Anda di halaman 1dari 10

BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian


4.1.1 Data Umum
4.1.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin pasien di Poliklinik BPJS


dan Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase


1 Laki-Laki 13 46%
2 Perempuan 15 54%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis


kelamin perempuan (54%).

4.1.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur

Tabel 2. Distribusi responden berdasarkan umur pasien di Poliklinik BPJS dan Lansia
Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

No Umur Frekuensi Persentase


1 < 30 tahun 5 18%
2 30-55 tahun 13 46%
3 >55 tahun 10 36%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden


berumur 30-55 tahun ( 46 % ) , responden berumur > 55 tahun ( 36 % ) dan sebagian
kecil terdapat responden yang berumur <30 tahun (18%).

26
4.1.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Agama

Tabel 3. Distribusi responden berdasarkan agama pasien di Poliklinik BPJS dan


Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

No Agama Frekuensi Persentase


1 Islam 21 75%
2 Katolik 1 4%
3 Kristen Protestan 5 17%
4 Hindu 0 0%
5 Buddha 1 4%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden beragama


islam (75%), responden beragama kristen protestan (17%), responden beragama
katolik dan buddha masing-masing (1%) dan tidak ada responden beragama hindu
(0%)

4.1.1.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

Tabel 4. Distribusi responden berdasarkan pendidikan pasien di Poliklinik BPJS dan


Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

No Pendidikan Frekuensi Persentase


1 Dasar (SD,SMP) 6 21%
Menengah (SMA,
2 20 71%
Sederajat)
Tinggi (Diploma,
3 2 8%
Sarjana)
Jumlah 28 100 %

27
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden
berpendidikan menengah (71%), dan sebagian lainnya berpendidikan dasar (21%) dan
sebagian kecil berpendidikan tinggi (8%).

4.1.1.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Menderita DM tipe 2

Tabel 5. Distribusi responden berdasarkan Lama Menderita DM tipe 2 di Poliklinik


BPJS dan Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan
Riau.

No Lama Menderita DM tipe 2 Frekuensi Persentase


1 < 1 Tahun 9 32%
2 1-5 Tahun 15 54%
3 > 5 Tahun 4 14%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden sudah


menderita DM tipe 2 1-5 Tahun (54%), sebagian lainnya menderita DM tipe 2 <1
Tahun (32%) dan sebagian kecil menderita DM tipe 2 > 5 Tahun (14%).

4.1.1.6 Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Kontrol Penyakit DM tipe 2


di Faskes

Tabel 6. Distribusi responden berdasarkan Frekuensi Kontrol Penyakit di Poliklinik


BPJS dan Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan
Riau.

No Frekuensi kontrol penyakit Frekuensi Persentase


DM tipe 2 di Faskes
1 < 3x Sebulan 13 46%
2 >3x Sebulan 15 54%
Jumlah 28 100%

28
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden kontrol
penyakit DM tipe 2 di Faskes >3x sebulan (54%).

4.1.1.7 Karakteristik Responden Berdasarkan Kondisi Medis Menderita Penyakit Lain

Tabel 7. Distribusi responden berdasarkan Kondisi Medis Menderita Penyakit Lain di


Poliklinik BPJS dan Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi
Kepulauan Riau.

No Menderita penyakit lain selain Frekuensi Persentase


DM tipe 2
1 Ya 20 71%
2 Tidak 8 29%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden menderita


penyakit lain selain DM tipe 2 (71%).

4.1.1.8 Karakteristik Responden Berdasarkan Pengetahuan

Tabel 8. Distribusi responden berdasarkan pengetahuan pasien tentang penyakit,


kepatuhan minum obat dan pola makan DM tipe 2 sebelum edukasi di Poliklinik
BPJS dan Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan
Riau.

No Pengetahuan Frekuensi Persentase


1 Baik 2 7%
2 Cukup 5 18%
3 Kurang 21 75%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang belum
diedukasi memiliki pengetahuan tentang penyakit, kepatuhan minum obat dan pola

29
makan DM tipe 2 yang kurang (75%), sebagian responden sudah memiliki
pengetahuan cukup 18% dan sebagian kecil responden memiliki pengetahuan baik
(7%).

Tabel 9. Distribusi responden berdasarkan pengetahuan pasien tentang penyakit,


kepatuhan minum obat dan pola makan DM tipe 2 setelah edukasi di Poliklinik BPJS
dan Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.

No Pengetahuan Frekuensi Persentase


1 Baik 25 89%
2 Cukup 3 11%
3 Kurang 0 0%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang telah
diedukasi memiliki pengetahuan tentang penyakit, kepatuhan minum obat dan pola
makan DM tipe 2 yang baik (89%), sebagian responden sudah memiliki pengetahuan
cukup (11%)

4.1.2. Data Khusus

Tabel 10. Distribusi Responden berdasarkan pengetahuan pasien tentang penyakit


DM tipe 2 sebelum di edukasi.

No Pengetahuan Frekuensi Persentase


1 Baik 9 32%
2 Cukup 8 29%
3 Kurang 11 39%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang belum
diedukasi memiliki pengetahuan tentang penyakit DM tipe 2 yang kurang (11%),

30
sebagian responden sudah memiliki pengetahuan baik (32%) dan sebagian kecil
responden memiliki pengetahuan cukup (29%).

Tabel 11. Distribusi Responden berdasarkan pengetahuan pasien tentang penyakit


DM tipe 2 setelah di edukasi.

No Pengetahuan Frekuensi Persentase


1 Baik 27 96%
2 Cukup 1 4%
3 Kurang 0 0%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang telah
diedukasi memiliki pengetahuan tentang penyakit DM tipe 2 yang baik (96%),
sebagian responden sudah memiliki pengetahuan cukup (4%).

Tabel 12. Distribusi Responden berdasarkan pengetahuan pasien tentang kepatuhan


minum obat DM tipe 2 sebelum di edukasi.

No Pengetahuan Frekuensi Persentase


1 Baik 2 7%
2 Cukup 4 14%
3 Kurang 22 79%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang belum
diedukasi memiliki pengetahuan tentang penyakit DM tipe 2 yang kurang (79%),
sebagian responden sudah memiliki pengetahuan cukup (7%) dan sebagian kecil
responden memiliki pengetahuan baik (7%).

31
Tabel 13. Distribusi Responden berdasarkan pengetahuan pasien tentang kepatuhan
minum obat DM tipe 2 setelah di edukasi.

No Pengetahuan Frekuensi Persentase


1 Baik 28 100%
2 Cukup 0 0%
3 Kurang 0 0%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh responden yang telah diedukasi
memiliki pengetahuan tentang penyakit DM tipe 2 yang baik (100%).

Tabel 14. Distribusi Responden berdasarkan pengetahuan pasien tentang pola makan
DM tipe 2 sebelum di edukasi.

No Pengetahuan Frekuensi Persentase


1 Baik 1 4%
2 Cukup 2 7%
3 Kurang 25 89%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang belum
diedukasi memiliki pengetahuan tentang pola makan DM tipe 2 yang kurang (89%),
sebagian responden sudah memiliki pengetahuan cukup (7%) dan sebagian kecil
responden memiliki pengetahuan baik (4%).

Tabel 15. Distribusi Responden berdasarkan pengetahuan pasien tentang pola makan
DM tipe 2 setelah di edukasi.

No Pengetahuan Frekuensi Persentase


1 Baik 25 89%
2 Cukup 3 11%

32
3 Kurang 0 0%
Jumlah 28 100%

Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang telah
diedukasi memiliki pengetahuan tentang pola makan DM tipe 2 yang baik (89%),
sebagian responden sudah memiliki pengetahuan cukup (11%).

33
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian mengenai kepatuhan minum obat dan pola makan
DM tipe 2 dari 28 orang responden didapatkan hasil:
1. Tingkat pengetahuan responden terhadap kepatuhan minum obat dan pola
makan DM tipe 2 benilai Baik sebelum diedukasi sebanyak 2 responden (7%)
dan setelah diedukasi sebanyak 25 responden (89%).
2. Tingkat pengetahuan responden terhadap kepatuhan minum obat dan pola
makan DM tipe 2 bernilai Cukup sebelum diedukasi sebanyak 5 responden
(18%) dan setelah diedukasi sebanyak 3 responden (11%).
3. Tingkat pengetahuan responden terhadap kepatuhan minum obat dan pola
makan DM tipe 2 bernilai Kurang sebelum diedukasi sebanyak 21 responden
(75%) dan setelah diedukasi sebanyak 0 responden (0%).
4. Seluruh responden mengalami kenaikan pengetahuan terhadap kepatuhan
minum obat dan pola makan DM tipe 2 (100%).

5.2 Saran
1. Bagi Puskesmas Batu Sepuluh Tanjungpinang
a. Agar mengadakan promosi dan penyuluhan kepada masyarakat
mengenai kepatuhan minum obat dan pola makan DM tipe 2 di
Poliklinik BPJS dan Lansia Puskesmas Batu Sepuluh Kota
Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.
b. Banyaknya pasien yang takut efek minum obat DM tipe 2 jangka
panjang maka dapat dilakukan sosialisasi tentang minum obat di
wilayah kerja Puskemas Batu Sepuluh.
c. Diharapkan adanya penyuluhan tentang pola makan DM tipe 2 yang
tidak kalah pentingnya dengan obat dikarenakan banyaknya responden
yang tidak mengetahui tentang pentingnya pengaturan pola makan.
d. Diharapkan dengan hasil penelitian ini, dapat memperkaya data
mengenai pengetahuan kepatuhan minum obat dan pola makan DM
tipe 2 untuk kemajuan program kesehatan selanjutnya.

34
2. Bagi Masyarakat
a. Masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi dalam seluruh kegiatan
penyuluhan kesehatan yang diadakan oleh petugas kesehatan.
b. Agar turut andil untuk memberikan informasi tentang kepatuhan
minum obat dan pola makan DM tipe 2 yang di dapat dari penyuluhan
ke masyarakat lainnya.

3. Bagi Peneliti

Diharapkan untuk memperluas wawasan tentang kepatuhan minum obat dan pola
makan DM tipe 2 agar penelitian selanjutnya dapat lebih baik dan lebih bermanfaat.

35