rajal dan rawat inap 100%
(tidak ada pembelian tanpa resep)
f. Lama waktu tunggu : racikan 40 menit dan obat jadi 21 menit
>< standar Racikan 60menit dan Obat Jadi 30menit
10.Tahap Penggunaan
c. Penggunaan Obat Generik : 48% >< Standar 80%
d. Prosentase yang masuk formularium atau standarisasi 99,8%
>< standar 100%
XI. Kesimpulan : Berdasarkan kondisi tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
7. PFT perlu mengadakan pertemuan rutin maupun insidentil guna
membahas dan mengevaluasi program dan kegiatan yang telah
ditetapkan
8. Pengelolaan obat di IFRS berjalan baik dan efisien, dan ada
beberapa analisis lebih lanjut untuk lama waktu tunggu dan
pemakaian obat generik
9. Prosentase pemakaian obat generik masih rendah disebabkan
kurangnya kepatuhan dokter penulis resep untuk menulis resep obat
generik dan belum adanya kebijakan pemakaian obat berdasarkan
kelas rawat inap
10. Perbandingan prosentase penyerapan anggaran untuk obat generik
dan obat paten 1: 5,5, hal ini disebabkan karena jumlah pemakaian
OGB yang masih rendah dan harga obat generik murah.
11. Prosentase pendapatan obat per april 2013 sebesar Rp 3,6M (60%)
dari target Rp 6,025M (100%)
12. Tingkat kepatuhan dokter penulis resep diluar pemakaian obat
generic sudah baik terlihat dari pencapaian beberapa indicator
efisiensi, antara lain : Pencapaian target pendapatan obat tahun
2013 sampai bulan April sudah terpenuhi, Penulisan sesuai
formularium 99,8%, obat kadaluarsa 1% dan pemakaian obat sesuai
perencanaan 99%
XII. Saran Tindak Lanjut : Dari hasil telaah yang telah dilakukan maka ada beberapa alternatif
sebagai berikut:
4. Diperlukan pertemuan rutin PFT guna membahas program dan
kegiatan sesuai buku Pedoman PFT
5. Diperlukan Kebijakan direktur tentang pemakaian obat sebagai berikut
e. Peserta Askes menggunakan DPHO untuk semua kelas Rawat
Inap dan Rawat Jalan
f. Peserta Jamkesda Pratama, Jamkesmas, Jampersal dan semua
pasien klas III menggunakan Formularium Jamkesmas atau Obat
Generik
g. Pasien klas I, II, VIP dan Pasien Rajal menggunakan obat dengan
perbandingan 80% OGB dan 20% Paten
h. Pasien Paviliun menggunakan obat dengan perbandingan
20%OGB dan 80% Paten
6. Menurunkan target pendapatan obat sebagai konsekwensi
pemberlakuan kebijakan penggunaan OGB
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.
Panitia Farmasi dan Terapi
Ketua
RSUD Kab. Banjarnegara

Dr. SUSANTO.R, NUGROHO, Sp.OG


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

TELAAH
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Ketua Panitia Farmasi dan Terapi (PFT)
Tanggal : 3 Juni 2013
Perihal : Standarisasi Obat RSUD Kab. Banjarnegara

I. Pokok Persoalan : Belum disyahkannya Standarisasi Obat untuk periode tahun 2013

II. Pra Anggapan : 1. Sampai sejauh mana efisiensi dan efektifitas dalam peresepan obat
2. Belum dilakukannya evaluasi terhadap : rasionalisasi pemberian
obat, standar terapi dan manajemen pengelolaan obat yang efektif
dan efisien
III. Fakta dan Data yang : A. PFT
berpengaruh terhadap 1. Penyusunan Standarisasi Obat dilakukan oleh PFT dan Komite
persoalan Medis setiap setahun sekali (PFT terlampir)
2. SPO, Format pengajuan usulan obat baru dan kesepakatan PFT
(terlampir)
3. Standarisasi obat dijadikan acuan dokter penulis resep menuliskan
jenis obat untuk terapi pasien di RSUD
4. Pembagian komposisi obat dalam standar obat dengan 1 (satu)
generik dan 3 (tiga) Paten
5. Belum ada data tentang MESO dan KTD tentang Obat
6. Belum dilakukan analisa tentang rasionalisasi pemakaian obat
7. Belum melaksanakan rapat rutin sesuai petunjuk dalam buku
pedoman PFT

B. FARMASI dan MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT


15.Jumlah item obat yang ada 950 jenis obat, dengan jumlah obat
generik 207 item dan obat paten 743 item (data tahun 2012
pemakaian OGB 91.548 unit/Rp 5,5Milyar dan Paten 91.310 unit/Rp 1
Milyar)
16.Jumlah anggaran obat untuk tahun 2013 sebesar 6 Milyard, sampai
bulan mei 2013 terserap 2,5 Milyar dan pendapatan obat sampai
bulan mei 2013 sebesar Rp 3,6 Milyar (Rata-rata prosentase
pendapatan obat dari total pembiayaan pelayanan kesehatan di
RSUD sebesar 31-34%)
17.Masih ditemukannya pemberian obat yang mencapai 50-70% dari
total pembiayaan pasien Rawat Inap di RSUD Banjarnegara.
18.Masih rendahnya prosentase pemakaian obat generic dalam
penulisan resep oleh dokter (sekitar 48%)
19.Ada beberapa resep obat yang keluar dari RSUD karena Instalasi
Farmasi belum menyediakan usulan obat baru untuk periode 2013
tetapi prosentasenya kecil (sekitar 0,5% per mei 2013)
20.Pengelolaan Obat yang terdiri dari tahapan perencanaan, pengadaan,
penyimpanan, Pendistribusian dan penggunaan belum
memperhatikan indicator efisiensi yang ditetapkan WHO dan indicator
IFRS
21.Belum ada kebijakan Direktur tentang penggunaan obat berdasar
kelas Rawat Inap
C. Pembahasan : Indikator efisiensi untuk pengelolaan obat berdasar indikator WHO
sebagai berikut :
11. Tahap Perencanaan :
g. Ketersediaan dana tercukupi (100%) >< standar 100%
h. Penyerapan sesuai perencanaan (per april 40%)>< standar
38%
i. Penggunaan obat sesuai dengan perencanaan
(99%)><standar 100%
12. Tahap pengadaan
e. Frekwensi pengadaan rata-rata per bulan 2 kali
f. Kelancaran pembayaran sesuai jatuh tempo (30
hari)><sesuai jatuh tempo
13. Tahap penyimpanan
e. FIFO / FEFO : hasil sampling kondisi real di gudang sama
dengan tertulis di kartu stok 100%><100%
f. Obat Kadaluarsa dibawah batas toleransi sebesar 1%><5%
14. Tahap Pendistribusian
g. Sistem floor stok/stok tetap : dilaksanakan di IGD dan IBS
h. Sistem Resep individu : pasien rajal dan rawat inap 100%
(tidak ada pembelian tanpa resep)
i. Lama waktu tunggu : racikan 40 menit dan obat jadi 21 menit
>< standar Racikan 60menit dan Obat Jadi 30menit
15. Tahap Penggunaan
e. Penggunaan Obat Generik : 48% >< Standar 80%
f. Prosentase yang masuk formularium atau standarisasi 99,8%
>< standar 100%
Berdasarkan kondisi tersebut diatas pengelolaan obat di Instalasi Farmasi
secara keseluruhan dan data serta fakta yang ada :
1. PFT perlu mengadakan pertemuan rutin maupun insidentil guna
membahas dan mengevaluasi program dan kegiatan yang telah
ditetapkan
2. Pengelolaan obat di IFRS berjalan baik dan efisien, dan ada
beberapa analisis lebih lanjut untuk lama waktu tunggu dan
pemakaian obat generik
3. Prosentase pemakaian obat generik masih rendah disebabkan
kurangnya kepatuhan dokter penulis resep untuk menulis resep
obat generik dan belum adanya kebijakan pemakaian obat
berdasarkan kelas rawat inap
4. Perbandingan prosentase penyerapan anggaran untuk obat
generik dan obat paten 1: 5,5, hal ini disebabkan karena jumlah
pemakaian yang masih rendah dan harga obat generik murah
5. Prosentase pendapatan obat per april 2013 sebesar Rp 3,6M
(60%) dari target Rp6,025M (100%)
D. Kesimpulan : Berdasarkan kondisi tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
7. Diperlukan pertemuan rutin PFT guna membahas program dan
kegiatan sesuai buku Pedoman PFT
8. Diperlukan Kebijakan direktur tentang pemakaian obat sebagai berikut
i. Peserta Askes menggunakan DPHO untuk semua kelas Rawat
Inap dan Rawat Jalan
j. Peserta Jamkesda Pratama, Jamkesmas, Jampersal dan semua
pasien klas III menggunakan Formularium Jamkesmas atau Obat
Generik
k. Pasien klas I, II, VIP dan Pasien Rajal menggunakan obat dengan
perbandingan 80% OGB dan 20%Paten
l. Pasien Paviliun menggunakan obat dengan perbandingan
20%OGB dan 80%Paten
9. Tingkat kepatuhan dokter penulis resep diluar pemakaian obat obat
generic sudah baik terlihat dari pencapaian beberapa indicator
efisiensi, antara lain : Pencapaian target pendapatan obat tahun 2013
sampai bulan April sudah terpenuhi, Penulisan sesuai formularium
99,8%, obat kadaluarsa 1% dan pemakaian obat sesuai perencanaan
99%
E. Saran Tindak Lanjut : Dari hasil telaah yang telah dilakukan maka ada beberapa alternatif
sebagai berikut:
1. Pertemuan Rutin PFT periode tahun 2013 sesuai pedoman PFT
2. Kebijakan Direktur seperti pada point Kesimpulan
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Panitia farmasi dan Terapi


Ketua
RSUD Kab. Banjarnegara

Dr. SUSANTO.R, NUGROHO, Sp.OG


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

TELAAH
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 12 Juni 2013
Perihal :
1. Pemilihan Metode Pengadaan BHP
2. Pemeliharaan CT Scan Radiologi RSUD Kab. Banjarnegara
3. Perhitungan tariff askes klas II, klas I dan IGD

I. Pokok Persoalan : 1. Belum adanya metode pengadaan BHP yang efektif dan efisien
2. Belum adanya beck up alat apabila CT Scan rusak
3. Belum dihitungnya unit cost rawat inap klas II, klas I dan IGD

II. Pra Anggapan : 1. Bagaimanakah efisiensi dan efektifitas dalam pengadaan BHP
2. Belum dibuat model pemeliharaan alat CT Scan yang efektif dan
efisien
3. Berdasarkan perhitungan Bidang Keuangan Penawaran tarif paket
dari Askes untuk klas II dan IGD dibawah tarif RS

III. Fakta dan Data yang : 1. Pengadaan BHP:


berpengaruh terhadap a. Jenis BHP : Farmasi, Laborat, Radiologi, dan Rawat Inap
persoalan b. Jumlah total anggaran untuk BHP sebesar Rp 3,5 Milyar
c. Jumlah pendapatan per bulan (BHP) kurang lebih sebesar Rp
650juta (setahun Rp 8,7 Milyar)
d. Jumlah rekanan : 12 Perseroan Terbatas (PT)
e. Gudang Farmasi dan gudang gizi terbatas
f. Sering terjadi permintaan BHP yang berubah dari user tidak
pada saat penyusunan anggaran
g. Adanya penawaran dari rekanan langsung ke user
h. Adanya penawaran harga yang berbeda – beda dari
beberapa rekanan untuk jenis BHP yang sama dan kualitas
yang sama
2. Pemeliharaan CT Scan :
a. Adanya penawaran kontrak service sebesar 110 juta (belum
PPN) dengan fasilitas 3 kali service per tahun dengan
penggantian spare part
b. Adanya penawaran service sesuai kebutuhan sebesar Rp 7,7
juta dengan fasilitas hanya service dan menunggu antrian:
c. Berdasar data tersebut diatas dan pengalaman service sekali
di bulan april 2013, maka dilakukan perhitungan
perbandingan sbb :
 Jika service diasumsikan dalam setahun maximal 4 kali,
Jumlah biaya sebesar 7,7 x 4 : 30,8jt
 Jika antrian service diasumsikan maximal 2 minggu dan 4 kali
setahun
Jumlah kehilangan pendapatan sebesar 4 x 7,4juta : 29,6 juta
Maka jumlah total biaya tanpa kontrak maximal sebesar :
30,8 jt + 29,6 jt =60,4 juta
 Jika dibandingkan dengan kontrak service Rp 110 juta, maka
terdapat selisih sebesar Rp 49,6 juta lebih efisien tanpa
kontrak
3. Perbandingan Tarif :
a. Perhitungan tariff yang ada (terlampir) :

 Klas I rawat Inap, terdapat selisih kurang Rp 86.533,-


 Klas II rawat Inap, terdapat selisih kurang Rp 46.533,-
 IGD, terdapat selisih kurang Rp 64.333
JUMLAH KURANG Rp 197.399
b. Perhitungan tarif yang di usulkan/maksimal (terlampir) :

 Klas I rawat Inap, terdapat selisin kurang Rp 46.533


 Klas II rawat Inap, terdapat selisih lebih Rp 3.300
 IGD, terdapat selisih kurang Rp 64.333,-
JUMLAH KURANG (Rp 46.533 +Rp 64.333) – Rp 3.300 = Rp
107.566,-
IV. Kesimpulan : Berdasarkan kondisi tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengadaan BHP dilakukan dengan pentahapan sebagai berikut :
a. Permohonan dari user tentang jenis BHP yang dibutuhkan
pada saat penyusunan anggaran (Akhir Desember)
b. Merekap penawaran dan memilah serta memilih jenis BHP
dengan mempertimbangkan harga, kualitas, company profile,
dan service
c. Membuat kebijakan yang mengatur sampling BHP ke user
oleh rekanan
d. Menyampaikan kepada user hasil rekapan terpilih untuk
mendapatkan kesepakatan
e. Membuat paket kebutuhan BHP untuk dilakukan pengadaan
sesuai dengan ketersediaan anggaran dan kondisi gudang
2. Pemeliharaan CT Scan sebaiknya dilakukan dengan cara service
biasa karena lebih efisien dibandingkan dengan cara kontrak
service (efisiensi 49,6 juta).
3. Ada selisih kerugian RS, baik dengan tariff yang sudah ada
maupun yang akan diusulkan sebesar :
a. Rp 197.399 (tariff yang ada)
b. Rp 107.566 (tariff yang diusulkan/maksimal)
V. Saran Tindak : Dari hasil telaah yang telah dilakukan maka ada beberapa alternatif
Lanjut sebagai berikut:
1. Pengadaan BHP yang sudah berjalan satu semester dan hasil
evaluasi awal diperoleh kondisi yang baik (Komplain user
menurun, BHP berkualitas dan harga kompetitif serta service
rekanan yang baik) maka perlu dipertimbangkan untuk metode
pengadaan selanjutnya (bertahap triwulan/semester/tahunan
/kontrak tahuanan)
2. Pemeliharaan CT Scan dilakukan dengan :
a. Service biasa tetapi melakukan kontak person (key person)
dengan pihak siemens agar proses antrian tidak terlalu
panjang (berlaku tahun pertama dan kedua)
b. Untuk tahun ketiga dan seterusnya, dipertimbangkan service
kontrak mengingat beberapa spare part harus diganti dan
biaya cukup tinggi
3. Mengusulkan tarif untuk klas I dan klas II rawat inap dengan tarif
maksimal dari Askes untuk meminimalkan kekurangan yang ada
4. Melakukan evaluasi terhadap standar pelayanan medis terutama
pemeriksaan penunjang laborat.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kabid. Pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : BUPATI Banjarnegara
Melalui : BKD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Tanggal : 19 Pebruari 2013
Perihal : Permohonan Penambahan dan Rotasi SDM di RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan kebijakan pemerintah yang mewajibkan Rumah Sakit Rujukan

untuk melaksanakan program PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatus Emergensi Komprehensif)

yaitu program yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu.

Pelaksanaan program PONEK tentunya berimbas pada ketersediaan SDM di unit perawatan Ibu

dan Bayi, unit Bank Darah dan Instalasi Farmasi sehingga untuk pemenuhan tenaga tersebut

diatas kami mengajukan permohonan tambahan tenaga sebagaimana terlampir.

Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Banjarnegara

Dr. JUNITA PRASETYANINGSIH


NIP. 19720618 200212 2 002

Tembusan Kepada Yth:


1. Wakil Bupati Kabupaten Banjarnegara
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : BUPATI Banjarnegara
Melalui : SETDA Kabupaten Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Tanggal : 11 Juni 2013
Perihal : Perubahan Jam Berkunjung Pasien RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan adanya kebijakan baru yang berkaitan dengan issue Keselamatan

Pasien, dengan salah satu hak pasien adalah untuk mendapatkan ketenangan serta keberhasilan

dalam pelaksanaan perawatan pasien, maka dengan ini RSUD Banjarnegara melakukan

perubahan terhadap jam berkunjung pasien, sebagai berikut :

1. Pagi : 10.00 – 13.00 WIB

2. Sore : 16.00 – 20.00 WIB

3. Khusus Bayi : 16.00 – 17.00 WIB

Perubahan ini sudah mulai disosialisasikan per 1 juni 2013 kepada pengunjung pasien RSUD

Banjarnegara

Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Banjarnegara

Dr. JUNITA PRASETYANINGSIH


NIP. 19720618 200212 2 002

Tembusan Kepada Yth:


1. Wakil Bupati Kabupaten Banjarnegara
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : BUPATI Banjarnegara
Melalui : SEKDA Kabupaten Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Tanggal : 11 Juni 2013
Perihal : Perubahan Jam Berkunjung Pasien RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan beberapa hal yang melatarbelakangi adanya perubahan
waktu kunjungan pasien seperti yang tertera pada peraturan Bupati Banjarnegara Nomor : 404
Tahun 2010, sebagai berikut :
1. Waktu kunjungan pasien semula :
a. Pagi : jam 10.00 – 12.00 WIB
b. Sore : jam 16.00 – 18.00 WIB
2. Waktu kunjungan pasien sekarang
a. Pagi : jam 10.00 – 13.00 WIB
b. Sore : jam 16.00 – 20.00 WIB
3. Pembatasan waktu kunjungan pasien dimaksudkan supaya pasien mendapatkan ketenangan
dan keberhasilan dalam pelaksanaan perawatan serta keamanan pasien.
4. Perubahan waktu kunjungan yang lebih lama, dilakukan sebagai langkah alternative yang
bersifat sementara, dikarenakan selama ini yang terjadi di RSUD Banjarnegara, waktu
kunjungan pasien belum dibatasi sehingga pada saat waktu kunjungan pasien diberlakukan
akan terjadi penolakan dari masyarakat.
5. Waktu kunjungan pasien akan dikembalikan lagi seperti semula setelah berjalan kurang lebih
1 tahun dan secara bertahap masyarakat sekitar sudah memahami manfaat pembatasan
waktu kunjungan pasien
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Banjarnegara

Dr. JUNITA PRASETYANINGSIH


NIP. 19720618 200212 2 002

Tembusan Kepada Yth:


1. Wakil Bupati Kabupaten Banjarnegara
Lampiran Nota Dinas
Tanggal : 19 Pebruari 2013

NO Nama Jabatan Lama Jabatan Baru Keterangan


1 Lusia Arina Rahmawati Bidan Puskesmas Dawuhan Bidan di IGD RSUD dibutuhkan penambahan Bidan di IGD RSUD dalam
Madukara rangka pelaksanaan PONEK
2 Setyowati Bidan Puskesmas Sigaluh Bidan di IGD RSUD dibutuhkan penambahan Bidan di IGD RSUD dalam
rangka pelaksanaan PONEK
3 Puput Nurhidayati Analis Laborat Puskesmas Analis Laborat di Instalasi Dibutuhkan penambahan analis laborat untuk
KarangKobar Laborat RSUD operasional Bank Darah (BDRS)
4 Sarwono Analis Laborat di Instalasi Laborat Analis Laborat Puskesmas Karena usia tidak memungkinkan untuk dijadwalkan
RSUD Banjarnegara Bawang I jaga shif malam, padahal Instalasi Laborat memerlukan
SDM untuk operasional BDRS 24 jam, Tukar di
Puskesmas Bawang I yang dimungkinkan selalu jaga
pagi.
5 Unggul Widagdo Analis Laborat Puskesmas Analis Laborat di Instalasi Karena usia masih muda dimungkinkan untuk
Bawang I Laborat RSUD dijadwalkan jaga shif malam untuk operasional BDRS
24 jam
6 Drs Adi Suprapto, Apt Apoteker Instalasi Farmasi RSUD Apoteker GFK DKK Karena factor kesehatan tidak memungkinkan untuk
Banjarnegara Banjarnegara dijadwalkan jaga shif 24 jam
7 Dewi Musniati, S.Si, Apt Apoteker GFK DKK Banjarnegara Apoteker di Instalasi Farmasi Usia masih muda dan dimungkinkan untuk dijadwalkan
RSUD Banjarnegara jaga shif 24 jam
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 18 Pebruari 2013
Perihal : Biaya transport petugas PMI

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan telah dioperasionalkan Unit Bank Darah di RSUD Kabupaten
Banjarnegara maka pendampingan training crossmatch dari PMI yang pernah kita ajukan sudah
dimulai. Kegiatan tersebut sudah berjalan 4 hari dan muncul kendala untuk petugas jaga PMI shif
sore dan malam tidak ada yang menjemput dan mengantar, sedangkan tenaga dari RSUD untuk
tugas tersebut juga tidak ada. Untuk mengatasi masalah tersebut kami mengajukan permohonan
biaya transport bagi petugas PMI agar dapat datang sendiri ke RSUD selama masa
pendampingan. Besarnya biaya transport diperhitungkan sesuai index yang berlaku.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 13 Pebruari 2013
Perihal : KSO alat Kimia Darah Laboratorium

Dengan Hormat,
Bersama ini kami laporkan hasil akhir beberapa penawaran KSO Alat kimia Darah untuk
Instalasi Laboratorium. Dari 4 Rekanan/Pihak Ketiga yang melakukan presentasi di Instalasi
Laboratorium dan memasukkan penawaran ke RSUD maka setelah dilakukan evaluasi terhadap
kemudahan penggunaan alat, kemudahan dalam pemeliharaan alat, kualitas dan harga reagen
dapat kiranya dipertimbangkan untuk Alat Automated Clinical Analyzer BIOLIST 24i premium dari
PT Dinar Patra Pratama memenuhi persyaratan tersebut diatas.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 26 Januari 2013
Perihal : Usulan Pelatihan Koding ICD X dan ICD IX TA 2013

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan Kerangka Acuan Kegiatan pelatihan Koding ICD X dan ICD
IX untuk petugas Instalasi Rekam Medik dan beberapa petugas fungsional maupun adminstrasi
terkait. Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan profesionalisme penyelenggaraan
pelayanan rekam medis umumnya maupun penyelenggaraan kegiatan koding khususnya.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 23 Januari 2013
Perihal : Laporan Hasil Rapat Koordinasi Kegiatan Pelayanan Kesehatan TA 2013

Dengan Hormat,
Bersama ini kami laporkan hasil Rapat koordinasi kegiatan pelayanan Kesehatan TA
2013 yang sudah dilaksanakan pada tanggal 22 Januari 2013 sebagai berikut :
1. Rapat dihadiri oleh Ka Bid Pelayanan beserta staf, Ka Bid Keperawatan beserta staf, Kepala
Ruang Ranap, Ka IRANAP, Ka IGD, Ka IFRS, Komite Keperawatan dan Supervisor.
2. Pembahasan permasalahan :
a. Evaluasi pelaksanaan SIMRS yang belum optimal (input data belum konsisten)
b. Pemberian APD untuk petugas RSUD sesuai dengan anggaran yang ada
c. Kesepakatan penggunaan Bahan Habis Pakai Farmasi berkualitas dan efisiensi harga
3. Diperoleh beberapa kesepakatan :
a. Akan berusaha untuk mengoptimalkan pelaksanaan SIMRS terutama kevalidan data
identitas pasien (data social dan diagnose)
b. APD (handscoon dan masker) diberikan per ruangan setiap bulan sebanyak 2 box
Handscoon dan 1 box masker
c. Pemakaian BHP farmasi menggunakan yang kualitas baik dan harga murah. (terlampir)
4. Mohon Asman untuk surat pemberitahuan tentang pemberian APD
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.
Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis
RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 18 Januari 2013
Perihal : Rapat Koordinasi Kegiatan Pelayanan Kesehatan TA 2013

Dengan Hormat,
Bersama ini kami laporkan bahwa Kegiatan Pelayanan Kesehatan TA 2013 akan segera
dilaksanakan, diantaranya adalah pengadaan alat kesehatan habis pakai Farmasi. Sebagai tahap
awal persiapan pelaksanaan, beberapa rekanan / distributor Alkes sudah memasukkan
penawaran (terlampir) dan sudah kami lakukan seleksi dari sisi kualitas dan harga. Tahap
berikutnya diadakan pertemuan koordinasi dengan unit terkait untuk sosialisasi dan membuat
komitmen untuk pemakaian alat-alat tersebut.(unit terkait terlampir)
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 8 Januari 2013
Perihal : Jadwal Rapat Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis

Dengan Hormat,
Sebagai tindak lanjut dari hasil koordinasi lintas Bidang khususnya dengan Sub Bag
Umum RSUD secara non formal tentang penyelenggaraan rapat internal masing-masing Bidang
dan rapat koordinasi dengan fungsional dibawah jalur koordinasi, maka dengan ini kami
sampaikan rekapitulasi rencana kegiatan rapat sebagai berikut :
PENANGGUNG
NO JENIS RAPAT PESERTA WAKTU KET
JAWAB
1 Internal Bidang 10 orang Kepala Bidang Tgl 1/bulan Snak 60 dus
Makan 60 dus
2 Koordinasi antar bidang 10 orang Kepala Bidang Tgl 5/3bulan Snak 40 dus
3 Koordinasi fungsional 30 orang Kepala Bidang Tgl 10/2 bulan Makan 150 dus
(Evaluasi kinerja instalasi)
4 Koordinasi Komite Medis 25 orang Kepala Bidang Per 3 bulan Makan 100 dus
5 Evaluasi Tim berkaitan 30 orang Kepala Bidang Per 4 bulan Snak 90 dus
dengan program unggulan
pelayanan (TB, KBM, KB,
OBAT, VCT, BDRS, SPM
Jampersal, Jamkesmas)
6 Koordinasi eksternal 8 orang Kepala Bidang 10 x per tahun Snak 80 dus

Sehingga jumlah kebutuhan akomodasi per tahun untuk Bidang Pelayanan adalah
a. Snak : 270 dus
b. Makan : 310 dus
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : PPKom Pelayanan Kesehatan tahun 2012
Tanggal : 7 Januari 2013
Perihal : Honor staf administrasi dan Honor Panitia Pengadaan kegiatan pelayanan kesehatan th 2012

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan tahun 2012 sudah
selesai, baik proses pengadaan maupun proses administrasi. Akan tetapi dalam proses
pemberian honor kepada petugas yang terkait khususnya staf administrasi dan panitia
pengadaan ada beberapa paket yang belum terekap pada kegiatan di tahun 2012 dikarenakan
dan jenis kegiatan sebagai berikut :
1. Untuk staf administrasi a/n Supriyanti mendapat honor yang berbeda padahal jenis
kegiatannya tetap (tidak berkurang) dan berdasarkan index yang berlaku besaran honor
seharusnya Rp 175.000, dengan rincian :
-. Untuk 5 bulan awal mendapat honor Rp 175.000 per bulan
-. Untuk 7 bulan berikutnya hanya mendapat honor Rp 100.000 per bulan
Sehingga terdapat selisih kurang Rp 525.000,-
2. Untuk Panitia Pengadaan Internal belum mendapatkan honor untuk 2 (dua) kegiatan yang
terakhir di bulan desember 2012 dikarenakan pengajuan honor sudah dilaksanakan di bulan
November 2012, dengan rincian :
-. Untuk pengadaan Alkes Inves sebesar Rp 166.747.680,-
-. Untuk pengadaan makan minum pasien paket basah periode th 2013 sebesar Rp
234.226.900,- (proses pengadaan di tahun 2012 karena awal januari sudah melaksanakan
tugas).
Jumlah personel panitia pengadaan 3 orang terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota dengan
index honor masing – masing sebesar Rp 150.000, 125.000, 100.000 sehingga jumlah honor
yang belum terbayarkan sebesar Rp750,000,-
3. Dari kedua kegiatan tersebut maka terdapat selisih kurang sebesar Rp 1.275.000,- mohon
kiranya untuk dapat difasilitasi
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

PPKom Pelayanan Kesehatan


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : PPKom Pelayanan Kesehatan tahun 2013
Tanggal : 7 Januari 2013
Perihal : Pihak Ketiga Pengadaan Makan Minum Pasien

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa pengadaan kegiatan Makan Minum Pasien untuk
tahun anggaran 2013 di buat dalam 2 paket yaitu paket kering dan basah, semula akan
diselenggarakan dengan pengadaan/pembelian langsung akan tetapi setelah berjalan beberapa
hari terdapat perubahan. Perubahan terjadi pada paket basah, direncanakan pengadaannya
dengan penunjukan langsung karena terdapat beberapa kendala dan pertimbangan sebagai
berikut :
1. Pengadaan / Pembelian langsung
a. Item / jenis barang cukup banyak
b. Pengadaannya harus segar (setiap hari)
c. Ada beberapa jenis barang yang dipesan, sukar diperoleh (tempat terpencar)
d. Ada tambahan biaya untuk tenaga khusus, transport dan harga yang tidak fix
e. Administrasinya terpecah dan banyak
f. Hasil akhir untuk harga tidak jauh berbeda dengan pihak ketiga
2. Penunjukan langsung
a. Dibuat paket untuk kebutuhan 3 bulan, tetapi pembayaran tergantung jumlah kebutuhan
b. Telah dilakukan survey harga pasar oleh petugas Gizi (HPS terlampir)
c. Ada 3 rekanan yang memasukkan dokumen penawaran
3. Pihak ketiga / Rekanan yang memasukkan penawaran
a. Karya Fadilah, jumlah penawaran Rp
b. Batraco, jumlah penawaran Rp
c. Karya Cipta Mandiri jumlah penawaran Rp
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

PPKom Pelayanan Kesehatan


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Ketua Tim Terpadu Peningkatan Pelayanan
Tanggal : 3 Januari 2013
Perihal : Design Interior Ruang Paviliun

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa sesuai dengan salah satu rencana kegiatan tim
terpadu adalah melakukan inventarisasi kerusakan sarana prasarana pelayanan di ruang rawat
inap, kemudian melakukan perbaikan secara bertahap di mulai dari bangsal paviliun. Sesuai
dengan arahan Direktur maka sebelum perbaikan dilaksanakan, diusahakan ada design interior
untuk ruang paviliun sehingga perbaikan yang dilaksanakan akan mendapat hasil yang optimal
dan biayanya berkisar Rp 5.000.000,-. Berkenaan dengan hal tersebut maka kami sampaikan
hasil akhir design interior tersebut dalam lampiran. Untuk selanjutnya dapat digunakan sebagai
acuan dalam perbaikan ruang paviliun.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara
Ketua Tim Terpadu

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 29 Desember 2012
Perihal : Operasional Bank Darah RSUD Kab. Banjarnegara

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa dengan sudah dilaunching Unit Bank Darah RSUD
maka operasional unit tersebut sudah seharusnya dilaksanakan, akan tetapi sampai saat ini unit
tersebut belum operasional dikarenakan beberapa hal sebagai berikut :
1. Perjanjian Kerjasama antara PMI dengan RSUD Kab. Banjarnegara sampai saat ini
belum mendapatkan kesepakatan untuk biaya pengganti pengolahan darah
2. Belum terealisirnya tambahan SDM yang dibutuhkan, antara lain disebabkan karena :
a. Tambahan Analis Laborat PNS yang merupakan mutasi dari puskesmas sampai saat
ini belum mendapatkan SK Bupati.
b. Tambahan SDM dari BLUD yang mengundurkan diri belum mendapat ganti.
c. Tenaga administrasi tetap untuk Bank Darah RSUD (sdr. EDI) masih dipinjam PMI
Kab. Banjarnegara.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : BUPATI Banjarnegara
Lewat : SEKDA Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Tanggal : 29 Desember 2012
Perihal : Operasional Bank Darah RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan telah dilaunchingnya unit Bank Darah di RSUD Kabupaten
Banjarnegara, maka sudah seharusnya operasional unit tersebut dilaksanakan. Akan tetapi
sampai saat ini unit tersebut belum dapat diopersionalkan disebabkan karena beberapa hal
sebagai berikut :
1. Perjanjian Kerjasama antara PMI dengan RSUD Kab. Banjarnegara sampai saat ini
belum mendapatkan kesepakatan untuk biaya pengganti pengolahan darah
2. Belum terealisirnya tambahan SDM yang dibutuhkan, antara lain disebabkan karena :
a. Tambahan Analis Laborat PNS yang merupakan mutasi dari puskesmas sampai saat
ini belum mendapatkan SK Bupati
b. Tambahan SDM dari BLUD belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan
kemampuan keuangan RSUD
c. Tenaga administrasi tetap untuk Bank Darah RSUD (sdr. EDI PURWANTO) masih
diperbantukan di PMI Kab. Banjarnegara.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Banjarnegara

Dr. JUNITA PRASETYANINGSIH


NIP. 19720618 200212 2 002

Tembusan Kepada Yth:


1. Wakil Bupati Banjarnegara
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : BUPATI Banjarnegara
Lewat : SEKDA Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Tanggal : 10 Desember 2012
Perihal : Bank Darah RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan akan di operasionalkan Bank Darah di RSUD Kabupaten
Banjarnegara, maka beberapa hal yang akan kami sampaikan sebagai berikut :
1. Dengan latar belakang untuk mencukupi dan mendekatkan kebutuhan darah bagi pasien
yang semakin meningkat terutama kasus persalinan dan kandungan (Obgyn) serta
persyaratan sebagai Rumah Sakit PONEK, maka Rumah Sakit mendirikan unit Bank Darah
2. Bank Darah RSUD Banjarnegara rencana akan launching pada tanggal 15 Desember 2012
bersama dengan Klinik VCT (HIV AIDS), Klinik Berhenti Merokok (KBM) dan Poli Konseling
terpadu (Gizi, Obat, TB-DOT, KB)
3. Bank Darah di RSUD Banjarnegara menerima darah sehat hasil skrining di UDD PMI, untuk
selanjutnya RSUD melakukan crossmatch terhadap darah pasien yang membutuhkan
4. Investasi Alat Bank Darah dan Crossmath yang sudah dilakukan oleh RSUD Banjarnegara,
menyerap anggaran sebesar Rp 150. 000. 000,- dengan rincian sebagai berikut
a. Alat Crossmatch
b. Alat Centrifuge
c. Mikroskop Binokuler
d. Pipet Mikro
e. Tabung Reaksi & Rak
f. Reagensia
g. Coolbag
5. Dengan adanya Investasi alat untuk Unit Bank Darah di RSUD Banjarnegara, kami
bermaksud menyampaikan permohonan subsidi biaya pergantian pengolahan darah,
sehingga kami dapat membuat tarif biaya ganti pengelolaan darah sama persis dengan di
PMI dan subsidi ini akan kami manfaatkan untuk sharing biaya operasional, pemeliharaan
dan penyusutan alat tersebut diatas (perhitungan terlampir)
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Banjarnegara, 3 Desember 2012


Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Banjarnegara

Dr. JUNITA PRASETYANINGSIH


NIP. 19720618 200212 2 002

Tembusan Kepada Yth:


1. Wakil Bupati Banjarnegara
Lampiran : Nota Dinas Direktur RSUD
Kabupaten Banjarnegara
Nomor :
Tanggal :
d.
1. Rincian Usulan Biaya Pengganti Pengolahan Darah :
NO URAIAN BIAYA UTD BIAYA KET
USULAN
1 Kelompok jasa, Admin, 75.200 50.700
Pemeliharaan, Penyusustan dan
Pengembangan
2 Kelompok Habis Pakai: 174.800 148.350
a. Kantong darah 51.750 51.750
b. Gol.darah Rh&Hb 8.625 8.625
c. Reagensia Cross Match 26.450 -
d. HBsAG 15.525 15.525
e. Anti HCV 41.400 41.400
f. VDRL 10.925 10.925
g. HIV 15.525 15.525
h. Bahan Penunjang 4.600 4.600
TOTAL BPPD 250.000 199.050
3 Selisih biaya 50.950

2. Telaah untuk Alat Bank Darah Rumah Sakit


a. Rincian Selisih Biaya Rp 50.950 terdiri :
 Rp 26.450,- untuk biaya reagensia cross match
 Rp 24.500,- untuk biaya operasional, pemeliharaan dan penyusutan alat
b. Rincian biaya alat Bank Darah Rumah Sakit Rp 24.500,- diperoleh dari :
 Total harga alat untuk unit Bank Darah di RSUD Banjarnegara Rp 150.000.000,-
 Estimasi nilai ekonomis alat tersebut diatas 5 tahun sehingga estimasi per tahun
sebesar Rp 30.000.000,-
 Rata – rata kebutuhan darah per tahun untuk pasien di RSUD Banjarnegara
sebanyak 1225 kantong darah
 Sehingga biaya yang dibutuhkan untuk operasional, pemeliharaan dan
penyusutan alat sebesar Rp 30.000.000 : 1225 = Rp 24.490 ~ Rp 24.500,-
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 12 Desember 2012
Perihal : Laporan RAB persiapan Launching Pelayanan Baru dan Donor Darah RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan adanya kegiatan Launching Pelayanan Baru (BDRS, VCT, KBM,
Poli Konseling Terpadu) dan Donor Darah Karyawan RSUD Banjarnegara, maka dengan ini
kami sampaikan Laporan Kondisi keuangan dan beberapa laporan yang lain yang ada sebagai
berikut :;
1. Laporan Keuangan
NO URAIAN MASUK KELUAR SALDO
Uang Masuk
1 CV. Tri Sigma 3.000.000
2 CV. Brataco 200.000
3 CV. Mutual 1.000.000
4 PT. Enseval belum masuk
5 PT ATM-U 1.000.000
6 CV Alkesindo 500.000
Jumlah masuk 5.700.000
Uang Keluar
4 Souvenir (mug) 1.000.000
5 Tas dan Sablon 700.000
6 Leaflet, Spanduk 875.000
7 Kursi 100.000
8 Foto 1 paket 200.000
9 Snak berat 125 dus @ 6.000 750.000
10 Makan 50 dus @ 15.000 750.000
11 Tumpeng 250.000
12 Pita dan pin kertas 100.000
13 Tenaga Kebersihan 100.000
14 Fotocopy 19.000
Jumlah Keluar 4.854.000

Selisih kurang 846.000


2. Laporan kegiatan yang lain (Sarana Prasarana)
a. Klinik VCT
-. Sudah Tersedia Sofa, Meja Tulis, Televisi dan DVD
-. Masih kekurangan Meja TV, Taplak Meja, Pot Bunga dan Vas Bunga
b. Bank Darah
-. Sudah tersedia seperangkat alat crossmatch
-. Masih kekurang meja kerja
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara
Sri Yuniarti, SKM
NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 20 Desember 2012
Perihal : Laporan Pelaksanaan Launching Pelayanan Baru dan Donor Darah RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan laporan pelaksanaan Launching Pelayanan Baru (BDRS,
VCT, KBM, Poli Konseling Terpadu) dan Kegiatan Donor Darah Karyawan RSUD Banjarnegara,
sebagai berikut :;
1. Kegiatan seremonial Launching telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 15 Desember
2012 dengan di hadiri oleh sejumlah undangan sesuai yang tertera pada KAK Launching dan
berjalan lancar serta sesuai dengan waktu yang direncanakan
2. Kegiatan donor darah dengan jumlah pendaftar 72 orang, sedangkan dalam pelaksanaan
yang melakukan donor darah sejumlah 44 orang, 14 orang dinyatakan batal karena tidak
memenuhi persyaratan sedangkan 14 orang tidak datang.
3. Bank Darah Rumah Sakit belum mulai operasional dikarenakan MoU dengan PMI belum
mencapai kata mufakat serta SDM tambahan yang baru masuk, mengundurkan diri dari
Rumah Sakit
4. Kondisi Keuangan pelaksanaan Launching :
NO URAIAN MASUK KELUAR SALDO
Uang Masuk
1 CV. Tri Sigma 3.000.000
2 CV. Brataco 200.000
3 CV. Mutual 1.000.000
4 PT. Enseval belum masuk
5 PT ATM-U 2.000.000
Jumlah masuk 6.200.000
Uang Keluar
4 Souvenir (mug) 1.000.000
5 Tas,Sablon, Leaflet, Spanduk 1.100.000
6
7 Kursi, Meja dan Vas 150.000
8 Foto 1 paket 200.000
9 Snak berat 125 dus @ 6.000 750.000
10 Makan 50 dus @ 15.000 750.000
11 Konsumsi transit dan CS 245.300
12 Pita dan pin kertas 39.500
13 Tenaga Kebersihan 225.000
Jumlah Keluar 4.459.800

Selisih Lebih 1.740.200

3. Laporan kegiatan yang lain (Sarana Prasarana)


a. Kegiatan Donor Darah direncanakan rutin setiap 6 bulan sekali
b. Klinik VCT segera dilengkapi dengan pelayanan testing laborat dengan memagangkan
tenaga laborat di RSUD Margono
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut
Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis
RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : BUPATI Banjarnegara
Lewat : SEKDA Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Tanggal : 10 Desember 2012
Perihal : Bank Darah RSUD Banjarnegara

Dengan Hormat,
Sehubungan dengan akan di operasionalkan Bank Darah di RSUD Kabupaten
Banjarnegara, maka beberapa hal yang akan kami sampaikan sebagai berikut :
2. Dengan latar belakang untuk mencukupi dan mendekatkan kebutuhan darah bagi pasien yang semakin
meningkat terutama kasus persalinan dan kandungan (Obgyn) serta persyaratan sebagai Rumah Sakit
PONEK, maka Rumah Sakit mendirikan unit Bank Darah
3. Bank Darah RSUD Banjarnegara rencana akan launching pada tanggal 15 Desember 2012 bersama
dengan Klinik VCT (HIV AIDS), Klinik Berhenti Merokok (KBM) dan Poli Konseling terpadu (Gizi, Obat,
TB-DOT, KB)
4. Bank Darah di RSUD Banjarnegara menerima darah sehat hasil skrining di UDD PMI, untuk selanjutnya
RSUD melakukan crossmatch terhadap darah pasien yang membutuhkan
5. Investasi Alat Bank Darah dan Crossmath yang sudah dilakukan oleh RSUD Banjarnegara, menyerap
anggaran sebesar Rp 175. 000. 000,- dengan rincian sebagai berikut
h. Alat Crossmatch
i. Alat Centrifuge
j. Mikroskop Binokuler
k. Pipet Mikro
l. Tabung Reaksi & Rak
m. Reagensia
n. Coolbag
6. Dengan adanya Investasi alat untuk Unit Bank Darah di RSUD Banjarnegara, kami bermaksud
menyampaikan permohonan subsidi biaya pergantian pengolahan darah, sehingga kami dapat membuat
tarif biaya ganti pengelolaan darah sama persis dengan di PMI dan subsidi ini akan kami manfaatkan
untuk sharing biaya operasional, pemeliharaan dan penyusutan alat tersebut diatas (perhitungan
terlampir)
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Banjarnegara, 3 Desember 2012


Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Banjarnegara

Dr. JUNITA PRASETYANINGSIH


NIP. 19720618 200212 2 002

Tembusan Kepada Yth:


1. Wakil Bupati Banjarnegara
Lampiran : Nota Dinas Direktur RSUD
Kabupaten Banjarnegara
Nomor :
Tanggal :
e.
f. Rincian Usulan Biaya Pengganti Pengolahan Darah :
NO URAIAN BIAYA UTD BIAYA KET
USULAN
1 Kelompok jasa, Admin, 75.200 46.650
Pemeliharaan, Penyusustan dan
Pengembangan
2 Kelompok Habis Pakai: 174.800 148.350
i. Kantong darah 51.750 51.750
j. Gol.darah Rh&Hb 8.625 8.625
k. Reagensia Cross Match 26.450 -
l. HBsAG 15.525 15.525
m. Anti HCV 41.400 41.400
n. VDRL 10.925 10.925
o. HIV 15.525 15.525
p. Bahan Penunjang 4.600 4.600
TOTAL BPPD 250.000 195.000
3 Selisih biaya 55.000

g. Telaah untuk Alat Bank Darah Rumah Sakit


a. Rincian Selisih Biaya Rp 55.000 terdiri :
 Rp 26.450,- untuk biaya reagensia cross match
 Rp 28.550,- untuk biaya operasional, pemeliharaan dan penyusutan alat
b. Rincian biaya alat Bank Darah Rumah Sakit Rp 28.550,- diperoleh dari :
 Total harga alat untuk unit Bank Darah di RSUD Banjarnegara Rp 175.000.000,-
 Estimasi nilai ekonomis alat tersebut diatas 5 tahun sehingga estimasi per tahun
sebesar Rp 35.000.000,-
 Rata – rata kebutuhan darah per tahun untuk pasien di RSUD Banjarnegara
sebanyak 1225 kantong darah
 Sehingga biaya yang dibutuhkan untuk operasional, pemeliharaan dan
penyusutan alat sebesar Rp 35.000.000 : 1225 = Rp 28.571 ~ Rp 28.550,-
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Ketua PMI Cabang Kabupaten Banjarnegara
Dari : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Tanggal : 3 Desember 2012
Perihal : Draf Kerjasama dan Usulan Tarif Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD)

Dengan Hormat,
Menindaklanjuti surat dari PMI via e-mail tentang draf Kerjasama Pelayanan Darah
antara PMI dengan Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Banjarnegara untuk dipelajari dan
dikirim kembali, maka dengan ini kami sampaikan beberapa hal sebagai berikut :
h. Mengirim kembali draf Kerjasama Pelayanan Darah antara PMI dengan Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Banjarnegara dengan beberapa revisi
i. Mengajukan usulan tarif Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) sebesar Rp
195.000,- dengan rincian dan telaah sebagai berikut :
j. Rincian Biaya Usulan :
NO URAIAN BIAYA UTD BIAYA USULAN KET
1 Kelompok jasa, Admin, Pemeliharaan, 75.200 46.650
Penyusustan dan Pengembangan
2 Kelompok Habis Pakai: 174.800 148.350
q. Kantong darah 51.750 51.750
r. Gol.darah Rh&Hb 8.625 8.625
s. Reagensia Cross Match 26.450 -
t. HBsAG 15.525 15.525
u. Anti HCV 41.400 41.400
v. VDRL 10.925 10.925
w. HIV 15.525 15.525
x. Bahan Penunjang 4.600 4.600
TOTAL BPPD 250.000 195.000
3 Selisih biaya 55.000

k. Telaah
1. Rincian Selisih Biaya Rp 55.000 terdiri :
-. Rp 26.450,- untuk biaya reagensia cross match
-. Rp 28.550,- untuk biaya operasional, pemeliharaan dan penyusutan alat
2. Rincian biaya Rp 28.550,- diperoleh dari :
-. Total harga alat untuk unit Bank Darah di RSUD Banjarnegara Rp 175.000.000,-
-. Estimasi nilai ekonomis alat tersebut diatas 5 tahun sehingga estimasi per tahun
sebesar Rp 35.000.000,-
-. Rata – rata kebutuhan darah per tahun untuk pasien di RSUD Banjarnegara sebanyak
1225 kantong darah
-. Sehingga biaya yang dibutuhkan untuk operasional, pemeliharaan dan penyusutan alat
sebesar Rp 35.000.000 : 1225 = Rp 28.571 ~ Rp 28.550,-
Demikian untuk menjadikan periksa dan atas perhatian serta kerjasamanya, diucapkan
banyak terimakasih

Banjarnegara, 3 Desember 2012

Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Banjarnegara

Dr. JUNITA PRASETYANINGSIH


NIP. 19720618 200212 2 002
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 13 November 2012
Perihal : Usulan Presentasi Alat Laboratorium dan HD

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa berdasarkan surat dari PT Enseval Medika Prima
Nomor : 080/EMP-PWK/XI/12 pada tanggal 9 Oktober 2012 tentang Ijin Presentasi Alat Chemistry
Analyzer Automatic dan surat dari PT Sinar Roda Utama Nomor : 745/SRU/N/SMG/XI/2012 pada
tanggal 02 November 2012 tentang Permohonan presentasi produk Haemodialisa dan produk
non haemodialisa merk NIPRO, maka dengan ini kami melakukan telaah dan beberapa
pertimbangan sebagai berikut :
l. Untuk Alat Chemistry Analyzer Autometic, berdasarkan informasi petugas laborat:
a. RSUD Banjarnegara sudah mempunyai 2 unit
b. 1 unit sudah tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi
c. 1 unit masih dipakai tetapi biaya pemeliharaan cukup tinggi dan alat sering ngadat
padahal jam terbang sangat tinggi
m. Untuk Alat Haemodiallisa, berdasarkan informasi petugas asset dan bidang
pelayanan :
a. RSUD Banjarnegara sudah mempunyai 1 unit tetapi belum dimanfaatkan
b. Tempatnya belum tersedia dan SDM terlatih masih terbatas
c. Berdasarkan survey sementara, penderita gagal ginjal kab Banjarnegara yang
melakukan cuci darah di Rumah Sakit sekitar, jumlahnya cukup banyak sehingga dalam
pengoperasionalannya di butuhkan lebih dari 1 unit
d. Alat HD harganya mahal dan membutuhkan biaya pemeliharaan cukup tinggi
n. Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka kami mengusulkan :
a. Agar ada pemahaman yang lebih mendalam serta berdasarkan kebutuhan/prioritas
kegiatan maka presentasi tersebut sangat bermanfaat
b. Agar ada pertimbangan untuk KSO kedua alat tersebut karena harga dan biaya
pemeliharaan yang cukup tinggi
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara
Sri Yuniarti, SKM
NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 13 November 2012
Perihal : Usulan Presentasi Alat Laboratorium dan HD

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa berdasarkan surat dari PT Enseval Medika Prima
Nomor : 080/EMP-PWK/XI/12 pada tanggal 9 Oktober 2012 tentang Ijin Presentasi Alat Chemistry
Analyzer Automatic dan surat dari PT Sinar Roda Utama Nomor : 745/SRU/N/SMG/XI/2012 pada
tanggal 02 November 2012 tentang Permohonan presentasi produk Haemodialisa dan produk
non haemodialisa merk NIPRO, maka dengan ini kami melakukan telaah dan beberapa
pertimbangan sebagai berikut :
o. Untuk Alat Chemistry Analyzer Autometic, berdasarkan informasi petugas laborat:
d. RSUD Banjarnegara sudah mempunyai 2 unit
e. 1 unit sudah tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak dapat diperbaiki lagi
f. 1 unit masih dipakai tetapi biaya pemeliharaan cukup tinggi dan alat sering ngadat
padahal jam terbang sangat tinggi
p. Untuk Alat Haemodiallisa, berdasarkan informasi petugas asset dan bidang
pelayanan :
e. RSUD Banjarnegara sudah mempunyai 1 unit tetapi belum dimanfaatkan
f. Tempatnya belum tersedia dan SDM terlatih masih terbatas
g. Berdasarkan survey sementara, penderita gagal ginjal kab Banjarnegara yang
melakukan cuci darah di Rumah Sakit sekitar, jumlahnya cukup banyak sehingga dalam
pengoperasionalannya di butuhkan lebih dari 1 unit
h. Alat HD harganya mahal dan membutuhkan biaya pemeliharaan cukup tinggi
q. Berdasarkan kondisi tersebut diatas maka kami mengusulkan :
c. Agar ada pemahaman yang lebih mendalam serta berdasarkan kebutuhan/prioritas
kegiatan maka presentasi tersebut sangat bermanfaat
d. Agar ada pertimbangan untuk KSO kedua alat tersebut karena harga dan biaya
pemeliharaan yang cukup tinggi
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara
Sri Yuniarti, SKM
NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 3 November 2012
Perihal : Usulan Tambahan SDM Instalasi Farmasi dan Instalasi Laboratorium

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa berdasarkan perhitungan kebutuhan tenaga di
Instalasi Farmasi dan Instalasi Laboratorium pada akhir tahun 2011 masih dibutuhkan sejumlah
SDM dan sudah ditindaklanjuti oleh Rumah Sakit dengan dibukanya formasi tenaga BLUD
masing-masing 3 orang untuk kedua Instalasi tersebut. Akan tetapi pada pelaksanaan ujian dari
kedua Instalasi tersebut hanya 1 orang tenaga farmasi yang mendaftar sehingga pada
pelaksanaan pelayanan masih belum optimal. Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, maka
dengan ini kami sampaikan berkas lamaran (terlampir) untuk pemenuhan kebutuhan tenaga yang
diusulkan. Sebagai bahan pertimbangan tambahan kami sampaikan bahwa penambahan tenaga
tersebut dalam rangka persiapan louncing Bank Darah dan Ponek.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Peserta studi komparasi Thailand
Tanggal : 24 Juni 2012
Perihal : Laporan hasil studi komparasi pelaksanaan SJSN dan dampaknya terhadap Rumah Sakit

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan laorkan hasil studi komparasi pelaksanaan SJSN dan
dampaknya terhadap pengelolaan Rumah Sakit (terlampir)
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Peserta Studi Komparasi


RSUD Kab. Banjarnegara

Dra Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19660224 199403 2 002
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Medis
Tanggal : 4 Oktober 2012
Perihal : Laporan hasil beberapa rapat / pertemuan koordinasi lintas unit

Dengan Hormat,
Bersama ini kami laporkan hasil pertemuan / rapat koordinasi antara beberapa unit /
Instalasi penunjang medis dengan unit lain terkait dan rencana tindak lanjut, (notulen terlampir)
sebagai berikut :

A. Tim Terpadu peningkatan mutu sarana prasarana Rumah Sakit


1. Program kerja dan susunan tim terpadu disepakati (terlampir)
2. Plain Of Action (POA) kegiatan ini sebagai berikut :
NO KEGIATAN PETUGAS WAKTU
1 Visit bersama di ruang Ranap Semua tim Rabu, 3 oktt 2012, pkl
Paviliun 08.00
2 Inventarisasi asset, kerusakan dan IPSRS, Elmed dan 3 – 6 okt 2012
penyusunan kebutuhan perbaikan Sanitasi
dan penyusunan RAB
3 Pengalokasian anggaran tersedia PPTK pendukung 7 – 12 okt 2012
dengan RAB pelayanan
4 -. Persiapan tim pekerja perbaikan -. IPSRS 13 -18 okt 2012
-. Sosialisasi kegiatan ke ruang -. Tim Inti
paviliun dan semua unit di RSUD
5 Monitoring kegiatan secara berkala -. Tim inti Mgg III, IV okt 2012
Mgg I,II,III,IV,V okt 2012

B. Koordinasi antara Laboratorium, Farmasi, IGD, Ranap, Supervisi, SIMRS dan Bidang
Pelayanan
1. Terinventarisir beberapa Permasalahan :
a. Bertambahnya penumpukan hasil pemeriksaan laborat dari IGD yang tidak bertuan
b. Penulisan identitas pasien yang belum sesuai standar (SPO)
c. Permintaan pemeriksaan laborat dari igd yang belum sesuai standar (SPO)
d. Pelaksanaan billing system belum optimal baik dari sdm maupun system/program
e. Adanya beberapa pekerjaan di semua unit yang belum dikerjakan sesuai SPO
2. POA atau Rencana tindak lanjut :
a. Laborat :
Sosialisasi SPO pengambilan sampel dan pengambilan hasil pemeriksaan
b. IGD :
Membuat SPO identifikasi Px masuk dan Px keluar (pulang, rujuk, dan masuk ranap)
sosialisasi ulang SPO jenis pemeriksaan laborat sesuai standar

c. Farmasi :
Sosilisasi ulang SPO pengambilan obat Ranap, SPO pengambilan alkes tariff dan
SPO penulisan resep
d. Ranap :
Membuat pilot projeck untuk ruang ranap untuk semua jenis pelayanan
e. SIMRS :
Membuat target pencapaian sebagai bargaining power dengan pihak ke III

C. Koordinasi Internal Instalasi Gizi dan eksternal dengan Manejemen


1. Inventarisir permasalahan :
a. Pengadaan logistic yang tidak lancer berakibat pada mutu pelayanan makanan dan
minuman pasien tidak sesuai standar
b. Analisa kebutuhan tenaga instalasi gizi diperoleh kekurangan SDM di nutrisionis dan
juru masak
c. Pelayanan konsultasi gizi di rajal dan ranap belum optimal karena yang melaksanakan
kegiatan ini baru 1 orang
d. Rencana pengembangan dan penelitian belum berjalan
2. POA atau Rencana Tindak Lanjut
a. Untuk logistic : PPTK dan PPKom selaku pemegang kegiatan pelayanan kesehatan
pengadaan makan minum pasien segera melakukan klarifikasi dan koordinasi dengan
pihak ketiga
b. Untuk SDM : hasil analisa kebutuhan SDM akan diteruskan ke bagian TU /
kepegawaian untuk selanjutnya dilaukan analisa lebih lanjut
c. Untuk pelayanan : Sosialisasi yang lebih intens ke Rajal dan Ranap tentang konsultasi
gizi dan membuat jadwal dengan system bergilir secara kontinyu (teknis pelaksanaan
setelah masing2 nutrisionis melaksanakan tugas pokok)
d. Untuk rencana pengembangan dan penelitian : pertengahan oktober akan
dilaksanakan survey / Quis tentang kepuasan pasien terhadap menu makanan,
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Mengetahui
Kepala Bidang YanMed&JangMed Kepala Seksi Penunjang Medis
RSUD Banjarnegara RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM Dra. Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19650619 198903 2 006 NIP. 19660224 199403 2 002
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

TELAAH
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Non Medis
Tanggal : 7 September 2012
Lampiran : 1 Lembar
Perihal : Peresepan Obat Kronis

I. Pokok Persoalan :
Perubahan peresepan obat kronis dari pemberian untuk 1 bulan penuh
menjadi bertahap yaitu awal pemberian untuk 10 hari baru kemudian
ditambah lagi untuk 20 hari.
II. Pra Anggapan :
Perubahan ini dilakukan PT Askes (Persero) dalam rangka efisiensi
biaya obat kronis, menghindari alergi dan retur obat apabila alergi
III. Fakta dan Data yang berpengaruh terhadap persoalan :
22.Untuk pasien RSUD Banjarnegara yang menerima obat kronis
adalah kasus Diabetes dan Hipertensi
23.Tingkat kepatuhan untuk kontrol baik/rutin, sehingga pasien tersebut
masuk kriteria pasien lama.
24.Rata-rata usia diatas 50 tahun/manula, yang merasa keberatan
apabila harus bolak – balik ke RSUD, bahkan ada beberapa yang
menghendaki pemberian obat untuk 2 bulan.
25.Pasien dengan kasus diatas, sebagian besar peserta Askes dengan
tingkat pendidikan menengah keatas sehingga tingkat kepedulian
terhadap kualitas pelayanan cukup tinggi.
26.Pengadaan obat kronis oleh Instalasi Farmasi sudah untuk
kebutuhan 1 tahun berjalan dan dengan jumlah kuantitas terbanyak
dibanding obat-obatan yang lain.
IV. Kesimpulan :
Berdasarkan kondisi tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Efisiensi yang dilakukan oleh PT Askes (Persero) hanya melihat dari sisi peresepan jumlah
obat yang diberikan tetapi belum/tidak mempertimbangkan kondisi – kondisi lain terutama
dari sisi kondisi pasien dan pemberi pelayanan dalam hal ini RSUD Banjarnegara
V. Saran Tindak :
Dari hasil telaah yang telah dilakukan maka ada beberapa alternatif sebagai berikut:
3. Perubahan peresepan obat kronis sebaiknya di komunikasikan kepada pasien dalam
bentuk angket, sehingga keputusan yang diambil lebih bijaksana
4. Perubahan peresepan obat kronis dibedakan berdasarkan usia, untuk yang manula
langsung untuk 1 atau 2 bulan, sedang untuk yang tidak manula bertahap
5. Pelaksanaan perubahan peresepan obat kronis, sebaiknya dilaksanakan untuk tahun
depan, dengan kriteria 2 (dua) point diatas.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Seksi Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Dra. Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19660224 199403 2 002
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Keuangan
Tanggal : 5 September 2012
Perihal : Perubahan status jaminan kesehatan untuk pasien a/n Ny Titis Kurniati

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan permohonan perubahan status jaminan kesehatan untuk
pasien a/n Titis Kurniati dari umum ke jampersal, dengan kronologi sebagai berikut :
1. Pasien masuk rawat inap di Ruang Menur tanggal 1 september 2012 jam 02.00 dengan
persalinan rujukan dan mempunyai jaminan kesehatan Jampersal
2. Pasien dengan informasi yang belum lengkap menyanggupi pindah ke ruang Mawar pada
tanggal 1 september 2012 jam 11.30
3. Setelah sampai di bangsal Mawar pasien menanyakan fasilitas penggunaan jampersal, dan
dijawab petugas ruang bahwa dengan naik kelas hak jampersal gugur
4. Pasien minta penjelasan kepada petugas supervisi karena merasa penjelasan seperti itu
tidak diperoleh pada saat di ruang menur, dan pasien minta bagaimana caranya supaya
jampersal dapat digunakan.
5. Petugas supervise yang sedang bertugas memberi alternative kembali ke ruang teratai klas 3
agar fasilitas jampersal dapat digunakan.
6. Pada Tanggal yang sama 1 september 2012 jam 23.30 pasien pindah ke ruang teratai
7. Pasien pulang tanggal 2 september 2012 dengan tetap tidak mau membayar karena merasa
sudah menggunakan fasilitas jampersal dan menyerahkan persyaratan administrasi secara
lengkap.
8. Permasalahan muncul karena pada saat di ruang mawar, data pasien tersebut sudah masuk
system billing.(lama di ruang mawar 12 jam)
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang Keuangan


RSUD Kab. Banjarnegara

Indah Wahyu Nur Ratna, SH, MM


NIP. 19610405 198607 2 001
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Tata Usaha
Tanggal : 17 Juli 2012
Perihal : Pembentukan Pengurus Ta’mir Mushola Asy-Syifa RSUD

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan hasil rapat pembentukan Pengurus Ta’mir Mushola Asy-
Syifa dan rencana kegiatan menyambut bulan Ramadhan di RSUD Banjarnegara, sebagai
berikut:
1. Pembentukan Pengurus Ta’mir Mushola Asy-Syifa untuk periode tahun 2012 – 2016 dan
uraian tugas diperoleh kesepakatan seperti terlampir
2. Ada beberapa rencana kegiatan dalam rangka memasuki bulan Ramadhan 1433H antara
lain:
a. Melakukan kerja bakti membersihkan mushola dan sekitarnya
b. Melakukan pengecatan ulang
c. Membuat kotak amal yang diletakkan di mushola
d. Membuat kartu infaq untuk donator tetap (karyawan)
e. Membuat selebaran untuk di sosialisasikan ke seluruh karyawan tentang kegiatan
Ramadhan di RSUD
f. Kajian tentang Hadis Arbain oleh ustad Afit Y setiap hari senin sampai sabtu mulai pukul
07.00 – 07.45 (selama bulan Ramadhan)
g. Membuat daftar pemberi Ta’jil untuk berbuka puasa jamaah/pengunjung Mushola Asy-
Syifa
h. Membuat daftar petugas Imam Sholat, Kultum setelah Sholat Tarawih dan Sholat Dzuhur
i. Membuat edaran untuk pengumpulan zakat, infaq dan sodaqoh dari karyawan RSUD
j. Membuat Gerakan Mukena Bersih (GMB)
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Penanggungjawab
Pengurus Ta’mir Mushola Asy-Syifa
RSUD Kab. Banjarnegara

Budi Santoso, SH
NIP. 19591114 199503 1 001
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Non Medis
Tanggal : 8 Agustus 2012
Perihal : Peningkatan mutu pelayanan Kesehatan dengan perbaikan sarana prasarana ruang perawatan

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan permohonan / usulan kegiatan terpadu antara beberapa
bidang dan unit terkait, dengan tujuan untuk peningkatan mutu pelayanan di RSUD Banjarnegara.
Hal ini dilatar belakangi adanya program pada seksi penunjang medis tentang peningkatan
mutu pelayanan kesehatan, dengan salah satu kegiatannya adalah efisiensi pemakaian bahan
habis pakai farmasi dan alat kesehatan lain. Dari sekian jumlah bahan habis pakai yang menjadi
prioritas pengawasan adalah tingkat kebocoran yang cukup tinggi pada penggunaan gas medis
(oksigen) di setiap ruang perawatan pasien. Hasil evaluasi diperoleh beberapa penyebab, salah
satu adalah kerusakan pada alat sentral gas medis di beberapa ruang perawatan. Berlatar
belakang kejadian tersebut, kami mengajukan rencana kegiatan yang bersifat terpadu berupa tim
untuk melakukan perbaikan semua sarana prasarana di ruang perawatan pasien secara kontinyu,
tidak hanya peralatan sentral gas medis. Adapun rencana program kerja tim ierpadu seperti
terlampir, dan untuk lebih menyamakan persepsi diantara seluruh anggota tim, perkenan kami
melakukan rapat koordinasi membahas program kerja tersebut.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Seksi Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Dra. Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19660224 199403 2 002
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Non Medis
Tanggal : 8 Agustus 2012
Perihal : Peningkatan mutu pelayanan Kesehatan dengan perbaikan sarana prasarana ruang perawatan

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan permohonan / usulan kegiatan terpadu antara beberapa
bidang dan unit terkait, dengan tujuan untuk peningkatan mutu pelayanan di RSUD Banjarnegara.
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan sebagai berikut :
e. Latar belakang kegiatan terpadu adalah adanya program kegiatan pada seksi
penunjang medis, dengan salah satu kegiatannya efisiensi pemakaian bahan habis
pakai farmasi dan alat kesehatan lain.
f. Prioritas pengendalian untuk efisiensi pada salah satu bahan habis pakai adalah gas
medis (oksigen) karena tingkat kebocoran yang cukup tinggi di setiap ruang perawatan
pasien.
g. Hasil evaluasi diperoleh beberapa penyebab, salah satu adalah kerusakan pada alat
sentral gas medis di beberapa ruang perawatan.
Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, kami mengajukan rencana kegiatan yang bersifat
terpadu berupa tim untuk melakukan perbaikan semua sarana prasarana di ruang perawatan
pasien secara kontinyu, tidak hanya peralatan sentral gas medis. Adapun rencana program kerja
tim terpadu seperti terlampir, dan untuk lebih menyamakan persepsi diantara seluruh anggota tim,
perkenan kami melakukan rapat koordinasi membahas program kerja tersebut.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Mengetahui
Kepala Bidang YanMed&JangMed Kepala Seksi Penunjang Medis
RSUD Banjarnegara RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM Dra. Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19650619 198903 2 006 NIP. 19660224 199403 2 002
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 10 Juli 2012
Perihal : Laporan Persiapan Operasi Massal Katarak

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa berdasarkan surat dari PERDAMI Cabang Jawa
Tengah tertanggal 7 Juni 2012 tentang kegiatan operasi katarak massal yang akan dilaksanakan
pada tanggal 15 Juli 2012 (terlampir), maka dengan ini kami laporkan persiapan pelaksanaan dan
beberapa hal yang berkaitan sebagai berikut :
1. Persiapan dan Pelaksanaan Operasi :
Hari/tanggal persiapan : Sabtu / tanggal 14 Juli 2012
Hari/Tanggal Pelaksanaan : Minggu / tanggal 15 Juli 2012
Tempat Operasi : IBS
Tempat post op : Ruang post op MOW
Waktu : 08.00 s/d 18.00 WIB
2. Membentuk Tim Persiapan Pelaksanaan Operasi Katarak (terlampir)
3. Tim Pelaksana Operasi Katarak terdiri dari dokter Spesialis Mata RSUD Banjarnegara dan
dari PERDAMI berjumlah 6 orang
4. Fasilitas yang disediakan oleh PERDAMI dan PT. Sido Muncul : peralatan operasi, IOL dan
obat-obatan pada saat operasi
5. Fasilitas yang disediakan RSUD : Kontrol paska operasi, tempat dan akomodasi
6. Para Undangan yang terdiri dari : Para Ketua Bidang RSUD, Ketua Komite Medis, ketua
Komite keperawatan dan Humas Setda Banjarnegara
7. Rencana Anggaran Belanja pelaksanaan operasi katarak total Rp 5.330.000,-
a. Spanduk : Rp 200.000,-
b. Konsumsi Total : Rp 1.580.000,-, terdiri dari :
Snak : Rp 600.000,-
Makan : Rp 980.000,-
c. Biaya untuk publikasi Rp 500.000,-
d. Biaya lembur untuk petugas/tim pelaksana total Rp 3.050.000,-
Gol 2 : Rp 450.000/6 orang :
Gol 3 : Rp 2.400.000/30 orang
Gol 4 : Rp 200.000/2 orang
8. Sejumlah anggaran tersebut diatas diambilkan dari kegiatan pendukung pelayanan
kesehatan.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 19 Juli 2012
Perihal : Laporan Pelaksanaan Operasi Massal Katarak

Dengan Hormat,
Bersama ini kami laporkan pelaksanaan kegiatan operasi katarak massal dilaksanakan
pada tanggal 15 Juli 2012 sebagai berikut :
1. Secara keseluruhan operasi berjalan lancar dengan teknis pelaksanaan opersi katarak :
a. Mulai pukul 08.30 sampai 16.00
b. Dilakukan di IBS ruang operasi mayor 1 dengan 3 meja operasi
c. Dilakukan pendataan ulang oleh petugas administrasi di ruang sample taking Laborat
d. Dilakukan skrining ulang di IBS terhadap pasien oleh tim dokter
e. Masuk ruang operasi untuk dilakukan tindakan operasi
f. Post op, pasien di bawa ke ruang post MOW oleh petugas pengantar
g. Setelah seluruh pasien selesai operasi, Tim Perdami melakukan follow up awal
h. Follow up pertama dilakukan besok harinya tanggal 16 Juli 2012 di ruang poli mata
2. Operasi mata dilaksanakan oleh Tim Perdami Cabang Jawa Tengah yang terdiri dari :
a. Dr Budhi Supraptono, Sp.M RSUD Banjarnegara
b. Dr Didik Heriyanto, Sp.M RSUD Purbalingga
c. Dr Yulia F, Sp.M RSUD Purbalingga
d. Dr Dian Putriani RSUP Dr Karyadi Semarang
e. Dr Rizal Fanani RSUP Dr Karyadi Semarang
f. Dr Haitami RSUP Dr Karyadi Semarang
g. Dr Nur Sulistyani RSUP Dr Karyadi Semarang
h. Dr Kristina Dian RSUP Dr Karyadi Semarang
3. Jumlah Pasien yang mendaftar 29 orang, tetapi yang datang untuk operasi katarak 22 orang
sedangkan yang dilakukan operasi sejumlah 19 orang (daftar nama pasien terlampir), yang 3
orang gagal dikarenakan menderita:
a. Tensi Tinggi 1 orang
b. Gula Darah Tinggi 1 orang
c. Retina sudah tidak berfungsi lagi 1 orang

4. Pasien yang rawat inap sejumlah 9 orang dengan rincian (terlampir)

5. Beberapa kendala yang dihadapi sebagai bahan evaluasi pelaksanaan operasi sebagai
berikut :
a. Koordinasi dan Informasi yang jelas tentang Tim Perdami, teknis pelaksanaan,
pembiayaan dan fasilitas lain yang disediakan Perdami serta PT Sido Muncul dalam
bentuk tertulis dikirim ke RSUD Banjarnegara H-1, sehingga persiapan beberapa hal
kurang optimal
b. Kedatangan pasien yang tidak sesuai pendaftaran disebabkan karena pemberitahuan
ulang lewat media komunikasi (no hp) beberapa pasien terkendala
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Bidang pelayanan dan Penunjang Medis


RSUD Kab. Banjarnegara
Sri Yuniarti, SKM
NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : PPKom Kegiatan Pelayanan Kesehatan
Tanggal : 30 Juni 2012
Perihal : Tenaga Rohaniawan (Binrohis)

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa kegiatan bimbingan rohani bagi pasien Rawat Inap
dan karyawan di RSUD Banjarnegara dilakukan oleh petugas dari luar RSUD Banjarnegara yang
ditetapkan dengan SK Bupati (terlampir) dengan pemberian honor yang diambilkan pada
kegiatan pelayanan kesehatan.
Sehubungan dengan adanya petugas bimbingan rohani tetap (PTT) di RSUD
Banjarnegara, maka kami mohon arahan lebih lanjut untuk tenaga bimbingan rohani seperti
tersebut diatas (SK Bupati terlampir) untuk tetap diteruskan atau dihentikan.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

PPKom
Kegiatan Pelayanan Kesehatan
RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Medis
Tanggal : 25 Juni 2012
Perihal : Laporan Hasil Rapat Proses Pengadaan Barang dan Jasa BLUD

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan hasil rapat koordinasi pembahasan pengadaan barang dan
jasa BLUD pada tanggal 20 Juni 2012 sebagai berikut :
1. Notulen hasil rapat (terlampir)
2. Membuat SPO pengadaan barang/jasa RSUD Banjarnegara berdasarkan peraturan
dan kesepakatan alur Pengadaan Barang dan Jasa:
 User membuat perencanaan kebutuhan barang/jasa untuk diusulkan kepada
PPTK dengan nota dinas (tembusan ke PEP)
 PPTK merekap semua kebutuhan barang/jasa dari user secara keseluruhan dan
memberi harga sesuai index Bupati yang berlaku
 PPTK mengajukan rekapan kebutuhan barang/jasa ke bagian keuangan untuk
mendapatkan persetujuan tentang kemampuan keuangan yang ada
 PPTK mengajukan daftar kebutuhan barang/jasa sesuai prioritas dengan
menyesuaikan kemampuan keuangan yang ada kepada PPKom
 PPKom mengajukan paket dan HPS kebutuhan barang/jasa ke Panitia
Pengadaan (ULP) Internal RSUD Banjarnegara
 Panitia Pengadaan (ULP) internal melakukan pengadaan barang/jasa sesuai
ketentuan
3. ULP internal RSUD Banjarnegara belum mempunyai tempat, fasilitas dan tenaga
administrasi, padahal kegiatan yang dikerjakan sangat banyak dan membutuhkan
ketelitian
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.
Kepala Seksi
Penunjang Medis RSUD Banjarnegara

Dra Sri Susiani Maryam


NIP. 19660224 199403 2 002
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 28 Mei 2012
Perihal : Laporan Perkembangan Pelaksanaan Program Bidang

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan beberapa kegiatan Bidang Pelayanan Medis dan
Penunjang Medis untuk tri wulan pertama Tahun Anggaran 2012, sebagai berikut :
1. Ada 2 (dua) Seksi yang berada dibawah koordinasi Bidang Pelayanan yaitu seksi Pelayanan
Medis dan seksi Penunjang Medis, sehingga format pelaporan kami sajikan sesuai masing –
masing seksi.
2. Seksi Pelayanan Medis : Hasil Rapat Koordinasi persiapan PONEK dengan IGD, Ruang
Menur/VK, Ruang Perinatal dan Ruang Teratai/Nifas
3. Seksi Penunjang Medis :
a. Rencana Pertemuan Koordinasi dengan semua unit Penunjang Medis untuk membahas
tentang mutu pelayanan dan pengelolaan persediaan barang/obat/alkes
b. Rencana Pengadaan Alkes Habis Pakai untuk kebutuhan sampai bulan desember 2012
selesai bulan juni 2012, hal ini dilakukan dengan harapan, perhatian terhadap peningkatan
mutu pelayanan lebih menjadi prioritas kegiatan
c. Ada beberapa alternative metode pengadaan Alkes Habis Pakai untuk kebutuhan pada poin
b diatas (data terlampir), dengan resume sebagai berikut :
 Penunjukan Langsung dengan harga Index Bupati/Distributor Rp 971.067.100
 Penunjukan Langsung dengan harga nego/tanpa CN Rp 711.102.282
 Lelang (include biaya lelang dan pajak) Rp 900.980.600
 Dengan harga nego ada efisiensi sebesar Rp 259.964.818
 Dengan harga lelang ada efisiensi sebesar Rp 70 086.500
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.
Kepala Bidang
Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Lewat : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Dari : Kepala Seksi Penunjang Medis / PPTK Pelayanan Kesehatan
Tanggal : 28 Mei 2012
Perihal : Laporan Perencanaan Pengadaan AlKes Habis Pakai kegiatan Pelayanan Kesehatan

Dengan Hormat,
Bersama ini saya laporkan tentang perencanaan pengadaan Alkes habis pakai dengan
beberapa perbandingan harga (sebagai contoh alkes farmasi, untuk sisa anggaran BLU tahun
2012), sebagai berikut :
a. Penunjukan Langsung dengan harga Index Bupati/Distributor Rp 971.067.100
b. Penunjukan Langsung dengan harga nego/tanpa CN Rp 711.102.282
c. Lelang (include biaya lelang dan pajak) Rp 900.980.600
d. Dengan harga nego ada efisiensi sebesar Rp 259.964.818
e. Dengan harga lelang ada efisiensi sebesar Rp 70 086.500
Dengan data tersebut diatas, saya selaku PPTK kegiatan tersebut mengajukan usul dan
berharap kepada direktur dan pejabat terkait (PPKom dan Panitia Pengadaan) agar pengadaan
Alkes Habis Pakai Farmasi sesuai dengan ketentuan (PerBup No. 4 Tahun 2012 tentang
penatausahaan keuangan BLU RSUD Banjarnegara) dapat dilaksanakan dengan menggunakan
harga nego, sesuai dengan prinsip pengadaan yaitu adanya efisien dan efektif.
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Kepala Seksi
Penunjang Medis
RSUD Kab. Banjarnegara

Dra Sri Susiani Maryam, M.Si


NIP. 19660224 199403 2 002
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
Tanggal : 05 Juni 2012
Perihal : Rencana pertemuan koordinasi lintas unit

Dengan Hormat,
Bersama ini kami sampaikan rencana jadwal pertemuan koordinasi lintas unit untuk
Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis sebagai berikut :
No jenis pertemuan waktu agenda ket
NO JENIS PERTEMUAN WAKTU PESERTA KET
1 Pemeriksaan Haji 2012 Kamis, 14 Juni 2012 Tim Haji
2 Ponek Rabu, 20 Juni 2012 Tim Ponek, Igd,
Ibs, ruang
Maternitas, Peri,
semua bidang
3 Penunjang Medis Kamis, 21 Juni 2012 Semua Pelayanan dan
penunjang medis pengelolaan
persediaan
4 Sosialisasi Akreditasi Senin, 25 juni 2012 Khusus
baru manajemen
Selasa, 26 juni 2012 Khusus
fungsional

Kepala Bidang
Pelayanan Medis dan Penunjang Medis
RSUD Kab. Banjarnegara

Sri Yuniarti, SKM


NIP. 19650619 198903 2 006
PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
Jl. Jend. Soedirman No. 42, Telp. (0286) 591464, Fax (0286) 592462 IGD 118
BANJARNEGARA – 53415

NOTA DINAS
Kepada Yth. : Direktur RSUD Kabupaten Banjarnegara
Dari : Ka.Bid Pelayanan Medis dan Penunjang Medis RSUD Banjarnegara
Tanggal : 14 Mei 2012
Perihal : Laporan hasil pertemuan ruang perinatologi

Bersama ini kami sampaikan hasil pertemuan antara bidang keperawatan, bidang
pelayanan dan semua petugas perinatologi sebagai berikut :
1. Agenda pertemuan adalah
a. Pengarahan dari bidang keperawatan yang berkaitan dengan kebijakan keperawatan
secara umum
b. Inventarisasi permasalahan
c. Pembahasan ponek
d. Lain-lain
2. Hasil pertemuan diperoleh rangkuman permasalahan antara lain :
a. Tingginya Inos di ruang perinatologi antara lain karena :
-. Penumpukan/padatnya jumlah bayi di perinatologi
-. Ruang buteki yang berada agak jauh ruang perinatologi
-. Ruang menyusui yang dipenuhi oleh pengunjung (tidak steril)
-. Ruang menyusui belum dilengkapi dengan cairan desinfectan hand hygiene
b. Kebijakan menolak pasien jika penuh kapasitas TT
c. Keterbatasan SDM dalam pemberian pelayanan (mis, program IMD dan RG)
d. Kebijakan tentang criteria perawatan bayi di perinatologi
e. Evaluasi kebijakan dan protap yang ada
f. Peralatan yang terbatas atau belum sesuai criteria ponek
g. Kurangnya edukasi kepada pasien dan keluarga atau pengunjung tentang pentingnya
pola hidup sehat
h. Prosedur pengadaan susu formula dan pampers untuk kepentingan bayi
3. Dari diskusi yang dilakukan diperoleh beberapa usulan alternative solusi terhadap
permasalahan yang ada, antara lain :
a. Mengurangi tingginya angka inos :
-. Membuat kebijakan pemilahan antara bayi sehat dengan bayi bermasalah
-. Membuat kebijakan untuk rawat gabung bagi bayi sehat dan evaluasi SOP
yang ada
-. Jika memungkinkan mendekatkan ruang buteki dengan ruang perinatologi
-. Membuat protap dan menempelkan alur ibu menyusui di ruang pojok asi dan
memanfaatkan peserta praktek klinik untuk melakukan edukasi terhadap ibu dan
pengunjung
-. Mengusulkan kepada bidang pelayanan menyediakan cairan desinfectan untuk
ruang pojok asi
b. Alur informasi untuk mengalihkan pasien/bayi ke RS lain jika penuh:
-. Ruang perinatologi membuat perkiraan kapasitas maximal berikut alasan
secara lengkap sebagai bahan pertimbangan manajemen membuat kebijakan
kuota maksimal ruang perinatologi
c. Kebijakan yang ada di RSUD Banjarnegara berkaitan dengan pengadaan barang
keperluan pasien adalah :
-. Untuk barang / alkes / obat yang sudah masuk tarif maka ruangan dapat anfra
langsung setiap bulan ke farmasi dan pasien free
-. Untuk barang/ alkes / obat yang belum masuk tarif dan secara medis
dibutuhkan maka pengadaan lewat resep dokter dan mengambil di farmasi
-. Untuk barang lain yang dibutuhkan pasien dan keluarga/tidak dengan resep
dokter maka pengadaan lewat koperasi RS
-. Untuk barang lain yang dibutuhkan pasien diluar jam kerja koperasi sebaiknya
disediakan di farmasi
Demikian untuk menjadikan periksa dan mohon petunjuk lebih lanjut.

Banjarnegara, 15 Mei 2012

I.Kepala Seksi Keperawatan II. Kepala Seksi Penunjang Medis

(Ratna Muthia, SKM) (dra Sri Susiani,M, M.Si)

III. Koordinator Supervisi IV. Kepala Ruang Perinatologi

(Edi Setianto) (Sri Wahyuraningsih)


D. Tim Terpadu peningkatan mutu sarana prasarana Rumah Sakit
3. Program kerja dan susunan tim terpadu disepakati (terlampir)
4. Plain Of Action (POA) kegiatan ini sebagai berikut :
NO KEGIATAN PETUGAS WAKTU
1 Visit bersama di ruang Ranap Semua tim Rabu, 3 oktt 2012, pkl
Paviliun 08.00
2 Inventarisasi asset, kerusakan dan IPSRS, Elmed dan 3 – 6 okt 2012
penyusunan kebutuhan perbaikan Sanitasi
dan penyusunan RAB
3 Pengalokasian anggaran tersedia PPTK pendukung 7 – 12 okt 2012
dengan RAB pelayanan
4 -. Persiapan tim pekerja perbaikan -. IPSRS 13 -18 okt 2012
-. Sosialisasi kegiatan ke ruang -. Tim Inti
paviliun dan semua unit di RSUD
5 Monitoring kegiatan secara berkala -. Tim inti Mgg III, IV okt 2012
Mgg I,II,III,IV,V okt 2012