Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Kimia Unand (ISSN No.

2303-3401), Volume 3 Nomor 2, Mei 2014

SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANOKRISTAL


TiO2-SiO2/KITOSAN: EFEK TEMPERATUR KALSINASI
DAN SURFAKTAN CTABr
Yetria Rilda, Muthia Risa Resfiani, dan Syukri

Laboratory of Material Chemistry, Chemistry Departement, Andalas University, 25163


e-mail: yetriarilda@yahoo.com

Abstract

TiO2-SiO2/chitosancompoundhas been syntesized by using sol-gel method. The aim of this


research is to carry out some synthesis modification to get TiO2-SiO2/chitosan. Variation of
calcinations temperature of 400 and 500oCwere examined to optimaze the reaction. Some result
of characterization have indicated that the morphology of compound changed during the
proces. XRD pattern showed that the highest intensity found in the composite is anatase. It was
also found that the crystalinity TiO2-SiO2influenced by CTABr and chitosan. Scanning Electron
Microscopy (SEM) images showed that the particle of composite homogenously distributed
with pored surface. Fourier Transform Infrared (FTIR) spectrum showed that there are Ti-O-Si ,
Ti-O-Ti, and Si-O-Si interaction investigated around 4000-400 cm-1.

Keywords:TiO2- SiO2, synthesis, surfactant CTABr, chitosan, calcination

1. Pendahuluan fotokatalitik tinggi,tidak beracun, inert.


Yetria Rilda, dkk (2010) telah melakukan
Dampak kemajuan teknologitelah studi awal dalam penerapan sistim
memberikan pengaruh yang sangat fotokatalisis TiO2doped logam transisi
signifikan terhadap perkembangan seperti Ni doped TiO2, sebagai senyawa
industri-industri dalam menghasilkan inhibisi beberapa spesies bakteri fatogen
produk untuk memenuhi kebutuhan sarana didalam air, inhibisi akan meningkatkan
dan prasarana masyarakat.. Sehingga dapat jika dilakukan penyinaran sinar UV(2,3,4).
memberi dampak negatif pada Adapun usaha yang perlu dilakukan
lingkunganbaik udara maupun air, adalah bagaimana kinerja dari titania dapat
diakibatkan pencemaran dari limbah ditingkatkan melalui teknik modifikasi
industri dan masyarakat, berupa zat warna, dalam penyediaan titania didalam skala
peptisida dan mikroorganisma(1). Berbagai laboratorium.Pembentukan cluster oksida
usaha telah dilakukan untuk penanganan logam TiO2 dengan penambahan matriks
limbah, tetapi permasalahan ini belum support Silika (SiO2) untuk meningkatkan
tuntas dilakukan, sehingga perlu beberapa performa dari titania, sehingga dapat
penelitian untuk mencari solusi dalam dimodifikasi karakter titania untuk daerah
mengatasi permasalahan tersebut,. sinar tampak. Dari penelitian Yetria Rilda,
dkk (2010) melaporkan bahwa Silika (SiO2)
Penerapan sistim fotokatalis dengan dapat meningkat sifat mekanik, kestabilan
menggunakan senyawa semikonduktor terhadap panas, luas permukaan besar,
merupakan solusi yang tepat jika pada titania(5).
diaplikasikan dalam pengolahan limbah
dan merupakan metoda alternatif yang Dalam memodifikasi morfologi permukaan
cukup efektif, ekonomis, fraktis, tanpa efek TiO2agar diperoleh permukaan katalis
samping yang membahayakan.Titania berpori, perlu dillakukan penambahan
(TiO2) merupakan suatu senyawa senyawa tertentu sebagai template
fotokatalis yang mempunyai aktifitas pencetak pori. Yetria Rilda ,et al (2013)

1
Jurnal Kimia Unand (ISSN No. 2303-3401), Volume 3 Nomor 2, Mei 2014

telah melakukan penelitian sebagai Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide (CTABr)


senyawa templete pengarah struktur pori (Merck).
menggunakan senyawa organik yaitu
kitosan. Kitosan memiliki gugus spesifik 2.2. Prosedur penelitian
amina dan hidroksil sehingga 2.2.1Sintesis TiO2-SiO2/Kitosan
memudahkan untuk berhibridisasi dengan
molekul TiO2-SiO2, dan dapat Sol TiO2-SiO2 dibuat dari campuran TiO2
meningkatkan jumlah dispersi TiO2pada dan SiO2.Larutan A terdapat campuran TIP
SiO2(6, 7). di dalam isopropanol dan DEA distirrer
sampai homogen pada temperatur
Ruslimie, et al., (2010) telah melakukan kamar.Kemudian,larutan B dibuat dari
penelitian menggunakan surfaktan larutan TEOS di dalam isopropanol dengan
CTABr(Cetyl Trimethyl Ammonium Bromide) penambahan katalis HCl, distirrer sampai
dalam mendistribusi pori pada permukaan homogen pada temperatur kamar. Larutan
katalis agar terdistribusi merata C, yaitu larutan kitosan dibuat dengan
danternyata surfaktan dapat melarutkan kitosan di dalam asam asetat
mempengaruhi pertumbuhan kristal TiO2. 5%. Campuran Sol A B C distirrer sampai
Intensitas kristal semakin homogen dan pH diatur dengan
tinggiseiringdengan penambahan NH4OH sampai pH = 10.
bertambahnyakonsentrasisurfaktan Larutan A dan B dicampur dengan
CTABr(8). perbandingan molar Ti:Si = 3:1. Campuran
sol distirrer selama 8 jam pada temperatur
Berdasarkan dari hasi optimasi penelitian kamar, sehingga terbentuk sol yang stabil
sebelumnya maka penelitian ini bertujuan dan homogen, dan dilanjutkan dengan
melakukan sintesis TiO2- SiO2 / kitosan pembentukan gel pada suhu 110-120oC
dengan penambahan surfaktan CTABr. selama 15 jam. Gel dikalsinasi pada suhu
Dan untuk mengoptimasi kondisi sintesis 400oC, 500oC dan 700oC selama 3 jam
perlu dilakukan dan pengaturan untuk memperoleh powder TiO2-
temperatur dan lama waktu sintering pada SiO2/kitosan.
proses sol-gel. Kondisi proses sintesis .
dilakukan variasi suhu kalsinasi 400oC dan 2.2.2 Sintesis TiO2-SiO2/Kitosan/CTABr
500oC dengan lama waktu 5 jam.
Campuran Larutan A, larutan B dan
2. Metodologi Penelitian larutan C, volume total larutan 50
2.1. Alat dan Bahan mLditambahkan dengan surfaktan
CTABr30%, distirrer sampai homogen.
Instrumen yang digunakan adalah oven, Selanjutnya Campuran sol distirrer selama
furnace, FTIR Fourier Transform Infrared 8 jam pada temperatur kamar, sehingga
Spectrocopy (FT-IR) (Spectrophotometer terbentuk sol yang stabil dan homogen, dan
Infrared FT-IR Perkin Elmer 1600 series), X- dilanjutkan dengan pembentukan gel pada
ray diffraction (XRD) (X, Port PAN suhu 110-120oC selama 15 jam. Gel yang
Analytical), Spectroscopy Electron terbentuk dikalsinasi pada suhu 400oC dan
Microscopy and - Energy Dispersive X-ray 500oC selama 5 jam untuk memperoleh
(SEM-EDX) (Leosupra 50 VP Field Emission powder TiO2-SiO2/kitosan/CTABr.
SEM Oxford INCA 400 Energy Disspersive X-
Ray Micro analysis Systim). 2.2.3. Karakterisasi

Bahan yang digunakan adalah kitosan Powder TiO2-SiO2/kitosan yang diperoleh


komersil, asam klorida (HCl), asam asetat dari proses kalsinasi dikarakterisasi untuk
(Merck), aquadest, Titanium Iso Propoksida memperoleh informasi apakah ada
(Aldrick 97%), Dietanol Amin (DEA) interaksi antara TiO2-SiO2/kitosan dan
(Merck), isopropanol (Merck), Tetraetil CTBr dengan FTIR, ukuran kristal
Ortho Silikat (TEOS) (Merck) dan Surfaktan ditentukan menggunakan, XRD, dan
morfologi permukaan dengan SEM–EDX.

2
Jurnal Kimia Unand (ISSN No. 2303-3401), Volume 3 Nomor 2, Mei 2014

3. Hasil dan Pembahasan ukuran kristal untuk gambar 1(a) yaitu 16,1
3.1 Analisis XRD (X-Ray Diffraction) nm sedangkan untuk gambar 1(b)
didapatkan ukuran kristalnya yaitu 19,2
Dari difraktogram XRD pada gambar 1 nm. Hasil penelitian Tianyou Peng, et al.,
diperoleh perbedaan intensitas puncak dari (2005) melaporkan bahwa suhu kalsinasi
ketiga sampel, perbedaan ini menunjukkan dalam sintesis TiO2 meningkatkan ukuran
tingkat kristalinitas dari sampel. Muneer M. kristal dari TiO2(9). Dapat disimpulkan
Ba-Abbad, et al., (2012) melaporkan bahwa bahwa dengan meningkatnya suhu
dengan meningkatnya suhu kalsinasi maka kalsinasi tingkat kristalinitas semakin baik
intensitas puncak yang dihasilkan serta ukuran kristal yang didapatkan lebih
meningkat pula(9). Ini terlihat pada pola besar sehingga pertumbuhan kristal
XRD pada gambar 1(b) memiliki intensitas menjadi lebih sempurna. Dari pola XRD ini
yang lebih tinggi dan tajam dibandingkan juga dapat memberikan informasi bahwa
dengan pola XRD pada gambar 1(a). Ini peran SiO2 dalam sintesis TiO2, dimana
menandakan pembentukan kristal pada SiO2dapat meningkatkan kestabilan fase
sampelpada gambar 1(b) pada suhu TiO2anatase sampai suhu 700oC pada
kalsinasi 500oC lebih sempurna daripada komposisi Ti : Si = 1:1 yang dilaporkan oleh
sampel dengansuhu kalsinasi 400oC. Yetria Rilda, et al (2014) (6).
Pembentukan kristal TiO2 pada suhu
kalsinasi 400oC kurang sempurna karena 3.2 Analisis SEM (Scanning Electron
SiO2 dan senyawa organik belum terjadi Microscopy)
pembakaran yang sempurna dan masih
terdapat sisa-sisa karbon dari bahan Gambar 2memperlihatkan bahwa
organik yang digunakan, kecendrungan permukaan TiO2 yang telah didoping
menyebabkan derajat kristalinitas sampel kitosan, memiliki permukaan smooth
rendah. dengan membentuk bongkahan dengan
struktur amorf pada suhu 400oC.
Intensity (Arb. Units)

a
0 20 40 60 80 100

2 theta (deg)

Gambar 1.Pola XRD dari TiO2-


SiO2/Kitosan dengan
penambahan CTABr 30%
dengan variasi suhu
kalsinasi selama 3 jam (a)
400oC (b) 500 oC (c) 700oC
Gambar 2.Gambar SEM dengan perbesaran
Dari data XRD di atas dapat dihitung 20.000 kali dari TiO2-
ukuran kristal TiO2 dengan cara SiO2/Kitosan dengan
memasukkan data 𝜃, 𝛽, 𝜆 dan nilai FWHM penambahan CTABr 30%
(Full Width at Half Maximum) dari puncak (suhu kalsinasi 400oC dan
dengan refleksi tertinggi ke dalam 500oC)
persamaan Scherrer, maka didapatkan

3
Jurnal Kimia Unand (ISSN No. 2303-3401), Volume 3 Nomor 2, Mei 2014

Jika dibandingkan dengan gambar 2, permukaan.Sedangkan, vibrasi Si-O-Si dari


terlihat bahwa morfologi permukaan yang sampel berturut-turut pada bilangan
kasar dan terbentuk bongkahan kecil pada gelombang, yaitu 1058,1 cm-1,dan 1077,1
permukaan TiO2, yang menunjukkan cm-1. Selain itu, pada spektrum terlihat
dengan struktur kristal telah terbentuk. bahwa pada pita serapan dengan bilangan
Selain itu, permukaan menampakkan pori gelombang 956,5-946,9 cm-1 ditunjukkan
karena adanya kitosan .Kitosan dapat dengan adanya vibrasi Si-O-Ti. Pada pita
berperansebagai template pengarah 618,1-405,9 cm-1 sesuai dengan vibrasi O-Ti-
struktur pori pada permukaan TiO2 - SiO2. O.

3.3 Analisis FT-IR 4. Kesimpulan


Dari hasil penelitian sintesis TiO2-
Gambar 3 menunjukkan perbedaan SiO2/Kitosan dapat diambil kesimpulan
informasi spektrum FTIR kontrol TiO2-SiO2 bahwa kestabilan fase kristal TiO2-
dengan penambahan surfaktan CTABr SiO2/kitosananatase stabil sampai suhu
30%(tanpa kitosan) dan TiO2-SiO2/kitosan- 700oC selama 3 jam dengan adanya matrik
4di atas terlihat memperlihatkan adanya support SiO2/kitosan yang berhibridisasi
pita serapan karakteristik pada bilangan dengan TiO2, tetapicenderung
gelombang 3422,7 cm-1 dan 3422,6 cm- mempengaruhi derajat kristalinitas dari
1mengindikasikan adanya gugus-OH. Pita TiO2- SiO2/kitosan. Kitosan dapat berperan
serapan pada bilangan gelombang yang dalam template pencetakan pori, dan
berkisar antara 956,5-946,9 cm-1 pembentukan pori semakin meningkat jika
memperlihatkan adanya vibrasi dari Si-O- waktu pembentukan gel lebih lama yaiut 15
Ti.Selain itu, pada pita 618,1-405,9 cm-1 jam. Pembentukan aglomerasi partikel dari
sesuai dengan vibrasi O-Ti-O, dan terlihat TiO2-SiO2/kitosan dapat diatasi dengan
juga adanya vibrasi Si-O-Si oleh kedua penmabahan surfaktan kationik CTABr.
sampel yang ditandai pada bilangan
gelombang 1059,3 cm-1 dan 1077,1 cm-1. Referensi

1. Zainal, Z., Hui, L.K., Hussein, M.Z.,


Abdullah, A.H., and Hamadneh, I.R.,
2009, Characterization of TiO2-
Chitosan/Glass Photocatalyst for The
Removal of a Monoazo Dye Via
Photodegradation-Adsorption Process.
Journal of Hazardous Materials. 138-145.
2. Rilda, Yetria., 2010 (a), Sintesis
Fotokatalis TiO2dan Peningkatan
Performanya dengan Metoda Sol-Ge,
Universitas Andalas,Jurnal Riset Kimia,
189-195.
3. Rilda, Yetria.,Dharma, A., Arief, S., Alif,
A., dan B. Shaleh.,2010(a), Efek Doping
Ni(II) Pada Aktifitas Fotokatalitik dari
TiO2Untuk Inhibisi Bakteri
Patogenik,Jurnal Makara Sains, Vol. 14:
Gambar 3. Spektrum FTIR dari (a) TiO2- 7-14.
SiO2 (tanpa kitosan) (b) TiO2- 4. Sayilkan, F., As-ilturk, M., Sayilkan, H.,
SiO2/Kitosanmdengan Onal, Y., Akarsu, M., and Arpac, E.,
penambahan CTABr 30% 2005, Characterization of
TiO2Synthesized in Alcohol by a Sol-
Untuk gambar3 memiliki pita serapan pada Gel Process: The Effects of Annealing
bilangan gelombang 3400 cm-1 sesuai Temperature and Acid Catalyst. Turk J
dengan vibrasi O-H dari gugus hidroksi Chem 29, 697-706.

4
Jurnal Kimia Unand (ISSN No. 2303-3401), Volume 3 Nomor 2, Mei 2014

5. Rilda, Yetria.,2010 (c), Sintesis 9. Saputro, A.N., dan Mahardiani, L.,


Fotokatalis TiO2dan Peningkatan 2009, Sintesis, Karakterisasi dan
Performanya dengan Metoda Sol-Gel, Aplikasi Chitosan Modified
Universitas Andalas,Jurnal Riset Kimia, Carboxymethyl (Cs-Mcm) sebagai
189-195. Agen Perbaikan Mutu Kertas Daur
6. Rilda. Y., A. Alif, E. Munaf and A. Ulang. FKIP. UNS. Surakarta.
Agustien. 2014, Effects of Molar Ratio 10. C, Ruslimie., Hasmizam Razali, A.
on The Synthesis and Characterization Mohd., and Khairul, W.M., 2010, Effect
Nanocluster TiO2-SiO2 with Induced of HTAB Concentration on The
Copolymer Chitosan by Sol – Gel. Synthesis of Nanostructured TiO2
Research Journal of Pharmaceutical, Towards Its Catalytic Activities, The
Biological and Chemical Sciences 5 (2), Malaysian Journal of Analytical Sciences,
1417 – 1427 Vol. 14, No.1, 41 – 49.
7. Balachandran, K., et. al.,2010, Synthesis 11. M. Ba-Abbad, M., H. Kadhum, A. A.,
of Nano TiO2-SiO2 Composite Using Mohamad, Abu Bakar., Takriff, Mohd
Sol-Gel Method: Effect on Size, Surface S., and Sopian, K.,2012,Synthesis and
Morphology and Thermal Stability, Catalytic Activity of TiO2 Nanoparticles
International Journal of Engineering for Photochemical Oxidation of
Science and Technology, Vol. 2(8), 3695- Concentrated Chlorophenols under
3700. Direct Solar Radiation, International
8. Fung, A.L., 2007, A Study on The Journal of Electrochemical Science, 4871 –
Characteristics of Chitosan as an 4888.
Immobilization Matrix for Biosensors. 12. Peng, Tianyou., Zhao, De., Dai, Ke., Shi,
Thesis Master Sains. Universiti Sains Wei., and Hirao, Kazuyuki,2005,
Malaysia. Synthesis of Titanium Dioxide
Nanoparticles with Mesoporous
Anatase Wall and High Photocatalytic
Activity,J. Phys. Chem, 4947-4952.