Anda di halaman 1dari 41

Drg. Husna hamida, drg. Wahyu hidayat, drg.

Widodo lestari
Functional Appliance
“One that changes the posture of the mandible, holding it
open or open and forward” (proffit)

“Those that displace the mandible to a moderate degree


and are intended to stimulate muscle activity” (Graber and
Neumann )

“A device that alters a patient’s functional environment in an attempt


to influence and permanently change the surrounding hard tissue”
Functional Appliance

• Robin 1902- monobloc


• Andresen 1908- Activator
• Herbst 1934- Herbst
• Balters 1960- Bionator
• Bimler 1964 – Bimler
• Frankel 1967- Frankel
• Clark 1977-Twin Block
“Blok akrilik yang menutupi lengkung gigi atas dan bawah
serta palatal, dan merupakan sebuah blok yang longgar karena
tidak mempunyai cengkeram”

“Longgar  pasien secara terus-menerus akan


memfungsikan atau menggunakan aktivitas otot untuk
menahan alat pada posisi yang tepat, sehingga didapat efek
perawatan”
Plat Dasar
Plat Oklusal Guide Wire
Klas II div 2

Klas II div 1
Openbite

Pergeseran Midline
Klas III (skeletal)

Deep bite
Contra Indication

Pasien tidak kooperatif

Crowding parah

Klas II div 1 akibat


prognasi maksila I bawah terlalu inclinasi ke labial
(Harus di uprighting dulu)
Working Bite Registration
Ketentuan umum
• Posisi Incisal edge to edge
• Midline RA & RB Sejajar
• Bila diskrepansi posisi anteroposterior terlalu besar  dilakukan melalui 2
tahap atau lebih

Klas II

Klas III
Klas II
Tujuan  merelokasi tulang mandibula ke posisi anterior
• Forward Positioning  Tidak boleh
lebih dari 7-8 mm, atau 1/3 lebar
mesiodistal gigi M1
• Vertical opening  2-3 mm lebih
dari free way space
• 1 - 4 mm di anterior (tergantung
pada curve of spee, forward
positioning dan arah
pertumbuhan mandibula)
• Semakin maju mandibula, vertical
opening minimal dan sebaliknya
Klas II
• Kelas II div 1 kombinasi maksila protrusi dan mandibula
retrusi dapat dilakukan pencabutan premolar dan gigi
anterior diposisikan ke belakang dikombinasikan dengan
mandibular advancement
• Kelas II div 2 dilakukan perawatan (cekat atau lepasan)
untuk memperbaiki posisi gigi anterior yang retroklinasi
sebelum perawatan aktivator
Klas III

• Mandibula diposisikan ke belakang


semaksimal mungkin
• Bite Opening secukupnya sampai
didapatkan posisi edge to edge
atau sesuai kemampuan pasien
(1,5-3 mm di anterior untuk koreksi
crooss bite)
• Semakin sedikit dimundurkan
vertikal opening akan semakin
besar
BioMekanika

1. Vektor pertumbuhan
menggerakkan rahang
bawah ke arah depan
2. aktivator menggerakkan
kondilus ke posisi depan
bawah  Posisi Baru
3. Terjadi Adaptasi ke posisi baru
dengan remodeling fosa.
BioMekanika

1. Pembatasan pertumbuhan
mandibula arah anterior
2. Rangsangan pertumbuhan
anterior maksila
• Selama selective trimming dapat dilakukan ekstrusi gigi RA maupun RB
• Harus memperhatikan path of erruption gigi
Extrusi

Intrusi (terbatas)
• Tujuan  koreksi posisi mandibula deep bite karena supraoklusi dari
gigi-gigi anterior bawah atau infraoklusi gigi-gigi posteror atau
kombinasi keduanya
• Trimming:
 Permukaan oklusal RA dan RB gigi-gigi posterior ber elevasi dan
gigi-gigi anterior intrusi dengan ditahan oleh akrilik
 Permukaan distolingual RA  gigi-gigi posterior RA digerakkan ke
distal
 Permukaan mesiolingual RB  gigi-gigi posterior RB digerakkan ke
anterior
 Palatal gigi anterior  pada gigi anterior labioversi (diretrusi dengan
guide wire)
• Kebalikan dari Kelas II
• Trimming:
 Permukaan mesiolingual RA  gigi-gigi posterior RA
digerakkan ke mesial
 Permukaan distolingual RB  gigi-gigi posterior RB
digerakkan ke distal
 Lingual gigi anterior  gigi anterior diretrusi dengan
guide wire (koreksi crossbite)
Bionator
• Ketebalan dari aktivator dan keterbatasan waktu
pemakaian malam hari → hambatan utama mendapatkan
potensi maksimum dalam mengarahkan pertumbuhan.
• Bionator dikembangkan oleh Balter pada tahun 1960, dapat
dipakai sepanjang waktu, kecuali saat makan.

Filsafat Bionator
“Keseimbangan antara lidah dan otot-otot sirkumoral
bertanggung jawab terhadap bentuk lengkung gigi dan ruang
fungsional untuk lidah sangat penting untuk perkembangan
normal sistem orofasial“ (Balters, 1960)
KEUNTUNGAN BIONATOR

Reduced size
It can be worn both day and night
Action faster than activator –unfavorable forces are
avoided acting on dentition for longer time
Constant wear so more rapid adjustment of
musculature
DISADVANTAGE
 Difficulty in managing it.
 Difficult to stabilize and selective grinding of the appliance .
 It is vulnerable to distortion – because less support in the alveolar &
incisal region
Jenis Bionator
Tiga konstruksi dasar yang umum pada bionator
• Alat standar
• Alat open bite
• Kelas III atau Bionator terbalik
BIONATOR STANDAR
• Alat ini terdiri dari plate akrilik lingual berbentuk seperti
sepatu kuda memanjang dari distal gigi molar yang
terakhir erupsi ke titik yang sama di sisi yang lain.
• Untuk lengkung atas alat hanya mempunyai ekstensi
posterior lingual yang menutupi daerah molar dan
premolar.
• Bagian anterior terbuka dari kaninus ke kaninus .
• Bagian atas dan bawah, yang bergabung secara inter
oklusal, memperpanjang 2 mm di atas margin gingiva
rahang atas dan 2 mm di bawah margin gingiva rahang
bawah.
BIONATOR OPEN BITE
• Digunakan untuk menghambat postur dan fungsi
abnormal lidah.
• Konstruksi gigitan dijaga serendah mungkin dengan blok
gigitan akrilik antara gigi posterior untuk mencegah
ekstrusi.
• Bagian dari akrilik lingual rahang bawah meluas sampai
daerah insisivus atas sebagai pelindung lingual, untuk
mencegah gerakan lidah.
• Palatal bar memiliki konfigurasi yang sama.
REVERSE BIONATOR
• Jenis alat ini digunakan untuk mendorong
perkembangan rahang.
• Gigitan diambil pada posisi paling retrusi, untuk
memungkinkan gerakan labial dari gigi insisivus rahang
atas dan sebaliknya sedikit membatasi efek pada
lengkung rahang bawah.
• Gigitan dibuka sekitar 2 mm hanya di daerah inter
insisal.
• Konfigurasi palatal bar ke arah depan, dengan loop
meluas sejauh gigi molar pertama sulung atau
premolar.
KOMPONEN
Consists of
 acrylic components
- lower horse shoe shaped acrylic
lingual plate from distal of last
erupted molar of one side to other
side
- Upper arch - lingual extension
that cover molar & premolar region
 PALATAL BAR
 LABIAL BOW WITH BUCCAL EXTENSION

 PALATAL BAR
• - 1.2 mm wire
• - extents from a line connecting distal surface
of first permanent molars to middle of 1st
premolar’s
• - ~ 1mm away from palatal mucosa
• Function- orients the tongue & mandible anteriorly
by stimulating its dorsal surface with palatal bar
 LABIAL BOW
• -0.9 mm wire
- begins above contact point between canine and upper 1st
premolar –runs vertically
- labial portion of bow should be at a paper thickness away from the
incisors
 Anterior part - labial wire
 Lateral part - buccinator bends

• Objectives of buccinator bends


 To keep soft tissue away from the
cheeks –so the bite is leveled &
eruption proceed in buccal segment
 Moves cheeks laterally , which favor
expansion or transverse development
of dentition
TRIMMING OF BIONATOR

• As the volume of the appliance is reduced its anchorage is difficult and trimming
must be selective because of simultaneous anchorage requirements
For extrusion of posterior teeth

• Acrylic left between level of Articular plane –Tooth bed


 Upper &lower molars trimmed first
 Then lower premolar’s trimmed while molars loaded
 Then upper premolar’s unloaded while lower premolar’s &molars loaded

 Occlusal surfaces of bionator trimmed for transverse movt


 For intrusion in case of open bite –posterior teeth
• are fully loaded
33

Modification by Williamson &Hamilton

 3mm cover for max inc from L.I to L.I


 This is to secure the position of max inc
 This modification made from construction
bite
 This also prevents tipping of lower incisors
MODIFICATION BY SCHMUTH
34

 Cybernator
 Normal labial bow in the max arch – from
canine to canine
 Mand incisors covered with thin 2mm
acrylic
BIO- M-S
35

BY ERICH & ANNETTE FLEISHER


 MODIFICATIONS ARE-
 Acrylic body reduced in size
 Instead of long labial bow –
Maxillary buccolabial arch wire and
mand labial arch wire
 Transpalatal bar opens in distal direction as in CI
III bionator
 Wire spurs used to reinforce anchorage
BIO- M-S
36
BIO- M-S
37
ORTHOPEDIC CORRECTOR I
38

WITZIG incorporated 2dimentional screws bilaterally to Schmuth’s bionator.

INDICATION
 Cl II to cl I
 Excellent result in
skeletal cl II cases
 Mixed dentition or
permanent dentition
treatment

 Upper incisors
contact lower incisor
acrylic capping
ORTHOPEDIC CORRECTOR II
39

 Correct Cl II to cl I without
vertical growth
 in mixed dentition
 Correct open bite
 enlarges dental arches in
case of crowding
 In mixed dentition –TMJ
pain patients – repositions
mandible without
increasing vertical height

 To achieve forward
growth of mandible in
open bite tendency cases
CALIFORNIA BIONATOR
40

This type bionator helps in


eruption of post teeth in
patients with decreased
vertical dimension
TEUSHER’S MODIFICATION
41