Anda di halaman 1dari 2

39

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito AW,2006, Penggunaan antibiotik pada terapi demam tifoid anak di


RSAB Harapan Kita. Sari Pediatri;8:174–80.

Anggriani V,. 2015, Analisis Efektivitas Direct Medical Cost Penggunaan


Antibiotik Seftriakson dan Sefotaksim Pada Pasien Demam Tifoid di
Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M.m Dunda Limboto, Universitas Negeri
Gorontalo

Contreras G F, Del-Angel-García G, Ramírez Cuenca A, Malváez-Valdes M,


Vega Yáñez A, Amato D. 2000, Cost-effectiveness analysis of ceftriaxone
and cefotaxime in the treatment of community-acquired pneumonia. Rev
Invest Clin.52(4):418-26

Dahlan, M.S, 2004, Statistika Untuk Kedokteran dan Kesehatan, Arkans, Jakarta :
65-87

Depkes RI.2012, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2011, Jakarta : Kementerian


Kesehatan RI

Dinas Kesehatan Jawa Tengah. 2011,Demam Typhoid di Jawa Tengah. Diunduh


dari http://www, ProfilKesehatan Jawa Tengah.go.id/dokumen/profil
2011/htn.

Fillah Risha Fithria, Kiki Damayanti dan Risma Putri Fauziah. 2015, Perbedaan
Efektivitas Antibiotik Pada Terapi Demam Tifoid di Puskesmas Bancak
Kabupaten Semarang Tahun 2014, Fakultas Farmasi Universitas Wahid
Hasyim

Goldman, M.P. dan Nair, R. 2007. Antibacterial treatment strategies in


hospitalized patients : What role for pharmacoeconomics. Cleveland
Clinic Journal of Medicine; 74(Suppl 4):s38-s47.

Hayuning, Trisna, 2010, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur


Modal (Studi Perbandingan Pada Perusahaan Aneka Industri dan
Consumer Goods Periode 2007-2009),Skripsi, Fakultas Ekonomi.
Universitas Diponegoro.

Juwono, R., dan A. Prayitno. 2003, Terapi Antibiotik. Dalam Aslam, M., Tan,
C.K., Prayitno, A., Farmasi Klinik Menuju Pengobatan Rasional dan
Penghargaan Pasien, Jakarta; PT. Elex Media Komputindo Kelompok
Gramedia.

Mahdiana, R, 2010, Mengenal, Mencegah dan Mengobati Penularan Penyakit


dari Infeksi, Citra Pustaka:Yogyakarta.
40

Mispari., Rusli, dan H. Stevani., 2011, Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan


Demam Tifoid Dengan Siprofloksasin dan Seftriakson,Majalah Farmasi
dan Farmakologi, Vol. 15, No. 2 – Juli 2011.

Murti. Tri Andayani. 2013, Farmakoekonomi, Prinsip dan Metodologi.


Yogyakarta. Penerbit : Bursa Ilmu.

Musnelina, L., Afdhal, A.F., Gani, A. dan Andayani, P. 2004, Pola Pemberian
Antibiotika Pengobatan Demam Tifoid Anak di Rumah Sakit Fatmawati
Jakarta Tahun 2001-2002, Makara Kesehatan, 8(1), 27 – 31

Nelwan, R.H.H., 2012, Tata laksana terkini demam tifoid, Continuing Medical
Education, CDK 39:247-250.

Pramitasari, O.P., 2013, Faktor Resiko Kejadian Penyakit Demam Tifoid pada
Penderita yang Dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ungaran, Jurnal
Kesehatan Masyarakat, 2(1), 1 – 10

Suriadi & Yuliani R. 2006,Asuhan Keperawatan. Tifus Abdominalis, Edisi Kedua.


Editor: Haryanto S. Penerbit CV. Sagung Seto Jakarta.

Sudoyo, 2009, Buku Ajar Penyakit Dalam, Jakarta : Interna Publising.

Syarif, A. Dkk, 2012, Farmakologi dan Terapi. Edisi V.Universitas


Indonesia.Jakarta.

Vogenberg, FR. 2001,Introduction To Applied Pharmacoeconomics, Editor: Zollo


S. McGraw-Hill Companies, USA.

Wells, B. G., Dipiro, J. T., Schwinghammer, T. L., 2006, Pharmacotherapy


Handbook, 6th edition. McGraw-Hill.

Widodo. Djoko, 2009,Buku Ajar Penyakit Dalam. Jakarta : Fakultas Kedokteran


Universitas Indonesia.

Widodo, J., 2006,Demam Tifoid, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Pusat
Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKIU. Jakarta

World Health Organization. 2003, Backgroud document : The Diagnosis,


treatment and prevention of typhoid fever. World Health Organization :
Geneva.