Anda di halaman 1dari 13

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP KD 4.4)
Pertemuan Kesatu

Satuan Pendidikan : SMP ……………………………………..


Mata Pelajaran : Pend. Pancasila dan Kewarganegaraan
Kelas / Semester : VII / Genap
Materi Pokok : Makna Bhinneka Tunggal Ika
Alokasi Waktu : 3 x 40 menit (1 kali pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung
jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan
regional
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada
tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Nilai
No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
Karakter

1 1.4 Menghormati Religius 1.4.1 Menunjukkan sikap bersyukur atas


keberagaman norma- Nasionalis keberagaman yang dimiliki bangsa
norma, suku, agama, ras Indonesia
dan antargolongan dalam 1.4.2 Menunjukkan sikap toleransi atas
bingkai Bhinneka Tunggal keberagaman suku, agama, ras dan
Ika sebagai sesama antargolongan dalam bingkai Bhinneka
ciptaan Tuhan Tunggal Ika
2 2.4 Menghargai 2.4.1 Memiliki sikap peduli atas keberagaman
keberagamansuku, suku, agama, ras dan antargolongan
agama, ras dan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika
antargolongan dalam
bingkai Bhinneka Tunggal 2.4.2 Memiliki sikap santun atas
Ika keberagaman suku, agama, ras dan
antargolongan dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika

3 3.4 Mengidentifikasi 3.4.1 Mendeskripsikan makna Bhinneka


keberagaman suku, Tunggal Ika
agama, ras dan
antargolongan dalam 3.4.2 Menganalisis faktor penyebab
bingkai Bhinneka Tunggal keberagaman masyarakat Indonesia
Ika

4 4.4 Mendemonstrasikan hasil 4.4.1 Menyajikan laporan hasil telaah makna


identifikasi suku, agama, Bhinneka Tunggal Ika
ras dan antargolongan
dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika

C. Tujuan Pembelajaran
KI.1
Setelah proses pembelajaran, diharapkan peserta didik mampu :
1. Menunjukkan rasa syukur atas keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia
2. Mengakui kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta
3. Menerima perbedaan karakteristik sebagai anugerah Tuhan
4. Menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman
5. Menunjukkan perilaku toleransi atas keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika
6. Tindakan yang menghargai perbedaan dalam beribadah
7. Menghormati hari besar keagamaan lain
8. Tidak menjelekkan ajaran agama lain

KI. 2
Setelah proses pembelajaran, diharapkan peserta didik mampu :
1. Memiliki sikap peduli atas keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika
2. Ingin tahu dan ingin membantu teman yang kesulitan dalam pembelajaran, perhatian kepada
orang lain.
3. Berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah, misal: menumpulkan sumbangan untuk membantu
yang sakit atau kemalangan
4. Menunjukkan perhatian terhadap kebersihan kelas dan lingkungan sekolah
5. Memiliki sikap santun atas keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai
Bhinneka Tunggal Ika
6. Menghormati pendidik, pegawai sekolah, penjaga kebunm dan orang yang lebih tua
7. Dapat mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah, tidak marah-marah
8. Menunjukkan wajah ramah, bersahabat, dan tidak cemberut

KI. 3
Setelah proses pembelajaran, diharapkan peserta didik mampu :
1. Mendeskripsikan makna Bhinneka Tunggal Ika
2. Menganalisis faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia

KI. 4
Setelah proses pembelajaran, diharapkan peserta didik mampu :
1. Menyusun laporan hasil telaah makna Bhinneka Tunggal Ika

D. Materi Pembelajaran
1. Materi Pembelajaran Reguler
 Makna Bhinneka Tunggal Ika
 Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia
2. Materi Pembelajaran Pengayaan
 Keberagaman suku dan budaya dalam masyarakat Indonesia
3. Materi Pembelajaran Remedial
 Makna Bhinneka Tunggal Ika
 Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia

E. Metode Pembelajaran
1. Metode : Ceramah, Pemberian tugas, diskusi, tanya jawab
2. Pendekatan : Saintifik
3. Model : Discovery Learning

F. Media dan Alat Pembelajaran


1. Media Pembelajaran
 Lagu daerah “Pempek Lenjer”
 Gambar Garuda Pancasila
 Gambar peta Indonesia
 Gambar-gambar keberagaman bangsa Indonesia
2. Alat Pembelajaran
 Laptop
 Infokus
 Speker

G. Sumber Belajar
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Edisi Revisi 2016. Buku Siswa
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Halaman 84-86. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Edisi Revisi 2016. Buku Guru
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Halaman 152-156. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia.
3. https://komunitasgurupkn.blogspot.com. Diunduh tanggal 2 Januari 2018.

H. Langkah – Langkah Pembelajaran


Kegiatan Deskripsi Kegiatan

1. Pendahuluan a. Guru mempersiapkan secara fisik dan psikis peserta didik untuk mengikuti
(15 menit) pembelajaran dengan melakukan berdoa, menanyakan kehadiran peserta
didik, kebersihan dan kerapian kelas, kesiapan buku tulis dan sumber belajar.
b. Guru memberi motivasi dengan membimbing peserta didik menyanyikan lagu
daerah “Pempek Lenjer”.
c. Guru melakukan apersepsi melalui tanya jawab suku dan budaya di
Indonesia, dan mengamati gambar keberagaman bangsa Indonesia.

Gambar 4.4
Senyum ceria anak Indonesia dalam
keberagaman
d. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang akan
dicapai.
e. Guru membimbing peserta didik melalui tanya jawab tentang manfaat proses
pembelajaran.
f. Guru menjelaskan materi dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan
peserta didik.
2. Inti (80 menit)
Tahap 1 a. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang
beranggotakan 4 orang.
Stimulation b. Guru meminta peserta didik mengamati gambar
(stimulasi/pemberian lambang negara terutama tulisan semboyan
rangsangan) Bhinneka Tunggal Ika yang terdapat di lambang
tersebut, mencatat hal-hal yang penting dan yang
ingin diketahui dalam gambar. Guru dapat memberi
penjelasan singkat tentang gambar, sehingga
menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik
berkaitan dengan makna Bhinneka Tunggal Ika.
c. Guru menanamkan sikap teliti dan cermat dalam mengamati gambar.
d. Guru mengamati keterampilan peserta didik dalam mengamati gambar.
Tahap 2 a. Setiap peserta didik diberi satu pertanyaan dalam satu lembar kertas yang
Identifikasi Masalah diberi nomor (kelompok awal/kooperatif).
Nomor 1 : Apa makna Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan wikipedia Bahasa
Indonesia dan makna Bhinneka Tunggal Ika secara harfiah!
Nomor 2 : Terdapat di mana Kata Bhinneka Tunggal Ika waktu zaman dahulu
dan sekarang ?
Nomor 3 : Pasal berapa dalam UUD NRI Tahun 1945 yang mengatur tentang
lambang negara dan jelaskan makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika!
Nomor 4 : Jelaskan faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia!

Tahap 3 a. Peserta didik yang nomornya sama membentuk satu kelompok yang
Mengumpulkan dan membahas permasalahan yang sama (kelompok ahli).
Menganalisis Data b. Guru membimbing peserta didik untuk mencari informasi dan mendiskusikan
jawaban dengan membaca uraian materi di Buku PPKn Kelas VII Bab 4
bagian A di halaman 84-86, juga mencari melalui sumber belajar lain seperti
buku referensi lain dan internet.
c. Peran guru dalam langkah tahap ini adalah :
 Menyediakan berbagai sumber belajar seperti Buku PPKn Kelas VII dan
buku referensi lain
 Guru menjadi sumber belajar bagi peserta didik dengan memberikan
konfirmasi atas jawaban peserta didik, atau menjelaskan jawaban
pertanyaan kelompok.
 Guru dapat juga menunjukkan buku atau sumber belajar lain yang dapat
dijadikan referensi untuk menjawab pertanyaan.
Tahap 4 a. Setelah selesai, peserta didik yang ada di kelompok ahli kembali ke kelompok
Pengolahan Data awal/kooperatif.
b. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hubungan atas
berbagai informasi yang sudah diperoleh sebelumnya, seperti:
 Makna Bhinneka Tunggal Ika
 Terdapat dimana kata Bhinneka Tunggal Ika
 Makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika
 Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia
c. Guru membimbing peserta didik secara kelompok untuk persiapan presentasi.
Tahap 5 a. Guru membimbing kelompok untuk menyusun laporan hasil telaah tentang
Pembuktian makna Bhinneka Tunggal Ika. Laporan dapat berupa display, bahan tayang,
maupun dalam bentuk kertas lembaran. Manfaatkan sumber daya alam atau
bahan bekas yang ada di lingkungan peserta didik untuk membuat bahan
tayang.
b. Guru menjelaskan tata cara penyajian kelompok, seperti :1) Kelompok
menyajikan secara bergantian bahan tayang yang telah disusun sebelumnya.
2) Kelompok penyaji menyajikan materi paling lama 5 menit. Kelompok lain
memperhatikan penyajian kelompok penyaji dan mencatat hal-hal yang
penting serta mempersiapkan pertanyaan terhadap hal yang belum jelas. 3)
Kelompok penyaji bertanya jawab dan diskusi dengan peserta didik lain
tentang materi yang disajikan paling lama 15 menit.
c. Guru mendiskusikan dan membuat kesepakatan tentang tata tertib selama
penyajian materi oleh kelompok, seperti :
(1) Setiap peserta didik saling menghormati pendapat orang lain
(2) Mengangkat tangan sebelum memberikan pertanyaan atau
menyampaikan pendapat
(3) Menyampaikan pertanyaan atau pendapat setelah dipersilahkan oleh
guru (moderator)
(4) Menggunakan bahasa yang sopan saat menyampaikan pertanyaan atau
pendapat
(5) Berbicara secara bergantian dan tidak memotong pembicaraan orang lain
Tahap 6 a. Guru membimbing sebagai moderator kegiatan penyajian kelompok secara
Kesimpulan bergantian sesuai tata cara yang disepakati sebelumnya.
b. Guru memberikan konfirmasi terhadap jawaban peserta didik dalam diskusi,
dengan meluruskan jawaban yang kurang tepat dan memberikan
penghargaan bila jawaban benar dengan pujian atau tepuk tangan bersama.
3. Penutup a. Guru membimbing peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran melalui
(25menit) tanya jawab secara klasikal.
b. Guru melakukan refleksi dengan peserta didik atas manfaat proses
pembelajaran yang telah dilakukan dan menentukan tindakan yang akan
dilakukan berkaitan makna Bhinneka Tunggal Ika, dengan meminta peserta
didik menjawab pertanyaan berikut :
(1) Apa manfaat yang diperoleh dari mempelajari Bhinneka Tunggal Ika bagi
kalian ?
(2) Apa sikap yang kalian peroleh dari proses pembelajaran yang telah
dilakukan ?
(3) Apa manfaat yang diperoleh melalui proses pembelajaran yang telah
dilakukan ?
(4) Apa rencana tindak lanjut akan kalian lakukan ?
(5) Apa sikap yang perlu dilakukan selanjutnya ?
c. Guru memberikan umpan balik atas proses pembelajaran dan hasil telaah
kelompok.
d. Guru melakukan tes tertulis dengan menggunakan soal yang disusun guru
sesuai tujuan pembelajaran.
e. Guru menjelaskan rencana pembelajaran selanjutnya dan menugaskan
peserta dididk membaca materi pertemuan berikutnya yaitu keberagaman
masyarakat Indonesia di halaman 87-97.

I. Penilaian, Remedial dan Pengayaan


1. a. Sikap spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik dalam bersyukur dan
berdoa sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai
berikut:
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Sikap Yang Diamati


Bersyukur Toleransi
Skor Akhir

Skor Akhir
No Nama Peserta Didi
Jumlah

Jumlah
1 2 3 1 2 3

1 .......................

2 .......................

3 Dst

Keterangan indikator sikap yang di amati :


a. Sikap bersyukur
(1) Mengakui kebesaran Tuhan dalam menciptakan alam semesta
(2) Menerima perbedaan karakteristik sebagai anugerah Tuhan
(3) Menjaga kelestarian alam, tidak merusak tanaman
b. Sikap toleransi
(1) Tindakan yang menghargai perbedaan dalam beribadah
(2) Menghormati hari besar keagamaan lain
(3) Tidak menjelekkan ajaran agama lain
Petunjuk Penskoran :
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙ℎ
Skor Akhir = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100

b. Sikap Sosial
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
tanggung jawab dan peduli sesuai sikap yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria
sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Sikap Yang Diamati


Peduli Santun

Skor Akhir

Skor Akhir
Nama Peserta Didik

Jumlah

Jumlah
1 2 3 1 2 3

.......................
.......................
dst
Keterangan indikator sikap yang di amati :
a. Sikap Peduli
(1) Ingin tahu dan ingin membantu teman yang kesulitan dalam pembelajaran, perhatian kepada orang
lain.
(2) Berpartisipasi dalam kegiatan sosial di sekolah, misal: menumpulkan sumbangan untuk membantu
yang sakit atau kemalangan
(3) Menunjukkan perhatian terhadap kebersihan kelas dan lingkungan sekolah
b. Sikap Santun
(1) Menghormati pendidik, pegawai sekolah, penjaga kebunm dan orang yang lebih tua
(2) Dapat mengendalikan emosi dalam menghadapi masalah, tidak marah-marah
(3) Menunjukkan wajah ramah, bersahabat, dan tidak cemberut
Petunjuk Penskoran :
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
Skor Akhir = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙 𝑥 100

2. Pengetahuan
a. Teknik : Tes Tertulis
b. Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
c. Kisi – Kisi
Indikator Pencapaian Teknik Bentuk Instrumen Soal
No
Kompetensi Penilaian Instrumen
1 Disajikan gambar, pe- Tes ter- Pilihan 1. Pada gambar burung Garuda,
serta didik dapat menje- tulis Ganda kakinya mencengkeram pita
laskan arti Bhinneka yang bertuliskan sebuah kata
yang artinya ....
Tunggal Ika

a. Keanekaragaman budaya, namun tetap satu


kesatuan
b. Sekalipun berbeda-beda, namun tetap satu juga
c. Sekalipun berbeda bahasa, namun tetap satu
suku juga
d. Sekalipun wilayahnya berpencar, namun tetap
satu juga
Jawaban : b

2. Konsep yang menggambarkan bahwa bangsa


2 Peserta didik dapat me- Indonesia tetap satu tujuan meskipun terdiri atas
nyebutkan konsep yang berbagai suku, agama, adat-istiadat, dan
menggambarkan bahwa kebudayaan adalah ….
Indonesia tetap satu a. Ketahanan nasional c. Wawasan nusantara
tujuan b. Wawasan nasional d. Bhinneka Tunggal Ika
Jawaban : d

3. Perhatikan kolom berikut!


3 Disajikan kolom pernya- 4
1 2 3
taan, peserta didik da-
pat menunjukkan kolom Sutasoma Negarakertagama Ushada Tuju Sutasoma
Mpu Tantular Mpu Prapanca Mpu Tantular Mpu Gandring
yang benar tentang Majapahit Majapahit Singosari Sriwijaya
Bhinneka Tunggal Ika
Istilah Bhinneka Tunggal Ika sudah muncul sejak
zaman dahulu. Pernyataan yang tepat sehubungan
hal tersebut ditunjukkan pada kolom nomor ….

a. 1 b. 2 c. 3 d. 4
Jawaban : a

4. Perhatikan pernyataan berikut!


4 Disajikan pernyataan, (1) Sultan Abdul Hamid (4) Pasal 36A
peserta didik dapat me- (2) Sultan Hamid II (5) Pasal 36B
(3) Ir. Soekarno (6) Pasal 36C
nunjukkan nomor ten-
Pernyataan yang tepat tentang siapa yang meran-
tang siapa yang meran-
cang dan Pasal yang mengatur tentang lambang
cang dan pasal yang
negara ditunjukkan nomor ....
mengatur tentang lam-
a. (1) dan (4) c. (2) dan (5)
bang negara b. (2) dan (4) d. (3) dan (6)
Jawaban : b

5 Disajikan pernyataan, 5. Perhatikan pernyataan berikut!


peserta didik dapat (1) Mewujudkan persatuan dan kesatuan
menunjukkan nomor (2) Menghargai perbedaan dalam masyarakat
yang tepat berhubungan (3) Mencintai suku dan adat daerah sendiri
dengan semboyan (4) Dibina sebagai modal dasar pembangunan
Pernyataan yang tepat berhubungan dengan
Bhinneka Tunggal Ika
semboyan Bhinneka Tunggal Ika ditunjukkan nomor .

a. (1), (2), dan (3) c. (1), (3), dan (4)


b. (1), (2), dan (4) d. (2), (3), dan (4)
Jawaban : b

6. Perhatikan pernyataan berikut!


6 Disajikan pernyataan,
(1) Letak strategis wilayah Indonesia
peserta didik dapat me- (2) Kondisi negara yang pernah mengalami krisis
nunjukkan nomor yang ekonomi
tepat tentang faktor pe- (3) Kondisi negara kepulauan
nyebab keberagaman (4) Perbedaan kondisi alam
masyarakat Indonesia Pernyataan yang tepat tentang faktor penyebab
keberagaman masyarakat Indonesia ditunjukkan
nomor ....

a. (1), (2), dan (3) c. (1), (3), dan (4)


b. (1), (2), dan (4) d. (2), (3), dan (4)
Jawaban : c
7.Perhatikan peta Indonesia berikut!
7 Disajikan peta, peserta
didik dapat menyebut-
kan letak strategis
wilayah Indonesia

Salah satu faktor penyebab keberagaman


masyarakat Indonesia adalah letak strategis wilayah
Indonesia, yaitu ....
a. Diantara benua Asia dan benua Afrika
b. Diantara kutub utara dan kutub selatan
c. Diantara negara Jepang dan negara Amerika
d. Diantara samudra Pasifik dan samudra Indonesia
Jawaban : d

8.Kondisi negara Indonesia yang berbentuk kepulauan


8 Peserta didik dapat me- mengakibatkan perbedaan ....
nyebutkan akibat dari a. Ras, agama, dan bahasa
kondisi negara Indone- b. Suku bangsa, bahasa, dan budaya
sia yang berbentuk c. Bentuk rumah, mata pencaharian, dan makanan
kepulauan pokok
d. Bentuk pemerintahan, mata uang, dan politik
Jawaban : b

9. Perhatikan pernyataan berikut!


9 Siswa dapat menyebut- (1) Indonesia terdiri dari 17.504 pulau
kan tujuan sidang (2) Jumlah suku di Indonesia mencapai 1.128
BPUPKI pertama (3) Indonesia memiliki 66 provinsi di seluruh wilayah
(4) Jenis bahasa yang ada di Indonesia berjumlah
726
Pernyataan yang tepat menunjukkan karakteristik
keanekaragaman di Indonesia ditunjukkan nomor ....

a. (1), (2), dan (3) c. (1), (3), dan (4)


b. (1), (2), dan (4) d. (2), (3), dan (4)
Jawaban : b

10. Perhatikan paham-paham berikut!


10 Disajikan pernyataan, (1) Sukuisme (3) Nasionalisme
peserta didik dapat me- (2) Individualisme (4) Patriotisme
nunjukkan nomor yang Paham yang tidak boleh ada dalam keberagaman
tepat tentang paham masyarakat Indonesia ditunjukkan nomor ....
yang tidak boleh ada
a. (1) dan (2) c. (2) dan (3)
dalam keberagaman
b. (1) dan (3) d. (3) dan (4)
masyarakat Indonesia Jawaban : a
Kunci Jawaban

No Jawaban Skor

3. Keterampilan 1 b 1
Penilaian portofolio
2 d 1
Lembar Penilaian Penyajian dan
Laporan Hasil Telaah 3 a 1
Nama / Kelompok :
…………..... 4 b 1
Kelas : VII.
……….. 5 b 1
Materi Pokok : Makna
6 c 1
Bhineka Tunggal Ika
N Aspek Skor 7 d 1
o Penilaian 1 2 3 4 8 b 1
A Penyajian 9 b 1
Menanya / 10 a 1
1
Menjawab
Skor Maksimal 10
2 Argumentasi

Bahan
3 Tayang /
Display

B Laporan

1 Isi Laporan

Penggunaan
2
Bahasa

3 Estetika

Jumlah Skor

Tanda
Komentar Guru
Tangan

Komentar Orang Tanda


Tua Tangan
Pedoman Penskoran (rubrik) :

No Aspek Penskoran

1 Menanya / Menjawab Skor 4, apabila selalu menjawab/menanya


Skor 3, apabila sering menjawab/menanya
Skor 2, apabila kadang-kadang menjawab/menanya
Skor 1, apabila tidak pernah menjawab/menanya.

2 Argumentasi Skor 4, apabila materi/jawaban benar, rasional, dan jelas.


Skor 3, apabila materi/jawaban benar, rasional, dan tidak jelas
Skor 2, apabila materi/jawaban benar, tidak rasional, dan tidak jelas
Skor 1, apabila materi/jawaban tidak benar, tidak rasional, dan tidak jelas

3 Bahan tayang Skor 4, apabila sistematis, kreatif, menarik


Skor 3, apabila sistematis, kreatif, tidak menarik
Skor 2, apabila sistematis, tidak kreatif, tidak menarik
Skor 1, apabila tidak sistematis, tidak kreatif, tidak menarik

4 Isi Laporan Skor 4, apabila isi laporan benar, rasional, dan sistematika lengkap
Skor 3, apabila isi laporan benar, rasional, dan sistematika tidak lengkap
Skor 2, apabila isi laporan benar, tidak rasional, dan sistematika tidak lengkap
Skor 1, apabila isi laporan tidak benar, tidak rasional, dan sistematika
tidak lengkap

5 Penggunaan Bahasa Skor 4, apabila menggunakan bahasa dan penulisan sesuai PUEBI, serta mudah
dipahami
Skor 3, apabila menggunakan bahasa dan penulisan sesuai PUEBI, namun tidak
mudah dipahami
Skor 2, apabila menggunakan bahasa seuai PUEBI, namun penulisan tidak sesuai
PUEBI dan tidak mudah dipahami
Skor 1, apabila menggunakan bahasa dan penulisan tidak sesuai PUEBI
dan tidak mudah dipahami

6 Estetika Skor 4, apabila kreatif, rapi, dan menarik


Skor 3, apabila kreatif, rapi, dan kurang menarik
Skor 2, apabila kreatif, kurang rapi, dan kurang menarik
Skor 1, apabila kurang kreatif, kurang rapi, dan kurang menarik

𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒂𝒌𝒉𝒊𝒓 = 𝒙𝟒
𝑺𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍

Remedial
Remedial dilaksanakan untuk siswa yang belum menguasai materi dan belum mampu memahami
makna Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan remedial dilakukan dengan mengulang materi
pembelajaran apabila peserta didik yang sudah tuntas di bawah 75 %. Sedangkan apabila peserta
didik yang sudah tuntas lebih dari 75 % maka kegiatan remedial dapat dilakukan atara lain :
1. Mengulang materi pokok di luar jam tatap muka bagi peserta didik yang belum tuntas
2. Memberikan penugasan kepada peserta didik yang belum tuntas
3. Memberikan kesempatan untuk tes perbaikan.
Perlu diperhatikan bahwa materi yang diulang atau dites kembali adalah materi pokok atau
keterampilan yang berdasarkan analisis belum dikuasai oleh peserta didik. Kegiatan remdial bagi
kompetensi sikap dilakukan dalam bentuk pembinaan secara holistik, yang melibatkan guru
bimbingan konseling dan orang tua.

Pengayaan
Kegiatan pembelajaran pengayaan diberikan kepada siswa yang telah menguasai materi dan
secara pribadi sudah mampu memahami makna Bhinneka Tunggal Ika. Bentuk pengayaan dapat
dilakukan dengan antara lain :
1. Guru memberikan tugas untuk melakukan aktifitas sesuai tugas dalam kolom pengayaan.
Peserta didik dapat juga mempelajari lebih lanjut tentang materi pokok dari berbagai sumber
dan mencatat hal-hal penting. Selanjutnya menyajikan dalam bentuk laporan tertulis atau
membacakan di depan kelas.
2. Peserta didik membantu peserta didik lain yang belum tuntas dengan pembelajaran tutor
sebaya.

Palembang, 19 Maret 2018


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mapel PPKn

(NAMA KEPALA SEKOLAH) (NAMA GURU )


NIP: NIP:

Keterangan:
 Warna merah : PPK
 Warna biru :4C
 Warna ungu : Literasi
 Warna hijau : Hots

BAHAN AJAR
1. Makna Bhinneka Tunggal Ika
Berdasarkan Wikipedia Bahasa Indonesia, Bhinneka Tunggal
Ika adalah motto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal
dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat
“Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Jika diterjemahkan per patah kata,
kata bhinneka berarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda.
Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan menjadi
pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia.
Kata tunggal berarti "satu". Kataika berarti "itu".
Gambar 4.1 Lambang Negara Indonesia
Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu", yang bermakna
meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan.
Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku
bangsa, agama dan kepercayaan.
Kalimat Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam buku Sutasoma, karangan Mpu Tantular
pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Dalam buku Sutasoma (Purudasanta),
pengertian Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan bidang kepercayaan juga
keanekaragam agama dan kepercayaan di kalangan masyarakat Majapahit. Kalimat ini juga sudah
dipakai sebagai motto pemersatu Nusantara, yang diikrarkan oleh Patih Gajah Mada.
Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam Garuda Pancasila sebagai Lambang Negara
Republik Indonesia. Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan
Bhinneka Tunggal Ika. Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya
menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung
yang digantung dengan rantai pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang
berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda.
Lambang ini dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh
Presiden Soekarno dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada
Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950. Penggunaan lambang
negara diatur dalam UUD 1945 pasal 36A dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa,
dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. (LN 2009 Nomor 109, TLN 5035). Sebelumnya
lambang negara diatur dalam Konstitusi RIS, UUD Sementara 1950, dan Peraturan Pemerintah No.
43/1958.
Pasal 36 A, yaitu Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka
Tunggal Ika dan Pasal 36 B: Lagu Kebangsaaan ialah Indonesia Raya. Menurut risalah sidang
MPR tahun 2000, bahwa masuknya ketentuan mengenai lambang negara dan lagu kebangsaan
kedalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang melengkapi pengaturan
mengenai bendera negara dan bahasa negara yang telah ada sebelumnya merupakan ikhtiar untuk
memperkukuh kedudukan dan makna atribut kenegaraan ditengah kehidupan global dan hubungan
internasional yang terus berubah.Dengan kata lain, kendatipun atribut itu tampaknya simbolis, hal
tersebut tetap penting, karena menunjukkan identitas dan kedaulatan suatu negara dalam
pergaulan internasional. Atribut kenegaraan itu menjadi simbol pemersatu seluruh bangsa
Indonesia ditengah perubahan dunia yang tidak jarang berpotensi mengancam keutuhan dan
kebersamaan sebuah negara dan bangsa tak terkecuali bangsa dan negara Indonesia.
Bagi bangsa Indonesia semboyan Bhineka Tunggal Ika merupakan dasar untuk
mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Perwujudan semboyan Bhineka Tunggal Ika
dalam kehidupan sehari-hari dilakukan dengan carahidup saling menghargai antara masyarakat
yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa,agama,bahasa,adat istiadat,
warna kulit dan lain-lain. Seperti di ketahui Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari
beribu-ribu pulau dimana setiap daerah memiliki adat istiadat,bahasa, aturan,kebiasaan dan lain-
lain yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya tanpa adanya kesadaran sikap untuk
menjaga Bhineka tunggal Ika pastinya akan terjadi berbagai kekacauan di dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara. Dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika kita harus membuang jauh-
jauh sikap mementingkan dirinya sendiri atau daerahnya sendiri tanpa perduli kepentngan
bersama. Bila hal tersebut terjadi pastinya negara kita ini akanterpecah belah. Oleh sebab itu
marilah kita jaga Bhinneka Tunggal Ika dengan sebaik-baiknya agar persatuan bangsa dan negara
Indonesia tetap terjaga.

2. Faktor penyebab keberagaman masyarakat Indonesia


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, terdiri atas 34 provinsi dengan ribuan pulau
yang ada di dalamnya. Luas wilayah negara berpengaruh terhadap banyaknya keberagaman yang
dimiliki bangsa Indonesia. Keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat
banyak perbedaan dalam berbagai bidang.
Gambar 4.2 Keberagaman bangsa Indonesia
Sumber: www.jokowinomics.com

Keberagaman dalam masyarakat Indonesia sudah menjadi ketetapan Tuhan Yang Maha
Kuasa. Keberagaman merupakan anugerah yang patut disyukuri karena tidak mudah mengelola
keberagaman di Indonesia. Pemerintah dan seluruh warga negara Indonesia sebaiknya
mendorong keragaman itu menjadi sebuah kekuatan guna mewujudkan persatuandan kesatuan
bangsa. Menghormati keberagaman adalah sikap terpujisebagaimana Tuhan menciptakan
makhluknya yang beraneka ragam pula.
Keberagaman dalam masyarakat menjadi tantangan karena tumbuhnya perasaan
kedaerahan dan kesukuan yang berlebihan dapat mengancam keutuhan bangsa dan Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kerukunan antar suku,
pemeluk agama, dan kelompok-kelompok sosial lainnya dapat dilakukan melalui dialog dan kerja
sama dengan prinsip kebersamaan, kesetaraan, toleransi, dan saling menghormati.
Keberagaman masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang datang
dari dalam maupun luar masyarakat. Hal ini juga dipengaruhi oleh faktor alam, diri sendiri, dan
masyarakat. Secara umum keberagaman masyarakat Indonesia disebabkan oleh hal-hal sebagai
berikut:
a. Letak strategis wilayah Indonesia
Letak Indonesia yang strategis, yaitu diantara dua
Samudra Pasifik dan Samudra Indonesia, serta dua
benua Asia dan Australia mengakibatkan wilayah
kita menjadi jalur perdagangan internasional. Lalu
lintas perdagangan tidak hanya membawa
komoditas dagang, namun juga pengaruh
kebudayaan mereka terhadap budaya Indonesia.
Kedatangan bangsa asing yang berbeda ras,
kemudian menetap di Indonesia mengakibatkan
kemajemukan ras, agama dan bahasa.
Gambar 4.3 Peta Indonesia

b. Kondisi negara kepulauan


Negara Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau yang secara fisik terpisah-pisah. Keadaan ini
menghambat hubungan antarmasyarakat dari pulau yang berbeda-beda. Setiap masyarakat di
kepulauan mengembangkan budaya mereka masing-masing, sesuai dengan tingkat kemajuan
dan lingkungan masing-masing. Hal ini mengakibatkan perbedaaan suku bangsa, bahasa,
budaya, serta peranan laki-laki dan perempuan.

c. Perbedaan kondisi alam


Kondisi alam yang berbeda seperti daerah pantai, pegunungan, daerah subur, padang rumput,
pegunungan, dataran rendah, rawa, dan laut, mengakibatkan perbedaan masyarakat. Juga
kondisi kekayaan alam, tanaman yang dapat tumbuh, hewan yang hidup di sekitarnya.
Masyarakat di daerah pantai berbeda dengan masyarakat pegunungan, seperti perbedaan
bentuk rumah, mata pencaharian, makanan pokok, pakaian, kesenian, bahkan kepercayaan.

d. Keadaaan transportasi dan komunikasi


Kemajuan sarana transportasi dan komunikasi juga mempengaruhi perbedaan masyarakat
Indonesia. Kemudahan sarana ini membawa masyarakat mudah berhubungan dengan
masyarakat lain, meskipun jarak dan kondisi alam yang sulit. Sebaliknya sarana yang terbatas
juga menjadi penyebab keberagaman masyarakat Indonesia.

e. Penerimaan masyarakat terhadap perubahan


Sikap masyarakat terhadap sesuatu yang baru baik yang datang dari dalam maupun luar
masyarakat membawa pengaruh terhadap perbedaan masyarakat Indonesia. Ada masyarakat
yang mudah menerima orang asing atau budaya lain, seperti masyarakat perkotaan. Namun
ada juga sebagian masyarakat tetap bertahan pada budaya sendiri.