Anda di halaman 1dari 3

Michael Jayatandi / 1351118 / 06 / AK–S / AKMENLAN

Richard Christian / 1551055 / 19 / AK–S / AKMENLAN

Dwi Octaviany Liga / 1551084 / 22 / AK–S / AKMENLAN

Deta Sekar Sari / 1551049 / 18 / AK–S / AKMENLAN


Tugas Pertemuan 7 – 4 Oktober 2017

SOAL 1 : Jelaskan apa yang dimaksud dengan Life-Cycle Cost Management !

Jawaban :

Life cycle costing merupakan teknik manajemen yang digunakan untuk mengidentifikasi dan
memonitor biaya produk selama siklus hidupnya. Siklus hidup meliputi semua tahap, mulai
dari perancangan produk dan pembelian bahan baku hingga pengiriman dan pelayanan atas
produk yang sudah jadi
Siklus akuntansi biaya dalam suatu perusahaan mengikuti siklus kegiatan usaha perusahaan
yang bersangkutan. Siklus akuntansi biaya untuk perusahaan manufaktur, dimulai dengan
pengolahan bahan baku dibagian produksi dan berakhir dengan penyerahan produk jadi ke
bagian gudang. Dalam perusahaan tersebut, siklus akuntansi biaya dimulai dengan pencatatan
harga pokok bahan baku yang dimasukkan dalam proses produksi, dilanjutkan dengan
pencatatan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang dikonsumsi untuk
produksi, serta berakhir dengan disajikannya harga pokok produk jadi yang diserahkan oleh
bagian produksi ke bagian gudang.

SOAL 2 : Berikan contoh bagaimana Life-Cycle Cost Management dapat mengurangi


kos !

Jawaban :

Life cycle cost management dpt mengurangi biaya karena dapat meningkatkan kesadaran
biaya. Penerapan LCC akan meningkatkan kesadaran akan manajemen dan insinyur pada
faktor-faktor yang mendorong biaya dan sumber daya yang diperlukan oleh item, sehingga
bisa dilakukan program pengurangan biaya. Selain itu juga seluruh biaya hidup evaluasi.
LCC memungkinkan evaluasi pilihan bersaing berdasarkan seluruh biaya hidup. Dan juga
memahami latar belakang teoritis nilai waktu uang dan analisis risiko serta dampaknya
terhadap proses pengambilan keputusan.
SOAL 3 : Berikan contoh perbedaan antara backflush costing dengan traditional
approach !

Jawaban :

Backflushing costing terjadi pada beberapa kasus produksi adakalanya proses produksi
berlangsung sedemikian cepatnya sehingga pencatatan akuntansi tradisional dirasakan
tidaklah memadai lagi, karena selalu ketinggalan. Ketika akuntansi tradisional baru mencatat
kejadian pembelian bahan baku padahal pada saat yang hampir bersamaan, produk yang
sedang dicatat bahan bakunya itu sudah terjual dipasar sehingga menimbulkan masalah dalam
pencatatannya. Untuk menjawab persoalan tersebut, maka kemudian muncullah pendekatan
akuntansi terbaru berupa penyingkatan aliran biaya perusahaan manufaktur dan sangat tepat
digunakan.
Dalam akumulasi biaya berdasarkan job order costing dan process costing,biaya pekerjaan
yang selesai ditentukan dengan membebankan semua elemen biaya(bahan baku,tenaga kerja
langsung dan overhead pabrik) ke persediaan barang dalam proses pada berbagai tahap
produksi. Tetapi dalam backflushing,beberapa atau semua biaya output (produk) ditentukan
hanya setelah produksi selesai. Biaya pekerjaan yang selesai dikurangkan dari slado akun
barang dalam proses,atau akun kombinasi yang ekuivalen,dalam tahap yang disebut
pengurangan pascaproduksi.

SOAL 4 : Kerjakan 11-15 !

Jawaban :

1. Before JIT unit cost: $489,300/10,000 = $48.93


After JIT unit cost: $325,400/10,000 = $32.54
2. JIT menghasilkan biaya unit yang lebih akurat karena ada lebih banyak biaya yang dapat
digunakan langsung ke produk. Selain JIT, biaya mungkin berkurang karena alasan
berikut: (1) Biaya lebih mudah ditelusuri ke produk. Contoh: Penugasan seorang
insinyur untuk cell membuat biaya rekayasa digunakan secara langsung ke cell;
depresiasi juga langsung disebabkan, dan ini dapat menjelaskan tugas biaya yang lebih
rendah. (2) Jumlah manajemen mutu.
Penekanan pada peningkatan kualitas harus mengurangi biaya tertentu. Contoh: bahan
langsung dan pengerjaan ulang. (3) Penggunaan tenaga kerja multiskilled juga dapat
mengurangi biaya. Contoh: pekerja cell sekarang melakukan inspeksi, memindahkan
bahan, melakukan pekerjaan kebersihan, dan melakukan perawatan. (4) Penggunaan
manufaktur selular. Contoh: Tidak ada biaya setup karena cell didedikasikan untuk satu
produk. Kurang bahan penanganan karena jarak antara operasi telah secara pasti
berkurang dan karena pemasok sekarang dapat memberikan bahan baku ke cell.
3. Menata kembali tata letak pabrik menciptakan struktur yang cocok untuk proses biaya.
4. Cost Assignment Method
Direct materials Direct tracing
Direct labor Direct tracing
Maintenance Direct tracing
Inspection Direct tracing
Rework Direct tracing
Power Driver tracing (unless metered)
Depreciation Direct tracing
Materials handling Direct tracing
Engineering Direct tracing
Setups Direct tracing
Janitorial Allocation
Building and grounds Allocation
Supplies Direct tracing
Supervision (plant) Allocation
Cell supervision Direct tracing
Cost accounting Driver tracing
Departmental supervision N/A
Direct attribution or tracing is the most common method, reflecting the focusing effect of
cells.