Anda di halaman 1dari 29

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Louise Victor Raymond Pierre duc de Broglie lahir di Dieppe, Seine-


Maritime, Perancis pada tanggal 15 Agustus tahun 1892 M yang merupakan
ilmuwan fisika yang menemukan gelombang elektromagnetik. Pada awal
abad ke-20 M Albert Einstein dan Max Planck ilmuwan yang telah
mempelopori teori kuantum yang menjelasakan sifat – sifat partikel dari
gelombang. Setelah itu bermunculan ilmuan lain seperti pada tahun 1923 M
A.H. Compton menemukan bahwa cahaya memiliki sifat kembar sebagai
gelombang dan sebagai partikel. Penemuan ini menyebabkan de Broglie
berpikir sebagaimana cahaya bersifat gelombang dan partikel, maka partikel
pun dapat bersifat gelombang. Canggungnya para ilmuwan terhadap hipotesis
de Broglie karena gagasan nya tidak berdasarkan eksperimental tidak seperti
teori kuantum yang mempunyai fakta-fakta empiris. Akan tetapi setelah 3
tahun kemudian, Hipotsis de Broglie terbukti kebenaranya oleh dua ahli
fisika Amerika Serikat yaitu Clinton Davisson dan Lester Germer. Dalam
hipotesisnya de Broglie menyatakan partikel-partikel seperti elektron,
neutron maupun proton mempunyai sifat dualisme yaitu partikel dan
gelombang.

Prinsip dualisme partikel dan gelombang ini merupakan proses


perkembangan mekanika kuantum yang sekarang ini masih di jadikan dasar
penelitian dan masih kita gunakan untuk belajar di bangku sekolah maupun
perguruan tinggi. Kaitanya dengan topik yang akan di bahas yaitu sejarah
hidup Louise Victor Raymond Pierre duc de Broglie, sejarah penemuan
konsep gelombang elektromagnetik oleh Louise Victor Raymond Pierre duc
de Broglie, pengembangan konsep gelombang elektromagnetik oleh Louise
Victor Raymond Pierre duc de Broglie dan pengaplikasian konsep

1 | Sejarah Fisika
gelombang elektromagnetik dari Louise Victor Raymond Pierre duc de
Broglie.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah yang berjudul “Louise
Victor Pierre Raymond duc de Broglie” adalah sebagai berikut.
1. Bagaimana sejarah hidup Louise Victor Pierre Raymond duc de Broglie
?
2. Bagaimana sejarah penemuan konsep Louise Victor Pierre Raymond duc
de Broglie ?
3. Bagaimana pengembangan konsep yang ditemukan oleh Louise Victor
Pierre Raymond duc de Broglie ?
4. Bagaimana pengaplikasian konsep penemuan oleh Louise Victor Pierre
Raymond duc de Broglie ?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan
makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui sejarah hidup Louise Victor Pierre Raymond duc de
Broglie.
2. Untuk mengetahui sejarah penemuan konsep Louise Victor Pierre
Raymond duc de Broglie.
3. Untuk mengetahui pengembangan konsep yang ditemukan oleh Louise
Victor Pierre Raymond duc de Broglie.
4. Untuk mengetahui pengaplikasian konsep penemuan oleh Louise Victor
Pierre Raymond duc de Broglie.

2 | Sejarah Fisika
D. Manfaat Penulisan
Bagi penulis :
1. Melatih kemampuan saya dalam mengembangkan informasi yang didapat
dari berbagai sumber terpercaya.
2. Melatih saya agar bertanggungjawab menyelesaikan tugas yang telah
ditugaskan kepada Penulis.
3. Melatih ketelitian kami dalam menyusun makalah ini.

Bagi pembaca :
Menambah pengetahuan dan juga sebagai sumber referensi tentang
Sejarah Louise Victor Pierre Raymond duc de Broglie yang saya tuangkan
dalam makalah ini.

3 | Sejarah Fisika
BAB II
KERANGKA BERPIKIR DALAM PENULISAN

A. Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah adalah metode
pustaka dimana metode pustaka merupakan metode yang dilakukan dengan
mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan
alat baik berupa buku maupun informasi dari internet.

B. Ruang Lingkup Kajian dan Pembahasan


Ruang lingkup kajian dan pembahasan pada makalah Sejarah Louise
Victor Pierre Raymond duc de Broglie yaitu meliputi sejarah hidup, sejarah
penemuan konsep, pengembangan konsep dan aplikasi konsep.

C. Sumber Data dan Informasi


Sumber data dan informasi dalam penyusunan makalah ini diperoleh
dari buku-buku tentang metode penelitian pendidikan, artikel terkait materi
dan internet.

D. Teknik Pengumpulan dan Penyajian Data dan Informasi


Teknik pengumpulan data dan informasi dalam penyusunan
makalah ini adalah melalui pengumpulan data dari buku-buku serta
internet. Adapun penyajian datanya dalam bentuk makalah dan Power
Point.

4 | Sejarah Fisika
E. Peta Konsep Kajian dan Pembahasan

Sejarah
Hidup

Sejarah Penemuan
Konsep
Louise Victor Pierre
Raymond duc de Broglie
Pengembangan
Konsep

Aplikasi
Konsep

5 | Sejarah Fisika
BAB III
PEMBAHASAN

LOUISE VICTOR PIERRE RAYMOND DUC DE BROGLIE

A. Sejarah hidup

Sumber : https://www.learn-math.info
Gambar 1. Louise Victor Raymond Pierre
duc de Broglie.

Louise Victor Raymond Pierre duc de Broglie lahir di Dieppe, Seine-


Maritime, Perancis pada tanggal 15 Agustus tahun 1892 M. Anak bungsu dari
Ayah Victor duc de Broglie (1846 M-1906 M) dan Ibu Pauline de Armaile (1871
M-1906 M). Keluarga Broglie merupakan keluarga bangsawan perancis, turunan
dari keluarga Piedmontese, Italia barat laut yang cukup terkenal di Perancis abad
ke-17 M karena mereka telah melayani raja-raja Perancis baik dalam perang
maupun pejabat diplomati selama ratusan tahun. yang menghasilkan banyak
tentara tingkat tinggi, politis dan diplomat. Anggota-anggota terkemuka termasuk
Francois Marie duc de Broglie(1671 M–1745 M), seorang jendral Victor Francois

6 | Sejarah Fisika
duc de Broglie (1718 M–1814 M), seorang tentara dan marshal Victor duc de
Broglie yang juga seorang perdana menteri yang berkampanye menentang
kekuatan reaksioner (1785 M–1870 M), dan Albert duc de Broglie yang bertugas
sebagai perdana menteri pada tahun-tahun awal Republik Ketiga Perancis
(1821M–1901M), dan Louise Victor Raymond Pierre duc de Broglie yang
merupakan ahli fisika. Louise de Broglie sangat menawan dimasa kecilnya,
ramping, langsing dengan wajah yang tertawa kecil dengan mata penuh kejahatan,
meringkuk seperti poodle. Dirawat dirumah yang besar, dimalam hari ia
mengenakan kostum dari belidru biru, celana sampai lutut, stocking hitam dan
sepatu dengan gesper yang membuatnya terlihat seperti pangeran kecil dalam
dongeng. Dia senang mengelilingi rumah, berbicara sepanjang waktu bahkan saat
di meja makan. Ia memiliki memori luar biasa dan mengetahui banyak teater
klasik, ia seperti memiliki rasa tertentu terhadap sejarah, khususnya sejarah politik.
Ia senang membaca surat kabar dan membaca daftar lengkap menteri Republik
Ketiga Perancis.

Pada tahun 1740 M, Raja Louis XI mengangkat salah satu anggota


keluarga Louise de Broglie, Francois Marie de Broglie sebagai Duc (Seperti Duke
di Inggris), yang merupakan suatu gelar keturunan yang hanya disandang oleh
anggota keluarga tertua. Putra Duc pertama ini membantu Austria dalam perang
selama tujuh tahun (1756 M-1763 M). Karena itu, Kaisar Prancis I
menganugrahkan gelar Printz yang berhak disandang seluruh anggota keluarga de
Broglie.

Dengan meninggalnya Francois Marie maka sauadara tertua Louis de


Broglie, yaitu Maurice de Broglie mejadi Duc Perancis ke-7 dan Prinz Austria.
Louis de Brolgie hanya dididik di rumah oleh guru privat. Pada tanggal 26 agustus
tahun 1906 M, ayahnya meninggal maka Maurice mengambil alih tanggu jawab
terhadap Louis, kemudian Louis dikirim ke Lycee Janson De sailly di Paris guna
menyelesaikan sekolah lanjutannya pada tahun 1909 M. Setelah menyelesaikan
pendidikan sekolah, Louis de Broglie masuk keperguruan tinggi Universitas

7 | Sejarah Fisika
Sorbonne. Ketika ia masuk ke universitas, ia tidak memilik rencana pasti untuk
kariernya,dia tidak tertarik pada gagasan karir militer atau diplomatik.

Pada mulanya dia tertarik belajar sejarah tapi dia tidak suka cara kritis
sejarah yang diajarkan pada masa itu. Pada umur 18 tahun dia lulus dengan gelar
sarjana seni, tetapi pada waktu itu dia telah tertarik pada ilmu fisika dan
matematika. Dia sempat meragukan keputusannya untuk meraih gelar ilmu fisika
teoritis tetapi ketertarikannya terhadap ilmu fisika sehingga pada tahun 1913 M de
Broglie mendapatkan gelar sarjananya. Setelah usiaya mecapai usia wajib militer,
ia harus bergabung denga dinas militer seperti yang wajib bagi setiap orang di
Perancis. Dia berada di militer selama enam tahun menghadapi Perang Dunia
Pertama. Awalnya dia dikirim ke benteng di Mont Valerien, dimana tidak banyak
yang harus dilakukan dan membuatnya berada disituasi yang sulit, kemudian dia
dipindahkan kebagian telegrafi radio yang terletak di bagian bawah Menara Eiffel,
dia bertugas sebagai operator. Selama peperangan dia mampu menjaga mesin,
transmisi nirkabel, dan menyempurnakan amplifier heterodyne. Dia telah
menjelaskan bagaimana dia tertarik pada ilmu fisika dan matematika setelah
perang.

Pada tahun 1920 M de Broglie memulai studinya, yang membuatnya


tertarik pada ilmu fisika teoritis adalah misteri dimana struktur suatu zat dan
struktur radiasi menjadi lebih berkembang seperti konsep kuantum yang telah
diperkenalkan oleh Planck pada tahun 1900 M yang dalam penelitiannya tentang
radiasi bodi-black. Walaupun dia dari keluarga Perancis yang dikenal memiliki
diplomasi dan kemiliteran yang baik. Namun pada mulanya dia adalah mahasiswa
sejarah, yang pada akhirnya mengikuti jejak kakaknya Maurice de Broglie untuk
membina karirnya dalam bidang ilmu fisika.

Pada tahun 1924, tesis doktoralnya mengemukakan usulan bahwa benda


yang bergerak memiliki sifat gelombang yang melengkapi sifat partikelnya. dua
tahun kemudian Erwin Schrodinger menggunakan konsep gelombang de Broglie
untuk mengembangkan teori umum yang dipakai olehnya bersama dengan
ilmuwan lain untuk menjelaskan berbagai gejala atomik. Keberadaan gelombang

8 | Sejarah Fisika
de Broglie dibuktikan dalam eksperimen difraksi berkas elektron pada 1927 M dan
pada 1929 M ia menerima hadiah Nobel Fisika. Dalam karir terakhirnya, de
Broglie bekerja untuk mengembangkan penjelasan kausal dari gelombang
mekanik, bertentangan dengan model probabilistik yang mendominasi teori
mekanik kuantum yang disempurnakan oleh David Bohm pada 1950-an M. Sejak
itu Teori tesebut dikenal sebagai teori de Broglie-Bohm.

Pada saat de Broglie melakukan penelitian pada bidang ilmu fisika dan
matematika, pada waktu itu juga saudara laki-lakinya Maurice de Broglie
mengadakan penelitian pada sinar X, sehingga hal ini memberikan suatu
pertimbangan ketertarikan de Broglie. Pada tahun 1928 M di Sorbonne de Broglie
menjadi guru besar teori fisika pada Institude Henri Poincare. Pada tahun 1932 M
ia juga menjadi guru besar di Fakultas Ilmu Pengetahuan hingga dia pensiun tahun
1962 M. Pada tahun 1944 M dia termasuk dalam salah satu anggota Biro des
Longitudes. Pada tahun 1945 M dia menjadi seorang penasehat di komisariat
energi atom Perancis. Pada tahun 1952 M dia menerima gelar kehormatan yang
meliputi Kalinga Prize oleh UNESCO (United Nations of Educational Scientific
and Cultural Orgaization) atas upaya pengarahan pemahaman fisika modern
kepada masyarakat umum. pada tahun 1956 M Perancis Pusat Riset Ilmiah
Nasional memberikan medali emas. Lebih lanjutnya pemberian gelar kehormatan
dari Grand Lintas dari Legio d’Honneur dan Belgia. Dia juga menerima
kehormatan Doktor dari Universitas Warsawa, Bucharest, Lausanne, Quebec, dan
Brusseles. Dia telah dipilih dalam keanggotaan kehormatan dari 18 akademi dan
masyarakat belajar di Eropa, India dan Amerika Serikat. Louise de Broglie
meninggal dunia pada tanggal 19 maret 1987 di Paris, Perancis.

B. Sejarah Penemuan Konsep


Dalam buku pelajaran fisika de Broglie dikenal sebagai nama ahli fisika
yang mengajukan hipotesis bahwa elektron bersifat gelombang. De Broglie hanya
membuat hipotesis atau teori. Ia tidak pernah dan tidak suka mengadakan
eksperimen. Ia tidak pernah mrmbuktikan bahwa elektron bersifat sebagai
gelombang. Tapi karena kemudian pada tahun 1929 M, ia mendapat hadiah Nobel

9 | Sejarah Fisika
fisika. Peristiwa itu membuktikan bahwa intuisi kadang-kadang berada di atas akal
sehat dan eksperimen.

Mula-mula de Broglie ingin jadi diplomat. Maka ia bersekolah dan kuliah


di jurusan sejarah. Pada umur 17 tahun ia berhasil mendapatkan gelar di bidang
sejarah. Tapi tiba-tiba ia mendengar tentang penemuan Max Planck dan Albert
Einstein. Max Planck menemukan foton dan Einstein menemukan bahwa massa
sama dengan energi. Sejak itu de Broglie sangat tertarik pada fisika. Maka pada
umur 18 tahun ia masuk Universitas Sorbonne jurusan fisika teori. Empat tahun
kemudian pecah Perang Dunia I (1914 M-1918 M). De Broglie diangkat jadi
petugas radio di menara Eiffel. Disini ia berhadapan langsung dengan gelombang
radio. Pikirannya penuh dengan pertanyaan tentang gelombang. Sesudah perang
selesai, ia melanjutkan kuliahnya. Pada tahun 1923 M, Arthur Holly Compton
menemukan bahwa cahaya memiliki sifat kembar sebagai gelombang dan sebagai
partikel. Penemuan ini menyebabkan de Broglie berpikir sebagai berikut, “Kalau
cahaya bersifat gelombang dan partikel, maka partikel pun dapat bersifat
gelombang” Hipotesis ini dibuktikan kebenarannya oleh Clinton Davisson dan
Lester Germer pada tahun 1927 M. Keduanya merupakan ahli fisika Amerika
Serikat.

Max Planck (1858 M-1947 M), ilmuwan fisika teori Jerman yang
mencetuskan gagasan awal tentang teori kuantum. Ini lahir dari upayanya untuk
menjelaskan teka-teki fisika yang berkaitan dengan pancaran tenaga (energi)
gelombang elektromagnet oleh benda (hitam) panas. Pemecahannya ia temukan
pada 1901 M dengan anggapan bahwa “tenaga gelombang elektromagnet
dipancarkan dan diserap bahan dalam bentuk catu-catu tenaga (diskrit) yang
sebanding dengan frekuensi gelombang electromagnet”.

Catu tenaga ini disebutnya kuanta. Dengan demikian, pada tahun 1901 M
dicatat sebagai awal bergilirnya bola teori kuantum. Namun, para fisikawan
seangkatannya memandang gagasan Planck ini tidak mempunyai makna fisika
yang jauh melainkan sekadar sebagai suatu kiat matematika belaka.

10 | Sejarah Fisika
Empat tahun kemudian, pemuda Albert Einstein (1879 M-1955 M)
mencatat dirinya sebagai orang pertama yang menerapkan gagasan Planck lebih
jauh dalam fisika. Salah satunya, berkaitan dengan “efek fotolistrik”, yaitu teka-
teki terbebaskannya elektron-elektron dari permukaan logam bila disinari cahaya
(gelombang elektromagnet). Karena elektron-elektron itu ditumbuk dan ditendang
keluar oleh kuanta-kuanta cahaya yang berperilaku sebagai partikel (zarah).
Einstein menyebut Kuanta sebagai foton. Dengan demikian, cahaya (gelombang
elektromagnet) yang mulanya dipandang sebagai gelombang, kini diperlakukan
pula sebagai partikel oleh Einstein. Dimana foton menumbuk elektron, seperti
halnya tumbukan dua bola bilyard, kemudian dibuktikan dengan percobaan oleh
Arthur H. Compton (1892M-1962M) dari Amerika Serikat pada 1923M, yang
mengabadikan namanya dengan peristiwa itu.

Gagasan foton Einstein kemudian diterapkan Louis de Broglie pada


1922M, sebelum Compton membuktikannya, untuk menurunkan Hukum Wien
(1896M). Ini menyatakan bahwa "bagian tenaga elektromagnet yang paling banyak
dipancarkan benda (hitam) panas adalah yang frekuensinya sekitar 100 milyar kali
suhu mutlak (273 + suhu Celsius) benda itu". Pekerjaan ini ternyata memberi
dampak yang berkesan bagi de Broglie.

Pada musim panas 1923 M, de Broglie menyatakan, "secara tiba-tiba


muncul gagasan untuk memperluas perilaku rangkap (dual) cahaya mencangkup
pula alam partikel". Ia kemudian memberanikan diri dengan mengemukakan
bahwa "partikel, seperti elektron juga berperilaku sebagai gelombang".
Gagasannya ini ia tuangkan dalam tiga makalah ringkas yang diterbitkan pada
1924 M, salah satunya dalam jurnal vak fisika Perancis, Comptes Rendus.

Penyajiannya secara terinci dan lebih luas kemudian menjadi bahan tesis
doktoralnya yang ia pertahankan pada November 1924 M di Sorbonne, Paris. Tesis
ini berangkat dari dua persamaan yang telah dirumuskan Einstein untuk foton,
E=hf dan p=h/λ. Dalam kedua persamaan ini, perilaku yang "berkaitan" dengan
partikel (energi E dan momentum p) muncul di ruas kiri, sedangkan ruas kanan

11 | Sejarah Fisika
dengan gelombang (frekuensi f dan panjang gelombang λ). Besaran h adalah
tetapan alam yang ditemukan Planck, tetapan Planck h=6,55x10−34.

Secara tegas, de Broglie mengatakan bahwa hubungan di atas juga berlaku


untuk partikel. Ini merupakan maklumat teori yang melahirkan gelombang partikel
atau de Broglie. Untuk partikel seperti elektron, momentum p adalah hasil kali
massa (sebanding dengan berat) dan lajunya. Karena itu, panjang gelombang de
Broglie berbanding terbalik dengan massa dan laju partikel. Sebagai contoh,
elektron dengan laju 100 cm per detik, panjang gelombangnya sekitar 0,7 mm.
Tesis ini kemudian diterbitkan pada awal 1925 dalam jurnal vak fisika
Perancis, Annales de Physique. Namun, luput dari perhatian para fisikawan.
Bahkan, para penguji de Broglie hanya terkesan dengan penalaran matematikanya
tetapi tidak mempercayai segi fisikanya.

Promotornya, Paul Langevin (1872-1946M), kemudian mengirimkan satu


copy kepada Einstein di Berlin, yang ternyata memberi rekasi mendukung. Ia
memandangnya lebih dari pada permainan matematika dengan menekankan bahwa
gelombang partikel haruslah nyata. Berita ini kemudian ia teruskan kepada Max
Born (1882-1970M), fisikawan teori Jerman, di Gottingen. Born kemudian
menanyakan kemungkinan eksperimentalnya kepada James Franck (1882-1964M),
rekan sekerjanya, yang memberi tanggapan mendukung dengan menunjuk pada
teka-teki hasil percobaan Clinton J. Davisson (1881-1958) dan asistennya Charles
H. Kunsman dari Amerika Serikat pada 1922 dan 1923. Keduanya mengamati
bahwa permukaan logam yang ditembaki dengan berkas elektron selain
memancarkan kembali elektron-elektron dengan tenaga yang sangat rendah,
ternyata ada pula yang memiliki tenaga sama dengan elektron semula.

Teka-teki ini kemudian terjelaskan oleh Walter Elsaser, mahasiswa Born,


pada tahun 1925 dalam sebuah makalah ringkas dengan menggunakan gagasan
gelombang de Broglie. Namun sayang, para fisikawan eksperimen tidak terkesan
dengan tafsir ulang ini terhadap data percobaan mereka apalagi oleh seorang
mahasiswa berusia 21 tahun yang sama sekali belum dikenal.

12 | Sejarah Fisika
Pada tahun 1926 barulah nampak suatu titik terang Erwin Schrodinger
(1887-1961), fisikawan teori Austria, merumuskan suatu persamaan matematika
yang mengendalikan kelakuan rambatan gelombang partikel dalam berbagai sistem
fisika. Ini sama halnya dengan persamaan gerak Newton dalam mekanika Newton
(klasik) yang mengendalikan kelakuan gerak partikel.

Karya Schrodinger ini melahirkan mekanika baru yang dikenal sebagai


mekanika gelombang atau lazimnya disebut mekanika kuantum. Penerapannya
pada struktur atom berhasil menjelaskan berbagai data pengamatan dengan begitu
mengesankan, tanpa dipaksa, sehingga menyentakkan para fisikawan untuk
menerima gagasan de Broglie. Dukungan berikutnya datang dari Amerika Serikat,
oleh Clinton J. Davisson dan Lester H. Germer, yang menerbitkan hasil percobaan
mereka pada 1927, bahwa elektron memang memperlihatkan perilaku gelombang.
Bukti yang sama tetapi dengan metode percobaan yang berbeda juga dilaporkan
oleh George P. Thomson (1892-1975) dari Inggris pada waktu itu. Dukungan
bukti-bukti percobaan ini kemudian mengukuhkan penerimaan gelombang partikel
yang diikuti dengan dianugerahkannya hadiah Nobel Fisika (tunggal) 1929 bagi
Louis de Broglie. Suatu penghargaan keilmuan bergengsi yang patut bagi karya
ilmiahnya yang begitu revolusioner.

Pada 1945, Louis dan kakaknya Maurice diangkat sebagai anggota dewan
Komisi Tinggi Tenaga Atom Perancis. Mereka menaruh perhatian besar pada
pengembangan tenaga atom untuk tujuan damai dan mempererat pertalian antara
ilmu dan industri. Hingga akhir hidupnya, Louis de Broglie menjabat sebagai
sekretaris tetap pada Akademi Ilmu Pengetahuan Perancis. Dalam jabatannya ini ia
tetap mendesak badan tersebut mempertimbangkan secara mendalam berbagai
akibat berbahaya dari ledakan bom hidrogen (termonuklir). Perhatiannya yang
begitu besar terhadap ilmu pengetahuan dan perdamaian membuat ia patut
dikenang oleh setiap pecinta ilmu dan perdamaian.

Berpulangnya Duc Prinz Louis de Broglie, fisikawan teori Perancis, tanggal


19 maret 1987 Maret lalu pada usia 94 tahun, mengakhiri kehadiran perintis teori
kuantum yang hidup di tengah kita. Mereka adalah pendobrak ilmu dengan

13 | Sejarah Fisika
gagasan-gagasan revolusioner pada awal abad ini yang memberi wajah baru bagi
fisika, guna memahami alam atom yang mini. Ini, pada gilirannya, membuka jalan
ke berbagai temuan teknologi menakjubkan, seperti transistor dan laser, yang tidak
diduga sebelumnya.

C. Pengembangan Konsep
Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat
mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya
adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata
maupun yang tidak. Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton.
Kedua definisi tersebut merupakan sifat yang ditunjukkan cahaya secara
bersamaan sehingga disebut "dualisme gelombang-partikel". Paket cahaya yang
disebut spektrum kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan
sebagai warna. Bidang studi cahaya dikenal dengan sebutan optika, merupakan
area riset yang penting pada fisika modern. Studi mengenai cahaya dimulai dengan
munculnya era optika klasik yang mempelajari besaran optik seperti:
intensitas,frekuensi atau panjang gelombang, polarisasi dan fase cahaya. Sifat-sifat
cahaya dan interaksinya terhadap sekitar dilakukan dengan pendekatan paraksial
geometris seperti refleksi danrefraksi, dan pendekatan sifat optik fisisnya yaitu:
interferensi,difraksi, dispersi, polarisasi. Masing-masing studi optika klasik ini
disebut dengan optika geometris (geometrical optics) dan optika fisis.
Pada puncak optika klasik, cahaya didefinisikan sebagai gelombang
elektromagnetik dan memicu serangkaian penemuan dan pemikiran, sejak tahun
1838 M oleh Michael Faraday dengan penemuan sinar katode, tahun 1859 M
dengan teori radiasi massa hitam oleh Gustav Kirchhoff, tahun 1877 M Ludwig
Boltzmann mengatakan bahwa status energi sistem fisik dapat menjadi
diskrit, teori kuantum sebagai model dari teori radiasi massa hitam oleh Max
Planck pada tahun 1899 M dengan hipotesa bahwa energi yang teradiasi dan
terserap dapat terbagi menjadi jumlahan diskrit yang disebut elemen energi E.
Pada tahun 1905 M, Albert Einstein membuat percobaan efek fotoelektrik,
cahaya yang menyinari atom mengeksitasi elektron untuk melejit keluar dari
orbitnya. Pada pada tahun 1924 percobaan oleh Louis de Broglie menunjukkan

14 | Sejarah Fisika
elektron mempunyai sifat dualitas partikel-gelombang, hingga tercetus teori
dualitas partikel-gelombang.

Era ini kemudian disebut era optika modern dan cahaya didefinisikan
sebagai dualisme gelombang transversal elektromagnetik dan aliran partikel yang
disebut foton. Pengembangan lebih lanjut terjadi pada tahun 1953 dengan
ditemukannya sinar maser, dan sinar laser pada tahun 1960. Era optika modern
tidak serta merta mengakhiri era optika klasik, tetapi memperkenalkan sifat-sifat
cahaya yang lain yaitu difusi dan hamburan.

a. Dualisme Gelombang Partikel

https://dualismepartikel.blogspot.com
Gambar 2. Dualisme Gelombang Partikel

1. Huygens dan Newton

Pada abad ke-17 M, Sir Isaac Newton menyatakan gagasan-nya


tentang teori partikel cahaya. Teori ini menganggap cahaya sebagai berkas
partikel yang sangat ringan yang terpancar dengan kelajuan yang sangat
tinggi. pada saat itu teori ini dianggap mampu menjelaskan mengapa
cahaya merambat lurus dan mampu menjelaskan peristiwa pemantulan
cahaya. Untuk peristiwa pembiasan cahaya, teori ini berangapan bahwa ada
gaya interaksi antara partikel cahaya dan medium.

15 | Sejarah Fisika
Teori partikel ini memiliki kelemahan. Pertama, hasil pengamatan
menunjukan bahwa dua berkas cahaya dapat saling berpotongan pada sudut
berapa pun tanpa saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya, baik
dalam hal arah rambat maupun warnanya. Padahal jika benar cahaya
merupakan berkas partikel, seharusnya terjadi tumbukan antara kedua
berkas tersebut.

Gagasan Newton di sanggah oleh seorang ilmuwan belanda


Christian Huygens yang mempunyai pendapat yang kontradiktif. Teori
Huygens menyatakan bahwa cahaya merupakan gelombang yang bergerak
menembus ruang sebagaimana air melintasi permukaan kolam. Huygens
mengatakan bahwa pemantulan dan pembiasan cahaya dapat juga di
jelaskan dengan teori gelombang. Dalam hal ini, dia mengungkapkan
bahwa perambatan gelombang apapun yang melalui ruang dapat
digambarkan dengan metode geometri. Metode ini dikenal sebagai prinsip
Huygens.

Perdebatan mengenai hakikat cahaya berlangsung selama lebih dari


satu abad. Sampai perdebatan ini menimbulkan perselisihan sengit dan
terbentuk 2 kubu yaitu kelompok yang mendukung newton dan kelompok
yang memihak huygens. Perdebatan yang berujung alot ini kemudian
berakhir, melalui Percobaan yang dilakukan Thomas Young tentang Celah
Ganda Young yang berhasil menengarahi perselisihan.

16 | Sejarah Fisika
2. Young, Fresnel dan Maxwell

https://www.learn-math.info
Gambar 3. Percobaan celah-ganda

Eksperimen celah-ganda Young, Pada awal abad ke-19, percobaan


celah ganda Young dan Fresnel memberikan bukti bahwa cahaya adalah
gelombang. Pada tahun 1861, James Clerk Maxwell menjelaskan cahaya
sebagai propagasi gelombang elektromagnetik sesuai dengan persamaan
Maxwell.

3. Teori Planck Radisai Benda Hitam

http://www.oocities.org/yaziz_hasan/Fisika.htm
Gambar 4. Radiasi Benda Hitam

17 | Sejarah Fisika
Pada tahun 1900 Planck memulai pekerjaanya dengan membuat suatu
anggapan baru tentang sifat dari getaran molekul-molekul dalam dinding-
dinding rongga benda hitam yang sering kita menyebut-nya dengan Radisai
Benda Hitam. Pandangan Max Planck bahwa benda atau materi apabila
terkena suhu yang panas akan menimbulkan radiasi. Maksudnya radiasi
yang timbul tersebut dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Untuk
benda hitam radiasinya sangat tingigi karena benda hitam dapat menyerap
semua radiasi yang datang padanya yang tidak dapat di pantulkan lagi.

4. Efek Compton

Pada efek fotolistrik, cahaya dapat dipandang sebagai kuantum energi


dengan energi yang diskrit. Kuantum energi tidak dapat digambarkan
sebagai gelombang tetapi lebih mendekati bentuk partikel. Partikel cahaya
dalam bentuk kuantum dikenal dengan sebutan foton. Pandangan cahaya
sebagai foton diperkuat lagi melalui gejala yang dikenal sebagai efek
Compton.

Jika seberkas sinar-X ditembakkan ke sebuah elektron bebas yang


diam, sinar-X akan mengalami perubahan panjang gelombang dimana
panjang gelombang sinar-X menjadi lebih besar. Gejala ini dikenal sebagai
efek Compton, sesuai dengan nama penemunya, yaitu Arthur Holly
Compton. Sinar-X digambarkan sebagai foton yang bertumbukan dengan
elektron (seperti halnya dua bola bilyar yang bertumbukan). Elektron bebas
yang diam menyerap sebagian energi foton sehingga bergerak ke arah
membentuk sudut terhadap arah foton mula-mula. Foton yang menumbuk
elektron pun terhambur dengan sudut θ terhadap arah semula dan panjang
gelombangnya menjadi lebih besar.

18 | Sejarah Fisika
5. Efek Fotolistrik

http://pustakafisika.wordpress.com/klasiksampai-modern/
Gambar 5. Efek fotolistrik

Cahaya merupakan bagian dari spektrum gelombang


elektromagnetik dan juga merupakan sebuah partikel yang memiliki paket
energi yang disebut dengan foton.Oleh karena itu cahaya menganut
dualisme gelombang-partikel, yaitu cahaya dapat berupa gelombang dan
juga dapat berupa partikel. Efek fotolistrik membantu menjelaskan
mengenai dualisme ini. Albert Einstein adalah ilmuwan yang menjelaskan
mengenai efek ini dan meraih Nobel Prize In Physics pada tahun 1921 M.

Efek foto listrik adalah emisi (pancaran) elektron dari logam


sebagai akibat penyinaran gelombang elektromagnetik (cahaya) pada logam
tersebut. Cahaya biasa mampu melepaskan elektron dari logam-logam
alkali. Einstein telah menjelaskan untuk mengeluarkan elektron dari
permukaan logam di butuhkan energi ambang. Jika radiasi elektromagnetik
yang terdiri dari foton mempunyai energi yang lebih besar di bandingkan
energi ambang, maka elektron akan terlepas.

19 | Sejarah Fisika
6. Hipotesis de Broglie

Pada tahun 1924, Louis de Broglie dari perancis mengemukakan


pendapat bahwa:
a. Alam sangat bersifat simetri di dalam terdapat banyak hal
b. Jagat raya yang kita amati seluruhnya di buat dari cahaya dan materi
c. Jika cahaya mempunyai sifat dual, yakni sifat gelombang dan partikel,
maka materi juga berangkali bersifat demikian.

Pemikiran de Broglie lahir dari gagasan A.H Compton menyatakan


bahwa cahaya memiliki sifat kembar sebagai gelombang dan sebagai
partikel. Penemuan ini menyebabkan de Broglie berpikir sebagaimana
cahaya bersifat gelombang dan partikel, maka partikel pun dapat bersifat
gelombang ini yang disebut dengan Dualisme Gelombang-partikel. Anjuran
de Broglie tidak mendapatkan perhatian yang serius karena hanya sebuah
Hipotesis yang tidak di dasari dengan Eksperimen.

Hipotesis de Broglie terbukti benar dengan ditemukannya sifat


gelombang dari elektron. Elektron mempunyai sifat difraksi seperti halnya
sinar–X. Sebagai akibat dari dualisme sifat elektron sebagai materi dan
sebagai gelombang, maka lintasan elektron yang dikemukakan Bohr tidak
dapat dibenarkan. Gelombang tidak bergerak menurut suatu garis,
melainkan menyebar pada suatu daerah tertentu. Partikel yang bergerak
memiliki sifat gelombang. Fakta yang mendukung teori ini adalah petir dan
kilat.

20 | Sejarah Fisika
http://epholic.blogspot.com
Gambar 6. Fenomena Petir

Kilat akan lebih dulu terjadi daripada petir. Kilat menunjukan sifat
gelombang berbentuk cahaya, sedangkan petir menunjukan sifat pertikel
berbentuk suara. Hipotesis de Broglie dibuktikan oleh C. Davidson an LH
Giermer (Amerika Serikat) dan GP Thomas (Inggris). Prinsip dualitas inilah
menjadi titik pangkal berkembangnya mekanika kuantum oleh Erwin
Schrodinger.

De Broglie menganggap bahwa panjang gelombang dari gelombang


materi dapat diramalkan dengan menghubungkan dengan berlakunya cahaya:

ℎ ℎ
𝜆= =
𝑝 𝑚. 𝑣

Dimana,

𝜆 =panjang gelombang de Broglie

h= tetapan Planck

P = momentum partikel (kg m/s)

m= massa partikel

v= kecepatan partikel

Walaupun hanya hipotesa de Broglie, akan tetapi setelah 3 tahun


lamanya kebenaran teori ini dapat di buktikan melalui percobaan yang

21 | Sejarah Fisika
dilakukan Davensson dan germer. Dan pasti mengubah stigma masyarakat
khususnya ilmuwan bahwa de Broglie telah menemukan gagasan baru
tentang dualisme partikel.

7. Percobaan Davensson dan Germer

Pada tahun 1927 Davisson dan Germer di Amerika Serikat dan G.P.
Thomson di Inggris secara terpisah membuktikan hipotesis de Broglie
dengan menunjukkan berkas elektron terdifraksi jika berkas itu terhambur
dengan kisi atom kristal yang teratur. Jika partikel berlaku sebagai
gelombang, harus dapat ditunjukkan bahwa partikel dapat menimbulkan
pola-pola difraksi seperti halnya pola-pola difraksi pada gelombang.

Hasil yang diperoleh dari eksperimen Davisson-Germer adalah


kurva berkas hambur elektron dengan pola maksimum – minimum yang
jelas teramati yang posisinya tergantung dari energi berkas elektron.

a. Untuk memperoleh pola difraksi diperlukan kisi-kisi yang lebar


celahnya kira-kira sama dengan panjang gelombang yang akan diuji.
Sebab jika celah terlampau lebar, tidak menimbulkan gangguan pada
gelombang, dan jika kisi terlampau sempit, pola-pola difraksi sukar
teramati.
b. Kisi-kisi yang tepat untuk memperoleh pola difraksi gelombang
elektron adalah kisi yang terjadi secara alamiah yakni celah-celah yang
berada antara deretan atom-atom kristal bahan padat, dalam hal ini
dipergunakan kisi kristal nikel.
c. Hasil percobaan Davisson dan Germer menunjukkan bahwa elektron-
elektron dapat menimbulkan pola-pola difraksi.

Kini tidak diasangsikan lagi bahwa apa yang kita kenal sebagai
materi dapat pula menunjukkan sifat gelombang, tepat seperti yang
diramalkan oleh de Broglie.

22 | Sejarah Fisika
8. Prinsip Ketidakpastian Heisenberg

Prinsip ketidakpastian Heisenberg menyatakan bahwa tidak


mungkin kita mengetahui posisi partikel secara tepat dan momentum
partikel secara tepat pada saat bersamaan. Jika kita dapat menentukan
posisi sebuah partikel secara tepat, pasti momentumnya tidak tepat.
Sebaliknya, jika kita dapat menentukan partikel secara tepat, pastilah
posisinya tidak tepat. Dengan demikian, posisi dan momentum elektron
tidak dapat di tentukan dengan pasti karena elektron selalu bergerak.
Akibatnya, kita tidak mungkin mengetahui lintasan elektron secara pasti
seperti yang dikemukakan Bohr. Inilah yang dimaksud dengan model atom
bohr melanggar prinsip ketidakpastian Heisenberg.

Hipotesis Louis de Broglie dan azas ketidakpastian dari Heisenberg


merupakan dasar dari model Mekanika Kuantum (Gelombang) yang
dikemukakan oleh Erwin Schrodinger pada tahun 1927, yang mengajukan
konsep orbital untuk menyatakan kedudukan elektron dalam atom. Orbital
menyatakan suatu daerah dimana elektron paling mungkin (peluang
terbesar) untuk ditemukan.

D. Aplikasi Konsep

Adapun aplikasi dari pada konsep Louise de Broglie dapat


diperlihatkan pada percobaan yang dilakukan dilaboratorium Bell telepon
oleh Clinton Davisson dan Lester Germer yang menyelidiki pemantulan
berkas elektron dari permukaan kristal nikel. Gambaran skematis peralatan
mereka diperlihatkan pada gambar berikut.

23 | Sejarah Fisika
http://www.zakapedia.com/pengantar-kajian-fisika-modern.html
Gambar 7. Pemantulan Berkas Elektron Dari Permukaan Kristal
Nikel

Gambar diatas menunjukkan peralatan yang dipergunakan Davisson


dan Germer untuk mempelajari difraksi elektron Dalam percobaan
tersebut, seberkas elektron dari suatu kawat pijar panas dipercepat melalui
suatu beda potensial V. setelah melewati suatu celah kecil, berkas elektron
tersebut menumbuk kristal nikel tunggal. Elektronnya lalu dihamburkan
kesegala arah oleh atom kristal. Beberapa menumbuk detektor yang dapat
digerakkan ke sembarang sudut  relatif terhadap arah berkas datang yang
mengukur intensitas berkas elektron yang dihamburkan pada sudut itu.

 Konsep-Konsep ke Depan yang Bisa Dikembangkan

Adapun konsep-konsep yang bisa dikembangkan ke depan dari teori


de Broglie adalah bahwa :

1. Dengan menerapkan prinsip de Broglie, dimana cahaya dipandang


sebagai gelombang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk
mengurangi kekurangan energi listrik ditanah air. Selain itu bisa juga
digunakan untuk membunuh virus-virus kanker yang diderita oleh
manusia
2. Dengan menerapkan prinsip de Broglie kita dapat menemukan jarak
antar partikel penyusunan suatu zat atau unsur serta perilaku dan sifat-
sifat.

24 | Sejarah Fisika
 Contoh Soal
1. Sebuah partikel yang bermuatan positif q C dan massa m kg dilepas
tanpa kecepatan awal dari titik A. partikel dipercepat menuju B yaitu
V volt. Bila diketahu tetapan Planck h joule sekon, maka panjang
gelombang partikel setelah melewati B adalah ?
Peny :
Pengembangan gelombang de Broglie

𝜆=
𝑚. 𝑣

untuk electron yang diperoleh oleh potensial V. maka θ


𝐸𝑘 = 𝑒. 𝑉
1
= 2 𝑚𝑣 2

√2𝑒𝑉
𝑉=
𝑚

Subtitusi,

𝜆= 2𝑒𝑉
𝑚.√
𝑚


𝜆=
√2𝑚𝑒𝑉

2. Jika sebuah elektron (massanya 9,1× 10−31 kg) bergerak dengan


kecepatan 6× 106 m/s, maka tentukan panjang gelombang de
Broglie elektron tersebut!
Penyelesaian
m=9,1× 10−31 kg
v=6× 106 m/s
Ditanyakan: 𝜆 ?
Jawab :

25 | Sejarah Fisika
Nilai momentum p adlah hasil kali massa dengan kecepatannya,
maka nilai p kita peroleh p=m.v, sehingga persamaan gelombang
de Broglie, sehingga
ℎ ℎ
𝜆= =
𝑝 𝑚. 𝑣
6,66×10−34
=
9,1×10−31 .6×106

= 1,2 × 10−10 𝑚

26 | Sejarah Fisika
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Louise Victor Raymond Pierre duc de Broglie lahir di Dieppe, Seine-
Maritime, Perancis pada tanggal 15 Agustus tahun 1892. Anak bungsu
dari Ayah Victor Duc de Broglie (1846-1906) dan ibu Pauline de
Armaile (1871-1906). Keluarga Broglie merupakan keluarga bangsawan
perancis, turunan dari keluarga Piedmontese, Italia barat laut. Louise de
Broglie meninggal dunia pada tanggal 19 maret 1987 di Paris, Perancis.
2. Louis de Broglie dikirim ke Lycee Janson De sailly di Paris guna
menyelesaikan sekolah lanjutannya pada tahun 1909. Setelah
menyelesaikan pendidikan sekolah, Louis de Broglie masuk keperguruan
tinggi Universitas Sorbonne.
3. Pada tahun 1920 de Broglie memulai studinya, yang membuatnya tertarik
pada ilmu fisika teoritis adalah misteri dimana struktur suatu zat dan
struktur radiasi menjadi lebih berkembang seperti konsep kuantum yang
telah diperkenalkan oleh Planck pada tahun 1900 yang dalam
penelitiannya tentang radiasi bodi-black.
4. Pada tahun 1924, tesis doktoralnya mengemukakan usulan bahwa benda
yang bergerak memiliki sifat gelombang yang melengkapi sifat
partikelnya.
5. Keberadaan gelombang de Broglie dibuktikan dalam eksperimen difraksi
berkas elektron pada 1927 dan pada 1929 ia menerima Hadiah Nobel
Fisika.
6. Pada tahun 1928 di Sorbonne de Broglie menjadi guru besar teori fisika
pada Institude Henri Poincare. Pada tahun 1932 ia juga menjadi guru
besar di Fakultas Ilmu Pengetahuan hingga dia pensiun tahun 1962. Pada
tahun 1944 dia termasuk dalam salah satu anggota Biro des Longitudes.
Pada tahun 1945 dia menjadi seorang penasehat di komisariat energi atom
Perancis. Pada tahu 1952 dia menerima gelar kehormatan yang meliputi
Kalinga Prize oleh UNESCO atas upaya kearah pemahaman fisika

27 | Sejarah Fisika
modern kepada masyarakat umum. pada tahun 1956 Perancis Pusat Riset
Ilmiah Nasional memberikan medali emas. Lebih lanjutnya pemberian
gelar kehormatan dari Grand Lintas dari Legio d’Honneur dan Belgia.
Dia juga menerima kehormatan Doktor dari Universitas Warsawa,
Bucharest, Lausanne, Quebec, dan Brusseles. Dia telah dipilih dalam
keanggotaan kehormatan dari 18 akademi dan masyarakat belajar di
Eropa, India dan Amerika Serikat.
7. Awal mula de Broglie tertarik pada fisika ketika mendengar tentang
penemuan Max Planck dan Albert Einstein. Max Planck menemukan
foton. Einstein menemukan bahwa massa sama dengan energi. Sejak itu
De Broglie sangat tertarik pada fisika.
8. Perkembanga dualisme gelombang partikel dimulai dari ilmuwan
Huygens dan Newton, Young, Fresnel dan Maxwell, Planck, Arthur
Holly Compton, Albert Einstein dan berakhir pada Louis de Broglie.
9. Aplikasi dari pada konsep Louise de Broglie dapat diperlihatkan pada
percobaan yang dilakukan dilaboratorium Bell telepon oleh Clinton
Davisson dan Lester Germer yang menyelidiki pemantulan berkas
elektron dari permukaan kristal nikel.
10. Konsep-konsep yang bisa dikembangkan ke depan dari teori de Broglie
adalah dengan menerapkan prinsip de Broglie, dimana cahaya dipandang
sebagai gelombang dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk
mengurangi kekurangan energi listrik ditanah air. Selain itu bisa juga
digunakan untuk membunuh virus-virus kanker yang diderita oleh
manusia dengan menerapkan prinsip de Broglie kita dapat menemukan
jarak antar partikel penyusunan suatu zat atau unsur serta perilaku dan
sifat-sifat

28 | Sejarah Fisika
DAFTAR PUSTAKA
Halliday,Resnick.1984.Fisika Jilid 2.Jakarta:Penerbit Erlangga
https://unseencode.blogspot.com/2017.01
https://dualismepartikel.blogspot.com
https://od.m.wikipedia.org/wiki/academie-francaise
https://blogpenemu.blogspot.com
https://www.learn-math.info
https://nobel-prize.org/nobel_prizes/physics/laureates
http://thedakres.blogspot.com/2009/10/sejarah-fisika-modern.html
http://www.zakapedia.com/2013/02/pengantar-kajian-fisika-modern.html
http://pustakafisika.wordpress.com/2011/09/12/dari-klasik-sampai-modern/
http://www.oocities.org/yaziz_hasan/Fisika.htm
http://www.opto.lipi.go.id/utama.cgi?artikel&1025888420&1

29 | Sejarah Fisika