Anda di halaman 1dari 39

kondisi fisik wilayah, potensi sumber

daya (alam, manusia, dan buatan), serta


kondisi sosial ekonomi dan lingkungan
hidup

situasi geostrategi, geopolitik, dan geoekonomi

pendekatan kewilayahan
atau SPASIAL
*

Pasal 3 butir c:
Penyelenggaraan penataan ruang bertujuan: terwujudnya
perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak
negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang

Pasal 34:
Pemanfaatan ruang wilayah nasional, propinsi dan
kabupaten/kota dilaksanakan sesuai dengan:
a. ….
b. standar kualitas lingkungan
c. daya dukung dan daya tampung lingkungan
PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN
• Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq)
adalah tanaman perkebunan yang toleran
terhadap kondisi lingkungan kurang baik
• Untuk mencapai produksi tinggi
memerlukan kondisi lingkungan optimal
• Kondisi lingkungan: iklim, tanah, dan
bentuk wilayah
• Faktor berpengaruh yg lain: bahan
tanaman (genetis) dan perlakuan kultur
teknis
• Evaluasi lahan = aktivitas menilai
kecocokan potensi sumber daya lahan
(iklim, tanah, bentuk wilayah) dengan
persyaratan tumbuh tanaman kelapa sawit
• Hasil evaluasi akan memberikan informasi
tentang kelayakan suatu lahan untuk
budidaya kelapa sawit, cara pengelolaan,
dan gambaran produktivitas, yg nantinya
menentukan keuntungan finansial
SYARAT TUMBUH
Kesesuaian lahan dilakukan dg penelitian/survei dg
metode tepat, pengumpulan data akurat, dan
pemeriksaan cermat.
1. Faktor Kondisi iklim :
– Suhu udara 27 C, min 22 C, max 33 C
– CH rerata tahunan 1250-3000mm, merata sepanjang
tahun, jumlah bulan kering <3, CH optimal 1750-2500
mm
– CH > 3000 mm  faktor pembatas ringan
– CH < 1250 mm  faktor pembatas berat
– Jml bl kering >3  faktor pembatas berat
– Lama penyinaran matahari optimal 6 jam/hr
– Kelembaban nisbi 50-90%, optimal 80%
– Ketinggian tempat < 400 m
1. Faktor Bentuk wilayah
• datar sampai berombak, kemiringan lereng 0-8%
• Pada wil. Berbukit/gelombang dengan
pengelolaan lahan teretentu, mis terasering
• Wilayah dg kemiringan > 30% tidak dianjurkan
Masalah pengembangan klp swt pada areal
berbukit:
• Kesulitan angkut saprodi, pemanenan , dan
angkut TBS
• Perlu pembangunan & pemeliharaan jaringan
transport
• Perlu bangunan pencegah erosi
• Pemupukan tidak efektif (banyak hilang)
1. Faktor Kondisi Tanah
• kondisi tanah yg baik dpt mengurangi
pengaruh buruk faktor lain.
• Klp swt tumbuh baik pd tanah ultisols,
inceptisols, andisols, dan histolisols
• Pada tekstur tanah agak kasar sampai halus,
yaitu antara pasir berlempung sampai liat
masif
• Karakteristik utk penilaian kesesuaian lahan:
batuan di permukaan, kedalaman efektif,
tanah, tekstur tanah, kondisi drainase, tingkat
kemasaman.
• Tekstur tanah ideal= lempung berdebu.
Lempung liat berdebu, lempung berliat, dan
lempung liat berpasir
• Kedalaman efektif > 100 cm, bila < 50 cm tidak
direkomendasikan.
• Kemasaman tanah optimal pH 5,0 - 6,0, masih toleran pd pH 3,5
– 4,0 (gambut), pd pH >7,0 hasil tdk optimal. Kemasaman dapat
dikelola dengan pemupukan seperti dolomit, kapur pertanian, dan
fosfat alam (rock phospate)

PENILAIAN KESESUAIAN LAHAN


1. Karakteristik Lahan
• Terhadap tiap satuan peta tanah , sifat fisik  kualitas lahan 
satu/lebih karakteristik lahan
• Data karakteristik fisk lahan  survei tanah
• Karakteristik lahan: CH, jml bl kering, ketinggian dpl, bentuk
daerah/lereng, kandungan batuan/bahan kasar, kedalaman
efektif, tekstur tanah, kelas drainase, kemasaman tanah,
tingkat pelapukan gambut
• Penilaian sifat fisik lebih ditekankan drpd sifat kimia
KELAS KESESUAIAN LAHAN
Ditentukan berdasar jumlah dan intensitas faktor
pembatas. Sangat sesuai (S1)
Sesuai sesuai (S2)
(S)
Kelas lahan agak sesuai (S3)

Tidak sesuai
Tidak
bersyarat (N1)
sesuai (N)

Tidak sesuai
permanen (N2)
INTENSITAS FAKTOR PEMBATAS
N KARAKTERISTIK LAHAN SIMBOL Tanpa (0) Ringan (1) Sedang (2) Berat(3)
O TANAH MINERAL
1 Curah hujan, mm h 1750-3000 1750-1500 1500-1250 <1250
>3000
2 Bulan kering, bl k <1 1-2 2-3 >3
3 Ketinggian ,m dpl l 0-200 200-300 300-400 >400
4 Bentuk wilayah, % w Datar-berombak, Berombak- Bergelombang Berbukit-
<8 bergelombang -berbukit bergunung
8-15 15-30 >30

5 Batuan di permukaan& dlm b <3 3-15 15-40 >40


tnh, % vol ume
6 Kedalaman efektif, cm s >100 100-75 75-50 <50
7 Tekstur tanah t Lempung Liat, liat berpasir, Pasir Liat berat,
berdebu, lempung lempung berpasir, berlempung, pasir
liat berpasir, lempung debu
lempung liat
berdebu, lempung
berliat

8 Kelas drainase d Baik, sedang Agak terhambat, Cepat, Sangat cepat,


agak cepat terhambar sangat
terhambat,
tergenang

9 Kemasaman tanah, pH a 5,0-6,0 4,0-5,0 3,5-4,0 <3,5


6,0-6,5 6,5-7,0 >7,0
INTENSITAS FAKTOR PEMBATAS
N KARAKTERISTIK SIMBOL Tanpa (0) Ringan (1) Sedang (2) Berat(3)
O LAHAN GAMBUT
1 Curah hujan, mm h 1750-3000 1750-1500 1500-1250 <1250
>3000
2 Bulan kering, bl k <1 1-2 2-3 >3
3 Ketinggian ,m dpl l 0-200 200-300 300-400 >400
4 Kandungan bahan b <3 3-15 15-40 >40
kasar, %vol
5 Ketebalan gambut,cm s 0-60 60-150 150-300 >300
6 Tingkat pelapukan t saprik Hemosaprik, Hemik, fibrik
gambut saprohemik fibrohemik,
hemofibroh
emik,
terhambat

7 Kelas drainase d Baik, Agak Cepat, Sangat


sedang terhambat, terhambar cepat,
agak cepat sangat
terhambat,
tergenang

8 Kemasaman tanah, pH a 5,0-6,0 4,0-5,0 3,5-4,0 <3,5


KLASIFIKASI KESESUAIAN LAHAN
KELAS KESESUAIAN KRITERIA
LAHAN
S1 (sangat sesuai) Unit lahan dg faktor pembatas ringan <=
1 (optimal)
S2 (sesuai) Unit lahan dg faktor pembatas ringan > 1
dan /atau tidak memiliki lebih dari satu
pembatas sedang
S3 (agak sesuai) Unit lahan dg faktor pembatas sedang >
1 dan /atau tidak memiliki lebih dari satu
pembatas berat
N1 (tidak sesuai Unit lahan dg faktor pembatas berat >= 2
bersyarat) yg masih bisa diperbaiki
N2(tidak sesuai Unit lahan dg faktor pembatas berat tdk
permanen) bisa diperbaiki

Contoh: kelas S, sub kelas S3, unit S3-d2.a3


Perbaikan kelas kesesuaian
• Penilaian kesesuaian secara aktual
ditujukan thd karakteristik lahan sebelum
diperbaiki, penilaian potensial = setelah
diperbaiki.
• Contoh perbaikan: parit drainase,
perbaikan hara tanah/pemupukan
• KKL yg dianggap sesuai: S1, S2, dan S3
dg rata-rata produksi 24, 22 , dan 20 ton
TBS/ha