Anda di halaman 1dari 19

KERANGKA ACUAN KERJA

PAKET PEKERJAAN
PERENCANAAN DED PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PERTANAHAN
KABUPATEN TEPIN
TAHUN ANGGARAN 2018

Uraian Pendahuluan

1. LATAR BELAKANG

Setiap Bangunan Gedung Negara/Daerah harus diwujudkan dengan sebaik-baiknya,


sehingga mampu memenuhi secara optimal fungsi bangunannya, andal, dan dapat sebagai
teladan bagi lingkungannya, serta berkontribusi positif bagi perkembangan arsitektur di
Indonesia. Setiap bangunan gedung Negara/Daerah harus direncanakan, dirancang
sebaik-baiknya, sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi
mutu, biaya, dan criteria administrasi bagi bangunan gedung negara.
Penyedia jasa perencanaan untuk Pembangunan Gedung Negara perlu diarahkan secara
baik dan menyeluruh, sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis
bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah, norma serta tata laku
profesional. Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) untuk pekerjaan perencanaan perlu
disiapkan secara matang sehingga mampu mendorong perwujudan karya perencanaan
yang sesuai dengan kepentingan kegiatan. Selain dari kriteria diatas dalam melaksanakan
tugasnya Konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas sebagai berikut: (a).
Bangunan Gedung Pemerintah hendaknya fungsional, efisien, menarik tetapi tidak
berlebihan, (b). Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan kepada kemewahan
material, tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi
sosial bangunan, dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja, biaya investasi
dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya, hendaknya diusahakan serendah
mungkin, (c). Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa, sehingga bangunan
dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan bisa dimanfaatkan
secepatnya, (d). Bangunan Gedung Pemerintah hendaknya ikut meningkatkan kualitas
lingkungan di sekitarnya. Pada Tahun Anggaran 2018 akan direncanakan
Perencanaan DED Pembangunan Gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Tapin.

2. MAKSUD DAN TUJUAN


a. Kerangka Acuan Kerja (KAK) / Pengarahan Penugasan Perencanaan ini dimaksudkan
untuk memberikan petunjuk bagi konsultan Perencana dalam melaksanakan tanggung-
jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang sesuai spesifikasi dan standard
teknis yang ditentukan untuk Perencanaan DED Pembangunan Gedung Kantor
Pertanahan Kabupaten Tapin.
b. Tujuannya diharapkan Konsultan Perencana dapat melakukan tugasnya dengan baik
untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan Pengguna Jasa.
3. S A S A R A N
a. Hasil pekerjaan perencanaan yang sesuai dengan Lingkup pekerjaan Perencanaan tepat
waktu yang ditentukan.
b. Hasil perencanaan ini harus memenuhi persyaratan sebagai Dokumen lelang sebagai
bahan pelelangan Jasa Konstruksi.

4. LOKASI KEGIATAN
a. Lokasi Kegiatan adalah Pembangunan Gedung Kantor Pertanahan Kabupaten Tapin.
b. Sesuai Site tersedia.

5. SUMBER PENDANAAN
Untuk pelaksanaan kegiatan Perencanaan Teknis Gedung ini dana yang tersedia sebesar
Rp. 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah) termasuk PPN dibiayai dari APBN
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN Tanggal 5 Desember 2017
Biaya Perencanaan diatur sebagai berikut :
a. Biaya Perencanaan dibebankan pada biaya untuk komponen kegiatan Perencanan
pekerjaan yang bersangkutan ;
b. Besarnya nilai biaya Perencanaan maksimum dihitung berdasarkan prosentase biaya
Perencanaan Teknis terhadap nilai biaya konstruksi fisik bangunan yang tercantum dalam
tabel B1, B2 dan B3, Buku Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007
tanggal 27 Desember 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung
Negara
c. Besarnya biaya Perencanaan Teknis dihitung secara orang-bulan dan biaya langsung
yang bisa diganti, sesuai dengan ketentuan billing-rate ;
d. Biaya Perencanaan Teknis ditetapkan dari hasil Seleksi Umum atau Penunjukan
Langsung pekerjaan yang bersangkutan, yang akan dicantumkan dalam kontrak termasuk
biaya untuk:
1) Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang ;
2) Materi dan penggandaan laporan ;
3) Pembelian dan sewa peralatan ;
4) Sewa kendaraan ;
5) Biaya rapat-rapat ;
6) Perjalanan (lokal maupun luar kota) ;
7) Jasa dan Overhead Perencanaan ;
8) Asuransi/pertanggungan (indemnity insurance)
9) Pajak dan iuran daerah lainnya.
e. Pembayaran biaya Perencanaan didasarkan pada pencapaian prestasi/kemajuan
pekerjaan perencanaan setiap tahapnya, yaitu (maksimum) :
• Tahap Konsep rancangan 10 %(sepuluh persen)
• Tahap pra-rancangan 20 %(dua puluh persen)
• Tahap pengembangan rencana 25 %(duapuluh lima persen)
• Thp rancangan gambar detail dan penyusunan RKS + RAB 25 %(duapuluh lima persen)
• Tahap pelelangan 5 %(lima persen)
• Tahap pengawasan berkala 15 %(lima belas persen)
hari.
f. Surat Edaran Bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan
Perencanaan Pembangunan Nasional dan Departemen Keuangan :
Nomor : 1203 / D.II / 03 / 2000 SE – 38 / A / 2000
tentang Petunjuk Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk Jasa Konsultansi

6. NAMA DAN ORGANISASI PENGGUNA JASA


Dalam pekerjaan Perencanaan Gedung BPN Kabupaten Tapin , sebagai :
a. Penanggung Jawab Anggaran kegiatan selaku Pengguna Anggaran pada unit SKPD
adalah Kepala Dinas BPN Tapin, selanjutnya penanggung jawab pelaksanaannya
dilaksanakan oleh Kuasa Pengguna Anggaran ;

b. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah pejabat struktural pada Instansi Dinas BPN
yang bertanggung jawab terhadap kegiatan tersebut ;

c. Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan adalah pejabat teknis pelaksanaan dan operasional
pekerjaan di lapangan yang melaporkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran, Surat
Penunjukan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan di terbitkan oleh Pengguna Anggaran
sebagai kapasitasnya sebagai kepala satuan kerja instansi pada unit kerja dimaksud.

Data Penunjang
7. DATA DASAR
Pekerjaan yang akan direncanakan merupakan bangunan perkantoran dengan luasan
diperkirakan sebesar 250 M2 (atau sesuai kebutuhan ruang) dan terdiri dari bebarapa
bangunan penunjang. Bangunan direncanakan maksimal 2 lantai (sesuai studi kebutuhan
dan KLB).
8. STANDAR TEKNIS
a. Kriteria Umum
Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana harus memperhatikan
criteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan,
yaitu :

1) Persyaratan Peruntukan dan Intensitas

a) Menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata
bangunan yang ditetapkan di daerah yang bersangkutan.
b) Menjamin bangunan dianfaatkan sesuai fungsinya.
c) Menjamin keselamatan pengguna, masyarakat dan lingkungan.
d) Sesuai dengan prinsip-prinsip anggaran belanja negara/daerah:
(1) Hemat, tidak mewah, efisien dan sesuai kebutuhan teknis yang disyaratkan.
(2) Terarah dan terkendali sesuai dengan rencana program/kegiatan serta fungsi.
(3). Semaksimal mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan
memperhatikan kemampuan/potensi nasional, maka dalam perencanaan pembangunan
gedung ini konsultan perencana dapat menterjemahkannya kedalam tugas perencanaan
ini.

2) Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan


a) Menjamin terwujudnya bangunan gedung didirikan berdasarkan karekteristik
lingkungan, ketentuan wujud bangunan dan budaya daerah, sehingga seimbang,
serasi dan selaras dengan lingkungannya.
b) Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan
keselarasan bangunan terhadap lingkungannya.
c) Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan
dampak negatif terhadap lingkungan.

3) Persyaratan Struktur Bangunan


a) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul
akibat penggunaan sesuai fungsinya, akibat perilaku alam dan akibat perilaku
manusia.
b) Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang
disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan .
c) Menjamin kepentinggan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang
disebabkan oleh perilaku struktur.
d) Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan
kegagalan struktur.
4) Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran
a) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul
akibat akibat perilaku alam dan manusia.
b) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga
mampu secara structural stabil selama kebakaran, sehingga;
(1) Cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman.
(2) Cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk
memadamkan api.
(3) Dapat menghindari kerusakan pada properti lainnya.

5) Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar


a) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak aman
dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya.
b) Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat
evakuasi pada keadaan darurat.
c)Menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk bangunan
fasilitas umum dan sosial.

6) Persyaratan Transportasi dalam Gedung


a) Menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman dan nyaman di dalam
bangunan gedung.
b) Menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat, khususnya untuk
bangunan fasilitas umum.

7) Persyaratan Pencahayaan Darurat, tanda arah Keluar, dan Sistem Peringatan Bahaya :
a) Menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung
apabila terjadi keadaan darurat.
b) Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman apabila terjadi
keadaan darurat.

8) Persyaratan Instalasi listrik, Penangkal Petir dan Komunikasi :


a) Menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang
terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya.
b) Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya
akibat petir.
c)Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang
terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai fungsinya.
9) Persyaratan Instalasi gas :
a) Menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya
kegiatan didalam bangunan gedung sesuai fungsinya .
b) Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup.
c) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik.

10) Persyaratan Sanitasi Bangunan dan Lingkungan :


a) Menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang
terselenggaranya kegiatan pada bangunan gedung dan lingkungan sesuai fungsinya.
b) Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi
penghuni bangunan dan lingkungan.
c) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik.

11) Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara :


a) Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami maupun buatan
dalam menunjang terselenggaranya satuan kerja dalam bangunan gedung sesuai
fungsinya
b) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik.

12) Persyaratan Pencahayaan :


a) Menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup, baik alami maupun
buatan dalam menunjang terselenggaranya satuan kerja dalam bangunan gedung
sesuai fungsinya
b) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara
baik.

13) Persyaratan Kebisingan dan Getaran :


a) Menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan suara dan getaran
yang tidak diinginkan.
b) Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau satuan kerja yang
menimbulkan dampak negaatif suara dan getaran perlu melakukan upaya
pengendalian pencemaran dan atau mencegah pengrusakan lingkungan
b. Kriteria Teknis
Persyaratan teknis bangunan gedung negara / daerah harus tertuang secara lengkap dan
jelas pada Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dalam dokumen perencanaan, yang
secara garis besar harus memperhatikan persyaratan- persyaratan sebagai berikut :
1) Persyaratan Tata Bangunan dan lingkungan :
Persyaratan RTBL meliputi persyaratan peruntukan lokasi dan intensitas bangunan
gedung, arsitektur bangunan gedung, dan persyaratan pengendalian dampak lingkungan
sesuai dengan yang telah ditetapkan dan diterima dengan baik oleh Kuasa Pengguna
Anggaran.

2) Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan :


Persyaratan arsitektur dan lingkungan dengan menjamin terwujudnya bangunan gedung
yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan, dan
budaya daerah, sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik,
sosial dan budaya), terwujudnya tata ruang hijau yang memberikan kesimbangan dan
keserasian bangunan terhadap lingkungannya, serta menjamin bangunan gedung
dibangun dan dimanfaatkan dengana tidak menimbulkan dampak negatif bagi
lingkungan.

3) Persyaratan Struktur Bangunan


Struktur bangunan gedung harus memenuhi persyaratan keselamatan (safety) dan
kelayanan (serviceability) serta standar SNI konstruksi bangunan gedung, yang
dibuktikan dengan analisis struktur sesuai ketentuan. Spesifikasi teknis bangunan gedung
berupa struktur pondasi, struktur lantai, strukur kolom, struktur lantai, struktur beton
pracetak, basemen harus memenuhi ketentuan persyaratan teknis struktur bangunan
yang berlaku.

4) Persyaratan Bahan Bangunan


Bahan bangunan untuk bangunan gedung harus memenuhi standar SNI yang
disyaratkan, diupayakan menggunakan bahan bangunan setempat / produksi dalam
negeri, termasuk bahan bangunan sebagai bagian dari komponen bangunan system
fabrikasi. Bahan bangunan untuk bahan penutup lantai, bahan dinding, bahan langitlangit,
bahan penutup atap, bahan kosen/daun pintu/jendela, bahan struktur harus
memenuhi persyaratan teknis bangunan gedung.

5) Persyaratan Utilitas Bangunan


Utilitas yang bertersedia di luar dan di dalam bangunan gedung harus memenuhi standar
SNI yang dipersyaratkan. Spesifikasi teknis utilitas bangunan Gedung Negara yang harus
memenuhi ketentuan tersebut meliputi : utilitas air minum, utilitas pembuangan air kotor,
utilitas pembuangan limbah, pembuangan sampah, saluran air hujan, sarana pencegahan
dan penanggulangan bahaya kebakaran, utilitas instalasi listrik, penerangan dan
pencahayaan, penghawaan dan pengkondisian udara, sarana transportasi dalam
bangunan gedung, sarana komunikasi, system penangkal petir, instalasi gas, kebisingan
dan getaran, aksebilitas dan fasilitas bagi penyandang cacat yang berkebutuhan khusus.

6) persyaratan Sarana Penyelamatan


Setiap bangunan gedung harus dilengkapi dengan sarana penyelamatan dari bencana
atau keadaan darurat, serta harus memenuhi persyaratan standar sarana penyelamatan
bangunan sesuai standar SNI yang dipersyaratkan. Spesifikasi teknis sarana
penyelamatan bangunan yang harus memenuhi persyaratan teknis tersebut seperti :
tangga darurat, pintu darurat, pencahayaan darurat,dan tanda penunjuk arah EXIT,
koridor / selasar, Sistem peringatan bahaya, dan fasilitas penyelamatan yang harus
disediakan.
c. Kriteria Khusus
Selain kriteria umum bangunan tersebut mencakup juga kriteria khusus yang
dimaksudkan
untuk memberikan syarat-syarat khusus, spesifik berkaitan dengan bangunan gedung
yang
akan direncanakan, baik dari segi fungsi khusus bangunan, maupun segi teknis lainnya,
misalnya : dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan atau, kesatuan
perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada di sekitar, seperti dalam rangka
implementasi penataan bangunan dan lingkungan. Juga termasuk krtiteria khusus yaitu
berupoa solusi dan batasan-batasan kontekstual seperti faktor sosial budaya setempat,
geografi, topografi klimatologi dan sebagainya yang harus direspons oleh konsultan
perencana .

9. STUDI – STUDI TERDAHULU


Dalam rangka melaksanakan pekerjaan ini konsultan dapat menggunakan studi yang
sudah ada:
a. RTBL Kawasan (jika ada)
b. Masterplan kawasan (jika ada)
c. Bahan informasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan
diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut :
1) Informasi tentang lahan, meliputi :
a) kondisi fisik lokasi seperti : luasan, batas-batas, dan topografi,
b) kondisi tanah (hasil soil test bila bangunan lebih dari 1 lantai)
c) keadaan air tanah
d) peruntukan tanah
e) koefisien dasar bangunan
f) koefisien lantai bangunan
g) perincian penggunaan lahan, perkerasan, penghijauan dan lain-lain
2) Pemakai Bangunan :
a) Struktur organisasi
b) Jumlah personil-personil sekarang dan proyeksi pengembangan untuk 5 tahun
mendatang
c) Kegiatan utama, penunjang, pelengkap
d) perlengkapan/peralatan khusus, jenis, berat, dan dimensinya
3) Kebutuhan Bangunan :
a) Program ruang
b) Keinginan tentang organisasi
4) Keinginan tentang ruang-ruang tertentu, baik yang berhubungan dengan pemakai atau
perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut adalah Kantor.
5) Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruang / bangunan.
6) Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan seperti :
a) Air bersih
• Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang)
• Sumber air dan kapasitasnya
• Jaringan air dan kapasitasnya
b) Air hujan dan air buangan ;
• Letak saluran kota
• Cara pembuangan keluar tapak air kotor dan sampah

c) Air kotor dan sampah


d) Tata udara / A.C. (bila dipersyaratkan)
• Beban (Ton ref)
• Pembagian beban
• Sistem yang diinginkan
e) Transportasi vertikal dalam bangunan (bila dipersyaratkan)
• Type dan kapasitas yang akan dipilih
• Interval dan waktu tunggu (Waiting Time)
• Penggunaan Escalator dan Conveyor
f) Penanggulangan bahaya kebakaran (bila dipersyaratkan)
• Kebutuhan (sekarang dan mendatang)
• Fire Alarm (jenis)
• Peralatan Pemadam Kebakaran (jenis, kemampuan)
g) Pengamanan dari bahaya pencurian dan perusakan (bila dipersyaratkan)
• Alarm (jenis, type)
• Sistem yang dipilih
h) listrik
• Kebutuhan daya
• Sumber daya dan spesifikasinya
• Cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas, dan spesifikasi)
i) Jaringan komunikasi (telepon, telex, radio, intercom)
• Kebutuhan jumlah titik pembicaraan
• Sistem yang dipilih
j) Dan lain-lain sesuai keperluannya

10. REFERENSI HUKUM


Kegiatan Perencanaan Teknis yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana
sebagaimana dimaksud dalam kerangka acuan penugasan harus memperhatikan kriteria
umum penataan bangunan dan lingkungan disesuaikan berdasarkan fungsi dan
kompleksitas bangunan. Persyaratan umum kegiatan perencanaan teknis bangunan
gedung
mengikuti ketentuan persyaratan teknis bangunan gedung negara /daerah yang diatur
dalam :
• Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung ;
• Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan pelaksanaan
Undangundang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung ;
• Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 10/KPTS/2000 tentang Ketentuan
Teknis Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan
Lingkungan ;
• Keputusan Menteri Negara Pekerjaan Umum Nomor 11/KPTS/2000 tentang Ketentuan
Teknis Manajemen Penanggulangan Kebakaran di Perkotaan ;
• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman
Persyaratan Teknis Bangunan Gedung ;
• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis
Aksebilitas dan Fasilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan ;
• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007 tentang Pedoman Umum
Penyusunan RTBL ;
• Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara.
• Peraturan daerah setempat tentang Bangunan Gedung ; serta
• Standar teknis dan pedoman teknis yang dipersyaratkan ( SNI , dsb.)

11. LINGKUP KEGIATAN


a. Uraian Tugas Pekerjaan Perencanaan Teknis

1) Persiapan Perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan yang


(termasuk melakukan pengukuran terhadap site, penyelidikan tanah), membuat
interpretasi secara garis besar terhadap KAK, dan konsultasi dengan pemerintah
daerahsetempat mengenai peraturan daerah/ perijinan bangunan.
2) Penyusunan Pra Rencana/konsepsi desain, termasuk program bangunan dan
lingkungan serta didetailkan ke dalam program ruang setiap bangunan yang
direncanakan serta rencana tapak, prarencana bangunan termasuk program dan
konsep ruang, perkiraan biaya, dan mengurus perijinan sampai mendapatkan
keterangan rencana kota, keterangan persyaratan bangunan dan lingkungan, dan IMB
Pendahuluan dari Pemerintahan Daerah Setempat.

3) Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat :


a) Rencana arsitektur, beserta uraian konsep dan visualisasi yang mudah dimengerti
oleh pemberi tugas.
b) Rencana struktur, beserta uraian konsep dan perhitungannya, soil test dan
perencanaan pondasi.
c) Rencana utilitas, beserta uraian konsep dan perhitungannya, meliputi system tata
udara, tata cahaya, tata listrik, termasuk genset, plumbing, air bersih, system
pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, pencegahan rayab dll.
d) Membuat garis besar sppesifikasi teknis yang menjelaskan jenis, tipe dan
karakteristik material/bahan yang digunakan.
e) Perkiraan Anggaran Biaya

4) Penyusunan Rencana Detail antara lain membuat :


a) Gambar-gambar pelaksanaan detail arsitektur, detail struktur, detail utilitas dan
detail landscape yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujuiRencana
Kerja dan Syarat-syarat (RKS/spesifikasi)
b) Rencana Anggaran Biaya (RAB/Estimasi biaya)
c) Rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya pekerjaan
konstruksi. (BQ/Bill of Quantity).
d) Perhitungan struktur konstruksi
e) Laporan Akhir Perencanaan meliputi laporan penyelenggaraan perencanaan teknis
secara lengkap digandakan sebanyak 5 (lima) eksemplar.

5) Mengadakan persiapan pelelangan konstruksi, seperti membantu Kuasa Pengguna


Anggaran di dalam menyusun dokumen pelelangan dan membantu panitia pelelangan
menyusun program dan pelaksanaan pelelangan konstruksi.

6) Membantu panitia pelelangan konstruksi pada waktu penjelasan pekerjaan,


termasuk menyusun Berita Acara penjelasan pekerjaan, evaluasi penawaran,
menyusun kembali dokumen pelelangan, dan melaksanakan tugas-tugas yang sama
apabila terjadi lelang ulang.
7) Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan dengan
melaksanakan kegiatan seperti :
a) Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada
perubahan.
b) Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan perencanaan yang timbul
selama masa pelaksanaan konstruksi
c) Memberikan saran-saran, pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan
bahan.
d) Membuat Laporan Akhir Pengawasan Berkala.

8) Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan perawatannya


termasuk
petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikal-elektrikal
bangunan bila ada dan diperlukan.
b. Program Kerja
1) Sebelum melaksanakan pekerjaan Perencanaan Teknis, Konsultan Perencana harus
segera menyusun program kerja minimal mepiliti :
a) Program kerja berupa jadwal kegiatan secara terperinci, baik jadwal induk (Master
Schedule) maupun jadwal terinci.

b) Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin, keahlian dan jumlahnya),


c) Tenaga-tenaga yang diusulkan Konsultan Perencana harus mendapat persetujuan
dari Kuasa Pengguna Anggaran.
d) Uraian konsepsi penanganan pekerjaan Konsultan Perencana.
2) Setelah keempat hal diatas mendapat persetujuan dari Kuasa Pengguna Anggaran
maka
hal ini akan menjadi pedoman penugasan pekerjaan perencanaan bagi Konsultan
Perencana
3) Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Kuasa
Pengguna Anggaran, setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana
di hadapan Pengguna Jasa.

12. KELUARAN
Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan Kerja ini
lebih lanjut akan diatur dalam surat perjanjian, minimal meliputi sebagai berikut :
a. Tahap Konsep Rencana Teknis
1) Konsep penyiapan teknis, termsuk konsep organisasi, jumlah dan kualifikasi tim
perencana, metoda pelaksanaan, dan tanggung jawab waktu perencanaan.
2) Konsep skematik rencana teknis, termasuk program ruang, organisasi hubungan ruang,
3) Laporan data dan informasi lapangan, termasuk penyelidikan tanah sederhana (bila
diperlukan/untuk bangunan lebih dari 2 lantai), keterangan rencana kota , dll.

b. Tahap Pra-Rencana Teknis


1) Gambar-gambar rencana tapak
2) Gambar-gambar pra-rencana bangunan
3) Perkiraan biaya pembangunan
4) Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS)
5) Hasil konsultasi rencana dengan Pemda setempat
6) Gambar persepektif
7) Laporan hasil kegiatan Perencanaan

c. Tahap Pengembangan Rencana


1) Gambar pengembangan rencana arsitektur, struktur utilitas
2) Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan
3) Draft Rencana anggaran biaya
4) Draft rencana kerja Dan Syarat-syarat (RKS)

d. Tahap Rencana Detail


1) Gambar rencana teknis bangunan lengkap
2) Rencana kerja Dan Syarat-syarat (RKS)
3) Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ)
4) Rencana Anggaran Biaya (RAB)
5) Laporan Perencanaan Arsitektur, struktur, utilitas lengkap dengan perhitunganperhitungan
yang diperlukan.

e. Tahap Pelelangan
1) Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan
2) Laporan bantuan teknis dan administratif pada waktu pelelangan

f. Tahap Pengawasan Berkala


1) Laporan pengawasan berkala
2) Dokumen petunjuk penggunaan, pemeliharaan, dan perawatan peralatan /perlengkapan
/bangunan ( bila ada )
13. PERALATAN MATERIAL, PERSONIL DAN FASILITAS DARI PEJABAT
PEMBUAT KOMITMEN
Data dan fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat digunakan dan harus
dipelihara oleh penyedia jasa :
a. Laporan dan Data, merupakan kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu

b. Akomodasi dan Ruangan Kantor, harus disediakan oleh penyedia jasa sendiri dengan cara
sewa.
c. Staf Pengawas/Pendamping (Pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya
yang bertindak sebagai pengawas atau pendamping (counterpart), atau project officer (PO)
dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi)
d. Fasilitas yang disediakan oleh pengguna jasa yang dapat digunakan oleh penyedia jasa
(jika ada)

14. PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA


Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
(barang-barang yang harus disediakan oleh penyedia jasa dan harus dengan cara sewa)

15. LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA JASA


Penyedia jasa mempunyai hak dan kewenangan meliputi :
a. Membuat suatu desain perencanaan yang sesuai dengan standard Nasional Indonesia dan
aturan teknis yang berlaku.
b. Melakukan inovasi dan improvisasi terhadap kebutuhan funsional bangunan sepanjang
memenuhi kaidah dan pendanaan yang tersedia.
c. Memanfaatkan fasilitas yang disediakan maupun yang terdapat dalam biaya non personil
RAB.
d. Mendapatkan informasi dan konsultasi teknis dari pengguna jasa.
e. Mendapatkan suatu kontrak yang sesuai dengan peratuan yang berlaku.

16. JANGKA WAKTU PENYELESAIAN KEGIATAN


Pekerjaan sebagaimana diuraikan dalam lingkup pekerjaan diatas Perencanaan harus diselesaikan
seluruhnya dalam waktu 60 (enam puluh) hari kalender atau waktu yang ditetapkan
sesuai dengan hasil rapat penjelasan pekerjaan terhitung sejak diterbitkannya SPMK.
17. PERSONIL
Untuk melaksanakan tujuannya, Konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang
memenuhi ketentuan kegiatan, baik ditinjau dari segi kelengkapan (besar) kegiatan maupun
tingkat kompleksitas pekerjaan. Tenaga-tenaga ahli yang dibutuhkan dalam kegiatan
perencanaan minimal terdiri dari : (kualifikasi masing-masing tenaga ahli disesuaikan
berdasarkan
kebutuhan / kompleksitas kegiatan /pekerjaan ).
Mengingat kompleksitas gedung yang dirancang, konsultan diminta untuk menyediakan tenaga
ahli profesional yang kompeten dibidangnya masing-masing dan telah mempunyai pengalaman
yang tinggi sehingga dapat menjamin pelaksanaan yang baik. Tenaga ahli tersebut meliputi :
pengalaman dari masing-masing personil seperti yang diuraikan dibawah ini merupakan batasan
yang diharapkan. Akan lebih diutamakan bagi personil dengan kualifikasi lebih tinggi serta
mempunyai banyak pengalaman dalam melakukan pekerjaan sejenis.

a. Pemimpin Tim (Team Leader)


Yang bertindak sebagai koordinator dalam pelaksanaan jasa konsultasi yang dimaksud dan
bertanggung jawab penuh terhadap ketetapan waktu pelaksanaan dan kualitas pekerjaan
sesuai dengan arahan yang ditetapkan. Team Leader adalah seorang Ahli Teknik Bangunan
Gedung (Madya) berpendidikan sarjana S2 Teknik Sipil berpengalaman 5 (lima) tahun pada
bidangnya yang dibuktikan dengan suratn referensi yang sah dari pengguna kontrak sebelumnya
serta melampirkan foto copy SKA dan NPWP.

b. Ahli Struktur (Structure Engineer)

Yang bertindak untuk memberikan keluaran, perhitungan konstruksi bangunan gedung dan
menetapkan pilihan yang paling optimal. Ahli struktur adalah seorang Sarjana Ahli Struktur
lulusan S1 Teknik Sipil berpengalaman 4 (empat) tahun pada bidangnya, yaitu Ahli Teknik
Sipil Struktur Bangunan Gedung untuk teknik pondasi dan upper structureyang dibuktikan
dengan surat referensi yang sah dari pengguna kontrak sebelumnya serta melampirkan foto
copy SKA dan NPWP.

c. Ahli Arsitektur (Architect Engineer)


Yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap Desain bentuk, model dan posisi bangunan
(lay out) dan Memberikan keluaran terhadap tata ruang bangunan. Ahli Arsitektur terdiri dari
1 orang Sarjana Ahli Arsitektur lulusan S1 Teknik Arsitektur berpengalaman 4 (empat) tahun
di bidangnyayang dibuktikan dengan surat referensi yang sah dari pengguna kontrak
sebelumnya serta melampirkan foto copy SKA dan NPWP.
d. Ahli Geodesi (Geodesi Engineer)
Yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap Survey Topografi. Ahli Geodesi terdiri dari
1 orang Sarjana Ahli Geodesi lulusan S1 Teknik Geodesi berpengalaman 2 (dua) tahun
di bidangnyayang dibuktikan dengan surat referensi yang sah dari pengguna kontrak
sebelumnya serta melampirkan foto copy SKA dan NPWP.

e. Ahli Mekanikal Elektrikal (Mekanikal Electrical Engineer)


Bertindak sebagai perencana jaringan elektrikal dan ketenagaan serta instalasi listrik dan
telepon termasuk teknik penerangan yang dibutuhkan pada bangunan/lay-out bangunan
tersebut. Ahli Mekanikal/Elektrikal adalah seorang Sarjana Ahli Elektrikal/Mekanikal S1 Teknik
Elektro/Teknik Mesin berpengalaman 4 (empat) tahun pada bidangnyayang dibuktikan
dengan surat referensi yang sah dari pengguna kontrak sebelumnya serta melampirkan foto
copy SKA dan NPWP.

f. Ahli Cost Estimate


Bertindak sebagai Ahli Cost Estimate dimaksud adalah 1 orang Sarjana Ahli Teknik Sipil.
berpengalaman 4 (empat) tahun pada bidangnyayang dibuktikan dengan surat referensi yang
sah dari pengguna kontrak sebelumnya serta melampirkan foto copy SKA dan NPWP.

h. Supporting Staff
1. Sekretaris
2. Drafter
3. Estimator
4. Surveyor

18. JADUAL TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN


Tahapan waktu dan kegiatannya diuraikan sebagai berikut :
a. Tahapan kegiatan persiapan, survey perencanaan dapat diselesaikan pada bulan pertama.
b. Tahapan kegiatan konsep rancangan yang disusun dalam Laporan Pendahuluan dapat
diselesaikan dan dipaparan pada bulan kedua.
c. Tahapan kegiatan pengembangan rencana diselesaikan dan dipaparkan pada bulan empat.
d. Tahapan kegiatan rancangan gambar detail dan penyusuna RKS & RAB dapat diselesaikan di
bulan kelima.

19. LAPORAN PENDAHULUAN


Laporan Pendahuluan memuat laporan kegiatan tahap konsep rencana teknis sebagaimana
terurai diatas dan sudah disampaikan dan dipresentasikan sesuai jadual tahapan kegiatan.
Laporan dibuat dalam rangkap 5 (lima) termasuk foto-foto di lapangan dan jilid dalam bentuk
buku.
20. LAPORAN ANTARA
Laporan Antara merupakan laporan kegiatan tahap Pra-rencana teknis sebagaimana terurai
diatas dan sudah disampaikan dan dipresentasikan sesuai jadual tahapan kegiatan.
Laporan dibuat dalam rangkap 5 (lima) termasuk foto-foto dan jilid dalam bentuk buku.

21. LAPORAN AKHIR

Laporan Akhir merupakan laporan kegiatan tahap Rencana Detail dan tahap Pelelangan
sebagaimana terurai diatas dan sudah disampaikan dan dipresentasikan sesuai jadual tahapan
kegiatan.
Laporan dibuat dalam rangkap 5 (lima) termasuk foto-foto dokumentasi dan jilid dalam bentuk
buku. Khususnya gambar perencanaan disertai pula dengan gambar dalam wujud Compact Disc
(CD).

22. BENTUK PRESENTASI GAMBAR


Dokumen gambar dibuat dalam ukuran kertas gambar :
• Gambar Pra Rencana ukuran A3 skala 1 : 200.
• Gambar Kerja (Rencana Detail) ukuran A3 skala 1 : 50 s/d 1 : 100.
• Gambar detail ukuran A3 skala 1 : 5 s/d 1 : 20.
Bahan Serahan (Laporan) harus diserahkan sesuai jadual pentahapan kegiatan.

23. PRODUKSI DALAM NEGERI


Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di wilayah Negera
Republik Indonesia, kecuali ditetapkan lain dalam KAK dengan pertimbangan keterbatasan
kompetensi dalam negeri, hal ini dilakukan sebagai pemberdayaan.
Adapun ketentuan sebagai berikut :
b. Penyedia berkewajiban untuk menyampaikan penawaran yang mengutamakan jasa
konsultansi yang dilaksanakan di Indonesia oleh tenaga ahli dalam negeri.
c. Dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi dimungkinkan menggunakan komponen
berupa tenaga ahli dan perangkat lunak yang berasal dari luar negeri (impor) dengan
ketentuan sesuai peraturan yang berlaku.

24. PERSYARATAN KERJASAMA

Kerjasama dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut :


a. Kerjasama usaha antar penyedia yang masing-masing pihak mempunyai hak, kewajiban dan
tanggu ng jawab yang jelas berdasarkan perjanjian tertulis.
b. Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub penyedia harus diatur dalam kontrak dan
disetujui terlebih dahulu oleh pengguna.
c. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagian pekerjan yang dikerjakan oleh sub penyedia.
d. Ketentuan-ketentuan dalam kerjasama dengan sub penyedia harus mengacu kepada harga
yang tercantum dalam kontrak serta menganut prinsip kesetaraan.

25. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN

Konsultan perencana membuat pendekatan dan metode perencanaan teknis yang sesuai dengan
peraturan / persyaratan yang berlaku dalam menyusun atau merancang suatu gedung, mencari
informasi yang diperlukan melalui literatur-literatur dan instansi terkait terutama untuk
pekerjaan Perencanaan Teknis Gedung Kantor / Lembaga / Badan Pemerintah Provinsi
Kalimantan Selatan di Banjarbaru sehingga dapat menemukan dan menerapkan metode
perencanana teknis yang paling sesuai untuk kegiatan pekerjaan dimaksud dengan jelas, logis
dan realistis untuk mencapai maksud dan tujuan kegiatan.

26. ALIH PENGETAHUAN

Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka penyedia jasa harus mengadakan pelatihan,
kursus singkat, diskusi yang terkait dengan subtansi pelaksanaan pekerjaan dalam rangka alih
pengetahuan kepada staf pengelola kegiatan.

27. PENUTUP
a. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima, maka calon konsultan hendaknya
memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang
dibutuhkan.
b. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk di
bahas dengan KPA.

DIBUAT DI : Rantau

TANGGAL : Januari 2018

PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN

HENRY SETIAWAN, SH. MH.

NIP. 19701020 199603 1 002