Anda di halaman 1dari 1

Mengapa sesak napas saat aktivitas ringan dan berbaring ?

Sesak napas yang menonjol saat aktivitas biasanya disebabkan oleh penyakit
jantung, yakni gagal jantung. Sesak napas dapat terjadi karena turunnya kekuatan
kontraksi ventrikel kiri, sehingga mengganggu proses pengosongan ventrikel. Hal ini
menyebabkan turunnya cardiac output dan meningkatnya volume residu ventrikel.
Dengan meningkatnya volume akhir di ventrikel kiri, akan meningkatkan tekanan
ventrikel. Hal ini kemudian akan meningkatkan tekanan atrium kiri karena atrium dan
ventrikel saling berhubungan selama diastol. Peningkatan tekanan atrium kiri akan
berlanjut ke belakang ke pembuluh darah paru-paru. Dimana vena paru-paru dan kapiler
paru akan mengalami peningkatan tekanan. Apabila tekanan hidrostatik anyaman
kapiler tersebut melebihi tekanan onkotik pembuluh darah, cairan akan berpindah ke
ruang interstisial paru, dan menyebabkan edema interstisial. Peningkatan lebih lanjut,
akan menyebabkan perpindahan cairan ke dalam alveolus, sehingga terjadi penumpukan
cairan di alveolus atau yang disebut edema paru, yang akhirnya mengganggu proses
pertukaran oksigen dan karbondioksida.
Ketika berbaring tidak ada gaya gravitasi yang menghambat sehingga aliran vena
akan mudah masuk menuju atrium dextrum. Dari atrium dextrum darah akan mengalir
ke ventriculus dextrum dan dipompakan ke paru-paru. Semakin banyak aliran darah
yang masuk ke jantung, darah yang masuk pulmo akan semakin banyak, maka pasien
akan merasakan sesak. Pasien sesak nafas saat aktivitas ringan menunjukkan derajat
keparahan. Menurut klasifikasi termasuk klasifikasi kelas III. Klasifikasi ini nantinya
akan digunakan untuk menentukan tatalaksana dan prognosis.