Anda di halaman 1dari 22

Standar Operasional Procedure

National MultiDevelopment Project ISMKI 2014


Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia

I. NAMA PROGRAM KERJA


National MultiDevelopment Project ISMKI 2014

II. PENDAHULUAN:

Kampus dikenal sebagai suatu wadah yang melahirkan aktivis dengan


orang-orang yang intelektual yang diproyeksikan menjadi pemimpin masa depan.
Mahasiswa berperan sebagai perpanjangan aspirasi masyarakat karena tidak
semua masyarakat beruntung dapat merasakan bangku pendidikan hingga jenjang
universitas.Peran bidang Pengembangan Kepemimpinan ISMKI dalam
penyelenggaran program pengembangan diri tidak dapat dipisahkan dari setiap
gerak langkah mahasiswa yang fitrahnya menjadi penerus estafet perjuangan
mahasiswa pendahulunya. Suatu program yang berkaitan dengan pengembangan
kepemimpinan merupakan oase penyejuk bagi setiap mahasiswa yang memiliki
nurani untuk selalu memperjuangkan aspirasi-aspirasi yang kreatif, inovatif, dan
produktif. Disinilah peran program pengembangan diri yang diselenggarakan
sebagai wadah mahasiswa menyalurkan aspirasi, mengembangkan diri, memiliki
rasa peduli atas dinamika masyarakat Indonesia dan tongkat perlawanan pembela
rakyat, yang didalamnya adalah para mahasiswa yang senantiasa menjalankan
tugas sesuai kompetensinya.
Lalu bagaimana dengan peran mahasiswa saat ini?Berdiam dirikah
mahasiswa yang telah dicap oleh sebagian masyarakat yang mengatakan bahwa
mahasiswa hanyalah bisa berdemo, anarkis, dan menghabiskan uang? Pengikisan
peran mahasiswa dahulu dan sekarang yaitu kurangnya nasionalisme oleh karena
arus teknologi sehingga mahasiswa terlena dan lupa akan perannya sebagai
pemegang estafet pembangunan masa depan. Kenyataan yang terjadi saat ini
adalah terkikisnya ruh penggerakan peradaban, serta adanya pemikiran yang
pragmatis dan individualis dalam diri mahasiswa.
Oleh karena itu latian pengembangan diri yang dikemas dalam wujud
acara roadshowini dikonsep dengan tujuan dapat mencetak mahasiswa yang
benar-benar sadar dengan perannya sebagai “Mahasiswa Sejati”, terbuka dalam
memahami dinamika yang terjadi di masyarakat Indonesia dan kembali dengan
peran-perannya yaitu mahasiswa sebagai agent of health, agent of change, dan
agent of development. Peran vital dari diselenggarakannya latihan pengembangan
diri ini yaitu sebagai salah satu pencetak fungsionaris-fungsionaris yang unggul
sebagai salah satu proses kaderisasi dan regenerasi dari mahasiswa pejuang
aspirasi masyarakat sehingga harapannya setelah terlaksananya kegiatan
mahasiswa akan kembali ke institusi dan ke masyarakat dengan membawa
perubahan ke arah yang lebih baik.
Kemampuan manusia untuk mengelola sumber daya lain yang dimiliki
organisasi tentunnya menjadi potensi yang sangat bagus di lain kemampuan untuk
melakukan berbagai aktivitas untuk mewujudkan visi dan misi organisasi.
Sehingga tidak salah jika para pakar perilaku organisasi menyebut manusia
sebagai “the greatest asset of the company are the people.”
Agar tercapainya manusia sebagai the greatest asset maka sumber daya
manusia (SDM) tersebut perlu untuk dikelola sebagaimana mestinya agar dapat
mengoptimalkan setiap potensi yang ada.Maka dari itu nyawa sebuah organisasi
tergantung bagaimana bidang khusus yang mengelola sumber daya manusia
(SDM) tersebut sehingga diperlukan aktivitas yang diselenggarakan oleh bidang
tersebut dalam hal pengelolaan sumber daya manusia (SDM) karena dibutuhkan
pemikir-pemikir yang dapat menjadi penggerak setiap umat dan perjuangan yang
besar sehingga dapat terlaksana.
Kondisi Indonesia saat ini

Dewasa ini, angka masyarakat Indonesia yang sakit, triple burden disease
(NCD, CD dan new disease) semakin meningkat dan membahayakan, terutama
NCD. Indonesia berada pada pertengahan transisi epidemiologi, yaitu penyakit
tidak menular meningkat drastis sementara penyakit menular masih menjadi
penyebab penyakit yang utama.Non Communicable Disease (NCD) telah menjadi
masalah kesehatan besar tidak hanya di negara maju, tetapi juga di negara-negara
berkembang.Pada tahun 2020 (WHO), NCD akan menyebabkan 73% kematian
dan 60% kesakitan di dunia. Proporsi penyebab kematian oleh penyakit menular
di Indonesia telah menurun sepertiganya dari 44% menjadi 28%, sedangkan
proporsi kematian akibat penyakit tidak menular mengalami peningkatan yang
cukup tinggi dari 42% menjadi 60% (Depkes 2008). Kecenderungan peningkatan
ini merupakan konsekuensi dari demografidan transisi makanan, juga globalisasi
dari proses ekonomi.
Peran pemerintah untuk menangani permasalahan kesehatan di Indonesia
masih cenderung lemah dan lambat. Hal ini dapat terlihat dari usaha penurunan
angka kematian pada Ibu dan Anak, walaupun angka kesehatan Ibu dan Anak
sempat mengalami kenaikan, namun hal ini belum dapat mencapai target MDGs
bahkan angka kematian ibu dan anak kini tampak statis dan kembali meningkat.
Sedangkan di lain pihak, penyakit menular tetap menjadi masalah berat. Universal
health coverage yang terbentuk juga masih baru dan belum dapat melayani
sepenuhnya.Hal ini menyebabkan cita-cita menuju Indonesia sehat sangat sulit
tercapai dan selalu tertunda.Maka ISMKI mengajak seluruh mahasiswa
kedokteran untuk terjun ke masyarakat dan membantu mengembangkan
masyarakat.
III. TUJUAN :
 Tujuan Umum
i. Membina insan pengabdi (mahasiswa kedokteran) untuk mewujudkan
Indonesia sehat.
ii. Mengembalikan peran mahasiswa kedokteran sebagai tonggak pejuang
aspirasi masyarakat yaitu sebagai agent of health, agent of change, dan
agent of development.
iii. Meningkatkan kemampuan kepemimpinan mahasiswa kedokteran dengan
masing-masing karakter yang dimilikinya.
 Tujuan Khusus
i. Membentuk kader yang siap kembali ke institusi dan wilayah dengan
segala perubahan ke arah yang lebih baik.
ii. Membentuk mahasiswa kedokteran yang memiliki kemampuan memimpin
yang berkualitas.
iii. Membentuk mahasiswa yang mampu bekerja dengan optimal dengan tim
untuk mewujudkan suatu tujuan tertentu.
iv. Membentuk mahasiswa kedokteran agar mampu memberikan kontribusi
aktif sesuai dengan kebutuhan masyarakat (basic need)
v. Membentuk karakter peduli terhadap kesehatan masyarakat.
vi. Mengetahui kondisi kesehatan Indonesia terkini.
vii. Mengetahui cara mengembangkan riset.
viii. Mengetahui analisis wacana dan kebijakan publik dalam bidang
kesehatan.
ix. Mengetahui karakteristik masyarakat Indonesia.
x. Mengetahui teknik pengembangan masyarakat untuk Indonesia.
xi. Mengetahui manajemen aksi.
xii. Membentuk mahasiswa yang memiliki nasionalisme tinggi dan
mengembalikan peran mahasiswa dalam menjaga aset kebudayaan
Indonesia.
IV. MANFAAT :
a. Mahasiswa kedokteran memiliki kemampuan memimpin yang berkualitas sesuai
dengan karakter yang dimilikinya.
b. Mahasiswa kedokteran mampu bergerak dan bertindak sesuai dengan kebutuhan
dan memberikan kebermanfaatan.
c. Mahasiswa kedokteran mampu bekerja sama dengan tim dalam suatu pencapaian
tujuan.
d. Mahasiswa kedokteran peduli dan mampu membuat keputusan terkait dinamika
yang menjadi kontroversi di masyarakat.
e. Mahasiswa kedokteran akan memiliki karakter yang peduli terhadap kesehatan
dan perkembangan masyarakat di Indonesia.
f. Mahasiswa kedokteran dapat memiliki edukasi dan pengalaman terkini tentang
kesehatan.
g. Mahasiswa kedokteran mengetahui cara mengembangkan riset, analisis wacana,
dan kebijakan publik dalam bidang kesehatan.
h. Mahasiswa kedokteran dapat mengetahui karakteristik masyarakat di Indonesia
sehingga dapat mengetahui teknik pengembangan masyarakat.
i. Mahasiswa kedokteran dapat mengetahui manajemen aksi.
j. Terjaganya aset kebudayaan Indonesia dan meningkatnya rasa nasionalisme yang
tinggi dalam diri mahasiswa terhadap aset tersebut.

V. TARGET PESERTA :
a. Terbentuknya mahasiswa yang memiliki kemampuan dan strategi memimpin
sesuai dengan masing-masing karakter yang dimilikinya.
b. Mahasiswa kedokteran mampu bergerak dan bertindak berdasar kebutuhan dan
dapat memberikan kebermanfaatan.
c. Mahasiswa kedokteran sadar dan memahami fenomena masyarakat Indonesia
yang aktual dan mampu melakukan perubahan sesuai dengan perannya sebagai
agent of health, agent of change, dan agent of development.
d. Mahasiswa kedokteran memiliki kemampuan untuk melakukan pergerakan dalam
pengembangan masyarakat.
e. Mahasiswa kedokteran mampu membuat konsep sistem pengembangan
masyarakat dan sebagai evaluator serta perancang rencana strategis
pengembangan masyarakat.
f. Menghasilkan seorang aktivis yang siap berkontribusi di tingkat wilayah, nasional
dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya pada bidang
kesehatan.
g. Mahasiswa kedokteran mampu melestarikan aset kebudayaan Indonesia dan
memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap aset tersebut.

VI. DURASI :
3 (tiga) hari pada bulan Mei 2014

VII. STANDAR MATERI :


a. Materi pengembangan kepemimpinan yang bisa diaplikasikan sesuai masing-
masing karakter mahasiswa kedokteran.
b. Materi kerjasama dalam suatu kelompok atau forum serta aplikasinya dengan
permainan atau kegiatan lain yang melatih teamwork mahasiswa.
c. Sesuai dengan Isu Kesehatan Ibu dan Anak dan Non Communicable Disease.
d. Dapat dipahami oleh mahasiswa dan diimplementasikan sesuai kondisi di
Indonesia.
e. Dapat dijadikan landasan untuk bekerja secara nyata dalam masyarakat.
f. Materi lebih ditekankan pada pengembangan kepemimpinan individu dan
kepemimpinan dalam suatu tim kerja serta pengembangan masyarakat yang
berhubungan dengan kesehatan nasional.
g. Kemampuan untuk menyatukan pergerakan dalam mengembangkan masyarakat
dan dalam hal ini diharapkan output : seorang konseptor yang mampu memimpin
atau menginisiasi suatu gerakan perubahan dan menciptakan suatu sistem
pengembangan masyarakat secara lokal dan nasional.
h. Penyampaian materi dan penugasan tetap dalam konteks kesehatan, katakteristik,
sistem pengembangan masyarakat Indonesia.
i. Metode yang tercantum merupakan garis besar penyampaian materi.
j. Disarankan untuk alokasi waktu penyampaian materi minimal 90 menit.

VIII. STANDAR PEMATERI :


a. Optimalisasi pengembangan diri mahasiswa sesuai dengan masing-masing
karakter yang dimilikinya.
 Para pakar(mahasiswa, dosen atau yang lainnya) yang memiliki pemahaman
di bidang pengembangan sumber daya mahasiswa dan cara optimalisasi
kemampuan memimpin mahasiswa sesuai dengan karakter masing-masing
individu.
 Para pakar yang memahami secara mendalam peran mahasiswa kedokteran
sebagai agent of health, agent of change, dan agent of development.
 Kaum muda dengan semangat memajukan dan semangat pergerakan yang
tinggi untuk melakukan perubahan di Indonesia.

b. Optimalisasi teamwork
 Para pakar (utamakan dari lembaga training) yang sudah ahli dalam hal
memberikan training teamwork atau kerjasama dalam tim.
 Para pakar yang mampu menumbuhkan karakteristik mahasiswa dan mampu
memicu timbulnya pergerakan mahasiswa.
 Para pakar yang mampu memberikan aplikasi secara langsung terkait
kerjasama dalam tim.
c. Indonesia Hari Ini
 Para pakar yang memiliki pemahamandi bidang sistem kesehatan dan kondisi
masyarakat di Indonesia pada saat ini, terlebih di tingkat global.
 Kaum muda dengan semangat memajukan, memikirkan kondisi kesehatan
Indonesia dan semangat pergerakan yang tinggi terhadap masalah di
Indonesia.
 Orang yang telah melakukan aksi nyata dalam melihat kondisi terkini
kesehatan indonesia baik sebagai jurnalistik dan aktifis dan mendapatkan
apresiasi dari pemerintah.
 Orang yang memberikan banyak manfaat dalam pembangunan kesehatan
Indonesia.

d. Teknik Pengembangan Masyarakat


 Stakeholder/birokrat pemerintahan
 Orang yang pernah menjabat sebagai ketua bidang pengembangan masyarakat
 Pakar komunikasi
 Berpengalaman dalam bidang jurnalistik dan pengembangan masyarakat
 Kritis dan kemampuan publik speaking yang baik
 Advokat
 Aktivis nasional

e. Karakteristik Masyarakat Indonesia


 Stakeholder/birokrat pemerintahan
 Pakar yang berpengalaman tentang sifat, budaya dan kemasyarakatan di
Indonesia
 Seorang sosiolog atau antropolog
 Memiliki pemahaman mengenai karakteristik masyarakat indonesia
 Aktivis nasional
 Pernah ikut dalam pergerakan dan pengembangan atau sejenisnya dalam hal
kemasyarakatan
 Kritis dan kemampuan publik speaking yang baik

f. Analisa Kebijakan Publik


 Seorang dokter / dosen yang berpengalaman mengenai kebijakan yang ada di
masyarakat terutama dalam hal kesehatan
 Memiliki banyak pengalaman dalam hal kebijakan publik
 Pakar dalam konsep kebijakan dan pola pengembangan sumber daya
masyarakat
 Orang yang telah berpengalaman dalam kondisi kekinian kesehatan indonesia
baik sebagai jurnalistik dan aktifis dll dan mendapatkan apresiasi dari
pemerintah

g. Riset
 Dokter/dosen/stakeholder yang berpengalaman dalam hal pengembangan
masyarakat
 Memiliki riset mengenai pengembangan masyarakat indonesia
 Merupakan pakar mengenai pengembangan masyarakat
 Aktivis pengembangan masyarakat

IX. STANDAR PESERTA :


Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa kedokteran yang didelegasikan oleh
Senat/BEM/LEM fakultas kedokteran di seluruh Indonesia.

X. STANDAR FASILITATOR :
a. Kriteria Umum
 Mahasiswa Fakultas Kedokteran.
 Memiliki potensi diri komunikasi yang efektif dan mampu membawakan
suasana keterbukaan dan menyenangkan.
 Berjiwa kreatif dan inovatif serta berwawasan luas khususnya dibidang
pengembangan sumber daya mahasiswa, manajemen organisasi
kemahasiswaan, dan pengembangan masyarakat.
 Menguasai dan memahami materi-materi pelatihan serta mampu
menyajikannya dalam segala konteks pembelajaran.
 Berperilaku rapi dan senantiasa berperilaku simpatik serta sopan.
 Bersedia, siap, dan berkomitmen menjadi fasilitator yang mendampingi dan
membimbing peserta setiap waktu dan kesempatan.

b. Kriteria Khusus
 Aktif atau pernah aktif dalam organisasi kemahasiswaan, minimal BEM dan
memiliki track record yang baik diorganisasi kemahasiswaan.
 Telah mengikuti pelatihan sejenis (LKMM wilayah atau nasional) maksimal 3
angkatan terdahulu.
 Pernah menjadi fasilitator/pemateri untuk kegiatan pelatihan sejenis
(dibuktikan dengan sertifikat atau dokumentasi).

JUMLAH FASILITATOR
Tiap kelompok terdiri dari 8-10 peserta yang ditangani oleh 1 fasiliator dan setiap
hari kelompok diacak.

XI. STANDAR BIAYA :


Disesuaikan dengan institusi pengambil tender dan diutamakan dana yang wajar
sehingga mampu menarik minat peserta untuk turut serta dalam acara ini.

XII. TEMPAT PELAKSANAAN :


Fakultas kedokteran di Indonesia yang terdaftar sebagai anggota tetap ISMKI dan
memenangkan tender untuk kegiatan ini.

XIII. WAKTU PELAKSANAAN :


Mei 2014.

XIV. JABARAN KEGIATAN


Rangkaian Acara National Roadshow ISMKI 2014adalah sebagai berikut :
a. Penyampaian materi (materi dan rinciannya terlampir)
b. TALKSHOW  Kondisi Indonesia saat ini berikut peran yang harus dimainkan
mahasiswa kedokteran sebagai aplikasi pergerakan mahasiswa kedokteran.

c. Kunjungan ke berbagai institusi atau instansi dan penyampaian materi.


Penyampaian materi ini terkait isu yang diangkat oleh bidang CE dan HPS. Isu
tersebut adalah Kesehatan Ibu dan Anak. Dalam acara ini materi akan
disampaikan dalam bentuk kuliah dan diskusi. Selain itu peserta juga akan dilatih
terkait pencerdasan isu serta dapat menyampaikan ide kreatif dan inovatifnya
terkait isu tersebut dalam FGD dan SGD. Konsep kegiatan ini akan dibuat moving
class (berpindah institusi atau instansi) dengan satu pemateri dan satu moderator
pada setiap materi yang akan memimpin jalannya acara. Waktu yang disediakan
adalah 120 menit untuk kuliah dan diskusi serta 90 menit untuk FGD dan SGD.
Dalam kegiatan ini juga disediakan waktu 60 menit untuk berkeliling dan
kunjungan ke institusi atau instansi tersebut.

d. Pengaplikasian materi dan pencerdasan isu. Dalam acara ini peserta akan dibawa
ke lapangan dimana terdapat fenomena seperti kasus yang diangkat. Peserta akan
melakukan pencerdasan isu kepada masyarakat terkait kasus yang diangkat.
Sebagai contoh : turun ke desa dimana masalah KIA masih menjadi masalah yang
paling aktual dan crusialdi tempat tersebut dan turun ke Rumah Sakit untuk
meninjau secara langsung sistem pelayanan Rumah Sakit terkait fenomena isu
tersebut serta ketersediaan kasus-kasus di lapangan.Estimasi waktu untuk acara
ini adalah 2 x 120 menit.

e. Teamwork. Dalam acara ini akan dilakukan berbagai permainan yang menguji
ketangkasan dan kerjasama antar peserta sehingga akan lebih menempa
kemampuan peserta dalam kerja kelompok. Jenis permainannya menyesuaikan
dengan syarat permainan yang melibatkan lebih dari satu orang dan dapat melatih
kerjasama dalam tim serta memicu peran aktif mahasiswa. Dalam permainan ini
akan dipandu oleh seorang pemandu yang sudah ahli di bidangnya. Estimasi
waktu untuk acara ini adalah 180 menit.

f. Aplikasi kebudayaan. Dalam acara ini peserta akan dibawa ke sebuah desa atau
sanggar yang masih melestarikan budaya Indonesia seperti alat musik dan tarian.
Tidak hanya melihat-lihat benda cagar budaya yang ada di tempat tersebut,
peserta pun juga dapat mengaplikasikannya dengan berlatih tarian atau alat musik
yang akan dipandu oleh instruktur di tempat tersebut.Estimasi waktu untuk acara
ini adalah 120 menit.
JENIS KEGIATAN

Indikator Waktu
No Materi TIU TIK Sub materi Metode
Keberhasilan
1 Indonesia Mahasiswa 1. Membentuk 1. Permasalahan Materi 75% Peserta 120”
hari ini memahami karakter peduli Bangsa dalam memahami kondisi
kondisi kepada (kesehatan bentuk kekinian indonesia
kekinian permasalahan nasional). Seminar dalam kesehatan
indonesia bangsa untuk 2. Permasalahan atau dan penyelesaian
khususnya indonesia yang kesehatan Diskusi permasalahan
terkait lebih sehat internasional. Panel atau bangsa
kesehatan. 2. Mahasiswa 3. Peranan Audiensi
Peserta mampu
mampu jejaring
Tugas membuat arahan
memberikan mahasiswa FK
mandiri kerja terkait kondisi
tawaran solusi dalam aktivitas
indonesia sebagai
problematika dalam skala
-Kerja
solusi permasalahan
kesehatan dan lokal, wilayah,
kelompok
yang ada
kebangsaan. dan nasional
3. Peran membantu -Ulasan
mahasiswa menyelesaikan ahli (Pakar
FK terhadap permasalahan Rujuk)
pengembanga kesehatan
Focus
n kesehatan nasional
Group
dan
Discussion
penuntasan
Aplikasi/ga
masalah
mes
kesehatan.
4. Mahasiswa
Field
dapat
study/integ
mengidentifik
asi masalah rasi dengan
Negara saat masyarakat
ini (ruang
lingkup: Metode
kesehatan) lainnya
5. Mahasiswa
mampu
menganalisis
dan
menawarkan
solusi
problematika
kesehatan
indonesia

2 Tekhnik Membentuk 1. Mahasiswa 1. Tekhnik- Materi 75% mahasiswa 120”


pengemban mahasiswa mengetahui tekhnik dalam mampu menyusun
gan menjadi tekhnik pengembangan bentuk strategi dalam
masyarakat insan pengembanga masyarakat Seminar pengembangan
pengabdi n masyarakat atau masyarakat dan
i. Strategi
yang 2. Mahasiswa Diskusi memanfaatan
pengembang
memiliki mampu Panel atau tekhnik
an
paradigma menyusun isu Audiensi pengembangan
masyarakat
secara strategis masyarakat yang
ii. Isu terkait Tugas
objektif terkait dengan bertujuan
masalah mandiri
terhadat pengembangat peningkatan
pengembang
pengemban masyarakat. kualitas masyarakat
-Kerja
an
gan 3. Mahasiswa
kelompok
masyarakat
masyarakat mampu
iii. Pengembang
dan mampu menggunakan -Ulasan
melakukan teknik an ahli (Pakar
perubahan pengembanga masyarakat Rujuk)
penyadaran n masyarakat indonesia
Focus
bagi ke publik
Group
masyarakat dalam hal
Discussion
dan meningkatkan
Aplikasi/ga
lingkungany derajat
mes
a sebagai kesehatan
agent of indonesia.
Field
change dan
study/integ
pelaku
rasi dengan
dalam
masyarakat
pengemban
gan
Metode
masyarakat.
lainnya

3 Karakteristi Mahasiswa 1. Mahasiswa 1. Karakteristik Materi 75% mahasiswa 120 “


k dapat memahami dan masyarakat dalam memahami
masyarakat mengetahui, mengetahi indonesia bentuk karakteristik
indonesia dan bagaimana Seminar masyarakat
- Perbedaan
memahami karakteristik atau indonesia baik
karakteristik
pengertian, masyarakat Diskusi dalam hal budaya,
yang ada di
dasar-dasar, indonesia Panel atau sifat, dan hubungan
masyarakat
mengenai 2. Peserta mampu Audiensi kemasyarakatan
- mekanisme
karakteristik menganalisa yang ada serta
dalam Tugas
masyarakat kondisi aplikatif sesuai
indonesia masyarakat membaca mandiri kondisi masyarakat
dan tekhnik- 3. Peserta mampu karakteristik indonesia
-Kerja
tekhnik menyusun dari
kelompok
yang terkait tahapan masyarakat
dengan pengembangan - budaya, sifat
-Ulasan
karakteristik masyrakat dan suku
ahli (Pakar
masyarakat yang dilihat yang terkait
Rujuk)
indonesia. dari dengan
karakteristik karakteristik Focus
masyarakat masyarakat Group
indonesia dan Discussion
hubungannya Aplikasi/ga
dengan mes
kemasyarakat
an indonesia Field
study/integ
rasi dengan
masyarakat

Metode
lainnya

4. Analisa Mahasiswa Mahasiwa dapat 1. Pengenalan Materi 75% mahasiswa 150”


kebijakan mengetahui menganalisa strategi dalam mampu merancang
publik dan suatu kebijakan kebijakan bentuk strategi kebijakan
Memahami publik terkait publik Seminar publik yang
mengenai pengembangan 2. Analisa wacana atau bertujuan
analisa kesehatan yang dan kebijakan Diskusi membentuk
wacana dan aplikatif publik Panel atau kebijakan-
kebijakan Audiensi kebijakan yang
iv. Strategi
publik aplikatif, efisien
analisa Tugas
dan efektif dan
terkait mandiri
berdampak positif
Sosialisasi
pada masyarakat
-Kerja
wacana
kelompok
kebijakan
v. Tahap-
-Ulasan
tahap dalam
ahli (Pakar
analisa
Rujuk)
kebijakan
publik Focus
Group
3.Komunikasi
Discussion
massa
Aplikasi/ga
mes

Field
study/integ
rasi dengan
masyarakat

Metode
lainnya
5. Riset Pemahaman Mahasiswa 1. Pengertian dan Materi 75% Peserta 120”
dan memahami akan tujuan dari riset dalam memahami dan
penerapan sistem dalam mengenai bentuk mampu
teknik pembuatan riset pengembangan Seminar mengaplikasikan
pembuataan mengenai masyarakat atau riset yang
riset pengembangan 2. Prinsip-prinsip Diskusi berhubungan pada
masyarakat dan langkah- Panel atau pengembangan
langkah dalam Audiensi masyarakat
pembuatan
Tugas
riset mengenai
mandiri
pengembangan
masyarakat
-Kerja
3. fungsi riset
kelompok
mengenai
pengembangan -Ulasan
masyarakat ahli (Pakar
4. Jenis-jenis riset Rujuk)

Focus
Group
Discussion
Aplikasi/ga
mes

Field
study/integ
rasi dengan
masyarakat

Metode
lainnya

6. How to be a Mahasiswa 6. Membentuk 4. Upgrading Materi 75% peserta 120”


Community memahami karakter kemampuan dalam memahami dan
Leaders dan mampu kepemimpinan leadership. bentuk mampu
mengaplikas mahasiswa 5. Membangun Kuliah dan mengaplikasikan
ikan ilmu sesuai dengan karakter Diskusi kemampuan
kepemimpin karakter kepemimpinan serta Field memimpin dalam
an di pribadinya individu. Study komunitas terkait
masyarakat masing- 6. Memahami kondisi kekinian
- Kul
disesuaikan masing. permasalahan, Indonesia dalam
iah
dengan 7. Mahasiswa kebutuhan, dan kesehatan dan
dan
komunitas mampu karakter penyelesaian
disk
dan kondisi menguasai masyarakat. permasalahan
usi
masyarakat ilmu dan 7. Tips and trick bangsa (dengan
disa
di mengaplikasik cara memimpin metode pre dan
mpa
lingkungann an dalam suatu post test serta field
ikan
ya sesuai kepemimpinan komunitas study)
oleh
dengan dalam masyarakat.
pak Peserta mampu
karakter komunitas 8. Menjadi
ar membuat arahan
individu masyarakat. community
(seo kerja terkait kondisi
masing- 8. Mahasiswa leaders.
ran Indonesia sebagai
masing. mampu 9. Membangun
g solusi permasalahan
menjadi relasi dengan
pem yang ada serta
problem pemegang
imp mampu menjadi
solver dalam kekuasaan
in pemimpin dalam
penyelesaian dalam
di komunitas dengan
permasalahan masyarakat
ko tujuan mahasiswa
yang (walikota, mu mampu mengambil
menjaditopik gubernur, dan nita kebijakan dan
aktual di sebagainya) s penyelesaian atas
masyarakat. mas permasalahan yang
9. Mahasiswa yara terjadi di
mampu kat masyarakat.
mengaplikasi mis
kan al :
community wali
leader sesuai kota
dengan tujuan ,
atau point gub
pada five star ern
doctor. ur)
- Foc
us
Gro
up
Dis
cuss
ion
- Fiel
d
stud
y/in
tegr
asi
den
gan
mas
yara
kat
- Met
ode
lain
nya

XV. OUTPUT YANG DIHARAPKAN


a. Institusi pemegang tender dapat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan
bidang yang memiliki program kerja tender tersebut dan telah terbentuknya
komitmen untuk melaksanakan program kerja dengan sungguh-sungguh.
b. Terwujudnya mahasiswa kedokteran Indonesia yang sadar akan perannya sebagai
agent of health, agent of change, dan agent of development serta dapat
mengaplikasikannya.
c. Terwujudnya mahasiswa kedokteran yang mengetahui femomena yang terjadi
dalam masyarakat dan mampu bergerak serta bertindak dalam suatu perubahan
yang lebih baik.
d. Terwujudnya masyarakat Indonesia yang bermartabat dan tanggap serta
memahami isu nasional.
e. Terwujudnya mahasiswa kedokteran Indonesia yang memiliki nasionalisme tinggi
dan mencintai budaya Indonesia.
f. Terwujudnya persatuan, kesatuan, dan kekeluargaan antar mahasiswa kedokteran
Indonesia.
XVI. INDIKATOR KEBERHASILAN
a. Setiap peserta mengikuti kegiatan National Roadshow ISMKI 2014dari awal
hingga akhir tercapainya tujuan National Roadshow ISMKI 2014.
b. Setiap peserta beperan aktif dan dapat menyampaikan ide kreatif serta inovatifnya
selama berlangsungnya acara.
c. Kuantitas : diikuti ≥ 65% institusi, tiap institusi direkomendasikan mengirimkan ≥
20% dari kuota (minimal 47 dari 72 institusi di Indonesia, dan minimal setiap
institusi mengirimkan 3 orang  141 oranng)
d. Masing-masing institusi mengirimkan minimal 3 delegasi untuk mengikuti
National Roadshow ISMKI 2014.