Anda di halaman 1dari 4

VII.

Prosedur Kerja
- Disiapkan alat dan bahan
- Ditimbang masing-masing bahan
- Dicampurkan Paracetamol 2,64 gr, Avicel pH 101 3,63 gr, Mg. Stearat
0,99 gr, Talk 0,11 gr, dan Laktosa 2,53 gr. Lalu digerus hingga homogen.
- Dilakukan pengujian daya alir dengan metode corong dan uji angle of
repose.
- Dimasukkan dalam mesin pencetak tablet, lalu dikompresi menjadi tablet.
- Dilakukan uji keseragaman ukuran dan uji kekerasan tablet.
- Dimasukkan tablet yang telah jadi dalam wadah yang sesuai, lalu diberi
etiket, brosur dan kemasan.
VIII. Evaluasi Tablet
Prosedur Kerja
1. Uji daya alir
a. Metode corong
- Disiapkan alat dan bahan.
- Ditimbang masing-masing bahan
- Dicampurkan Paracetamol 2,64 gr, Avicel pH 101 3,63 gr, Mg.
Stearat 0,99 gr, Talk 0,11 gr, dan Laktosa 2,53 gr. Lalu digerus
hingga homogen.
- Diuji daya alir dengan metode corong menggunakan alat
Flowabilty tester.
- Dicatat waktu alir, tinggi (h), dan diameter (d) dari granul yang
membentuk kerucut.
- Dihitung kecepatan alir dengan rumus
Bobot granul(gr)
W aktualir ( detik)
b. Uji Angle of Repose
- Disiapkan alat dan bahan
- Dilakukan uji angle of repose dengan metode menghitung sudut
diam dengan rumus sebagai berikut.
2h
θ=¿
d
tan ¿
Keterangan :
h = tinggi kerucut (cm)
d = diameter kerucut (cm)
2. Uji keseragaman ukuran
- Disiapkan alat dan bahan
- Diukur dan dicatat ketebalan dan diameter dari tablet yang telah
dicetak dengan menggunakan jangka sorong.
3. Uji Kekerasan Tablet
- Disiapkan alat dan bahan
- Diuji kekerasan tablet yang telah dicetak dengan menggunakan alat
Tablet Hardness Tester LIH 1
- Dicatat nilai yang diperoleh
Hasil dan Pembahasan
1. Uji Daya Alir
Daya alir adalah waktu yang diperlukan untuk mengalir dari
sejumlah granul melalui lubang corong yang diukur adalah
sejumlah zat yang mengalir dalam suatu waktu tertentu. Untuk 100
gr granul waktu alirnya tidak boleh lebih dari 10 detik. Sedang
waktu alir dengan sudut diam dipersyaratkan tidak lebih dari 30
derajat (Lieberman, 1989).
a. Metode corong
Dik : Waktu = 15 detik
Tinggi (h) = 2,7 cm
Dit : Kecepatan alir
Penyelesaian :
bobot granul ( gr )
kecepatan alir=
waktu alir ( detik )
9,79 gr
kecepatan alir=
15 detik
kecepatan alir=0,64 gr /detik
Jadi, kecepatan alir dengan metode corong tidak sesuai
dengan literatur dimana seharusnya kecepatan alirannya setiap
10 gr hanya selama 1 detik.
b. Angle of Repose
Dik : diameter (d) = 7,6 cm
Tinggi (h) = 2,7 cm
Dit : Sudut diam
Penyelesaian :
2h
θ=¿
d
tan ¿
2 .2,7 cm
θ=¿
7,6 cm
tan¿
θ=¿ 0,71
tan ¿
Tan α =35,5
Jadi, kecepatan alir dengan angle of repose dalam kategori
cukup baik, dimana menurut literatur < 25 sangat baik, 25-30
baik 30-40 cukup baik dan > 40 sangat sukar.
2. Uji Keseragaman Ukuran
Dilakukan dengan mengukur diameter dan ketebalan dari 20
tablet menggunakan jangka sorong. Dimana diameter tablet yang
diperoleh 5,4 cm dengan ketebalan 6,2 cm. Keseragaman ukuran yaitu
diameter tablet tidak lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari satu
sepertiga kali tebal tablet (Depkes RI, 1979) (Syamsuni, 2006).
3. Uji Kekerasan Tablet
Digunakan untuk mengetahui kekerasan tablet, agar tablet tidak
terlalu rapuh atau terlalu keras. Dimana persyaratan kekerasan tablet
yang baik berkisar antara 4 kg-10 kg. Namun hal ini tidak mutlak,
akhirnya kekerasan tablet dapat <4kg dan >8kg (Ansel, 1989).
Pengujian ini dilakukan dengan alat Tablet Hardness Tester LIH 1, hasil
yang diperoleh yaitu 14,9 N dimana :
1
1 kg = 0,98 N →1 N= =1 N =0,1 kg
9, 8 kg
14,9 N
14,9 N = =1,52 kg
9,8 kg
Hasil 1,52 kg < 4 kg, jadi tidak sesuai dengan literatur. Dimana
tablet yang tidak kerasa akan memiliki kerapuhan yang tinggi dan lebih
sulit penanganannya pada saat pengemasan dan transportasi.