Anda di halaman 1dari 4

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI

NOMOR 41/SK/II/RSIM/SK/2015

TE NTAN G

PEMBERLAKUAN PANDUAN PRAKTEK KLINIS


DI RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI

DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI

Menimbang : a. Sehubungan dengan pelaksanaan Akreditasi Nasional (KARS versi 2012)


dan upaya peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakit Islam
Malahayati, maka perlu dibuat kebijakan tentang Panduan Praktek Klinis.
b. Sehubungan dengan butir (a) maka perlu dibuat Surat Keputusan
Direktur Rumah Sakit Islam Malahayati Medan.

Mengingat : 1. Undang – undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang – undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
3. Peraturan Menteri Kesehatan No. 269/Menkes/Per/III/2008 tentang
Rekam Medis;
4. Peraturan Menteri Kesehatan No. 512/MENKES/PER/IV/2007 tentang
Izin Praktik dan Pelaksanaan Praktik Kedokteran
5. Peraturan Menteri Kesehatan No.1691 tahun 2011 tentang Keselamatan
Pasien Rumah Sakit
6. Peraturan Menteri Kesehatan No. 012 Tahun 2012 tentang Akreditasi
Rumah Sakit.
7. Peraturan Menteri Kesehatan No.56 thn 2014 tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah sakit.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI


TENTANG PEMBERLAKUAN PANDUAN PRAKTEK KLINIS

Kesatu : Panduan Praktek Klinis seperti tersebut dalam lampiran keputusan ini.

Kedua : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan akan
diadakan perubahan bila terdapat kesalahan dikemudian hari.

Ditetapkan di Medan
Pada Tanggal : 14 Februari 2015
RUMAH SAKIT ISLAM MALAHAYATI

dr. Mohammad Fahdhy, Sp.OG, MSc


Direktur
Lampiran :
Keputusan Direktur RS Islam Malahayati
Nomor : 41/SK/II/RSIM/2015
Tanggal : 14 Februari 2015

Kebijakan Tentang Pemulangan Pasien di Rumah Sakit Islam Malahayati

1. Kriteria pasien siap untuk dipulangkan :


 Tanda-tanda vital stabil,
 Hemodinamik stabil,
 Hasil laboratorium masih dalam batas yang dapat ditoleransi,
 Nyeri dapat terkontrol dengan baik atau nyeri hilang,
 Fungsi eliminasi (BAK dan BAB) adekuat,
 Terapi medikamentosa saat di rumah tersedia,
 Asuhan 24 jam keperawatan tidak diperlukan lagi,
 Visite dan konsultasi dokter spesialis on site tidak diperlukan lagi,
 Selesai pengobatan.
2. Kriteria Pemulangan Pasien yang Membutuhkan Dukungan Kompleks :
 Pasien yang berusia ≥ 65 tahun
 Tinggal sendirian tanpa dukungan sosial secara langsung
 Stroke, serangan jantung, PPOK, gagal jantung kongestif, empisema, demensia,
alzeimer, AIDS, atau penyakit yang berpotensi mengancam nyawa lainnya
 Pasien yang berasal dari panti jompo
 Tunawisma
 Dirawat kembali dalam 30 hari
 Percobaan bunuh diri
 Pasien tidak dikenal/ tidak ada identitas
 Korban dari kasus kriminal
 Trauma multiple
 Tidak bekerja/ tidak ada asuransi
3. Resume medis ini harus segera ditulis dan dibuat setelah pasien selesai dalam perawatan
oleh dokter dari rumah sakit atau setelah dokter DPJP menyatakan pasien sudah dapat
dipulangkan besok/beberapa hari lagi. Pemeriksaan pasien akan terlihat secara lengkap
namun ringkas dalam resume medis dan dapat digunakan kembali untuk pengobatan atau
kontrol kembali dimanapun pasien kembali berobat.
4. Resume medis mencakup :
- Alasan masuk rumah sakit, diagnosis dan penyakit penyerta.
- Temuan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang penting.
- Prosedur diagnostik dan terapeutik yang sudah diberikan.
- Medikamentosa termasuk obat-obatan untuk diminum di rumah.
- Status/kondisi pasien saat pulang (sembuh, belum sembuh, meninggal, pulang atas
permintaan pasien).
- Instruksi follow up/ tindak lanjut/kontrol.
5. Resume medis diisi dengan lengkap dan jelas oleh dokter, dokter gigi, maupun dokter
spesialis yang memberikan pelayanan terhadap pasien tersebut yaitu DPJP (Dokter
Penanggung Jawab Pelayanan) sebelum pasien pulang.
6. Salinan resume medis harus diberikan kepada pasien saat pasien pulang yang diberikan oleh
individu yang berwenang (dokter atau perawat) sehingga jika perlu pasien dapat melanjutkan
perawatannya.