Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II

PERCOBAAN 1

IDENTIFIKASI UNSUR SENYAWA ORGANIK

DISUSUN OLEH

KELOMPOK 1 :

Bai Abrar F.16.005

Lisa Yuliati F.16.020

Mutiara Era Refi F.16.024

Tri Dini Exsanti F.16.039

Yunita Andryanie F.16.041

PROGRAM STUDI FARMASI

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SARI MULIA

BANJARMASIN

2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu kimia merupakan ilmu yang secara luas mempelajari suatu bahan dan
senyawa, diantara banyaknya hal yang di pelajari dalam ilmu kimia tersebut
tentu kita mengenal bagiannya yang disebut kimia organik dimana cabang ini
mempelajari senyawa organik yaitu suatu senyawa yang mengandung unsur
karbon dan hidrogen, oksigen dan nitrogen. Senyawa organik adalah senyawa-
senyawa yang dibentuk oleh unsur karbon yang memiliki sifat-sifat fisit dan
siwat-siwat kimia yang khas. Bahwa senyawa organik harus dipisah
pembahasannya dari senyawa unsur lain semata-mata karena alasan jumlahnya
yang demikian besar.
Identifikasi struktur senyawa organik merupakan masalah yang sering
dihadapi dalam laboratorium kimia organik, senyawa organik tersebut dapat
diperoleh dari hasil suatu reaksi maupun isolasi bahan-bahan alam. Dalam
melakukan identifikasi senyawa organik yang belum diketahui perlu dilakukan
pemisahan dan pemurnian komponen-komponen penyusun semua campuran
metode pemisahan, disarankan pada perbedaan sifat fisik dari komponen
penyusun campuran. Teknik pemisahan seperti ekstraksi, yang didasarkan
pada perbedaan kelarutan, destilasi fraksinasi dan destilasi uap, yang
didasarkan pada perbedaan tekanan uap. Banyak diantara senyawa organik,
seperti protein, lemak dan karbohidrat, merupakan komponen penting dalam
biokimia, diantara beberapa golongan senyawa organik adalah senyawa
alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya, hidrokarbon
aromatik, senyawa yang mengandung paling tidak satu cincin benzen,
senyawa heterosiklik yang mencakup atom-atom non karbon dalam struktur
cincin nya dan polimer, molekul rantai panjang gugus berulang. Pembedaan
antara kimia organik dan anorganik adalah ada atau tidaknya ikatan karbon
hidrogen. Sehingga asam karbonat termasuk termasuk anorganik, sedangkan
asam format, asam lemak termasuk kedalam organik.
B. Kompetensi Praktikum
Mahasiswa mampu melakukan Identifikasi terhadap unsur-unsur senyawa
organik (C, H, O, N, S, P dan halogenida), gugus (Alkohol, Amina, inti
benzena, Aldehid, Keton, fenol, asam karboksilat dan ester).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Deskripsi Bahan Praktikum


Pada Praktikum Identifikasi Unsur Senyawa Organik menggunakan unsur-
unsur yang mengandung senyawa organik antara lain unsur : C, H, O, N, S, P
dan halogenida. Senyawa karbon adalah senyawa suatu senyawa yang unsur-
unsur penyusunnya terdiri dari atom karbon dan atom-atom hydrogen,
oksigen, nitrogen, sulfur, halogen atau fosfor (Riswiyanto, 2009). Golongan
besar unsur yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat
dan oksida karbon. Pada awalnya senyawa karbon ini secara tidak langsung
menunjukkan hubungannya dengan sistem kehidupan. Dalam tabel periodik
mengatur unsur-unsur berdasarkan pola yang berulang dari sifat –sifat kimia,
seperti golongan halogen terdiri atas fluorin, klorin, bromin dan iodine serta
astatine, non logam yang sangat jarang.
Unsur halogen mempunyai elektron valensi ns2np5 dan secara alamiah
berbentuk molekul diatomic. Karena itu unsur halogen cenderung untuk
berbentuk ion negatif bermuatan satu dan hanya membutuhkan satu tambahan
elektron untuk membentuk konfigurasi yang stabil seperti gas mulia. Ion
negatif pada unsur halogen disebut sebagai ion halida, garam yang terbentuk
dari reaksi unsur-unsur halogen disebut garam halida.
Pada Identifikasi gugus Alkohol yang diantara Etanol, biasa dikenal
dengan sebutan etil alakohol, alkohol solut, alkohol murni atau alkohol saja.
Rumus molekul dari etanol itu sendiri adalah C2H5OH. Etanol termasuk
dalam alkohol primer, sifat – sifat etanol dibagi menjadi 2 yaitu berdasarkan
sifat kimianya: reaksi asam basa, halogenasi, pembuatan ester oksidasi dan
pembakaran. Berdasarkan sifat fisiknya di pengaruhi oleh keberadaan gugus
hidroksil dapat berpartisipasi kedalam ikatan hidrogen, sehingga membuatnya
cair dan lebih sulit menguap dari pada seyawa organik lainnya dengan massa
molekul yang sama, etanol juga digunakan dalam bahan baku industri atau
pelarut (Siswoyo, 2005).
Metanol merupakan cairan yang jernih, tidak berwarna dan merupakan
cairan yang mudah terbakar, metanol dapat dibuat dengan mereaksikan
hidrogen dengan karbon monoksida atau karbon dioksida, metanol banyak
dipakai pada industri sebagai startng material pembuatan berbagai kimia,
seperti cairan pembersih kaca mobil, pembersih karburator, antibeku toner
mesin fotokopi dan bahan bakar. Sifat fiksika dan kimia metanol antara lain
memiliki rumus CH3OH, massa molar 32,04g/mol dan memiliki densitas
0.7918 g/cm3. Api dari metanol biasanya tidak berwarna. Begitu juga pada
Fenol, memiliki bentuk yang solid, berbau aromatik dan tajam, tidak
berwarna, memiliki titik didih 182 derajat celsius dan titik leleh 42 derajat
celsius. Fenol berfungsi sebagai antiseptik, zat desinfektan, pembuatan
pewarna, resin, sifat kimia yang paling penting dari fenol adalah bahwa tidak
seperti alkool, mereka bersifat asam. Fenol memiliki nilai Ka sekitar 10-10
(pKa=10), yang membuat mereka asam lemah, jauh lebih kuat dari air tetapi
jauh lebih lemah dari asam karboksilat (pKa sekitar 5).
B. Deskripsi Bahan Hasil Pembuatan
Dalam percobaan Identidikasi unsur senyawa organik bahan dari beberapa
sampel unsur yang digunakan, antara lain unsur C, N, S, dan P, pada
hidrokarbon untuk mengenali adanya karbon dalam senyawa organik dapat
dilakukan dengan cara membakar sampel senyawa karbon yang telah
dimasukkan kedalam pipa kapiler. Hasil pembakaran sempurna dari senyawa
karbon akan mengubah karbon menjadi gas CO2, sedangkan hidrogen berubah
menjadi uap air (H2O). Adanya gas CO2 hasil pembakaran senyawa karbon
dapat dikenali karena dapat mengeruhkan air, sedangkan keberadaan uap air
dapat dikenali dengan kertas kobal,air akan mengubah kertas kobal yang
mengubah warna.
BAB III
METODE PRAKTIKUM

A. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum adalah
1. Pipet tetes
2. Pipa kapiler
3. Tabung reaksi
4. Lampu spiritus
5. Drupple plate
6. Flakon
7. Cawan porselen
8. Kertas saring

B. Bahan
Bahan yang digunakan pada praktikum adalah
1. Senyawa campuran serbuk Castellana
2. Senyawa yang mengandung unsur C, N, S, P dan Halogenida
3. Reagen identifikasi
4. Aquadest
5. Ammonuium molibdat
6. HNO3 pekat
7. AgNO3
8. K2SO4
9. K2Cr207
10. Ba(OH)2
11. FeSo4 jenuh
12. FeCl4
13. Pb kromat

C. Prosedur Kerja
1. Identifikasi Unsur C
a. Sampel senywa (yang mengandung unsur C) diletakkan dalam
cawa porselin, dipanaskan diatas lamp spiritus nyala kecil,
terbentuk warna hitam menunjukkan adanya unsur C.
b. Dalam tabung reaksi masukkan sampel senyawa (yang
mengandung unsur C), masukkan Pb kromat, pijarkan diatas lampu
spiritus. Pada mulut tabung reaksi diletakkan pipet tetes yang berisi
Ba(OH)2, apabila cairan dalam pipet tetes menjadi keruh/endapan
putih, maka ada unsur C.
2. Unsur N
a. Campurkan lebih kurang 1 bagian serbuk sampel (senyawa yang
mengandung unsur N) dengan 2 bagian campuran serbuk
Castellana, campur diatas kertas.
b. Masukkan campuran dalam pipa kapiler, panaskan diatas spiritus
hingga membara, segera masukkan dalam flakon yang berisi
aquadest, gerus dengan batang pengaduk.
c. Saring filtrat, masukkan dalam tabung reaksi.
d. Tambahkan beberapa tetes larutan Ferro sulfat jenuh (akan
terbentuk endapan hijau tua).
e. Campuran dipanaskan hingga mendidih, setelah dingin tambahkan
dengan HCl 4 N dan beberapa tetes larutan FeCl4. Warna biri atau
hijau (prusian blue) yang terbentuk menunjukan unsur N.
3. Unsur S
a. Campurkan lebih kurang 1 bagian serbuk sampel (senyawa yang
mengandung unsur S) dengan 2 bagian campuran serbuk
Castellana, campur diatas kertas.
b. Masukkan campuran dalam pipa kapiler, panaskan diatas spiritus
hingga membara, segera masukkan dalam flakon yang berisi
aquadest, gerus dengan batang pengaduk.
c. Saring filtrat, masukkan dalam tabung reaksi
d. Filtrat diteteskan dalam drupple plate, tambahkan larutan Natrium
Nitroprusida jenuh, akan terbentuk warna merah violet.
e. Filtrat diasamkan dengan asam asetat akan terbentuk endapan
hitam coklat dari Pb.
4. Unsur P
a. Campurkan lebih kurang 1 bagian serbuk sampel (senyawa yang
mengandung unsur P), dengan 2 bagian campuran serbuk
Castellana, campur diatas kertas.
b. Masukkan campuran dalam pipa kapiler, panaskan diatas spiritus
hingga membara, segera masukkan dalam flkon yang berisi
aquadest, gerus dengan batang pengaduk.
c. Saring filtratnya, masukan dalam tabung reaksi.
d. Filtrat ditambahkan ammonium molibdat dan asam nitrat pekat,
akan terbentuk endapan kuning kenari.
5. Unsur Halogenida (Cl, Br, I)
a. Unsur Cl (Klorida)
1) Campurkan lebih kurang 1 bagian serbuk sampel (senyawa yang
mengandung unsur C), dengan 2 bagian serbuk Castellana, campur
diatas kertas.
2) Masukkan campuran dalam pipa kapiler, panaskan diatas spiritus
hingga membara, segera masukkan dalam flakon yang berisi
aquadest, gerus dengan batang pengaduk.
3) Saring filtratnya, masukkan dalam tabung reaksi.
4) Filtrat ditambahkan asam sulfat pekat beberapa tetes, kemudian
dihangatkan. Batang pengaduk yang telah dibasahi dengan larutan
amonia diletakkan diatas mulut tabung, akan terbentuk kabut putih.
5) Filtrat diasamkan dengan asam nitrat, kemudian ditambahkan
dengan larutan AgNO3, akan terjadi endapan putih. Endapan ini
akan larut dalam amonia encer, KCN dan Natrium Thiosulfat.
b. Unsur Br (Bromida)
1) Campuran lebih kurang 1 bagian serbuk sampel (senyawa yang
mengandung unsur Br) dengan 2 bagian campuran serbuk
Castellana, campur diatas kertas.
2) Masukkan campuran dalam pipa kapiler, panaskan diatas spiritus
hingga membara, segera masukkan dalam flakon yang berisi
aquadest, gerus dengan batang pengaduk.
3) Saring filtratnya masukkan dalam tabung reaksi.
4) Filtrat diasamkan dengan asam nitrit, kemudian ditambahkan
larutan AgNO3, akan terbentuk endapan kuning pucat. Endapan ini
akan sukar larut dalam amonia encer, larut dalam amonia pekat,
KCN, Natrium thiosulfat.
BAB IV
HASIL

UNSUR HASIL SEHARUSNYA HASIL PRAKTIKUM


C Warna hitam pada sampel Warna hitam pada sampel
N (1) Endapan hijau tua Endapan hitam
N (2) Warna biru pada sampel Tidak terbentuk warna biru
Cl (1) Kabut putih Tidak terbentuk kabut putih
Cl (2) Endapan putih Tidak terbentuk endapan
Endapan larut dalam amonia
Cl (3) Tidak terbentuk endapan
encer dan natrium tiosulfat
Br (1) Endapan kuning pucat Tidak terbentuk endapan
Endapan sukar larut dalam
Br (2) amonia, larut dalam KCN dan Tidak terbentuk endapan
natrium tiosulfat
BAB V
PEMBAHASAN

Analisis dalam kimia organik adalah percobaan yang dilakukan untuk


menentukan unsur zat organik.. Sesudah suatu zat organik dimurnikan, maka
dengan metoda tertentu, atom-atom dalam molekul organik dapat ditentukan.
Analisis ini disebut analisis kualitatif. Unsur-unsur yang diidentifikasi pada
percobaan ini adalah unsur C, N Cl dan Br.
Untuk mengenali adanya karbon dalam senyawa karbon organik dapat
dilakukan dengan cara membakar sampel senyawa karbon tersebut atau dilakukan
reaksi pemanasan diatas api spiritus. Pembakaran senyawa organik secara
sempurna menghasilkan gas CO2, sedangkan pembakaran senyawa karbon yang
tidak sempurna akan menghasilkan karbon atau zat arang. Apabila menghasilkan
zat berwarna hitam berarti mengandung senyawa unsur karbon.. Pembakaran
suatu senyawa karbon organik akan menghasilkan gas CO2 dan H2O seperti
reaksi berikut.
CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O
Uji positif pada pemanasan sampel dalam identifikasi unsur C ditandai dengan
terbentuknya warna hitam pada sampel. Zat warna hitam inilah yang disebut
dengan arang atau karbon.
Identifikasi yang digunakan pada unsur N dilakukan dengan menggunakan
sampel yang dicampur serbuk Castellana. Serbuk Castellana merupakan campuran
magnesium dan natrium karbonat monohidrat yang berguna untuk menimbulkan
logam Na yang sangat reaktif, dengan reaksi sebagai berikut.
Mg + Na2CO3 MgCO3 + 2Na (logam)
Campuran diatas kemudian dimasukkan ke dalam pipa kapiler agar reaksi
yang terjadi lebih sempurna. Kemudian dipanaskan di atas spiritus untuk
mempercepat reaksi yang terjadi, lalu campuran tersebut dikeluarkan dan
dimasukkan ke mortar berisi aquadest, kemudian ditambahkan beberapa tetes
larutan ferro sulfat jenuh. Seharusnya terbentuk endapan hijau tua yang
menandakan adanya unsur N, namun pada praktikum yang kami lakukan
terbentuk endapan hitam yang menandakan adanya sulfur. Setelah itu campuran
dididihkan untuk mempercepat reaksi yang terjadi kemudian diasamkam dengan
HCl dan ditambahkan beberapa tetes FeCl3 untuk melihat perubahan warna yang
terjadi. Pada percobaan ini unsur N diubah menjadi CN dengan reaksi sebagai
berikut.
Filtrat + HCl + FeCl3 Fe4[Fe(CN)4]3
Seharusnya terbentuk warna biru atau hijau yang menunjukkan adanya unsur N
dari ferri fero sianida Fe4[Fe(CN)4]3, namun pada praktikum kami warna tersebut
tidak terbentuk.
Selanjutnya pada identifikasi unsur halogen juga dilakukan pencampuran
sampel dengan serbuk Castellana. Pada identifikasi unsur halogen dengan
dilakukan prosedur yang mirip dengan identifikasi unsur N. Namun pada
identifikasi unsur Cl setelah dilakukan penyaringan filtrat ditambahkan dengan
asam sulfat H2SO4 untuk membentuk suasana asam agar reaksi berlangsung lebih
cepat. Kemudian batang pengaduk yang telah dibasahi dengan amonia diletakkan
dimulut tabung. Dengan perlakuan ini seharusnya terbentuk kabut putih yang
mengidentifikasi unsur N dari NH3 yang terbentuk, namun pada praktikum yang
kami lakukan kabut putih tersebut tidak terbentuk.
Perlakuan selanjutnya pada identifikasi unsur Cl yaitu dengan
menambahkan larutan AgNO3 pada filtrat yang dilakukan pada suasana asam.
Reaksi yang terjadi seharusnya adalah sebagai berikut.
Cl + AgNO3 AgCl berupa endapan putih
Namun, pada percobaan yang kami lakukan tidak terbentuk endapan putih AgCl.
Identifikasi unsur halogen selanjutnya adalah identifikasi unsur Br dengan
perlakuan yang serupa dengan identifikasi unsur Cl, yaitu dengan penambahan
larutan AgNO3 pada suasana asam. Reaksi yang seharusnya terjadi adalah sebagai
berikut.
Br + AgNO3 AgBr berupa endapan kuning pucat
Namun, pada percobaan yang kami lakukan tidak terbentuk endapan kuning pucat
AgBr.
Dari hasil praktikum diatas hanya identifikasi unsur C saja yang
menunjukkan hasil positif, sedangkan pada identifikasi unsur N, Cl dan Br
menunjukkan hasil negatif. Karena ketiga unsur yang memberikan hasil negatif
tersebut menggunakan serbuk Castellana yang sama maka diduga perbedaan hasil
praktikum dengan teori yang ada dikarenakan adanya kesalahan dalam pembuatan
serbuk Castellana yang digunakan sehingga reaksi yang terjadi tidak seperti yang
seharusnya.
BAB V
KESIMPULAN

Kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah pada identifikasi unsur
C didapat hasil yang sesuai dengan teori yaitu terbentuknya warna hitam pada
sampel. Sedangkan pada identifikasi unsur N, Cl dan Br, hasil yang didapat tidak
sesuai dengan teori dikarenakan adanya kesalahan pada pembuatan serbuk
Castellana yang digunakan.
DAFTAR PUSTAKA

Riswiyanto. 2009. Kimia Organik. Jakarta: Penerbit Erlangga

Siswoyo.,dan Gholib (2005). Clinical analisis, UGM Press. Yogyakarta


JAWABAN PERTANYAN

1. Apakah yang dimaksud dengan unsur ?


Unsur adalah suatu zat murni yang dapat diuraikan kembali
menjadi zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa, yang
hanya mengandung satu jenis atom contohnya seperti oksigen dan
hidrogen.

2. Sebutkan senyawa pengoksida yang ada pada prosedur diatas !


Senyawa pengoksida pada identifikasi unsur senyawa organik
antara lain adalah asam nitrat, ammonium molibdat dan natrium thiosulfat.