Anda di halaman 1dari 16

PENYAKIT ARTERI PERIFER

Definisi
Penyakit vascular perifer adalah kelompok penyakit pada arteri, vena, dan limfatik yang terjadi
akibat tiga proses patologis, yaitu:
1. Perubahan struktur dinding vaskular (degeneratif, infeksi, inflamasi)
2. Penyempitan lumen vaskular (aterosklerosis, trombosis, inflamasi)
3. Spasme otot polos vaskular
Peripheral Artery Disease (PAD) didefinisikan sebagai adanya flow limiting lesion pada arteri
yang memperdarahi ekstrimitas bawah maupun atas.
Penyebab tersering pada PAD adalah
1. Penyakit arteri oklusif (aterosklerosis)

2. Penyakit oklusi akut (tromboembolisme)


3. Vaskulitis
Epidemiologi

- Terjadi pada wanita maupun pria usia 40 tahun sebesar 6%


- Usia 65 tahun meningkat prevalensi nya yaitu 15-20%
- Lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan pada wanita
- Terdapat 112-250 orang per 1 juta populasi mengalami amputasi karena PAD
Faktor Resiko

- Merokok
- Diabetes Mellitus
- Hipertensi
- Coronanry artery disease
- Usia diatas 40 tahun
- Dyslipidemia
A. Penyakit Arteri Oklusif (Arterosklerosis)

1) Etiologi dan Patogenesis

PAD paling banyak disebabkan oleh aterosklerosis. Adapun atheroskelrosis adalah


Inflamasi kronis dan mengandung lipid,thrombosis,elemen dari dinding vascular dan sel-
sel imun. Proses pembentukan atherosclerosis terbagi menjadi 3 tahapan yaitu :
1. Pembentukan Fatty Streak
Merupakan lesi awal atherosclerosis . Berupa area kuning , sebagian masuk ke lapisan
dalam ruang subendotel dan mengalami modifikasi menjadi mediator proinflamasi.
Dalam proses pembentukannya terdapat adanya :
- disfungsi endotel
- Injuri endotel merupakan peristiwa primer dalam atherogenesis (diakibatkan factor
fisika / kimia). Ini menyebabkan hilangnya fungsi barrier endotel , pelepasan
sitokin , meningkatnya molekul adhesi untuk rekrutment leukosit , gangguan
pelepasan vasoaktif (prostacyclin dan NO) , dan gangguan kemampuan
antitrhrombotik.
- Infiltrasi dan modifikasi lipoprotein
Rusaknya permeabilitas menyebabkan LDL masuk intima (Ini juga ditunjang
tingginya LDL dalam sirkulasi , mutasi factor / gen yang meregulasi reseptor LDL)
. Di dalam intima akan timbul ikatan dengan proteoglikan . Lalu mengalami proses
modifikasi mencakup oksidasi dan Glycation
- Rekrutmen Leukosit
Rekrutment Monosit dan T limfosit tergantung ekspresi LAM (VCAM 1 dan ICAM
1 ) dan sinyal chemoattractan.
- Pembentukan Sel Foam
Monosit akan berdiferensiasi menjadi makrofag dan akan memakan lipoprotein
membentuk foam cell . Bagian inti plaque yang dibentuk necrotic foam cell disebut
necrotic core .

2. Plaque Progression
(1) Smooth muscle migration

Transisi dari fatty streak menjadi fibrous atheromatous plaque melibatkan proses migrasi otot
polos dari media ke intima , proliferasi di intima dan sekresi matrix makromolekul oleh sel otot
polos .Sinyal pertumbuhan ini berasal dari platelet teraktivasi , foam sel , dan sel endotel yang
melepaskan factor-faktor seperti ( PDGF dan sitokin : TNF-a , FGF , TGF B)

(2) Extracellular Matrix metabolism


- foam cell telah terbentuk akan meningkatkan PDGF dan TGF-β
- smooth muscle makin banyak & merelase ECM lebih banyak
- fibrous cap semakin kuat dan tebal
- keadaan terjadinya inflamasi maka T-lymphocyte aktif
- release IFN-ɣ (untuk menginhibisi release ECM dengan cara inhibisi mitosis
smooth muscle)
- namun ia mempunyai efek meningkatkan CD40L menyebabkan foam cell
merelease MMP (matrix metalloproteinase) untuk menipiskan fibrous cap
sehingga plaque bisa rupture dan juga IL-1,TNF-α,MCP-1 juga bisa menstimulus
MMP.
3. Plaque Disruption
indikasi rupture tinngi : fibrous cap tipis dan pool lipid besar rupture menyebabkan
pembentukan thrombus di lumen.
thrombus kecil: di reabsorpsi lagi dan akan mengalami healing ditandai dengan adanya
fibrosis sehingga pada intimanya akan muncul banyak fibrous dan lumen semakin
menyempit.
thrombusnya besar: menyebabkan AMI.

2) Patofisologis
Patofisiologi PAD yaitu akibat dari imbalanced oksigen supply dan oksigen demand ke
jaringan ekstrimitas. Digambarkan oleh Poiseuille’s Equation :
Patofisiologi atherosclerosis PAD sama dengan CAD yang berhubungan dengan
ketidakseimbangan antara suplay dan demand oksigen. Pada saat melakukan exercise
kebutuhan blood flow meningkat ke bagian limbs sedangkan kondisi obstruksi akan
menghambat blood flow, sedangkan dalam keadaan istirahat supply dan demand oksigen
seimbang sehingga akan mengurangi symptom.
Selama exercise, produk metabolism otot yaitu adenosine akan mengakibatkan
vasodilatasi arteriol yang akan meningkatkan blood flow. Pada PAD, akan terjadi disfungsi
endotel yang menyebabkan tidak adanya vasodilato agent, sehingga akan memperparah
terjadinya iskemik.

3) Manifestasi
Pasien dengan PAD akan merasakan ketidaknyamanan atau rasa nyeri pada bagian
buttock, paha ataupun betis pada saat berjalan dan akan membaik pada saat beristirahat
yang dinamakan dengan claudication . lokasi dari claudication itu sesuai dengan letak
arteri yang terjadi aterosklerosis. Untuk ekstrimitas atas paling sering terkena subclavian
dan brachiocephalic artery.adapun kriteria diagnosis 5P yaitu :
Kriteria Diagnosis
5P
• Pain  nyeri saat istirahat < 14 hari
• Pallor  pucat, sianosis
• Pulseless denyut lemah atau tidak teraba pada distal tungkai
• Paraestesia
• Paralisis tungkai
4) Diagnosis
Diagnosis PAD dapat dilakukan dengan cara:
1. Anamnesis
Ditanyaka mengenai gejala claudication, FR, dan tanda 5P
2. Pemeriksaan fisik
- Ditemukan adanya pallor, pulseless pada distal arteri ekstsrimitas
- Bruit pada bagian abdomen dikarenakan adanya stenosis pada mesenteric atau
renal arteri, bruit pada arteri iliac, femoral, subclavian arteri.
- Muscle atrofi
- Hair loss
- Gangrene
3. Pemeriksaan penunjang
 Ankle Brachial Index (ABI)
 Definisi
Ankle Brachial Index (ABI) adalah test non invasive untuk mengukur rasio
tekanan darah sistolik kaki (ankle) dengan tekanan darah sistolik lengan
(brachial). Tekanan darah sistolik diukur dengan menggunakan alat yang
disebut vascular Doppler dan tensimeter (manometer mercuri atau aneroid).
 Tujuan
Menentukan ada atau tidaknya PAD
 Cara pemeriksaan
a. Anjurkan pasien berbaring terlentang, posisi kaki sama tinggi dengan posisi
jantung.
b. Pasang manset tensimeter di lengan atas dan tempatkan probe vascular Doppler
ultrasound diatas arteri brachialis dengan sudut 45 derajat.
c. Palpasi nadi radialis kemudian pompa manset hingga 20 mmHg diatas tekanan
darah sistolik palpasi.
d. Kempiskan manset, perhatikan suara pertama yang dideteksi oleh probe
hasilnya merupakan tekanan darah systolic brachialis.
e. Ulangi pada lengan yang lain.
f. Pasang manset tensimeter di pergelangan kaki dan tempatkan probe vascular
Doppler ultrasound diatas arteri dorsalis pedis atau arteri tibilias dengan sudut
45 derajat.
g. Palpasi nadi dorsalis pedis kemudian pompa manset hingga 20 mmHg diatas
tekanan darah sistolik palpasi.
h. Kempiskan manset, perhatikan suara pertama yang dideteksi oleh probe
hasilnya merupakan tekanan darah systolic ankle.
i. Ulangi pada kaki yang lain.
j. Pilih tekanan darah systolic brachialis tertinggi (diantara lengan kanan dan kiri)
dan tekanan darah systolic ankle teritnggi (diantara kaki kanan dan kaki kiri).

 Interpretasi

 Segmental Systolic pressure

 Duplex Ultrasound Imaging


 Angiografi
5) Treatment
- Modifikasi faktor resiko seperti berhenti merokok, penurunan nilai lipid, kontrol
DM dan hipertensi
- Pemberian vasodilator
- Pemebrian platelet inhibitor seperti aspirin
- Peningkatan exercise seperti berjalan untuk meningkatkan endurance

Penyakit Oklusi Akut (Tromboembolism)


a. Definisi
Disebut juga sebagai atheroembolisme yaitu suatu kondisi dimana adanya oklusi akut oleh
atheroma seperti kolesterol, platelet dan fibrin yang terlepas dari proximal vascular site
ataupun anuerysme. Dimana Penyebab emboli paling banyak berasal dari jantung.
50 – 60% spontan dan sisanya setelah prosedur intraarterial  kateterisasi jantung Cedera
jaringan tergantung pada lokasi, durasi oklusi, dan derajat sirkulasi kolateral.

b. Origin

c. Manifestasi klinis
Manifestasi klinis dari atheroembolisme yaitu 6P pain, pallor, paralysis, paresthesia,
pulselessness dan poikilothermia, selain itu juga dapat ditemukan blue toe syndrome jika
yang mengalami thrombus dibagian digital, seperti :

Kemudian juga ditemukan livedo reticularis seperti :


d. Tatalaksana
Diberikan obat antikoagulan seperti heparin, warfarin dan dilakukan prosedur invasive
revascularisasi.

Vasculitis
a. Definisi
Vasculitis adalah inflamasi yang terjadi pada dinding pembuluh darah yang diakibatkan
oleh deposisi kompleks imun atau sel mediated immune reaction yang melawan dinding
pembuluh darah.
b. Klasifikasi
Dibagi menjadi 3 yaitu :
- Takayasu arteritis
- Giant cell arteritis
- Thromboangitis obliterans atau buerger disease

c. Pathogenesis
d. Manifestasi klinis

Raynaud Phenomenon
a. Definisi
Raynaud phenomenon adalah penyakit vasospastic pada arteri digitalis yang terjadi saat
seseorang mengalami kedinginan ataupun stress emosional.
b. Epidemiologi
Sering terjadi pada wanita antara 20-40 tahun, lebih sering terjadi pada jari tangan
dibandigkan jari kaki, memiliki prognosis yang baik.
c. Manifestasi klinis
Dikarakteristikan dengan respon triphasic yaitu :
- Jari berwarna putih
- Cyanosis karna adanya akumulasi deoksihemoglobin
- Kembali berwarna merah
Disertai juga dengan numbness, paresthesia ataupun nyeri