Anda di halaman 1dari 28

PROPOSAL

PRAKTEK KERJA LAPANGAN


DAN PENGAMBILAN DATA TUGAS AKHIR

PENGAMATAN AKTIVITAS PENGGALIAN,


PENGANGKUTAN OVERBURDEN
DAN FUEL RATIO DI PT. ADARO INDONESIA
KABUPATEN TABALONG
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

RULLY AKBAR
NIM. T03140023

POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN


JURUSAN TEKNIK SIPIL
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK PERTAMBANGAN
BANJARMASIN
2016
JURUSAN TEKNIK SIPIL
PROGRAM STUDI DIII TEKNIK PERTAMBANGAN
Jalan Brigjen. H. Hasan Basri 70123 Banjarmasin

BIODATA MAHASISWA
NAMA : RULLY AKBAR
NIM : T03140023
PRODI : DIPLOMA III TEKNIK PERTAMBANGAN
TTL : TABALONG, 27 JULI 1996
NO HP : 0821-5811-0352
EMAIL : rullyakbar00@gmail.com
ALAMAT : JL. PERDAGANGAN, HKSN PERMAI, BLOK 10A, RT. 29,
RW.02 KELURAHAN ALALAK UTARA
KECAMATAN BANJARMASIN UTARA
KOTA BANJARMASIN
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
JUDUL : PENGAMATAN AKTIVITAS PENGGALIAN,
PENGANGKUTAN OVERBURDEN DAN FUEL RATIO
PEMBIMBING : RACHMAT HIDAYATULLAH, ST, MT
LEMBAR PERSETUJUAN

Praktek Kerja Lapangan merupakan persyaratan yang harus ditempuh mahasiswa


pada kurikulum Program Studi DIII Teknik Pertambangan Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Banjarmasin.

Dengan ini menyatakan bahwa Proposal Praktek Kerja Lapangan :

a) Nama Mahasiswa : Rully Akbar


b) N.I.M : T03140023
c) Bidang Ilmu : Produksi
d) Rencana Judul : Pengamatan Aktivitas Penggalian,
Pengangkutan Overburden dan Fuel Ratio
e) Tempat : PT. Adaro Indonesia Kabupaten Tabalong
Provinsi Kalimantan Selatan

Telah selesai ditela’ah dan disetujui untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan
sesuai dengan judul dan tempat yang dimaksud.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan


Program Kegiatan Praktek Kerja Lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa
DIII Teknik Pertambangan Politeknik Negeri Banjarmasin mempunyai tujuan
khusus, yaitu untuk mendapatkan pengalaman kerja yang baik sehingga dapat
mencetak mahasiswa yang berkualitas, sebagai ahli yang terampil dan siap pakai
di bidang industri pertambangan khususnya. Pada dasarnya industri pertambangan
terdiri dari banyak kegiatan yang harus dilakukan. Diawali dari kegiatan propeksi,
eksplorasi, studi kelayakan, development, eksploitasi, pengolahan, sampai kepada
pemasaran yang mana dari semua kegiatan tersebut saling berkaitan dan
mendukung. Sedangkan penambangan sendiri yaitu suatu kegiatan pengambilan
endapan tersebut dapat dilakukan dengan dua sistem penambangan yaitu tambang
terbuka dan tambang bawah tanah.

Kegiatan penambangan batubara yang menggunakan sistem penambangan


tambang terbuka dengan pengoperasian peralatan mekanis seperti backhoe untuk
pemuatan dan dump truck untuk pengangkutan. Pada sistem tambang terbuka
pengupasan lapisan overburden merupakan salah satu kegiatan yang sangat
berpengaruh terhadap pencapaian target produksi.

Setiap industri pertambangan yang berskala besar sering mengangkut


overburden dengan jarak yang jauh, sehingga bahan bakar adalah faktor penting
dalam memperhitungkan cost setiap alat angkut. Kebutuhan bahan bakar menjadi
perhitungan penting dalam memperhitungkan keuntungan bisnis pertambangan.
Oleh karena itu, objek praktek kerja lapangan (PKL) ini ditekankan untuk dapat
mengamati pengaruh produktivitas alat gali muat dan alat angkut berdasarkan
nilai waktu siklus (cycle time) terhadap pencapaian target produksi dan
membandingan penggunaan bahan bakar per jam (Liter/jam) dengan produksi
yang dihasilkan per jam (BCM/jam) berdasarkan nilai fuel ratio. Hal ini yang
melatar belakangi PKL ini, dengan judul “Pengamatan Aktiktivitas Penggalian,
Pengangkutan Overburden dan Fuel Ratio di PT. Adaro Indonesia.
Meskipun telah mengajukan topik Praktek Kerja Lapangan diatas, tidak
menutup kemungkinan jika pihak perusahaan memberikan suatu kebijakan
mengenai perubahan judul yang sesuai pada praktek kerja lapangan yang akan
dilaksanakan.

1.2 Tujuan Praktek Kerja Lapangan


Tujuan dari kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini adalah :
1. Mengamati pola pemuatan material,
2. Mengamati waktu siklus (cycle time) alat gali muat dan alat angkut,
3. Mengetahui perhitungan produktivitas alat gali muat, alat angkut dan fuel
ratio,
4. Mengetahui perbandingan penggunaan bahan bakar dengan produksi per
bcm pada satuan waktunya,
5. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan penggunaan
bahan bakar alat,
6. Pengambilan data tugas akhir.

1.3 Manfaat Praktek Kerja Lapangan


Manfaat dari praktek kerja lapangan ini untuk megaplikasikan ilmu
pengetahuan yang berkaitan dengan:
1.3.1 Mahasiswa
Dengan adanya kegiatan Praktek Kerja Lapangan mahasiswa dapat
mengeluarkan pendapat, pemikiran, bakat serta ilmu pengetahuan yang ada dan
menambah pemahaman dengan terjun ke dunia kerja secara langsung. Disamping
itu juga mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja yang baik sehingga
memungkinkan mahasiswa setelah selesai menjalani perkuliahan ini, dapat
langsung bekerja di dunia kerja pertambangan tersebut.
1.3.2 Perusahaan
Dengan adanya Praktek Kerja Lapangan ini, pihak perusahaan mendapatkan
Sumber Daya Manusia yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam
usaha pencapaian produksi atau kemajuan bagi pihak perusahaan.
1.3.3 Kampus Politeknik Negeri Banjarmasin
Melalui kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini Kampus Politeknik Negeri
Banjarmasin biasa menjalin hubungan kerjasama dengan pihak perusahaan,
sehingga dapat menciptakan mahasiswa yang terampil, unggul dan terdidik.

1.4 Tempat Praktek Kerja Lapangan


Praktek kerja lapangan direncanakan selama 3 bulan yang merupakan salah
satu syarat menyelesaikan perkuliahan DIII Teknik Pertambangan Politeknik
Negeri Banjarmasin. Praktek ini bertempat di PT.Adaro Indonesi. Bagian
produksi adalah bagian yang akan diambil dalam judul Praktek Kerja Lapangan
ini.

1.5 Waktu Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan


Waktu pelaksanaan PKL untuk mahasiswa DIII Teknik Pertambangan
Politeknik Negeri Banjarmasin direncanakan selama tiga bulan dari tanggal 1
Februari sampai 30 April 2017. Dengan rincian tanggal 1 Februari sampai 31
Maret adalah kegiatan Praktek Kerja Lapangan, tanggal 1 April sampai 30 April
adalah pengambilan data tugas akhir (TA).
Tabel 1.1 Rencana Kegiatan Praktek Kerja Lapangan danTugas Akhir Tahun 2017

TAHUN
2017
NO KEGIATAN
FEBRUARI MARET APRIL
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 INDUKSI, ORIENTASI, SOP PKL

2 PEMBEKALAN, PELATIHAN PKL

3 KEGIATAN PKL

A. MENGAMATI KEGIATAN
PRODUKSI DAN FUEL RATIO

B. MENGAMATI KEGIATAN
PENGGALIAN,PENGANGKUTAN
OVERBURDEN, FUEL
CONSUMPTION UNIT DAN FUEL
RATIO

4 KEGIATAN TUGAS AKHIR


(PENGAMBILAN DATA)

A. MENGAMATI NILAI FUEL


RATIO PADA KEGIATAN
PRODUKSI

B. MENCARI NILAI FUEL RATIO


BERDASARKAN DATA HASIL
PRODUKSI DAN FUEL
CONSUMPTION UNIT

5
PENGOLAHAN DATA
6 PRESENTASI PKL DI
PERUSAHAAN
7 PENYELESAIANADMINISTRASI
PERUSAHAAN

Keterangan: Kegiatan PKL

Kegiatan TA
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Siklus Produksi

Menurut Indonesianto (2015) untuk memperoleh produksi (output) tertentu


harus diperhatikan siklus produksi. Pada Pemindahan Tanah Mekanis siklus
produksi dapat meliputi:
1. Pemuatan (Loading),
2. Pengangkutan (Hauling),
3. Penimbunan (Dumping),
4. Kembali (Return) dan
5. Menempatkan diri (Spot).

2.1.1 Pemuatan (Loading)

Pemuatan merupakan proses pemuatan material hasil galian oleh alat muat-
loading equipment (power shovel, backhoe, dragline) yang dimuatkan pada alat
angkut (hauling equipment). Ukuran dan tipe dari alat muat yang dipakai harus
sesuai dengan kondisi lapangan dan keadaan alat angkutnya. Yang berpengaruh
terhadap produksi (output) alat muat (loading equipment) adalah:

1. Jenis/tipe dan kondisi alat muat (termasuk kapasitasnya),


2. Jenis/macam material yang akan dikerjakan,
3. Kapasitas dari alat angkut,
4. Pola Muat dan
5. Skill dari operatornya.
2.1.2 Pengangkutan (Hauling)

Pengangkutan (hauling) adalah pekerjaan pengangkutan material. Produksi


(output) dari pekerjaan pengangkutan ini dipengaruhi oleh:

1. Kondisi jalan angkutnya,


2. Banyak/tidaknya tanjakan,
3. Kemampuan operator,
4. Dan hal-hal lain yang berpengaruh terhadap kecepatan dari alat angkut.

2.1.3 Penimbunan (Dumping)

Penimbunan (dumping) merupakan pekerjaan penimbunan material.


Pekerjaan penimbunan dipengaruhi oleh kondisi tempat penimbunan , mudah atau
tidaknya maneuver alat angkut selama melakukan penimbunan, dan ini
dipengaruhi oleh:

1. Cara melakukan penimbunan (side dump, rear dump atau bottom dump)
dan
2. Kondisi dari material yang akan ditumpahkan (fragmentasi dan
kelengketan).

2.1.4 Kembali (Return)

Kembali (return) merupakan pekerjaan dari alat-alat angkut untuk kembali


lagi ketempat pemuatan setelah menumpahkan muatan pada dumping site (tempat
penimbunan). Jadi waktu untuk kembali (return time) juga dipengaruhi oleh hal-
hal yang sama ketika waktu untuk mengangkut (hauling time)

2.1.5 Penempatan (Spot)

Penempatan (spot) merupakan penempatan diri dari alat angkut (haulage


unit). Cara dan mudah tidaknya haulage unit (missal truck) menempatkan diri
untuk dimuati oleh alat muat (loadig equipment), ditentukan oleh:

1. Jenis alat muat (loading machine) dan


2. Lokasi atau posisi alat muat (loading equipment)

2.2 Macam-Macam Material dan Perubahan Volume

Material yang akan digali dan ditangani adalah tanah atau batuan, maka
harus diketahui tentang mudah atau tidaknya material tersebut digali dan
ditangani (Indonesianto, 2015). Penggolongan material berdasarkan atas
kemudahannya digali ada empat macam seperti dibawah ini :
1. Soft atau easy digging : tanah, pasir
2. Medium hard digging : clay
3. Hard digging : shale, compacted material
4. Very hard digging atau rock : material yang memerlukan
peledakan sebelum dapat digali,
misalnya andesit, batu gamping koral
Sifat fisik material yang perlu diketahui operator adalah :
1. Weight (berat) material
Dalam pemilihan alat berat, tidak dapat diestimasi sebelum (tentang
kapasitasnya) apabil belum diketahui weight per unit (unit berat) dari
material yang akan ditangani. Unit ini ada yang mengistilahkan:
a) SG dan
b) Tonnage faktor (berat material setiap m3, misal 1m3/1,5 Ton).
2. Swell (pengembangan)
Swell adalah pengembangan volume suatu material setelah digali
dari tempatnya. Di alam, material didapati dalam keadaan padat dan
terkonsolidasi dengan baik, sehingga hanya sedikit bagian-bagian kosong
(void) yang terisi udara di antara butir-butirnya, lebih-lebih kalau butir-
butir itu halus sekali
Apabila material digali dari tempat aslinya, maka akan terjadi
pengembangan volume (swell). Untuk menyatakan berapa besarnya
pengembangan volume itu dikenal dua istilah yaitu:
a) Faktor pengembangan (swell factor) dan
b) Persen pengembangan (percent swell).
Pengembangan volume suatu material perlu diketahui karena yang
diperhitungkan pada penggalian selalu didasarkan pada kondisi material
sebelum digali, yang dinyatakan dalam pay yard atau bank volume atau in
place volume atau volume insitu. Sedangkan material yang ditangani
(dimuat untuk diangkut) selalu material yang telah mengembang (loose
volume).
3. Kekompakan (Compactibility)
Kekompakan suatu material saling terkait dengan :
a) Densitas (Density)

𝐛𝐞𝐫𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐭𝐞𝐫𝐢𝐚𝐥
Density suatu material = 𝐯𝐨𝐥𝐮𝐦𝐞 𝐦𝐚𝐭𝐞𝐫𝐢𝐚𝐥

b) Shrinkage
Shrinkage adalah penyusutan suatu material setelah mengalami
pengompakan.

2.3 Produktifitas Alat-Alat Mekanis

Menurut Indonesianto (2015) alat-alat mekanis yang digunakan dalam


penggalian dan pengangkutan overburden pada perusahaan berpengaruh pada
lamanya suatu pekerjaan tersebut dapat diselesaikan. Semakin besar kapasitas
alat-alat mekanis yang digunakan maka pekerjaan tersebut akan lebih cepat selesai
karena memiliki produktivitas yang besar dan sebaliknya. Ada dua alat mekanis
utama yang digunakan dalam penggalian dan pengangkutan overburden yaitu
Excavator dan Dump Truck sedangkan Grader dan Bulldozer sebagai support
equipment.

Berikut adalah rumus untuk menghitung produktivitas alat gali muat dan alat
angkut:
1. Produktivitas Alat Gali Muat

𝟑𝟔𝟎𝟎
Q= x KB x FF x [Fk] x [Fk]
𝑪𝑻

Keterangan:
Q = Produktivitas Alat Gali Muat
CT = Cycle Time (detik)
KB = Kapasitas Bucket (m3)
FF = Fill Factor (%)
Fk = Faktor Koreksi (misal: Efisiensi kerja, dan lain-lain)
Fk = Faktor Konversi (misal: SF)
2. Produktivitas Alat Angkut
𝟔𝟎
Pa = 𝑪𝑻𝒂 𝒙 𝑲𝒕 𝒙 𝑬𝒌

Keterangan:
Pa = Produktivitas Alat Angkut
CTa = Cycle Time Alat Angkut (menit)
Kt = Kapasitas Bak (Vessel) truk ( m3)
Ek = Efisiensi Kerja (%)

2.4 Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas Alat

Salah satu tolak ukur yang dapat dipakai untuk mengetahui baik buruknya
hasil kerja suatu alat pemindahan tanah mekanis (OB removal) adalah besarnya
produksi yang dapat dicapai oleh alat tersebut. Untuk jenis alat-alat tersebut
memiliki nilai produktivitas tersendiri pada saat digunakan dan produktivitas alat
tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan teori menurut Partanto
(1990) faktor yang mempengaruhi kemampuan produksi alat mekanis yaitu :

2.4.1 Waktu Siklus

Waktu siklus adalah waktu yang diperlukan oleh suatu alat untuk melakukan
satu siklus kerja.
1. Waktu siklus alat gali muat berdasarkan penjumlahan dari waktu
menggali, waktu ayunan bermuatan, waktu menumpahakan material dan
waktu ayunan kosong.

Cycle Time Excavator = ET + STL + DT + STE

Keterangan :

Excavating time (ET) = waktu menggali

Swing time loader (STL) = waktu ayunan bermuatan

Dumping time (DT) = waktu menumpahkan material

Swing time empty (STE) = waktu ayunan kosong

2. Sedangkan waktu siklus alat angkut berdasarkan penjumlahan dari waktu men gatur
posisi, waktu isi material, waktu angkut, waktu tumpah, waktu kembali kosong.

Cycle Time Dump Truck = LT + HLT + DT + RT +ST

Keterangan :

Loading time (LT) = waktu pengisian

Hauling time (HT) = waktu angkut isi

Dumping time (DT) = waktu tumpah

Return time (RT) = waktu kembali kosong

Spoting time (ST) = waktu tunggu

Besar kecilnya waktu siklus dapat dipengaruhi oleh keterampilan operator,


kondisi kerja dan alat.
2.4.2 Keadaan Jalan Angkut
Pemilihan alat-alat mekanis untuk transpotrasi sangat ditentukan oleh jarak
yang dilalui. Fungsi jalan adalah untuk menunjang operasi tambang terutama
dalam egiatan pengangkutan. Bila kondisi jalan baik maka waktu siklus menjadi
kecil.

2.4.3 Jenis Material

Besar kecilnya ukuran material sangat mempengaruhi waktu siklus dan alat
gali muat. Jika ukuran material besar maka akan mempersulit dan memperlambat
alat gali m uat pada saat menggali muatan, sehingga bucket fill factor akan
semakin kecil begitu pula sebaliknya.

2.4.4 Efisiensi Kerja

Efisiensi kerja adalah perbandingan antara waktu efektif dengan waktu kerja
yang tersedia. Efisiensi kerja tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi alat,
pengolahan dan perawatan alat-alat mekanis dan keterampilan operator
menggunakan alat. Efisiensi kerja dapat dihitung dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:

𝑾𝒂𝒌𝒕𝒖 𝑲𝒆𝒓𝒋𝒂 𝑬𝒇𝒆𝒌𝒕𝒊𝒇


Efisiensi Kerja = x 100 %
𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝑲𝒆𝒓𝒋𝒂 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑻𝒆𝒓𝒔𝒆𝒅𝒊𝒂

2.4.5 Kondisi Tempat Kerja

Kondisi tempat kerja sangat mempengaruhi keleluasaan gerak alat mekanis,


jika tempat kerjanya luas dan kering akan memudahkan peralatan mekanis bekerja
dengan gerak yang leluasa sehingga mempertinggi efisiensi kerja, sebaliknya jika
tempat kerja sempit akan menyebabkan peralatan mekanis kurang leluasa
bergerak dalam melakukan kerja, sehingga efisiensi kerja menurun. Tajam atau
tidaknya suatu tikungan akan mempengaruhi waktu siklus alat angkut, waktu
siklus akan semakin kevil apabila dioperasikan pada tikungan yang tidak terlalu
tajam.
2.4.6 Keadaan Cuaca

Hujan sangat mempengaruhi peralatan mekanis yang sedang bekerja, jika


hujan lebat maka pengoperasian perlatan mekanis akan terhenti karena kondisi
jalan licin sehingga produksi menurun.

2.4.7 Kemampuan Operator

Kemampuan operator sangat bepengaruh terhadap waktu yang akan


digunakan bagi operator yang sudah berpengalaman akan dapat memperkecil
waktu yang diperlukan dalam penggunaan alat muat maupun alat angkut.

2.4.8 Pemeliharaan Alat

Peralatan mekanis harus dijaga agar selalu dalam keadaan baik. Hal-hal
yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan alat antara lain:

1. Penggantian pelumas dan grease secara teratur,


2. Kondisi bagian-bagian alat (bucket, kuku bucket) dll
3. Persediaan suku cadang yang sering diperlukan untuk perlatan yang
bersangkutan.

2.5 Faktor Keserasian Kerja Alat (Match Factor)

Hubungan kerja antara dua alat atau lebih dikatakan serasi apabila produksi
alat yang melayani sama dengan produksi alat yang dilayani. Untuk mengetahui
keserasian alat angkut dan alat muat digunakan persamaan (Indonesianto, 2015)
sebagai berikut:
(𝐍𝐓 𝐱 𝐂𝐋)
MF =
(𝐧𝐋 𝐱 𝐂𝐭)

Keterangan: MF = faktor keserasian,


NT = jumlah alat angkut yang dioperasikan,
nL = jumlah alat muat yang dioperasikan,
CL = waktu siklus (cycle time) alat muat,
Ct = waktu siklus (cycle time) truck,
Dari persamaan diatas, ada tiga kemungkinan harga keserasian kerja yaitu:
1. MF  1, kemampuan produksi alat muat lebih besar dari pada kemampuan
alat angkut, sehingga ada waktu tunggu bagian alat muat.
2. MF  1, kemampuan produksi alat muat sama dengan kemampuan
produksi alat angkut jadi tidak ada waktu tunggu.
3. MF  1, kemampuan produksi alat angkut lebih besar dari pada
kemampuan produksi alat muat, sehingga ada waktu tunggu bagi alat
angkut.

2.6 Penggunaan Bahan Bakar (fuel Consumption)

Penggunaan bahan bakar adalah kebutuhan dari setiap mesin pada suatu
kendaraan. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Jarak angkut,
2. Kemiringan jalan,
3. Berat kendaraan,
4. Kecepatan,
5. Percepataan kendaraan,
6. Tahanan gulir,
7. Tahanan aerodinamis,
8. Sikap operator dan
9. Perawatan kendaraan.

Di Setiap industry pertambangan yang berskala besar sering mengangkut


material lepas dengan jarak yang sangat jauh setiap tahun, sehingga bahan bakar
adalah faktor penting dalam memperhitungkan cost untuk setiap alat angkut.
Kebutuhan bahan bakar menjadi perhitungan penting dalam memperhitungkan
keuntungan dalam bisnis pertambangan. Dalam menghitung kebutuhan setiap
bahan bakar dapat ditentukan dengan persamaan (Benerje, 2010). Dengan
memasukan parameter-parameter dari produsen kendaraan. Untuk menentukan
besarnya konsumsi bahan bakar dalam (kg/jam), dapat menggunakan rumus
sebagai berikut:
m = ma + mk
Keterangan:
m = Masa pada konsumsi bahan bakar (kg/jam)
ma = Masa pada konsumsi bahan bakar dari loading point ke
dumping point (kg/jam)
mk = Masa pada konsumsi bahan bakar dari dumping point ke loading point
(kg/jam)
Dalam menghitung nilai ma dan mk dapat kita tentukan dari rumus sebagai
berikut:
ma + mk= (Pa x BFa) + (Pk x BFk)
Pa = Va x (a x Va2) + (b x WI)
Pb = Va x (a x Vk2) + (c x We)
Keterangan:
Pa = Tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkut material dari loading point
ke dumping point.(kW)
Pk = Tenaga yang dibutuhkan untuk mengangkut material dari dumping
point ke loading point.(kW)
BFa = Brake Spesific Fuel Consumption untuk loading point ke dumping point
(gram/kW.jam)
BFk = Brake Spesific Fuel Consumption untuk dumping pointke loading point
(gram/kW.jam)
Va = Kecepatan angkut rata-rata dari loading point ke dumping point (m/s)
Vk = Kecepatan angkut rata-rata dari dumping point ke loading point (m/s)
a, b, c = Konstanta
Wa = Berat kendaraan saat bermuatan material (kg)
Wk = Berat kendaraan kosong (kg)
Untuk mencari konstanta a, b, c dapat dihitung dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
a = 0.5 x Cd x ρμ x AF
b = (g x cos θ x (f x Crr)) + (g x sin θ)
c = (g x cos θ x (f x Crr)) - (g x sin θ)
Keterangan :
Cd = Koefisien hambatan aerodinamis
ρμ = Density udara (Kg/m3)
AF = Luas bagian depan kendaraan (m2)
g = Percepatan gravitasi (m/s2)
θ = Sudut kemiringan jalan (°)
f = Koefisien gesekan ban dengan jalan
Crr = Koefisien tahanan gulir
𝒓𝒂
BFa = 𝑷𝒂
𝒓𝒃
BFb = 𝑷𝒃

Keterangan :
r = Laju konsumsi bahan bakar (gram/jam)
P = Tenagan yang dihasilkan mesin (kW)
Rumus – rumus diatas dapat menghitung kebutuhan bahan bakar setiap
ritase alat angkut (gram/jam). Untuk memperoleh nilai konsumsi bahan bakar per
jam alat angkut dihitung dengan menggunakan per ritase terhadap jumlah ritase
jam alat angkut. Hasilnya dibagi dengan densitas bahan bakar, sehingga
didapatkan konsumsi bahan bakar per jam.
𝟔𝟎
𝒎𝒙
𝑪𝒂
FC = 𝑭𝑫

Keterangan :
FC = Fuel Consumption (Liter/jam)
m = masa konsumsi bahan bakar (kg/jam)
Ca = Cycle Time alat angkut (menit)
FD = Fuel density (gr/Liter)
2.7 Fuel Ratio

Penggunaan bahan bakar pada setiap kendaraan untuk menjalankan suatu


pekerjaan berbeda-beda sesuai berat material yang dipindahkan. Fuel Ratio yaitu
suatu nilai rasio perbandingan penggunaan bahan bakar per jam (Liter/jam)
dengan produksi yang dihasilkan per jam (BCM/jam). Adapun faktor – faktor
yang mempengaruhi dalam pembakaran bahan bakar, yaitu:
1. Kemiringan jalan
2. Jarak angkut
3. Berat material yang diangkut
4. Cycle Time alat
Nilai fuel ratio dapat ditentukan (Riki Firdaus hal III-17) dengan rumus
sebagai berikut:
𝐅𝐂
FR = 𝐏

Keterangan:
FR = Fuel Ratio (Liter/BCM)
FC = Konsumsi bahan bakar (Liter)
P = Produksi (BCM)
BAB III
METODOLOGI

3.1 Kegiatan Praktek Kerja Lapangan

Aktivitas Praktek Kerja Lapangan yang akan dilakukan oleh mahasiswa DIII
Teknik Pertambangan Politeknik Negeri Banjarmasin di PT. Adaro Indonesia
pada bidang produksi adalah:

1. Melakukan kegiatan praktek dan kerja langsung di lokasi PT. Adaro


Indonesia,

2. Mengikuti dan membantu segala aktivitas yang dilakukan oleh


pembimbing ataupun yang sudah ditugaskan dan ditetapkan,
3. Melakukan pengamatan dan penelitian mengenai produksi alat gali muat,
alat angkut dan fuel ratio
4. Mencari dan mengambil data yang diperlukan untuk keperluan laporan
Praktek Kerja Lapangan ataupun Tugas Akhir dan
5. Melakukan metode pustaka dilakukan dengan studi literatur, baik yang
menyangkut tentang PT. Adaro Indonesia maupun yang berkenaan dengan
topik yang di bahas dalam laporan.

3.2 Pengamatan Praktek Kerja Lapangan

Praktek Kerja Lapangan yang rencananya dilakukan di PT. Adaro Indonesia,


topik yang akan dibahas adalah tentang Aktivitas Penggalian, Pengangkutan
Overburden dan Fuel Ratio yang meliputi:

1. Mengetahui spesifikasi alat gali muat dan alat angkut,


2. Mengetahui waktu siklus alat,

3. Mengetahui fuel consumption unit,

4. Mengamati Proses pengoperasian alat gali muat dan alat angkut,

5. Mengamati produksi alat gali muat, alat angkut dan fuel ratio,
6. Mengetahui keadaan medan dan jenis material.

3.3 Pengambilan Data


1. Data Primer
Data Primer yang diperlukan :
a. Waktu siklus (cycle time) Alat Gali Muat,
b. Waktu siklus (cycle time) Alat Angkut,
c. Konsumsi bahan bakar,
d. Kondisi medan / jalan,
e. Jarak pengangkutan
f. Sweel faktor,
g. Dencity material,
h. Bucket fill factor,
i. Sudut putar (Angel of swing),
j. Waktu kerja,
k. Fuel Ratio,
l. Produksi aktual dan
m. Dokumentasi kegiatan PKL & TA.

2. Data Sekunder
Data Sekunder yang diperlukan :
a. Standar operasional prosedur yang digunakan di perusahaan,
b. Peralatan yang dipakai dan spesifikasinya,
c. Sejarah perusahaan,
d. Peta lokasi perusahaan,
e. Kesampaian daerah,
f. Letak dan luas daerah,
g. Keadaan geologi,
h. Keadaan iklim,
i. Target produksi perusahaan,
j. Standar cycle time alat,
k. Pemakaian bahan bakar dalam setiap siklus dan
l. Tabel penggunaan bahan bakar dari pabrik pembuat alat yang
bersangkutan.

Data yang diperoleh dengan cara:


1. Melakukan wawancara langsung di lapangan tentang produktivitas
alat dan fuel ratio,
2. Melakukan pengamatan produksi di lapangan,
3. Melakukan kegiatan pekerjaan langsung di lokasi PT. Adaro
Indonesia dan
4. Melakukan metode pustaka di lakukan dengan studi literatur, baik
yang menyangkut tentang PT. Adaro Indonesia maupun yang
berkenaan dengan topik yang di bahas dalam laporan.
BAB IV
PENUTUP

4.1 Target Dari Praktek Kerja Lapangan

Adapun target / tujuan dari kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) adalah
sebagai berikut:
1. Mengetahui perhitungan produktivitas alat gali muat, alat angkut, fuel
consumption unit dan fuel ratio.
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan fuel ratio,
3. Laporan praktek kerja lapangan dan
4. Pengambilan data tugas akhir.

4.2 Harapan

Demikian Proposal Permohonan Praktek Kerja Lapangan Mahasiswa


Program Studi DIII Teknik Pertambangan Politeknik Negeri Banjarmasin ini
dibuat dengan harapan mendapat persetujuan, bermanfaat dan dukungan semua
pihak, semoga kegiatan ini dapat terlaksana sesuai dengan jadwal serta tujuan
yang direncanakan. Semoga Tuhan YME senantiasa meridhoi kegiatan ini. Atas
segala perhatian dan bantuan bagi terselenggaranya kegiatan ini kami ucapkan
terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA

Indonesianto, Yanto (2015): Pemindah Tanah Mekanis. Penerbit CV. Awan


Poetih. Yogyakarta

https://id.scribd.com/doc/309771473/-Kajian-Biaya-Penambangan-Terhadap-
Kegunaan-Alat-dan-Persen-Kemiringan-Jalan
LAMPIRAN
CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI

NAMA : Rully Akbar


TEMPAT, TANGGAL LAHIR : Tabalong, 27 Juli 1996
JENIS KELAMIN : Laki-Laki
UMUR : 20 tahun
AGAMA : Islam
ALAMAT : Jl. Perdagangan Komplek Hksn Blok 10A Rt 29
No.508, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
STATUS : Mahasiswa – Belum Menikah
TELEPON : +62-821-5811-0352
EMAIL : rullyakbar00@gmail.com

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

FORMAL

2002 – 2008 : SD NEGERI BANUA LAWAS


2008 – 2011 : MTs NEGERI SUNGAI DURIAN
2011 – 2014 : MA NEGERI KELUA , JURUSAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
2014 – 2017 : POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN, JURUSAN TEKNIK SIPIL,
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN (Sedang Dijalani)

NON FORMAL

2012 – 2013 : CAMBRIDGE ENGLISH HOUSE (C.E.H) ”ENGLISH CLUB”


PENGALAMAN ORGANISASI

2014 – 2015 : PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN SIPIL


POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN (Divisi Sosial)
2014 – 2017 : ANGGOTA IKATAN MAHASISWA TAMBANG
POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN

SEMINAR

2014 : Peserta Seminar Dengan Tema“Good Mining Practice


Batubara di Indonesia”, Dr.Ir.S.Koesnaryo, M.Sc. IPM, Komisaris
Independent PT Bukit Asam Tbk. Di Politeknik Negeri
Banjarmasin

2015 : Panitia Seminar Dengan Tema“MEA”, Di Politeknik Negeri


Banjarmasin

2015 : Peserta Seminar Dengan Tema“Bisnis Proses Kegiatan


Eksploitasi Tambang Terbuka BahanGalian Batubara”, Moh.
ZelyFaruddin, ST.
Di Politeknik Negeri Banjarmasin

2015 : Peserta Seminar Dengan Tema“Implementasi Peledakan


Dalam Menunjang Produksi Pertambnagan Batubara “,
Di Politeknik Negeri Banjarmasin

2016 : Peserta Seminar Dengan Tema“K3 dan MEA”,


Di Politeknik Negeri Banjarmasin

2016 : Peserta Seminar Dengan Tema”Geologi Pegunungan Meratus”


,
Di Politeknik Negeri Banjarmasin

I
KEMAMPUAN

 KemampuanKomputer :
Office
1) Ms. Word
2) Ms.Excel
3) Ms. Power Point
 Mining Software
1) MapSource
 Kemampuan Pengoperasian Alat
1) GPS
2) Kompas
3) Waterpass
4) Theodolite

Demikian Curriculum vitae ini saya buat dengan sebenarnya.