Anda di halaman 1dari 8

MEMBERIKAN OBAT MELALUI VAGINA

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUM/ 04.S5/SPO.039 A 1/1

Ditetapkan,
Tanggal terbit Direktur RSU MELATI
PROSEDUR
03 Maret 2012
TETAP
(dr. Lusi Nurlina Nasution)
Pengertian Memberikan pengobatan pada pasien melalui vagina dengan cara
disemprotkan / dialirkan atau dimasukan
Tujuan 1. Untuk irigasi atau mengumbah vagina
2. Sebagai obat suppositoria
Kebijakan 1. Dilakukan pada pasien radang vagina
2. Pada pasien post partum dengan lochea yang bau
3. Persiapan pembedahan jalan lahir
Persiapan Alat :
1. Irrigator dengan selangnya ( kanul kecil dalam tempatnya )
2. Sarung tangan
3. Standar infuse
4. Obat – obat dalam tempatnya
5. Bengkok
6. Alas bokong
7. Kapas savlon dalam tempatnya
8. Pispot
9. Klem 1 buah
10. Sampiran
Pasien :
Pasien diberikan penjelasan hal – hal yang akan dilakukan
Posisi pasien diatur dengan posisi dorsal recumbent
Prosedur 1. Pasang sampiran
2. Cuci tangan dan pakai sarung tangan
3. Obat – obatan dihangatkan sesuai suhu tubuh ( 37oC ) dan masukan dalam
irigator digantungkan dengan tinggi 30 cm dan permukaan tempat tidur
4. Kanula dipasang pada ujung slang dan cairan dialirkan, lalu slang diklem
diletakan ditempatnya
5. Pasang selimut dan pakaian bawah pasien dilepaskan
6. Pasang alas bokong dan pispot
7. Vulva dibersihkan dengan kapas savlon, ibu jari dan telunjuk tangan kiri
dibungkus dengan kapas savlon selanjutnya vulva dibuka, tangan kanan
memeasukan kanula kedalam vagina pasien
8. Klem dibuka, kanula diputar cairan obat dialirkan secara perlahan sampai
habis
9. Kanula dikeluarkan dan dimasukan ke dalam bengkok yang disenfektan
10. Pispot diangkat setelah cairan tidak keluar lagi
11. Pasien dirapikan dan alat dibereskan
12. Perawat cuci tangan
PEMBERIAN OBAT PER RECTAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUM/04.S5/SPO.040 A 1/1

Ditetapkan,
Direktur RSU MELATI
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP 03 Maret 2012

(dr. Lusi Nurlina Nasution)


Pengertian Memberikan obat kepada pasien sesuai program rectal dengan prinsip
benar
Tujuan Agar pasien diberikan obat sesuai dengan prinsip benar
Kebijakan Program terapi tertulis dengan jelas dalam lyst pasien
Persiapan 1. Kompetensi perawat
2. Persiapan pasien
3. Persiapan alat :
 Perlak / pengalas - Hand schoen
 Bengkok - Kain kasa
 Gunting - Cairan anti septic
Prosedur 1. Cuci tangan
2. Member penjelasan kepada pasien tentyang obat, guna dan cara
kerjanya
3. Mencocokan dosis dengan obat terapy
4. Meminta salah satru teman menjadi saksi
5. Memakai hand schoen
6. Menganjurkan pasien untuk miring kiri
7. Membersihkan rectum dan sekitarnya sebelum memasukan obat
8. Membuka pembungkus obat
9. Memasukan obat kedalam rectum sampai obat benar masuk dan
tidak kelihatan
10. Mengobservasi pasien setelah obat dimasukan
11. Melepaskan hand schoen
12. Mencuci tangan
13. Mendokumentasikan tindakan
Unit terkait
Instalasi Rawat Inap
A PEMBERIAN OBAT CHEMOTHERAPY

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUM/04.S5/SPO/041 A 1/1

Ditetapkan,
Direktur RSU MELATI
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP 03 Maret 2012

(dr. Lusi Nurlina Nasution)


Pengertian Suatu tindakan dengan menggunakan zat kimia yang dapat menghentikan
pertumbuhan sel – sel kanker pada pasien yang menderita keganasan dengan
penyuntikan obat chemotherapy
Tujuan 1. Pasien mendapatkan pengobatan dengan tepat
2. Petugas terlindungi dan efek obat chemotherapy
Keijakan Ada intruksi tertulis dari dokter
Persiapan 1. Ruang isolasi
2. Alat pelindung diri ( baju panjang, topi, kaca, sarung tangan )
3. Obat – obatan sesuai instruksi dokter
4. Disposable spuit 10cc 2 buah, 5cc 2 buah
5. Kapas injeksi, infuse set, abbocath, cairan Nacl
6. Trolly injeksi
1. Sebelum tindakan perawat memberikan KIE kepada pasien
Prosedur keluarga tentang pengobatan dengan efek mungkin timbul
selama dan setelah tindakan
2. Pasien ditempatkan di ruang isolasi
3. Perawat memakai alat pelindung diri (baju panjang, topi
mata, masker, sarung tangan )
4. Perawat menyiapkan obat – obatan dengan trolly injeksi
didekatkan dengan posisi pasien
5. Perawat memasang infuse samapi infuse netes lancer
6. Obat-obat ditarik ke dalam spuit
7. Menyuntikan obat per set pelan-pelan
8. Observasi reaksi yang timbul selama tindakan
9. Setelah selesai tindakan pasien dirapikan alat-alat
10. Observasi ketat selama 24 jam setelah tindakan efek
samping obat seperti mual, muntah, syok
11. Mencatat tindakan dan hasil observasi di catatan
keperawatan
12. Kolaborasi dengan dokter tentang tindakan selanjutnya
13. Pasien dikembalikan ke ruang perawatan setelah 6 hari ada
reaksi yang serius / mengkhawatirkan
Unit terkait Instalasi Rawat Inap
A MEMBERIKAN KOMPRES DINGIN

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUM/04.S5/SPO.042 A 1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU MELATI
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP 03 Maret 2012

(dr. Lusi Nurlina Nasution)


Pengertian
Memberikan kompres dingin pada pasien yang memerlukan
dengan menggunakan kirbat es
Tujuan 1. Membantu menghentikan
perdarahan
2. Mengatasi peradangan
3. Mengurangi rasa nyeri
Kebijakan
-
Persiapan 1. Kirbat es dengan sarungnya
2. Perlak kecil dan alasnya
3. Mangkok berisi es
4. Sebelum dimasukan kedalam kirbat es dicelupkan ke air
1. Perawat mencuci tangan
Prosedur 2. Masukan potongan es kedalam kirbat 2/3 bagian
3. Pastikan kirbat tidak bocor
4. Kirbat es diberi sarung
5. Pasang pengalas
6. Kirbat es diletakan dibagian tubuh pasien yang diperlukan
7. Observasi keadaan pasien
8. Perawat mencuci tangan
9. Catat tindakan dan hasil observasi pada catatan perawatan
Unit terkait Instalasi Rawat Inap
KOMPRES HANGAT

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUM/04.S5/SPO.043 A 1/1
Ditetapkan,
Direktur RSU MELATI
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP 03 Maret 2018

(dr. Lusi Nurlina Nasution)


Pengertian Suatu tindakan yang dilakukan pada penderita yang mengalamami
demam tinggi dengan cara kompres air hangat
Tujuan Memberikan tindakan yang cepatdan tepat pada pasien demam tinggi,
mencegah menggigil dan kejang
Kebijakan Dilakukan oleh perawat sebagai control suhu
Persiapan 1. Baskom mandi
2. Air hangat ( 37. C)
3. Thermometer
4. Lap mandi / waslap
5. Sarung tangan
6. Perlak / bantal anti air
1. Cuci tangan dan kenakan sarung tangan
Prosedur 2. Jelaskan maksud tindakan yang akan dilakukan
3. Tutup tirain atau pintu
4. Ukur suhu dan nadi pasien
5. Lepaskan pakaian pasien dengan selimut mandi
6. Letakan perlak/bantal anti air dibawah pasien
7. Periksa suhu air, celupkan waslap dan letakan lap yang sudah
basah di masing-masing ketiak dan lipatan paha diteruskan
kompres ekstremitas lain selama 5 menit sambil lihat respon
pasien
8. Keringkan ekstremitas dan kaji ulang suhu klien tiap 15 menit,
observasi respon pasien
9. Ganti air dan lakukan kembalo kompre sesuai kebutuhan, bila suhu
sudah turun sedikit di atas normal (38oC) hentikan tindakan
10. Keringkan ekstremitas seluruhnya dan pertahankan selimut atau
ganti selimut yang kering
11. Bereskan alat-alat dang anti alat tenun bila basah
12. Catat pada catatan perawat tindakan yang dilakukan dan setiap
perubahan tanda-tanda vital / menggigil
Unit terkait

Instalasi Rawat Inap

PEMBERIAN INFORMASI / ORIENTASI PASIEN BARU


A

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUM/04.S5/SPO.044 A 1/1

Ditetapkan,
Direktur RSUM MELATI
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP 03 Maret 2012

(dr. Lusi Nurlina Nasution)


Pengertian Memberikan informasi atau sosialisasi kepada pasien dan keluarga
tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pelayanan selama di
Rumah Sakit.
Tujuan 1. Pasien dan keluarganya memahamitentang peraturan Rumah Sakit
2. Pasien dan keluarga memahami tentang semua fasilitas yang
tersedia dan cara penggunaanya
Kebijakan 1. Setiap pasien baru, pasien dan keluarga wajib diberikan orientasi
2. Materi orientasi wajib dievaluasi bila terjadi kurang pemahaman dan
pelanggaran sewaktu-waktu
Persiapan 1. Leafled orientasi / materi orientasi
2. Tempat duduk
3. Cek list orientasi
1. Memberikan salam pada pasien / keluarga dan kenalkan diri
Prosedur 2. Klarifikasi nama pasien persilahkan duduk
3. Pertahankan hubungan melalui komunikasi terapiutik
4. Menjelaskan informasi:
 Peraturan dan tata tertib Rumah sakit
 Hak dan Kewajiban pasien
 Petugas yang merawat
 Waktu konsultasi
 Biaya perawatan
 Rencana perawatan dan persiapan pasien pulang
 Kebersihan kamar mandi dan lingkungan
 Fasilita syang ada diruang perawatan dan cara penggunaannya
5. Mendokumentasikan informasi yang telah diberikan dalam chek list
dan buku pelaksanaan pemberian informasi serta ditandatangani
oleh perawat dan pasien/keluarga
6. Beri salam dan persilahkan pasien / penunggu kembali keruang
perawatan

Unit terkait - Instalasi Rawat Inap


- Instalasi Rawat Jalan

KOMUNIKASI TERAPEUTIK

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RSUM/04.S5/SPO.045 A 1/1
Ditetapkan,
Direktur RSUM MELATI
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP 03 Maret 2012
(dr. Lusi Nurlina Nasution)
Pengertian Kegiatan yang dilakukan atau penyamoaian pesan / informasi tentang pikiran
perasaan atau cermin dalam informasi dan pengertian dan satu orang ke orang
lain
Tujuan 1. Untuk mencegah terjadinya mis komunikasi
2. Menggungkapkan perasaan dan menjelaskan perilaku sendiri untuk
mencapai suatu tujuan
Kebijakan 1. Segala sesuatu yang dikerjakan harus diinformasikan sejelas-jelasnya
kepada klien dan keluarga
2. Pendekatan terhadap pasien atau keluarga harus secara holistik (bio,
psiko, social dan spiritual)
3. Dalam kondisi terapeutik kita dapat memperkecil kesalahan pemahaman
antar petugas & klien / keluarga
Persiapan 1. Buku catatan
2. Pulpen
Prosedur 1. Tahap Preinteraksi
a. Mengumpulkandata tentang klien
b. Mengekplorasi perasaan, fantasi dan ketakutan diri
c. Membuat rencana pertemuan dengan klien
2. Tahap Orientasi
a. Beri salam dan senyum pada klien
b. Memperkenalkan nama perawat
c. Menanyakan nama panggilan kesukaan klien
d. Melakukan validasi, perasaan, kognitif, efektif / psikomotor
e. Menjelaskan tanggungn jawab dank lien
f. Menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, wawancara
g. Menjelaskan tujuan wawancara
h. Menjelaskan waktu yang dibutuhkan wawancara
i. Menjelaskan kerahasiaan
3. Tahap Kerja
a. Member kesempatan pada klien untuk bertanya
b. Menanyakan keluhan klien
c. Menilai wawancara dengan cara yang baik
d. Melakukan wawancara sesuai rencana
4. Tahap Terminasi
a. Mengumpulkan hasil wawncara, evaluasi proses dan hasil
b. Memberikan reinforcement positif
c. Merencanakan tindak lanjut dengan klien
d. Melakukan kontrak (waktu, tempat, topik)
e. Mengakhiri wawancara dengan cara yang baik dan tersenyum