Anda di halaman 1dari 4

A.

Hemoglobin
Nama Hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin. Heme adalah
gugus prostetik yang terdiri dari atom besi, sedang globin adalah protein yang dipecah
menjadi asam amino. Hemoglobin terdapat dalam sel-sel darah merah dan merupakan
pigmen pemberi warna merah sekaligus pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh sel-
sel tubuh.Setiap orang harus memiliki sekitar 15 gram hemoglobin per 100 ml darah dan
jumlah darah sekitar lima juta sel darah merah per millimeter darah. Hemoglobin dapat
diukur secara kimia dan jumlah Hb/100 ml darah dapat digunakan sebagai indek
kapasitas pembawa oksigen pada darah.

Gambar.1 : Gugus Heme

Kekurangan Hemoglobin menyebabkan terjadinya anemia, yang ditandai dengan


gejala kelelahan, sesak napas, pucat dan pusing. Kelebihan Hemoglobin akan
menyebabkan terjadinya kekentalan darah jika kadarnya sekitar 18-19 gr/ml yang dapat
mengakibatkan stroke. Kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh tersedianya oksigen
pada tempat tinggal, misalnya Hb meningkat pada orang yang tinggal di tempat yang
tinggi dari permukaan laut. Selain itu, Hb juga dipengaruhi oleh posisi pasien (berdiri,
berbaring), variasi diurnal (tertinggi pagi hari) (detikhealt, 2011).

Kadar hemoglobin adalah ukuran pigmen respiratorik dalam butiran-butiran darah


merah (Costill,1998). Jumlah hemoglobin dalam darah normal kira-kira 15 gram setiap
100 ml darah dan jumlah ini biasanya disebut “100%” (Evelyn,2009). Batas normal nilai
hemoglobin untuk seseorang sukar ditentukan karena kadar hemoglobin bervariasi
diantara setiap suku bangsa. Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin juga dapat dipengaruhi
oleh peralatan pemeriksaan yang dipergunakan. Antara cara sahli yang sederhana dengan
cara yang lebih modern dengan alat fotometer tentu akan ada perbedaan hasil yang
ditampilkan. Namun demikian WHO telah menetapkan batas kadar hemoglobin normal
berdasarkan umur dan jenis kelamin (WHO dalam Arisman,2002).

Gambar.2 Tabel Batas Kadar Hemoglobin


Kelompok Umur Batas Nilai Hemoglobin (gr/dL)
Wanita Dewasa 12.0

Ibu Hamil 11.0


Sumber : WHO dalam Arisman 2002

Hemoglobin adalah metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi


dalam sel merah dalam darah mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin adalah suatu
protein dalam sel darah merah yang mengantarkan oksigen dari paru-paru ke jaringan di
seluruh tubuh dan mengambil karbondioksida dari jaringan tersebut dibawa ke paru untuk
dibuang ke udara bebas ( Evelyn, 2000 ).
Kapasitas hemoglobin untuk mengikat oksigen bergantung pada keberadaan
gugus prastitik yang disebut heme. Gugus heme yang menyebabkan darah berwarna
merah. Gugus heme terdiri dari komponen anorganik dan pusat atom besi. Komponen
organik yang disebut protoporfirin terbentuk dari empat cincin pirol yang dihubungkan
oleh jembatan meterna membentuk cincin tetra pirol. Empat gugus mitral dan gugus vinil
dan dua sisi rantai propionol terpasang pada cincin ini ( Nelson dan Cox, 2005 ).
Hemoglobin juga berperan penting dalam mempertahankan bentuk sel darah yang
bikonkaf, jika terjadi gangguan pada bentuk sel darah ini, maka keluwesan sel darah
merah dalam melewati kapiler jadi kurang maksimal. Hal inilah yang menjadi alasan
mengapa kekurangan zat besi bisa mengakibatkan anemia.
Jika nilainya kurang dari nilai diatas bisa dikatakan anemia, dan apabila nilainya
kelebihan akan mengakibatkan polinemis( Evelyn, 2000 ).
Gambar.3 : Struktur 3 dimensi Hemoglobin. ( Mc.Kee T dan Mc.Kee JR,2004 )

Hemoglobin di dalam darah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan


tubuh dan membawa kembali karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk di
keluarkan dari tubuh.
Menurut Depkes RI adapun manfaat hemoglobin antara lain :
1. Mengatur pertukaran oksigen dengan karbondioksida di dalam jaringanjaringan tubuh.
2. Mengambil oksigen dari paru-paru kemudian dibawa ke seluruh jaringanjaringan tubuh
untuk dipakai sebagai bahan bakar.
3. Membawa karbondioksida dari jaringan-jaringan tubuh sebagai hasil metabolisme ke
paru-paru untuk di buang.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kadar hemoglobin adalah :


1. Kecukupan Besi dalam tubuh
Menurut Parakkasi, Besi dibutuhkan untuk produksi hemoglobin, sehingga anemia gizi
besi akan menyebabkan terbentuknya sel darah merah yang lebih kecil dan kandungan
hemoglobin yang rendah. Besi juga merupakan mikronutrien essensil dalam
memproduksi hemoglobin yang berfungsi mengantar oksigen dari paru-paru ke jaringan
tubuh, untuk diekskresikan ke dalam udara pernafasan, sitokrom, dan komponen lain
pada sistem enzim pernafasan seperti sitokrom oksidase, katalase, dan peroksidase.
2. Metabolisme Besi dalam tubuh
Menurut Wirakusumah, Besi yang terdapat di dalam tubuh orang dewasa sehat berjumlah
lebih dari 4 gram. Besi tersebut berada di dalam sel-sel darah merah atau hemoglobin
(lebih dari 2,5g). Metabolisme besi dalam tubuh terdiri dari proses absorpsi,
pengangkutan, pemanfaatan, penyimpanan dan pengeluaran (Zarianis, 2006).
Terdapat berbagai cara untuk menetapkan kadar hemoglobin tetapi yang sering
dikerjakan di laboratorium adalah yang berdasarkan kolorimeterik visual cara Sahli dan
fotoelektrik cara sianmethemoglobin atau hemiglobinsianida. Cara Sahli kurang baik,
karena tidak semua macam hemoglobin diubah menjadi hematin asam misalnya karboksi-
hemoglobin, methemoglobin dan sulfhemoglobin. Selain itu alat untuk pemeriksaan
hemoglobin cara Sahli tidak dapat distandarkan, sehingga ketelitian yang dapat dicapai
hanya ±10% (Fransisca D.K.,2010).
Cara sianmethemoglobin adalah cara yang dianjurkan untuk penetapan kadar
hemoglobin di laboratorium karena larutan standar sianmethemoglobin sifatnya stabil,
mudah diperoleh dan pada cara ini hampir semua hemoglobin terukur kecuali
sulfhemoglobin. Pada cara ini ketelitian yang dapat dicapai ± 2% ( Darma, 2008 ).
Dengan berkembangnya teknologi alat kesehatan yang semakin canggih selain
kedua cara pemeriksaan tersebut, kini telah banyak digunakan pemeriksaan darah
lengkap dengan menggunakan alat otomatik yang di kenal dengan nama hematology
analyser. Berhubung ketelitian masing-masing cara berbeda, untuk penilaian hasil
sebaiknya diketahui cara mana yang dipakai. Nilai rujukan kadar hemoglobin tergantung
dari umur dan jenis kelamin.

Link = http://digilib.unimus.ac.id/download.php?id=11301