Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

ANALISIS MASALAH

Pasien datang ke poliklinik THT RS Palembang BARI pada tanggal 7 Maret


2017 dengan keluar cairan terus menerus dari telinga kanan sejak 20 tahun yang lalu.
Dua puluh tahun yang lalu os pernah tenggelam di sungai, ketika di selamatkan keluar
air dari kedua telinga, mulut, dan hidung os. Sejak saat itu keluar cairan dari telinga
kanan terus menerus. Keluhan disertai nyeri pada pada telinga dan sekitar kanan dan
keluar cairan berwarna putih kekuningan kental terkadang berwarna merah dan
berbau busuk.
Sesuai dengan teori dimana Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK) adalah
infeksi kronis mukosa telinga tengah dengan perforasi membran timpani dan riwayat
keluar sekret dari telinga tengah lebih dari 2 bulan baik terus menerus maupun hilang
timbul, sifat sekretnya mungkin serous, mukus, atau mukopurulen. Pada pasien
keluhan telah terjadi selama 20 tahun yang menandakan terjadinya OMSK pada
pasien.
Faktor resiko terjadinya OMSK pada pasien dikarenakan faktor eksogen
berupa kebersihan dari liang telinga yang jelek, misalnya seperti sering mandi di kali,
korek-korek telinga, dan sebagainya. Kuman-kuman masuk melalui lubang perforasi
ke dalam kavum timpani.
Os sudah perhan berobat ke puskesmas kemudian di beri obat berupa obat
tetes dan obat minum, manun keluhan tidak berkurang, os juga sudah berobat ke
dokter di beri obat berupa obat tetes telinga dan obat minunm namun keluhan tidka
berkurang. Satu minggu yang lalu os berobat ke RSUD prabumulih, dokter
memberikan obat tetes telinga dan obat minum, kemudian os di rujuk ek RSUD
Palembang Bari.
Penurunan pendengaran (+), Bengkak di belakang telinga(+), riwayat keluar
cairan/nanah di belakang telinga (+), sakit kepala (+) hilang timbul, os juga mengeluh
mual muntah yang hilang timbul, demam tidak ada. Batuk pilek tidak ada. wajah
mencong dan bicara pelo tidak ada, kelumpuhan sebelah badan tidak ada. Nyeri
menelan dan sakit tenggorokan tidak ada. Riwayat batuk pilek berkepanjangan
disangkal. Riwayat mengkorek telinga disangkal. Tidak ada riwayat trauma pada
daerah kepala dan leher sebelumnya. Tidak ada riwayat bersin berulang pada pagi
hari, asma atau alergi.
Dari anamnesis sudah sesuai dengan teori dimana terdapat telinga berair
(otorrhoe), gangguan pendengaran, dan otalgia, Pus yang selalu aktif atau berbau
busuk (aroma kolesteatoma) yang mengarah pasien menderita OMSK.
Pada pemeriksaan di daptakan terdapat abses dan pembekanan pada belakang
telinga. Sehingga memberikan gambaran yang tidak simetris atara telinga kiri dan
kanan. Pada meatus auskutikus eksternus terdapat hiperemis, terdapat sekret
mukroprulen yang berbau busuk, dan ditemukan pula jaringan granulasi. Pada
membran timpani warna sulit di nilai, terdapat perforasi, sekret mukoprulen, dan
kolesteatoma serta jaringa granulasi. Dari pemeriksaan garputala di dapatkan hasil
positif pada tes rinne, weber, dan swabach.
Dari pemeriksaan fisik mengarah ke OMSK tipe maligna dimana adanya abses
atau fistel retroaurikular, jaringan granulasi atau polip diliang telinga yang berasal
dari kavum timpani, dan pus yang selalu aktif atau berbau busuk (aroma
kolesteatoma). Walaupun diagnosis pasti baru dapat ditegakkan di kamar operasi,
namun beberapa tanda klinis dapat menjadi pedoman akan adanya OMSK tipe
maligna, yaitu perforasi marginal atau atik. Tanda ini biasanya merupakan tanda dini
OMSK tipe maligna, sedangkan pada kasus yang sudah lanjut dapat terbentuk abses
atau fistel retroaurikular, polip, atau jaringan granulasi di liang telinga luar yang
berasal dari dalam telinga tengah, terlihat kolesteatoma pada telinga tengah, sekret
berbentuk nanah dan berbau khas (aroma kolesteatoma) atau terlihat bayangan
kolesteatoma pada foto rontgen mastoid.1
Pasien didiagnosis dengan OMSK tipe maligna AD. Pengobatan Obat pencuci
telinga. Berupa H2O2 3%. Berikan selama 3-5 hari dan amoxicilin tab 3x500 mg
selama 3 hari. Untuk tindakan operatif bisa dilakukan mastoidektomi dengan atau
tanpa timpanoplasti.
Diagnosis pasien sudah sesuai dengan teori. Untuk pengobtana OMSK tipe
maligna itu sendiri Prinsip Terapi dari OMSK tipe maligna adalah pembedahan, yaitu
mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti. Terapi konservatif dengan
medikamentosa hanya terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan. Obat
pencuci telinga. Bahannya H2O2 3%. Berikan selama 3-5 hari. Pengobatan ini kita
berikan bila sekret telinga keluar terus-menerus. Obat tetes telinga diberikan kepada
pasien yang mengandung antibiotik dan kortikosteroid setelah sekret yang keluar telah
berkurang. Jangan berikan selama lebih 1-2 minggu secara berturut-turut. Juga hindari
pemberiannya pada otitis media supuratif kronik OMSK) tenang. Hal ini disebabkan
semua antibiotik tetes telinga bersifat ototoksik. Berikan antibiotik oral golongan
ampisilin atau eritromisin sebelum hasil tes resistensi obat kita terima. Berikan
eritromisin jika pasien alergi terhadap golongan penisilin. Berikan ampisilin asam
klavulanat bila terjadi resistensi ampisilin.
Untuk pemeriksaan tambahan berupa CT sacn mastoid dilakukan karena CT
scan dapat mendeteksi cacat tulang yang halus sekalipun. Namun, CT scan
tidak selalu bisa membedakan antara jaringan granulasi dan kolesteatoma.
Evaluasi audiometri penting untuk menentukan fungsi konduktif dan fungsi koklea.
Dengan menggunakan audiometri nada murni pada hantaran udara dan tulang serta
penilaian tutur, biasanya kerusakan tulang-tulang pendengaran dapat diperkirakan,
dan bisa ditentukan manfaat operasi rekonstruksi telingatengah untuk perbaikan
pendengaran.