Anda di halaman 1dari 5

Amerika Melalui Central Intelegence Agency (CIA)

Amerika “gatal” melihat perkembangan PKI di Indonesia. Sebagai “Macan


Asia”, berkuasanya komunis di Indonesia bisa menimbulkan efek domino
terhadap negara-negara lain di Asia Tenggara. Jika hal ini terjadi maka
berarti kiamat bagi Amerika. Hal ini sebenarnya telah disinyalir oleh Bung
karno yang dismpaikan dalam pidato Nawaksara (1967) yang menyebut
adanya “subversi Nekolim”. Versi ini pada intinya menyatakan bahwa
Amerika membujuk TNI AD untuk mengambil kekuasaan dari tangan
Soekarno yang pro-komunis dengan membentuk Dewan Jenderal. Isu
mengenai Dewan Jenderal-yang sebenarnya belum terbentuk karena TNI
AD masih menunggu saat yang tepat-ini membuat PKI khawatir sehingga
timbulah tindakan untuk mencegah perebutan kekuasaan oleh TNI AD
dengan cara menculik 7 perwira tinggi AD. Tindakan penculikan yang
kemudian dihembuskan sebagai tindakan pemberontakan inilah yang
kemudian dijadikan dasar tentara-atau Soeharto-untuk membubarkan PKI
dan memburu kader-kadernya sampai habis.

Versi dalang G 30 S adalah Soeharto dibantu CIA

Versi ini menyebutkan bahwa CIA berada di balik terjadinya peristiwa G 30 S PKI, Peristiwa 65 adalah
merupakan kudeta (makar) yang dilakukan oleh Jenderal Soeharto dengan disponsori secara aktif oleh Amerika
Serikat, Inggris, Australia (Blok Barat) untuk menyingkirkan Presiden Soekarno dan pengikut-pengikutnya dengan diikuti
peristiwa pelanggaran HAM berat berupa penangkapan, penahanan, penyiksaan, pembunuhan (penghilangan paksa),
dan mendiskriminasi mereka termasuk keturunannya.

Pihak barat berkepentingan dalam peristiwa ini untuk membendung paham komunis, yang ditakutkan akan
berkembang di indonesia, kebetulaan saat itu pemerintah di pegang oleh Soekarno yang disokong oleh PKI. Beberapa
peristiwa yang terjadi sebelum meletusnya G 30 S antara lain sebagai berikut :

 Pada bulan April 1962 ketika Presiden Kenedy bertemu dengan PM Inggris Harold McMillan keduanya sepakat
tentang kehendak untuk melikuidasi Soekarno pada saatnya yang tepat, untuk itu dinas intelejen (CIA dan
MI6) bekerja sama saling isi-mengisi untuk merealisasikannya.

 Dalam bulan Desember 1964 seorang Duta Besar Pakistan di Eropa melaporkan kepada Menlu Zulfikar Ali
Bhuto tentang hasil percakapannya dengan seorang perwira intelijen Belanda yang bertugas di NATO yang
menginformasikan sejumlah dinas intelijen Barat sedang menyusun suatu skenario akan terjadinya kudeta
militer yang terlalu dini yang dirancang untuk gagal, dengan begitu terbukalah secara legal bagi AD Indonesia
untuk menghancurkan kaum komunis dan menjadikan Bung Karno sebagai tawanan Angkatan
Darat. Indonesia akan jatuh ke pangkuan Barat laksanan sebuah apel busuk. Hal senada pun telah dilaporkan
oleh wartawan Der Spiegel bernama Godian Troeller bahwa akan terjadi perebutan kekuasaan oleh militer
dalam waktu dekat.

 Dalam bulan April 1965 Elswort Bunker utusan khusus Presiden AS Johnson menghabiskan waktu 15 hari di
Indonesia guna melakukan evaluasi AS paling tidak menghadapi 6 pilihan untuk membuat perhitungan
terhadap Indonesia dan Presiden Soekarno
 Kira-kira seminggu sebelum meletus G30S seluruh tenaga ahli perusahaan Westinghouse (AS) ditarik dari
proyek PLTU Tanjung Perak Surabaya tanpa alasan yang jelas dan digantikan dengan tenaga dari Jepang,
karena pemerintah AS telah mengetahui akan terjadinya G30S.

 Pada tanggal 23 April 1965 Dubes AS di Jakarta Jones membuat laporan rahasia kepada Wakil Menlu AS
Urusan Timur Jauh William Burdy yang juga tokoh CIA tentang rancangan kudeta di Indonesia yang
disampaikan secara pribadi dan langsung kepadanya. Kemudian dalam telegram No.1879 tanggal 24 Mei
1965 dari Bangkok Jones melaporkan bahwa rencana tersebut tertunda karena para penggerak tidak dapat
bekerja lebih cepat lagi. Jadi rencana kudeta terhadap Bung Karno itu memang ada dan dikendalikan oleh
pihak nekolim.

 Pada tanggal 30 September 1965 malam Aidit diculik oleh militer yang berseragam Cakrabirawa dan tidak
dikenalnya dengan dalih dipanggil ke istana, namun ternyata dibawa ke Halim dan diisolasi di rumah Serda
Suwardi, hanya bisa berhubungan dengan Central Komando I di Penas melalui kurir yaitu
SyamKamaruzaman sendiri, sehingga praktis dia tidak bisa apa-apa semuanya tergantung Syam intel AD dan
CIA yang berhasil menyusup ke tubuh PKI untuk menghancurkan PKI.

 Tidak ada anggota PKI yang berada dalam pasukan G30S, melainkan hanya Syam Kamaruzaman sendiri.

 Tanggal 30 September 1965 malam kira-kira jam 22.00 Kolonel Latief telah melaporkan tentang rencana G30S
kepada Jenderal Soeharto di Rumah Sakit Gatot Subroto. Pasukan yang digunakan dalam G30S didatangkan
ke Jakarta dan bergerak ke Lubang Buaya atas perintah Kostrad.

 Naskah pengumuman tentang G30S disiapkan oleh Syam dan ditandatangani oleh Untung dan Brigjen Suparjo
yang menyatakan penyelamatan Presiden Soekarno dari kudeta Dewan Jenderal. Naskah pengumuman II
dan naskah-naskah lain dibuat Syam namun tidak diteken oleh Untung meski namanya disebutkan jadi tidak
sah dan nama Letkol Untung telah dicatut oleh Syam. Justru pengumuman ke-2 ini yang isinya bertentangan
180 derajat dengan pengumuman I yaitu mendemisionerkan kabinet Dwikora, kekuasaan berpindah kepada
Dewan Revolusi, kenaikan pangkat bagi pelaksana gerakan. Isi pengumuman ini sungguh telah memojokkan
G30S dan kemudian digunakan alasan untuk menghancurkannya.

 Pembunuhan para jenderal tahanan G30S baik di Jakarta maupun Yogyakarta dilakukan sendiri oleh pasukan
yang terlibat G30S.

 tidak ada penyiksaan, pencungkilan mata, maupun penyiletan kemaluan jenderal oleh Gerwani maupun anggota
Pemuda Rakyat, ini sesuai dengan visum et repertum dari tim dokter yang mengautopsi (bedah mayat) para
jenderal yaitu tim dokter yang diketuai oleh Brigjen TNI Dr. Rubiono Kertapati dengan visum et repertum
nomor 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109 (untuk tujuh korban) yang menyatakan tidak ada bekas penyiksaan
dalam tubuh korban seperti penyiksaan, pencungkilan mata, dan sebagainya. Hal itu juga dinyatakan oleh
Presiden Soekarno dalam pidato pada HUT LKBN Antara tanggal 12 Desember 1965 dan pembukaan
Konferensi Gubernur Seluruh Indonesia tanggal 13 Desember 1965.

 Pada saat gerakan yaitu tanggal 30 September 1965 maupun 1 Oktober 1965, Lubang Buaya menjadi tempat
latihan sukarelawan pengganyangan Malaysia ini sedang kosong karena Sukwan dicutikan oleh Komodor
Udara Dewanto.

 D.N. Aidit diambil dari tempat isolasinya di rumah Sersan Suwardi di Halim selanjutnya dipaksa oleh Syam untuk
terbang ke Yogyakarta untuk akhirnya jatuh dalam kekuasaan agen intel AD tamatan sekolah intel AD di
Bogor bernama Sriharto Harjomiguno yang telah menyusup dalam Biro Khusus PKI. Awal November 1965
Aidit ditangkap dan dieksekusi oleh Kolonel Yassir Hadibroto atas perintah Soeharto.

 Baik pada saat gerakan tanggal 1 Oktober 1965 maupun sesudahnya tidak ada satupun dari pemerintahan, baik
pemerintah Pusat, pemerintah Daerah Tingkat I, Tingkat II maupun sampai Tingkat Kelurahan yang dipaksa
turun oleh orang PKI untuk diganti dengan orang-orangnya.
 Tidak ada gerakan massa PKI dimana pun yang dikerahkan guna mendukung atau membantu G30S.

 Pada tanggal 1 Oktober 1965 malam hari RRI diambil alih oleh pasukan RPKAD (Kostrad) tanpa terjadi tembak
menembak (damai) dan pasukan yang tadinya menguasai RRI (Yon 530) bergabung ke Kostrad kembali
kepada induk kesatuan yang memerintahkannya.

 Jadi memang G30S ini dirancang oleh arsiteknya yaitu Mayjen TNI Soeharto untuk membunuh saingan-
saingannya, untuk kemudian gagal, sehingga momen tersebut dapat dipakai dalih untuk menghancurkan PKI
dan menggusur Bung Karno.

 Pada tanggal 2 Oktober 1965 Soeharto didampingi oleh Yuga Sogama dan anggota kelompok bayangannya
mendatangi Bung Karno di Istana Bogor meminta agar Bung Karno memberikan kuasa kepada Soeharto
untuk memulihkan keamanan. Surat kuasa tersebut merupakan surat kuasa pertama yang mengawali
kemenangan Soeharto dan cikal bakal terbentuknya Kopkamtib (kemudian berubah menjadi Bakorstanas),
yang merupakan alat palu godam rezim Soeharto untuk melibas siapa saja yang menentang kekuasaan rezim
Orde Baru Soeharto.

 Bahwa untuk menguasai dan membentuk pendapat umum, Jenderal Soeharto mulai pada tanggal 2 Oktober
sampai tanggal 10 Oktober 1965 melakukan pembredelan (larangan terbit) tanpa hak kepada semua surat
kabar kecuali harian Berita Yudha dan Angkatan Bersenjata yang digunakan sebagai corong propaganda
mereka dan telah melansir dan membesar-besarkan berita bohong serta fitnah yang keji seolah-olah telah
terjadi penyiksaan, penyiletan kemaluan jenderal-jenderal yang diculik ke Lubang Buaya, dicungkil matanya
sambil melakukan pesta seks yang disebut “Pesta Harum Bangsa” oleh Pemuda Rakyat dan Gerwani.

 Akibat fitnah dan berita bohong ini telah menyulut rasa antipati dan histeria massa untuk menghukum orang
yang dicurigai sebagai PKI, dan dipakai landasan menfitnah bahwa orang PKI itu amoral, atheis, kafir dan
lain-lainnya yang jelek, sehingga perlakuan apa saja dianggap halal dan boleh diterapkan semaunya.

 Bahwa Bung Karno telah ditahan dan mengalami penyiksaan fisik dan psikisnya sampai beliau meninggal dunia.

 Bahwa PKI sebagai kekuatan politik besar yang menang secara demokratis telah secara sistematis dihancurkan
oleh kekuatan militer Angkatan Darat atas perintah Soeharto.

B. KESAKTIAN PANCASILA

Fakta sejarah yang hinga saat ini masih diperdebatkan mengenai peristiwa G 30 S PKI hendaknya tidak
mengubah rasa memiliki kita terhadap pancasila yang sudah jelas-jelas berperan sebagai simbol pemersatu bangsa.
Berbagai peristiwa yang pernah terjadi semenjak proklamasi 17 agustus 1945 hingga saat ini, yang pada akhirnya tidak
menggoyahkan pancasila sebagai dasar negara merupakan hal yang disebut sebagai kesaktian pancasila.

Kesaktian disini bukan diartikan pancasila secara aktif mampu melakukan sesuatu, melainkan pandangan serta
nilai-nilai yang terdapat dalam pancasila mampu ditranformasikan oleh komponen bangsa dalam berkehidupan
kebangsaan dan bernegara.

Peristiwa lubang buaya, yang merupakan puncak dari keganasan G 30 S PKI telah memakan korban putra-putra
terbaik bangsa, yakni Jend. TNI Anumerta Achmad Yani, Letjen. TNI Anumerta Suprapto, Letjen. TNI Anumerta S.
Parman, Letjen. TNI Anumerta M.T. Haryono, Mayjen. TNI Anumerta D.I. Panjaitan, Mayjen. TNI Anumerta Sutoyo S,
dan ditambah satu Perwira Pertama Kapten CZI TNI Anumerta Pierre Tendean. Kepada mereka dianugerahkan gelar
Pahlawan Revolusi. Dilokasi tersebut juga di bangun sebuah tugu untuk menghormati pahlawa-pahlawan tersebut,
Tugu tersebut dinamai Tugu Kesaktian Pancasila.

Meletusnya pemberontakan G 30 S PKI, sampai di bubarkan dan dilarangnya berkembang paham komunis di
indonesia, terbitnya Supersemar, hingga tumbangnya pemerintahan Presiden Soekarno merupakan tonggak berdirinya
pemerintahan baru yang di pimpin oleh presiden Soeharto yang disebut sebagai pemerintahan orde baru. Orde baru
berhasil memerintah indonesia selama 32 tahun lamanya sebelum di gantikan oleh gerakan reformasi.

Peristiwa 1 Oktober 1965 tersebut kemudian telah melahirkan suatu orde dalam sejarah pasca kemerdekaan
republik ini. Orde yang kemudian lebih dikenal dengan Orde Baru itu menetapkan tanggal 1 Oktober setiap tahunnya
sebagai hari Kesaktian Pancasila sekaligus sebagai hari libur nasional. Penetapan itu didasari oleh peristiwa yang
terjadi pada hari dan bulan itu, dimana telah terjadi suatu usaha perongrongan Pancasila, namun berhasil digagalkan.
Belakangan setelah orde baru jatuh dan digantikan oleh orde yang disebut Orde Reformasi, peringatan hari Kesaktian
Pancasila ini sepertinya mulai dilupakan. Terbukti tanggal 1 Oktober tersebut tidak lagi ditetapkan sebagai hari libur
nasional sebagaimana sebelumnya.

Selama masa pemerintahan orde baru setiap tanggal 1 Oktober selalu di adakan upacara peringatan hari
kesaktian pancasila, begitu juga pada masa pemerintahan berikutnya. Di masa Presiden Megawati Soekarnoputri
kepala negara tidak menghadiri upacara yang dipusatkan di Lubang Buaya. Pada masa pemerintahan presiden Susilo
Bambang Yudhoyono hari bersejarah yang diarayakan setiap tanggal 1 Otober ini dimaknai secara lebih luas. Jika pada
perayaan-perayaan sebelumnya Kesaktian Pancasila selalu dikaitkan dengan penumpasan Gerakan 30 September
Partai Komunis Indonesia (G-30-S/PKI), maka kali ini "sejarah" Kesaktian Pancasila dimaknai sejak proklamasi
kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agsutus 1945. Demikian versi baru upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila
yang berlangsung di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Selain pemaknaan yang baru atas
sejarah, hal baru lainnya adalah upacara kembali dipimpin oleh presiden Republik Indonesia serta disertai dengan
pembacaan naskah ikrar yang menyebutkan bahwa sejak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diproklamasi
pada 17 Agustus 1945 terjadi banyak rongrongan terhadap Pancasila dan NKRI baik yang datang dari dalam negeri
maupun luar negeri. Namun, bangsa Indonesia mampu mempertahankan Pancasila dan NKRI.

CIA
Central Intelligence Agency (CIA) adalah dinas rahasia pemerintah Amerika Serikat
(AS). CIA dibentuk tanggal 18 September 1947 dan tugas utamanya adalah
penyokong informasi terkait dengan keamanan negara. Perang Dingin antara Uni
Soviet dan AS yang saling berebut pengaruh, CIA digunakan untuk memperoleh
informasi tentang perkembangan pengaruh komunis dan salah satunya adalah
Indonesia.

Pengaruh komunis di Indonesia sangat mengkhawatirkan bagi AS karena Soekarno


yang merupakan tokoh besar mempunyai ajaran NASAKOM (Nasionalis, Agama,
dan Komunis). Soekarno sangat anti kapitalisme barat karena menganggap
kapitalisme itulah yang mengisap ekonomi suatu negara.

Kekhawatiran AS terhadap pengaruh komunis di Indonesia dilatar belakangi oleh


jatuhnya Cina ke tangan komunis. Pengaruh komunis merembet ke Vietnam, Laos,
Kamboja, dan Malaysia. Pada waktu itu Vietnam bangkit melawan Prancis (sekutu
AS) yang didukung Cina. Setelah Prancis kalah dari Vietnam, AS turun tangan
sendiri untuk mencegah supaya komunis tidak mendominasi, tetapi justru AS kalah
di Vietnam.

Setelah kekalahan itu, AS bersama sekutunya mulai mengfokuskan pengaruhnya ke


Indonesia. Alasannya karena AS mencemaskan Teori Domino, bahwa komunisme di
Indo-China (Vietnam-Kamboja) bisa bersambung dengan komunisme di Indonesia,
kemudian menciptakan poros Jakarta-Pyongyang-Beijing yang sangat ditakuti AS.
[1]Berawal dari sini bisa ditelusuri bagaimana peran yang dimainkan oleh AS untuk
merebut pengaruh komunisme di Indonesia. Salah satu tokoh sentral komunis di
Indonesia adalah Soekarno, maka penggulingan Soekarno adalah cara terbaik untuk
menang melawan pengaruh komunis bagi AS.

Supersemar

Sebagai akibat dari peristiwa Gestafu adalah situasi keamanan dan ekonomi
menjadi sangat buruk kemudian itu yang mendasari terjadinya aksi mahasiswa
menuntut Tritura (bubarkan PKI, bubarkan 100 menteri, dan turunkan harga).
[8] Tuntutan pembubaran PKI akibat dari timbulnya opini masyarakat bahwa PKI-lah
yang bertanggung jawab atas peristiwa Gestapu.

Mengatasi masalah keamanan yang semakin mengkhawatirkan Soekarno


menugaskan Soeharto dengan Supersemar. Namun, Soeharto menginterpretasikan
Supersemar ini menjadi sebuah “pelimpahan kekuasaan”. Hal ini terlihat dari
bagaimana Soeharto merespon Supersemar bersama MPRS membuat Kepres
1/3/1966 tentang pembubaran PKI dan pelarangan PKI di seluruh wilayah Indonesia.
Kepres ini ditandatangani oleh Soeharto yang mengatasnamakan Presiden
Soekarno, tentu hal ini menjadi janggal karena bagaimana mungkin seorang
Panglima AD dapat membuat Kepres.

Supersemar digunakan Soeharto sebagai pintu masuk untuk merebut kekuasaan


dari Soekarno yang sudah direncanakannya dengan matang. Pada 8 Maret 1967,
Sidang Istimewa MPRS yang berlangsung dengan punuh ketegangan dan
perdebatan alot menyepakati tentang nasib Soekarno. Antara lain disebutkan
ketidakmampuan Soekarno melaksanakan petanggungjawaban konstitusional,
disamping kegagalan mengimplemantasikan sentimen dan keputusan yang dibuat
MPRS. Selanjutnya, Soekarno digantikan oleh Soeharto selaku pejabat Presiden
Ripublik Indonesia.