Anda di halaman 1dari 45

UAS

EVALUASI PROSES DAN HASIL


PEMBELAJARAN KIMIA

Oleh :
Nama : Msy. Wulandari
NIM : 06101381520028
Dosen Pengasuh : Dr. Effendi, M.Si,
Drs. A.Rachman. Ibrahim, M.Sc.,Ed.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2018
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
==========================================================
Mata Kuliah : Evaluasi Proses dan Hasil Belajar
Hari/Tanggal : Jum’at, 04-05-2018
SIfat : Take Home
Kumpul : Kumpul Senin, 7-5-2018
Dosen Pengasuh : 1. Dr. Effendi, M.Si,
2. Drs. AR. Ibrahim, M.Sc.,Ed.

Kerjakanpertanyaan-pertanyaan di bawahini! Sertakan pula teori-teori dan


pendapat parapakar yang mendukungnya!

1. Bagaimanakah kedudukan tes, pengukuran, assessment, danevaluasi?


Jelaskan disertai dengan teori-teori pendukungnya! (Skor 10)
Jawab:
Tes adalah suatu alat yang berisi serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau soal-
soal yang harus dijawab oleh peserta didik untuk mengukur suatu aspek perilaku
tertentu. Pengukuran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas
“sesuatu”. Penilaian adalah suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan
berkesinambungan untuk mengumpulkan informasi tentang proses dan hasil belajar
peserta didik dalam rangka membuat keputusan keputusan berdasarkan kriteria dari
pertimbangan tertentu. Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis dan
berkelanjutan untuk menentukan kualitas ( nilai dan arti ) dari sesuatu, berdasarkan
pertimbangan dan kriteria tertentu dalam rangka pembuatan keputusan.
Antara evaluasi-penilaian-pengukuran dan tes memiliki hubungan yang erat
dimana evaluasi dan penilaian lebih bersifat komprehensif yang meliputi
pengukuran, sedangkan tes merupakan salah satu alat (instrument) pengukuran.
Pengukuran lebih membatasi pada gambaran yang bersifat kuantitatif (angka-
angka) tentang kemajuan belajar peserta didik, sedangkan evaluasi dan penilaian
lebih bersifat kualitatif. Keputusan penilaianti dak hanya didasarkan pada hasil
pengukuran, tetapi dapat pula didasarkan hasil pengamatan dan wawancara.

2. Bila Saudara sebagai tim pengembang instrument penilaian, tahapan apa saja
yang harus dilakukan agar instrument tesdan non tesdapat layak pakai?
Jelaskan. (Skor 20)
Jawab:
Tahapan pengembangan instrument penilaian
 Instrument Tes
Ada delapan langkah yang harus ditempuh dalam menyusun tes hasil prestasi
belajar yang baku seperti berikut ini.
1) Menyusun spesifikasi tes
2) Menulis tes
3) Metelaah tes
4) Melakukan uji coba tes
5) Menganalisis butir tes.
6) Memperbaiki tes.
7) Merakit tes.
8) Melaksanakan tes.
9) Menafsirkan hasil tes.

1) Menyusun spesifikasi tes.

Langkah awal dalam mengembangkan tes adalah menetapkan spesifikasi tes


atau blue print test, yaitu yang berisi uraian yang menunjukkan keseluruhan
karakteristik yang harus dimiliki oleh suatu tes. Prosedur penyusunan
spesifikasi tes adalah sebagai berikut.

a. Menentukan tujuan tes,


b. Menyusun kisi-kisi tes,
c. Menentukan bentuk tes,
d. Menentukan panjang tes.
a. Menentukan tujuan tes
b. Menyususun kisi-kisi
Ada tiga langkah dalam mengembangkan kisi-kisi tes, yaitu:
1) Menulis standar kompetensi
2) Menuliskan kompetensi dasar
3) Menentukan indikator
4) Menentukan jumlah soal tiap indikator.

Tabel 2.5. contoh kisi-kisi ujian.


Nama sekolah : ..............................................................................................
Kelas : ..............................................................................................
Mata Pelajaran : ..............................................................................................
Standar Kompetensi : ..............................................................................................
No Kompetensi Dasar Indikator Bentuk Jumlah
Soal Soal
1. Menggunakan Menjumlahkan bilangan Uraian 1
bilangan pecahan pecahan
2. Mengrangi bilangan pecahan Uraian 1
3. Penerapan perhitungan Uraian 1
bilangan pecahan dalam
lapangan

Tabel 2.6. contoh kisi-kisi soal TIMSS


Asesmen Matematika

Penget. Penyel.
Dimensi Pengetahuan
fakta dan Masalah Penalaran
Kognitif konsep
No prosedur rutin
Dimensi Isi
1. Bilangan
2. Aljabar
3. Pengukuran
4. Geometri
5. Data
TIMSS = Trend International Mathematics and Science Study
c. Menentukan bentuk tes

Bentuk tes objektif pilihan sangat tepat digunakan bila jumlah peserta tes banyak.
d. Menentukan panjang tes
Waktu yang disediakan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik dan
jenjang pendidikan. Untuksekolah dasar, waktu yang disediakan umumnya 2 x 45
menit, yaitu 90 menit. Untuk sekolah menengah waktu yang sediakan juga sekitar 90
menit atau 120 menit. Untuk pelajaran paktek waktu yang disediakan lebih lama
dibanding dengan ujian teori.

2) Menulis tes
a. Tes lisan di kelas

Pertanyaan lisan dapat digunakan untuk mengetahui daya serap peserta didik
untuk masalah yang berkaitan dengan kognitif yang baru diajarkan.
b. Tes bentuk benar atau salah

Bentuk soal benar-salah adalah bentuk tes yang soal-soalnya berupa pernyataan.
Contoh:
(B) — S 2. Nitrogen membantu pembakaran.
(B)— (S) 3. Berat satu liter air adalah 100 gram.

Pedoman menulis tes benar salah adalah sebagai berikut:


1) Tes mengukur ide atau konsep yang penting.
2) Tes mengukur paling tidak tentang pemahaman.
3) Jawaban benar tidak mudah ditebak.
4) Kalimat yang digunakan jelas.
5) Tidak menggunakan proposisi dari buku.
6) Panjang kalimat untuk jawaban benar atau salah usahakan sama.

Contoh:
1) Tekanan udara di daerah pegunugan lebih rendah daripada di pantai.
2) Pada waktu bulan purnama terjadi pasang air laut, air laut melimpah ke daratan.
3) Jumlah sudut empat persegi panjang adalah 360 derajat.

c. Bentuk menjodohkan
Bentuk tes menjodohkan terdiri dari sejumlah premis dan sejumlah respons.
Tabel 2.8 contoh tes menjodohkan.

No Pernyataan 1 No Pernyataan 2
A. Daya listrik 1 Ohm
B. Kuat penerangan 2 Kilo Volt Ampere
C. Hambatan listrik 3 Volt meter
D. Komponen listrik 4 Lumen
E. Instrumen listrik 5 Organ
6 Kapasitor
Peserta didik diiminta mengisi huruf pada pernyataan 2 sesuai dengan pasangan
yang sesuai pada pertanyaan 1.
d. bentuk pilihan ganda

Soal pilihan ganda adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang benar
atau paling tepat. Dilihat dari strukturnya, soal pilihan ganda terdiri atas:
- Stem - pertanyaan atau pernyataan yang berisi permasalahan yang akan
ditanyakan
- Option - sejumlah pilihan atau alternatif jawaban
- Kunci - jawaban yang benar atau paling tepat
- Distractor - jawaban-jawaban lain selain kunci jawaban
(pengecoh)
Contoh:
Mahkamah Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa berkedudukan di kota . . . . . . .
a. Jenewa  Kunci
b. Den Haag
c. London Distractor (pengecoh)
d. New York
Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk pilihan ganda (Ebel, 1977) adalah
sebagai berikut.
1) Pokok soal harus jelas
2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi.
3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama.
4) Tidak ada petunjuk jawaban benar.
5) Hindari penggunaan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah.
6) Pililah jawaban angka yang diurutkan.
7) Semua pilihan jawaban logis.
8) Jangan menggunakan negatif ganda.
9) Kalimat yang digunkakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes.
10) Bahasa indonesia yang digunakan baku.
11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak.

Selain itu pada tes bentuk pilihan ganda, semua pilihan pengecoh harus memiliki
rasional.
e. Bentuk uraian ojektif

Pengerjaan soal ini melalui suatu prosedur atau langkah-langkah tertentu. Setiap
langkah ada skornya.
f. Bentuk uraian non-obejektif

Bentuk uraian non-objektif karena penilaian yang dilakukan cenderung dipengaruhi


subjektivitas dari penilai. Selain itu bentuk ini relatif mudah membuatnya.
Langkah membuat tes ini adalah sebagai berikut:
1) Menulis soal berdasarkan kisi-kisi pada indikator.
2) Mengedit pertanyaan:
Apakah pertanyaan mudah dimengerti?
Apakah data yang digunkan benar?
Apa tat letak keseluruhan baik?
Apakah pembererian bobot skor sudah tepat?
Apakah kunci jawaban sudah benr?
Apakah waktu untuk mengerjakan tes cukup?
Kaidah penulisan soal bentuk uraian non-objektif:
1) Gunakan kata-kata : mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, tafsirkan,
hitunglah, buktikan.
2) Hindari pmenggunakan pertanyaan : siapa, apa, bila.
3) Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
4) Hindari penggunaan kata-kata yang dapat ditafsirkan ganda.
5) Buat petunjuk mengerjakan soal.
6) Buat kunci jawaban.
7) Buat pedoman penskoran.

Penskoran bentuk tes ini bisa dilakukan secara analitik atau global. Analitik
berarti penskoran dilakukan bertahap sesuai kunci jawaban, sedang yang global dibaca
secara keseluruhan untuk mengetahui ide pokok dari jawaban soal kemudian diberi
skor.
g. Bentuk jawaban singkat

Bentuk soal jawaban singkat merupakan bentuk soal yang meghendaki jawaban
dalam bentuk kata, bilangan, kalimat, atau simbol dan jawabannya hanya dapat dinilai
benar atau salah.
Kaidah-kaidah utama penyusunan soal bentuk ini adalah sebagai berikut:
1) Soal harus sesuai dengan indikator.
2) Jawaban yang benar hanya satu.
Contoh:
 Kurang baik : Abraham Lincoln dilahirkan pada . . . .
 Baik : Abraham Lincoln dilahikan pada tahun . . . .
3) Rumusan kalimat soal harus komunikatif.
4) Butir soal menggunakan behasa indonesia yang baik dan benar.
5) Tidak mnggunakan bahasa lokal.
6) Tidak mengambil atau menggunakn pernyataan yang langsung diambil dari
buku

h. Unjuk kerja/performans
Penilaian unjuk kerja sering disebut dengan penilaian autentik atau penilaian
alternatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik dalam
menyelesaikan masalah-masalah di kehidupan nyata.
1) mentelaah soal tes.

Pedoman dalam melakukan telaan butir soal bentuk pilihan ganda (Ebel, 1977)
adalah sebagai berikut
Tabel 2.9. matrik telaah butir tes.
No. Kriteria butir tes
Butir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1.
2.
3.

Kriteria butir tes adalah sebagai berikut.


1) Pokok soal harus jelas
2) Pilihan jawaban homogen dalam arti isi.
3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama.
4) Tidak ada petunjuk jawaban benar.
5) Hindari penggunaan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah.
6) Pililah jawaban angka yang diurutkan.
7) Semua pilihan jawaban logis.
8) Jangan menggunakan negatif ganda.
9) Kalimat yang digunkakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes.
10) Bahasa indonesia yang digunakan baku.
11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak.

Telaah terhadap butir tes dilakukan dengan menggunkan tabel 4.5. Apabila ada
butir tes yang tidak memenuhi kriteria butir tes yang baik diberi tanda silang (X) pada
sel yang sesuai. Selanjutnya, ditentukan jumlah item yang memenuhi kriteria dan yang
tidak memenuhi kriteria. Selanjutnya deskripsikan kriteria mana yang banyak tidak
dipenuhi. Hasil telah ini ditindak lanjuti dengan memperbaiki butir soal.
2) Melakukan uji coba tes
Melalui uji coba diperoleh data tentang: realibilitas, validitas, tingkat kesukaran,
pola jawaban, efektifitas pengecoh, daya beda, dan lain-lain.

3) Menganalisis butir tes

Analisis butir dilakukan setelah tes digunakan, yaitu yang mencakup informasi berikut
ini.
a. Tingkat kesulitan, yaitu proporsi yang menjawab benar. Besarnya indeks ini
adalah 0,0 sampai 1,0. Bila menggunakan acuan norma tingkat kesulitan soal
yang diterima adalah 0,30 sampai 0,80. Bila menggunakan acuan kriteria
besarnya indeks ini menyatakan tingkat keberhasilan belajar.
b. Daya pembeda, digunakan terutama pada acuan norma, yaitu untuk
membedakan antara yang mampu dan yang tidak mampu. Besarnya mulai dari -
1,0 sampai +1,0, dihitung dengan menggunakan formula koefisien korelasi point
biseral. Makna harga positif adalah yang menguasai bahan ajar menjawab benar
dan yang tidak menguasai menjawab salah, sedemikian sebaliknya bila indeks
ini harganya negatif.
c. Indeks keandalan. Besarnya indeks keandalan yang diterima adalah minimal
0,70. Besarnya indeks ini menyatakan besarnya kesalahan pengukuran. Semakin
besar indeks ini akan semakin kecil kesalahan pengukuran, demikian sebaliknya.

Analisis terhadap hasil uji coba tersebut dengan istilah analisis butir, dan dapat
menggunakan format pada tabel 2.1.
Tabel 2.10 Analisis butir
No butir P D Dr Keterangan
1.
2.
3.
Keterangan:
P : tingkat kesulitan butir, diterima bila besarnya 0,30 sampai 0,80.
D : daya beda, diterima bila besarnya ≥ 0,30.
Dr. : distribusi jawaban, diterima bila tiap option ada yang menjawab paling sedikit
5 % dari peserta tes.
4) Memperbaiki tes

Setelah uji coba dilakukan dan kemudian dianalisis, maka langkah berikutnya
adalah melakukan perbaikan-perbaikan tentang bagian soal yang masih belum sesuai
dengan yang diharakan..
5) Merakit tes

Dalam merakit tes, hal-hal yang dapat mempengaruhi validitas soal seperti nomor
urut soal, pengelompokan bentuk soal, lay out, dan sebagainya harus diperhatikan.
6) Melaksanakan tes

. Tes yang telah disusun diberikan kepada testee untuk diselesaikan. Pelaksanaan
tes dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
7) Menafsirkan hasil tes

Salah satu cara asesmen yang banyak digunakan dalam menentukan kemampuan
seseorang adalah asesmen unjuk kerja. Menurut Berk (1986), asesmen unjuk kerja
adalah proses pengumpulan data dengan cara pengamatan sistematik untuk membuat
keputusan tentang individu. Ada lima elemen utama yang tersirat dan tersurat pada
defenisi tersebut, yaitu proses, pengumpulan data, pengamatan sistematik, integrasi
data, dan keputusan individu.
 Instrument Non Tes

1. Pengembangan instrumen
Instrumen afektif yang dibahas pada buku ini adalah sikap, minat, nilai, dan
konsep diri. Ada sepuluh langkah yang harus diikui dalam mengembangkan
instrumen afektif, yaitu sebagai berikut.
1) Menentukan spesifikasi instrumen
2) Menulis instrumen
3) Menentukan skala instrumen
4) Menentukan sistem penskoran
5) Mentelaah instrumen
6) Melakukan ujicoba
7) Menganalisis instrumen
8) Merakit instrumen
9) Melaksanakan pengukuran
10) Menafsirkan hasil pengukuran

1) Spesifikasi instrumen
a. Wawancara

Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam melaksanakan wawancara, yakni:
a) Tahap awal pelaksanaan wawancara
b) Penggunaan pertanyaan
c) Pencatatan hasil wawancara

b. Kuesioner
Kuesioner adalah alat untuk mengumpulkan data yang berupa pernyataan yang
disampaikan kepadaresponden yang dijawab secara tertulis.

c. Skala
Sepsifikasi instrumen terdiri dari tujuan dan kisi-kisi instrumen. Dalam bidang
pendidikan pada dasarnya pengukuran afektif ditinjau dari tujuannya, yaitu ada lima
macam instrumen, yaitu:
a. Instrumen sikap.
b. Instrumen minat.
c. Instrumen konsep diri.
d. Instrumen sikap.
e. Insrtumen nilai moral

Dalam menyusun spesifikasi instrumen, ada empat hal yang harus diperhatikan
yaitu:
a. Menentukan tujuan pengukuran
b. Menyusun kisi-kisi intrumen
c. Memilih bentuk dan format instrumen
d. Menentukan panjang instrumen
Setelah tujuan penukuran afektif ditetapkan, kegiatan berikutnya adalah
menyusun kisi-kisi instrumen. Kisi-kisi, juga disebut blue-print, merupakan tabel
matrik yang berisi spesifikasi instrumen yang akan ditulis.
Langkah pertama dalam menentukan kisi-kisi adalah menentukan defenisi
konseptual yang diambil dari buku teks. Selanjutnya ditentukan defenisi operasional,
yaitu yang bisa diukur. Defenisi operasional ini kemudian dijabarkan menjadi
sejumlah indikator. Indikator ini merupakan pedoman dalam menulis instrumen.
Selanjutnya defenisi operasional dikembangkan menjadi sejumlah indikator. Indikator
ini menjadi acuan penulis instrumen. Salah satu format kisi-kisi instrumen afektif
ditunjukkan tabel 5.1.
Tabel 2.11 Kisi-kisi Instrumen afektif
No Indikator Jumlah butir Pertanyaan/pernyataan skala
1.
2.

d. Observasi

Observasi bertujuan untuk mengamati dan mengkaji tingkah laku individu atau
proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya
maupun dalam situasi buatan
e. Studi Kasus

Data diperoleh dari berbagai sumber seperti orang tuanya, teman dekatnya, guru,
bahkan juga dari dirinya. Teknik memperoleh data sangat komprehensif, misalnya
dengan observasi perilakunya, wawancara, analisis dokumenter, atau tes, bergantung
pada kasus yang dipelajari. Setiap data dicatat secara cermat, kemudian dikaji,
dihubungkan satu sama lain.
2) Penulisan instrumen
a. Wawancara

Berikut ini adalah contoh pedoman wawancara terbuka.


Tabel 2.12 contoh pedoman wawancara terbuka
Tujuan : memperoleh informasi mengenai cara belajar yang dilakukan
oleh siswa di rumahnya.
Bentuk : wawancara bebas
Responden : Siswa yang memperoleh prestasi belajar cukup tinggi
Nama siswa : ......................................................................................................
Kelas/semester : ......................................................................................................
Jenis kelamin : ......................................................................................................

Komentar dan
Pertanyaan Guru Jawaban Siswa kesimpulan hasil
wawancara
1. Kapan dan berapa lama anda belajar di
rumah?
2. Bagaimana cara anda mempersiapkan
diri untuk belajar secara efektif?
3. Kegiatan apa yang anda lakukan pada
waktu mempelajari bahan pengajaran
(bidang studi tertentu)
4. Seandainya anda mengalami kesulitan
dalam mempelajarinya, usaha apa
yang anda lakukan untuk mengatasi
kesulitan tersebut?
5. Bagaimana cara yang anda lakukan
untuk mengetahui tingkat penguasaan
belajar yang telah anda capai?
6. dst.

..........................19....
Pewawancara,

.................................
b. Kuesioner

Cara menyusun kuesioner seperti pada tes prestasi belajar, sehingga berlaku
langkah-langkah yang telah dijelaskan di muka, yakni dimulai dengan analisis variabel,
membuat kisi-kisi, dan menyusun pertanyaan.
c. Skala
Ada empat aspek dari ranah afektif yang bisa dinilai di sekolah, yaitu sikap,
minat, percaya diri, dan nilai. Penilaian ranah afektif peserta didik dilakukan dengan
menggunakan instrumen afektif. Hal ini akan dibahas berturut-turut di bawah ini.

1. Instrumen sikap
Instrumen sikap bertujuan untuk mengetahui sikap peserta didik terhadap suatu
obyek, misalnya kegiatan disekolah.

Tabel 2.13 Kisi-kisi Instrumen afektif


No. Indikator Jumlah Butir Pertanyaan/pernyataan skala

Indikator sikap terhadap mata pelajaran mateamtika misalnya adalah:


1) Membaca buku matematika
2) Belajar matematika
3) Interaksi dengan guru matematika
4) Mengerjakan tugas matematika
5) Diskusi tentang matematika
6) Memiliki buku matematika

2. Instrumen minat
Instrumen minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat peserta
didik terhadap suatu mata pelajaran yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan
minat peserta didik terhadap suatu mata pelajaran.

3. Instrumen konsep diri


Instrumen konsep diri bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan diri
sendiri.
Indikator konsep diri adalah:
1) Fisika saya rasakan sebagai mata pelajaran yang paling sulit
2) Mata pelajaran bahasa inggris saya rasakan paling mudah
3) Keunggulan saya adalah fisik yang tinggi
4) Kelemahan saya adalah kemampuan berkomunikasi
5) Saya senang membantu teman belajar ketrampilan

Contoh instrumen
1) Saya sulit mengikuti pelajaran matematika
2) Mata pelajaran bahasa inggris mudah saya pahami
3) Saya mudah menghafal
4) Saya mampu membuat karangan yang baik
5) Saya merasa sulit mengikuti pelajaran fisika
6) Saya bisa bermain sepak boa dengan baik
7) saya mampu membuat karya seni yang variatif

4. Instrumen nilai
Indikator nilai :
1) Keyakinan tentang prestasi belajar siswa
2) Keyakinan atas keberhasilan siswa
3) Keyakinan atas harapan orang tua
4) Keyakinan atas dukungan masyarakat
5) Keyakinan atas sekolah dapat mengubah nasib seseorang

5. Instrumen nilai moral


Instrumen ini bertujuan untuk mengetahui nilai moral siswa. Moral didefenisikan
sebagai pendapat, tindakan yang dianggap baik dan yang dianggap tidak baik. Indikator
nilai moral sesuai dengan defenisi di atas adalah :
1) Memegang janji
2) Membantu orang lain
3) Menghormati orang lain
4) Berkata jujur
5) Berperilaku jujur

d. Observasi

Berikut contoh pedoman observasi.


2.14 contoh pedoman observasi
PEDOMAN OBSERVASI
Topik diskusi : ...................................................................................
Kelas/semester : ...................................................................................
Bidang studi : ...................................................................................
Nama siswa yang diamati : ...................................................................................

Hasil Pengamatan
Aspek yang diamati Keterangan
Tinggi Sedang Kurang

1. Memberikan pendapat untuk


pemecahan masalah.
2. Memberikan tanggapan terhadap
pendapat orang lain.
3. Mengerjakan tugas yang
diberikan.
4. Motivasi dalam mengerjakan
tugas-tugas.
5. Toleransi dan mau menerima
pendapat siswa lain
6. Tanggung jawab sebagai anggota
kelompok

3) Telaah instrumen
Kegiatan pada telaah instrumen adalah meneliti tentang: a) apakah butir
pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan indikator, b) bahasa yang digunakan apa
sudah komunikatif dan menggunakan tata bahasa yang benar, dan c) apakah butir
pertanyaan atau pernyataan tidak biasa, d) apakah format instrumen menarik untuk
dibaca, e) apakah jumlah butir sudah tepat sehingga tidak menjemukan menjawabnya.

4) Skala Pengukuran
Secara garis besar skala instrumen yang sering digunakan dalam penelitian, yaitu
Skala Thurstone. Skala Likert, dan Skala Beda semantik. Skala Thurstone terdiri dari 7
kategori, yang paling banyak bernilai 7 dan yang paling kecil bernilai 1.

Tabel 2.15 contoh Skala Thurstone, Minat terhadap pelajaran Sejarah

7 6 5 4 3 2 1
1. Saya senang belajar Sejarah

2. Pelajaran sejarah bermanfaat

3. saya berusaha hadir tiap pelajaran sejarah

4. saya berusaha memiliki buku pel.sejarah

Tabel 2.16 Contoh Skala Thurstone, sikap terhadap pelajaran matematika


4 3 2 1
1 Pelajaran matematika bermanfaat SS S TS STS
2 Pelajaran matematika sulit SS S TS STS
3 Tidak semua peserta didik harus belajar SS S TS STS
matematika
4 Pelajaran matematika harus dibuat mudah SS S TS STS
5 Harus banyak aplikasi pada Pel. Matematika SS S TS STS
Keterangan :
SS : Sangat setuju
S : Setuju
TS : Tidak setuju
STS : Sangat tidak setuju
Panjang instrumen berhubungan dengan masalah kebosanan, yaitu tingkat
kejemuan dalam mengisi instrumen. Lama pengisisan instrumen kuisioner sebaiknya
tidak lebih dari 20 menit.
Beberapa hal yan harus diperhatikan dalam menggunakan kata-kata untuk
kuisioner, yaitu:
a. Gunakan kata-kata yang sederhana sesuai dengan tingkat pendidikan
b. Pertanyaannya jangan samar-samar
c. Hindari pertanyaan yang bias
d. Hindari pertanyaan hipotetikal atau pengandaian.

5) Penyusunan butir soal bentuk daftar cek


Dalam menyusun daftar cek: 1) carilah indikator penguasaan keterampilan yang
diujikan, 2) susunlah indikator tersebut sesuai dengan urutan penampilannya. Kemudian
dilakukan pengamtan terhadap subjek yang dinilai untuk melihat pemunculan indikator-
indikator yang dimaksud. Jika indikator tersebut muncul, maka diberi tanda V atau
tulisan kata “ya” pada tempat yang telah disediakan.

6) Penskoran instrumen
Sistem penskoran yang digunakan terantung pada skala pengukuran. Apabila
digunakan skala Thurstone, maka skor tertinggi untk tiap butir adalah 7 dan yang
terkecil adalah 1. Demikian pua untuk instrumen dengan skalasemantik. Untuk skala
Likert, skor tertinggi tiap butir soal adalah 4 dan yang terendah adalah 1.

7) Analisis instrumen
Apabila instrumen telah di telaah kemudian diperbaiki dan selanjutnya dirakit
untuk uji coba. Uji coba bertujuan untuk mengetahui karakteristik instrumen.
Karakteristik yang penting adalah daya beda instrumen, dan tingkat keandalannya.
Semakin besar variasi jawaban tiap butir maka akan semakin baik instrumen ini. Bila
variasi skor sautu butir soal sangat kecil berarti butir itu bukan variabel yang baik.
Selanjutnya dihitung indeks keandalan intrumen dengna formula Cronbach-alpha, bila
besar indeksnya sama atau lebih besar dari 7,0 maka instrumen itu tergolong baik.

8) Penafsiran hasil pengukuran


Untuk menafsirkan hasil pengukuran juga disebut dengan penilaian. Untuk
menafsirkan hasil pengukuran diperlukan suatu kriteria. Kriteria yang digunakan
tergantung pada skala dan jumlah butir yang digunakan.
Kategorisasi hasil pengukuran menggunakan distribusi normal, dan untuk skala
Likert dengan ketentuan seperti tabel 1 untuk minat peserta didik dan tabel 2 untuk
minat kelas.

Tabel 2.17. Kategorisasi sikap atau minat peserta didik


No Skor siswa Kategori Sikap atau Minat
1 𝑋 ≥ 𝑋̅ + 1. 𝑆𝐵𝑥 Sangat positif/ sangat tinggi
2 𝑋̅ + 1. 𝑆𝐵𝑥 > 𝑋 ≥ 𝑋̅ Tinggi/ positif
3 𝑋̅ > 𝑋 ≥ 𝑋̅ − 1. 𝑆𝐵𝑥 Negatif/ rendah
4 𝑋 < 𝑋̅ − 1. 𝑆𝐵𝑥 Sangat negatif/ rendah

Keterangan :
𝑋̅: rerata skor keseluruhan peserta didik dalam satu kelas
𝑆𝐵𝑥 : simpangan baku skor keseluruhan peserta didik dalam satu kelas
𝑋 : skor yang dicapi siswa

Untuk mengetahui minat kelas terhadap matap pelajaran dilakukan langkah


seperti berikut dan kategorisasinya dapat dilihat pada tabel 5.6.
a) Cari rerata skor kelas, disingkat 𝑋̅:
b) Cari rerata skor keseluruhan kelas untuk mata pelajaran yang sama
c) Cari simpangan baku skor keseluruhan kelas untuk mata pelajaran yang sama

Tabel 2.18 Kategorisasi sikap atau minat kelas


No Skor siswa Kategori Sikap atau Minat
1 𝑌 ≥ 𝑌̅ + 1. 𝑆𝐵𝑦 Sangat positif/ sangat tinggi
2 𝑌̅ + 1. 𝑆𝐵𝑦 > 𝑌 ≥ 𝑌̅ Tinggi/ positif
3 𝑌̅ > 𝑌 ≥ 𝑌̅ − 1. 𝑆𝐵𝑦 Negatif/ rendah
4 𝑌 < 𝑌̅ − 1. 𝑆𝐵𝑦 Sangat negatif/ rendah

Tabel 5.6 menunjukkan minat atau sikap kelas terhadap suatu mata pelajaran. Jadi
dalam pengukuran sikap atau minat diperlukan informasi tentang minat atau sikap tiap
peserta didik dan sikap kelas.
Pengembangan instrumen afektif dilakukan melalui langkah berikut ini:
a. Menentukan defenisi konseptual atau konstruk yang akan diukur
b. Menentukan defenisi operasional
c. Menentukan indikator
d. Menulis instrumen

Hal yang penting pada instrumen afektif adalah besarnya indeks keandalan
instrumen yang dikatakan baik adalah minimum 0,70. Penafsiran hasil pengukuran
menggunakan distribusi normal dan menggunakan dua kategori yaitu positif atau
negatif. Positif berarti minat peserta didik baik, sedang negatif berarti minat peserta
didik kecil.
9) Observasi
Penilaian ranah afektif peserta didik selain menggunakan kuisioner juga bisa
dilakukan melalui observasi atau pengamatan. Prosedurnya sama, yaitu dimulai dengan
penentuan defenisi konseptual dan defenisi operasional. Defenisi konseptual kemudian
diturunkan menjadi sejumlah indikator. Indikator ini menjadi isi pedoman obsevasi.
Hasil observasi akan melengkapi informasi hasil kuisioner.

3. Kurikulum 2013 memiliki konsep penilaian yaitu penilaian autentik,


bagaimana pendapat saudara berkaitan dengan hal tersebut? Berikan
penjelasannya tentang penilaian autentik yang harus dikembangkan oleh
guru (lihat berdasarkan kompetensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan)
serta berikan contoh beserta penjelasannya. (Skor 20)
Jawab:
Asesmen Autentik memfokuskan pada proses belajar yang Autentik pula. Menurut
Ormiston belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang
dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau
kehidupan pada umumnya.Asesmen semacam ini cenderung berfokus pada tugas-
tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik, yang memungkinkan mereka
secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Contoh
asesmen autentik antara lain keterampilan kerja, kemampuan mengaplikasikan atau
menunjukkan perolehan pengetahuan tertentu, simulasi dan bermain peran,
portofolio, memilih kegiatan yang strategis, serta memamerkan dan menampilkan
sesuatu.
Asesmen Autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian. Pertama, pengukuran
langsung keterampilan peserta didik yang berhubungan dengan hasil jangka
panjang pendidikan seperti kesuksesan di tempat kerja. Kedua, penilaian atas tugas-
tugas yang memerlukan keterlibatan yang luas dan kinerja yang kompleks. Ketiga,
analisis proses yang digunakan untuk menghasilkan respon peserta didik atas
perolehan sikap, keteampilan, dan pengetahuan yang ada.
Dengan demikian, asesmen autentik akan bermakna bagi guru untuk
menentukan cara-cara terbaik agar semua siswa dapat mencapai hasil akhir, meski
dengan satuan waktu yang berbeda. Konstruksi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan dicapai melalui penyelesaian tugas di mana peserta didik telah
memainkan peran aktif dan kreatif. Keterlibatan peserta didik dalam melaksanakan
tugas sangat bermakna bagi perkembangan pribadi mereka.
Dalam pembelajaran autentik, peserta didik diminta mengumpulkan informasi
dengan pendekatan saintifik, memahahi aneka fenomena atau gejala dan
hubungannya satu sama lain secara mendalam, serta mengaitkan apa yang dipelajari
dengan dunia nyata yang luar sekolah. Di sini, guru dan peserta didik memiliki
tanggung jawab atas apa yang terjadi. Peserta didik pun tahu apa yang mereka ingin
pelajari, memiliki parameter waktu yang fleksibel, dan bertanggungjawab untuk
tetap pada tugas. Asesmen autentik pun mendorong peserta didik mengkonstruksi,
mengorganisasikan, menganalisis, mensintesis, menafsirkan, menjelaskan, dan
mengevaluasi informasi untuk kemudian mengubahnya menjadi pengetahuan baru.
Mengetahui bagaimana Sejalan dengan deskripsi di atas, pada pembelajaran
autentik, guru harus menjadi “guru autentik.” Peran guru bukan hanya pada proses
pembelajaran, melainkan juga pada penilaian. Untuk bisa melaksanakan
pembelajaran autentik, guru harus memenuhi kriteria tertentu seperti disajikan
berikut ini.

1. Menilai kekuatan dan kelemahan peserta didik serta desain


2. Mengetahui bagaimana cara membimbing peserta didik untuk mengembangkan
pengetahuan mereka sebelumnya dengan cara mengajukan pertanyaan dan
menyediakan sumberdaya memadai bagi peserta didik untuk melakukan akuisisi
pengetahuan.
3. Menjadi pengasuh proses pembelajaran, melihat informasi baru, dan
mengasimilasikan pemahaman peserta didik.
4. Menjadi kreatif tentang bagaimana proses belajar peserta didik dapat diperluas
dengan menimba pengalaman dari dunia di luar tembok sekolah.

4. Buatlah instrument tes bentuk uraian dan pilihan ganda masing-masing 3


dan 8 beserta kisi-kisinya. Sertakan pula penjelasan apakah soal yang saudara
buat sudah dianggap baik? Mengapa? bagaimana dengan cara penskorannya
dari kedua jenis tes tersebut, jelaskan masing-masing! (bidang studi kimia).
(Skor 20)
Jawab:
Tes uraian objektif
1. Sebanyak 1,10 gram asam organik (RCOOH) tepat dinetralkan oleh 50 mL
larutan 0,25 M NaOH. Cari…..
a.Mol b.Mr c.Jenis asam
2. Kadar molekul hidrat dalam senyawa FeSO4 . H2O sebanyak 26,47 %. Jika
diketahui Mr FeSO4 = 152, dan Mr H2O = 18, maka tentukan jumlah molekul
hidrat dan rumus garam terhidrat tersebut !
3.. Sebanyak 28 gr logam besi (Fe) direaksikan dengan 48 gr gas oksigen (O2)
menghasilkan Fe2O3, jika diketahui Ar Fe = 56 dan O = 16, persamaan reaksi :
Fe + O2 --> Fe2O3 (reaksi belum setara)
maka tentukanlah :
a. massa Fe2O3
b. massa reaktan yang bersisa
Contoh cara penskorannya:
Langkah Kunci jawaban Skor
1 mencari molnya 2
2 mencari Mr nya 2
3 menjawab jenis asamnya 1

Skor maksimum 5

Tes Pilihan Ganda


1, Perhatikan rumus struktur hidrokarbon berikut :

5
CH3 CH3
6

H3C – HC – C – CH3
1 2 3 4

CH3
Atom C tersier dimiliki oleh atom C dengan nomor …
a, 6 d. 2
b.4 e. 1
c.3
2. Dibawah ini yang merupakan rumus umum senyawa alkana adalah …
a. Cn H2n – 2
b. Cn H2n – 1
c. Cn H2n
d. Cn H2n
e. Cn H2n + 2
3. Tata nama senyawa berikut yang tidak sesuai dengan aturan IUPAC adalah ……
a. 2 – metil – propana
b. 2,2 – dimetil – propana
c. 2 – metil – 3 propana
d. 3,3 – dimetil – 2 butana
e. 3,4 – dimetil – 2 heksana
4. Bensin premium mempunyai kadar bilangan oktan 94. artinya bensin tersebut
terdiri atas campuran …
a. 94% n heptana dan 6% iso oktana
b. 94% iso oktana dan 6% n heptana
c. 90% iso oktana dan 4% n heptana
d. 47% n heptana dan 47% iso oktana
e. 6% n heptana dan 94% iso oktana
5. Unsur logam berat yang berbahaya dalam bensin adalah ……
a. Sn d. Zn
b. Hg e. Pb
c. Cu
5. Nama IUPAC untuk senyawa :
CH3 CH2 C(CH3)2 CH2 C (CH3)3
a. Dekana
b. 2,4 – dimetil nonana
c. 4,4 – dimetil nonana
d. 2,2,4,4 – tetrametil heksana
e. 2,2,4,4 – tetrametil dekana
7. Bensin memiliki bilangan Oktan 92, berarti mempunyai komposisi :
a. 92% n heptana dan 8% iso oktana
b. 92% oktana dan 8% n heptana
c. 92% iso oktana dan 8% n heptana
d. 92% nonana dan 8% iso oktana
e. 92% iso oktana dan 8% nonana
8. Berapa jumlah isomer dari Pentena (C5H10)
a. 3 isomer
b. 5 isomer
c. 7 isomer
d. 9 isomer
e. 11 isomer

Cara penskorannya:
Rumusnya sebagai berikut.

Skor = B/N x 100 (skala 0-100)


Ket : B = banyaknya butir yang dijawab benar
N = adalah banyaknya butir soal
Misalnya wati menjawab 6 soal benar dari 8 soal yang diberikan, maka:
Skor = 6/8 x 100 = 75

Dari soal diatas dan cara penskorannya sudah cukup baik karena untuk soal pilihan
ganda cara penskorannya ada dua yaitu ada hukuman dan tanpa hukuman. Disini
saya memilih tanpa hukuman agar tidak membebankan peserta didik saat menjawab
soal. Karena penskoran soal tersebut diberikan sebagai latihan saja. Untuk soal
uraian sudah cukup baik karena dipilih cara penskoran secara objektif agar perstep
atau perlangkahnya dinilai dengan adil.

5. Buatlah Rubrik Penilaian beserta Instrumennya untuk mengukur kompetensi


sikap dengan teknik Penilaian diri, Angket, dan antar peserta didik.
(disesuaikan dengan mata pelajaran kimia). (Skor 20)
Jawab :
A. Observasi
Pedoman Observasi Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah
tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta
didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
2 Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan
3 Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan
pendapat/presentasi
4 Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun
tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan
Merasakan
5 keberadaan dan kebesaran Tuhan saat
mempelajari ilmu pengetahuan
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran :
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
Contoh :
Skor diperoleh 14, skor tertinggi 4 x 5 pernyataan = 20, maka skor akhir :
14
𝑥 4 = 2,8
20

Peserta didik memperoleh nilai :


Sangat Baik : apabila memperoleh skor 3,20 – 4,00 (80 – 100)
Baik : apabila memperoleh skor 2,80 – 3,19 (70 – 79)
Cukup : apabila memperoleh skor 2.40 – 2,79 (60 – 69)
Kurang : apabila memperoleh skor kurang 2.40 (kurang dari 60%)

Pedoman Observasi Sikap Jujur


Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
kejujuran. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap jujur yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan/tugas
2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya
orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam
mengerjakan setiap tugas
3 Mengungkapkan perasaan terhadap sesuatu apa adanya
4 Melaporkan data atau informasi apa adanya
5 Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki
Jumlah Skor
Petunjuk Penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

Pedoman Observasi Sikap Disiplin


Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
kedisiplinan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
Ya = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan
Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan sesuai aspek
pengamatan.
Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Melakukan
No Sikap yang diamati
Ya Tidak
1 Masuk kelas tepat waktu
2 Mengumpulkan tugas tepat waktu
3 Memakai seragam sesuai tata tertib
4 Mengerjakan tugas yang diberikan
5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran
6 Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan
7 Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran
8 Membawa buku teks mata pelajaran
Jumlah

Petunjuk Penskoran :
Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
Contoh :
Jawaban YA sebanyak 6, maka diperoleh skor 6, dan skor tertinggi 8 maka skor
akhir adalah :
6
𝑥 4 = 3,00
8
Peserta didik memperoleh nilai dapat menggunakan seperti dalam pedoman
observasi sikap spritual.

Pedoman Observasi Sikap Tanggung Jawab


Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
tanggung jawab. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung
jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Melaksanakan tugas individu dengan baik
2 Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan
3 Tidak menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat
4 Mengembalikan barang yang dipinjam
5 Meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

Pedoman Observasi Sikap Toleransi


Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
toleransi. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap toleransi yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Menghormati pendapat teman
2 Menghormati teman yang berbeda suku, agama, ras,
budaya, dan gender
3 Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan
pendapatnya
4 Menerima kekurangan orang lain
5 Mememaafkan kesalahan orang lain
Jumlah Skor

Petunjuk penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

Pedoman Observasi Sikap Gotong Royong


Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
gotong royong. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap gotong royong
yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Aktif dalam kerja kelompok
2 Suka menolong teman/orang lain
3 Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan
4 Rela berkorban untuk orang lain
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

Pedoman Observasi Sikap Santun


Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
kesantunan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap santun yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Menghormati orang yang lebih tua
2 Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan
orang lain
3 Menggunakan bahasa santun saat menyampaikan
pendapat
4 Menggunakan bahasa santun saat mengkritik pendapat
teman
5 Bersikap 3S (salam, senyum, sapa) saat bertemu orang
lain
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

Pedoman Observasi Sikap Percaya Diri


Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru/teman untuk menilai sikap sosial peserta didik dalam
percaya diri. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap percaya diri yang
ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Berani presentasi di depan kelas
2 Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab
pertanyaan
3 Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu
4 Mampu membuat keputusan dengan cepat
5 Tidak mudah putus asa/pantang menyerah
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

B. Penilaian Diri

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP SPIRITUAL


PETUNJUK
1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2. berilah tanda cek (√) sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian
sehari-hari
Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….
No Pernyataan TP KD SR SL
1 Saya semakin yakin dengan keberadaan Tuhan
setelah mempelajari ilmu pengetahuan
2 Saya berdoa sebelum dan sesudah melakukan
sesuatu kegiatan
3 Saya mengucapkan rasa syukur atas segala karunia
Tuhan
4 Saya memberi salam sebelum dan sesudah
mengungkapkan pendapat di depan umum
5 Saya mengungkapkan keagungan Tuhan apabila
melihat kebesaranNya
Jumlah
Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP JUJUR


Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

PETUNJUK
1. Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
2. berilah tanda cek (√) sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian
sehari-hari

No Pernyataan TP KD SR SL
1 Saya menyontek pada saat mengerjakan Ulangan
2 Saya menyalin karya orang lain tanpa
menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan
tugas
3 Saya melaporkan kepada yang berwenang jika
menemukan barang
4 Saya berani mengakui kesalahan yang saya
dilakukan
5 Saya mengerjakan soal ujian tanpa melihat
jawaban teman yang lain

Keterangan :
 selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
 sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
 kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak
melakukan
 tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Petunjuk Penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP TANGGUNG JAWAB


Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta
didik dalam tanggung jawab. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap
tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai
berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Sebagai peserta didik saya melakukan tugas-tugas
dengan baik
2 Saya berani menerima resiko atas tindakan yang
dilakukan
3 Saya menuduh orang lain tanpa bukti
4 Saya mau mengembalikan barang yang dipinjam dari
orang lain
5 Saya berani meminta maaf jika melakukan kesalahan
yang merugikan orang lain
Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP DISIPLIN


Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap disiplin diri peserta didik.
Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin yang kamu miliki
sebagai berikut :
Ya = apabila kamu menunjukkan perbuatan sesuai pernyataan
Tidak = apabila kamu tidak menunjukkan perbuatan sesuai pernyataan.

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Melakukan
No Sikap yang diamati
Ya Tidak
1 Saya masuk kelas tepat waktu
2 Saya mengumpulkan tugas tepat waktu
3 Saya memakai seragam sesuai tata tertib
4 Saya mengerjakan tugas yang diberikan
5 Saya tertib dalam mengikuti pembelajaran
6 Saya mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan
7 Saya membawa buku tulis sesuai mata pelajaran
8 Saya membawa buku teks mata pelajaran
Jumlah
Petunjuk Penyekoran
Jawaban YA diberi skor 1, dan jawaban TIDAK diberi skor 0
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑆𝑘𝑜𝑟
𝑥 4 = 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖
Contoh :
Jawaban YA sebanyak 6, maka diperoleh nilai skor 6, dan skor tertinggi 8 maka
nilai akhir adalah :
6
𝑥 4 = 3,00
8
Kriteria perolehan nilai sama dapat menggunan seperti dalam pedoman observasi.

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP GOTONG ROYONG


Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

PETUNJUK PENGISIAN:
1. Cermatilah kolom-kolom sikap di bawah ini!
2. Jawablah dengan jujur sesuai dengan sikap yang kamu miliki.
3. Lingkarilah salah satu angka yang ada dalam kolom yang sesuai dengan keadaanmu
4 = jika sikap yang kamu miliki sesuai dengan positif
3 = Jika sikap yang kamu miliki positif tetapi kadang
kadang muncul sikap negatif
2 = Jika sikap yang kamu miliki negative tapi tetapi
kadang kadang muncul sikap positif
1 = Jika sikap yang kamu miliki selalu negatif
Rela berbagi 4 3 2 1 Egois
Aktif 4 3 2 1 Pasif
Bekerja sama 4 3 2 1 Individualistis
Ikhlas 4 3 2 1 Pamrih
Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP TOLERANSI


Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta
didik dalam toleransi. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap toleransi
yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Saya menghormati teman yang berbeda pendapat
2 Saya menghormati teman yang berbeda suku, agama,
ras, budaya, dan gender
3 Saya menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan
pendapatnya
4 Saya menerima kekurangan orang lain
5 Saya memaafkan kesalahan orang lain
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual
LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP PERCAYA DIRI
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik sendiri untuk menilai sikap sosial peserta
didik dalam percaya diri. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap
percaya diri yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan

Nama Peserta Didik : ………………….


Kelas : ………………….
Tanggal Pengamatan : …………………..
Materi Pokok : …………………..
Skor
No Aspek Pengamatan
1 2 3 4
1 Saya melakukan segala sesuatu tanpa ragu-ragu
2 Saya berani mengambil keputusan secara cepat dan bisa
dipertanggungjawabkan
3 Saya tidak mudah putus asa
4 Saya berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki di
depan orang banyak
5 Saya berani mencoba hal-hal yang baru
Jumlah Skor

Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

LEMBAR PENILAIAN DIRI SIKAP SANTUN


Nama Peserta Didik : ………………….
Kelas : ………………….
Materi Pokok : ………………….
Tanggal : ………………….

PETUNJUK PENGISIAN:
1. Bacalah dengan teliti pernyataan pernyataan yang pada kolom di bawah ini!
2. Tanggapilah pernyataan-pernyataan tersebut dengan member tanda cek (√) pada
kolom:
STS : Jika kamu sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut
TS : Jika kamu tidak setuju dengan pernyataan tersebut
S : Jika kamu setuju dengan pernyataan tersebut
SS : Jika kamu sangat setuju dengan pernyataan tersebut
No Pernyataan Penilaian
STS TS S SS
1 Saya menghormasti orang yang lebih tua
2 Saya tidak berkata kata kotor, kasar dan takabur
3 Saya meludah di tempat sembarangan
4 Saya tidak menyela pembicaraan
5 Saya mengucapkan terima kasih saat menerima
bantuan dari orang lain
6 Saya tersenyum, menyapa, memberi salam kepada
orang yang ada di sekitar kita

Keterangan:
Pernyataan positif :
 1 untuk sangat tidak setuju (STS),
 2 untuk tidak setuju (TS), ,
 3 untuk setuju (S),
 4 untuk sangat setuju (SS).
Pernyataan negatif :
 1 untuk sangat setuju (SS),
 2 untuk setuju (S),
 3 untuk tidak setuju (TS),
 4 untuk sangat tidak setuju (S)
Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap spiritual

C. Penilaian Antarpeserta didik


1) Daftar Cek
Lembar Penilaian Antarpeserta Didik Sikap Disiplin

Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh peserta didik untuk menilai sikap sosial peserta didik lain
dalam kedisiplinan. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap disiplin
yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
Ya = apabila peserta didik menunjukkan perbuatan sesuai aspek pengamatan
Tidak = apabila peserta didik tidak menunjukkan perbuatan sesuai aspek
pengamatan.

Nama penilai : Tidak diisi


Nama peserta didik yang dinilai : ...............
Kelas : ...............
Mata pelajaran : ...............
Melakukan
No Sikap yang diamati
Ya Tidak
1 Masuk kelas tepat waktu
2 Mengumpulkan tugas tepat waktu
3 Memakai seragam sesuai tata tertib
4 Mengerjakan tugas yang diberikan
5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran
6 Mengikuti praktikum sesuai dengan langkah yang
ditetapkan
7 Membawa buku tulis sesuai mata pelajaran
8 Membawa buku teks mata pelajaran
Jumlah
Petunjuk Penskoran
Lihat petunjuk penskoran pada pedoman observasi sikap disiplin

2) Skala Penilaian (rating scale)


Skala penilaian akan digunakan dengan teknik sosiometri berbasis kelas. Langkah
penilaian antarpeserta didik diatur sebagai berikut:
1. Guru mata pelajaran menyiapkan instrumen penilaian skala penilaian berupa skala
penilaian (rating scale) sesuai dengan sikap yang akan dinilai dari kompetensi inti
spiritual dan sosial.
2. Guru mata pelajaran membagikan instrumen penilaian kepada setiap peserta didik
di setiap kelas.
3. Peserta didik menentukan nomor rangking kedudukan teman-temannya dari urutan
nomor 1 (satu) sampai nomor terakhir sesuai dengan jumlah peserta didik di kelas
bersangkutan, kecuali nama dirinya sendiri. Nomor urut 1 (satu) adalah teman yang
dianggap paling baik dalam bersikap dan berperilaku tertentu dan nomor urut
terakhir adalah yang dianggap kurang baik.
4. Penyelenggaraan penilaian antarpeserta didik dilakukan oleh guru mata pelajaran
minimal satu kali dalam satu semester dengan jadwal yang diatur oleh kepala
sekolah sehingga tidak dilakukan serentak dalam satu minggu.
5. Hasil penilaian sikap peserta didik diolah oleh guru dan dilaporkan kepada wali
kelas.
6. Wali kelas menggabungkan skor penilaian sikap dengan nilai yang diperoleh dari
penilaian observasi, penilaian diri, dan jurnal.

Contoh Instrumen:
DAFTAR CEK PENILAIAN ANTARPESERTA DIDIK

Nama penilai : Tidak diisi


Nama peserta didik yang dinilai : ...............
Kelas : ...............
Mata pelajaran : ...............
Berilah tanda cek pada kolom pilihan berikut dengan
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak
melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Skor
No Aspek Pengamatan
4 3 2 1
1 Tidak nyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan
2 Tidak melakukan plagiat (mengambil/menyalin karya
orang lain tanpa menyebutkan sumber) dalam
mengerjakan setiap tugas
3 Mengemukakan perasaan terhadap sesuatu apa adanya
4 Melaporkan data atau informasi apa adanya
JUMLAH

Petunjuk penskoran :
Lihat petunjuk penskoran pedoman observasi sikap disiplin
Sumber:

Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.

Purwanto, Ngalim.. 2001.Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:


PT. Remaja Rosdakarya.

Sudijono, Anas. 1996. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada.

Silverius, Suke. 1991. Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik. Jakarta: Grasindo.

Nana Sudjana, Penelitian dan Penilaian Pendidikan, CV. Sinar Baru Offset, Bandung,
1989

Catatan:
Diketikdengan program Ms-Word, Jenis Times New Rowman, spasi 1.5,.
Sertakan sumber bilai bu/bapak mengambil pendapat para ahli dan cantumkan dalam
daftar pustaka.Ujian ini dikumpulkan dalam bentuk Soft Copy dikirim lewat
email:effendi@fkip.unsri.ac.id dan hard copy hari Senin, 5-5-2018 jam 12.00, cover
warna kuning.

Anda mungkin juga menyukai