Anda di halaman 1dari 3

2

Pencatatan keuangan yang digunakan saat ini masih sangat sederhana dan
belum sesuai standar akuntansi keuangan sehingga mengalami kesulitan
ketika
harus melakukan laporan pajak tahunan, memberi laporan kepada para
penyumbang dana dan anggota pengelola.
Standar akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
yayasan adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45
tentang
pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Dengan adanya standar pelaporan
keuangan tersebut, diharapkan laporan keuangan organisasi nirlaba dapat
lebih
mudah dipahami oleh para pemakai laporan keuangan, memiliki relevansi,
dan
memiliki daya banding yang tinggi.
Laporan keuangan yayasan berbeda dengan organisasi lain. Adapun
karakteristik laporan keuangan yayasan menurut Mahsun, dkk (2011: 187),
adalah
sebagai berikut:
1)
Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak
mengharapkan
pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan
jumlah
sumber dana yang diberikan.
2)
Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan
kalau
suatu yayasan menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan
kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.
3)
Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti
bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan,
atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan
proporsi
pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran
entitas.
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan di YPKBI mengenai
Penyusunan Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba, dapat disimpulkan
bahwa
secara umum laporan keuangan YPKBI sebelumnya masih bersifat
sederhana.
Proses pencatatan keuangan masih menggunakan catatan penerimaan dan
pengeluaran kas saja. Bentuk dan laporan keuangan yang disusun saat ini
dari
pihak YPKBI belum sesuai dengan bentuk dan isi Laporan Keuangan
menurut
PSAK no.45. Informasi yang disajikan melalui laporan keuangan saat ini
belum
memadai untuk menghasilkan informasi keuangan yang lengkap dan
belum bisa
memenuhi kebutuhan informasi keuangan dari para penyumbang dana.
Mengacu pada hasil laporan keuangan YPKBI yang belum menunjukan
kebenaran pada laporan keuangannya, maka dianjurkan untuk membuat
laporan
keuangan yang sesuai dengan PSAK no. 45 sehingga dapat menghasilkan
laporan
keuangan yang efektif dan efisien dan dapat memenuhi kebutuhan
informasi yang
lengkap bagi para penyumbang dana. Laporan keuangan tersebut terdiri
dari
Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas dan Laporan Arus Kas yang
dilengkapi dengan Catatan atas Laporan Keuangan.
2.