Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Profil Perusahaan


PT Bank UOB Buana (“UOB Buana”) didirikan pada tanggal 31 Agustus 1956 dengan nama
PT Bank Buana Indonesia. Bank memperoleh izin usaha perbankan pada bulan Oktober 1956 dan
memulai kegiatan operasional pertamanya pada tanggal 1 November 1956. Aksi korporasi penting
dicatatkan Bank pada kurun waktu 1972 hingga 1975, di mana Bank berhasil mengakuisisi PT Bank
Pembinaan Nasional, PT Bank Kesejahteraan Masyarakat, dan PT Bank Aman Makmur, masing-
masing yang berlokasi di Bandung, Semarang dan Jakarta. Pada tahun 1976, Bank memperoleh
izin sebagai Bank Devisa.
Pertumbuhan pesat usaha jasa perbankan yang dijalankan selama lebih dari lima dekade
ini berhasil memposisikan Bank sebagai salah satu bank lokal yang unggul dalam sektor
pendanaan bagi usaha kecil dan menengah (“UKM”) di Indonesia. UOB Buana merupakan salah
satu dari sedikit Bank di Indonesia yang mampu melalui krisis keuangan yang melanda Asia
ditahun 1997 tanpa perlu mendapat rekapitalisasi pemerintah. Pada tahun 2000, Bank juga
berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, kini Bursa Efek
Indonesia setelah keduanya merger pada tahun 2007. Pada tahun 2003, Bank memulai sejarah
baru dengan masuknya International Finance Corporation (“IFC”), anak perusahaan Bank Dunia,
sebagai pemegang saham asing pertama yang masuk ke dalam jajaran pemegang saham Bank
melalui Penawaran Umum Terbatas II. IFC kemudian melepaskan seluruh kepemilikan sahamnya
pada tahun 2005.
Pada tahun 2004, United Overseas Bank Limited (“UOB”) ikut dalam kepemilikan Bank
dan menguasai 23% saham Bank melalui perusahaan investasinya, UOB International Investment
Private Limited (“UOBII”). Pada akhir tahun 2005, UOBII meningkatkan kepemilikan sahamnya
menjadi 61,11%. Pada tanggal 9 Maret 2007, sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa (”RUPSLB”) bulan Januari 2007, Bank resmi menyandang nama baru, PT Bank UOB
Buana Tbk. Dengan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB tanggal 22 Agustus 2008, Bank
merubah statusnya menjadi perusahaan tertutup. Kepemilikan saham UOBII di Bank terus
meningkat menjadi 98,997% melalui pelaksanaan penawaran tender terhadap saham-saham
publik pada tanggal 22 September hingga 21 Oktober 2008. Pada tanggal 20 November 2008,
saham Bank resmi dihapuskan pencatatannya (delisting) dari Bursa Efek Indonesia.
Saat ini, layanan perbankan Bank mencakup 35 Kantor Cabang, 169 Kantor Cabang
Pembantu, 129 mesin Anjungan Tunai Mandiri (“ATM”) yang tersebar di 30 kota di 18 Propinsi di
Indonesia. Kerja sama Bank dalam jaringan ATM Prima dan ATM Bersama semakin memudahkan
nasabah mengakses layanan perbankan di lebih dari 18.000 ATM di Indonesia dan 1 juta ATM di
dunia melalui jaringan Visa. Nasabah UOB Buana juga dapat mengakses layanan perbankan
melalui jaringan ATM UOB. Sejalan dengan visi UOB untuk menjadi ”The Premiere Bank in the Asia
Pacific Region”, Bank berkomitmen untuk mengembangkan bisnisnya di segmen perbankan
konsumer dan korporasi dengan tetap mempertahankan keunggulannya dalam pembiayaan
segmen UKM. Kedepannya, fokus pengembangan Bank akan diarahkan pada perluasan jaringan
pelayanan, teknologi informasi yang efektif, struktur permodalan yang sehat dan sumber daya
manusia yang kompeten, sehingga pada akhirnya dapat memberikan nilai lebih yang
berkesinambungan bagi seluruh stakeholders.
1.2 Corporate milestone (Tonggak sejarah perusahaan)
1956 Founded as PT Bank Buana Indonesia and Pendirian dan operasional Bank
commenced operations. dengan nama PT. Bank Buana
Indonesia.
1972 Acquired PT Bank Pembinaan Nasional, Melakukan akuisisi terhadap PT Bank
Bandung. Pembinaan Nasional, Bandung.
1974 Acquired PT Bank Kesejahteraan Melakukan akuisisi terhadap PT Bank
Masyarakat, Semarang. Kesejahteraan Masyarakat,
Semarang.
1975 Acquired PT Bank Aman Makmur, Jakarta. Melakukan akuisisi terhadap PT Bank
Aman Makmur, Jakarta.
1976 Became a foreign-exchange licensed bank. Memperoleh izin sebagai Bank Devisa.
1998 Initial Public Offering and listing on the Penawaran Umum Perdana dan
Jakarta Stock Exchange and Surabaya Stock pencatatan saham Bank pada Bursa
Exchange. Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya
2003 International Finance Corporation (“IFC”) Bergabungnya International Finance
became the first foreign shareholder of the Corporation (“IFC”) sebagai
Bank through Limited Public Offering II. pemegang saham asing pertama
melalui Penawaran Umum Terbatas II.
2004 UOB International Investment Limited UOB International Investment Limited
(“UOBII”) became the Bank’s second largest (“UOBII”) menjadi pemegang saham
shareholder after PT Sari Dasa Karsa. Issued terbesar kedua setelah PT Sari Dasa
Subordinated Bond I. Karsa. Penerbitan Obligasi
Subordinasi I.
2005 IFC divested its stake in the Bank. UOBII IFC melepaskan seluruh kepemilikian
increased its ownership to 61.11% and saham pada Bank. UOBII menjadi
became the majority shareholder pemegang saham mayoritas dengan
kepemilikan saham sebesar 61,11%.
2007 The Bank changed its name from PT Bank Perubahan nama dari PT Bank Buana
Buana Indonesia Tbk to PT Bank UOB Buana Indonesia Tbk menjadi PT Bank UOB
Tbk (“UOB Buana”). United Overseas Bank Buana Tbk (“UOB Buana”). United
Limited (“UOB”), through UOBII, became Overseas Bank Limited (“UOB”),
the majority shareholder of UOB Buana. melalui UOBII, menjadi pemegang
saham utama Bank.
2008 Extraordinary General Meeting of Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Shareholders approved the Bank’s Biasa menyetujui perubahan status
privatisation plan. UOBII increased its Bank menjadi perusahaan tertutup.
shareholding to 98.997% through a de- Kepemilikan saham UOBII meningkat
listing tender offer. UOB Buana de-listed menjadi 98,997% melalui penawaran
from Indonesia Stock Exchange. tender terhadap saham-saham publik.
Penghapusan pencatatan saham Bank
dari Bursa Efek Indonesia (delisting).
2009 Early redemption (call option) of its Pelunasan awal (call option) seluruh
Subordinated Bond I. pokok Obligasi Subordinasi I.
1.3 Struktur Dan Kepemilikan Saham Pada Konglomerasi Keuangan Grup Uob Di Indonesia

1.4 Struktur Kepengurusan pada PT Bank UOB Indonesia


BAB II
LANDASAN TEORI