Anda di halaman 1dari 6

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR

RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS AIRLANGGA


(RSGM UNAIR)
NOMOR : /UN3.9.3/OT/2016

Tentang

KEBIJAKAN PELAYANAN RADIOLOGI


RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS AIRLANGGA

DIREKTUR RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS AIRLANGGA

Menimbang : a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah


Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga maka diperlukan
penyelenggaraan pelayanan Radiologi yang bermutu tinggi;
b. bahwa agar pelayanan Radiologi di rumah sakit dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur
Rumah Sakit sebagai landasan bagi penyelenggaraan
pelayanan radiologi di Rumah Sakit;
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan yang dimaksud pada huruf a
dan b perlu ketetapan Direktur tentang kebijakan-kebijakan
yang dipergunakan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit;


2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1014/MENKES/PER/XI/2008, tentang Standar Pelayanan
Radiologi Diagnostik di Sarana Pelayanan Kesehatan;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1045/MENKES/PER/XI/2006, tentang Pedoman Organisasi
Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT


UNIVERSITAS AIRLANGGA TENTANG KEBIJAKAN
PELAYANAN RADIOLOGI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT
UNIVERSITAS AIRLANGGA.

Kesatu : Kebijakan Pelayanan Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut


Universitas Airlangga sebagaimana tercantum dalam lampiran
keputusan ini.

Kedua : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan


Radiologi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Airlangga
dilaksanakan oleh Kepala Bidang Penunjang Medik Rumah
Sakit.

Ketiga : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila


di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan
ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Surabaya
Pada tanggal
DIREKTUR,

Prof Coen Pramono D, drg.,SU.,Sp.BM(K)


NIP. 195402101979011001

Tembusan :
1. Penanggung Jawab Poliklinik Radiologi
2. Kepala Bidang Penunjang Medis
3. Arsip
LAMPIRAN
KEPUTUSAN DIREKTUR RSGM UNAIR
NOMOR : /UN3.9.3/OT/
TANGGAL :

KEBIJAKAN PELAYANAN RADIOLOGI


RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS AIRLANGGA

Kebijakan Umum :

1. Peralatan di unit harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi sesuai


dengan ketentuan yang berlaku.
2. Pelayanan di unit harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan
pasien.
3. Semua petugas unit wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan
dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
5. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar prosedur
operasional yang berlaku, etika profesi dan menghormati hak pasien.
6. Pelayanan unit dilaksanakan dalam 24 jam.
7. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
8. Untuk melaksanakan koordinasi dan evaluasi wajib dilaksanakan rapat rutin
bulanan minimal satu bulan sekali.
9. Setiap bulan wajib membuat laporan.
10. Permintaan pemeriksaan dan pembuatan foto diajukan oleh dokter/ dokter gigi
dari Unit Rawat Jalan / Unit Medical Check Up / Unit Rawat Inap / Unit Gawat
Darurat / Dokter Gigi Luar.
11. Permintaan diajukan kepada Instalasi Radiologi, dengan melakukan order
melalui blangko permintaan foto dan disertai keterangan klinis/diagnose klinis.
12. Sebelum dilakukan pemeriksaan radiologi, pasien/perawat ruangan melakukan
proses verifikasi di bagian Pendaftaran (administration) radiologi.
13. Pasien harus mendapat informasi terlebih dahulu sebelum dilakukannya
tindakan yang memerlukan persiapan khusus, misalnya puasa dan lain -lain.
14. Untuk Pasien Luar RS Pemeriksaan dapat dilakukan bila pasien terlebih dahulu
menyelesaikan proses pembayaran baik dengan cash ataupun dengan
jaminan, Untuk pasien rawat jalan pembayaran dilakukan di kasir. Untuk pasien
rawat inap pembayaran dilakukan jika pasien sudah mendapat pesanan pulang
dari unit keperawatan
15. Untuk pemeriksaan tertentu yang memerlukan informed consent, pasien harus
diberikan informasi mengenai tujuan, proses dan resiko pemeriksaan yang
akan dilakukan dan juga harus mengisi form informed consent yang telah
disediakan.
16. Pada pemeriksaan radiologi yang menggunakan bahan media kontras,
dibuatkan jadwal waktu pemeriksaannya (bila diperlukan).
17. Pada jenis pemeriksaan yang memerlukan persiapan khusus, pasien tidak
dapat diperiksa langsung, melainkan akan dijadwalkan dan diterangkan
tentang persiapan yang dilakukan oleh pasien.
18. Pemeriksaan konvensional tanpa memakai bahan kontras, dapat dilakukan
oleh Radiografer setelah berkonsultasi dengan Radiolog.
19. Yang berwenang menyuntikkan kontras adalah radiolog atau perawat radiologi
atas rekomendasi dari radiolog. Bila yang bersangkutan tidak ada, maka
kewenangan diberikan kepada dokter lain berdasarkan tugas dari Direktur
Pelayanan.
20. Ekspertise oleh Dokter Spesialis Radiologi diluar jam kerja karena CITO diatur
dengan adanya jadwal on call atau via email.
21. Bila ada Radiolog yang berhalangan hadir, maka digantikan oleh Radiolog
lainnya.
22. Setelah Radiolog membaca foto yang dibuat, jawaban diketik dan ditanda
tangani oleh Radiolog.
23. Dalam keadaan CITO, foto-foto dapat dipinjam “basah” (foto yang belum
dibaca) dan kemudian dalam waktu 1x24 jam, foto yang dipinjam tersebut
harus sudah di baca oleh Radiolog.
24. Setiap Radiografer dan Radiolog yang bekerja pada area radiasi wajib
menggunakan film badge dan mengetahui cara pemakaian dan penyimpanan
film badge tersebut
25. Foto-foto beserta hasil ekspertisenya dapat diambil pada saat yang sama dan
untuk kasus CITO harus mendapat prioritas terlebih dahulu.
26. Radiolog bertanggung jawab pada hasil pemeriksaan radiologi (diagnostic
imaging).
27. Radiologi harus menyediakan waktunya untuk dapat berdiskusi dengan dokter
yang meminta foto.
28. Peralatan radiologi harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
29. Demi ketertiban dan kelancaran pelayanan radiologi, harus tersedia film dan
bahan kontras yang memadai serta didimpan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
30. Pelayanan radiologi harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan
pasien.
31. Semua petugas radiologi wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
32. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan
dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), termasuk penggunaan APD
(Alat Pelindung Diri) serta Keamanan dan Pengendalian Infeksi di Radiologi.
33. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar prosedur
operasional yang berlaku, etika profesi, dan menghormati hak pasien
34. Pelayanan radiologi dilaksanakan 24 jam.
35. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
36. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, setiap petugas wajib
mengikuti pelatihan yang diselenggarakan.
37. Untuk melaksanakan koordinasi dan evakuasi wajib dilaksanakan rapat rutin
bulanan minimal satu bulan sekali.
38. Untuk mengatasi keadaan gawat darurat akibat reaksi dari bahan kontras wajib
disediakan obat dan peralatan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
39. Pemeliharaan dan QC (Quality Control) alat radiologi dikerjakan secara teratur
oleh petugas radiologi dan teknisi alat sesuai dengan ketentuan setiap alat.
40. Pemeliharaan peralatan Radiologi yang berstatus KSO menjadi tanggung
jawab penyedia alat yang bersangkutan.
41. Sertifikat kalibrasi sebagai bukti pelaksanaan /dokumentasi kalibrasi harus
diarsipkan.
42. Peralatan radiologi yang mengalami kerusakan harus segera dilaporkan untuk
dilakukan perbaikan.

Kebijakan Khusus :

1. Peralatan radiologi harus selalu dilakukan pemeliharaan dan kalibrasi sesuai


dengan ketentuan yang berlaku.
2. Setiap pemeriksaan radiologi harus berdasarkan permintaan dokter.
3. Pelayanan radiologi harus selalu berorientasi kepada mutu dan keselamatan
pasien.
4. Semua petugas radiologi wajib memiliki izin sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
5. Dalam melaksanakan tugasnya setiap petugas wajib mematuhi ketentuan
dalam K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), termasuk penggunaan APD
(Alat Pelindung Diri).
6. Setiap petugas harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar
prosedur operasional yang berlaku, etika profesi, etiket, dan menghormati hak
pasien.
7. Semua pembuangan bahan infeksius dan berbahaya di Radiologi dilakukan
sesuai prosedur yang di tetapkan.
8. Pemeriksaan radiologi dengan kontras harus dilaksanakan/dalam
pengawasan dokter spesialis radiologi.
9. Pemberian ekspertise hasil pemeriksaan radiologi dilaksanakan oleh dokter
spesialis radiologi.
10. Pelayanan radiologi dilaksanakan 24 jam.
11. Penyediaan tenaga harus mengacu kepada pola ketenagaan.
12. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi, setiap petugas wajib
mengikuti pelatihan yang diselenggarakan.
13. Untuk melaksanakan koordinasi dan evakuasi wajib dilaksanakan rapat rutin
bulanan minimal satu bulan sekali.
14. Untuk mengatasi keadaan gawat darurat akibat reaksi dari bahan kontras
wajib disediakan obat dan peralatan sesuai dengan standar yang ditetapkan.