Anda di halaman 1dari 3

Tugas M3 KB3.

1: Analisis Video Konstruktivistik

Instructions

Dalam video kali ini, teacher Toni mencoba menyelesaikan masalah di kelas

dengan menggunakan teori belajar Konstruktivistik.

Setelah Bapak/Ibu melihat video bagaimana teacher Toni menyelesaikan

masalah belajar dengan teori Konstruktivistik, cobalah Bapak/Ibu membuat

simpulan sebanyak 1 halaman tentang bagaimana cara teacher Toni

menerapkan teori Konstruktivistik dalam pembelajaran? Berikan pula

komentar Bapak/Ibu terhadap penerapan strategi tersebut.

Kerjakan dengan menggunakan Ms. Word. Kumpulkan dengan format DOC,

DOCX atau PDF. Ukuran file maksimal 10 MB.

Jawab:

Perlunya pemahaman terhadap teori pembelajaran kontruktivisme,

bahwasannya belajar akan lebih bermakna bila siswa mendapat pengalaman

dari pembelajaran tersebut, belajar lebih berarti jika siswa mampu

berinteraksi dengan masalah atau konsep. Guru dapat menggunakan

berbagai metode dalam pembelajarannya, serta menerapkan model

pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi sehingga pembelajaran

lebih menarik minat siswa.

Dalam pembelajaran konstruktivisme Guru harus melibatkan dan

memotivasi siswa dengan membuat mereka mengambil peran yang lebih aktif

dalam proses pembelajaran. Guru memberikan bimbingan dan arahan, bukan

menjadi sumber belajar. Pandangan bahwa guru sebagai orang yang berperan

menggerojokkan ilmu kepada siswa hendaklah dirubah. Siswa bukanlah

kertas kosong yang siap digambar apa saja oleh guru, tetapi siswa memiliki

otak dan pengetahuan dasar yang perlu dipertimbangkan oleh guru dari mana

dia akan memulai pembelajarannya.


Terkait dengan teori konstruktif, banyak pendapat bahwa guru adalah

sebagai pengelola kelas. Guru seharusnya memandang siswa sebagai individu

yang mempunyai kemampuan dan gaya belajar yang berbeda sehingga ketika

proses pembelajaran berlangsung guru tidak sekedar memandang

keberhasilan mayoritas kelas tetapi proses individu. LKS yang digunakan

sebagai media untuk membangun pemahaman siswa, akan lebih bagus jika

LKS itu dirancang oleh guru itu sendiri. Termasuk evaluasi yang digunakan

harus dirancang sedemikian rupa, dan ketika penerapan di kelas pun guru

perlu memperhatikan evaluasi itu untuk kelompok ataukah untuk individu,

karena hal ini berpengaruh terhadap perlakuan siswa dalam mensikapi

evaluasi yang diberikan oleh guru.

Pemahaman siswa terhadap materi pelajaran akan lebih berkesan bila

fakta yang dihadirkan dalam benak siswa betul-betul siswa mengalami proses

tersebut sehingga akan lebih berkesan dan mantap dengan menggabungkan

pengalaman yang sudah dimiliki siswa dengan fakta baru yang berkaitan.

Misalnya dengan memberikan masalah kepada siswa tentang ”bagaimana kita

bisa mengurangi limbah untuk membantu mempertahankan sumber daya

alam”.

Tujuannya agar siswa mampu:

1. Penyelesaian masalah

Mengatasi permasalahan yang timbul dengan belajar dari

pengalaman dan menemukan informasi baru yang berguna bagi

kehidupan

2. Berpikir tingkat tinggi

Berpikir Tingkat Tinggi terjadi ketika seseorang mengambil

informasi baru dan informasi yang tersimpan dalam memori dan saling

terhubungkan atau menata kembali dan memperluas informasi ini untuk


mencapai tujuan atau menemukan jawaban yang mungkin dalam situasi

membingungkan.

3. Bekerja sama (berkolaborasi) dalam kelompok belajar

Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kerjasama

dalam belajar, belajar secara kelompok untuk memecahkan permasalahan

yang ada.