Anda di halaman 1dari 22

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SMK NEGERI 1 CIPANAS
Jl. Raya Rangkasbitung – Bogor Km.39
E-mail : smkn1cipanaslebak@ymail.com

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Satuan Pendidikan : SMK Negeri 1 Cipanas


Tahun Pelajaran : 2017/2018
Program Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika
Paket Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan
Mata Pelajaran : Administrasi Infrastruktur Jaringan
Kelas / Semester : XII / Ganjil
Materi Pokok / Topik : Routing Static
Pertemuan Ke- : 1
Alokasi Waktu : 1 x 30 Menit

A. Kompetensi Inti
1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2 Menghayati dan Mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggungjawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif
dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3 Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
dan procedural dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan
masalah
4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif dan mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

No Kompetensi Dasar No Indikator


1.1 Mensyukuri anugerah Tuhan 1.1 Peserta didik berdoa sebelum dan
akan keberadaan teknologi sesudah melaksanakan kegiatan
jaringan Wide Area Network belajar teknologi jaringan Wide
(WAN) dalam routing static Area Network (WAN)
dan menggunakannya sesuai
dengan kaidah dan konteks
No Kompetensi Dasar No Indikator
untuk mendistribusikan infor
masi yang secara static
mengikuti perubahan kondisi
jaringan
1.2 Merenungkan kebesaran 1.2 Peserta didik mau menjaga
Tuhan dengan keberadaan lingkungan di sekitar sekolah
teknologi jaringan Wide Area terutama menjaga keberadaan
Network (WAN) dalam routing peralatan jaringan di sekolah.
static dan menciptakan
berbagai sumber energi di
alam.
1.3 Mengamalkan nilai – nilai ke 1.3 Peserta didik berserah diri
imanan sesuai dengan ajaran (tawakal) kepada Tuhan Yang
agama akan keberadaan tekno Maha Esa setelah selesai
logi jaringan Wide Area Net melakukan usaha maksimal
work dalam router static dan (ikhtiar) dalam pembelajaran
menggunakannya sebagai teknologi Wide Area Network
sarana komunikasi dalam (WAN)
mengolah, menalar dan
menyajikan komunikasi antara
router
2.1 Menunjukkan sikap tanggung 2.1 Peserta didik mampu mem
jawab, peduli, responsif, dan buat laporan berdasarkan
santun dalam menggunakan kegiatan pembelajaran tekno
teknologi Wide Area Network logi Wide Area Network (WAN)
dalam routing static untuk
mendistribusikan informasi
yang secara static mengikuti
perubahan kondisi jaringan
2.2 Menghargai kerja individu dan 2.2 Peserta didik mampu dan mau
kelompok dalam aktivitas bekerja sama dengan siapa
pembelajaran teknologi Wide pun yang memiliki keberaga
Area Network (WAN) pada man latar belakang, padangan
routing static sebagai wujud dan keyakinan dalam proses
implementasi melaksanakan pembelajaran teknologi Wide
dan melaporkan hasil praktik Area Network (WAN).
3 3.4 Mengevaluasi routing 3.4.1 Menjelaskan routing static
Static 3.4.2 Membedakan antara router
statis dan router dinamic
3.4.3 Menjelaskan Cara kerja
Routing Statik
3.4.4 Menerapkan routing static
pada jaringan
4 4. Mengkonfigurasi routing 4.3.1 Melakukan instalasi dan
Static konfigurasi routing static pada
jaringan mengunakan Cisco
Packet Tracer

C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik kelas XII Teknik Komputer dan Jaringan dapat :

1. Menjelaskan routing statis


2. Membedakan antara router statis dan router dinamic
3. Menjelaskan cara kerja routing statik
4. Menerapkan routing static pada jaringan
5. Melakukan instalasi dan konfigurasi routing static pada jaringan
mengunakan Cisco Packet Tracer

D. Materi Pembelajaran
Routing Static

E. Pendekatan, Model dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Scientific learning
2. Model : Problem Based Learning
3. Metode : Diskusi kelompok, ceramah, tanya jawab
dan penugasan

F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran


1. Media
a. Paket Tracer
b. Slide Presentasi
2. Alat/Bahan
a. laptop
b. LCD
c. Whiteboard
d. Spidol
e. Komputer
f. Software
3. Sumber Belajar
Modul Pembelajaran Routing Static
G. Langkah – Langkah Pembelajaran

Alokasi
Kegiatan Deskripsi
Waktu
A. Pendahuluan 1. Peserta didik menjawab sapaan guru kemudian
berdoa dan mengordinasikan diri siap belajar
2. Peserta didik bersama guru menyanyikan lagu
Indonesia Raya
3. Guru mengecek kehadiran (absensi) peserta didik &
peserta didik meresponnya dengan baik.
4. Guru memberikan pertanyaan tentang materi
5 menit
sebelumnya
5. Guru memotivasi peserta didik tentang manfaat
materi yang dipelajari
6. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
memberikan penjelasan tentang manfaat
menguasai materi pembelajaran

B. a) Mengamat 20 menit
Int  Guru menayangkan slide tentang
materi routing static
 Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru mengenai routing static

b) Menanya
- Peserta didik menggali informasi mengenai
kelebihan dan kekurangan routing statis
- Peserta didik menggali informasi mengenai
perbedaan antara routing static dan routing
dynamic
- Guru mengawasi dan membimbing peserta
dalam menyusun pertanyaan yang baik dan
benar

c) Mengumpulkan Informasi
 Guru menunjukkan sumber belajar yang akan
digunakan
 Peserta didik membaca sumber belajar yang
ditugaskan oleh guru
 Siswa mendapatkan data data terkait dengan
sumber belajar
 Guru memberikan lembar kerja mengenai
routing static pada masing – masing kelompok
 Masing – masing kelompok melakukan
installasi dan konfigurasi routing static sesuai
dengan langkah – langkah pada lembar kerja
dengan menggunakan paket tracer.
d) Mengasosiasi
 Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi
segala permasalahan selama konfigurasi routing
static dan mendiskusikan bersama kelompoknya
 Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatan
nya bersama kelompoknya masing-masing.
 Guru memberi bimbingan dalam menyusun
laporan

e) Mengkomunikasikan
 Guru menugaskan siswa untuk
mempresentasikan hasil diskusi
 Peserta didik mempresentasi hasil
diskusinya didepan kelas, peserta didik
yang lain mendengarkan dan memberi
tanggapan
 Guru memberikan penilaian terhadap
peserta didik setelah mempresentasikan
hasil diskusi

C. 1. Guru bersama siswa


Penutup menyimpulkan materi yang dipelajari
2. Guru memberikan
evaluasi yang berkaitan dengan materi yang
disampaikan
3. Guru menyampaikan
informasi tentang materi selanjutnya :
5 menit
Menganalisis permasalahan routing statis
4. Guru memberikan
tugas kepada siswa yang berkaitan dengan materi
selanjutnya
5. Siswa menyepakati
tugas yang harus dilakukan berkaitan dengan
instalasi dan konfigurasi routing static
H. Penilaian

No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian


1. Sikap Observasi kinerja Selama pembelajaran
a. santun dengan
b. jujur Rubrik
c. percaya diri
d. bertanggung jawab
e. kerjasama
2. Pengetahuan Test Diakhir pembelajaran
Konsep dasar Routing pd jaringan (PG dan Essay)
terutama static routing
3. Keterampilan Observasi dengan Selama pembelajaran
Instalasi dan Konfigurasi Routing rubrik penilaian
Static pada jaringan dengan keterampilan
menggunakan pakat tracer

Bogor, 5 Desember 2017


Kepala Sekolah SMKN 1 Cipanas Guru Mata Pelajaran

ARMIN,S.Pd HARUN AL RASYID


NIP. 196304151988031017 NIP 198106162010011007
Lampiran 1. LEMBAR PENILAIAN

LEMBAR PENILAIAN ASPEK KETERAMPILAN


Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah
yang relevan yang berkaitan dengan penyajian Routng Statc pada jaringan
1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan penyajian
konfigurasi Routng Statc pada jaringan
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan
konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan
dengan penyajian konfigurasi Routng Statc pada jaringan
3. Sangat terampill, jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep
/ prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan
dengan penyajian konfigurasi Routng Statc pada jaringan sudah benar.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Keterampilan
Menerapkan konsep/prinsip dan strategi
No Nama Siswa
pemecahan masalah
KT T ST

Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil

LEMBAR PENILAIAN ASPEK SIKAP

JUJUR PERCAYA KERJASAMA TANGGUNG SANTUN


NO NAMA SISWA DIRI JAWAB
(1-4) (1-4) (1-4) (1-4) (1-4)
1
2
Indikator Penilaian Sikap

RUBRIK PENSKORAN
1. Aspek : Jujur
No Indikator Kejujuran Penilaian Kejujuran
.
1. Tidak menyontek dalam Skor 1 jika 1 sampai 2 indikator
mengerjakan ujian/ulangan muncul
2. Tidak menjadi plagiat Skor 2 jika 3 sampai 4 indikator
(mengambil/menyalin karya orang muncul
lain tanpa menyebutkan sumber) Skor 3 jika 5 indikator muncul
dalam mengerjakan setiap tugas Skor 4 jika 6 indikator muncul
3. Mengemukakan perasaan terhadap
sesuatu apa adanya
4. Melaporkan barang yang ditemukan
5. Melaporkan data atau informasi apa
adanya
6. Mengakui kesalahan atau
kekurangan yang dimiliki

2. Aspek : Percaya Diri


No Indikator Responsif Skor
.
1. Mampu melakukan presentasi di depan  1 (Kurang)
umum  2 (Cukup)
2. Berani bertanya  3 (Baik)
3. mengemukakan pendapat  4 (Sangat Baik)
4. menjawab pertanyaan

3. Aspek : Kerjasama
No Indikator Kerjasama Penilaian Kerjasama
.
1. Terlibat aktif dalam  Skor 1 jika 1 atau tidak ada indikator yang
bekerja kelompok konsisten ditunjukkan peserta didik
2. Kesediaan melakukan  Skor 2 jika 2 indikator kosisten ditunjukkan
tugas sesuai kesepakatan peserta didik
3. Bersedia membantu  Skor 3 jika 3indikator kosisten ditunjukkan
orang lain dalam satu peserta didik
kelompok yang  Skor 4 jika 4 indikator konsisten ditunjukkan
mengalami kesulitan peserta didik
4. Rela berkorban untuk
teman lain

4. Aspek : Tanggungjawab
No Indikator Tanggungjawab Penilaian Tanggungjawab
.
1. Melaksanakan tugas  Skor 1 jika 1 atau tidak ada indikator yang
individu dengan baik konsisten ditunjukkan peserta didik
2. Menerima resiko dari  Skor 2 jika 2 indikator kosisten ditunjukkan
tindakan yang dilakukan peserta didik
3. Mengembalikan barang  Skor 3 jika 3 indikator kosisten ditunjukkan
yang dipinjam peserta didik
 Skor 4 jika 4 indikator konsisten ditunjukkan
peserta didik

5. Aspek : Santun
No Indikator Santun Penilaian Santun
.
1. Baik budi bahasanya (sopan  Skor 1 jika terpenuhi satu indikator
ucapannya)  Skor 2 jika terpenuhi dua indikator
2. Menggunakan ungkapan yang tepat  Skor 3 jikaterpenuhi tiga indikator
3. Mengekspresikan wajah yang cerah  Skor 4 jika terpenuhi semua
4. Berperilaku sopan indikator

LEMBAR PENILAIAN ASPEK PENGETAHUAN


A. Pilihan Ganda

No Kompetensi Materi Indikator Soal Nomor


Dasar Soal
1 3.4 Mengevalu Router, Peserta didik dapat mengidentifi 1
asi routing Routing Statis kasi komponen router
static
Peserta didik dapat mengidentifi 2
kasi jenis – jenis table routing
3
Peserta didik dapat mengidentifi
kasi macam – macam Parameter
routing
4
Peserta didik dapat menyebutkan
definisi routing static
5
Peserta didik dapat menyebutkan
perintah mengkonfigurasi sebuah
rute static dalam mode konfigurasi
global
Peserta didik dapat menjelaskan 6
kemampuan routing protocol

Peserta didik dapat membedakan 7


antara Routing Static dengan
Routing Dinamic

Peserta didik dapat menerapkan 8


cara kerja routing static pada
jaringan
B. Essay
No Kompetensi Materi Indikator Soal Nomor
Dasar Soal
1 4.4 Mengkonfigur Router, Disajikan topologi jaringan yang 1
asi Routing Routing Statis terdiri dari : 2 router, 2 switch dan
Static 2 PC/Client yang memiliki jaringan
yang berbeda.
2,3
Peserta didik dapat melakukan
instalasi dan configurasi sehingga
semua PC/Client dapat terhubung.

2 4.6.Mengkonfigurasi Routing Static


Routing Static

Rublik penilaian No 1
Nilai Keterangan
1 Jika Menjawab benar
0 Jika Menjawab Salah

Kunci Jawaban :
No Kunci Jawaban N Kunci Jawaban
o
1 A 7 B
2 D 8 C
3 B
4 E
5 E
6 A

Rublik penilaian No 2
Nilai Keterangan
100 Menjawab dengan uraian jawaban lengkap (device ; IP Address ; IP Network ;
Net Mask dan Gateway) (ada 5 macam)
85 Menjawab dengan uraian jawaban tidak lengkap hanya ada 4 macam
50 Menjawab tidak lengkap hanya ada 2 macam
5 Menjawab dengan uraian tidak tepat

URAIAN
Jawablah soal – soal di bawah ini dengan jelas.

Gambar di atas untuk menjawab soal no 2 dan 3

1) Perhatikan skema topologi di atas. Buatlah tabulasi IP Address dari skema


tersebut sehingga semua PC dapat terhubung.

2) Berdasarkan skema di atas, gunakan konfigurasi routing static untuk menguji


agar semua PC dapat terhubung (komunikasi)

JAWABAN Essay
Konfigurasi R1
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fastEthernet 0/1 -> menjadi gateway untuk host
Router(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fastEthernet 0/0 -> menjadi jalur ke R2
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ex
konfigurasi RIPv2 R1
Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2 -> untuk mengaktifkan RIPv2
Router(config-router)#network 192.168.2.0 – > memasukan alamat network atau net
ID yang terhubung langsung dengan R1
Router(config-router)#network 192.168.1.1
Router(config-router)#ex
Router(config)#ex
Konfigurasi R2
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#interface fastEthernet 0/1 -> menjadi gateway untuk host
Router(config-if)#ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ex
Router(config)#interface fastEthernet 0/0 -> menjadi jalur ke R1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#ex
konfigurasi RIPv2 R2
Router(config)#router rip
Router(config-router)#version 2
Router(config-router)#network 192.168.3.0
Router(config-router)#network 192.168.1.2
Router(config-router)#ex
Router(config)#ex
untuk memastikan apakah RIPv2 sudah berfungsi, ketikkan perintah show ip route
pada R1
R1#sh ip route
Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP
D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP
i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area
* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR
P – periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
C 10.0.0.0/8 is directly connected, FastEthernet0/0
R 172.16.0.0/16 [120/1] via 10.0.0.2, 00:00:11, FastEthernet0/0 <- routing ke
network 172.16.0.0/16
C 192.168.1.0/24 is directly connected, FastEthernet0/1
R1#show ip route pada R2
R2#sh ip route
Codes: C – connected, S – static, I – IGRP, R – RIP, M – mobile, B – BGP
D – EIGRP, EX – EIGRP external, O – OSPF, IA – OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 1, N2 – OSPF NSSA external type 2
E1 – OSPF external type 1, E2 – OSPF external type 2, E – EGP
i – IS-IS, L1 – IS-IS level-1, L2 – IS-IS level-2, ia – IS-IS inter area
* – candidate default, U – per-user static route, o – ODR
P – periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
C 10.0.0.0/8 is directly connected, FastEthernet0/0
C 172.16.0.0/16 is directly connected, FastEthernet0/1
R 192.168.1.0/24 [120/1] via 10.0.0.1, 00:00:16, FastEthernet0/0 <- routing ke
network 192.168.1.0/24
R2#
Lampiran 4. SILABUS

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN
Bidang Keahlian : Teknologi Informasi dan Komunikasi
Program Keahlian : Teknik Komputer dan Informatika
Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer dan Jaringan (C3)

Tujuan kurikulum mencakup empat aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kompetensi
sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Aspek-aspek
kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler,
dan ekstrakurikuler.
Rumusan kompetensi sikap spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran
agama yang dianutnya”. Sedangkan rumusan kompetensi sikap sosial yaitu,
“Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong,
kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect
teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan
memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta
didik.
Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang proses
pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam
mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4


(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan
3. Memahami, menerapkan,
alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim
menganalisis, dan mengevaluasi
dilakukan serta memecahkan masalah sesuai
tentang pengetahuan faktual,
dengan bidang kerja Teknik Komputer dan Jaringan.
konseptual, operasional dasar, dan
Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan
metakognitif sesuai dengan bidang
mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan
dan lingkup kerja Teknik Komputer
standar kompetensi kerja. Menunjukkan
dan Jaringan pada tingkat teknis,
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji
spesifik, detil, dan kompleks,
secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri,
berkenaan dengan ilmu
kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah
pengetahuan, teknologi, seni,
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
budaya, dan humaniora dalam
dipelajarinya di sekolah, serta mampu
konteks pengembangan potensi
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan
diri sebagai bagian dari keluarga,
langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi,
sekolah, dunia kerja, warga
kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
masyarakat nasional, regional, dan
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait
internasional.
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar


3.1 Mengevaluasi VLAN pada jaringan 4.1 Mengkonfigurasi VLAN

3.2 Mengevaluasi permasalahan VLAN 4.2 Melakukan perbaikan konfigurasi VLAN

3.3 Memahami proses routing 4.3 Mengkaji jenis-jenis routing


3.4 Mengevaluasi routing statis 4.4 Mengkonfigurasi routing statis
3.5 Menganalisis permasalahan routing 4.5 Memperbaiki konfigurasi routing statis
statis
3.6 Mengevaluasi routing dinamis 4.6 Mengkonfigurasi routing dinamis
3.7 Mengevaluasi permasalahan routing 4.7 Memperbaiki konfigurasi routing
dinamis dinamis
3.8 Mengevaluasi internet gateway 4.8 Mengkonfigurasi NAT
3.9 Menganalisis permasalahan internet 4.9 Memperbaiki konfigurasi NAT
gateway
3.10 Mengevaluasi firewall jaringan 4.10 Mengkonfigurasi firewall jaringan
3.11 Menganalisis permasalahan firewall 4.11 Memperbaiki konfigurasi firewall
3.12 Mengevaluasi manajemen bandwidth 4.12 Mengkonfigurasi manajemen
bandwidth
3.13 Menganalisis permasalahan 4.13 Memperbaiki konfigurasi manajemen
manajemen bandwidth bandwidth

3.14 Mengevaluasi load balancing 4.14 Mengkonfigurasi load balancing


3.15 Mengevaluasi permasalahan load 4.15 Memperbaiki konfigurasi load
balancing balancing
3.16 Mengevaluasi Proxy Server 4.16 Mengkonfigurasi Proxy Server
3.17 Menganalisis permasalahan Proxy 4.17 Memperbaiki konfigurasi Proxy Server
Server
Lampiran 3.
MATERI AJAR

Pengertan routng statc


Routing adalah kegiatan menentukan jalur pengiriman data dalam suatu jaringan,
menentukan jumlah host dalam jaringan, dan lain-lain. Suatu router membuat
keputusan berdasarkan IP address yang dituju dan juga dari topologi jaringan. Agar
keputusan routing tersebut benar, router harus mengenal seluruh seluk beluk jaringan
(topologi). Dalam routing static, informasi tentang topologi jaringan juga diperoleh
dari router yang lain. router dapat menghubungkan dua buah jaringan yang berbeda
tepatnya mengarahkan rute yang terbaik untuk mencapai network yang diharapkan.
Dalam implementasinya, router sering dipakai untuk menghubungkan jaringan antar
lembaga atau perusahaan yang masing-masing telah memiliki jaringan dengan
network id yang berbeda.
Routng Statc adalah jenis routng yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual.
Ciri-ciri routng stats adalah sebagai berikut: jalur spesifik ditentukan oleh admin
jaringan. pengisian tabel routng dilakukan secara manual oleh admin jaringan.
Cara kerja routng statk ada 3 bagian, yaitu:
 Konfigurasi router yang dilakukan oleh admin jaringan

 Router melakukan routing berdasarkan informasi yang diterima dari


tabel routing

 Admin Jaringan menggunakan perintah ip route secara manual untuk


konfigurasi router dengan routing statis dan routing statis berguna untuk
melewatkan paket data yang ada pada jaringan.
Ada beberapa parameter yang ada pada routng, yakni:
 Destination, adalah alat tujuan dan network mask dan biasanya diisi
dengan 0.0.0.0/0 untuk semua jaringan

 Gateway adalah datagram yang dapat dicapai melalui antarmuka

 Pref. Source adalah alamat tujuan paket dan meninggalkan roter


melalui alamat IP

 Distance (0-255) adalah jarak administrator jaringan dari router


Perbedaan antara routng statc dengan routng dinamis :

Routng Statk Routng Dinamik


Berfungsi pada protocol IP Berfungsi pada inter-routing protocol
Router tidak dapat membagi Router membagi informasi routing secara
informasi routing otomatis
Routing table dibuat dan dihapus Routing table dibuat dan dihapus secara
secara manual otomatis
Tidak menggunakan routig protocol Terdapat routing protocol, seperti RIP atau
OSPF
Microsoft mendukung multihomed Microsoft mendukung RIP untuk IP dan
system seperti router IPX/SPX

Routing sendiri memiliki 2 buah jenis yaitu routing static dan routing dynamic.
Routing static biasa digunakan jika topologi jaringan cakupan areanya tidak terlalu
besar, sederhana, dan konfigurasi tidak berubah-ubah.Tetapi jika jaringan telah
memasuki topologi yang kompleks,jangakuan areanya cukup luas, dan konfigurasi nya
berubah-ubah maka yang digunakan adalah routing dynamic.
Routing static adalah proses routing yang dalam pembuatannya menggunakan
cara manual oleh administrator dengan memasukkan jalur ke perangkat tabel routing
dengan melakukan konfigurasi jalur yang dimuat ketika routing perangkat dinyalakan.
Dalam routing static setiap satu router mempunyai satu table routing. Isi dari table
routing yaitu mengenai source menuju destination lewat/via mana. Seorang
administrator harus menggunakan perintah ip route secara manual untuk
mengkonfigurasi router dengan routing static. Jika topologi jaringan memiliki skala
besar, jika tetap menggunakan routing static maka akan sangat membuang waktu
administrator jaringan untuk melakukan update table routing jika berubah topologi
jaringan nya.
Supaya tidak susah-susah dalam mengeset table routing manual, maka dipakailah
routing dinamis. Routing dinamis merupakan routing yang otomatis, cerdas dan
terprogram. Sehingga administrator jaringan tidak membuang-buang waktunya untuk
meng-update table routing.
Tabel Routing adalah tabel yang memuat tentang seluruh IP address dari
interfaces router dan juga memuat tentang informasi routingnya. Routing table hanya
memberikan informasi sedangkan routing algoritma yang menganalisa dan mengatur
routing table. Intinya , router hanya tahu cara menghubungkan network atau subnet
yang terhubung langsung dengan router tersebut. Dibawah ini adalah contoh dari
routing table di packet tracer
Siklus yang biasanya terjadi dalam proses routing baik yang menggunakan routing
static atau dynamic yakni :
 Antar router saling “memperkenalkan diri
 Menentukan topologi jaringan yang ada
 Menentukan jalur terbaik / optimal dari segi kepadatan dan biaya
 Membuat table routing

Dalam proses routing, pemetaan jaringan mengalami beberapa prosedur atau


yang sering disebut algoritma. Algoritma tersebut meliputi :
 Tiap router saling memperkenalkan diri sebagai “reachable
information” sehingga tiap router saling mengenali router – router apa yang
berada dalam jaringan tersebut utk memudahkan prose selanjutnya dalam
pengiriman data
 Algoritma menentukan jalur terbaik atau jalur berbobot yang artinya
jalur yang dipandang paling optimal dari sisi jarak, laju data, harga, delay
 Algoritma untuk menangani perubahan topologi, artinya jika dalam
proses pengiriman data terdapat router yang memiliki protokol dan toplologi
yang berbeda

Algoritma dasar yang sering digunakan dalam routing adalah:


1) Distance Vektor
Distance Vektor : merupakan protokol yang terbatas karena hanya memiliki satu
informasi yakni informasi pada hop berikutnya yang berhubungan langsung dan
biasanya menggunakan protokol :
 RIP (Routing Internet Protocol)
 GGP (Gateway-to-Gateway Protocol)
 EGP (Exterior Gateway Protocol)
 IGRP (Internet Gateway Routing Protocol)
Analogi dari protokol distance vektor adalah seorang petualang yang sedang
berada di kota tertentu dan dia tidak memiliki peta yang lengkap mengenai
kondisi kota tersebut.Setiap ada persimpangan jalan dia hanya bertanya kepada
penunujuk jalan jika mau ke arah ini kita harus lewat mana. Sang penunjuk jalan
hanya memberikan informasi ke kanan atau ke kiri. Jika jalur yang diberitahukan
tersebut rusak maka sang petualang tersebut akan kebingungan ke arah mana
dia harus mencari jalan lain.
Algoritma distance vektor memiliki kelemahan – kelemahan :
 Jika terdapat informasi yang salah mengenai arah – arah, misal arah
yang diberikan kurang lengkap akibatnya akan mengganggu dalam
penentuan keputusan routing
 Jika node gagal (node down), maka tidak ada pembuatan rute yang
baru
2) Link State, tiap node memiliki informasi secara keseluruhan mengenai
node – node yang berada pada jaringan tersebut.
Algoritma Link state menggunakan protokol :
 IS-IS (Intermediate System-to-Intermediate System)
 OSPF (Open Shortest Path First)

Analogi dari protokol ini adalah seorang petualang yang memiliki peta ketika dia
sedang berada di suatu kota. apabila terdapat suatu jalan yang rusak ketika dia
lalui. Maka dia bisa mencari jalan lain untuk menuju ke arah tujuan nya karena
dia sudah memiliki peta lengkap.

Link state memiliki kelemahan jika ada perubahan jaringan secara keseluruhan
padahal pemetaan jaringan tersebut telah dibuat konsisten, sehingga butuh
waktu lagi dalam penyesuaian.

Jenis – Jenis dari Protokol routng statc


Jenis jenis dari protokol routing static itu beragam ,contohnya adalah :
 RIP ( Routing Information Protocol ).
 IGRP ( Internal Gateway Routing Protocol ).
 EIGRP ( Enchanced Internal Gateway Routing Protocol ).
 OSPF ( Open Shortest Path First ).
 BGP ( Border Gateway Protocol ).
Lampiran 2.
BUTIR SOAL

PILIHAN GANDA

Pilihlah jawaban yang benar dari soal – soal dibawah ini :

1. Router adalah alat yang sering di jumpai pada instalasi jaringan di berbagai
tempat bahkan dunia. Sehingga untuk menjadi seorang ahli jaringan perlu
mengetahui komponen router Berikut merupakan salah satu komponen dari
router adalah….
a. Random Access Memory ( RAM ).
b. Speaker .
c. Printer.
d. Scanner.
e. ROM.

2. Router menyimpan routing table yang menggambarkan bagaimana


menemukan network – network remote. Di bawah ini merupakan Jenis – jenis
table routing, kecuali :….
a. Destination
b. interface
c. Next-Hop
d. switching
e. Network Mask

3. Didalam routing ada bermacam - macam parameter, kecuali………..


a. Destination
b. GRPI (Gateway Routng Protokol Internal)
c. Gateway
d. Pref. Source
e. Distance

4. Suatu mekanisme routing yang me-rutekan jalur yang dibentuk secara


otomatis sehingga dalam berhubungan dengan jalur lain disebut….
a. NIC
b. ipv4
c. ipv6
d. Routing Statis
e. Routng Statc
5. Perintah untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik dalam mode konfigurasi
global adalah……….
a. Dns Route
b. Gateway Route
c. Distance Route
d. Hope Route
e. IP Route

6. Kemampuan routing protocol untuk membagi informasi tentang jaringan


dengan router lainnya dengan menggunakan routing protocol yang sama
disebut….
a. Network Discovery
b. NIC
c. OSI
d. Komputer
e. Router

7. Tabel yang memuat tentang seluruh IP address dari interfaces router


dan juga memuat tentang informasi routingnya Rip
a. Tabel OSI
b. Tabel Routng
c. Tabel Router
d. Tabel IGRP

8. Kerja routing statis ada 3 bagian yaitu:

1. Konfigurasi router yang dilakukan oleh admin jaringan


2. Router melakukan routing berdasarkan informasi yang diterima dari
tabel routing
3. Admin Jaringan menggunakan perintah ip route secara manual
untuk konfigurasi router dengan routing statis dan routing statis
berguna untuk melewatkan paket data yang ada pada jaringan.
4. Alamat tujuan paket dan meninggalkan roter melalui alamat IP
5. jarak administrator jaringan dari router
Urutan kerja routing statis yang benar adalah …
a. 1-3-5
b. 1-5-4
c. 1-2-3
d. 1-4-5
e. 1-2-5