Anda di halaman 1dari 27

MODUL PERKULIAHAN

Microsoft
Windows 2010
Teori dan fungsi beserta
shortcut yang digunakan
dalam MS Excel 2010

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

09
MKCU MKCU 90001 Hanna Yunita, ST.,MKom

Abstract Kompetensi
Teori dan fungsi yang ada dalam MS Mahasiswa mampu memahami teori
Excel 2010 serta fungsi yang ada untuk
melakukan aktifitas yang
berhubungan dengan MS Excel 2010
2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning
2 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Microsoft Excel 2010
Membangun Rumus dan Fungsi

Dalam dunia kerja, terutama dalam pengolahan data angka, Ms. Excel merupakan
salah satu programspreadsheet yang cukup dikenal banyak kalangan, terutama
pengolahan data untuk memaksimalkan fasilitas fungsi yang disediakan oleh
Ms.Excel. fungsi-fungsi ini dikelompokkan dalam beberapa kelompok untuk
menyesuainkan jenis data yang dapat di olah. Microsoft Excel 2010 memiliki fungsi-
fungsi yang hampir sama dengann fungsi-fungsi dalam Ms.Excel versi sebelumnya,
diantaranya fungsi Automatic, Text, Logical, Database, dan lain sebagainya.
1. Prosedur Penulisan Rumus dan Fungsi
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum Anda membangun
sebuah rumus dan fungsi pada Ms.Excel. Beberapa hal dasar tersebut akan
sangat menentukan hasil yang didapat dalam penulisan rumus Ms.Excel. hal
ini dikarenakan penulisan rumus diperlukan ketelitian yang cukup besar.
Sebagai contoh, setiap awal penulisan rumus dalam Ms.Excel harus dimulai
dengan tanda sama dengan ( = ) ataupun plus (+). Contoh lain penulisan
tanda kutip/petik ganda (“), yang digunakan untuk mengapit data yang bertipe
teks. Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan tanda ini, maka
kemungkinan hasil perhitungan yang didapat tidak akan muncul.
 Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan rumus dan fungsi
Berikut adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan dalam penulisan
rumus:
 Setiap rumus harus dawali dengan tanda sama dengan (=) atau tanda
plus (+)
 Antara sel data dengan syarat yang diitentukan harus menggunakan
operator pembanding. Berikut adalah tabel daftar operator matematika
dan operator pembanding
Tabel 5.1: Operator matematika dan operator pembanding
Operator Keterangan Contoh aplikasi
() Mengelompokkan tingkat perhitungan =(10*2)-(12+3) =5
operasi matematika
+ Plus/Penjumlahan =2+3 =5
- Minus/kurang =2-3=1
* Perkalian =2*3 =6
/ Pembagian =10/2=5
% Persen =100*50%=50
& Menggabung 2 data teks/rumus =”Baik”&”Buruk”
= Sama dengan =IF(A1=”Baik”;…
< Kurang dari =IF(A1<80;…
> Lebih dari =IF(A1>80;…
<= Kurang dari sama dengan =IF(A1<=80;…
>= Lebih dari sama dengan =IF(A1>=80;…

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


3 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
<> Tidak sama dengan =IF(A1<>80;…

 Tanda kurung pengapit berupa kurung buka dan kurung tutup sebagai
pembatas argumen harus berjumlah sama
 Argumen selalu diapit dengan tanda kurung
 Pemisahan argumen berupa tanda baca koma (,) atau titik koma (;),
tergantung pada setting yang diterapkan dalam komputer Anda, dalam
buku ini menggunakan bahasa Indonesia, sehingga menggunakan titik
dua (;).
 Penulisan fungsi maksimal 1.024 karakter, termasuk tanda sama
dengan (=), nama fungsi, tanda kurung, operator, argumen dan
pemisah argumen.
 Perhatikan tanda baca yang digunakan pada rumus, karena tanda baca
ini sangat menentukan benar atau salahnya penulisan sebuah rumus.
 Penulisan Rumus dan Fungsi Secara Manual
Dalam penulisan rumus dan fungsi manual disini adalah penulisan semua
rumus dan fungsi yang dilakukan secara manual atau satu per satu.
Sebagai contoh, ketika Anda akan menuliskan rumus yang menggunakan
fungsi logica IF, maka Anda langsung mengetikkan =IF(pada sel tempat
rumus)
 Penulisan Rumus dan Fungsi Menggunakan Wizard
Ms.Excel menyediakan fasilitas penulisan fungsi dan rumus menggunakan
langkah Wizard, berbeda dengan langkah manual, langkah ini dilakukan

dengan menggunakan tombol perintah Insert Function pada tab


Formulas.
 Pilih kategori pada bagian Orselect category kemudian pilih fungsi
yang Anda inginkan pada bagian Select a function, pada
penyelesaian contoh diatas menggunakan fungsi Sum, kemudian klik
OK.
 Berikutnya akan muncul kotak dialogFunction Argumentspada fungsi
SUMuntuk mengisikan syarat dan nilai soal yang akan dikerjakan.

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


4 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
 Pada bagian Number1 isikan dengan sel yang akan Anda jumlahkan
nilainya yaitu D2:D5
 Klik OK setelah Anda memasukkan sel yang akan dijumlahkan
menggunakan fungsi SUM
 Array
Array merupakan alat bantu perhitungan untuk menghasilkan beberapa
nilai keluaran atau bekerja dalam sekelompok nilai. Formula array bekerja
pada dua kumpulan nilai atau lebih yang disebut argument array untuk
menghasilkan nilai keluaran. Argument adalah sebuah unit informasi atau
input yang digunakan pada fungsi.
Argumen dapat berupa tabel, nilai, alamat sel, formula, nama sel, atau
fungsi lain yang diwakili dan diakhiri oleh tanda kurung yang dipisah tanda
baca koma atau titik koma. Istilah lain dalam array adalah range array
berupa blok sel yang memakai satu formula array yang sama, dan
constant array berupa daftar nilai konstanta yang ditata secara khusus
sebagai argumen dalam formula array.
Formula Array

Gambar 5.50: Penggunaan Formula Array

Penyelesaian kolom E dapat dilakukan menggunakan formula array


dengan langkah sebagai berikut:
 Sorot range E2:E5
 Ketik tanda “=” (sama dengan)
 Sorot range D2:D5
 Sorot range C2:C5
 Tekan tombol Ctrl+Shift+Enter
Excel akan memasukkan formula array {=D2:D5*C2:C5} kemasing-masing
sel pada range E2:E5. Formula array memerintahkan Ms.Excel
menempatkan hasil D2 dikalikan sel C2 ke sel E2 dan seterusnya. Jika
Anda perhatikan tanda { } yang tidak Anda ketik secara manual tetapi
Ms.Excel menambahkan secara otomatis pada saat menekan
Ctrl+Shift+Enter
2. Membaca Data sel

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


5 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Untuk membaca data pada Ms.Excel, digunakan cara untuk mengacu pada
alamat sel dari data tersebut. Penulisan alamat sel dari data dapat dilakukan
dengan 2 langkah, yaitu
 Menuliskan alamat sel secara manual
Dengan langkah ini Anda dapat mengetikkan secara langsung dari
keyboard. Contoh: apabila Anda ingin menjumlahkan 2 data yang berada di
sel A1 dan B1 dan hasilnya akan diletakkan di sel C1, maka pilih sel C1 dan
ketikkan =A1+A2. Tekan Enter

Dengan menggunakan langkah ini, apabila data berada di nomor baris yang
Gambar
cukup besar dan5.51: Pembacaan
kolom alamat banyak,
yang cukup sel dengan cara manual Anda akan
kemungkinan
kesulitan membaca alamat sel data tersebut.
 Menuliskan alamat sel dengan bantuan mouse
Langkah ini sangat efektif apabila alamat sel memiliki jarah berdekatan. Hal
ini karena Anda tidak perlu menggulung lembar kerja terlalu jauh. Untuk
melakukan langkah ini adalah:
 Pilih sel C1, kemudian ketik sama dengan (=)
 Klik sel A1 dengan menggunakan mouse, untuk mengambil alamat sel
A1, kemudian ketik tanda plus (+)

Gambar 5.52: Pengambilan Alamat sel dengan klik kiri pada mouse
 Klik kembali sel B2 dengan mouse sehingga hasilnya akan tampak
seperti gambar berikut:

Gambar 5.53: Pengambilan Alamat sel dengan klik kiri pada mouse
 Tekan Enter untuk mengakhiri proses
3. Pesan Kesalahan
Penulisan formula atau fungsi terkadang kurang lengkap atau salah, sehingga
Ms.Excel tidak mengenalnya. Jika demikian Ms.Excel akan menampilkan
beberapa pesan sesuai dengan jenis kemungkinan kesalahannya. Tabel

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


6 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
berikut berisi daftar pesan yang ditampilkan jika terdapat kesalahan pada
formula atau fungsi

Tabel 5.2: Daftar pesan kesalahan penggunaan fungsi


Pesasn Keterangan
#DIV/0! Rumus tersebut dibagi 0 (nol) atau sel kosong
#NA Ada kemungkinan salah satu argumen tidak ditulis
#NAME? Teks tidak dikenal oleh Ms.Excel
#NULL! Terdapat perpotongan antara dua range yang tidak saling
berpotongan
#REF Alamat sel yang dijadikan refrensi terhapus
#VALUE Anda seharusnya memasukkan argumen bertipe teks,
tetapi yang dimasukkan berupa numerik atau yang lainnya

4. Kategori Fungsi
Jenis dan macam fungsi yang dapat Anda gunakan di Ms.Excel sangat banyak
jumlahnya, akan tetapi tidak semua fungsi tersebut akan dibahas dalam buku
ini. Fungsi-fungsi yang akan dibahas adalah fungsi-fungsi yang paling sering
digunakan dalam pekerjaan sehari-hari secara umum.
Berikut ini adalah kategori dan jenis fungsi yang paling sering digunakan serta
penjelasan singkaat dari masing-masing fungsi tersebut
 Fungsi Logika, kategori fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertentu
atau menguji kebenaran suatu kondisi berdasarkan syarat-syarat yang
harus dipenuhi.
 Fungsi Pengolahan Data Teks. Fungsi ini digunakan untuk mengolah
data dengan tipe teks
 Fungsi Matematika dan Trigonometri. Kategori fungsi ini digunakan
untuk mengolah data yang berhubungan dengan perhitungan matematika
dan trigonometri
 Fungsi Statistika. Kategori fungsi ini digunakan untuk mengolah data
statistik
 Fungsi pembacaan Tabel dan Acuan. Fungsi ini digunakan untuk
mengisi data berdasarkan tabel lain atau membaca data dari sederetan
data dengan acuan tertentu
 Fungsi Tanggal dan Waktu.Fungsi ini digunakan untuk mengolah data
yang berhubungan dengan data bertipe Tanggal dan Waktu
 Fungsi Keuangan. Fungsi ini digunakan untuk mengolah data yang
berhubungan dengan keuangan
 Fungsi Informasi. Fungsi ini digunakan untuk mengolah data dengan
memanfaatkan atau membaca informasi dari data itu sendiri

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


7 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
 Fungsi Engineering. Fungsi ini digunakan untuk mengolah data yang
berhubungan dengan pekerjaan tekhnik
 Fungsi Database. Fungsi ini digunakan untuk mengolah database atau
data-data yang cukup besar
 Fungsi Getpivotdata. Fungsi ini digunakan untuk mengolah data dalam
bentuk laporan PivotTable

Fungsi Logika

Fungsi logika adalah fungsi yang biasa digunakan untuk menguji kebenaran suatu
data berdasarkan suatu syrat tertentu. Fungsi ini paling sering digunakan karanakan
merupakan salah satu fungsi dasar Ms.Excel. dengan menggunakan fungsi logika ini
Anda dapat mengisikan data dengan syarat atau kondisi tertentu dimana jumlah item
data tersebut cukup besar sehingga diperlukan suatu cara cepat dalam pengisian data
tersebut.
1. Fungsi AND
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai TRUE jika semua argumen yang
terpasang bernilai benar, dan menghasilkan nilai FALSE jika ada satu atau
lebih argumen bernilai salah
Bentuk: AND(logika1, logika2, logika3, …..)
logika1, logika2, logika3, ….. adalah 1 samai 255 argumen berisi kondisi
yang akan diuji yang dapat menghasilkan nilai TRUE dan FALSE
Tabel 5.3: contoh penggunaan fungsi AND
Rumus Keterangan Hasil
=AND(TRUE,TRUE) Semua argumen bernilai TRUE TRUE
=AND(TRUE,FALSE) Satu argumen bernilai FALSE FALSE
=AND(2+4=6,2+3=5) Semua argumen bernilai TRUE TRUE

2. Fungsi IF
Fungsi ini digunakan untuk menguji syarat tertentu, apakah syarat tersebut
terpenuhi (kondisi benar) atau apakah syarat tersebut tidak terpenuhi (kondisi
tidak benar). Dalam fungsi IF, dibagi atas 2 bentuk yaitu
1. Fungsi IF Tunggal
IF tunggal memiliki 2 kondisi dengan dua nilai hasil yang dapat
diselesaikan dengan menggunakan satu fungsi IF
Bentuk: IF(Logika;nilai jika syarat benar;nilai jika syarat salah)
 Logika, diisi dengan nilai yang dapat diuji untuk menghasilkan nilai
TRUE atau FALSE. Dalam pengisian logika ini antara kondisi dan
syarat harus menggunakan operator pembanding.

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


8 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
 Nilai jika syarat benar, syarat yang dihasilkan jika nilai yang dihasilkan
bernilai benar (TRUE). Untuk nilai benar bertipe teks, diapit dengan
tanda petik ganda (“ ”), sedangkan untuk yang bertipe angka tidak
demikian.
 Nilai jika syarat salah, diisi dengan nilai yang dihasilkan jika logika
bernilai salah (FALSE).
Contoh:
Penulisan Logika IF untuk mengetahui keterangan nilai mahasiswa dengan
kondisi Lulus dan Tidak Lulus, dengan tabel sebagai berikut:

Soal:
Kolom keterangan diisi 5.54:
Gambar dengan ketentuan
Data sebagai
penggunaan berikut:
Fungsi IF
 Jika Nilai lebih dari atau sama dengan 60, maka isi kolom keterangan
dengan LULUS
 Jika Nilaikurang dari 60, maka isi kolom keterangan dengan Tidak
Lulus
Pengyelesaian:
Untuk mengisi kolom keterangan, gunakan Fungsi IF karena pada
ketentuan soal diatas terdapat kata “Jika”
Sehingga dapat kita tuliskan Rumus fungsinya adalah sebagai berikut:

Nilai jika logika Nilai jika logika


bernilai benar bernilai salah

=IF(B2>=60;”LULUS”;”Tidak Lulus”)
Syarat yang
Jika harus terpenuhi
Operator
Alamat Pembanding
kode sel
2. Fungsi IF Lebih dari Dua Syarat
Fungsi IF dapat juga digunakan untuk menyelesaikan soal yang memiliki
kondisi dan syarat yang lebih dari 2. Ms.Excel 2010 memungkinkan anda
untuk menggunakan sampai 64 fungsi IF
Bentuk: IF(logika1;nilai jika logika1 benar;IF(logika2;nilai logika2
benar;…;nilai jika semua syarat salah)))
 Logika1,logika2,logika3,…… diisi nilai yang dapat diuji untuk
menghasilkan nilai TRUE atau FALSE
 Nilai jika syarat1 benar, nilai jika syarat2 benar,…… argumen berisi
nilai yang akan dihasilkan bila logika yang diuji bernilai benar, jika nilai
yang diuji bernilai benar dan argumen ini dihilangkan, nilai TRUE yang
akan ditampilkan.

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


9 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
 Nilai jika syarat1 salah, nilai jika syarat2 salah,….. adalah argumen
berisi nilai yang akan dihasilkan bila logika yang diuji bernilai salah.
Jika logika yang diuji bernilai FALSE dan argumen ini dihilangkan, nilai
FALSE yang akan ditampilkan.
Contoh:
Sebuah dealer motor akan membedakan jeenis plat nomor polisi dengan
tabel berikut:
Tabel 5.4: Kode Plat nomor Polisi
KODE KOTA
AE Madiun
AD Solo
B Jakarta
BE Lampung

Jika kita terapkan dalam penyelesaian di Ms.Excel maka dapat Anda lihat
pada gambar berikut:

Gambar 5.54: Data penggunaan Fungsi IF lebih dari 2 syarat


Untuk mengisi kolom kota, gunakan fungsi IF, karena pada ketentuan
soal terdapat 4 syarat yang nanti akan diselesaikan dengan empat fungsi
IF seperti berikut ini:
=IF(A2="B";"Jakarta";IF(A2="AD";"Solo";IF(A2="BE";"Lampung";Mad
iun)))

Masukkan rumus di atas pada sel B2, kemudian tekan Enter, sehingga
Gambar 5.55: Rumus Pencarian Nama Kota Berdasarkan Nomor plat polisi
pada sel B2 akan tampil Jakarta. Hal ini dikarenakan hasil pengujian
menunjukkan bahwa syarat1 terpenuhi/benar. Setelah Ms.Excel menguji
syarat1 dan ternyata benar otomatis syarat-syarat berikutnya tidak diuji.
3. Fungsi NOT
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai logika kebalikan dari kondisi
logika yang diuji.

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


10 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Bentuk: NOT(logika)
Tabel 5.5: Contoh Penggunaan Fungsi NOT
Rumus Keterangan Hasil
=NOT(False) Menghasilkan kebalikan dari False True
=NOT(1+2=2) Menghasilkan kebalikan dari nilai False True
=NOT(1+3=4) Menghasilkan kebalikan dari nilai True False

4. Fungsi OR
Fungsi ini digunakan untuk menyebutkan beberapa argumen, menghasilkan
TRUE jika beberapa argumen bernilai benar (true), dan akan menghasilkan
FALSE jika semua argumen bernilai salah
Bentuk: OR(logika1,logika2,logika3,……)
Logika1,logika2,logika3,….. adalah 1 sampai 255 argumen berisi kondisi
yang akan diuji yang dapat menghasilkan nilai TRUE atau FALSE.
Contoh:
Pada sel A2, masukkan rumus berikut:
=OR(2+8=9;6+6=10;4+5=9), dari fungsi OR ini menghasilkan nilai TRUE
meskipun hanya satu argumen yang benar.

Membangun Fungsi Teks dan Data

Ms.Excel mengenal beberapa tipe data yang dalam pengolahannya menggunakan


fungsi yang berbeda. Dibawah ini akan dibahas beberapa fungsi untuk mengolah teks
dan data
1. Fungsi Char
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai karakter sebuah angka
Bentuk: =CHART(angka)
Angka adalah data yang terdiri antara 1 sampai 255 yang mewakili penulisan
karakter yang Anda inginkan.
Contoh:
=CHART(65), artinya menampilkan karakter ke-65 yang hasilnya adalah A
2. Fungsi Concatenate
Fungsi ini digunakan untuk menggabungkan beberapa data teks.
Bentuk: =CONCATENATE(teks1;teks;2….)
 Teks1, teks2…, merupakan teks yang akan disatukan, teks ini dapat
berupa angka, string atau alamat sel

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


11 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
 Anda juga dapat menggunakan tanda macro & untuk mengabung
beberapa teks tersebut. Sebagai contoh, =A2&A3, memiliki nilai yang
sama dengan =CONCATENATE(A2;A3).
Contoh:

Gambar 5.56: Data teks yang akan digabungkan menggunakan fungsi Concatena
=CONCATENATE(A2;A3;A4;" adalah ";A5;" cm "), sehingga di dapat
hasilnya adalah Tinggi Badan Ali adalah 165 cm
3. Fungsi Find
Fungsi ini digunakan untuk mencari lokasi suatu teks pertama dalam suatu teks
kedua dan menghasilkan nilai yang merupakan urutan teks pertama di dalam
teks kedua.

=FIND("T";A2),artinya mencari karakter T dari kata Tinggi yang hasilnya 1


Gambar 5.56: Data teks yang akan digabungkan menggunakan fungsi Find
4. Fungsi LEFT
Fungsi ini digunakan untuk mengambil beberapa huruf dari suatu data teks dari
posisi sebelah kiri
Bentuk: LEFT(teks;jumlah_karakter)
 Teks, adalah teks atau alamat sel yang akan diambil karakternya. Jika
berupa data teks maka harus siapit tanda petik dua (“ “)
 Jumlah karakter, adalah jumlah digit karakter yang akan diambil dari teks
Contoh:
LEMBAGA → =LEFT(B4,3) → hasilnya LEM

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


12 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Gambar 5.57: Contoh menggunakan fungsi LEFT
5. Fungsi Len
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan jumlah karakter dalam sebuah teks.
Bentuk penulisan : =LEN(teks)
Contoh:
=LEN(B4), menghasilkan 7

6. FungsiGambar
Lower 5.58: Contoh menggunakan fungsi LEN
Fungsi ini digunakan untuk mengubah karakter dalam suatu teks kedalam
bentuk penulisan huruf kecil
Bentuk: LOWER(teks)
7. Fungsi MID
Fungsi ini digunakan untuk mengambil beberapa huruf dari suatu data teks dari
posisi tertentu
Bentuk penulisannya : =MID(text,start_num,num_chars), menghasilkan
EMB

Gambar 5.59: Contoh menggunakan fungsi MID

8. Fungsi Right
Fungsi ini digunakan untuk mengambil beberapa huruf dari suatu data teks dari
posisi sebelah kanan
Bentuk penulisannya : =RIGHT(text,num_chars)
Contoh : LEMBAGA → =Right(B4,3) → hasilnya AGA

Gambar 5.60: Contoh menggunakan fungsi Right

Membangun Fungsi Matematika dan Trigonometri

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


13 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Fungsi yang berhubungan dengan perhitungan matematika, sangat banyak digunakan
dalam mengolah data pada Ms.Excel. berikut akan dibahas beberapa fungsi yang
berhubungan dengan matematika dan trigonometri
1. Fungsi Subtotal
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan jumlah subtotal dalam sebuah daftar
atau database.
Bentuk: SUBTOTAL(X,Y1,Y2,Y3,…….)
X adalah nilai Numerik 1 sampai 11 yang merupakan kode fungsi untuk
menentukan jenis fungsi nilai subtotal, dengan pilihan tipe berikut:
Tabel 5.6: Tipe dan Jenis Fungsi nilai Subtotal
Kode Fungsi Keterangan
1 AVERAGE Menghasilkan nilai rata-rata dari sederetan bilangan
2 COUNT Menghitung jumlah sel yang berisi data angka
Menghitung jumlah sel yang berisi data (tidak kosong)
3 COUNTA
tanpa memperhatikan tipe dari data tersebut
4 MAX Menghasilkan nilai maksimal dari sederetan bilangan
5 MIN Menghasilkan nilai minimal dari sederetan bilangan
6 PRODUCT Menghasilkan nilai perkalian dari beberapa bilangan
Menghasilkan nilai standar deviasi dari suatu data
7 STDEV
sampel
8 STDEVP Menghitung standar deviasi dari seluruh populasi
9 SUM Menjumlahkan beberapa bilangan
10 VAR Menghasilkan nilai varian dari suatu data sampel
Menghitung semua nilai varian berdasarkan seluruh
11 VARP
populasi
Pada tabel diatas tampak bahwa kolom kode berisi data angka 1 sampai 11,
dimana masing-masing nilai kode tersebut mengandung fungsi-fungsi yang
berbeda. Nilai kode yang diimputkan di argumen X merupakan nilai kode yang
mewakili penggunaan fungsi-fungsi tersebut.
Y1,Y2,Y3,….. , adalah nilai numerik yang akan dicari nilai subtotalnya.
Argumen ini hanya dibatasi sampai dengan 254 alamat range.
Contoh:
Masukkan data input sebagai berikut

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


14 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id

Gambar 5.61: Data Input


Pada sel B7 dan B8 Anda akan mencari nilai maksimum dan rata-rata dengan
menggunakan rumus Subtotal, sehingga dapat Anda tuliskan rumus sebagai
berikut:
Pada B7: =Subtotal(4;B2:B6), sehingga mendapatkan hasil 56
PadaB8: =subtotal(1;B2:B6), sehingga mendapatkan hasil 22.8
2. Fungsi Sum
Fungsi ini digunakan untuk menjumlahkan data numerik
Bentuk: SUM(angka1;angka2;angka3;…….)
Angka1,angka2,angka3….. merupakan nilai-nilai data yang akan dicari nilai
totalnya.

=SUM(2;1), artinya mencari nilai total penjumlahan dari 2 dan 1 yang


menghasilkan 3.
=SUM(B2:B6), artinya Gambar
mencari5.62:
nilaiData
totalInput
penjumlahan pada sel B2 sampai
dengan B6 yang menghasilkan nilai 114
3. Fungsi SumIf
Fungsi ini digunakan untuk menjumlahkan data dengan nilai numerik yang
memenuhi kriteria tertentu.
Bentuk: SUMIF(range;kriteria;sum_range)
Range adalah alamat range data yang akan diuji
Kriteria berisi kriteria yang akan dicari
Sum_range adalah alamat range data yang akan dijumlahkan
Contoh:

=SUMIF(A2:a6;">50";B2:B6),artinya mencari data2 yang memiliki nilai data1


Gambar 5.63: Data Input
lebih dari 50, yang hasilnya adalah 68

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


15 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
4. Fungsi SumIfs
Fungsi ini digunakan untuk menjumlahkan data numerik yang memenuhi lebih
dari satu kriteria
Bentuk:
SUMIFS(sum_range;range_kriteria1;kriteria1;range_kriteria2;kriteria2,….)
 Sum_range adalah alamat range, data range, array, atau refrensi berisi
angka yang akan dijumlahkan. Jika berisi teks atau 0 maka diabaikan
 Range_kriteria1, range_kreteria2,…… adalah alamat range data yang
akan diuji denga kriteria yang dimasukkan
 Kriteria1, kriteria2,…… adalahberisi kriteria yang akan diuji, rumus, alamat
sel atau teks yang mengekspresikan kreteria yang akan diuji.
 Masing-masing sel di dalam sum_range dijumlahkan, hanya jika semua
kriteria yang dibuat menghasilkan nilai benar
 Sel di dam sum_range yang berisi nilai TRUE dibaca sebagai nilai 1,
sedangkan yang berisi ilai FALSE dibaca sebagai nilai 0 (nol)
 Pada fungs ini tidak sama dengan argumen range dan kriteria di dalam
fungsi SUMIF. Masing-masing argumen kriteria di dalam SUMIFS harus
memiliki bentuk dan ukuran yang sama dengan sum_range
 Anda dapat menggunakan karakter seperti tanda tanya (?) dan tanda
bintang (*) di dalam kriteria. Tanda tanya mewakili karakter tunggal dan
tanda bintang mawakili beberapa karakter. Jika ingin menemukan tanda
bintang atau tanda tanya yang nyata, tambahkan tilde (-) didepan karakter
kriteria.
Contoh:

Gambar 5.64: Data Input artinya adalah mencari


=SUMIFS(B2:E2;B3:E3;">3%";B4:E4;">=2%"),
jumlah dari masing-masing rekening bank yang bunganya lebih dari 3% pada
tahun 2008, dan lebih dari sama dengan 2% untuk tahun 2009, dan
mendapatkan hasil 500

5.1. Fungsi Statistik


5.11.1. Fungsi AVERAGE
Fungsiini digunakan untuk menghasilkan nilai rata-rata dari sederetan argumen

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


16 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Bentuk: AVERAGE(angka1;angka2;…….)
Angka1,angka2……adalah data numerik yang akan dicari nilai rata-ratanya.
Argumen ini dibatasi dari 1 sampai 255
Contoh:

Gambar 5.66: Data Input Fungsi Average

Jika Anda akan mencari nilai rata-rata pada data diatas, dan akan di letakkan
pada sel A7, maka penulisan fungsinya adalah =AVERAGE(A2:A6), sehingga
mendapatkan hasil 5,2
5.11.2. Fungsi COUNT
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah sel yang berisi data numerik
dari sebuah daftar
Bentuk: COUNT(Value1;Value2;….)
Value1;Value2;…., adalah data yang berisi beberapa variasi tipe data, tetapi
hanya tipe numerik yang dihitung.
Contoh:

Gambar 5.67: Data


=COUNT(A2:A6), Input Fungsi
menghitung dataCount
numerik dari sel A2 sampai A6 dan
menghasilkan 4
5.11.3. Fungsi COUNTA
Fungsi ini menghitung jumlah sel-sel yang berisi data (tidak kosong) tanpa
memperhatikan tipe datanya.
Bentuk: COUNTA(Value1;Value2;…….)
Value1;value2;……adalah data yang berisi beberapa variasi tipe data, dan
seluruhnya dihitung.
Contoh:

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


17 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Masukkan rumus berikut untuk menguji fungsi COUNTA, dengan
menggunakan data sumber seperti pada gambar 5.67:
=COUNTA(A2:A6);menghasilkan nilai 5
5.11.4. Fungsi COUNTIF
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah sel dalam suatu range yang
berisi data dengan kriteria tertentu.
Bentuk: COUNTIF(range;kriteria)
 Range adalah satu atau lebih dari sel yang akan dihitung dan berisi data
numerik, nama range, array, atau rumus yang berisi data. Sel kosong
akan diabaikan
 Kriteria adalah argumen yang berisi kriteria yang akan diuji, berisi rumus,
alamat sel, atau teks yang menjelasskan kriteria
Contoh:

Dari data input diatas, jika anda ingin mengetahui jumlah dari kota jakarta
Gambar 5.68: Data Input Fungsi Countif
maka dapat Anda tuliskan rumus =COUNTIF(A2:A6;”Jakarta”), sehingga
didapat hasilnya 2
5.11.5. Fungsi MAX
Funggsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi atau terbesar dari sederetan
bilangan.
Bentuk: MAX(angka1;angka2;angka3;……..)
angka1;angka2;angka3;…….. adalah argumen berisi data numerik
Contoh:

Gambar 5.69: Data Input Fungsi MAX


Dari gambar diatas jika Anda akan mencari nilai tertinggi dari data tersebut
maka dapat ditulis dengan rumus =MAX(A2:A6), maka didapat hasil 66
5.11.6. Fungsi MEDIAN

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


18 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Fungsi ini digunakan untuk menghitung nilai tengah dari sekelompok bilangan.
Jika kimpulan bilangan memiliki jumlah genap, nilai median yang dihasilkan
adalah nilai rata-rata dari dua bilangan yang terletak di tengah-tengah
kumpulan bilangan.
Bentuk: MEDIAN(angka1;angka2;angka3;…..)
angka1;angka2;angka3;….. argumen berisi data numerik, jika dalam
kumpulan bilangan tersebut terdapat nilai yang bukan numerik Ms.Excel akan
mengabaikannya.
Contoh:

Gambar 5.69: Data Input Fungsi Median


Jika Anda ingin mencari nilai tengah dari data diatas maka dapat
menggunakan rumus =median(A2:A6) dan akan menghasilkan nilai 12
5.11.7. Fungsi MIN
Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai terkecil dari sederetan bilangan
Bentuk: MIN(angka1;angka2;angka3;……)
angka1;angka2;angka3;…… adalah argumen berisi data numerik, alamat sel,
atau range data
contoh:

Gambar 5.70: Data Input Fungsi Min


Jika Anda akan menyelesaikan data diatas untuk mencari nilai terkecil dari data
tersebut maka dapat dituliskan =MIN(B2:E2), artinya Anda akan mencari nilai
data terkecil dari sekumpulan data yang berasal dari sel B2 samapi E2, yang
hasilnya adalah nilai 2

5.2. Fungsi Pembacaan Tabel dan Refrensi


5.12.1. Fungsi HLOOKUP
Fungsi Hlookup digunakan untuk mengambil data sel dari suatu kolom tabel
secara horizontal dengan menggunakan nilai kunci pembanding, serta offset
baris (nomor urut baris) yang menunjukkan posisi yang akan dibaca pada
baris-baris tabel horizontal.
Bentuk: HLOOKUP(sel_kunci;Range;offset_baris)

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


19 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
 Sel_range adalah alamat sel yang digunakan sebagai kunci pembacaan
tabel. Jika pada saat membaca data kunci yang diisi, ternyata tidak sesuai
dengan tabel yang dibaca, maka Ms.Excel akan menyampaikan komentar
kesalahan #NA.
 Range adalah nama range tabel yang akan dibaca, dimana baris pertama
dalam nama range tabel tersebut harus berisi nilai kunci pembanding yang
akan dibandingkan dengan nilai kunci pada tabel induk
Contoh:
Berikut ini adalah contoh penggunaan dungsi HLOOKUP untuk mengisikan
beberapa kolom kelompok buku yang terdapat pada tabel daftar nama buku
1) Ketikkan tabel data horizontal dibawah ini pada sheet1

Gambar 5.71: Data tabel range


2) Ketikkan tabel daftar buku dibawah ini pada sheet1

3) Isikan kolom kelompok buku dengan ketentuan sebagai berikut:


Gambar
 Kolom 5.72: tabel
kelompok buk yang akan di isi
diisi dengan berdasarkan
data kelompokdata
bukurange
yang terdapat
pada tabel data range
4) Untuk mengisikan kolom kelompok buku dapat dilakukan dengan langkah
sebagai berikut:
 Pilih sel D3 (dalam tabel daftar buku) yang akan diisi dengan rumus
kelompok buku menggunakan fungsi HLOOKUP
 Pilih tab Formulas dan ambil Insert Function

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


20 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
 Pilih fungsi HLOOKUP lalu ok, sehingga sehingga muncul argumen
fungsi HLOOKUP seperti gambar dibawah ini:

 Pada lookup value,isikan dengan sel B3


Gambar 5.74: Fuction Argumen HLookup
 Letakkan dan Klik di dalam Table_arraylalu sorot range data tabel
yang Anda letakkan di sheet1, lalu tekan F4, agar data tabel bersifat
mutlak

 Klik dalam Row_index_num lalu ketik 2 artinya data pada baris kedua

Gambar 5.75: Fuction Argumen Hlookup pada table array
 yang akan diambil dan ditampilkan pada sel D3

 Klik Ok,
Gambar 5.75: Fuction
dan didapat Argumenberikut
hasil sebagai Hlookup pada Row_index_num

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


21 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
5.12.2. FungsiVVLOOKUP
Gambar 5.76: hasil pembacaan tabel pada fungsi HLOOKUP
Fungsi ini hampir sama seperti fungsi HLOOKUP, pada fungsi ini cara
pejngambilan datanya dari suatu kolom secara Vertikal atau data tabel range
nya berbentuk vertikal
Bentuk: VLOOKUP(Kunci;range;offset_kolom)
Contoh data tabel berbentuk vertikal dapat dilihat pada gambar 5.77 dibawah
ini

Gambar 5.77: data tabel range berbentuk vertikal

5.3. Fungsi Tanggal dan Waktu


Pada pengolahan suatu tabel laporan banyak juga ditemukan kasus-kasus yang
berhubungan dengan perhitungan data tanggal maupun data waktu. Ms.Excel juga
menyediakan beberapa fasilitas fungsi-fungsi yang dapat digunakan untuk mengolah
data yang bertipe tanggal maupun waktu.
5.13.1. Fungsi DATE
Fungsi ini berkaitan dengan penulisan suatu data tanggal. Umumnya
digunakan untuk rumus-rumus yang berkaitan dengan penulisan data tanggal
Bentuk: DATE(tahun;bulan;tanggal)
Contoh:
=Date(99;4;13); arti pembacaannya adalah tanggal 13 bulan April 1999,
dengan hasil penulisan 13/4/1999
5.13.2. Fungsi DAY
Fungsi ini memghasilkan nilai numerik hari dalam satu bulan, dimulai dari nilai
1 sampai dengan 31
Bentuk: DAY(data_tanggal)
Contoh:

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


22 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
=DAY(08/05/2000), artinya menentukan nilai tanggal dari teks tanggal 08 mei
2000, dan didapat hasil 08
5.13.3. Fungsi DAYS360
Fungsi ini menghasilkan jumlah hari diantara dua nilai tanggal dengan dasar
perhitungan 360 hari dalam satu tahun
Bentuk: DAYS360(tanggal_awal;tanggal_akhir;metode)
 Tanggal_awal, merupakan tanggal awal perhitungan hari
 Tanggal_akhir, merupakan tanggal akhir perhitungan hari
 Metode, artinya untuk menentukan metode perhitungan yang akan
digunakan yaitu metode U.S atau Eropa.
Jika metode diisi dengan FALSE/Kosong(tidak diisi) metode yang
digunakan metode US. Dengan artian, jika tanggal_awal sama dengan 31
pada suatu bulan, maka hal ini sama dengan tanggal 30 pada bulan yang
sama. Jika argumen tanggal_akhir sama dengan 31 pada suatu bulan dan
argumen tanggal_awal lebih kecil dari 30 pada suatu bulan, argumen
tanggal_akhir menjadi sama dengan tanggal 1 pada bulan berikutnya, dan
argumen Y sama dengan 30 pada bulan yang sama.
Jika metode diisi dengan TRUE, metode yang digunakan metode
Eropa. Jika argumen tanggal_awal atau argumen tanggal_akhir jatuh
pada tanggal 31 dalam suatu bulan, maka memiliki nilai yang sama
dengan tanggal 30 bulan yang sama.
Contoh:

Untuk menentukan jumlah hari pada gambar diatas, maka dapat kita
Gambar 5.78: data input fungsi DAYS360
tuliskan rumus =DAYS360(A2;B2), artinya menghasilkan hari dari data
tanggal pada sel A2 sampai tanggal pada B2
5.13.4. Fungsi HOUR
Fungsi ini untuk mengetahui nilai numerik dari jumlah jam (hour), dan
hasilnya akan tampil sebagai bilangan bulat antara 0 (12:00 AM) sampai
dengan 23 (11:00 PM)
Bentuk: HOUR(data_waktu)
Jika penulisan data waktu salah maka fungsi ini akan menghasilkan atau
menampilkan nilai kesalahan #NUM!
Contoh:

Gambar 5.79: data input fungsi HOUR

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


23 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Pada data diatas jika Anda ingin mengetahui hasil jam dari masing-masing
sel yang ada adalah:
=HOUR(A2), artinya menghasilkan jam data waktu pada sel A2, yaitu 1
=HOUR(A3), artinya menghasilkan jam data waktu pada sel A3, yaitu 13
5.13.5. Fungsi MINUTE
Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai numerik menit (minute), mulai
dari 1-59
Bentuk: MINUTE(data_waktu)
Contoh:

Gambar 5.79: data input fungsi HOUR

Pada data diatas jika Anda ingin mengetahui hasil menit dari masing-masing
sel yang ada adalah:
=HOUR(A2), artinya menghasilkan menit data waktu pada sel A2, yaitu 30
=HOUR(A3), artinya menghasilkan menit data waktu pada sel A3, yaitu 30
5.13.6. Fungsi MONTH
Fungsi ini untuk mengambil nilai numerik dari bulan yang terdapat pada data
Bentuk : MONTH()
Contoh:
=MONTH(“09/07/2011”), artinya mengambil nilai bulan dari teks 09/07/2011
yang menghasilkan nilai 7
5.13.7. Fungsi NOW
Fungsi ini untuk mengambil nilai numerik data tanggal dan waktu yang
berlaku pada saat ini
Bentuk : NOW()
5.13.8. Fungsi TODAY
Fungsi ini untuk mengambil data tanggal yang berlaku pada saat ini
Bentuk: TODAY()
5.13.9. Fungsi YEAR
Fungsi ini untuk mengambil nilai numerik dari tahun yang terdapat pada data
Bentuk : YEAR(serial_number)
Contoh:
=YEAR(“09/07/2011”), artinya mengambil nilai tahun dari teks 09/07/2011
yang menghasilkan nilai 2011

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


24 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
5.4. Fungsi Keuangan (Finansial)
Dalam fungsi keuangan ini akan dibahas bagaimana mengolah data-data yang
berhubungan dengan pengolahan data keuangan. Aplikasi dari fungsi finansial ini
antara lain untuk menghitung nilai investasi pada bank, menghitung penurunan harga,
dan pembayaran cicilan. Dalam bab ini akan dibahas fungsi FV, PMT, dan SLN
Berikut ini adalah beberapa argumen yang ada di dalam fungsi finansial yang akan
dibahas dan berhubungan dengan surat berharga atau obligasi, serta catatan
pentingnya
 Rate, adalah tingkat suku bunga pada periode tertentu, bisa per bulan ataupun
per tahun
 Nper, adalah jumlah angsuran yang dilakukan
 Pmt, adalah besar angsuran yang akan dibayar
 Pv, adalah nilai saat ini yang akan dihitung nilai akan datang
 FV, adalah nilai kemudian (future value) atau nilai modal pada akhir jangka waktu,
jika nilai ini dihilangkan maka akan diasumsikan 0
 Type, adalah waktu pembayaran, jika bertype 0 artinya pembayaran dilakukan
pada akhir periode dan jika bernilai 1 artinya pembayaran dilakukan pada awal
periode
 Cost, adalah harga awal asset
 Salvage, adalah nilai akhir penyusutan (nilai sisa asset)
 Life, adalah jumlah periode dimana aset akan jatuh harga (masa penggunaan
asset)

5.14.1. Fungsi FV
Fungsi ini berguna untuk menghitung nilai investasi yang akan datang dengan
besar pembayaran yang sama untuk tingkat bunga yang tetap dalam periode
tertentu.
Bentuk: FV(Rate;Nper;Pmt;Pv;Type)
Contoh:
Jika Anda ingin mendepositkan uang selama satu tahun, dengan suku bunga
7% per tahun (atau 7%/12 perbulan). Pembayaran deposit yang dilakukan
pada setiap awal bulan adalah sebesar 200.000 untuk jangka waktu 12 bulan.
Berapa nilai uang Anda setelah jangka waktu 12 bulan.
Sehingga penyelesaiannya sebagai berikut:
Rate, diisi dengan suku bunga per tahun, karena pembayaran dilakukan
setiap awal bulan maka rate diisikan dengan 7% dibagi 12 bulan
Nper, diisi dengan 12 karena dilakukan dalam jangka waktu 12 bulan
Pmt, besar pembayaran yang dilakukan 200.000, dan berikan tanda minus
dibagian depannya sebagai tanda cash flow anda mengeluarkan uang

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


25 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
PV, dikosongkan
Type, berikan nilai 1 karena pembayaran dilakukan pada awal periode
Sehingga dapat kita tuliskan sebagai berikut:
=FV(7%/12;12;-200000;;1); yang menghasilkan 2.492.975
5.14.2. Fungsi PMT
Fungsi ini digunakan untuk menghitung nilai angsuran periodik untuk
melunasi pinjaman berdasarkan periode, pembayaran dan nilai bunga yang
konstanta.
Bentuk: PMT(rate;nper;pv;fv;type)
Contoh:
Berapa cicilan perbulan sebuah rumah dengan harga Rp. 350.000.000,
selama 5 tahun dengan suku bunga 9,75%.?, dengan menggunakan fungsi
PMT() dan masukkan parameter yang ada
Rate, diisi dengan suku bunga per tahun, karena pembayaran dilakukan
setiap awal bulan maka rate diisikan dengan 9,75% dibagi 12 bulan
Nper, diisi dengan 12 dikalikan dengan 5, karena dilakukan dalam jangka
waktu 5 tahun
PV, besar nilai saat ini yang akan dihitung nilai yang akan datangyang
nilainya adalah 350.000.000, dan berikan tanda minus dibagian depannya
sebagai tanda cash flow anda mengeluarkan uang
FV, dikosongkan
Type, dikosongkan
Sehingga dapat kita tuliskan sebagai berikut:
=PMT(9,75%/12;12*5;-350000000;0;0)dengan hasil 7.393.485
5.14.3. Fungsi SLN
Fungsi ini digunakan untuk menghitung nilai penyusutan dari suatu hak milik
untuk suatu periode tanggal berdasarkan metode Garis lurus (Straigh-Line).
Dengan cara ini penyusutan akan dibagi merata sepanjang umur hak milik
dipakai.
Bentuk: SLN(Cost;Salvage;Life)
Contoh:
Seseorang membeli mobil Avanza dengan harga 130.000.000 yang ditaksir
akan dapat dipakai selama 6 tahun. Nilai residu alat tersebut selama 6 tahun
adalah 13.000.000.
Dengan demikian, nilai penyusutan setiap tahunnya dapat dihitung dengan
rumus:
=SLN(130000000;13000000;6); dengan hasil 19.500.000

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


26 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
http://office.microsoft.com/en-us/excel/

2015 Aplikasi Komputer Pusat Bahan Ajar dan eLearning


27 Hanna Yunita, ST.,MKom http://www.mercubuana.ac.id