Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH BAHASA INDONESIA

“”

Disusun oleh :
Kelompok 5 :
1. Amalia Krismonica 5. Mitha Novitha
2. Dita Kusumaningsih 6. Nerry Febri Dwi HS
3. Elita Martiana 7. Regina Ramadhini
4. I Gede Budi Kusuma 8. Revi Audiva Nasution
Tingkat : 1 Regular B
Dosen Pembimbing : Drs. Sarmadi , M.M.

POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENTRIAN KESEHATAN PALEMBANG
ANALIS KESEHATAN
TAHUN AJARAN 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan rahmat
dan karunia-Nya kami masih di beri kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Terimakasih
tak lupa kami ucapkan pada semua pihak yang ikut serta mendukung atas pembuatan makalah ini
sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Penulis menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih banyak kekurangan dan juga jauh dari sempurna, oleh sebab itu
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga dengan terselesainya
makalah ini dapat memberikan ilmu, informasi, pengetahuan, dan wawasan baru yang
bermanfaat, guna untuk mengembankan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita
semua.

Penyusun
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

1.2 RUMUSAN MASALAH

1.3 TUJUAN
Untuk mengetahui bagaimana langkah - langkah menyusun yang baik dan benar dalam
bahasa Indonesia

1.4 Manfaat
Dapat menambah pengetahuan dan wawasan tentang bagaimana cara menyusun yang baik
dan benar dalam bahasa Indonesia.
BAB II
ARTIKEL

2.1 Pengertian Artikel


Artikel adalah tulisan lepas berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah
tertentu yang sifatnya aktual dan atau kontroversial dengan tujuan untuk memberitahu
(informatif), memengaruhi dan meyakinkan (persuasif argumentatif), atau menghibur khalayak
pembaca (rekreatif). Disebut lepas, karena siapa pun boleh menulis artikel dengan topik bebas
sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing. Selain itu juga artikel yang ditulis tersebut
tidak terikat dengan berita atau laporan tertentu. Ditulisnya pun boleh kapan saja, di mana saja,
dan oleh siapa saja.
Kamus Umum Bahasa Indonesia mengertikan artikel yaitu karangan di surat kabar,
majalah dan sebagainya. Dengan demikian semua tulisan di koran dan majalah selain berita
adalah artikel.

 Masalah apa yang ditulis dalam artikel


Surat kabar atau majalah membutuhkan pembaca, disamping membutuhkan berita dan
tulisan-tulisan yang menarik. Tulisan dan berita yang menarik didukung oleh faktor sumber
berita atau masalah, disamping mutu pembuat berita penulisnya. Masalah yang dapat dimuat di
surat kabar/majalah, yang penting memenuhi syarat. Namun yang perlu diperhatikan adalah
“Jangan menulis hal-hal yang belum diketahui atau dikuasai”. Misalnya anda jurusan Ilmu
Sosial, menulis masalah komputer atau laboratorium, pasti mengalami kesulitan.
Semua masalah dan kejadian-kejadian yang didengar, dialami, dirasakan, dan dilihat atau
hasil bacaan dapat dijadikan bahan untuk menulis artikel. Kenakalan remaja, narkoba, minuman
keras, pendidikan, kebudayaan, politik, ekonomi, keagamaan, dan pengetahuan anda.

 Masalah yang diperoleh dari artikel


Untuk memperoleh bahan atau masalah yang ditulis dalam sebuah artikel berasal dari diri
kita sendiri. Artinya tidak mungkin masalah yang mendatangi kita. Kita harus mencari masalah
tersebut sesuai kebutuhan kita. Banyak membaca, ke mana kita pergi mencatat hal-hal yang
dianggap penting.
Misalnya di kampung, ketika hujan, air tergenang dan menyebabkan becek atau timbul
sarang nyamuk. Anda dapat menjadikan sebuah artikel dengan judul “Pengaruh kebersihan
lingkungan bagi kesehatan”, “Kebersihan lingkungan salah satu upaya memberantas wabah
Demam Berdarah”.
Di sekolah melihat teman-temannya banyak yang bolos, merokok dan meninggalkan jam
pelajaran. Anda dapat membuat judul artikel “Bolos dan malas bagi pelajar tidak menjanjikan
masa depan yang baik”. Atau “Menuntut ilmu modalnya disiplin dan tekun”. Atau “Merokok
dapat merusak kesehatan”.
Kalau ingin menjadi penulis yang profesional, harus rajin mencari bahan dan informasi yang
berkembang. Setiap masalah diklarifikasi mana yang penting dan tidak, mana yang wajar
dijadikan tulisan atau tidak. Hal ini menuntut kejelian dan kepekaan kita. Sebab, penulis ibarat
seorang yang menjajakan barang. Kalau barang mau laku, mutu barang diperhatikan.
Penulis juga demikian, terutama penulis pemula. Masalah sudah diperoleh dan ada dalam
pikiran. Bobot masalah dan bobot pengelolaan dua sisi yang saling mendukung. Artinya
bagaimana anda menganalisis masalah sehingga menjadi tulisan yang berbobot dan menarik.

2.2 Tujuan Artikel


Tujuan penulisan artikel ilmiah lebih kepada mencapai suatu hal yang dituliskan dalam isi
tersebut.
1. Mendeskripsikan cara menguraikan atau membahas pokok masalah yang telah ditentukan
dan diteliti.
2. Mendeskripsikan pembatasan ruang lingkup artikel ilmiah tersebut.

2.3 Manfaat Artikel


Selain untuk media menjelaskan suatu perihal, artikel juga memiliki beberapa manfaat seperti
berikut:
1. Sarana untuk menyampaikan ide penulis dalam mengembangkan daya imajinasi serta
kreatif.
2. Berpikir sistematis serta berbahasa secara tertib dan teratur.
3. Memahami tujuan menulis yang nantinya akan mampu menguasai kompetensi menulis
yang harus dicapai.
4. Sebagai sarana publikasi hasil pemikiran secara ilmiah melalui jurnal ilmiah.
5. Memberi dampak akademis bagi pembaca.

2.4 Jenis-Jenis dan Macam-Macam Arikel

1. Jenis-Jenis Artikel
Secara umum artikel dapat dibedakan menurut jenis serta tingkat kesulitan yang dihadapinya,
antara lain:

a. Artikel praktis
Artikel praktis, lebih banyak bersifat petunjuk praktis tentang cara melakukan sesuatu (how
to do it), misalnya petunjuk cara membuka internet, cara praktis merawat tanaman bonsai, cara
membuat kue tart, kiat ramping dan cantik dqalam 15 hari, atau cara cepat menguasai rumus dan
matematika. Artikel ini lebih menekankan pada aspek ketelitian dan keterampilan daripada
masalah pengamatan dan pengembangan pengetahuan serta analisis peristiwa. Artikel ini
biasanya ditulis dengan menggunakan pola kronologis.

b. Artikel ringan
Artikel jenis ini lebih banyak mengangkat topik bahasan yang ringan dengan cara
penyajiannya yang ringan pula, dalam arti tidak menguras pikiran kita. Artikel ringan bisa dibaca
dengan sekilas dan dikemas dengan gaya paduan informasi dan hiburan.

c. Artikel halaman opini


Arikel opini lazim ditemukan dalam halaman khusus opini bersama tulisan opini yang lain
yakni tajuk rencana, karikatur, pojok, kolom, dan surat pembaca. Artikel opini menguras suatu
masalah secara serius dan tuntas dengan merujuk pada pendekatan analitis akademis.

d. Artikel analisis ahli


Artikel analisis ahli, biasa kita temukan pada halaman muka, halaman-halaman berita, atau
halaman rubik-rubik khusus tertentu. Sesuai dnegan namanya, artikel jenis ini ditulis oleh ahli
atau pakar dibidangnya dalam bahasa yang populer dan komunikatif. Artikel analisis ahli
mengupas secara tajam dan mendalam suatu persoalan yang sedang menjadi sorotan dan bahan
pembicaraan hangat masyarakat.

2. Macam-Macam Artikel
Beberapa macam artikel:
a. Artikel yang mengungkapkan fakta. Artikel semacam ini mengungkapkan hal-hal baru
atau penemuan baru. Misalnya seseorang menemukan jenis batu permata yang
diperkirakan memiliki kelebihan dan keunikan. Penulis artikel menelusuri jenis dan asal
batu tersebut, kemudian menguraikan dalam bentuk artikel.

b. Artikel yang menerangkan sesuatu untuk dipahami pembaca, misalnya ada kampanye
anti narkoba di lingkungan sekolah. Penulis artikel melihat sisi kelemahan dan bahaya
narkoba bagi siswa.

c. Artikel yang menggambarkan masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Misalnya


warga masyarakat berkelahi memperebutkan harta warisan. Seorang penulis mendengar
dan melihat peristiwa tersebut kemudian menuangkan dalam bentuk artikel. Jenis artikel
seperti ini mirip dengan laporan, bedanya penulis dapat memasukkan pendapat sendiri
sesuai kejadian.

d. Artikel yang berisi petunjuk kepada pembaca, agar tidak mengalami kekeliruan. Misalnya
artikel tentang bagaimana cara berternak kelinci yang baik, bagaimana cara mengambil
SIM tanpa mengalami perantara orang lain.

e. Artikel yang berbentuk prediksi. Artikel sejenis ini berisi perhitungan atau pengamatan
penulis. Misalnya ketika musim kemarau panjang banyak tanah sawah yang tidak bisa
dimanfaatkan untuk menanam padi. Akibatnya harga beras naik, atau kekurangan makan.
2.5 Ciri-Ciri Artikel
1. Isi tulisan didasari fakta bukan sekedar mitos yang belum terjamin kebenarannya.
2. Bersifat faktual dan informative, mengungkapkan informasi yang berdasarkan hasil-hasil
penelitian yang telah dilakukan dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
3. Artikel ilmiah juga memiliki opini atau analisa pemikiran-pemikiran penulis. Akan tetapi
pemikiran itu dikuatkan atau didasari oleh data valid berupa hasil penelitian sebelumnya.
teori, maupun fakta yang ditulis kedalam artikel.
4. Menggunakan metode penulisan yang sistematis. Dengan tujuan agar semua informasi
dalam artikel dapat diterima masyarakat luas.
5. Menggunakan ragam bahasa yang resmi dan baku. Hal ini dikarenakan dengan
menggunakan bahasa resmi yang bercirikan lugas, logis, denotatif dan efektif akan
membuat bahasa artikel ilmiah terasa padat dan berisi.

2.6 Syarat-Syarat Artikel


Syarat-syarat suatu tulisan dikatan artikel, secara umum ada beberapa ciri-cirinya. Diantaranya;

1. Bahasa yang digunakan dalam artikel disesuaikan dengan model artikel: populer, ilmiah,
dan ilmiah populer.
2. Tulisan harus original bukan jiplakan dari karya orang lain.
3. Topik tulisan bersifat respons dari sebuah peristiwa.
4. Ide artikel adalah murni dari ide penulis dan mengambil sebagian dari sumber referensi:
studi pustaka, buku, dan lain sebaginya.
5. Penulisan artikel tidak terikat oleh waktu, bentuk berita, gaya bahasa, dan teknik
penulisan lainnya.
6. Aktualitas, gaya penulisan, dan panjang pendeknya artikel harus diperhitungkan antara
700-1.200 kata.

2.7 Cara Membuat Artikel :


Selain dari beberapa penjelasan seperti diatas, yang lebih utama sekarang adalah cara
membuat artikel. Karena ada karakteristik tertentu yang harus diperhatikan, berikut.
1. Menguji Gagasan
Sebelum menulis sebuah artikel, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah topic yang akan
dibahas serta menguji beberapa gagasan. Pastikan seberapa jauh nantinya anda bisa mengulas
atau menjabarkan keterkaitan topik pada artikel yang akan dibuat. Berikut 5 pola yang harus
anda gunakan, menurut Slamet Soesono :
a. Pola Penggarapan Artikel : Ketika hendak menulis artikel kita tidak hanya dihadapkan
pada satu kemungkinan.
b. Pola Pemecahan Topik : Untuk memecahkan topik yang masih berada dalam lingkup
pembicaraan yang masih menjadi subtopic atau masih samar kejelasannya, sehingga
butuh di analisa lebih lanjut. Pola ini lebih dahulu mengemukakan masalah yang masih
berada dalam lingkup pokok pembahasan, kemudian menganalisa pemecahan masalah
yang dikemukakan.
c. Pola Kronologi : Pola ini menggambarkan topik yang menurut urutan suatu peristiwa
yang terjadi. Nantinya akan membuat situasi apa yang akan dibahas menjadi sedikit lebih
jelas.
d. Pola Pendapat : Pola ini bisa dipakai jika penulis yang bersangkutan hendak
mengemukakan pendapat pribadi tentang topik yang sedang diulasnya.
e. Pola Perbandingan : Pola ini mengandung dua aspek atau bisa lebih dalam suatu topik,
serta menunjukan persamaan dan perbedaan yang dapat menjadi referensi karya ilmiah
yang akan ditulis. Pola perbandingan sering digunakan dalam menyusun tulisan untuk
mempermudah hasil akhir dari pembahasan sebuah artikel yang berkualitas.

2. Menulis Pendahuluan
Langkah kedua yang harus dilakukan adalah membuat bagian pendahuluan dari sebuh sebuah
artikel, karena akan menjadi sangat penting untuk menarik minat pembaca. Berikut cara
alternatif dalam mengawali penulisan.
a. Ringkasan : Mengemukakan pendahuluan berbentuk ringkasan dari isi secara garis besar.
b. Pertanyaan yang Menonjol : Membuat pertanyaan yang berisi ketertarikan atau polemik
agar pembaca merasa tertarik untuk membaca.
c. Pelukisan : Seolah menggambarkan fakta dan kejadian, sehingga membuat para pembaca
merasa penasaran dan ingin lebih jauh mengetahui isi dari artikel tersebut.
d. Anekdot : Pembukaan jenis ini menjadi daya tarik tersendiri karena dapat membuat
selingan tulisan nonfiksi seolah menjadi fiksi.
e. Pertanyaan : Pendahuluan jenis ini menjadi awalan yang dianggap bagus karena membuat
keingintahuan pembaca menjadi lebih besar.
f. Kutipan Orang Lain : Kutipan dari seseorang biasanya akan membuat pembaca menjadi
terkesan, sekaligus secara garis besar akan memahami apa yang akan disampaikan dalam
artikel.
g. Amanat Langsung : Pendahuluan seperti ini akan menjadi peranan yang bagus
disampaikan penulis sehingga dapat membuat pembaca menjadi merasa akrab seolah itu
ditujukan untuk perorangan yang mungkin juga mengalami hal serupa.

3. Menulis Bagian Pembahasan Topik


Dalam menulis tentang pembahasan topik yang akan diulas, usahakan untuk membuat
subjudul agar para pembaca tidak cepat merasa bosan. Dengan kehadiran subjudul akan menjadi
penyegar dalam sebuah tulisan.
4. Penutupan Artikel
Bagian terpenting dari sebuah artikel adalah penutupan. Dimana di dalamnya memuat
kesimpulan isi artikel secara keseluruhan yang menjurus pada amanat, ajakan maupun saran.
5. Periksa Isi Artikel
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah pemeriksaan terhadap artikel yang telah
dibuat. Apakah sudah memenuhi standar yang baik dalam kepenulisan, maupun apa yang ingin
kita sampaikan terlihat dengan jelas atau tidak.
BAB III
MAKALAH

3.1 Pengertian Makalah

 Makalah adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topic
tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan
objektif. Makalah tersebut ditulis untuk disajikan dalam forum ilmiah atau tugas-tugas
terstruktur. Makalah merupakan salah satu jenis karangan yang memiliki ciri atau sifat
ilmiah yaitu objektif, tidak memihak, berdasarkan fakta, sistematis, dan logis.

3.2 Tujuan Makalah

3.3 Manfaat Makalah


Manfaat pembuatan / penulisan makalah antara lain :
1. Belajar memahami masalah dan mencari solusinya
2. Menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari untuk diimplentasikan di lapangan
3. Membuka pikiran untuk memahami permasalahan di lapangan

3.4 Jenis-Jenis Makalah


Bedasarkan sifatnya makalah dibagi menjadi 3 jenis yang diantaranya yaitu:
1. Makalah induktif : Merupakan makalah yang disusun atau ditulis berdasarkan data-data
empiris yang sifatnya objektif, berdasarkan apa yang sudah didapatkan di lapangan dan
tetap relevan dengan permasalahan yang dibahas.
2. Makalah deduktif : Merupakan makalah yang didasarkan pada kajian-kajian yang teoritis
dan juga relevan dengan permasalahan yang dibahasnya.
3. Makalah campuran : Merupakan makalah gabungan antara makalah induktif dan
deduktif. Jadi makalah ini ditulis berdasarkan kajian-kajian teoritis dan data-data empiris.
Adapun beberapa jenis makalah campuran diantaranya seperti:
a. Makalah ilmiah : merupakan makalah yang membahas permasalahan hasil dari studi
ilmiah dan biasanya isi makalah ini berdasarkan pendapat penulis yang bersifat
subjektif.
b. Makalah kerja : merupakan makalah yang bisanya ditulis berdasarkan dari suatu
penelitian dan dapat memungkinkan penulis makalah akan berargumentasi dari
masalah yang dibahas yang didapatkannya dari proses penelitian, sehingga pendapat
atau opininya slalu bersifat subjektif.
c. Makalah kajian : merupakan makalah yang ditulis sebagai sarana untuk memecahkan
suatu permasalahan yang sifatnya kontroversial (yang dapat menimbulkan
perdebatan).
d. Makalah tanggapan : merupakan makalah yang biasanya ditulis sebagai reaksi
terhadap suatu bacaan dan biasanya makalah ini sering ditulis oleh mahasiswa untuk
memenuhi tugas kuliahnya.
e. Makalah posisi : makalah yang ditulis atas permintaan dari suatu pihak, yang
biasanya berfungsi sebagai alternatif pemecahan permasalahan yang kontroversial
dan juga prosedur-prosedur penulisan dari makalah ini dilakukan secara ilmiah.
f. Makalah analisis : merupakan makalah yang disusun secara objektif dan juga empiris.

3.5 Ciri-Ciri Makalah


Adapun ciri-ciri dari makalah yang diantaranya sebagai berikut ini:
1. Merupakan hasil laporan pelaksanaan kegiatan di lapangan tentang suatu permasalahan
yang terjadi.
2. Mendemostrasikan pemahaman teori maupun kemampuan untuk menerapkan prosedur-
prosedur yang ada kaitannya dengan permasalahan.
3. Untuk menunjukkan kemampuan tentang pemahaman teori maupun sumber-sumber yang
digunakan untuk menyusun makalah.
4. Dan untuk mendemontrasikan kemampuan dalam menyusun berbagai macam sumber
informasi untuk menyelesaikan permasalahan.

3.6 Syarat Membuat Makalah


1. Sebelum memulai membuat makalah maka anda wajib mempelajari dan menganalisa
topik yang akan ditulis.
2. Menyusun pola pikir.
3. Mengumpulkan bahan-bahan materi.
4. Dalam menulis sebuah makalah kita dituntut untuk:
a. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
b. Menyusun kalimat agar lebih mudah dipahami
c. Singkat, padat, dan jelas dalam uraian
d. Rangkaian uraian yang berkaitan

3.7 Cara Membuat Makalah


1. Persiapan : Mengumpulkan dan membaca buku atau artikel untuk memilih dan menentukan
tema. Membaca materi-materi untuk memperluas ilmu pengetahuan yang ada hubungannya
dengan tema yang sudah dipilih dan kerangka makalah akan dikembangkan.
2. Penulisan : Mengembangkan kerangka makalah yang sudah dibuat menjadi sebuah makalah.
3. Revisi atau pemeriksaan : Melakukan pemeriksaan terhadap isi makalah dan penggunaan kata,
kalimat, tanda baca dan lain-lain.
4. Sistemtika Penulisan Makalah
a. COVER (Sampul)
Pada bagian ini biasanya terdiri dari judul, logo (logo perusahaan, sekolah atau
kampus) data penulis, jurusan, fakultas, kota perusahaan atau kampus dan tahun dibutnya
makalah tersebut.
b. KATA PENGANTAR
Pada bagian ini biasanya diawali dengan kalimat puji-pujian kepada Tuhan atau
Allah SWT. Kata pengantar dapat berupa gambaran sedikit mengenai makalah, ungkapan
rasa terimakasih kepada berbagai pihak dan biasanya diakhiri harapan penuis mengenai
makalah yang ditulisnya.
c. DAFTAR ISI
Pada bagian ini merupakan daftar halaman judul-judul atau bab-bab pada
makalah.
d. BAB I PENDAHULUAN
Pada bagian ini umumnya berisi tentang pendahluan tentang gambaran secara
umum makalah yang ditulis, mengenai permasalahan yang dibahas, serta latar yang
membelakangi mengapa mengambil atau menentukan tema tersebut. Umumnya pada
BAB I PENDAHULUAN ini memiliki struktur sebagai berikut :
 Latar belakang, yaitu merupakan latar yang membelakangi kenapa mengambil tema
tersebut yang dimulai dari pembahasan umum hingga ke pembahasan khusus.
 Rumusan masalah, yaitu rumusan-rumusan mengenai masalah apa yang dibahas pada
makalah yang disusun.
 Maksud dan Tujuan, yaitu maksud maupun tujuan mengapa makalah tersebut disusun.
e. BAB II PEMBAHASAN
Lalu pada bagian ini penulis harus membahas permasalahan secara tuntas seperti
yang ditulis pada BAB I PENDAHULUAN. Dapat dibilang pada bagian ini merupakan
isi yang sebenarnya dari makalah. Dalam pembahasannya harus memperkuat dengan
fakta-fakta sehingga tulisan pada makalah dapat dipercaya kebenarannya. Dilengkapi
juga dengan teori maupun kajian dari refrensi para penulis buku, junal dll. yang nantinya
dapat mendukung gagasan yang disampaikan dalam isi makalah.
f. BAB III PENUTUP
Sedangkan pada bagian ini biasanya penulis akan membuat kesimpulan dari isi
atau pembahasan yang sudah dilakukan pada bagian BAB II PEMBAHASAN dan
biasanya juga dilengkapi dengan saran.
g. DAFTAR PUSTAKA
Bagian ini berisi daftar sumber bacaan atau refrensi yang diambil oleh penulis
untuk menyusun makalahnya. Biasanya refrensi tersebut diambil dari buku, jurnal,
internet dan lain-lain. Tentunya cara penulisan dafar pustaka tidak sembarangan tapi ada
aturannya.
h. LAMPIRAN
Dan bagian terakhir yaitu lampiran, merupakan lampiran data-data pendukung
dalam menyusun makalah. Dapat berupa hasil bimbingan, foto kegiatan di lapangan dan
lain-lain. Bagian ini tidak selalu diwajibkan untuk dicantumkan.
BAB IV
RESENSI

4.1 Pengertian Resensi


Pengertian Resensi adalah ulasan singkat mengenai isi suatu buku, majalah, novel, drama
atau film yang biasanya disiarkan melalui media-media sosial. Kata resensi berasal dari Bahasa
Latin yakni “revidere” atau “recensie” yang artinya menimbang, melihat kembali atau menilai.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian resensi adalah merupakan ulasan
dari sebuah buku. Dapat disimpulkan bahwa resensi adalah emberikan suatu penilaian,
membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi yang ada didalamnya.

4.2 Tujuan Resensi


Perlu kita ketahui bahwa tujuan resensi diantaranya sebagai berikut:
1. Mengetahui kelebihan dan kekurangan buku yang di resensi.
2. Memberikan gambaran kepada pembaca dan penilaian umum dari sebuah karya secara
ringkas.
3. Memberikan masukan kepada penulis berupa kritis dan saran terhadap isi, substansi, cara
penulisan buku.
4. Mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan.
5. Menguji kualitas buku dan membandingkan terhadap karya lainnya.

4.3 Manfaat Resensi


1. Bahan Pertimbangan
Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai suatu karya dan mempengaruhi
mereka atas karya tersebut.
2. Sarana Promosi Buku
Buku yang di-resensi biasanya adalah buku baru yang belum pernah di-resensi. Sehingga
dengan melakukan hal ini bisa menjadi salah satu bentuk promosi buku sehingga terkenal
dan banyak terjual.
3. Pengembangan Kreativitas
Seperti yang kita ketahui bahwa semakin sering menulis semakin baik tingkat keahlian
kita, sehingga dengan rajin meresensi secara tidak langsung bisa mengembangkan
kreativitas menulis.
4. Nilai Ekonomis
Dan hal yang mungkin tidak kamu bayangkan adalah dengan meresensi buku kita bisa
mendapatkan imbalan berupa uang atau lainnya.

4.4 Jenis – Jenis dan Macam-Macam Resensi


1. Jenis-Jenis Resensi
Jenis Resensi terbagi ke dalam tiga jenis yakni :
a. Resensi Informatif : Resensi Informatif adalah resensi yang disampaikan secara singkat
dan umum dari keseluruhan isi buku.
b. Resensi Deskriptif : Resensi Descriptif adalah resensi yang membahas secara detail pada
setiap bagian atau bab nya.
c. Resensi Kritis : Resensi Kritis merupakan sebuah resensi yang mengulas detail buku
menggunakan metodologi ilmu pengetahuan tertentu. Isi dari resensi kritis biasanya
objektif dan kritis dalam menilai isi buku.

2. Macam - Macam Resensi


 Informatif
Resensi jenis ini hanya sebatas memberikan informasi tentang cerita yang sedang
diulas. Bagaimana sinopsisnya, siapa pengarang atau pembuat cerita, dan juga segala
informasi tentang cerita tersebut.
 Evaluatif
Salah satu dari macam macam resensi adalah resensi evaluatif. Resensi jenis ini
lebih mengulas suatu cerita lebih dalam dan lebih detail. Peresensi akan mengungkapkan
apa kelebihan dari cerita tersebut dan juga tentang kekurangannya. Tokoh, alur, latar
belakang, semuanya akan diulas dan dievaluasi menurut sudut pandang si peresensi.
 Informatif dan evaluative
Resensi jenis ini adalah gabungan antara informatif dan evaluatif. Jenis resensi ini
disebut sebagai resensi yang ideal dan paling bagus, karena selain memuat informasi
tentang suatu cerita, resensi juga memuat ulasan menurut sudut pandang si peresensi.

4.5 Ciri-Ciri Resensi


Resensi yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ada judul resensi.
Judul objek atau karya tidak tepat jika dijadikan sebagai judul resensi. Judul
resensi harus mencerminkan keunggulan karya itu supaya pembaca tertarik membaca
resensi itu. Pada akhirnya diharapkan pembaca membeli karya itu. Sebab, tujuan resensi
memang mempromosikan karya yang dibahas itu.

2. Identitas buku.
Ini meliputi judul buku, nama pengarang, nama penerbit, nama kota penerbit,
jumlah halaman, harga buku, cetakan ke berapa. Kalau buku itu terjemahan, disebutkan
juga nama penerjemahnya bahkan editornya. Sebab, buku terjemahan itu akan diterima
pembaca atau tidak, bergantung pada kapasitas dan kualitas penerjemahnya.
Nama pengarang penting sekali dicantumkan sebab sebuah karya tidak akan lepas
dari siapa yang melahirkan karya tersebut. Kadang diperlukan juga perbandingan dengan
karyanya yang lain jika penulis itu cukup produktif. Mengungkap kualitas dan kapasitas
penulis sangat membantu nada promosi dalam resensi selama tidak memihak.
3. Sinopsis atau ulasan buku.
Sinopsis atau ringkasan karya perlu disampaikan secara selintas kepada pembaca.
Ini membantu pembaca memahami buku atau karya yang sedang dibahas. Sedang dalam
ulasan, penulis resensi mengungkapkan tujuan dan latar belakang penulis aslinya atau
penulis buku.
4. Kelemahan buku.
Demi menjaga objektivitas ,seorang penulis resensi dituntut membahas sebuah
karya apa adanya. Artinya, berani mengungkap karya itu tidak hanya dari segi kelebihan
tetapi juga kekurangannya. Ini sangat bermanfaat bagi penulis karya tersebut. Masukkan
ini berguna untuk revisi atau peningkatan terbitan karya- karya berikutnya. Sedang
manfaat untuk pembaca, sebagai pertimbangan perlu tidaknya karya itu dinikmati
pembaca.
5. Kelebihan buku.
Uraian tentang kelebihan buku akan menjadi nilai jual buku yang paling potensial.
Dengan membaca kelebihan buku, pembaca akan tergerak untuk membaca karya aslinya
dengan kata lain membeli karya tersebut.Jangan sampai pembaca kecewa setelaj
membaca buku aslinya. Kalau sampai terjadi hal semacam itu, patut dipertanyakan
kualitas resensinya. Hal-hal yang dinilai peresensi kaitannya dengan keunggulan buku
adalah :
a. Organisasi buku atau kerangka buku itu.
Hubungan antar bab atau bagian dalam buku itu berkaitan atau tidak.
Hubungan itu harmonis, jelas, dan memperlihatkan perkembangan yang masuk
akal atau tidak. Apakah bagian terdahulu tetap terkait dengan bagian berikutnya.
b. Isi buku.
Ada penulis yang mampu menuliskan isi dengan cermat dan akurat.
Tetapi, ada pula penulis yang kurang cermat menuangkan isi buku, terkesan
meloncat-loncat. Penulisan yang teratur, jelas, teliti akan mempengaruhi
kesimpulan pada buku tersebut. Sekaligus akan mempengaruhi pemikiran
peresensi.
c. Penggunaan bahasa.
Isi yang baik, dikemukakan secara teratur, jelas, rapi, dikemukakan degan
kerangka yang baik, ternyata itu belum cukup untuk mengatakan keunggukan
sebuah buku. Perlu satu lagi yaitu penggunaan bahasa yang tepat. Artinya untuk
karangan nonfiksi tentu perlu bahasa yang denotatif. Sedang untuk karangan fiksi
perlu bahasa yang konotatif.Bahasa yang baik dinilai dari struktur kalimatnya
maupun pilihan kata yang digunakan, akan menciptakan gaya cerita yang menarik
juga.

4.6 Syarat-Syarat Resensi


Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam penyusunan sebuah resensi ;
1. Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit, dan tebal buku.
2. Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, atau
hal yang berhubungan dengan tema atau isi.
3. Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut.
4. Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu ditujukan. Umumnya resensi terdiri dari ;
a. Judul : Judul resensi harus menarik dan selaras dengan keseluruhan isi resensi
b. Identitas Buku : Meliputi judul buku(judul asli dan Modern.terjemahan),penulis,
penerbit, tahun terbit, tebal buku.
c. Isi meliputi
 Ulasan Singkat Isi

 Keunggulan Buku

 Kelemahan Buku

 Rumusan Kerangka

4.7 Cara Membuat Resensi


Setelah mengetahui unsur-unsur yang harus terkandung dalam sebuah resensi buku, sekarang
kita mulai untuk membuatnya. Berikut langkah-langkah cara membuat resensi buku :
1. Menentukan buku yang akan diresensi
Tentukan buku yang akan anda resensi baik itu roman, novel, biografi, atau yang lain.
Selain itu seorang resentator menyebutkan juga buku termasuk buku fiksi atau nonfiksi.
2. Mencatat anatomi buku
Dalam resensi juga tercantum identitas dari buku. Catatlah identitas buku yang akan kita
resensi, seperti jenis buku, judul buku, nama pengarang, nama penerbit, tahun terbit,
tahun cetak, jumlah halaman, jenis kertas, dimensi dan harga buku. Catat pula mengenai
bentuk atau format dari buku itu. Apakah bentuknya, kertas, ilustrasi cover, jenis huruf
yang dipakai, dan sebagainya.
3. Membaca buku dengan teliti
Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Sebelum membuat resensi, bacalah
terlebih dahulu buku yang akan diresensi hingga tuntas lalu mencatat kutipan dan kata-
kata penting, dan poin poin utama di dalamnya.
4. Membuat Ikhtisar buku
Menulis kembali gagasan yang dianggap penting ke dalam karangan singkat yang
mempunyai satu kesatuan yang padu
5. Membuat isi resensi
Selanjutnya, Pada tahap ini kita memberikan komentar dan pandangan kita terhadap buku
yang kita resensi. Berikut langkah-langkahnya :
a. Membuat informasi umum tentang buku yang diresensi
b. Menentukan judul resensi
c. Membuat ringkasan secara garis besar
d. Memberikan penilaian buku
e. Menonjolkan sisi lain dari buku yang diresensi
f. Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca
g. Penilaian dari segi kelengkapan karya, EYD dan sistematika resensi
6. Kesimpulan
Kemukakan apa yang diperolehnya dari buku yang diresensi dan imbauan kepada
pembaca. Jangan lupa cantumkan nama kamu selaku peresensi.
DAFTAR PUSTAKA

Hasnun, Anwar. 2004. Tulis Pedoman dan Petunjuk Praktis Karya. Yogyakarta: ABSOLUT.
Sumardiria, Haris. 2007. Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
http://lenggiirawan.blogspot.com/2016/08/makalah-artikel-ilmiah.html

https://www.kata.co.id/Pengertian/Artikel/1714

http://www.indonesiastudents.com/pengertian-artikel-jenis-syarat-dan-langkah-penulisannya-
lengkap/

http://www.pengertianku.net/2016/05/pengertian-makalah-dan-sistematikanya.html
http://goresanpenaricky.blogspot.com/2015/02/syarat-syarat-membuat-makalah-yang-baik.html
http://www.sumberpengertian.co/pengertian-resensi-buku
http://www.yuksinau.id/resensi-pengertian-unsur-jenis-tujuan-manfaat/
http://deddybindosmut.blogspot.com/2015/06/ciri-ciri-resensi.html
http://www.anneahira.com/macam-macam-resensi.htm
http://bungalotus1990.blogspot.com/2014/11/cara-membuat-resensi-buku-yang-baik-dan.html