Anda di halaman 1dari 74

Yanto, S.Si., M.

Kom

JOBSHEET JARINGAN KOMPUTER

SMK MUHAMMADIYAH 1
Teknik Komputer Jaringan
Hanif
[Type the company name]
[Pick the date]
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 1
JOBSHEET
Jaringan Komputer
SMK MUHAMMADIYAH I PALEMBANG
Teknik Komputer Jaringan

Yanto, S.Si., M.Kom

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 2


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, kini telah hadir di depan pembaca buku “ JOBSHEET Jaringan


Komputer” ini membahas cara menginstalasi Jaringan LAN, Mendiagnosis

Permasalahan PC yang tersambung ke Jaringan LAN, Perbaikan Setting Ulang Koneksi


Jaringan, Serta Routing dan jaringan Wireless

JOBSHEET Jaringan Komputer ini disusun untuk dapat melengkapi kebutuhan


belajar Jaringan Komputer SMK MUH 1 Palembang, dengan harapan modul ini dapat

berguna bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan bakat dalam bidang IT dan

merupakan sumbangan pengetahuan bagi Bangsa. Amin

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan dengan penuh rasa syukur dan rendah hati kepada ayah dan

ibuku tercinta, Teriring do’a : “Semoga Allah Swt. senantiasa meyayangi mereka
sebagaimana mereka menyayangiku semenjak kecil. Terlebih untuk Ayah

tersayang yang telah dipanggil ke hadirat Nya.“Ya Allah, jadikanlah kuburnya

taman dari taman-taman surga. Istri terkasih Rama Diana, yang senantiasa
memberikan dorongan, bantuan dan perhatiannya. Anak-anakku tersayang Alif

Mu’tashim (Alif), Mutiara Mutmainah (Utik), dan Hanif Hasyim (Anuf). Semoga

menjadi hamba-hamba Allah yang qalbunya berma’rifatullah. Amin.

Palembang, Maret 2012


Penyusun

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 3


Yanto, S.Si., M.Kom

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... ii


TENTANG PENULIS ........................................................................................................ iv
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... v
SEMESTER 1
1. JOBSHEET 1 Hardware jaringan ........................................................................... 1
2. JOBSHEET 2 Instalasi kabel UTP Straight ........................................................... 5
3. JOBSHEET 3 Instalasi kabel UTP Cross ............................................................... 8
4. JOBSHEET 4 Simulasi Jaringan ............................................................................ 11
5. JOBSHEET 5 Membanguna jaringan peer to peer ................................................. 12
6. JOBSHEET 6 Membanguna jaringan Client-Server .............................................. 15
7. JOBSHEET 7 Konfigurasi & setting tcp-ip ........................................................... 18
8. JOBSHEET 8 Sharing file dan printer ................................................................... 20
9. JOBSHEET 9 Diagnosa Jaringan ........................................................................... 25
10. JOBSHEET 10 Konfiguras modem ADSL ........................................................... 28
11. JOBSHEET 11 Monitoring Jaringan ...................................................................... 31
12. JOBSHEET 12 Troubleshooting Jaringan .............................................................. 33
13. JOBSHEET 13 Konfigurasi Jaringan Wireles ....................................................... 35
14. JOBSHEET 14 Membangun Jaringan Wireless ..................................................... 39
15. JOBSHEET 15 Membangun Jaringan Ad-Hoc ...................................................... 42
16. JOBSHEET 16 Desain jaringan wlan ..................................................................... 47

SEMESTER 2
1. JOBSHEET 1 Installasi win2003 Server ................................................................ 50
2. JOBSHEET 2 Installasi & Konfigurasi Active Directori ....................................... 53
3. JOBSHEET 3 Manajemen User dan Group ........................................................... 55
4. JOBSHEET 4 DNS Server ..................................................................................... 61
5. JOBSHEET 5 Konfigurasi DHCP .......................................................................... 65
6. JOBSHEET 6 Web Server...................................................................................... 67
7. JOBSHEET 7 FTP Server ...................................................................................... 69
8. JOBSHEET 8 MAIL Server ................................................................................... 20
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... vi

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 4


DAFTAR PUSTAKA

Alan Neibauer, 2001, Small Business Solutions, Jakarta : Penerbit PT Elex Media Komputindo
Bagus Pratama, 2006, Internet Untuk Orang Awam, Palembang: Maxikom
BNSP, 2006, Standar Kompetensi dan kompetensi dasar 2006 : Mata pelajaran Teknologi
Informasi dan Komunikasi untuk sekolah menengah Atas/ Madrasah Aliyah, Jakarta,
Departemen Pendidikan Nasional.
Daryanto, Tri, Perluasan Aplikasi Lokal Area Network Dengan WLAN, www.bl.ac.id, di akses
pada tanggal 12 Mei 2010.
Deris Setiawan, Address Resolution Protocol, www.ilkom.unsri.ac.id, di akses pada tanggal 12
Mei 2010.
Didik Subyantara, 2006, Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Microsoft Windows, penerbit
Elexmedia Komputindo, Jakarta
Fairus N. H, 2007, Mahir menggunakan internet : Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi
Untuk SMA Semester 1, Jakarta,Penerbit Ganeca Exact
Gunadi Dwi Hantoro, 2009, Wifi, Penerbit Informatika, Bandung
Hendra Wijaya, 2003, Cisco Router, penerbit Elexmedia Komputindo, Jakarta
Jhonsen, 2004, Aplikasi-aplikasi penting untuk Technical Support, Jakarta : Penerbit PT Elex
Media Komputindo
Joko Suparto, 2010, JOBSHEET CCNA menggunakan GNS3, Penerbit Mediakita, Jakarta
Jubile Enterprice, 2008, Membangun Jaringan Komputer tanpa bantuan teknisi, penerbit
Elexmedia Komputindo, Jakarta
Juhana, Tutun, Pengalamatan Pada MAC, www.ee.lib.itb.ac.id, di akses pada tanggal 12 Mei
2010.
Mulyanta, Edi.S, 2005, Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer, Penerbit ANDI,
Yogyakarta.
Raharjo, B. (2002). Keamanan sistem informasi berbasis internet, Versi 5.1.Bandung: Insan
Indonesia.
Syafrizal, Melwin, 2005, Pengantar Jaringan Komputer, Penerbit ANDI, Yogyakarta.
Tutan, MM. 2008, JOBSHEET Lokal Area Network Windows Server 2008, Penerbit D@atakom,
Jakarta
Wahidin, 2007, Jaringan Komputer untuk orang awam, Penerbit Maxikom, Palembang
Wahidin, 2007, Windows Server 2003 untuk orang awam, Penerbit Maxikom, Palembang
Wisnu Broto, 2003, Firewall, penerbit Elexmedia Komputindo, Jakarta
Yanto, S.Si, 2007, Mudahnya Merakit PC, Penerbit Tunas Gemilang Press, Palembang
Yanto, S.Si, 2007, Cara Panggunaan Internet, Penerbit Tunas Gemilang Press, Palembang

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 5


TENTANG PENULIS
Yanto, S.Si., M.Kom Lahir di Dawas (MUBA), pada 04 Juni 1977.
Masa kecilnya antara tahun 1984-1992 dihabiskan di desa Langkap
Kec. Sungai Lilin MUBA sambil menempuh pendidikan SD dan
SMP. Pada tahun 1993 pidah ke palembang dan sekolah di STM
Kimia Yanitas. Selain sekolah sambil belajar komputer di AMIK
SIGMA pada 1994. Selepas SMK Kuliah pada jurusan kimia FMIPA
USNRI, dan mulai giat mendalami ilmu komputer. Pada tahun 1998
belajar Internet pada LPKS Bina Bangsa. Sampai tamat kuliah pada
tahun 2002 dan mulai bekerja sebagi guru komputer. Tahun 2010
Melanjutkan Studi pada Jurusan IT Infrastruktur MTI Bina Darma Palembang, Selesai Tahun
2011 dengan Tesis “Analisis Sistem Monitoring Kinerja dan Keamanan Jaringan Wireless
di SMA PGRI 2 Palembang”

RIWAYAT PENDIDIKAN
1. Tahun 1984 masuk SD Tanjung Kerang tamat tahun 1989 di desa Langkap MUBA
2. Tahun 1989 masuk SMP PGRI Tanjung Kerang tamat tahun 1992
3. Tahun 1993 masuk STM KIMIA Yanitas Palembang dan tamat tahun 1996
4. Tahun 1996 kuliah pada jurusan Kimia FMIPA UNSRI tamat tahun 2002
5. Tahun 2010 Kuliah di Magister Teknik Informatika Tamat Tahun 2011

BUKU YANG PERNAH DITULIS


1. Mudahnya Merakit PC Terbit tahun 2007 Dicetak Oleh Tunas Gemilang ISBN : 987-979-
16624-0-6
2. Cara Penggunaan Internet Terbit tahun 2008 Dicetak Oleh Tunas Gemilang ISBN : 987-602-
8084-41-3
3. LKS TIK Microsoft Word 2007 Terbit tahun 2008 dicetak Oleh Tunas Gemilang ISBN :978-
602-8084-40-6
4. LKS TIK Internet dan Microsoft Excel 2007 Terbit tahun 2008 dicetak Oleh Tunas
Gemilang ISBN :978-602-8084-43-7
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 6
5. LKS TIK Microsoft Powerpoint 2007 dan Desain Grafis Terbit tahun 2008 dicetak Oleh
Tunas Gemilang ISBN : 978-602-8084-42-0

JOBSHEET 1
HARDWARE JARINGAN

A. TUJUAN PRAKTIKUM
Fungsi Perangkat Keras Jaringan

B. HARDWARE JARINGAN
1) Personal Computer
Tipe personal komputer yang digunakan di dalam jaringan akan sangat menentukan unjuk
kerja dari jaringan tersebut. Komputer dengan unjuk kerja tinggi akan mampu mengirim dan
mengakses data dalam jaringan dengan cepat.

2) Network Internet Card (NIC)


Berdasarkan tipe bus, ada beberapa tipe network interface card (nic) atau network card,
yaitu ISA dan PCI. Saat ini jenis network card yang banyak digunakan, yaitu PCI.

Gambar 1.1. Jenis Network Card

3) Kabel Jaringan
Pertama kali LAN (Local Area Network) menggunakan kabel “coaxial”. Kemudian, kabel
“twisted pair” yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 7
lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah tampil
sebagai pilhan kabel berkecepatan sangat tinggi.
Local Area Network menggunakan 3 tipe kabel :
1. Coaxial
2. Unshielded Twisted Pair (UTP) dan Shielded Twisted Pair (STP)
3. Fiber Optik

Gambar 1.2 Jenis Kabel

4) MODEM
Modem adalah suatu perangkat yang digunakan sebagai perantara bagi pemakai jasa
internet, yang disambungkan pada komputer dan jalur telepon kemudian menghubungkan
komputer tersebut ke jalur internet.

Gambar 1.3. Modem

5) ACCESS POINT
Access Point adalah sebuah node yang telah dikonfigurasi secara khusus pada sebuah
WLAN (Wireless Local Area Network). Access Point bertindak sebagai pusat pemancar dan
penerima untuk sinyal-sinyal radio WLAN. Access Point sering disebut juga base station

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 8


Gambar 1.4. Access Point Gambar 1.5. Swicth Hub Gambar 1.6. Repeater

6) HUB
Menerima sinyal dari satu komputer dan mentransmisikannya ke komputer yang lain
berfungsi untuk menggabungkan beberapa komputer menjadi satu buah kelompok jaringan
semua informasi yang datang akan dikirimkan ke semua komputer (broadcast)

7) REPEATER
Fungsi utama dari repeater ialah menerima sinyal dari satu segmen kabel LAN dan
memancarkannya kembali dengan kekuatan yang sama dengan sinyal asli pada segmen (satu atau
lebih) kabel LAN yang lain. Repeater beroperasi pada Physical Layer dalam model jaringan OSI.

8) BRIDGE
Sebuah bridge juga meneruskan paket dari satu segmen LAN ke segmen lain, tetapi
bridge lebih fleksibel dan lebih cerdas daripada repeater. Bridge menghubungkan segmen-
segmen LAN di DataLink layer pada model OSI. Beberapa bridge mempelajari alamat Link
setiap device yang terhubung dengannya pada tingkat Data Link dan dapat mengatur alur frame
berdasarkan alamat tersebut. Semua LAN yang terhubung dengan bridge dianggap sebagai satu
subnetwork dan alamat Data Link setiap device haruslah unik

Gambar 1.7. Bridge Gambar 1.8. Router

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 9


9) ROUTER
Router merupakan alat yang dapat menghubungkan dua atau lebih jaringan komputer yang
berbeda. Router berfungsi mencari jalur yang terbaik untuk mengirimkan sebuah pesan
berdasarkan alamat tujuan dan alamat asal. Bridge dapat mengetahui alamat masing-masing
komputer pada masing-masing jaringan sisi jaringan. Sedangkan Router dapat mengetahui
keseluruhan jaringan melihat sisi yang paling sibuk dan router juga dapat menarik data dari sisi
yang sibuk tersebut.

10). KOMPUTER SERVER


Komputer Server adalah suatu unit komputer yang berfungsi untuk menyimpan
informasi dan untuk mengelola suatu jaringan komputer. komputer Server akan melayani seluruh
client atau workstation yang terhubung ke jaringannya.

Gambar 1.9. Client dan Server

11). KOMPUTER CLIENT


Komputer Client adalah seperangkat komputer yang memungkinkan pengguna untuk
mengakses servis atau layanan dari komputer server. Istilah Komputer Client bisa di sebut
dengan Workstation atau Node

C. TUGAS
1. Apa yang anda ketahui tentang jaringan komputer dan kenapa jaringan komputer saat ini
diperlukan

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 10


2. Sebutkan dan jelaskan beberapa hal yang sangat penting untuk diketahui dalam
membangun suatu jaringan komputer
3. Apa perbedaan dari kabel UTP dengan coaxial
4. Sebutkan 5 perangkat keras jaringan dan jelaskan secara rinci satu persatu !
5. Apakah fungsi HUB dalam jaringan !

JOBSHEET 2
TOPOLOGI JARINGAN

A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Memahami Topologi jaringan

B. ALAT DAN BAHAN


1. Laptop
2. Software Packet Tracer 5,2

C. DASAR TEORI
Topologi adalah Pola hubungan antar terminal dalam membentuk suatu sistem jaringan.
Pola ini berhubungan erat dengan Kegunaan, Ketersediaan resource dan ketersediaan biaya,
Metode akses yang digunakan (protokol) dan Media pengirim yang digunakan (kabel, nirkabel).
Topologi Jaringan dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu Topologi Jaringan Kabel dan
Topologi Jarigan Nirkabel. Topologi jaringan kabel yang umum dipakai Mesh, Bus, Ring, Star
dan Tree Dalam praktikum pertemuan pertama ini akan dibahas mengenai Topologi Jaringan
Kabel Star (Topologi Star). Dalam Topologi Star setiap sentral (server, workstation dan
peripheral) terhubung secara langsung ke pusat jaringan/terminal pusat yang dapat berupa
hub/switch. Kabel yang digunakan pada Topologi Star adalah kabel twisted pair dan kabel fiber.
Protokol yang dapat digunakan adalah Ethernet/Fast Ethernet, Lokal Talk, ATM.

D. LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 11
1. Bukalah program Packet Tracer 5.3
2. Pilihlah Device untuk membuat Topologi Star yaitu 1 buah Switch dengan tipe 2950-24 dan
6 buah PC
3. Hubugkan masing-masing PC dengan Switch menggunakan kabel, seperti terlihat pada
gambar di bawah ini:

4. Lakukan konfigurasi IP setiap PC. Dengan cara klik tiap PC, dan pilih menu Dekstop,
kemudian akan muncul gambar sebagai berikut:

5. Pilih menu IP Configuration, kemudian pilih Static, isilah alamat IP contoh : 10.0.0.1
(untuk PC 1), isilah subnet mask : 255.255.255.0, seperti gambar di bawah ini:

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 12


6. Lakukan konfigurasi IP untuk setiap PC dengan mengurutkan IP address sesuai
dengan nomor PC tersebut, sedangkan untuk subnet mask sama untuk setiap PC yaiu
255.255.255.0
7. Untuk mengecek koneksi jaringan, pilih menu Command Prompt pada salah satu PC,
kemudian ketik: ping <spasi> alamat IP yang dituju. Contoh: ping 10.0.0.2.
8. jika tertulis reply maka koneksi jaringan berhasil, jika tertulis request timed out maka
koneksi belum berhasil, periksalah kembali konfigurasi IP address.
JOBSHEET 3
INSTALASI KABEL (STRAIGHT) DAN (CROSS)

A. TUJUAN PRAKTIKUM
a. Memahami proses instalasi jaringan (cross dan peer to peer)
b. Mengecek krampling dengan LAN TESTER.

B. ALAT DAN BAHAN

Gambar 2.1. Alat dan Bahan

C. DASAR TEORI
Connector yang digunakan bagi kabel UTP ini ialah RJ-45("Register Jack") Type
Pengkabelan UTP ada dua, dua type itu adalah yaitu :
1. Type Straight / Corect Wiring

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 13


Type ini biasa sering digunakan untuk perangkat yang berbeda sejenis. Contohnya
adalah Hub dengan PC. Urutan kabel dari ujung satu ke ujung yang satunya sama.
2. Type Cross/ Cross Wiring
Type ini biasa sering digunakan untuk menghubungkan perangkat yang sejenis.
Contohnya adalah Pc dengan Pc, Hub dengan Hub dan Switch dengan Switch

D. LANGKAH KERJA
1. Kupas lapisan luar kabel UTP sepanjang 1 cm dari ujung, sehingga 8 urat kabel
terlihat dari luar.

Gambar 2.2 Pemotongan bagian luar kabel UTP.

2. Susun urutan warna kabel sesuai dengan standard internasional

DEPAN A NAMA WARNA PIN PIN NAMA WARNA UJUNG A


Putih orange 1 1 Putih orange
Orange 2 2 Orange
Putih hijau 3 3 Putih hijau
Biru 4 4 Biru
Putih biru 5 5 Putih biru
Hijau 6 6 Hijau
Putih coklat 7 7 Putih coklat
Coklat 8 8 Coklat
Gambar 2.3 Susunan Kabel Straight
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 14
DEPAN A WARNA PIN PIN WARNA
UJUNG B
Putih orange 1 3 Putih hijau
Orange 2 6 Hijau
Putih hijau 3 1 Putih orange
Biru 4 4 Biru
Putih biru 5 5 Putih biru
Hijau 6 2 Orange
Putih coklat 7 7 Putih coklat
Coklat 8 8 Coklat
Gambar 3.27 Susunan Kabel Cross
3. Masukkan Ujung kabel UTP yang telah disusun menurut urutan internasional,
kemudian jepit dengan menggunakan crimping tool.

Gambar. 3.28 Memasukkan Kabel UTP ke dalam RJ-45

Gambar 3.29 Menjepit kabel menggunakan Crimping

Gambar 3.30 Kabel UTP Rakitan Gambar 3.31 LAN Test

4. Kabel yang dihasilkan harus diuji dengan kabel tester, untuk melihat benar tidaknya
kabel hasil rakitan
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 15
JOBSHEET 4
JARINGAN PEER TO PEER & CLIENT-SERVER

A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Melakukan setting TCP/IP (Secara statis dan dinamis (DHCP).
2. Mengetahui MAC Addaress Network Adapter.
3. Memahami instalasi jaringan dengan Hub atau Switch.
4. Melakukan uji koneksi local dari jaringan.

B. TUJUAN PRAKTIKUM
Memahami proses instalasi jaringan (cross dan peer to peer)

C. ALAT DAN BAHAN


1. Komputer PC/Notebook
2. Software Packet Tracer
3. Kabel UTP
4. LAN Tester
5. Tang Cramping
6. Konektor RJ-45

D. DASAR TEORI
Membangun jaringan computer diperlukan media transmisi berupa kabel yang berfungsi
sebagai media penghubung disebuah jaringan. Kabel dapat digunakan untuk menghubungkan dari
pc ke pc, pc ke hub.Kabel yang digunakan terbungkus(CAT 5) dan tidak terbungkus (Cat 2).Tipe

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 16


yang tidak terbungkus lebih rentan terhadap pengaruh electromagnet tetapi lebih kecil dan lebih
lentur.

E. CARA KERJA 1
Pada praktikum ini akan disusun jaringan menggunakan dua buah komputer yang biasa
disebut jaringan cross, dengan topologi sebagai berikut :

Komputer 1 UTP Cat 5 + RJ 45 Komputer 2

LANGKAH DAN HASIL PRAKTIKUM


1. Hubungkan kabel UTP dengan konfigurasi cross dari komputer satu dengan yang satunya.
2. Setting IP Address pada masing -masing komputer.
3. Masukkan IP address pada masing-masing PC.
Computer IP Address Subnet mask
PC – 1 192.168.1.1 255.255.255.0
PC – 2 192.168.1.2 255.255.255.0

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 17


Gambar Cara mensetting IP Address pada Windows XP Connetc Tidak terconnect
terconnect Test koneksi komputer dari komputer 1 ke komputer 2 dan dari komputer 2 ke
komputer 1 dengan menggunakan perintah ping

MELAKUKAN SHARE:
1. Memilih folder yang akan dishare, klik kanan, pilih dan klik share and security
2. Setelah masuk ke form share and security, aktifkan share this folder on the network,
kemudian klik OK

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 18


3. Melakukan langkah ke-3 sampai 10 pada computer ke-2
4. Masuk ke cmd, ketik \\IP computer ke-2 sedangkan pada computer ke-2 ketikan IP atau
computer pertama.

Koneksi antar PC

F. CARA KERJA 2

1. Membuat kabel UTP bertipe stright


2. Tes kabel tadi dengan Lan tester sebelum digunakan
3. Hubungkan tiap komputer (PC) dengan switch

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 19


Komputer 1 HUB/SWICH Komputer 2

4. Berikan IP Address
Computer IP Address Subnet mask
PC – 1 192.168.1.1 255.255.255.0
PC – 2 192.168.1.2 255.255.255.0

G. CARA KERJA 3 KONFIGURASI & SETTING TCP-IP


1. Klik Start, dan pilih menu Control Panel
2. Klik Network Connections, maka akan muncul tampilan berikut:

3. Klik kanan pada ikon Local Area Connection,


4. Klik Properties.
5. Klik Internet Protocol Version (TCP/IP), lalu klik Properties, maka akan muncul
tampilan berikut:

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 20


6. Klik Obtain an IP address automatically dan Use the following DNS server adresses
dengan isian:
Preferred DNS server : 202.134.0.155
Alternate DNS server : 4.2.2.2
7. Lakukan hal yang sama untuk PC ke 2, tetapi bedakan alamat IP addressnya.

JOBSHEET 5
SHARING FILE DAN PRINTER

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 21


A. TUJUAN
1. Mahasiswa memahami konsep sharing File dan Folder
2. Mahasiswa mampu melakukan sharing File dan Folder

B. ALAT DAN BAHAN


1. 2 Buah Koputer
2. Kabel UTP yang sudah terpasang

C. TEORI PENDUKUNG

Salah satu manfaat jaringan komputer adalah berbagi sumber (reseorce sharing) baik
berupa file dan folder, sofware maupun hardware. Tujuan dari teknik sharing ini adalah untuk
berbagi akses kepada user lain pada suatu folder atau drive yang anda inginkan. Anda bisa
memilih kepada user mana saja yang bisa atau boleh mengakses folder anda dan juga bisa
memberikan akses kepada semua orang yang ada pada jaringan atau network anda.

D. LANGKAH KERJA
Berikut bagaimana cara melakukannya.
1. Pastikan PC windows 7 memiliki group yang sama. (Pada dasarnya hal ini bukan harga
mutlak, tetapi akan lebih mudah jika anda membuat group yang sama untuk
menghubungkan kedua perangkat komputer).

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 22


1. Buka Control Panel, pilih Network and Internet dan lanjutkan dengan klik Network
anda Sharing Center.

2. Klik Change Advanced Sharing Setting dan rubah semua setting agar mengijinkan
komputer lain bisa mengakses komputer windows 7 ini. Kalau perlu, jangan gunakan
pilihan password protection sharing agar orang yang mengakses komputer anda tidak
perlu lagi mengakses menggunakan password

3. Setelah itu, klik Save Changes.


4. Lanjutkan dengan membuat folder yang akan di share dengan komputer lain.
5. Buka windows explorer, . Klik kanan folder yang akan di share dan pilih properties.
6. Klik tab Sharing diikuti dengan klik tombol Share.
7. Pada menu drop down, tambahkan user yang diizinkan untuk mengakses folder (Pada
contoh kali ini kami menggunakan Evryone, yang intinya semua orang bisa akses tanpa
melalui autenstikasi dan password).

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 23


8. Tambahkan tingkat perizinan pada user Everyone, apakah hanya bisa membaca saja atau
bisa juga menambahkan file (menulis).

9. Terakhir, klik share dan di ikuti dengan klik tombol Done.


10. Buka windows explorer, klik network pada bagian kiri paling bawah, kemudian pilih
komputer yang terinstall windows 7.
11. Disitu anda akan melihat sebuah folder yang telah di share. Coba akses dan ambil
beberapa file pada foler tersebut. Jika anda tadi memberikan akses read-write pada Allow
network users to change my files, maka anda bisa mencopy, menambah maupun
menghapus file pada folder share tersebut.

SHARING PRINTER

D. LANGKAH KERJA
Komputer yang punya printer sudah membuat sharing printernya dengan cara berikut :
1. Buka Start>Device and Printers
2. Klik kanan pada printer yang akan di share
3. Pilih “Printer Proerties”
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 24
4. Pilih tab “Sharing”
5. Contreng pada opsi “Share this preinter”

Setelah membuat sharing printer, Anda dapat melakukan sharing printer dari komputer lain :
1. Buka kembali Start>Device and Printers
2. Setelah muncul jendela Device and Printers, klik “Add a printer” pada menu di atas

3. Pilih “Add network, wireless, or Bluetooth printer”, lalu klik “Next”


4. Jika komputer, printer, jaringan berjalan dengan baik, maka secara otomatis printer akan
muncul di atas
5. Komputer yang punya printer harus menyala dan sudah membuat sharing printernya
6. Printer juga harus dalam keadaan ON
7. Jaringan yang di gunakan juga harus dalam keadaan baik (baik LAN, Wireless, maupun
Bluetooth)
8. Klik “Next”, “Next”, dan “Finish”

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 25


JOBSHEET 6
TROUBLESHOOTING & MONITORING JARINGAN LAN

A. TUJUAN
Praktikan mampu menganalisis dan menyelesaikan troubleshooting pada jaringan Komputer

B. ALAT DAN BAHAN


1. Komputer dengan OS WindowsXP
2. Aplikasi NetworkView

C. DASAR TEORI
Dalam menyelesaikan berbagai network troubleshooting, kita harus sudah menguasai
beberapa hal, mulai dari memahami layanan layanan yang berhubungan dengan jaringan
(DNS, DHCP, Routing, Internet Akses, Email,Proxy dll), protokol protokol Jaringan TCP/IP,
Subnetting, Nating, dan berbagai penggunaan jaringan lainnya. Untuk level advanced atau pada
jaringan yang kompleks seperti adanya teknologi baru Switching (multilayer), kita diwajibkan
memahami OSI layer khususnya layer Fisik (layer 1) hingga layer Transport (layer 4). Pada
praktikum network troubleshooting ini, praktikan akan mencoba menyelesaikan
permasalahan jaringan yang sederhana dengan memanfaatkan tools tools yang berhubungan
dengan services jaringan pada sistem opesasi Windows. Berikut ini adalah masalah yang sering
terjadi pada jaringan.

D. LANGKAH LANGKAH PRAKTIKUM

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 26


1. Cek nyala lampu pada Ethernet dan kabel Ethernet
2. Jika tidak ada tanda koneksi, check kabelnya
3. Cek juga lampu pada hub/switch termasuk powernya.
4. Pastikan, setting ip,dns dan default gw sudah dikonfigurasi dengan tepat. - gunakan
ipconfig, ipconfig/all untuk memeriksa.
5. gunakan ipconfig/release, ipconfig/renew untuk jaringan yang menggunakan dhcp.
6. Ping Default Gateway, ip default gateway dapat dilihat melalui perintah ipconfig
7. Ping DNS dan proxy server (jika policy jaringan harus menggunakan proxy)
8. Jika semuanya berhasil, ping dan tracert ke ipserverdns dan ipserverproxy
9. Jika semuanya berhasil, coba ping dan tracert ke situs luar spt www.google.com

E. TABEL KERJA
No. PERINTAH HASIL
1 ipconfig, ipconfig/all,
ipconfig/release, ipconfig/renew
2 ping ipgateway, ping
ipdnsserver, ping -t ipserver.
3 nslookup ugm.ac.id, nslookup
(enter) lalu set query=mx atau
set query=ns
4 tracert ipserver/domain,
tracert -d ipserver/domain.
5 pathping -n ipserver/domain
6 netstat -rn, netstat – an

F. TUGAS
1. Tuliskan fungsi Ipconfig
2. Tuliskan fungsi Ping
3. Tuliskan fungsi Nslookup
4. Tuliskan fungsi Tracert
5. Tuliskan fungsi Pathping.
6. Tuliskan fungsi Netstat

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 27


G. LANGKAH KERJA MONITORING JARINGAN
1. StartAll ProgramsNetworkView
2. pilihlah menu FileNew,
3. kemudian isilah Network Doscovery Parameter Scan IP Address mulai dari
192.168.55.1- 192.168.55.254.
4. tekanlah button OK, tunggu sehingga proses discovering network selesai
5. Hasil pencarian tersebut ditampilkan pada dibawah ini. Pada Gambar tersebut terlihat
beberapa host komputer yang saling terkoneksi dalam suatu jaringan yang berada dalam
satu subnet.

6. Untuk melihat secara detail pada setiap host, maka klik kanan pada salah satu host
komputer tersebut, kemudian pilihlah fasilitas yang disediakan misalnya View info
Node details, MIB Browser, Port Scanner, Ping, NetMeeting dan lain sebagainya
7. Pada NetwokView juga terdapat fasilitas untuk pinging terhadap komputer yang
terhubung dalam suatu jaringan. Di bawah ini salah satu contoh ping ke IP Address
192.168.55.182.

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 28


JOBSHEET 7
SUBNETTING
A. TUJUAN
1. Siswa mampu menjelaskan konsep Subnetting

B. Keselamatan Kerja
a. Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya
b. Bacalah petunjuk penggunaan alat dan bahan dengan baik dan benar

C. Alat dan Bahan


Laptop dan Packet Tracer

D. DASAR TEORI
Apa manfaat menentukan banyaknya host di dalam suatu jaringan? salah satunya adalah
mengefisiensikan penggunaan resource yang digunakan untuk membroadcast ke jaringan. Bila
kita hanya punya 10 host, tapi subnetmask kita tidak kita set untuk hanya 10 host, maka paket
data yang masuk ke jaringan akan dibroadcast ke seluruh alamat IP (host), walaupun host itu
pada kenyataannya tidak pernah ada, maka kita perlu menggunakan subnetting untuk
mengefisiensikan penggunaan bandwitdh jaringan.

E. CARA KERJA

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 29


JOBSHEET 8
MID

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 30


JOBSHEET 9
VARIABLE LENGTH SUBNET MASK

F. TUJUAN
Siswa mampu menjelaskan konsep VLSM

G. Keselamatan Kerja
a. Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya
b. Bacalah petunjuk penggunaan alat dan bahan dengan baik dan benar

H. Alat dan Bahan


1. Laptop
2. Packet Tracer

I. DASAR TEORI
Subnet adalah salah satu cara untuk memecah jaringan komputer menjadi jaringan-jaringan
yang lebih kecil dibawahnya. Tujuan pemecahan ini adalah untuk menghindar Collision dan
mengantisipasi keterbatasan IP Address. Konsep subnetting memang menjadi solusi dalam
mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak
subnet.
CONTOH:
Diberikan Class C network 204.24.93.0/24, ingin di subnet dengan kebutuhan
berdasarkan jumlah host:
1. Net A = 14 hosts,
2. Net B = 28 hosts,
3. Net C = 2 hosts,
4. Net D = 7 hosts,
5. Net E = 28 hosts
JAWABAN
Secara keseluruhan terlihat untuk melakukan hal tersebut di butuhkan 28 host terbanyak yaitu 32
host (/27). (32 – 2 = 30 Host)
1. Net A (14 hosts): 204.24.93.0/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 16 hosts
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 31
2. Net B (28 hosts): 204.24.93.32/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
3. Net C ( 2 hosts): 204.24.93.64/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 28 hosts
4. Net D ( 7 hosts): 204.24.93.96/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 23 hosts
5. Net E (28 hosts): 204.24.93.128/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts

Jumlah hosts yang tidak terpakai adalah (16+2+28+23+2) = 71 Hosts


Dengan demikian terlihat adanya IP address yang tidak terpakai dalam jumlah yang cukup besar.

Hal ini mungkin tidak akan menjadi masalah pada IP Private akan tetapi jika ini di alokasikan
pada IP Public(seperti contoh ini) maka terjadi pemborosan dalam pengalokasian IP Public
tersebut
Solusi
1. Untuk mengatasi hal ini (efisiensi) dapat digunakan metoda VLSM, yaitu dengan cara
sebagai berikut:
2. Buat urutan berdasarkan penggunaan jumlah host terbanyak (14,28,2,7,28 menjadi
28,28,14,7,2).
3. Tentukan blok subnet berdasarkan kebutuhan host:
 28 hosts + 1 network + 1 broadcast = 30 –> menjadi 32 ip (/27 )
 14 hosts + 1 network + 1 broadcast = 16 –> menjadi 16 ip (/28 )
 7 hosts + 1 network + 1 broadcast = 9 –> menjadi 16 ip (/28)
 2 hosts + 1 network + 1 broadcast = 4 –> menjadi 4 ip (/30 )

Sehingga blok subnet-nya menjadi:


1. Net B (28 hosts): 204.24.93.0/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
2. Net E (28 hosts): 204.24.93.32/27 => ada 30 hosts; tidak terpakai 2 hosts
3. Net A (14 hosts): 204.24.93.64/28 => ada 14 hosts; tidak terpakai 0 hosts
4. Net D ( 7 hosts): 204.24.93.80/28 => ada 14 hosts; tidak terpakai 7 hosts
5. Net C ( 2 hosts): 204.24.93.96/30 => ada 2 hosts; tidak terpakai 0 hosts
Jumlah hosts yang tidak terpakai setelah proses VLSM adalah (2+2+0+7+0) = 11 Hosts
Efisiensi yang dihasilkan adalah 71 – 11 = 60 Hosts

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 32


J. LANGKAH KERJA

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 33


JOBSHEET 10
QUIS

Palembang (konfigurasi menggunakan CLI)


Palembang (config)#router rip
Palembang (config-router)#version 1
Palembang (config-router)#network 192.168.10.0
Palembang (config-router)#network 192.168.20.0

Jambi(konfigurasi menggunakan CLI)


Jambi (config)#router rip
Jambi (config-router)#version 1
Jambi (config-router)#network 192.168.20.0
Jambi (config-router)#network 172.16.2.0
Jambi (config-router)#network 10.1.1.0

Soal

Kirimkan paket dari PC 0 Ke PC 1

HASILNYA NILAI

88-100

75-80

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 34


JOBSHEET 11
INSTALASI MODEM ADSL

A. TUJUAN
1. Memahami cara setting benar.
2. Melakukan installasi dan konfigurasi modem

B. ALAT DAN BAHAN


1. Koputer/ Laptop
2. Kabel UTP
3. Adaptor
4. Modem ADSL

C. TEORI PENDUKUNG
Jika anda terhubung ke Internet, ada beberapa kemungkinan jenis teknologi yang
digunakan agar komputer anda akan tersambung ke internet tersebut, diantaranya ada yang
menggunakan teknologi ADSL. Teknologi DSL biasanya ada yang menumpangkan data lewat
saluran telepon.

Keuntungan ADSL
 ADSL memberikan kemampuan Internet dan Voice/Fax secara simultan. Ini berarti anda
dapat Surfing internet dan menggunakan Telepon atau Fax pada saat bersamaan. Ini akan
memberikan kepuasan bagi Anda untuk menikmati High-Speed Internet Access tanpa
kehilangan kontak telepon dengan relasi Anda.

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 35


 Kecepatan koneksi lebih stabil karena masing-masing pemakai ADSL mempunyai jalur
tersendiri hingga ke peralatan multiplexer di sisi Telkom. Kecepatan tidak terpengaruh
oleh pertambahan jumlah pelanggan yang akses bersamaan.
 Dapat menggunakan saluran telepon yang ada.

D. LANGKAH KERJA
1. Masukkan alamat web Port ADSL 2/2 Router’s default IP address : ”192.168.1.1” pada
kotak Address, kemudian tekan enter.

2. Masukkan Username : admin dan Password admin, kemudian klik OK

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 36


3. Setelah Log In, anda akan masuk pada SANEX’s Home
4. Klik Advanced Setup => Klik Edit
5. Kolom VPI diisi 8, Kolom VCI diisi 81, kemudian klik Next
6. Pilih settingan PPP over Ethernet (PPPoE) pada Connection Type => klik Next
7. Kolom username diisi nomer speedy diikuti @telkom.net, misalnya
111705100322@telkom.net Kolom Password diisi sesuai dengan password.
8. Next

9. Klik Next, Klik Save


10. Klik Save/Reboot
11. Untuk memastikan apakah modem sudah connect atau belum, klik Device Info
12. Ada tulisan This information reflects the current status of your DSL connection.
modem SANEX telah berhasil di install
13. modem SANEX sudah connect dan siap melakukan browsing dengan memasukkan
alamat web pada kolom Address, misalnya www.google.com,

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 37


JOBSHEET 12
STATIC ROUTING

A. TUJUAN
Siswa mampu menjelaskan konsep Subnetting

B. KESELAMATAN KERJA
a. Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya
b. Bacalah petunjuk penggunaan alat dan bahan dengan baik dan benar

C. ALAT DAN BAHAN


1. Laptop
2. Packet Tracer

D. DASAR TEORI
Fungsi utama dari layer network adalah pengalamatan dan routing. Routing merupakan fungsi
yang bertanggung jawab membawa data melewati sekumpulan jaringan dengan cara memilih
jalur terbaik untuk dilewati data. Tugas Routing akan dilakukan device jaringan yang disebut
sebagai Router. Dua cara membangun tabel Routing Static Routing dan Dynamic Routing

ROUTING PADA CISCO ROUTER


 Dalam Cisco Router, static routing secara default sudah dalam posisi enable, jadi jika
ingin membuat IP static routing cukup dengan mengetikkan perintah:
 Router(config)#ip route <network destination id> <subnet mask> <default gateway>
<administrative distance>
 Apa itu <network destination id> adalah alamat jaringan yg dituju
 Apa itu <subnet mask> adalah subnet mask dari jaringan yg dituju
 Apa itu <default gateway> adalah IP address Gateway, biasanya IP address router yg
berhubungan langsung.
 Apa itu <administrative distance> ??? adalah nilai 0-255 yg diberikan pada routing.
Bertambah rendah nilai yg diberikan bertambah tinggi kegunaannya. Jika tidak diberikan,
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 38
nilai default akan dipakai. Nilai default untuk directly connected (C) =0 dan statically
connected (S) =1.

Contoh :
Router0(config)# ip route 192.168.12.0 255.255.255.0 202.200.100.2
a. Supaya router bisa melayani permintaan untuk meneruskan pengiriman data, maka router
harus mempunyai tabel yang dipakai sebagai patokan data ini harus saya kirim ke jaringan
yang mana?
b. Tabel yang dipunyai oleh router disebut sebagai tabel routing yang berisi NETID dan
Default gatewaynya.

Berdasarkan gambar diatas adalah skenario pengiriman data dari komputer 192.168.1.5 ke
komputer 192.168.2.36 :
1. Komputer 192.168.1.5 ingin mengirim data ke 192.168.2.36, menyadari bahwa alamat
tujuan tidak berada di jaringan lokal, maka komputer mencari daftar “default gateway”
pada property TCP/IP yaitu 192.168.1.13. Paket data kemudian dikirim ke Gateway
tersebut.
2. Pada komputer 192.168.1.13 paket data tersebut kembali diperiksa, dan ditemukan pada
tabel routing bahwa paket tersebut dapat dikirim ke jaringan 192.168.2 lewat IP
192.168.2.43
3. Via IP 192.168.2.43 akhirnya data dapat ditransmisi ke tujuan yaitu 192.168.2.36

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 39


E. CARA KERJA
terdapat 3 router yg menghubungkan 4 IP Network yg berbeda, dimana masing-masing PC
client harus dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. Bagaimana konfigurasi didalamnya?
supaya semua PC bisa terhubung satu dengan lainnya?

IP Route
Jakarta(config-if)#ip route 192.168.13.0 255.255.255.0 202.200.100.2
Jakarta(config)#ip route 192.168.12.0 255.255.255.0 202.200.100.2
Jakarta(config)#ip route 192.168.10.0 255.255.255.0 202.200.200.2
Jakarta(config)#ip route 192.168.11.0 255.255.255.0 202.200.200.2
Jakarta(config)#line con 0
Jakarta(config-line)#line vty 0 4
Jakarta(config-line)#login
Jakarta(config-line)#end

KONFIG SWITCH
Switch>
Switch>ena
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#int vlan1
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 40
Switch(config-if)#ip add 192.168.12.2 255.255.255.0
Switch(config-if)#no shut

KONFIGURASI ROUTER
Router#ena
Router#config t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#hostname bandung
bandung(config)#int fa0/0
bandung(config-if)#ip add 192.168.10.1 255.255.255.0
bandung(config-if)#no shut
bandung(config-if)#int fa0/1
bandung(config-if)#ip add 192.168.11.1 255.255.255.0
bandung(config-if)#no shut
bandung(config-if)#int serial0/0/0
bandung(config-if)#ip add 202.200.200.1 255.255.255.252
bandung(config-if)#clock rate 64000
bandung(config-if)#no shut

LATIHAN

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 41


JOBSHEET 13
DYNAMIC ROUTING

A. TUJUAN
1. Siswa mampu menjelaskan Synamic Routing

B. Keselamatan Kerja
a. Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya
b. Bacalah petunjuk penggunaan alat dan bahan dengan baik dan benar

C. Alat dan Bahan


1. Laptop
2. Packet Tracer

D. DASAR TEORI
Secara otomatis router membangun jalur routingnya, dengan cara bertukar informasi antar
router, Kategori algoritma dinamik adalah Distance Vector, Link State danHybrid
Router mendapatkan informasi dari router yang berhubungan, secara langsung tentang
keadaan jaringan router tersebut, Berdasarkan informasi tetangga tersebut mengolah tabel
routing.Informasi yang dihasilkan adalah jumlah jarak/hop yang dipakai untuk mencapai suatu
jaringan. Cara Kerja Distance Vector

10.1.1.0/24 RTA 10.1.2.0/24 RTB 10.1.3.0/24


.1 .1 .2 .1
e0 s0 s0 e0

Routing Table Routing Table

Net. Hops Ex-Int Net. Hops Ex-Int


10.1.1.0/24 0 e0 10.1.2.0/24 0 s0
10.1.2.0/24 0 s0 10.1.3.0/24 0 e0

 Asumsi router keadaan baru menyala


 Awal router hanya punya informasi ttg jaringan yang terhubung secara langsung dengan dia
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 42
 Router akan saling mengirimkan informasi yang dia punya.
 Router RTA mengirimkan data ttg jaringan yang terhubung dia secara langsung
 Router RTB juga mengirimkan data jaringan yang terhubung dia secara langsung

 Setiap router melakukan pemeriksaan thd data yang didapat, dibandingkan dengan tabel
routing masing-masing router
 Bila belum ada dimasukkan, jika sudah dibandingkan jumlah hop

TYPE DISTANCE VECTOR


 RIP – A distance vector interior routing protocol
 IGRP – Cisco's distance vector interior routing protocol
 EIGRP – Cisco’s advanced distance vector interior routing protocol
 BGP – A distance vector exterior routing
Routing Information Protocol (RIP)

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 43


 Dikenal dengan Algoritma Bellman-Ford
 Algoritma tertua, terkenal lambat dan terjadi routing loop
 Routing Loop : Suatu kondisi antar router saling mengira untuk mencapai tujuan yang
sama melalui router tetangga tersebut
o RouterA mengira untuk mencapai jaringan xxx melalui RouterB
o RouterB mengira untuk mencapai jaringan xxx melalui RouterA
o Bisa terjadi antar 3 router
 Untuk memperbaiki kinerja dikenal split horizon
o Router tidak perlu mengirim data yang pernah dia terima dari jalur dimana dia
mengirim data
o Misal router mengirim routing melalui eth0, maka router tidak akan pernah
mengirim balik data yang pernah dia dapatkan dari interface eth0
 Untuk memperepat proses dikenal juga trigger update
o Jika terjadi perubahan info routing, router tidak perlu menunggu waktu selang
normal untuk mengirimkan perubahan informasi routing tapi sesegera mungkin
 Hanya hop count yang dipakai untuk pengukuran, Jika hop count lebih besar dari 15 , data
akan didiscard, Default, Update data setiap 30 detik

Routing Loop

o Network 1 putus
o A akan update untuk memutus ke network 1
o B,D akan diupdate oleh A, tapi C masih punya info bahwa untuk menuju ke 1 bisa
melalui B
o C mengupdate D, D->A, A->B&E
o Terjadi looping C-B-A-D

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 44


E. CARA KERJA
Terdapat 3 buah router, yang diasumsikan berada di 3 kota yaitu : Jakarta (sebagai kantor
pusat), Bandung dan Bekasi (sebagai kantor cabang). Kantor pusat Jakarta menginginkan semua
cabang dapat terhubung satu dengan lainnya. Maka yang harus dilakukan adalah :
1. Membuat routing ketiga network yang berada pada 3 lokasi tersebut.
2. Mensetting semua device dengan IP address yang sesuai dengan network ID nya.
3. Melakukan ping test dari masing-masing device sebagai end user ke semua network ID

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 45


LATIHAN

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 46


JOBSHEET 14
INTERNETWORKING
A. TUJUAN
Siswa mampu menjelaskan Internetworking
B. KESELAMATAN KERJA
Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya
C. ALAT DAN BAHAN
Laptop dan Packet Tracer

D. DASAR TEORI
Internetworking merupakan suatu abstraksi yang kuat yang memperbolehkan
pembahasan kompleksitas dari teknologi komunikasi beragam di bawahnya. Dengan
menyembunyikan detail dari setiap perangkat keras jaringan dan menyediakan suatu lingkungan
komunikasi tingkat tinggi. Tujuan utama dari internetworking adalah interoperabilitas yang
maksimun, yaitu memaksimalkan kemampuan program pada sistem komputer yang berbeda dan
sistem jaringan yang berbeda untuk berkomunikasi secara handal dan efisien.

E. LANGKAH-LANGKAH PRAKTIKUM:
1. Bukalah program Packet Tracer 5.2
2. Buatlah jaringan seperti gambar di bawah ini:

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 47


3. Lakukan konfigurasi IP address dengan aturan:
Untuk Switch pertama: Untuk Switch ketiga:
Gateway : 10.0.0.254 Gateway : 172.16.0.254
Subnet Mask : 255.255.255.0 Subnet Mask : 255.255.255.0
PC 1 IP address : 10.0.0.1 PC 7 IP address : 172.16.0.1
PC 2 IP address : 10.0.0.2 PC 8 IP address : 172.16.0.2
PC 3 IP address : 10.0.0.3 PC 9 IP address : 172.16.0.3

Untuk Switch kedua: Untuk Switch keempat:


Gateway : 192.168.0.254 Gateway : 11.0.0.254
Subnet Mask : 255.255.255.0 Subnet Mask : 255.255.255.0
PC 4 IP address : 192.168.0.1 PC 10 IP address : 11.0.0.1
PC 5 IP address : 192.168.0.2 PC 11 IP address : 11.0.0.2
PC 6 IP address : 192.168.0.3 PC 12 IP address : 11.0.0.3

4. Untuk mengecek koneksi jaringan, pilih menu Command Prompt pada salah satu PC,
kemudian ketik: ping <spasi> alamat IP yang dituju. Contoh: pada PC 1 ketik ping
11.0.0.1 pada menu command prompt
5. jika tertulis reply maka koneksi jaringan berhasil, jika tertulis request timed out maka
koneksi belum berhasil, periksalah kembali konfigurasi IP address.
LATIHAN

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 48


JOBSHEET 15
MEMBANGUN JARINGAN WIRELES

A. TUJUAN
Siswa mampu menjelaskan teknologi pada jaringan WAN dan

B. KESELAMATAN KERJA
Menggunakan alat dan bahan sesuai dengan fungsinya

C. ALAT DAN BAHAN


1. Laptop
2. Access Point LinkSys WRT54G
3. USB WLAN TP-link/ D-link
4. Kabel UTP straighthrough 20 meter
5. Packet Tracer

D. GAMBAR KERJA

AKSES POIN

PC Client 1
PC Client 2

`
`
INFRASTRUKTUR

E. LANGKAH KERJA

Konfigurasi Acces Point


1. Persiapkan alat dan bahan berupa Laptop, acces point, dan kabel jaringan Straight.
2. Hubungkan Wireless Access Point dengan daya, kemudian hubungkan dengan computer
menggunakan kabel UTP Straight.
3. Buka Browser, ketikan 192.168.1.254 maka akan muncul seperti dibawah ini

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 42


4. Masukan usernya : admin & passwordnya : admin
5. akan muncul, maka settinglah
6. pilih Static IP
7. Masukan IP ADDRESS yang didapat dari ISP nya….
8. Router name : ini nama alat router ini yang akan dibaca oleh PC Client, buat namanya.
9. Local IP Address : pilih default aja 192. 168.1 .254 subnet 255. 255.255.0, pilih DHCP,
Starting IP Address buat aja : 192.168.1.100., maximum number DHCP user :
tergantung dari berapa jumlah komputer yang akan terkoneksi, misalnya ada 8 PC berarti
isi dikolom ini 8
10. Tekan save setting
Memasang USB WLAN pada PC client 1
1. Masukkan USB WLAN pada port USB yang tidak terpakai
2. Amati proses deteksi USB device dan instalasi driver jika diperlukan
3. Buka Control Panel | Network Connections
4. Klik kanan ikon wireless network connection dan pilih “properties
5. Muncul jendela wireless network connection properties
6. Berikan IP address 192.168.0.2 dan subnet mask 255.255.255.0 di menu “Internet
Protocol (TCP/IP) | OK
7. Beralih ke jendela “Wireless Network” | klik “View wireless networks”
8. Muncul jendela deteksi sinyal wifi, tunggu sesaat sampai muncul SSID dari Access
Point yang bernama “nama siswa” | klik tombol “Connect”
9. Indikator keberhasilan koneksi PC client 1 ke Access Point jika ada status “connected”
di sudut kanan atas sinyal SSID.
10. Ceklah koneksi Access Pont, PC client menggunakan perintah “ping”

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 43


F. TABEL KERJA
Berilah Tanda cek / centang () pada kolom connect jika hubungan antar PC ada, dan not
connect jika tidak ada hubungan antara PC tersebut.

No. Test Connection Connect Not Connect Problem


1 PC 1 to Access Point
2 PC 2 to Access Point
3 PC 1 to PC 2
4 PC 2 to PC 1
Timer (Waktu)
1. Move off : waktu dimana pekerjaan mulai dikerjakan dengan format (hh:mm)
2. Server : waktu dimana pekerjaan diakhiri dengan format (hh:mm)
3. Note : Masalah yang terjadi saat praktik

Berilah Tanda cek / centang () pada kolom yang telah disediakan.

No JOBSHEET Move off Server Problem


(Mulai Bergerak) (Mengakhiri) (Masalah)
1 Setting Access Point
2 Memasang USB wlan di PC client 1
3 Instalasi driver USB WLAN
4 Setting IP address PC client 1 dan koneksi
5 Memasang USB wlan di PC client 1
6 Instalasi driver USB WLAN
7 Setting IP address PC client 2 dan koneksi
8 Test Koneksi PC client 1 ke Access Point
9 Test Koneksi PC client 2 ke Access Point
10 Test Koneksi PC client 1 ke PC client 2
11 Test Koneksi PC client 2 ke PC client 1

G. EVALUASI
a. Apa penyebab PC 1 dengan Access Point tidak bisa konek ?
b. Apa penyebab PC 2 dengan Access Point tidak bisa konek ?
c. Apa penyebab PC 1 dengan PC 2 tidak bisa konek ?

H. PERTANYAAN :
1. Apa pengertian dari Access Point server ?
2. Apa kelebihan dengan Access Point ?
3. Apa Perbedaan jaringan Wifi dengan jaringan kabel ?
4. Sebutkan apa kelemahan dari jaringan wifi ?
5. Sebutkan system keamanan pada accees point?

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 44


JOBSHEET 16
UJIAN SEMESTER
1. Bukalah program Packet Tracer 5.0
2. Buatlah seperti gambar berikut
3. Hubungkan masing-masing device seperti gambar di bawah ini:

4. Mengkoneksikan Access Point dengan salah satu PC client menggunakan kabel UTP straigh
5. Pasang kabel UTP pada port ethernet
6. Setting IP address port ethernet PC menyesuaikan dengan IP address Access Point.
7. Kirimkan Paket dari PC0 ke PC7 dan dari server ke PC 3

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 45


JOBSHEET SEMESTER 2

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 46


JOBSHEET 1
INSTALASI WIN 2003 SERVER

A. TUJUAN
Siswa mampu menginstal windows 2003 server

B. KESELAMATAN KERJA

1. Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.


2. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan belajar.
3. Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung terkoneksi dengan baik.
4. Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan elektromagnetik di dekat
komputer (magnet, handphone, dan sebagainya).
5. Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.6) Setelah selesai, matikan
komputer dengan benar.

C. ALAT DAN BAHAN :


1. 1 unit komputer dengan hard disk yang masih kosong
2. CD Master windows 2003 server (2 CD)

D. DASAR TEORI

Sistem operasi merupakan penghubung antara pengguna komputer dengan perangkat keras
komputer. Pengertian sistem operasi secara umum adalah suatu pengelola seluruh sumber-daya
yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan layanan kepemakai sehingga
memudahkan penggunaan dan pemanfaatan sumber daya sistem komputer. Sistem operasi
jaringan atau sistem operasi komputer yang dipakai sebagai server dalam jaringan komputer
hampir mirip dengan sistem operasi komputer stand alone, bedanya hanya pada sistem operasi
jaringan, salah satu komputer harus bertindak sebagai server bagi komputer lainnya. Sistem
operasi dalam jaringan disamping berfungsi untuk mengelola sumber daya dirinya sendiri juga
untuk mengelola sumber daya komputer lain yang tergabung dalam jaringan. Sistem operasi
harus diinstal ke dalam komputer agar dapat berfungsi dengan baik.
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 47
Windows Server 2003 Serial Number
JCDPY-8M2V9-BR862-KH9XB-HJ3HM, JCBPD-YMX9T-G34HP-PTDWM-CDBQY,
JB94R-RDRMF-BR67T-Q8RX6-2MDHM, JCBP6-9D7HT-HGBGB-HMB39-4QGBB,
JCGTT-VF8FF-4DQCX-KVBBH-2QKVM, JB88F-WT2Q3-DPXTT-Y8GHG-7YYQY

E. LANGKAH KERJA
Instalasi Windows Server 2003 mengggunakan master CD dalah sebagai berikut :
1. Pastikan komputer anda sudah terpasang CD-ROM dan Booting awal komputer
tersebut dimulai melalui CD-ROM.
2. Masukan master CD Windows Server 2003 ke dalam CD-ROM anda, kemudian
komputer restart komputer anda.
3. Komputer akan melakukan proses Booting melalui CD-ROM anda yang telah berisi
CD master Windows Server 2003.
4. Ikuti petunjuk instalasi seperti yang telah dijelaskan di atas
5. Lakukan instalasi sesuai dengan prosedur yang telah dijelaskan
6. Matikan komputer dengan benar setelah selesai melakukan proses instalasi.

F. TUGAS
1. Jelaskan per istilahan dari Troubleshooting, Software, Sistem Operasi, User friendly,
Booting, Bootable CD, Setup, GUI dan CLI
2. Sistem komputer pada dasarnya terdiri dari empat komponen utama, sebutkan !
3. Sistem operasi mempunyai tiga sasaran utama, sebut dan jelaskan !
4. Sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, dan dibagi kedalam empat
generasi, sebutkan dan jelaskan dari perkembanganan tersebut !
5. Sebutkan Jenis-jenis System Operasi GUI dan CLI !
6. Sebutkan jenis-jenis sistem operasi berdasarkan layananan (interface) terhadap
pengguna, beserta contohnya!
7. Hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum instalasi, sehingga tidak
menyebabkan kesalahan/error selama proses instalasi? Jelaskan secara singkat!
8. Bagaimana cara menjalankan setup/sistyem operasi GUI melaui DOS!
9. Apa yang dimaksud dengan serial number dalam proses instalasi!

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 48


10. Dalam sistem komputer dikenal istilah driver, apakah yang dimaksud dengan driver
tersebut?
11. Jelaskan kelebihan system operasi windows.
12. Jelaskan kelebihan system operasi Linux.
13. Jelaskan macam-macam metode Instalasi system operasi.
14. Jelaskan mengenai konfigurasi mengenai DHCP.
15. Sebutkan macam sistem operasi yang dapat digunakan dalam jaringan komputer baik
sebagai server maupun sebagai work station !
16. Bagaimana pendapat anda dengan pengembangan sistem operasi Open Source ?
17. Bagaimana cara anda mengetahui spesifikasi hardware anda jika buku manual tidak
ada !
18. Sistem operasi yang dapat digunakan dalam jaringan computer adalah :
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
19. Pendapat anda dengan pengembangan sistem operasi yang dikembangkan dengan
konsep Open Source adalah …………………………
............................................................................................................................................
............................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
20. Spesifikasi hardware dapat diketahui dari BIOS, adalah ……………………..
……………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 49


JOBSHEET 2
INSTALLASI & KONFIGURASI ACTIVE DIRECTORY

A. TUJUAN
Siswa mampu Installasi & Konfigurasi Active Directory

B. ALAT DAN BAHAN :


1 unit komputer dengan windows 2003 server

C. DASAR TEORI

Instalasi dan konfigurasi active directory adalah sesuatu yang penting yang harus anda
lakukan setalah anda selesai menginstall sebuah server windows 2000 server, dimana active
directory adalah merupakan wadah bagi kita untuk mengatur user user, group dan manajemen
organizational unit kita kendalikan dari sini sehingga fungsinya sangat penting bagi kita untuk
melakukan administrasi sebuah server dan client client nya, namun sebelum anda menginstall
active directory pastikan dahulu bahwa driver ethernet card pada server anda telah terinstall dan
server anda telah terhubung dengan hub / switch atau telah terkoneksi dalam sebuah lingkup
jaringan komputer, jika tidak maka windows akan memberikan peringatan bahwa active directory
belum bisa di install dikarenakan hal tsb diatas.

D. LANGKAH KERJA
Langkah langkah dibawah berikut ini:
1. klik start > program > administrative tools > configure your server
2. klik menu Active directory tekan scrolling ke bawah klik link start active directory klik
Next pilih option Domain controler for a new domain “karena kita akan membuat server
induk
3. Klik next pilih opsi create a new domain tree kemudian klik next pilih opsi create a new
forest of domain trees klik next tuliskan DNS name nya / nama server yang anda inginkan

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 50


4. Pada contoh ini saya menuliskan riset.it sebagai nama server saya, kemudian klik next
kemudian ketikan netbios namenya dengan nama yg sama
5. kemudian klk next maka tampil wizard database dan log location
6. biarkan saja pada lokasi defaultnya kemudian klik next yang akan menampilkan wizard
shared system volume biarkan pada lokasi default klik next
7. windows menampilkan dialog box yg menyarankan installasi dns serve klik saja ok
8. maka akan tampil wizard configure DNS
9. klik yes install and configure DNS on this computer kemudian klik next
10. pilih option permissions compatible with pre-windows 2000server, ini kita pilih jika kita
akan mengunakan versi windows dibawah windows 2000 profesional seperti windows 98
dab sejenisnya pada server, kemudian klik next ketikan password pada wizard active
directory installation kemudian klik next, kemudian akan tampil wizard konfirmasi dari
domain dan settingan database yang tadi kita buat, klik next utk melangkah ke menu
berikutnya
11. jika anda melihat tampilan wizard seperti dibawah ini maka tunggu lah sejenak sambil
menikmati minuman atau makanan ringannya, kalau ada, sambil menunggu windows
selesai melakukan konfigurasi active directory kita, klu gak ada jangan manyun yaa
hehehe : )
12. jika telah selesai maka akan tampil sebuah wizard yg menyatakan active directory telah
selesai diintsall
13. klik finish dan windows akan meminta anda utk merestart server maka klik restart now
agar windows membaca dan menyimpan konfigurasi yang telah kita bentuk. Selanjutnya
kita bisa memanajemen user user kita yang tergabung di dalam domain server. Untuk
manajemen user dan organizational unit anda bisa mengikuti tutorial pada artikel
berikutnya setelaha anda selesai mengkonfigurasi active directory anda.

E. TUGAS
1. Apa fungsi actif direktori
2. Bagaimana jika aktif direktori belum di instal dan di konfigurasi
3. Apa yang harus kita perhatikan dalam melakukan instalasi dan konfigurasi aktif direktori
4. Apa perbedaan installasi dan konfigurasi

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 51


JOBSHEET 3
MANAJEMEN USER DAN GROUP

A. TUJUAN
1. menjelaskan User Account dan Group Account,
2. membuat User Account,
3. membuat Group Account, dan
4. mengatur User Account dan Group Account.

B. ALAT DAN BAHAN


1. Dua set komputer
2. Satu buah switch atau hub
3. Kabel UTP dengan konektor RJ-45 bertipe straight through
4. Sistem Operasi Microsoft Windows Server 2003 (untuk PC Server)
5. Sistem Operasi Microsoft Windows XP (untuk PC Klien)

C. TEORI PENDAHULUAN
Setelah sistem operasi Windows Server 2003 selesai diinstalasi, pengguna telah
dibuatkan dua user dan beberapa group secara default. User yang telah disediakan adalah
Administrator dan Guest. User Administrator merupakan anggota dari group Administrators
yang berkuasa penuh atas manajemen jaringan, sedangkan user Guest adalah anggota dari
group Guest yang tidak memiliki kekuasaan seperti Administrators dan bahkan secara default
masih dinonaktifkan (disabled).
Untuk memberi hak akses berbagai sumberdaya jaringan kepada para pengguna, maka
harus dibuatkan user account dan group bagi tiap pengguna. Windows Server 2003 mengenali
seorang pengguna serta hak-hak yang dimilikinya berdasarkan user dan group yang terdapat di
Domain Controller. Representasi seorang pengguna dalam sebuah jaringan adalah user
account (untuk selanjutnya disebut account). Sebuah account biasanya diberi nama sesuai
dengan nama pengguna yang bersangkutan, atau dengan nama khusus sesuai dengan tujuan
dibuatnya account tersebut. Beberapa account dapat digabungkan dalam satu atau lebih group.
Fungsi group adalah menggolongkan account ke dalam kelompok-kelompok tertentu sesuai
dengan hak yang akan diberikan. Biasanya account yang berada dalam satu group memiliki hak
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 52
akses yang sama terhadap sumber daya jaringan tertentu. Dengan menggunakan group
tersebut maka pekerjaan administrator akan menjadi lebih mudah, karena hak akses cukup
diterapkan terhadap suatu group daripada harus menetapkan policy satu per satu untuk tiap
account. User account digunakan oleh pengguna untuk login ke domain Windows Server
2003 dalam jaringan. Berdasarkan ruang lingkupnya, user account dapat dibedakan menjadi 2
jenis, yaitu local user account dan domain user account.

LANGKAH KERJA

Fungsi Organizational Unit adalah untuk mengelompokan user berdasarkan divisi nya agar
lebih mudah dalam memanajemen user yang berada didalam nya. Sedangkan fungsi Group
Policy Object adalah memberikan batasan-batasan apa saja terhadap sumber daya hardware
dan software yang ada pada server berdasarkan organizational unit nya.
Untuk membuat OU dan GPO ikuti langkah berikut:
 Klik menu Start -Administratative Tools -Active Direktori User s and Computers.
 Klik kanan pada nama domain nya pilih New -Organizational Unit
 Pada Kotak dialog yang muncul isikan nama organisasi nya, misalnya Akunting.
 Klik OK.
 Buat user baru didalam OU Akunting, dengan melakukan klik kanan pada OU Akunting
pilih New . User.
 Klik kanan pada OU Akunting pilih Properties.
 Pada Accounting Properties , kemudian klik tab Group Policy.
 Klik tombol New, kemudian beri nama untuk GPO nya.
 Klik tombol Edit untuk mulai membuat GPO.
 Pada Group Policy Object Editor Anda dapat melakukan batasan apa saja terhadap
user yang berada diwah organisasi nya. Misalnya dalam hal ini untuk menghilangkan menu
run, memblokir program internet exprorer
 Untuk menghilangkan menu run, klik Administrative Templates - Star Menu and
Taskbar.
 Klik 2x pada Remove Run menu from Start Menu.
 Pilih Enabled untuk mengaktifkan konfigurasi.

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 53


 Klik Apply dan OK.
 Untuk memblokir program Internet Exprorer, klik Administrative Templates
+System.
 Klik 2 x pada Don’t run specified windows application.
 Klik pilihan Enabled dan klik tombol Show.
 Klik tombol Add untuk menambahkan program yang akan di blokir.
 Masukan nama programnya misalnya untuk Internet Exprorer maka nama file program nya
adalah Iexplore.exe
 Klik OK dan OK.
 Klik Apply dan OK.
 Tutup Group Policy Object Editor.
 Logoff komputer, seharusnya menu run tidak ada dan coba buka program internet Explorer
maka akan muncul pesan error.

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 54


JOBSHEET 4
DNS SERVER (DOMAIN NAME SERVICE)

A. TUJUAN
1. Mahasiswa dapat menginstall DNS Server
2. Mahasiswa dapat mengkonfigurasi DNS Server

B. PERALATAN
Komputer dengan OS Windows 2003 server

C. TEORI DASAR
Domain Name Server merupakan server yang melakukan penerjemahan dari nama domain atau
host menjadi IP address atau sebaliknya. Administrasi domain dibagi kedalam unit administrative yang
disebut dengan Zone. Zone terdiri dari domain maupun subdomain. Masing-masing zone akan ditangani
oleh suatu server yang disebut dengan name server. Zone yang menangani penerjemahan dari nama
domain ke IP Address disebut dengan forward look up zone, sedangkan zone yang menangani
penerjemahan dari IP Address ke nama domain atau host disebut reverse lookup zone. Domain merupakan
kumpulan komputer atau host di suatu jaringan. Misalnya domain support.Microsoft.com merupakan
kumpulan komputer divisi support Microsoft.

Domain dibagi menjadi 3 :

1. Root Level Domain


Merupakan domain level tertinggi di internet. Root dilambangkan dengan (.)

2. Top Level Domain


Top level domain ada beberapa dibagi berdasarkan jenisnya. TLD Generic : com,net,edu,gov,org,
dst, TLD Country : id, sg, my, uk, dst , TLD Khusus: arpa

3. Second Level Domain


Ada 2 Name Server yang menangani resolusi nama yaitu :

1. Primary Name Server : Server yang mengambil referensi nama langsung dari local database
2. Secondary Name Server : Server yang mengambil referensi dari Primary Name Server
Resource Record merupakan record yang terdapat dalam database DNS untuk menerjemah IP
address ke nama atau sebaliknya.

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 55


D. PERCOBAAN
1. Konfigurasi IP Address dan Name Server
Karena Pada percobaan ini terdiri dari 5 kelompok, maka pembagian IP address adalah sebagai
berikut :

1. Kelompok 1  Kelas A ( 100 ) dengan Nama Server “netlab1”


2. Kelompok 2  Kelas B ( 128 ) dengan Nama Server “netlab2”
3. Kelompok 3  Kelas C ( 192 ) dengan Nama Server “netlab3”
4. Kelompok 4  Kelas A ( 120 ) dengan Nama Server “netlab4”
5. Kelompok 5  Kelas B ( 172 ) dengan Nama Server “netlab5”

2. Installasi DNS Server


DNS server merupakan salah satu service di windows 2003 server yang dapat diinstallasi melalui
Windows Component di Add/Remove Programs yang ada di control panel

Start  Setting  Control Panel  Add/Remove Programs  windows component  Checklist “Domain Name Service”

3. Konfigurasi DNS Server


Untuk mengkonfigurasi DNS server ada beberapa hal yang harus anda kerjakan. Pertama adalah
melakukan konfigurasi reverse zone dan forward zone.

3.1 Reverse Zone


Yang harus dilakukan untuk mengkonfigurasi reverse zone ikuti langkah-langkah tersebut
dibawah ini :

1. Tampilkan kotak dialog DNS


2. Klik Kanan pada Reverse Lookup Zone di DNS console dan pilih new zone
3. Klik next pada layar New Zone Wizard
4. Pilih Primary Zone dan klik next
5. Masukkan network ID untuk reverse zone dan klik next
6. Pilih create a new file lalu klik next untuk melanjutkan
7. Pilih do not allow dynamic updates, klik next untuk melanjutkan
8. Klik finish untuk mengakhiri pekerjaan anda.
3.2 Forward Zone
Pada dasarnya pekerjaan anda untuk mendefenisikan forward zone hampir sama seperti
anda menentukan Reverse Zone. Adapaun langkah-langkahnya seperti berikut :

1. Tampilkan kotak dialog DNS dengan membuka DNS Console

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 56


2. Klik Kanan forward lookup zone dan pilih new zone
3. Klik next untuk melanjutkan
4. Pilih primary zone untuk zone type seperti gambar 3.3, kemudian klik next,
5. Masukkan nama zone, misalnya netlab.com kemudian klik next untuk melanjutkan
6. Pilih create a new file kemudian klik next
7. Pilih Do not allow dynamic updates kemudian klik next.
8. Klik finish untuk mengakhiri pekerjaan anda

4. Setting DNS Client


Untuk menjadi WINS Client masukkan IP Address DNS Server pada TCP/IP Properties.
Setelah itu masukkan IP address yang sesuai untuk client tersebut.

E. PENGETESAN
1. Cek pengalamatan IP dan Nama client dengan DNS Server pada console DNS server
apakah semuanya sudah terdaftar?
2. Setelah itu pengetesan terakhir adalah dengan melakukan Ping antar client dan client ke
server DNS-nya dengan cara :
1. Ping dengan menggunakan IP address
2. Ping dengan menggunakan Name Server (mis : Microsoft.com)

F. TUGAS
1. Bagaimana konsep DNS yang kamu ketahui dari Percobaan yang kamu lakukan ?
2. Apa yang dimaksud Reverse Lookup Zone dan Forward lookup Zone pada DNS server ?
3. Bagaimana Prinsip kerja nya DNS setelah kamu melakukan percobaan diatas?
4. Apa Kesimpulan dan saran kamu.

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 57


JOBSHEET 5
KONFIGURASI DHCP

A. TUJUAN
a. menjelaskan konsep DHCP,
b. membuat menginstal layanan DHCP pada Windows Server 2003, dan
c. mengkonfigurasi DHCP pada Windows Server 2003.

B. Peralatan dan Bahan


1) komputer sebagai server dan satu atau beberapa set komputer sebagai klien,
2) switch atau hub
3) Kabel UTP dengan konektor RJ-45 bertipe straight through
4) Sistem Operasi Microsoft Windows Server 2003 (untuk PC Server)
5) Sistem Operasi Microsoft Windows XP (untuk PC Klien)
6) CD Master Installer Windows Server 2003

C. DASAR TEORI
Ada dua jenis layanan DHCP, yaitu DHCP Server dan DHCP Client. Server DHCP
adalah komputer yang memberi layanan DHCP, sedangkan klien DHCP adalah komputer
yang meminta layanan DHCP. Klien DHCP terhubung pada sebuah server DHCP.
Konfigurasi TCP/IP yang diberikan oleh server DHCP kepada klien DHCP antara lain IP
address, gateway dan DNS server. IP address dipinjamkan kepada klien untuk masa tertentu
yang disebut lease period, bisa dalam hitungan hari, jam atau menit. DHCP Server hanya
terdapat pada Windows versi Server, sedangkan pada Windows Workstation hanya memiliki
layanan DHCP Client.
DHCP sangat berguna untuk mengirimkan konfigurasi jaringan kepada komputer klien
secara cepat. Kemudian, karena sifatnya yang terpusat, DHCP ini akan mempermudah System
Administrator untuk mengkonfigurasi dan mengendalikan jaringan komputer secara
keseluruhan. Di samping itu, dari sisi user, penggunaan DHCP ini juga akan mempermudah
pemakai jaringan komputer karena mereka tidak perlu repot untuk mengkonfigurasi jaringan
pada komputer yang digunakan.
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 58
D. LANGKAH KERJA
1. Instalasi Server DHCP
1) Nyalakan komputer server Anda, setelah masuk ke sistem operasi Windows Server
2003, loginlah sebagai Administrator.
2) Cek layanan DHCP pada menu Start > Administrative Tools. Jika telah ada
DHCP, berarti layanan DHCP telah terinstal. Jika belum ada, lakukan proses instalasi
3) Masukkan CD installer Windows Server 2003 ke drive CD ROM.
4) Klik menu Start > Control Panel > Add/Remove Programs.
5) Lalu klik Add/Remove Windows Components.
6) Pilih Networking Services lalu klik Details.
7) Beri tanda Cek pada Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) klik OK.
8) Klik Next untuk menginstal.
9) Setelah selesai, klik Finish.

2. Konfigurasi Server DHCP


1) Pada komputer server, Klik Start > Administrative Tools > DHCP.
2) Klik-kanan nama server Anda (misalnya server1.com) lalu pilih New Scope.
3) Pada jendela New Scope Wizard klik Next untuk melanjutkan.
4) Pada Scope Name, isikan Name: (misalnya DHCP1) dan Description: (misalnya
DHCP Server 1) lalu klik Next.
5) Pada IP Address Range, isikan range IP address yang akan diberikan ke klien.
Isikan Start IP Address: 192.168.1.10 dan End IP Address: 192.168.1.20. Biarkan
subnet mask berisi nilai default, lalu klik Next.
6) Pada Add Exclusions, isikan range IP address yang tidak akan diberikan ke klien.
Isikan Start IP Address: 192.168.1.15 dan End IP Address: 192.168.1.17, lalu
klik Add. Setelah range IP address masuk ke box Excluded address range:, klik
Next.
7) Pada Lease Duration, isikan durasi pemberian IP Address ke klien. Isikan Days:
0, Hours: 1 dan Minutes: 0, lalu klik Next.
8) Pada Configure DHCP Options, pilih No, I will configure these options later lalu
klik Next.
9) Pada Completing the New Scope Wizard, klik Finish.
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 59
3. Activasi dan Otorisasi Server DHCP
1) Buka jendela DHCP (Start > Administrative Tools > DHCP).
2) Untuk mengaktifkan scope, klik-kanan pada Scope [192.168.x.0] DHCPx lalu klik
Activate. Setelah aktif, indikator merah akan hilang.
3) Untuk melakukan otorisasi layanan DHCP, klik-kanan nama server (misalnya
server1.com) lalu pilih Authorize. Setelah ter-otorisasi, indikator merah akan berubah
menjadi hijau. Lakukan refresh bila perlu (Action > refresh).

4. Konfigurasi Klien DHCP


1) Hubungkan komputer klien dan server melalui switch menggunakan kabel UTP.
2) Pada klien, buka jendela Network Connections (Start > Control Panel > Network
Connections).
3) Klik-kanan pada Local Area Connection, pilih Properties.
4) Pada jendela Local Area Connection Properties, klik Internet Protocol (TCP/IP)
lalu klik Properties.
5) Pada jendela Protocol (TCP/IP) klik Obtain an IP address atomatically dan
Obtain DNS server address automatically.

E. LEMBAR KERJA

Isilah Lembar Kerja ini sesuai Langkah Kerja yang Anda lakukan!
Saat komputer Anda menjadi Server!
1. Range IP Address = ......................................................................
2. Range Excluded Address = .....................................................................
Data-data Klien DHCP:

IP ADDRESS NAMA KLIEN WAKTU SELESAI

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 60


Buatlah 4 komputer ke dalam satu jaringan, dengan salah satu berperan sebagai server
(Windows Server 2003) dan komputer lainnya menjadi klien (Windows XP).
1. Pada server (contoh SERVER1), buat konfigurasi sebagai berikut:

Range IP Address : 192.168.1.10


Durasi sewa : 1 jam
Data Klien DHCP

IP ADDRESS NAMA KLIEN WAKTU SELESAI

Pada setiap Klien, cek nilai IP Address dengan perintah baris (command prompt)
ipconfig /all. Apakah nilainya sama dengan data di server?
2. Pada server yang lain (contoh SERVER2), buat konfigurasi sebagai berikut:
Range IP Address : 192.168.2.10 – 192.168.2.20
Durasi sewa : 1 menit
Cek IP address di setiap klien dengan ipconfig /all, lalu bandingkan nilainya dengan data di
server. Apakah sama?
Pada server jalankan perintah baris ping ke setiap klien (misal: ping -t 192.168.2.10) dan
sebaliknya pada setiap klien j alankan ping ke server (misal: ping -t 192.168.2.1) untuk
menguji koneksi klien-server. Apakah koneksi sempat terputus setelah satu menit?
Cek IP address klien (baik di klien maupun di server) setelah durasi satu menit. Apakah
ada perbedaan?
3. Pada server yang lain lagi (contoh SERVER3), buat konfigurasi sebagai
berikut: Range IP Address : 192.168.3.10 – 192.168.3.11
Durasi sewa : 1 menit

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 61


JOBSHEET 6
WEB SERVER

A. TUJUAN
Siswa mampu menginstal webserver di windows 2003 server

B. ALAT DAN BAHAN :


Komputer yang sudah terinstal win2003 server

C. DASAR TEORI
Server web adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan
HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali
hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML. Server
web yang terkenal diantaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service(IIS).
Apache merupakan server web antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di sistem
operasi Windows. Di Windows 2003 terdapat web server yang terletak pada bagian Internet
Information Service. IIS tersebut tidaklah diinstall secara default. Namun untuk menginstallnya
anda bisa mengikuti langkah – langkah pada postingan ini.

D. LANGKAH KERJA
Untuk membangun Web server, maka ikuti langkah berikut.
1. Klik tombol start lalu control panel. Klik Add or Remove Programs.
2. Klik Add/Remove Windows Components pada bagian kiri. Masukkan CD Installasi
Windows 2003 Server anda.
3. Kemudian Cari Applicarion Sever. Klik Application Server tersebut lalu klik tombol
Details.
4. Klik Internet Information Services (IIS) dan klik Details.
5. Checklist Internet Information Service Manager, FrontPage 2002 Server Extensions, dan
Common Files. Kemudian Klik OK. Klik OK lagi sampai ke jendela pertama. Klik Next
untuk memulai Installasi.
6. Maka proses installasi akan berlangung.
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 62
7. Jika sudah, klik Finish.
8. Kemdian klik tombol starts lalu administrative tools. Klik Internet Information Services
(IIS) Manager.
9. Maka jendela baru akan keluar.
10. Pada bagian kiri terdapat folder Web Sites. Klik kanan lalu new dan klik Web Site.
11. Maka jendela baru akan keluar. Kita akan memulai proses pembuatan web site. Klik Next.
12. Pada description tuliskan deskripsi website anda. Jika sudah klik next.
13. Kemudian ketikan IP address untuk mengakses web site tersebut. Gunakan saja ip
komputer server yang sedang anda gunakan jika anda kurang mengerti. Lalu biarkan saja
port berisi 80. pada host header ketikan alamat domain jika ada. Kemudian klik Next.
14. Pilih lokasi file web site anda. Jika sudah klik next.
15. Checklist Read, Run Script, dan Browse. Lalu klik Next.
16. Maka anda telah sukses membuat web site. Namun belum ada isinya. Klik Finish.
17. Secera otomatis pada bagian kiri akan ada nama deskripsi web site yang anda buat tadi.
18. Klik kanan lalu properties pada deskripsi web site yang anda buat tadi
19. Maka jendela baru akan keluar. Klik tab Documents
20. Cek terlebih dahulu, apakah index.html sudah dibuat? Jika belum. Klik tombol Add untuk
menambahkan file default web site anda. File default ini akan secara otomatis terbuka
tanpa mengetikkan nama file tersebut di web browser.
21. Ketikkan index.html lalu OK.
22. Sekarang buka explorer. Masuk ke tempat dimana anda menyimpan file web site anda.
23. Klik kanan dan buat file baru berupa text document.
24. Rename file tersebut menjadi index.html
25. Klik saja yes untuk mengeubah nama file tersebut.
26. Kemudian icon akan otomatis berubah menjadi icon internet explorer. Klik kanan dan
Open with Notepad.
27. Masukkan beberapa tag html sepeti gambar di atas. File ini akan digunakan untuk
mengetes apakah web site yang anda buat jalan atau tidak? Jika sudah save.
28. Buka web browser anda. Ketikkan alamat web site yang telah anda tetapkan tadi di
address bar. Jika berhasil maka tampilan akan seperti berikut. Atau tergantung dari tag
html yang berada di file index.html yang anda buat tadi

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 63


JOBSHEET 7
FTP SERVER

A. TUJUAN
Siswa mampu menginstal FTP server

B. ALAT DAN BAHAN :


Komputer yang sudah terinstal win2003 server

C. DASAR TEORI
File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar
file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam
FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk
tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP
client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar
menukar file (mengupload atau mendownload file). Tujuan FTP server adalah sebagai berikut,
Untuk men-sharing data, Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer, Untuk
menyediakan teempat penyimpanan bagi user dan Untuk menyediakan transfer data yang reliable
dan efisien.

D. LANGKAH KERJA
1. Langkah awal kita klik START -> Control Panel -> Add or Remove Program
2. Setelah itu pilih Add/Remove Windows Component pada gambar kiri bawah menu
Add/Remove Program. Setelah itu kita pilih Aplication Server dan klik detail
3. Setelah itu kita pilih Internet Information Servise (IIS) klik detail dan pilih File Transfer
Protocol (FTP) Service.
4. Setelah itu kita ok dan next-next saja samapai finish:
5. Nah dengan demikian baru saja kita selesai menginstal FTP di Windows Server 2003.
6. Selanjutanya kita mengkonfigurasinya agar bisa kita gunakan untuk sharing file.
7. Pertama kita buka START -> ADMINISTRATIVE TOOL -> INTERNET
INFORMATION SERVICE (IIS) MANAGER
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 64
8. setelah ini muncul gambar seperti di bawah ini isikan description share yang anda mau
saya mencontohkan dengan Share4All.
9. Selanjutanya jika kita akan mengkonfigurasi port FTP default bisa kita next saja namun
jika anda mau memberikan portnya silahkan saja sesuai keinginan anda asal jangan
bentrok dengan port yang sudah ada.
10. Berikutnya kita akan dihadapkan dengan 3 pilihan yaitu :
1. Do not isolate users
2. isolate users
3. isolate users using active directory
11. Pilihan pertama maksudnya adalah user bisa mengakses di semua folder yang kita buat.
Pilihan yang kedua user harus masuk melalui root directory. Pilihan ketiga untuk
12. masuk ke FTP directory user harus sesuai dengan user yang terdapat pada Active
Directory. Untuk kali ini saya pilih yang pertama agar kita bisa menggunakan file
directory yang kita buat seperti gambar berikut :
13. Selanjutnya kita buat folder sebagai FTP yang akan kita gunakan dengan memberikan hak
user akses untuk user yang boleh menambahkan dan menghapus juga dengan everyone
dengan hak yang diperlukan tentunya. Pada gambar di bawah ini kita arahkan ke folder
yang baru saja kita buat tersebut seperti gambar berikut.
14. Setelah itu muncul gambar yang akan menanyakan permision yang kita berikan untuk hak
akses pada FTP site tersebut.
15. Setelah itu kita next aja hingga finish dan selesai sudah proses instalasi dan konfigurasi
kita.
16. Selamat anda telah berhasil melakukan penginstalan serta konfigurasi. Jangan lupa untuk
menonaktifkan service yang default atau menghapusnya juga tidak apa. Setelah itu
silahkan di coba di browser anda dengan FTP://ipserver/
17. Mungkin untuk sekarang hanya itu ilmu yang bisa saya sharing jika ada yang kurang jelas
bisa di tanyakan secara langsung kalau bisa saya jawab insya allah akan saya jawab secara
langsung. Kurang lebihnya saya mohon maaf.

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 65


JOBSHEET 7
MAIL SERVER

A. TUJUAN
Siswa mampu menginstal windows 2003 server

B. ALAT DAN BAHAN :


Komputer yang sudah terinstal win2003 server

C. DASAR TEORI

E-Mail atau electronic mail merupakan layanan yang utama di internet selain web.
Windows 2003 menyediakan service e-mail tanpa harus menggunakan software khusus
seperti Microsoft Exchange. E-Mail service di Windows 2003 Server mendukung 2 protokol
utama yaitu POP3 (Post Office Protocol version 3) digunakan untuk mengambil e-mail diserver
yang bekerja di Port TCP 110 dan SMTP (Simple Mail Transfer Protokol) digunakan untuk
mengirim e-mail ke tujuan yang bekerja di port TCP 25. Untuk mengirim e-mail ke suatu
tujuan maka kita memerlukan e-mail Address. Adapun E-Mail Address Mempunyai Format
namaanda@domain

D. LANGKAH KERJA
Konfigurasi Mail Server Windows 2003 Server
1. Pertama kita masukkan CD Windows Server 2003 pada CD-ROM
2. Mulai dengan klik start menu Lalu pilih “Control Panel” Kemudian pilih “add or remove
programs” Setelah itu pilih “add or remove windows components”
6. Pada windows components beri tanda centang pada “E-mail Services” Tunggu beberapa
saat ketika pengcopyan. Setelah itu klik Finish
8. Setelah diinstall, klik Start Menu à Administrative Tools à POP3 Service
9. Setelah itu klik kanan pada jendela POP3 service, kemudain klik properties
10. Pada jendela server Properties beri tanda centang pada “Require Secure Password… dan
Create an Associated…”, untuk menambah keamanan komunikasi antara e-mail server
Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 66
dan e-mail client. Serta setiap anda membuat kotak surat baru, maka akan dibuatkan user
sesuai dengan nama kotak surat yang anda buat. Lalu klik OK untuk mengakhiri
konfigurasi POP3 Service
11. Setelah itu buat domain pada POP3 yang sama dengan nama domain server.
12. Kemudian klik Add Mailbox pada kotak dialog sebelah kanan untuk membuat mailbox
13. Buat 2 nama mailbox beserta passwordnya.
14. Untuk mengetes klik Start Menu à All Programs à Outlook Express
15. Pada Outlook Express pilih Tools à Account… untuk membuat account
16. Setelah tampil Internet accounts, klik Add untuk membuat email baru
17. Kemudian tampil jendela your name, kita diminta tentukan nama pada mailbox penerima
email. Contoh Display name : smktkj Setelah itu next
18. Pada wizard à internet email address ketik alamat email yang sama dengan nama
emailbox sebelumnya. Contoh :E-mail address : smktkj@palembang.com Setelah itu next
19. kemudian diminta untuk menetnukan incoming mail (POP3, IMAP or HTTP) server dan
outgoing mail (SMTP) server diisi dengan nama domail server kita. Contoh :
· Incoming mail… : www. palembang.com
· Outgoing mail… : www. palembang.com Klik next
20. Pada jendela internet mail logon. Dibagian account name isi dengan nama mailbox alamat
email yang telah ditentukan sebelumnya. Masukkan password sesuai dengan password
mailbox account. Setelah itu klik Finish.
22. Lakukan hal yang sama pada computer client anda untuk mengetes jalannya mail server.
23. Agar terdapat perbedaan, klik kanan pada email www.boss.com dan www.boss.com[1]
24. Untuk mengetes mail server buka program Outlook express
25. Klik Toolbar, Create Mail untuk membuat surat yang akan dikirimkan
26. Pada jendela message, isi datanya seperti contoh berikut
· To : alif@ palembang.com (isikan dengan alamat email tujuan)
· Cc : (isikan dengan alamat email lainnya akan menerima email kiriman anda)
· Subject : (isikan dengan perihal dari email kita)
27. Setelah itu buatlah pesan sesuai keinginan kita. Kemudian klik tombol “send”.
28. Untuk melihat email yang telah dikirim, klik folder Sent items.
29. Jika tidak ada masalah, pesan tadi akan tersampaikan pada computer client.

Praktikum Jarkom - Yanto, M.Kom | 67