Anda di halaman 1dari 28

MAKALAH AKUNTANSI MANAJEMEN DAN BIAYA

PENGANGGARAN, BIAYA STANDAR,


DAN ANALISIS PENYIMPANGAN

ANALISIS KASUS BOSTON CREAMERY INC.

Dosen : Prof. Dr. Kirmizi Ritonga

Disusun oleh : Kelompok 4

Dona Merti (1610247965)


Dama Mustika (1610247968)
Iqbal Alianda (1610247983)

Program Studi Magister Akuntansi


Fakultas Ekonomi
Universitas Riau
2016/2017
i
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami ucapkan atas kehadiran Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Penganggaran,
Biaya Standar, dan analisis Varians disertai dengan analisi kasus yang terjadi pada BOSTON
CREAMERY INC. Salawat dan salam tak lupa kami ucapkan kepada nabi junjungan kita nabi
besar Muhammad SAW yang mana karena beliaulah kita dapat merasakan ilmu pengetahuan.
Makalah ini kami buat berdasarkan sumber sumber yang ada serta memanfaatkan
teknologi. Selain itu makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Dosen.
Penyusunan makalah ini disajikan secara sistematis sehingga dapat memudahkan pembaca dalam
mempelajarinya.
Kami ucapkan terimakasih dosen yang telah memberikan masukan serta arahan tentang
penyusunan makalah ini sehingga dapat tersusun dengan baik. Kami menyadari bahwa makalah
ini masih jauh dari kesempurnaan. Kami mengharapkan agar makalah yang telah kami buat dapat
memenuhi tugas yang telah diberikan dosen pengajar.

Pekanbaru, Juni 2017

Penulis

i
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penganggaran adalah proses menyusun anggaran. Anggaran adalah hasil penganggaran.
Rencana dapat dinyatakan dalam angka (kualitatif) tetapi dapat juga tidak dinyatakan
dalam angka. Umumnya dalam satuan mata uang. Penganggaran sangat erat
hubungannya dengan akuntansi, karena penganggaran merupakan salah satu bidang
akuntansi yang termasuk bagian dari akuntansi manajamen.
Anggaran berfungsi sebagai :
1. Alat perencanaan, memberikan gambaran yang jelas dalam satuan barang dan
uang.
2. Alat pelaksanaan, memberikan pedoman agar pekerjaan dapat dilaksanakan
secara selaras
3. Alat pengawasan yaitu digunakan sebagai alat menilai pelaksanaan pekerjaan
Oleh karena itu penting nya menyusun anggaran dalam suatu perusahaan guna dapat
mencapai tujuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang maksimal pada periode
tertentu. Untuk memperdalam pemahaman teori ini kami akan mencoba menganalisis
kasus yang terjadi pada Boston Creamy Inc.
Boston Creamery, Inc merupakan sebuah perusahaan es krim yang memproduksi
dan mendistribusikan es krim kepada distributor dan retailer. Boston Creamery
menggunakan sistem perencanaan dan pengendalian keuangan yang baru yang
membandingkan antara hasil anggaran (budgeted results) dengan hasil aktual (actual
results).
Jim Peterson merupakan presiden direktur Boston Creamery, Inc dan Frank
Roberts adalah wakil presiden untuk penjualan dan pemasaran divisi Ice Cream Boston
Creamery, Inc.Jim Peterson meminta Frank membuat presentasi singkat mengenai
favorable operationg income variance sebesar $71,700. Peterson meminta Frank untuk
menyiapkan draft awal presentasi mengenai gambaran proses favorable operating income
tesebut.
Dengan menggunakan sistem perencanaan dan pengendalian keuangan yang baru,
Peterson ingin menggambarkan kepada manajemen bagaimana sistem ini dapat
i
menganalisis mengenai varians laba dan dapat menyoroti hal-hal yang membutuhkan
perhatian sehingga dapat dilakukan perbaikan.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Rencana Laba dan Hasil Aktual Laba Pada Boston Creamy Inc tahun
1973 ?
2. Bagaimana Analisis Varians untuk Laba tahun 1973 pada Boston Creamy Inc
3. Bagaimana Sistem Penganggaran dan pengendalian Boston Creamy dapat
manganalisis varians varians Laba dalam mencapai tujuan Perusahaan tersebut ?

C. Tujuan Pembahasan
1. Untuk mengetahui apa itu penganggaran, biaya standar, serta analisis varians
2. Untuk pengetahui bagaimana sistem penganggaran, biaya standar, serta analisis
varians dapat memaksimalkan laba perusahaan.
3. Untuk pengetahui dampak sistem penganggaran tersebut pada Boston Creamy Inc

BAB II
PEMBAHASAN

A. Penganggaran
Penganggaran adalah proses menyusun anggaran. Anggaran adalah hasil
penganggaran. Rencana dapat dinyatakan dalam angka (kualitatif) tetapi dapat juga tidak
i
dinyatakan dalam angka. Umumnya dalam satuan mata uang. Penganggaran sangat erat
hubungannya dengan akuntansi, karena penganggaran merupakan salah satu bidang
akuntansi yang termasuk bagian dari akuntansi manajamen. Penganggaran meliputi
penganggaran untuk organisasi yang bertujuan mencari laba,sedangkan penganggaran
sektor public (penganggaran nirlaba) berarti penganggaran untuk organisasi yang tidak
bertujuan mencari laba.

Anggaran dapat dikelompokkan menjadi:


1) Dari segi dasar penyusunan terdiri atas anggaran variabel dan anggaran tetap
2) Dari segi penyusunan terdiri atas anggaran periodic dan anggaran kontinu
3) Dari segi jangka waktu terdiri atas anggaran jangka pendek dan anggaran jangka
panjang
4) Dari segi bidangnya terdiri dari anggaran operasional dan anggaran keuangan
5) Dari segi kemampuan menyusun terdri dari anggaran komprehensif dan anggaran
parsial
6) Dari segi fungsinya terdiri atas anggaran apropiasi dan anggaran kinerja
7) Dari segi penentuan harga pokok produk terdiri atas anggaran tradisional dan
anggaran berdasarkan kegiatan.
a) Penyusunan Anggaran Operasional
1) Peramalan Penjualan
Peramalan merupakan fungsi manajemen pertama sebelum dilakuka
perencanaan. Penganganggaran merupakan bagian dari perencanaan. Oleh
karena itu sebelum dibuat Anggaran terlebih dahulu dibuat ramalan. Dalam
hal ini sebelum dibuat anggaran penjualan terlebih dahulu dibuat ramalan
penjualan.

2) Penyusunan Anggaran Penjualan


Anggaran penjualan adalah anggaran hasil penjualan. Kegunaan anggaran
jualan terutama sebagai dasar penyusunan anggaran lainnya, dan ujung
tombak dalam memperoleh laba. Penyusunan anggaran penjualan dimulai dari
mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi anggaran penjualan, setelah
itu menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah tertentu. Lalu
membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual dan penentuan produk
yang akan dijual pada daerah tertentu.
3) Penyusunan Anggaran Biaya Produk

i
Biaya pabrik berbeda dengan biaya produksi, biaya pabrik meliputi biaya
bahan baku (BBB), Biaya tenaga kerja langsung (BTKL). Dan biaya overhead
pabrik (BOP) yang terjadi dalam satu periode. Sedangkan biaya produksi
meliputi BBB, BTKL, dan BOP yang terjadi pada dua periode. Penyusunan
anggaran produk dilakukan dengan berdasarkan pada anggaran jualan
ditambah dengan sediaan produk jadi yang dianggarkan. Menghasilkan
produk jadi yang dijual. Produk jadi yang siap dijual dikurang sediaan produk
jadi awal menghasilkan produk yang dianggarkan.
Anggaran produk dapat disusun dengan empat cara
 Mengutamakan stabilitas produk
 Mengutamakan stabilitas sediaan
 Kombinasi stabilitas produk dengan stabilitas sediaan
 Disesuaikan dengan keperluan manajemen
4) Penyusunan Anggaran Bahan Baku
Tujuan utama anggaran bahan baku adalah untuk menjaga kelancaran
produksi dimana bahan baku adalah komponen utama suatu produk.
Kualitas bahan baku tersedia untuk dipakai adalah kualitas bahan baku yang
dibeli ditambah kualitas sediaan bahan baku awal. Kuantitas bahan baku
dipakai adalah kuantitas bahan baku tersedia untuk dipakai dikurang kuantitas
sediaan bahan baku. Biaya bahan baku adalah kuantitas bahan baku dipakai
dikali harga bahan baku per unit. Kuantitas bahan baku dipakai dapat juga
diperoleh dari kuantitas produk jadi yang diproduksi periode ini dikali standar
bahan baku dipakai per unit produk. Belian bahan baku adalah biaya bahan
baku ditambah sediaan bahan baku awal dikurang sediaan bahan baku akhir.
5) Penyusunan anggaran biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.
Biaya tenaga kerja langsung adalah upah yang harus dibayar untuk tenaga
kerja langsung. Untuk memperoleh biaya tenaga kerja langsung yang
dianggarkan adalah jam kerja langsung terpakai dikali standar upah tenaga
kerja langsung per jam. Jam kerja langsung terpakai adalah produksi
dianggarkan dikali standar jam tenaga kerja langsung.
Dengan adanya anggaran tenaga kerja langsung dapat disiapkan kas untuk
pembayarannya, sehingga dapat mempelancar produksi. Anggaran tenaga
kerja langsung dipengaruhi oleh produk dianggarkan , standar jam kerja
langsung, dan standar tarif upah tenaga kerja langsung.

i
Biaya overhead Pabrik (BOP) adalah biaya yang terjadi di pabrik, selain
bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Bila ingin menyusun
anggaran laba rugi-laba metode penentuan harga pokok variabel (variable
costing) maka biaya overhead dipisah menjadi BOP variabel dan BOP tetap.
Tetapi jika ingin menyusun anggaran laba rugi metode penentuan harga pokok
penuh BOP tidak perlu dipisah.
6) Penyusunan Anggaran beban penjualan
Beban penjualan merupakan beban (biaya) yang dikelompokkan menurut
fungsi organisasi, dalam hal ini beban penjualan merupakan tanggung jawab
fungsi manager penjualan atau lebih luasnya manajer pemasaran. Jika beban
penjualan meningkat namun penjualan tidak meningkat maka manajer
pemasaran harus bertanggung jawab dalam hal ini.
7) Penyusunan anggaran beban administrasi dan anggaran laba rugi
Kegunaan anggaran administrasi dan umum pada dasarnya untuk menunjang
kegiatan produksi dan kegiatan penjualan. Anggaran beban administrasi dan
umum adalah salah satu unsur anggaran operasional. Oleh karena itu,
anggaran beban administrasi dan umum digunakan dalam menyusun anggaran
laba rugi. Anggaran laba rugi merupakan tujuan disusunnya anggaran
operasional yang memerlukan anggaran keuangan, begitupun sebaliknya.
B. Biaya Standar
Pengendalian biaya dapat dilakukan dengan cara menentuka standar biaya yang
seharusnya terjadi. Dalam penentuan biaya standar perunit manajer dihadapkan kepada 2
keputusan yaitu:
1. Jumlah input dibandingkan dengan unit output
2. Jumlah yang harus dibayar untuk jumlah input yang dipergunakan
Biaya standar perunit dapat dihitung dengan mengalikan standar kuantitas dengan standar
harga
Biaya Standar per unit = Standar Kualitas x Standar harga
Kegunaan biaya standar
 Menetapkan anggaran
 Mengendalikan biaya dan memotivasi serta mengukur efisiensi
 Menyederhanakan prosedur penetepan biaya dan mempercepat laporan
penyajian biaya

i
 Membebankan biaya ke persediaan bahan baku, barang dalam proses dan
barang jadi.
 Memberikan dasar bagi penetapan tender dan kontrak serta harga jual.
Penyusunan standar kualitas
Ada tiga sumber yang dapat digunakan dalam menentukan standar kualitas yaitu
 Pengalaman historis, penyusunan standar dilakukan secara hati-hati apakah
periode-periode sebelumnya proses produksi dilakukan secara efisien atau tidak
 Penelitian teknis, penyusunan standar dilakukan bahwa tingkat produksi secara
teknis akan sulit dicapai
 Masukan dari personal bagian operasional, standar yang dilakukan
memperhatikan masukan karyawan dari bagian operasional maka standar tersebut
bisa dipertanggung jawabkan
Jenis-jenis Standar
Ada jenis standar yang bisa dipakai:
 Ideal, standar ideal disusun berdasarkan kondisi perusahaan berada pada tingkat
efisiensi yang maksimum. Standar ideal hanya dapat dicapai jika semuanya
berjalan secara sempurna.
 Currently attainable
Standar ini dapat dicapai dalam kondisi operasi secara efisiensi, dan telah
memperhitungkan adanya kemacetan secara normal.
Alasan pemakaian biaya standar, karena memberikan keuntungan dalam dua hal sbb:
1. Untuk memperbaiki planning dan control . dengan diterapkan biaya standar per unit,
maka perencanaan dapat dilakukan dengan lebih baik yaitu dengan menyusul
anggaran adalah fleksibel. Pengendalian biaya menjadi lebih mudah karena
membandingkan antar biaya yang sesungguhnya dengan biaya menurut standar.
2. Untuk memudahkan memperhitungkan harga pokok produk karena biaya bahan,
biaya tenaga kerja, dan BOP semua dihitung berdasarkan standar yang telah
ditentukan.

C. Analisis Penyimpangan
Selisih yang terjadi dalam biaya standar yang telah ditentukan dengan biaya yang
sesungguhnya terjadi disebut dengan varians atau penyimpangan. Dengan melakukan
analisis varian, biaya yang terjadi akan diperoleh informasi apakah penyimpangan yang

i
terjadi besar atau kecil. Bagian mana yang akan bertanggung jawab atas terjadinya varian
tersebut.
Rumus umun analisis varians:
Varian Total= (AP x AQ)-(SP x SQ)
Keterangan :
- SP adalah standar harga per unit suatu input
- SQ adalah kuantitas standar input yang diizinkan untuk output actual
- SP x SQ adalah biaya input yang direncanakan/dianggarkan
- AP x AQ Adalah biaya input aktual
- AP adalah harga aktual per unit input
- AQ adalah kuantitas input aktual yang digunakan

MODEL SATU SELISIH


Selisih biaya dapat dihitung
Selisih= (Kst x Hst) – (Kses-Hses)
Ket :
- Kst = Kualitas standar
- Kses = kualiatas sesungguhnya
- Hst = Harga Standar
- Hses = Harga Sesungguhnya
Apabila biaya standar > biaya sesungguhnya maka terjadi selisih menguntungkan, dan
apabila biaya standar < biaya sesungguhnya maka terjadi selisih rugi.

METODE DUA SELISIH


Selisih Harga (SH) dihitung sebagai berikut
SH= (Hses-Hst) x Kses
Apabila Hses > Hst maka terjadi selisih merugikan, dan apabilan Hses < Hst maka terjadi
selisih harga yang menguntungkan.
Selisih kuantitas (SK) dihitung sebagai berikut:
SK= (Kses-Kst) x Hst
Apabila Kses > Kst maka terjadi selisih harga yang merugi, dan apabila Kses < Kst maka
terjadi selisih menguntungkan.

METODE TIGA SELISIH


Metode tiga selisih menghitung tiga jenis yaitu : selisih harga, selisih kuantitas, dan
selisih gabungan.
i
SH = (Hses – Hst) x Kses atau Kst mana yang lebih kecil
SK= (Kses- Kst) x Hses atau Hst mana yang lebih kecil
SG= (Hses-Hst) x (Kses –Kst)
 Jika Hst < Hses dan Kst < Kses maka :
SH = (Hses- Hst) x Kst maka selisih rugi
SK = (Kses-Kst ) x Hst maka selisih rugi
 Jika Hst > Hses dan Kst > Kses maka:
SH= (Hses-Hst) x Kses maka selisih menguntungkan
SK= (Kses-Kst) x Hses maka selisih menguntungkan
SG= (Hst-Hses) x (Kst-Kses) maka selisih menguntungkan
 Jika Hst < Hses dan Kst < Kses maka:
SH= (Hses-Hst) x Kst maka selisih rugi
SK= (Kst-Kses) x Hst maka selisih menguntungkan
SG=0
 Jika Hst > Hses dan Kst < Kses maka:
SH= (Hst-Hes) x Kst maka selisih menguntungkan
SK= (Kst-Kses) x Hses maka selisih rugi
SG= 0

D. Pembahasan Kasus Boston Creamy Inc

Rencana Laba tahun 1973


Peterson dalam membuat rencana laba Divisi Es Krim untuk tahun 1973, Peterson
menggunakancara antara lain:
 perkiraan hasil yang diperoleh pada tahun 1972 sebagai tujuan penafsiran untuk tahun
1973, atau
 hasil yang diharapkan pada tahun 1972 sebagai biaya anggaran (budget) pada tahun
1973
Empat langkah pendekatan yang digunakan untuk melakukan perencanaan satu tahun,
yaitu:
a. Mengembangkan biaya standar per unit untuk tiap elemen biaya variabel, berdasarkan
produk dan ukuran kemasan.
b. Membuat rencana laba yang berdasarkan tingkat aktifitas penjualan. Faktor-faktor
yang harus dipertimbangkan diantaranya (1) pemilihan hari dengan penjualan

i
terbanyak selama satu minggu (2) kondisi ekonomi umum dari area pemasaran, (3)
cuaca, (4) antisipasi promosi, dan (5) kompetisi.
c. Penetapan anggaran biaya tetap berdasarkan penilaian manajemen mengenai
kebutuhan, dengan mengetahui prediksi penjualan.
d. Rencana laba, dengan menggabungkan marjin kontribusi dengan prediksi penjualan
dikurangi biaya tetap yang dianggarkan diperoleh laba operasi tiap bulan. Jika angka
laba tidak mencukupi dilakukan evaluasi terhadap langkah pertama,kedua dan ketiga.

Berdasarkan antisipasi keseluruhan penjualan es krim sebesar 11.440.000 galon,


maka ditentukan perkiraan penjualan es krim tahun 1973 adalah sebesar 50% dari pangsa
pasar ($ 5,720,329). Perkiraan ini sama dengan estimasi terakhir penjualan es krim tahun
1972. Sejak 1973 anggaran sudah ditentukan pada Oktober 1972, sehingga gambaran
keseluruhan penjualan untuk tahun 1972 belum tersedia.Maka revisi estimasi terakhir
penjualan es krim yang sebenarnya pada tahun 1972 digunakan.Peterson menggunakan
estimasi volume penjualan (estimated volume) pada tahun 1972 sebagai estimasi dan
pencapaian penjualan untuk tahun 1973. Pendekatan yang sama juga dilakukan oleh
Peterson dalam menetukan biaya variabel standar produk dan biaya tetap. Hasil yang
diharapkan pada tahun 1972 digunakan sebagai biaya anggaran untuk tahun 1973 yang
disesuaikan dengan beberapa biaya yang sudah tidak sesuai di tahun 1972.

Rekapitulasi Rencana Anggaran

Sales $ 9,219,900
Variable Cost of Sales 6,628,600
Contribution Margin 2,591,300
Fixed cost 1,945,900
Income from 645,400
Operation

i
Tabel 1
Penjualan Per Unit dan Kontribusi Margin Lini Product
Standar Contribution Forecasted Forecasted Standard
Margin/Gallon Gallon Sales contribution margin
Vanila $ 0.4329 $ 2,409,854 $ 1,043,200
Chocolate $ 0.4535 $ 2,009,061 $ 911,100
Walnut $ 0.5713 $ 48,883 $ 28,000
Buttercrunch $ 0.4771 $ 262,185 $ 125,000
Cherryl swirl $ 0.5153 $ 204,774 $ 105,500
Strawberry $ 0.4683 $ 628,560 $ 294,400
Peran Chip $ 0.5359 $ 157,012 $ 84,100
Total $ 0.4935 $ 5,720,329 $ 2,591,300

Tabel 2
Rincian Anggaran Biaya
Variable cost Fixed cost Total
Manufacturing $ 5,888,100 $ 612,800 $ 6,500,900
Delivery $ 187,300 $ 516,300 $ 703,600
$
Advertising $ 553,200 - $ 553,200
Selling $ - $ 368,800 $ 368,800
Administrative $ - $ 448,000 $ 448,000
Total $ 6,628,600 $ 1,945,900 $ 8,574,500

Hasil kegiatan operasional aktual pada tahun 1973


 Volume penjualan tahun 1973 lebih besar dari volume penjualan yang diperkirakan yakni
volume penjualan yang sebenarnya adalah $ 5,968,000 sedangkan volume penjualan yang
diperkirakan adalah $ 5,720,000.
 Total penjualan es krim pada tahun 1973 lebih besar dari Anggaran penjualan yang
diperkirakan yakni total penjualan ice cream yang sebenarnya adalah $ 12,180,000
sedangkan total penjualan yang diperkirakan adalah $ 11,440,000.

Tabel 3
i
Anggaran dan Aktual Kegiatan Operasional
Descriptions Budgeted Actual
Volume Penjualan Perusahaan (Carton) 5.720.000 5.968.000
Total Ice Cream Sold by Industry (Carton) 11.440.000 12.180.000
Share Market 50% 49%

Tindakan yang diambil oleh perusahaan dalam rangka melakukan perbaikan rencana keuntungan
yaitu:
 biaya tetap yang terjadi disamakan dengan rencana asli, sehingga volume penjualan yang
direncanakan sama dengan volume penjualan sebenarnya, karena rencana asli anggaran
biaya tetap dinilai lebih baik.
 sebaliknya, biaya variabel yang tergantung pada volume tinggi harus didasarkan pada
anggaran yang menggambarkan volume dari operasi yang sebenarnya telah tercapai,
bukan berdasarkan penafsiran volume.
Rekapitulasi Revisi Anggaran

Sales $ 9,645,300
Variable Cost of Sales 6,936,300
Contribution Margin 2,709,000
Fixed cost 1,945,900
Income from 763,100
Operation

Tabel 4
Realisasi Penjualan Per Unit dan Kontribusi Margin Lini Product
Standar Contribution Forecasted Forecasted Standard
Margin/Gallon Gallon Sales contribution margin
Vanila $ 0.4329 $ 2,458,712 $ 1,064,200
Chocolate $ 0.4535 $ 2,018,525 $ 915,400
Walnut $ 0.5713 $ 50,124 $ 28,600

i
Buttercrunch $ 0.4771 $ 268,839 $ 128,300
Cherryl swirl $ 0.5153 $ 261,240 $ 134,600
Strawberry $ 0.4683 $ 747,049 $ 349,800
Peran Chip $ 0.5359 $ 164,377 $ 88,100
Total $ 0.4935 $ 5,968,866 $ 2,709,000

Tabel 5
Rincian Anggaran Biaya
Variable cost Fixed cost Total
Manufacturing $ 6,113,100 $ 612,800 $ 6,725,900
Delivery $ 244,500 $ 516,300 $ 760,800
$
Advertising $ 578,700 - $ 578,700
Selling $ - $ 368,800 $ 368,800
Administrative $ - $ 448,000 $ 448,000
Total $ 6,936,300 $ 1,945,900 $ 8,882,200

Analisis Untuk Perbedaan Keuntungan Tahun 1973


Jim Peterson meminta Frank Robert membuat presentasi perbandingan anggaran
dengan hasil nyatauntuk dilaporkan kepada grup manajemen agar dapat dianalisis dengan
cara yang berbeda dan mencari bagian-bagian yang patut mendapat perhatian, sehingga dapat
dilakukan perbaikan. Tiga hari kemudian Frank melaporkan draft pertama sebagai bahan
presentasi.

Tabel 6
Frank’s Variance Analysis First Draft

FAVORABLE VARIANCE DUE TO


SALES
VOLUME $117,700 F

PRICEᵃ F $129,700 F
12,000

UNFAVORABLE VARIANCE DUE


TO OPERATIONS
MANUFACTURING $99,000 U
i
DELIVERY 54,000 F
ADVERTISING 29,000 U
SELLING 6,000 F
ADMINISTRATION 10,000 F $58,000 U
NET VARIANCE $71,700 F

Gambar 1
Perbandingan Biaya Overhead Anggaran dan Aktua

Tabel 7
Perbandingan Perhitungan Laba Operasi Anggaran dan Aktual
Year to Date
Actual Flexible Budget
Sales- Net $ 9,657,300 $ 9,645,300
Operating expense:
Manufacturing cost $ 6,824,900 $ 6,725,900
Delivery $ 706,800 $ 760,800
Advertising $ 607,700 $ 578,700
Selling $ 362,800 $ 368,800
Administrative $ 438,000 $ 448,000
Total Operating Expense $ 8,940,200 $ 8,882,200

Income from operation $ 717,100 $ 763,100

i
Pendapat Peterson menyebutkan bahwa analisis yang ada sudah baik, tetapi tidak
menunjukkan adanya perbaikan dan tidak menunjukan penyebab asli dari perbedaan
keseluruhan yang ada. Saran yang ditawarkan oleh Jim Peterson untuk dapat
membuat suatu perkiraan yang tidak terlalu teknis:
 merinci perbedaan volume penjualan menjadi beberapa :
 bagian yang mengakibatkan sales mix
 bagian yang mengakibatkan penjualan dan market share
 bagian yang sebenarnya mengakibatkan perubahan seluruh volume dan
menyarankan Frank untuk menghubungi John Vance, Finance Controller, jika
memerlukan bantuan dalam mekanisme merinci perbedaan
 mengatur perbedaan harga dan perbedaan kuantitas

PERTANYAAN ATAS KASUS

1. Apakah anda akan membuat perubahan pada variance analysis schedule yang
diusulkan oleh Frank Roberts?
2. Bagaimana struktur analisis varians yang dilaporkan oleh John Parker? Menurutnya,
divisi marketing bertanggung jawab untuk mengatur harga jual yang dapat menutupi
kenaikan biaya bahan baku.
3. Berdasarkan “Profit Variance Analysis”, tindakan apa yang dapat direkomendasikan
untuk tahun 1974? Tunjukkan bagian-bagian yang menunjukkan kinerja yang bagus
di tahun 1973!
4. Apa saja kelemahan pendekatan “Profit Planning and Control” yang dilakukan oleh
perusahaan? Apa penilaian anda terhadap pendekatan tersebut dari perspektif
kontemporer?

i
PEMBAHASAN KASUS

Jawaban No 1
Dalam analisis varian yang dijelaskan dan perhitungan biaya serta laba operasi diatas
telah disebutkan beberapa analisa dimana dalam penyusunan anggaran telah menggunakan
metode biaya standar,antara lain:
a. adanya penetapan efiensi dan sumber daya dengan menggunakan teknik manajemen
yang mengacu data masa lalu atas biaya tetap, misal : tenaga kerja, dan bahan baku
langsung. Rencana keuntungan tahun 1973 yang digunakan Peterson adalah
menggunakan hasil yang diharapkan tahun 1972 sebagai biaya anggaran tahun 1973.
b. adanya penetapan standar harga jual untuk biaya masing-masing biaya atau produk
c. mengidentifikasi varian dari masing-masing elemen biaya
d. menganalisa dan mencari penyebab utama timbulnya varian tersebut
Draft Pertama hasil analisis varian yang dibuat Frank hanya menunjukan analisis agregat
hasil penjualan. Padahal Divisi Pemasaran dan Penjualan sebagai Revenue Center harus
dapat melihat kemampuan setiap produk menghasilkan profit dan menguasai pasar. Maka
dari itu, kami menyarankan Frank harus menambahkan adanya perhitungan sales mix
variance, contribution margin volume variance, overall contribution margin, market size and
share variance.
Dengan pertimbangan bahwa perencanaan yang dilakukan oleh Frank Roberts
menitikberatkan pada pendekatan variable dan fixed cost, maka ada baiknya jika perencanaan
ini lebih merinci bagian-bagian yang ada di dalam kriteria-kriteria cost tersebut.
Selain melakukan perincian pada setiap biaya yang ada, dilakukan pula perincian
terhadap varians harga pada setiap material yang digunakan dan varians pada jumlah material
yang digunakan.Selain itu, setiap varians yang dihitung harus dianalisis dan disertakan dalam
penyajiannya.Tujuannya adalah untuk dapat menjelaskan penyebab munculnya varians
sehingga bisa dilakukan tindakan koreksi.
Pemerincian sebagaimana saran Jim Peterson ini memberikan beberapa manfaat, yaitu :
a. Dengan dilakukan rekonsiliasi laba, maka varian-varian yang ada dapat menjelaskan
mengapa laba yang dianggarkan tidak tercapai terhadap anggaran periode tersebut.

i
b. Varian-varian itu sendiri memperlihatkan secara rinci hal-hal yang penting terjadinya
perbedaan
antara laba aktual dengan anggarannya, sehingga nampak terdapat varian yang manambah
laba (favourable) dan yang merugikan atau mengurangi laba (unfovourable/adverse)
c. Laporan yang dibuat demikian, karena telah memperlihatkan secara rinci hal-hal yang
penting terjadinya perbedaan antara laba aktual dengan anggarannya, memungkinkan
manajemen untuk mengetahui penyebab masalah tanpa harus melakukan deteksi atau
menjabarkan varian secara
berbelit-belit atau terlalu teknikal.
Pengeluaran yang terlalu besar atas biaya iklan juga dapat terjadi karena adanya usaha
peningkatan penjualan untuk meraih jumlah market.Oleh karena itu, hal tersebut dapat
menyebabkan peningkatan biaya aktual dalam rangka promosi produk.Selain dari biaya
iklan, ada satu biaya lagi yang masih tidak menguntungkan (unfavorable) yaitu biaya
manufaktur.Mengikuti saran dari Jim Peterson, beberapa biaya yang memiliki hasil
unfavorable seperti ini haruslah lebih diperinci. Harus lebih diperjelas kembali bagian mana
yang masuk dalam komponen fixed cost manufaktur maupun biaya variabelnya. Lebih lanjut
lagi,

Variance Analysis
FAVORABLE VARIANCE DUE TO
SALES
VOLUME $117,700 F

PRICEᵃ F $129,700 F
12,000

UNFAVORABLE VARIANCE DUE TO


OPERATIONS
MANUFACTURING $99,000 U
DELIVERY 54,000 F
ADVERTISING 29,000 U
SELLING 6,000 F
ADMINISTRATION 10,000 F $58,000 U
NET VARIANCE $71,700 F

i
EXHIBIT 1
Computations Figuring out the variances for operations
Flexible
Actual VARIANCE
Budget
SALES-NET $9,657,300 $9,645,300 $12,000 F
MANUFACTURING COST (Schedule A-
6,824,900 6,725,900 U
2ᵃ) (99,000.00)
DELIVERY (Schedule A-3)** 706,800 760,800 54,000.00 F

ADVERTISING (Schedule A-4)ⁿᵒᵗᵉ 607,700 578,700 U


(29,000.00)
SELLING (Schedule A-5) 362,800 368,800 6,000.00 F
ADMINISTRATIVE (Schedule A-6) 438,000 448,000 10,000.00 F
TOTAL EXPENSES $8,940,200 $8,882,200 ($58,000)

INCOME FROM OPERATIONS $717,100 $763,100 ($46,000)

Jawaban No 2

Pada Profit Plan tahun 1973, penyusunan anggaran yang dilakukan oleh Boston
Creamery Inc memusatkan sales sebagai faktor utama dalam perusahaan, sehingga
tanggung jawab utama dalam penyusunan anggaran terletak pada Frank Roberts, Vice
President Sales and Marketing.
Frank Robert seharusnya menetapkan volume penjualan saat ini, mengantisipasi
kondisi perdagangan masa yang akan datang, dan menggunakan umpan balik laporan
riset pasar yang dilakukan tenaga penjualan dalam rangka penyusunan anggaran.
Walaupun dalam Profit Plan tersebut hanya menampilkan angka penjualan untuk
tahun tersebut, barangkali secara lengkap, laporan tersebut memuat rincian angka
penjualan menurut jenis, konsumen, wilayah, dan bulanan.Setelah penjualan
diidentifikasi, kemudian menyusun anggaran produksi dan operasi, yang merupakan
tanggung jawab John Parker, VP Manufacturing and Operation. Anggaran produksi dan
operasi ini disusun berdasarkan ketentuan anggaran penjualan, dengan kemungkinan
adanya perubahan-perubahan yang diperlukan seperti tingkat persediaan, meningkatnya
i
biaya bahan baku sebagai akibat dari meningkatnya volume penjualan, dengan begitu
ketentuan operasional dapat dihasilkan
Anggaran produksi dan operasi ini menguraikan: volume output, biaya tetap dan
biaya variabel berupa biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, dan sumber daya lain yang
dikonsumsi, sebagaimana pada schedule A-2.
Cara John Parker membuat laporan analisis perbedaan adalah melakukan perincian pada
analisis varians yang telah dihitung khususnya untuk menjelaskan manufacturing cost,
yang unfavorable.
Dari table-tabel di atas, terlihat bahwa terdapat varian yang unfavorable, yaitu
pada biaya variabel seperti dairy ingredients, harga susu, gula, harga gula, dan karton.
Sedangkan pada biaya tetap, varian yang unfavorable adalah pada biaya labor-
cartonizing & freezing, biaya perbaikan, biaya listrik dan air, dan spoilage. Selain itu,
total varian pada manufacturing cost of goods sold adalah unfavorable. Hal ini terjadi
karena peningkatan sales yang menyebabkan manufacturingcost of goods sold bertambah
sebagai akibat dari penggunaan material dan sumber daya yang melebihi standar
kuantitas. Atau dapat juga dikarenakan adanya kenaikan harga pada material yang
digunakan seperti susu dan gula. Pada biaya labor-cartonizing & freezing terdapat
peningkatan akibat adanya perubahan pada truck loading system.
Berikut ini adalah perhitungan analisis varian:
John parker's specualte manufacturing overhead variance analysis

Manufacturing Cost of goods


sold
Actual (revision) Flexible Budget
$
Variable Cost $ 6,172,200
6,113,100
Milk Price Variance $ (57,300)
Sugar Price Variance $ (23,400)
$
Total Variable cost $ 6,091,500
6,113,100

$
Fixed Cost $ 652,700
612,800
Total $ 6,744,200 $
i
Cost 6,725,900

Variance Analysis
FAVORABLE VARIANCE DUE TO
SALES
VOLUME $117,700 F

PRICEᵃ F $129,700 F
12,000

UNFAVORABLE VARIANCE DUE


TO OPERATIONS
MANUFACTURING $99,000 U
DELIVERY 54,000 F
ADVERTISING 29,000 U
SELLING 6,000 F
ADMINISTRATION 10,000 F $58,000 U
NET VARIANCE $71,700 F

Selain melakukan analisis pada masing-masing biaya, hal yang dilakukan


berikutnya adalah analisis revenue dimana tujuannya adalah untuk memisahkan antara
varian mix dan varian volume yang jumlahnya disebabkan oleh perbedaan market share
dan volume industri. Berikut adalah rumus dari market share variance dan market size
variance.
Market share variance = [(Actual sales) – (market sales)] x Budgeted unit contribution
margin
= [(5.968.366) – (12,180,000x50%)] x 0,45
= (5,968,366-6,090,000) x 0.45
= - 54,735
Market size varians = [(actual market sales in units - budgeted market sales in units)] x
(budgeted market share %) x (budgeted average unit contribution
margin)
= [(12.180.000 - 11.440.000) x (5.720.329/11.440.000) x

i
(2.591.300/5.720.329)]
= 740,000 x 0.50 x 0.45
= 166,500

Berikut ini adalah analisis market share variance dan market size variance.

Budgeted average =(2,591,300/5,720,329)*100% = 0.45


Laporan diatas juga ditambah dengan laporan analisis perhitungansales mix
variance, contribution margin volume variance, overall contribution margin, market size
and share variance.
Berdasarkan laporan diatas perbedaan dengan Boston Creamery Inc., penentuan
harga dalam analisis perbedaan oleh John Parker menggunakan prosedur sangat berkaitan
dengan penyusunan anggaran, yaitu:
1. Penjualan sebagai factor kunci dalam perusahaan
Berdasar Rencana Keuntungan tahun 1973, dalam penyusunan anggaran
Boston Creamery Inc telah memusatkan penjualan sebagai factor kunci dalam
perusahaan, sehingga tanggung jawab utama dalam penyusunan anggaran terletak
pada Frank Robert, Vice President Penjualan dan Pemasaran.
Frank Robert bertugas mempertimbangkan volume penjualan saat ini,
mengantisipasi kondisi perdagangan masa yang akan datang, dan menggunakan
umpan balik laporan riset pasar yang dilakukan tenaga penjualan dalam rangka
penyusunan anggaran.

i
Penjualan yang telah diidentifikasi, kemudian disusun anggaran produksi dan
operasi, yang merupakan tanggung jawab John Parker, VP Manufacturing and
Operation. Anggaran produksi dan operasi ini disusun berdasarkan ketentuan
anggaran penjualan, dengan kemungkinan adanya perubahan-perubahan yang
diperlukan seperti tingkat persediaan, sehingga ketentuan operasional dihasilkan.
Anggaran produksi dan operasi ini menguraikan : volume output, kapan
diperlukan, departemen yang yang memproduksi, tenaga kerja, biaya bahan baku, dan
sumber daya lain yang dikonsumsi, sebagaimana pada gambar 8 diatas.
Anggaran operasi dan produksi ini menentukan tingkat aktivitas, yaitu anggaran
overhead atau biaya tak langsung bagi tiap-tiap departemen dan tingkat aktivitas jasa
yang diperlukan seperti : departemen pemasaran, departemen administrasi penjualan
dan distribusi, departemen akuntansi, dan departemen personalia.

2. Tanggung jawab timbulnya selisih laba kotor

Selisih laba kotor yang terjadi perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk
menentukan penyebab penyimpangan laba tersebut dan siapa yang bertanggung
jawab.Pada umumnya penyimpangan laba kotor disebabkan oleh :
a. Selisih harga jual
Penyimpangan ini disebabkan perusahaan telah menjual produk dengan harga
jual lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan harga jual yang telah
direncanakan . Tanggung jawab penyimpangan ini terletak pada pejabat
perusahaan yang memiliki kewenangan untuk menentukan harga jual yaitu
bagian atau departemen penjualan dan pemasaran.
b. Selisih volume penjualan dan volume harga pokok penjualan
Selisih ini disebabkan karena perusahaan telah menjual produk dengan volume
penjualan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan volumen penjualan
yang telah direncanakan. Tanggung jawab dari penyimpangan ini berada pada
bagian pemasaran dan penjualan, karena kuantitas yang akan dijual sangat
tergantung pada harga jual produk dan keaktifan bagian pemasaran dalam
menjual produk. Kedua faktor tersebut masih dalam jangkauan pengendalian

i
bagian pemasaran. Sedang faktor di luar jangkauan kendali bagian pemasaran
seperti : kemacetan dalam produksi yang mengakibatkan kuantitas yang
dihasilkan menurun sehingga yang dapat dijual menurun. Tanggung jawab karena
faktor ini berada pada bagian produksi sebagai cost center, sementara Frank
bagian Penjualan sebagai revenue center.
c. Selisih harga pokok penjualan
Hal ini disebabkan harga pokok penjualan yang terjadi lebih besar atau lebih
kecil dibandingkan harga pokok penjualan yang direncanakan.Selisih ini
disebabkan karena kegiatan di dalam berproduksi, sehingga yang bertanggung
jawab adanya selisih adalah bagian produksi.

Jawaban No 3

Favourable
Earning Statement /(Unfavorable)
Actual Budget
Sales Net $ 9,657,300 $9,645,300 $ 12,000 F
Manufacturing Cost $ 6,744,200 $6,725,900 $ 18,300 UF
Delivery $ 706,800 $ 760,800 $ (54,000) F
$
Advertising $ 578,700
607,700
Milk and Sugar $
Variance 80,700
$ 688,400 $ 578,700 $ 109,700 UF
Selling $ 362,800 $ 368,800 $ (6,000) F
Administrative $ 438,000 $ 448,000 $ (10,000) F

Favorable variace due to


sales
Volume Variance $ 117,700 F
$
Price Variance F
12,000
$ 129,700 F

i
i
Tindakan koreksi yang diperlukan untuk periode tahun 1974, antara lain:
1. Penentuan rencana keuntungan yang realistis antara kemampuan tenaga penjualan
dan pemasaran dengan kemampuan atau kapasitas produksi.
2. Setiap bulan, manajer diminta untuk menjelaskan terjadinya varian-varian yang
besar karenan melebihi persentase tertentu yang diperkenankan. Dengan cara ini
usaha dan waktu yang berguna tidak terbuang hanya untuk memeriksa varian-
varian yang kecil dan dapat dicari jalan keluar sehinggan kerugian yang lebih
besar dapat dicegah.
3. Tidak hanya menjelaskan, tetapi juga tindakan. Apabila varian-varian yang terjadi
secara komulatif ternyata posisinya melebihi anggaran. Misalnya: pada BCI
adanya penambahan tenaga kerja dan kerja lembur yang berlebihan yang
menyebabkan pengeluaran berlebihan. Maka dapat diambil beberpa tindakan
untuk mengatasinya, seperti : mengurangi penempatan karyawan, mengurangi jam
lebur, dalam periode sepi dialihkan menjadi staf par-time, pengecekan bahan baku
yang mungkin terbuang, mencari pasokan yang lebih murah dan memantau
efisiensi energi.
Jawaban No 4

Beberapa kelemahan utama dari pendekatan teori manajemen ini yaitu:


i
1. Dalam Penyusunan Anggaran, penaksiran yang dipakai belum tentu tepat dengan
keadaaan yang sebenarnya
2. Seringkali keadaan yang digunakan sebagai dasar penyusunan anggaran mengalami
perkembangan yang jauh berbeda daripada yang direncanakan. Hal ini berarti diperlukan
penyesuaian. Kemungkinan ini menghendaki agar anggaran disesuaikan secara
berkesinambungan dengan kondisi yang berubah rubah agar data dan informasi yang
diperoleh lebih akurat
3. Dalam membandingkan anggaran/standar dengan biaya aktual, adanya pengeluaran
yang tak terkendali yang merupakan biaya pusat. Kesulitan yang timbul bila
pengeluaran telah dimasukkan tetapi menejer yang bersangkutan tidak
berwenang atas biaya tersebut.
4. Ketidaktepatan anggaran/standar berakibat tidak dapat dipakai sebagai alat
perencanaan, koordinasi, dan pengawasan dengan baik.

Secara keseluruhan hal yang nampak pada kasus ini, anggaran adalah alat manajemen
bagi perusahaan berupa informasi keuangan yang dihasilkannya. Terdapat beberapa
peran dari anggaran, yaitu:
a. Mencapai tujuan utama, yaitu mengendalikan dan mengurangi biaya dengan
memantau biaya-biaya masa lalu guna memperbaikinya untuk kinerja di masa
yang akan datang dan sebagai dasar untuk evaluasi kerja.
b. Mencapai tujuan jangka pendek anggaran antara lain:
 penguasaan pangsa pasar sebesar persentase tertentu
 memperoleh sejumlah laba yang telah ditetapkan
 mencapai laba atas modal (return of capital) pada tingkat harga tertentu.
c. Anggaran memerlukan adanya dukungan perusahaan yang baik sehingga setiap
manajer mengetahui kekuasaan, kewenangan, dan kewajibannya. Serta anggaran
berfungsi sebagai alat pengendali pola kerja karyawan dalam suatu kegiatan.
d. Sebagai alat untuk pengambilan keputusan bagi perusahaan utk kedepannya
melakukan perencanaan yang lebih baik dari kinerja yang telah dicapai saat ini.
BAB III
PENUTUP

i
Penganggaran adalah proses menyusun anggaran. Anggaran adalah hasil
penganggaran. Rencana dapat dinyatakan dalam angka (kualitatif) tetapi dapat juga tidak
dinyatakan dalam angka. Oleh karena itu penting nya menyusun anggaran dalam suatu
perusahaan guna dapat mencapai tujuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang
maksimal pada periode tertentu. Untuk memperdalam pemahaman teori ini kami akan
mencoba menganalisis kasus yang terjadi pada Boston Creamy Inc.
Boston Creamery, Inc merupakan sebuah perusahaan es krim yang memproduksi
dan mendistribusikan es krim kepada distributor dan retailer. Boston Creamery
menggunakan sistem perencanaan dan pengendalian keuangan yang baru yang
membandingkan antara hasil anggaran (budgeted results) dengan hasil aktual (actual
results).
Beberapa kelemahan utama dari pendekatan teori manajemen ini yaitu:
1. Dalam Penyusunan Anggaran, penaksiran yang dipakai belum tentu tepat
dengan keadaaan yang sebenarnya
2. Seringkali keadaan yang digunakan sebagai dasar penyusunan anggaran mengalami
perkembangan yang jauh berbeda daripada yang direncanakan. Hal ini berarti
diperlukan penyesuaian. Kemungkinan ini menghendaki agar anggaran disesuaikan
secara berkesinambungan dengan kondisi yang berubah rubah agar data dan
informasi yang diperoleh lebih akurat
3. Dalam membandingkan anggaran/standar dengan biaya aktual, adanya
pengeluaran yang tak terkendali yang merupakan biaya pusat. Kesulitan yang
timbul bila pengeluaran telah dimasukkan tetapi menejer yang bersangkutan
tidak berwenang atas biaya tersebut.
4. Ketidaktepatan anggaran/standar berakibat tidak dapat dipakai sebagai alat
perencanaan, koordinasi, dan pengawasan dengan baik.