Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas


sumber dayamanusia yang dilakukan secara berkelanjutan. Berdasarkan visi
pembangunan nasionalmelalui pembangungan kesehatan yang ingin dicapai untuk
mewujudkan lndonesia sehat. Visi pembangunan gizi adalah mewujudkan keluarga
mandiri sadar gizi untuk mencapai status gizi keluarga yang optimal. Keadaan gizi dapat
dipengaruhi oleh keadaan fisiologis, dan juga oleh keadaan ekonomi, sosial, politik dan
budaya. Pada saat ini, selain dampak dari krisis ekonomi yang masih terasa, juga keadaan
dampak daribencana nasional mempengaruhi status kesehatan pada umumnya dan status gizi
khususnya.
Keadaan gizi meliputi proses penyediaan dan penggunaan gizi untukpertumbuhan,
perkembangan, pemeliharaan dan aktifitas. Kurang gizi dapat terjadi dari beberapa akibat,
yaitu ketidak seimbangan asupan zat-zat gizi, faktor penyakit pencernaan, absorsi dan
penyakit infeksi.
Sejalan dengan sasaran global dan perkembangan keadaan gizi masyarakat rumusan
tujuan umum program pangan dan yaitu menjamin ketahanan pangan
tingkat keluarga mencegah dan menurunkan masalah gizi, untuk mewujudkan hal ketahanan
pangan di tingkat keluarga dapat dicapai dengan ketersediaan pangan yang murah dan mudah
didapat oleh keluarga salah satunya dengan cara membuat taman gizi di pekarangan rumah.

C. Tujuan

1. Menjelaskan apa yang dimaksud dengan taman gizi


2. ketersediaan pangan yang murah dan mudah didapat oleh keluarga agar pemenuhan gizi
keluarga dapat terpenuhi
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Taman Gizi Keluarga adalah salah satu usaha perbaikan gizi keluarga, dengan
tersedianya tanaman pangan di setiap rumah tangga akan dapat meningkatkan asupan gizi
keluarga. Dengan adanya Taman Gizi Keluarga di setiap rumah tangga, maka rumah tangga
dapat memenuhi kebutuhan pangan dirinya sendiri dan kebutuhan gizi keluarga tersebut. Hal
ini yang akan mdapat meningkatkan staus gizi keluarga tersebut.
Hal ini termasuk dalam Usaha Perbaikan gizi Keluarga (UPGK) yaitu usaha
perbaikkan gizi masyarakat yang berintikan penyuluhan gizi, melalui peningkatan peran serta
masyarakat dan didukung kegiatan yang bersifat lintas sektoral, Dilaksanakan oleh berbagai
sektor terkait (kesehatan, BKKBN, Pertanian Dalam Negeri), Dikbud, PKK
dan lain-lain. ( Depkes RI. 1993: 2)
Pengertian lain mengenai UPGK adalah:
a. Merupakan usaha keluarga sendiri untuk memperbaiki keadaan gizi seluruh anggota
keluarga
b. Dilaksanakan oleh keluarga dan masyarakat dengan kader sebagai penggerakmasyarakat
dan petugas berbagai sektor sebagai motivator, pembimbing dan pembina,
c. Merupakan bagian dari kehidupan keluarga sehari-hari dan juga merupakan bagianintegral
dari pembangunan nasional untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat
d. Secara operasional adalah rangkaian kegiatan yang saling mendukung untukmelaksanakan
alih teknologi sederhana kepada keluarga dan masyarakat.

D. Sasaran Taman Gizi Keluarga

Secara garis besar sasaran Taman Gizi Keluarga adalah rumah tangga dapat
dikelompokkan menjadi :
a. Sasaran Langsung:
Sasaran langsung adalah rumah tangga dengan :
a) Keluarga Balita (Ibu, bapak, anggota keluarga yng ditugasi mengasuh anak)
b) Ibu muda
c) Ibu Hamil
d) Ibu menyusui
e) Masyarakat umum
b. Sasaran tidak langsung:
Yang dimaksud dengan sasaran tidak langsung adalah perorangan atau institusi yang
diharapkan dapat membantu secara aktif baik sebagai pengajar (motivator), maupun sebagai
penyedia jasa kelompok Taman Gizi Keluarga dalarn rangka melembagakan dan
memberdayakan keluarga sadar gizi. Sasaran ini antara lain terdiri dari:
a) Kelompok yang mempunyai pengaruh dan menentukan dalam proses pengambilan
keputusan misalnya : pemuka masyarakat baik formal maupun informal (pemukaagama,
kepala adat dan lain-lain )
b) Kelompok / institusi masyarakat di tingkat desa, KPD, KWT, PKK, Pramuka, Karang
Taruna, LSM, LKMD, Lembaga Agama Kader dan lain sebagainya.
c) Kelompok Petugas KIE dari sektor-sektor yang terkait dalam berbagai tingkat
daerah, meliputi:
(1) Sektor kesehatan (Petugas Rumah sakit, Petugas Puskesmas dan lain-lain)
(2) Sektor Keagamaan (Petugas KUA, motifator UPGK jalur agarn4 penyuluh agama,
guru agarna)
(3) Sektor Pertanian
(4) Sektor BKKBN
(5) Sektor Pendidikan

E. Dasar pemikiran yang melandasi Taman Gizi Keluarga.

Empat masalah gizi utama yang banyak ditemukan di berbagai


wilayah bahkan diberbagai Negara berkembang yaitu KKP, kekurangan Vitamin A, anemia g
izi, gondok endemik, pada umumnya menyerang kelompok penduduk yang tergolong rawan
(winerable)yaitu : bayi, anak usia di bawah lima tahun (balita), Ibu Hamil dan Ibu menyusui.
Taman Gizi Keluarga merupakan upaya yang dilakukan secara terpadu di bawah koordinasi
yang baik, yang bertujuan menurunkan jumlah penderita gangguan gizi, bahkan jika
mungkin menghilangkan bahaya gangguan gizi pada kelompok penduduk yang rawan itu.
Apabila masalah gizi semata-mata dilihat dari sudut kesehatan masyarakat, maka
usaha penanggulangannya pun dapat dilakukan dengan menggunakan dasar-dasar usaha
kesehatan masyarakat yang salah satu nya dengan membuat taman gizi keluarga agar
kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi dari keluarga itu sendiri.
F. Langkah-langkah dalam pelaksanaan Taman Gizi Keluarga

Untuk dapat melaksanakan Taman Gizi Keluarga di suatu wilayah, dilalkukan


langkah-langkah sebagai berikut:
a) Penyiapan masyarakat dan sarana pelaksanaan kegiatan
Oleh karena Taman Gizi Keluarga memerlukan keterlibatan aktif masyarak maka
sebelum memulai kegiatan Taman Gizi Keluarga perlu dilakukan kegiatan untuk
mempersiapkan masyarakat sehingga mereka mengambil bagian dan turut bertanggung jawab
dalam pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilakukan.
b) Tata cara pelaksanaan kegiatan Taman Gizi Keluarga
Pelaksanaan berbagai kegiatan Taman Gizi Keluarga disetiap rumah di wilayah kerja
puskesmas pondok cabe ilir, dengan cara penyuluhan dan percontohan taman gizi keluarga
yang dilakukan di puskesmas pondok cabe ilir.
Penyuluhan taman gizi keluarga dilakukan di wilayah kerja puskesmas pondok cabe
ilir dengan melibatkan lintas sektor terkait dan mengajak masyarakat untuk membuat taman
gizi kelurga dengan memanfaatkan limbah sisa dapur seperti sisa akar pada sayuran yang
dapat ditamnam kembali. Selain Penanaman tanaman sayuran, sumber karbohydrat, keluarga
juga di harapkan memelihara sumber protein hewani seperti ikan di kolam-kolam rumah
tangga.
BAB III

PENUTUP

Kesimpulan dan Saran

Dapat ditarik kesimpulan Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan


kualitas sumber daya manusia yang dilakukan secara berkelanjutan.Berdasarkan visi
pembangunan nasional melalui pembangungan kesehatan yang ingin dicapai untuk
mewujudkan lndonesia sehat. Visi pembangunan gizi adalah mewujudkan keluarga mandiri
sadar gizi untuk mencapai status gizi keluarga yang optimal. Dalam Usaha Perbaikan Gizi
Keluarga (UPGK) yaitu salah satunya dengan membuat taman gizi keluarga di setiap rumah
tangga agar setiap keluarga dapat memnuhi kebutuhan gizi dan pangan keluarga itu sendiri,
melalui peningkatan peran serta masyarakat dan didukung kegiatan yang bersifat lintas
sektoral, Dilaksanakan oleh berbagai sektor terkait kesehatan, BKKBN, Pertanian Dalam
Negeri), Dikbud, PKK dan lain-lain. Dengan adanya makalah ini dapat membantu atau
menambah wawasanpengetahuan kita tentang masalah perbaikan gzi dikeluarga maupun
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA

Alimul Hidayat, A2is.2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis


Data. Jakarta : Salemba Madika
Arikunto, S. 2002. Metode Penelitian. Jakatta: Rhineka Cipta
Dep. Kes RI 1979. Buku Pedoman Petugas Lapangan UPGK. Jakarta : Dep. Kes RI
Dep. Kes RI 1993. Pedoman KIE-UPGK. Jakaxta : Dep. Kes RI
Karnus Besar Bahasa Indonesia 1989. Jakarta : PT. Grarnedia
Notoatmodjo, Soekidjo.2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : RhinekaCipta
Notoatmodjo, doekidjo.2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rhineka Cipta
Nursalam, 2002. Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian IlmuKeperawatan. Jakarta:
Salemba Medika
Soediaoetama" Achmad Djaeni. Prof Dr. 2000. Ilmu Gizi. Jakarta Timur: Dian Rakyat
http://www.gizi.net/kebijakan-gizildownloadlPanzi-Final.doc, diakses 28
Februari 2008
http://groups.yahoo.conr/group/sarikata/, diakses tanggal 4 Maret 2008
http://docs.yahoo.com/info/terms/, diakses tanggal 4 Maret 2008
_The Impact of Asian Financial Crisis on Health Sector in Indonesia"
www.health indonesia.pdf, 12 Marct 2A02
RI dan WHO, Rencana Aksi Pangan dan Gizi Nasional 2001 - 2005, Jakart4 Agustus
2000
Direltorat Gizi Masyarakat, Panduan Pemberian Makanan Gizi Buruk Pasca Rawat Inap di
Rumah Tangga Jakarta 2000
Direktorat Gizi Masyarakat, Tata Laksana Penanggulangan Gizi Buruk, Jakarta 2000
Tim KewaspadaanPangan dan Gizi Pusat, Situasi Pangan dangizidi lndonesia, Jakarta2000
Departemen Kesehatan, Status Gizi dan Imunisasi Ibu dan Anak di Indonesi Jakarta,1999
Departemen Kesehatan, Tunfirtan Praktis Bagi Tenaga gizi Puskesmas, BekalkuMembina
Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)' Jakart4 1999
Tim Koordinasi Penanggulangan masalah Gizi Pangan dan Gizi, Gerakan
nasionalpenanggulangan masalah Pangan dan Gizi di Indonesia. Jakarta 1999