Anda di halaman 1dari 4

TA3102 Mekanika Batuan

Kode: Bobot sks: Semester: KK / Unit Penanggung Jawab: Sifat:


TA3102 3 Ganjil Teknik Pertambangan Wajib Prodi
Mekanika Batuan
Nama Matakuliah
Rock Mechanics
Dasar-dasar mekanika batuan, sifat fisik dan sifat mekanik batuan, uji di laboratorium untuk
mengukur sifat-sifat tersebut, sehingga dapat menangani pekerjaan yang dilakukan pada
massa-batuan dengan aman, perilaku massa batuan, distribusi tegangan disekitar lubang
bukaan bawah tanah, pengukuran tegangan insitu.
Silabus Ringkas
Principles of rock mechanics, physical and mechanical properties of rocks, laboratory
testings for measuring its properties in order to handle rock masses problems safely, rock
mass behaviours, stress distribution around underground openings, insitu stress
measurements.
Topik-topik yang terdapat di kuliah ini adalah: Dasar-dasar perilaku material, tegangan-
regangan, kriteria keruntuhan, tensor tegangan dan regangan. Dasar mekanika tanah,
hubungan fasa, klasifikasi tanah, tegangan efektif, consolidasi, kompaksi, struktur penahan.
Dasar-dasar mekanika batuan, joints, kekuatan massa batuan dan deformability. Aplikasi dari
geomekanik untuk menyederhanakan permasalahan tambang yang menyangkut tanah dan
Silabus Lengkap batuan.
The topics covered in the course include: Basics of materials behaviour; stress-strain, failure
criteria, stress and strain tensors. Basic Soil Mechanics; phase relationships, soil
classification, effective stress, consolidation, compaction, retaining structures. Basic Rock
Mechanics, joints, rock mass strength and deformability. Applications of geomechanics to
simple mining problems involving soil and rock.
Mahasiswa diharapkan memiliki: kemampuan mendemonstrasikan pengetahuan dasar
tentang mekanika batuan, kemampuan menganalisis aliran air tanah yang melalui media
berpori, kemampuan menyelesaikan permasalahan geomekanika, kemampuan memilih
Luaran (Outcomes)
metode yang tepat untuk melakukan analisis, kemampuan untuk mengenali keterbatasan dari
teori-teori yang telah ada, kemampuan untuk menginterpretasikan hasil dari pengujian dan
kemampuan untuk membedakan massa batuan dan perilaku batuan
Geologi Dasar Prasyarat
Matakuliah Terkait Geologi Struktur Bersamaan
Mekanika Tanah Bersamaan
Kegiatan Penunjang Praktikum
1. Bieniawski, Engineering Rock Mass Classification, John Wiley & Sons, 1989.
2. Brady, B.H.D. and Brown, E.T., Rock Mechanics for Underground Mining, George
Allen & Unwin Ltd., London, 1985.
3. Goodman, lntroduction Rock Mechanics, Second Edition, John Wiley & Sons, 1989.
4. Gramberg – Non conventional view of rock mechanics
5. Hoek, E. and Brown, E.T., Underground Excavation in Rock, Institution of Mining and
Metallurgy, London, 1982.
Pustaka 6. Jaeger & Cook – Fundamental of rock mechanics.
7. Jumikis, Rock Mechanics, Trans. Tech. Publication, 1983
8. Made Astawa Rai, Suseno Kramadibrata dan Ridho K. Wattimena, Mekanika
Batuan,Penerbit ITB, ITB. 2010
9. Obert, Duvall, Rock Mechanics and the Design of Structures in Rock, John Wiley &
Sons, 1967
10. Vutukuri, V. S. And Katsuyama, K., Introduction to Rock Mechanics, Industrial
Publishing & Consulting Inc, Tokyo, 1994.
Panduan Penilaian UAS, UTS
Catatan Tambahan

Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-T. Pertambangan Halaman 24 dari 113
Template Dokumen ini adalah milik Direktorat Pendidikan - ITB
Dokumen ini adalah milik Program Studi Teknik Pertambangan ITB.
Dilarang untuk me-reproduksi dokumen ini tanpa diketahui oleh Dirdik-ITB dan 121-ITB.
SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Sumber
Mg Topik Sub Topik Capaian Belajar Mahasiswa
Materi
1 Definisi batuan – Beberapa Definisi batuan dan Memahami definisi batuan, 3, 5, 7, 8
ciri dari mekanika batuan massa batuan, definisi massa batuan, dan mekanika
mekanika batuan batuan serta pentingnya
mekanika batuan dalam
menyelesaikan pekerjaan-
pekerjaan geomekanika
Beberapa persoalan dalam Investigasi geoteknik, Mampu memecahkan 1, 2, 7, 8
mekanika batuan – Ruang aplikasi geomekanika permasalahan-permasalahan
lingkup mekanika batuan dalam menangani geomekanik melalui investigasi
permasalahan dalam geoteknik
pertambangan yang
menyangkut tanah dan
batuan
2 Definisi tegangan (stress) Definisi tegangan dan Memahami definisi dari tegangan 6, 8
dan regangan (strain) – regangan, analisis tegangan dan regangan serta
Analisis tegangan pada - regangan pada bidang, penggunaannya dalam
bidang lingkaran Mohr. menyelesaikan permasalahan
geomekanik
Lingkaran Mohr dari Konsep lingkaran Mohr, Memahami proses konstruksi 2, 5, 8
tegangan elemen pembentuk lingkaran Mohr beserta elemen
lingkaran Mohr pembentuknya dan
penggunaannya dalam
menganalisis kestabilan bukaan
bawah tanah
3 Analisis regangan Hubungan tegangan dan Memahami konsep regangan dan 6
regangan serta konsep kondisi pembebanan yang
kurva tegangan-regangan menciptakannya
Sifat fisik dan sifat Sifat fisik, mekanik, dan Memahami perhitungan sifat 7, 8
mekanik batuan – dinamik batuan yang fisik, mekanik dan dinamik
penentuan sifat fisik & mempengaruhi desain dan batuan di laboratorium beserta
dinamik batuan di konstruksi tambangm metode pengujiannya
laboratorium mekanisme pengujian sifat
fisik, mekanik dan dinamik
batuan di laboratorium
4 Uji point load index & uji Konsep point load test dan Memahami metode pengujian 1, 7, 8
kuat tekan batuan Unconfined Compressive point load dan UCS serta
Strength (UCS) test di hubungan antara kedua hasil uji
laboratorium terhadap metode penggalian
batuan
Uji geser & uji triaksial Konsep uji geser dan uji Memahami metode pengujian 1,7, 8, 9
triaksial serta metode geser dan triaksial di
pengujiannya di laboratorium dan aplikasi dari
laboratorium hasil yang diperoleh untuk
menganalis kestabilan lereng dan
lubang bukaan bawah tanah
5 Pengujian insitu mekanika Penentuan sifat mekanik Memahami metode pengujian 7, 10
batuan (rock loading test – batuan insitu, penentuan plate loading test dan block shear
block shear test) arah deformasi batuan test serta mampu menentukan
yang diberi pembebanan arah deformasi massa batuan
akibat pembebanan dari luar
Pengujian insitu mekanika Konsep CSIR untuk Memahami konsep CSIR untuk 10
batuan (triaxial triaxial strain cell, metode triaxial strain cell, memahami
compression test ) penggunaannya serta cara kerja alat uji.

Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-T. Pertambangan Halaman 25 dari 113
Template Dokumen ini adalah milik Direktorat Pendidikan - ITB
Dokumen ini adalah milik Program Studi Teknik Pertambangan ITB.
Dilarang untuk me-reproduksi dokumen ini tanpa diketahui oleh Dirdik-ITB dan 121-ITB.
Sumber
Mg Topik Sub Topik Capaian Belajar Mahasiswa
Materi
metode kerja alat untuk
pengujian triaksial secara
insitu
6 Perilaku batuan (elastik & Konsep elastik dan plastik Memahami konsep elastik dan 7, 8
plastik) batuan, tegangan dan plastik dari batuan saat
deformasi pada material mengalami pembebanan
solid
7 Kriteria failure batuan Kriteria tegangan tarik Memahami konsep kriteria 2, 3, 5, 7, 8
Teoritis dan Empiris maksimum, Kriteria failure teoritis dan empiris serta
Tresca, Kriteria Mohr- menentukan kriteria failure yang
Coulomb, Kriteria Griffith, tepat dalam menyelesaikan
Kriteria Bieniawski I dan permasalahan geomekanik
II, Kriteria Hoek-Brown
Review kuliah minggu 1-7 Bahan kuliah minggu 1-7 Pengulangan materi kuliah dari 1, 2, 3,
minggu 1-7 4, 5, 6,
7, 8, 9
8 Ujian Tengah Semester (UTS)
Kriteria tegangan tarik Konsep keruntuhan batuan Memahami kriteria tegangan 7, 8
maksimum karena tarikan untuk tarik maksimum dan tegangan
Kriteria tegangan geser batuan brittle, dan konsep geser maksimum serta kondisi
maksimum keruntuhan batuan karena pembebanan yang
pergeseran untuk batuan menyebabkannya serta aplikasi
ductile penggunaannya
9 Distribusi tegangan Tegangan-tegangan Memahami tegangan-tegangan 7, 8, 10
sebelum dibuat terowongan. utama di sekitar batuan yang sudah ada sebelum
Distribusi tegangan di yang belum terganggu, penggalian dilakukan, mahasiswa
sekitar terowongan untuk kondisi tegangan insitu diharapkan mampu menggunakan
keadaan yang paling ideal. dan medan tegangan, persamaan Kirsch untuk
Kirsch Equation untuk mengetahui distribusi tegangan
terowongan yang disekitar terowongan yang
berbentuk lingkaran berbentuk paling ideal
(lingkaran)
10 Distribusi tegangan di Tegangan awal terhadap Memahami kondisi tegangan 7, 8, 10
sekitar tegangan untuk batuan dalam 1 arah pada batuan sebelum penggalian
tegangan mula-mula tidak (uniaxial stress field) dan sehingga mampu mendesain
hidrostatik 2 arah (biaxial stress struktur dan mengevaluasi
field) kestabilan bukaan bawah tanah
11 Distribusi tegangan di Tegangan radial dan Memahami distribusi tegangan di 7, 8, 10
sekitar terowongan untuk lateral di sekitar lubang sekitar lubang bukaan bawah
batuan yang tidak isotrop bukaan bawah tanah, tanah
Kirsch Equation
12 Distribusi tegangan di Metode Kastner, Memahami metode Kastner dan 7, 8, 10
sekitar terowongan untuk distribusi tegangan untuk mampu menghitung distribusi
batuan yang mempunyai lubang bukaan tapal tegangan untuk lubang bukaan
perilaku plastik sempurna kuda, persegi, trapesium, yang tidak bulat
di sekeliling terowongan, ellips
distribusi tegangan di
sekitar terowongan yang
berbentuk tidak bulat untuk
keadaan yang paling ideal
13 Pengukuran tegangan Konsep plate loading Memahami metode-metode 2, 7, 8
(stress) in-situ di dalam stress, Rosette pengukuran tegangan insitu di
massa batuan deformation, flat jack, dalam massa batuan
over coring, hydraulic
fracturing

Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-T. Pertambangan Halaman 26 dari 113
Template Dokumen ini adalah milik Direktorat Pendidikan - ITB
Dokumen ini adalah milik Program Studi Teknik Pertambangan ITB.
Dilarang untuk me-reproduksi dokumen ini tanpa diketahui oleh Dirdik-ITB dan 121-ITB.
Sumber
Mg Topik Sub Topik Capaian Belajar Mahasiswa
Materi
14 Metode Rosette Tegangan permukaan Memahami dan menghitung 2, 7, 8, 10
deformation terowongan, tegangan perubahan tegangan yang terjadi
absolut, perubahan saat pembukaan terowongan
tegangan pada lubang
bukaan bawah tanah
Metode flat jack Konsep flat jack, elemen Memahami pengujian flat jack 2, 7, 8, 10
alat pengujian flat jack, dan mampu menentukan
metode pengukuran flat tegangan yang searah dan di
jack sekitar lubang bukaan bawah
tanah
15 Metode over coring Konsep over coring, Mampu menentukan deformasi 2, 7, 8, 10
peralatan over coring, karena stress relief serta
metode pengukuran over memperoleh hubungan antara
coring deformasi dan tengangan
Hydraulic fracturing Konsep hydraulic Mampu menentukan tegangan 2, 7, 8, 10
fracturing, metode yang terdapat dalam batuan
pengukuran hydraulic melalui metode hidrolik
fracturing
16 Review kuliah minggu 8-13 Bahan kuliah minggu 8-13 Pengulangan materi kuliah dari 1, 2, 3, 4, 5,
minggu 8-13 6, 7, 8, 9, 10
Ujian Akhir Semester (UAS)

Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Kur2013-T. Pertambangan Halaman 27 dari 113
Template Dokumen ini adalah milik Direktorat Pendidikan - ITB
Dokumen ini adalah milik Program Studi Teknik Pertambangan ITB.
Dilarang untuk me-reproduksi dokumen ini tanpa diketahui oleh Dirdik-ITB dan 121-ITB.