Anda di halaman 1dari 14

Hidrogen

1. Bagaimana pembentukan hidrogen secara alami


Jawab : Faridah
a. Hidrogen mengalami siklus oleh mikroba hidrogenase sebagai katalis dalam perubahan H2 menjadi H+
b. Diperoleh dari fermentasi bakteri secara anaerobik dari bahan organik menggunakan ion H+ sebagai oksidan
c. Pada hewan, diperoleh dari pemecahan karbohidrat (H2 digunakan manusia untuk memproduksi CH4 atau pada bakteri samorela.

2. Atom hidrogen dapat berperan sebagai asam Lewis dan basa Lewis. Mengapa?
Jawab : Allif
Asam Lewis merupakan akseptor pasangan elektron sedangkan basa Lewis adalah pendonor pasangan elektron. H+ tidak memiliki elektron
sehingga menjadi asam Lewis karena memiliki orbital kosong. H- memiliki elektron yang dapat menyumbangkan atau donor elektron.

3. Hidrogen pernah disarankan untuk diletakkan di golongan 1 dan 17. Mengapa saran tersebut memungkinkan? Jelaskan sifat apa yang
membedakan hidrogen dengan golongan 1 dan golongan 17.
Jawab : Albert
H hanya memiliki 1 elektron, sehingga memerlukan 1 elektron agar stabil. Sehingga hidrogen berwujud gas berada dalam golongan 1.
Sedangkan jika pada golongan 17, afinitas elektron H jauh lebih rendah dari golongan 17 lainnya karena bersifat gas, sehingga tidak
cocok pada golongan 17.

4. Jelaskan mengapa H2 relatif rendah reaktivitasnya?


Jawab : m. hidayat
a. Memiliki sedikit elektron
b. Entalpi ikatannya 436 KJ/mol (besar)
c. Panjang ikatan pendek 74 pm

Sehingga H2 sulit untuk lepas, akibatnya H2 menjadi inert.

5. Berdasarkan energi disosiasinya, H2 lebih mudah terdisosiasi secara homolitik ataukah heterolitik?

Jawab : Rika risma dewi

a. Secara homolitik, H2 lebih mudah menjadi 2 molekul H


b. Berdasarkan energi disosiasinya, entalpi secara heterolitik H2 jauh lebih besar daripada entalpi disosiasi secara homolitik
c. Disosiasi H2 heterolitik memerlukan entalpi yang jauh lebih besar dari pada homolitik.
6. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi senyawa biner (E-H) dari hidrogen. Berikan satu contoh senyawanya.
Jawab : olga firman N
Hidrida molekular merupakan molekul yang terbentuk antara H dengan unsur-unsur lain di blok P yang memiliki elektronegatifan yang
sama atau lebih tinggi dari H ikatan kovalen. Contohnya : CH4, NH3 dan H2O.

7. Bagaimana kecenderungan pemutusan ikatan pada senyawa biner (E-H) dari hidrogen dengan unsur lain, apabila E adalah unsur
dengan keelektronegatifan lebih kecil dari H, sama dengan H, dan lebih besar dari H.
Jawab : maulidia
Jika keelektronegatifan E < H, maka terjadi H-
E – H → E+ + H-
Contoh: LiH, NaH
Jika keelektronegatifan E = H, maka terjadi pembentukan radikal
E – H → E radikal + H radikal
Contoh: BH3, CH4
Jika keelektronegatifan E > H, maka terbentuk proton
E – H → E- + H+
Contoh: HCl

8. Oleh agus ,, kenapa Al dan Si tidak dapat direaksikan dengan asam , hal ini disebabkan karena Al dan si adalah oksid basa sedangkan Zn
adalah oksida asam. Unsur2 Al dan si lebih mudah bereaksi dengan OH- atau asam keras ,karena al dan si adalah basa keras sama
dengan OH-. Sehingga mudah bereaksi dan reaksinya stabil.
Sedangkan Zn termaksud basa lunak sasma dengan H+ asam Lunak,akan lebih mudah terjadi reaksi

9. Bagaimana pembentukan hidrogen dari bahan bakar fosil? (evafrasnawati)


Hidrogen diproduksi dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan Industri, sebenarnya produksi sering terintegrasi secara langsung
ke dalam proses kimia yang membutuhkan H2 sebagai bahan baku. Proses komersial utama untuk produksi H2. Saat ini steam
reforming, reaksi katalis H2O (Gas uap) dan hidrokarbon (biasanya metana dari gas alam) pada suhu tinggi:

CH 4(g) H2O(g) → CO (g) 3H2(g) ∆rHO = 206.2 kJ mol

Semakin banyak, batubara. Reaksi ini, yang terjadi di 1000oC, adalah

C(s) H2O(g) → CO(g) H2(g) ∆rH O= 131.4 kJ mol1

Campuran CO dan H2 dikenal sebagai gas air dan reaksi lebih lanjut dengan air (reaksi pergeseran gas air) menghasilkan lebih banyak H2:

CO(g) H2O(g) → CO2(g) H2(g) ∆rH O= 41.2 kJ mol1

Secara keseluruhan, gasifikasi batubara (dan hidrokarbon) menghasilkanproduksi CO2 dan H2.

C(s) 2H2O(g) → CO2(g) 2H2(g) ∆rHO= 90.2 kJ mol1

Dengan menerapkan sistem untuk menangkap CO2 dari campuranadalah mungkin untuk menggunakan bahan bakar fosil dan
meminimalkan pelepasandari gas rumah kaca CO2 ke atmosfer. Namun, ini Proses bukanlah jalur terbarukan untuk produksi H2
karena berbasis tentang penggunaan bahan bakar fosil. Dihidrogen untuk konsumsi langsung oleh sel bahan bakar on-board pada
kendaraan diproduksi dari metanol dengan menggunakan pembaharu uap otomotif.

10. Bagaimana pembentukan hidrogen dari sumber yang terbarukan? (pila delphira)

Hidrogen dapat diproduksi melalui fermentasi, menggunakan bakteri anaerob yang menggunakan biomassa atau limbah biologis sebagai
sumber energinya. Hydrogen jugadapatdibentukdarielektrolisis H2O  H2 + O2menggunakanelektrodanikeldanNaOHpada
temperature 80-85 oC.

11. H2 adalah gas yang inert . jelaskan 3 kondisi/mekanisme yang dapat dilakukan untuk mengaktivasi H2?

Jawab:

a. Disosiasi homolitik
Syarat : molekul H2 harus diadsorpsi oleh permukaan logam
Contoh : Pt dan Au

b. Disosiasi heterolitik
Syarat : molekul H2 harus diadsorpsi pada permukaan heteroatom
Contoh : logam-logam oksida (ZnO), dan menghasilkan metanol
Reaksi : CO(g) + 2H2(g)  CH3OH(g)

c. Reaksi pembentukkan radikal bebas


Syarat :
Initasi (panas atau cahaya): Br2  Br . + Br .
Propagasi: Br . + H2  HBr + H.
H. + Br2  HBr + Br .
Terminasi: H. + H.  H2
. .
Br + Br  Br2
H. + Br .  HBr

Contoh : reaksi eksotermik H2 dengan O2


Reaksi : 2H2(g) + O2(g)  2H2O(g) rHø = -242 kJ mol-1

12. Bagaimana tata cara penamaan senyawa hidrogen? (wahyusetiawan)

penamaan hidrogen nama senyawa hidrogen ditambah akhiran –ane, contohnya AsH3 Arsine menjadi arsane

13.Berdasarkan ikatannya dengan unsur lain di blok p dengan jumlah elektron valensi berbeda-beda, jelaskan pembagian senyawa molekular
hidrogen (molecular compounds of hydrogen) (electron precise, electron rich dan electron deficient). Berikan masing-masing 1 contoh
senyawa.
14. Jelaskan reaksi disosiasi yang terjadi pada molekul hibrida (hidrogen yang berikatan dengan unsur-unsur pada blok p, khususnya unsur
yang memiliki massa yang besar) seperti Sn.
15. Pada reaksi SnH + R’H  SnX + SnX berikut, bagaimana kecenderungan reaktivitas haloalkana terhadap trialkiltin
( SnH)?
16. Jelaskan tentang ikatan hidrogen dan apa konsekuensi dari ikatan hidrogen?
17. Manakah ikatan yang lebih kuat antara S-H.....O ataukah O-H....S?
18. Jelaskan bagaimana proses sintesis senyawa biner hidrogen.

JAWABAN
13. Electron precise (tepat) : yang mana semua elektron valensi dari atom pusat terlibat dalam ikatan, Contoh : SiH4 (silane) dan GeH4
(germane).
Electron rich (penuh) : yang mana pasangan elektron dalam atom pusat dibutuhkan untuk membentuk ikatan (adanya pasangan elektron
bebas dalam atom pusat), Contoh : amonia, air, dan hidrogen halida.
Electron deficient (kurang) : yang mana terdapat sedikit elektron yang bisa digambarkan struktur lewis molekulnya, Contoh : B 2H6
(diborane). (Peni)

14. Disosiasi homolitik terjadi dengan mudah untuk menghasilkan hidrogen dengan beberapa elemen blok –p terutama pada elemen yang
besar. Misalnya penggunaan inisiator radikal sangat membantu reaksi trialkilstannane, R 3SnH dengan haloalkana, RX sebagai hasil dari
pembentukan radikal R3Sn.
Reaksi : R3SnH + R’X R’H + R3SnX (Priyadi)

15. Kecenderungan reaktivitas haloalkana terhadap trialkiltin (R3SnH) adalah sebagai berikut:
RF < RCl < RBr < RI
Dari senyawa tersebut yang berbeda adalah unsur-unsur halogennya. Berdasarkan sifat tabel periodik, dalam satu golongan dari atas ke
bawah, jari-jari semakin besar sehingga ikatannya semakin lemah, akibatnya pada CH3I lebih mudah putus.
(resti fartiwi)

16. Ikatan hidrogen adalah ikatan tambahan berupa daya tarik listrik antara atom hidrogen dengan unsur elektronegatif, sedangkan kedua
atom ini sedang berikatan kovalen dengan atom lain. Ikatan hidrogen terbentuk pada senyawa-senyawa polar yang mengandung
hidrogen dan unsur yang memiliki keelektonegatifan tinggi dapat membentuk senyawa polar. Apabila atom hidrogen terikat pada atom
lain terutama F, O, N atau Cl, sedemikian sehingga ikatan X-H bersifat sangat polar dengan daerah positif pada atom H, maka atom H
ini dapat berinteraksi dengan spesies negatif lain atau spesies kaya elektron membentuk ikatan hidrogen. Konsekuensinya , jarak ikatan
X-H dengan ikatan hidrogen akan menjadi lebih panjang, sekalipun tetap sebagai ikatan kovalen tunggal, daripada panjang ikatan
normal X-H tanpa ikatan hidrogen. (dermi maimunnisa)

17. S-H.....O
Karena antara O dan S, keelektronegatifitasan O lebih besar sehingga ikatannya lebih kuat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
keelektronegatifitasan dapat menggambarkan kekuatan ikatan. (ninda kumalasari)

18. Senyawa hidrogen secara langsung berada di dalam reaksi dan elemennya. Protonasi anion non metal, dan ditempat metatesis antara
sumber hibrida dan halida atau pseuhalida. Energi bebas gibbs yang negatif dari binner hidrogen dan merupakan senyawa pra sintetik
untuk hidrogen campuran. Bila senyawa secara dinamik tidak stabil maka sulit untuk ditemukan.
Metode umum untuk mensintesis senyawa biner hidrogen adalah sebagai berikut:
1. kombinasi langsung elemen (hidrogenolisis)
2E + H2(g) → 2EH
2. protonasi anion basa Bronsted:
E- + H2O(l) → EH + OH-(aq)
3. reaksi dari ion hidrida atau donor hidrida dengan halida (metathesis):
EH + EX → E+X- + EH (nurhaliza)
GOLONGAN 1 DAN 2 kel 4
SELLEN TANHEITAFINO (H1031151075)

1. Kecenderungan sifat unsur-unsur golongan 1


 Jari-jari atom = jarak antara inti dengan kulit terluar
Jari-jari atom golongan 1 dalam satu golongan makin ke bawah makin besar karena jarak dari inti ke kulit terlurnya makin besar
 Energi ionisasi = energi yang diperlukan untuk melepaskan sebuah elektron
Energi ionisasi unsur golongan 1 dalam satu golongan makin ke bawah makin kecil karena jari-jari atom makin ke bawah makin besar
sehingga tarikan inti dengan kulit terluarnya makin kecil akibatnya energi yang diperlukan untuk melepas sebuah elektron yang
berada di kulit terluar menjadi semakin kecil (elektron makin mudah lepas)
 Afinitas elektron = kemampuan menerima sebuah elektron
Afinitas elektron unsur golongan 1 dalam satu golongan makin ke bawah makin kecil karena jari-jari atom makin ke bawah makin besar
 Kekerasan unsur-unsur golongan 1 dalam satu golongan makin ke bawah lunak karena jari-jari atom mkin besar

Kecenderungan unsur-unsur golongan 1 jika dilihat berdasarkan periodenya dalam sistem periodik unsur maka dapat dijelaskan dengan
efek shielding

UCI PRADINA (H1031151002)

2. Karena unsur unsur golongan 1 hanya memiliki 1 elektron valensi yang berkontribusi pada ikatan sehingga ikatannya lemah dan titik
lelehnya rendah. Contoh : Fr, Cs

SITI HATIJAH (H1031151025)

3. Kecenderungan unsur-unsur golongan 1 dalam bereaksi dengan oksigen yaitu:


Li bereaksi dengan oksigen menghasilkan oksida
Na bereaksi dengan oksigen menghasilkan peroksida
Unsur-unsur golongan 1 lainnya bereaksi dengan oksigen menghasilkan superoksida

MAUREEN CELCILIA (H1031151062)

4. Perbedaan logam Li dengan unsur-unsur golongan 1 lainnya


a) Logam Li membentuk ikatan kovalen.Derajat ikatan kovalen yang lebih besar ( Untuk dapat mempolarisasi)
b) Li akan membentuk oksida
c) Li satu-satunya logam alkali yang bisa menbentuk ikatan nitrida dan karbida
d) Garam-garam Li yaitu karbonat,fosfat,florida memiliki kelarutan yang rendah didalam air(Karena kelas sama menyebabkan stabil
sehingga susah larut)
e) Li membentuk senyawa organic metalic yang stabil
f) Li terdekomposisi secara langsung membentuk oksida sedangkan logam-logam alkali lainnya membentuk nitrat terlebih dahulu
g) LiH stabil hingga pemanasan 900 sedangkan hidrida lain sudah terdekomposisi sebelum 400

BAMBANG ADI KUMORO (H1031151024)

5. Karena apabila yang dielektrolisis adalah larutan garamnya maka yang mengalami reaksi dikatoda ( reaksi reduksi ) adalah air. air lebih
mudah tereduksi , jadi potensial reduksi standar dari air jauh lebih besar dari logam alkali lainnya, sehingga air lebih mudah terduksi
dari pada golongan I lainnya. reaksinya yaitu :

NaCl Na+ (aq) + Cl – (aq) NaCl (aq)

K : Na+ + e Na katoda : 2 H2O + 2e H2 + 2OH-

A : 2 Cl – Cl2 + 2e

HOMSATUN (H1031151007)

6. Sifat hidrida golongan 1 dalam bereaksi dengan air yaitu, hidrida golongan 1 bereaksi hebat dengan air membentuk gas hidrogen dan
basa. Hidrida adalah senyawa hidrogen biner
7. Hitunglah entalpi kisi (HL) LiCl, NaCl, KCl, RbCl dan CsCl, kemudian urutkan dari yang terkecil hingga yang terbesar. Jelaskan
kecenderungan perubahan nilai entalpi kisi tersebut.
Jawab (oleh Candra Putra Wijaya):
HL = Hf - egH - disH - Hion - Hsub
HL LiCl = -409 – (-349) – 121 – 519 – 161 = -861 kJ mol-1
HL NaCl = -411 – (-349) – 121 – 494 – 109 = -786 kJ mol-1
HL KCl = -437 – (-349) – 121 – 418 – 90 = -717 kJ mol-1
HL RbCl = -435 – (-349) – 121 – 402 – 86 = -695 kJ mol-1
HL CsCl = -443 – (-349) – 121 – 376 – 79 = -670 kJ mol-1
Urutan entalpi kisi dari yang terkecil hingga yang terbesar ialah CsCl < RbCl < KCl < NaCl < LiCl. Unsur golongan I makin ke bawah memiliki
jari-jari yang makin besar sehingga makin tidak stabil yang ditandai dengan makin kecilnya entalpi kisi.
8. Pada unsur golongan I, unsur .....(a) bereaksi dengan oksigen membentuk senyawa oksida. Unsur .....(b) bereaksi dengan oksigen
membentuk peroksida, sedangkan unsur-unsur golongan 1 lainnya bereaksi dengan oksigen membentuk superoksida. Berikan
penjelasan mengapa jika logam 1 bereaksi dengan oksigen dapat membentuk oksida / peroksida / superoksida.
Jawab (oleh Andre Pratama):
Unsur Li jika direaksikan dengan Oksigen membentuk senyawa Oksida, dengan bilangan oksidasi -2
4 Li (s) + O2 (g)  2 Li2O (s)
Unsur Na direaksikan dengan Oksigen menghasilkan Peroksida, dengan bilangan oksidasi -1
2 Na (s) + O2 (g)  Na2O2 (s)
Unsur-unsur golongan I lannya direaksikan dengan oksigen menghasilkan superperoksida, dengan bilangan oksidasi -1/2. Contohnya unsur
K berikut:
K (s) + O2 (g)  KO2 (s)
Hal tersebut dikarenakan ukuran anion O2- < O22- < O2- sedangkan ukuran kationnya Li < Na < K (golongan I lainnya) sehingga lebih stabil
bila kation berikatan dengan anion yang memiliki ukuran yang setara.
9. Bagaimana kelarutan senyawa-senyawa karbonat, hidrogen karbonat, sulfat dan nitrat dalam air dari unsur-unsur golongan I?
Jawab (oleh Guntur):
Pada umumnya garam dari unsur-unsur golongan I larut dalam air. Akan tetapi, senyawa karbonat, hidrogen karbonat, sulfat dan nitrat
memiliki ukuran yang besar sehingga kelarutannya dengan unsur-unsur golongan I dalam air akan bervariasi. Jadi dapat disimpulkan
bahwa unsur golongan I dari atas ke bawah akan makin sulit untuk larut dalam air. Hal ini dikarenakan ukurannya yang makin besar,
jika kation besar berikatan dengan anion besar maka senyawa tersebut akan bersifat stabil sehingga sulit untuk larut dalam air.
10. Jelaskan anomali unsur Berilium (Be) dibandingkan unsur-unsur golongan II lainnya.
Jawab (oleh Irvan Priantama):
Anomali unsur Be terjadi dikarenakan ukurannya yang kecil (r = 27 pm), muatannya yang besar (+2) dan kerapatan muatan yang tinggi
sehingga mempunyai kekuatan mempolarisasi yang tinggi. Unsur Be juga memiliki konsekuensi sebagai berikut :
 Halida dan Hidrida atom Be akan membentuk ikatan kovalen yang kuat, contohnya BeCl2, BeBr2, BeI2 dan BeH2.
 Atom Be akan lebih cenderung membentuk kompleks.
 Hidrolisis Be pada garamnya akan membentuk okso ataupun hidrokso.
 Oksida dan katalisnya lebih terkoordinat.
 Atom Be membentuk banyak senyawa organometalik yang stabil.
11. Jelaskan hubungan diagonal (diagonal relationship) antara Be dan Al ?
Jawab (oleh Nasril Fuad Hasan):
Hubungan diagonal (diagonal relationship) antara Be dan Al yaitu :
a) Baik unsur Be dan Al akan membentuk senyawa halida dan hidrida dengan membentuk ikatan kovalen.
b) Oksida pada Be dan Al bersifat amfoter dimana seharusnya unsur-unsur golongan II bersifat basa.
c) Dengan adanya kelebihan ion OH- akan bereaksi menbentuk [Be (OH4)]2-, [Al (OH4)]- dan dikarenakan harus membentuk struktur
tetrahedral.
d) Baik unsur Be dan Al akan akan membentuk struktur tetrahedral yakni pada unsur Be dengan unsur halida yakni [BeO4]n- , [BeX4]n- dan
pada Al membentuk [AlO4]n-.
e) Kedua unsur Be dan Al akan membentuk Carbida C dengan bilangan oksidasi -4 (C4-).
f) Bentuk alkilnya baik Be dan Al akan sama-sama kekurangan elektron dan akan membentuk jembatan M – C – M .
12. Bagaimana reaksi untuk membuat hidrida golongan II?
Jawab (oleh Muhammad Rizka Kurniawan):
Sebagian besar logam golongan II dapat direaksikan langsung antara logam dengan hidrogen. Contohnya logam Mg berikut:
Mg (s) + H2 (g)  MgH2 (s)
Khusus logam Be dilakukan dengan:
- Reaksi Transmetalasi
Hg(CH3)2 (s) + Be (s)  Be(CH3)2 (s) + Hg (l)
- Reaksi Transmetatesis
2 LiH (s) + Be(CH3)2 (s)  2 CH3Li (s) + BeH2 (s)
13. Identifikasi senyawa A,B,C dan d untuk M=Ba (Nurul Asikin)
C
H2O
Karbon (C)
H2O CO
M A B

HCl

• Ba + H2O --> Ba(OH)2 + H2

a) Ba(OH)2 + CO2 --> BaCO3 + H2O

b) BaCO3 +4C --> BaC2 + 3CO

c) BaC2 + 2H2O -->Ba(OH)2 + C2H2

d) Ba(OH)2 + 2HCl --> BaCl2 + 2H2O

14. Jelaskan kecenderungan penurunan titik leleh senyawa-senyawa oksida gol 2 ? ( Nuri Annisa)
Pada gol 2 kecendrungan penurunan titik leleh satu golongan dari atas kebawah semakin
berkurang, hal ini disebabkan karena jari- jari kation bertambah yang mengakibatkan terjadinya
penurunan nilai entalpi kisi.
15. Bagaimana kecenderungan sifat kebasaan unsur golongan 2 ? (Ika Rahmayani, H1031151019)
Pada unsur golongan 2 dari atas ke bawah jari-jari semakin besar, sehingga kecenderungan
untuk melepaskan OH- semakin bertambah, mengakibatkan unsur golongan 2 dari atas ke
bawah semakin bersifat basa.
16. Bagaimana kecenderungan kelarutan dalam air untuk senyawa-senyawa golongan 2
dibandingkan dengan senyawa-senyawa golongan 1 ? (Pendy Wahyudi)
Golongan 1 lebih mudah larut dalam air dibandingkan dengan golongan 2, hal ini disebabkan
karena jumlah muatan dari golongan 1 ke golongan 2 sehingga menghasilkan nilai entalpi kisi
yang semakin besar dan mengakibatkan golongan dua sukar larut dalam air.
17. Temperatur dekomposisi MgCO3 adalah 3500C sedangkan BaCO3 13600C. Jelaskan perbedaan
sifat temperatur dekomposisi berdasarkan posisi Mg dan Ba dalam golongan 2 ! (rizki Triadi)
1. Jar-jari besar maka entalpi kisi kecil
2. Entalpi kisi besar, ukuran anion kecil
Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa senyawa BaCO3 lebih susah terdekomposisi dari pada
MgCO3.
Penjelasan: Mg2+ dalam bentuk karbonat lebih tidak stabil dibandingkan dalam bentuk
oksidanya. Mg2+ yang memiliki ukuran kation lebih kecil akan lebih memilih berikatan dengan
anion yang kecil pula yaitu O2- dari pada anion CO3 2- akibatnya ketika Mg2+ berada dalam
bentuk senyawa karbonatnya, senyawa karbonatnya tersebut akan mudah terdekomposisi
membentuk magnesium oksida yang lebih stabil, sedangkan Ba lebih stabik dalam bentuk
karbonat maka akan tetap mempertahankan keadaan stabilnya sehingga Ba dalam bentuk
karbonat susah terdekomposisi.
18. Bandingkan kelarutan BeF2 dengan BaF2 dan BeO dengan BaO. Berikan penjelasan terkait
jawaban saudara ! (Ulfa Farizka Hidayati, H1031151041)
•Be merupakan asam keras, dan F basa keras sehingga BeF2 lebih stabil dan sukar larut,
sedangkan Ba bersifat asam lunak, dan F basa keras, sehingga BaF2 kurang stabil dan mudah
larut.
•Be merupakan asam keras, dan O basa lunak sehingga BeO tidak stabil dan mudah larut,
sedangkan Ba bersifat asam lunak, dan O basa lunak sehingga BaO sabil dan sukar larut.

Golongan 13
1. Kecenderungan sifat kovalen dan keberagaman sifat logam golongan 13(Eka Pebri Malinda)
Jari-jari suatu unsur semakin besar dari atas ke bawah, karakter kovalen semakin menurun, sehingga sifat ionik semakin mningkat. Unsur
yang memiliki karakter ionik adalah unsur yang memiliki sifat logam.
Energi ionisasi suatu unsur semakin kebawah semakin kecil, sehingga unsurnya makin mudah melepaskan elektron dan sifat ioniknya
semakin besar. unsur yang memiliki karakter ionik adalah unsur yang memiliki sifat logam.
Oleh karena karakter kovalen dari B ke Tl semakin kecil, sehingga karakter ioniknya menjadi semakin besar. Akibatnya dalam golongan 13
dari B ke Tl sifat logamnya meningkat. Unsur golongan 13 memiliki 2 sifat logam yaitu, B bersifat non logam, Al bersifat metaloid
karena sifat amfoternya, serta Ga,In dan Tl bersifat logam.
2. Keelektronegatifan suatu unsur semakin meningkat dari atas ke bawah (Desti Ranur)
Hal ini disebabkan adanya Alternassion effect. Pengaruh subkulit 3d pada unsur-unsur di periode 4 yang menyebabkan keelektro
negatifitasan. Unsur di periode 4 yang memiliki subkulit 3d memiliki keelektronegatifitasan yang lebih tinggi.
Subkulit 3d akan menjadi kurang terlindungi, sehingga interaksi dengan elektron lain akan menjadi semakin mudah. Hal inilah yang
menyebabkan keelektronegatifan yang semakin meningkat dari atas ke bawah.
3. Unsur Tl lebih stabil dalam biloks +1 dari pada +3 karena adanya innert pair effect yang menyebabkan suatu unsur lebih stabil dalam
keadaan biloks -2 dari biloks unsur-unsur pada golongan tersebut. Hal ini dikarenakan unsur-unsur tersebut memiliki kecenderungan
untuk menahan atau tidak membiarkan elektron pada subkulit s terionisasi (Devi Novita Sari)
4. Keberagaman wujud dari boron trihalida berdampak pada melting point dan boiling point senyawa tersebut. Boron trihalida memiliki 3
wujud, yaitu gas, cairan volatil dan padat. Keberagaman ini karena pengaruh gaya dispersi yang disebabkan oleh bertambahnya
kekuatan ikatan molekul, sehingga mempengaruhi wujud senyawa ini. Semakin besar ikatannya maka wujudnya akan semakin padat,
sehingga melting point dan boiling point nya juga semakin besar, karena diperlukan energi (kalor) yang besar untuk memutuskan ikatan
dari senyawa tersebut (Riski Widya Saputri)
5. Mengapa keasaman Lewis dari BF3<BCl3<BBr3? (Roberta Angelia dan Emelia)
Asam lewis merupakan unsur yang menerima pasangan elektron bebas, sedangkan basa lewis adalah unsur yang mendonorkan elektron
bebas. BF3, BCl3, BBr3 bersifat lewis karena menerima pasangan elektron bebas dan mendonorkan orbital kosong. Mengapa keasaman
BF3<BCl3<BBr3, karena BF3 harus mengubah ikatan BX nya yang semula planar diubah menjadi tetrahedral supaya mudah
mendonorkan orbital kosong. Karena keelektronegatifan F lebih besar dari unsur halogen lainnya, ikatan B dan F terikat sangat kuat,
sehingga sangat sulit untuk diubah bentuknya menjadi tetrahedral. Yang mempengaruhi kekuatan keasamannya yaitu mudah atau
tidaknya berubah dari planar menjadi tetrahedral, jika keelektronegatifannya semakin besar dan jari-jarinya kecil maka semakin sulit
untuk di ubah menjadi tetrahedral sehingga semakin basa.

6. Soalnya salah

7. Oleh nindi dan indah

Berikan penjelasan tentang boron clusters

Jawaban: boron clusters adalah senyawa boron clusters paling baik yang dipertimbangkan dari sudut pandang orbital molekul. Didalam
boron clusters terdapat aturan wide

Contoh : B4H10 = 4 Ikatan B & H = 8 e-

8.Aldrianti , . Keasaman lewis BCl3 > AlCl3 > GaCl3. jelaskan mengapa demikian.

Jawaban:

Asam Lewis akan saling berikatan dengan basa Lewis, basa Lewis adalah sifat basa lunak ↓ basa keras, karena berikatan dengan basa
Lewis yang sifatnya kera sehingga keasamannya semakin kebawah semakin turun, karena asam Lewis semakin ke bawah semaakan
lunak, maka akan menyebabkan semakin tidak stabil dan keasamaannya berkurang. B, Al, Ga, Zn dan Tl semakin kebawah, semakin
mudah terpolarisasi dan semakin lunak karena jari-jarinya bertambah. Jika berikatan dengan basa keras, maka semakin kebawah akan
semakin bersifat kurang stabilnya AX3 menjadi berkurang sifat asam Lewisnya. Basa Lewis banyak anion (O) dan basa Lunak banyak
Unsur (S).

9. Yunita, Keasaman lewis GaX3>AlX3>BX3. jelaskan mengapa demikian.

Jawaban:
Unsur-unsur B, Al, Ga, ln, Tl semakin kebawah, jari-jari semakin besar, semakin mudah terpolarisasi sifatnya semakin lunak. Asam lewis
lunak berikatan dengan basa lewis lunak maka kestabilannya meningkat. Akibatnya sifat asam lewisnya bertambah jika semakin
kebawah dalam satu golongan.

10. Mahaini dan lesi, Bagaimana cara memperoleh unsur-unsur golongan 13?

Jawaban:

Cara memperoleh unsur-unsur golongan 13:

Boron dalam keadaan murni diperoleh dengan mereduksi BBr3

2BBr3(g) + 3H2 (g)  2B(s) + 6HBr (g)

Boron juga dapat diperoleh dari boraks (Na2B4O5(OH)4.8H2O). Boraks diubah menjadi asam borat (B(OH)3), dan kemudian ke boron oksida
(B2O3). Oksida dikurangi dengan mereaksikannya dengan magnesium.

B2O3 + 3Mg  2B + 3MgO

Alumunium banyak terdapat dalam bauksit. Alumunium dari bauksit dapat diperoleh dengan ekstraksi dari proses Hall-Heroult.

Galium diperoleh sebagai produk samping dari proses pembuatan alumunium dalam bauksit .

Indium diperoleh sebagai produk samping dari ekstraksi timbal dan seng . Indium diisolasi dengan proses elektrolisis.

Thallium ditemukan dalam flue dust, yang dilarutkan dalam asam sulfat encer. Asam klorida kemudian ditambahkan untuk mengendapkan
garam thallium(I) klorida dan logam tahllium diekstraksi dengan elektrolisis.

Golongan 4 dan 5

1. Unsur-unsur golongan 14 bervariasi mulai dari berwujud nonlogam, metalloid hingga logam. Apa yang menyebabkan terjadinya variasi
tersebut?
(dijawab oleh Anita, H1031151013)
Jawaban : Dalam satu golongan (dari atas ke bawah) ukuran jari-jari unsur semakin besar. Semakin besar ukurannya menyebabkan energi
ionisasi semakin kecil. Suatu unsur akan semakin mudah melepaskan elektron untuk membentuk suatu kation (+). Semakin mudah
membentuk kation maka unsur bersifat logam.

2. Unsur Pb lebih stabil dalam keadaan berbiloks +2, padahal unsur-unsur lainnya di golongan 14 lebih stabil dalam keadaan berbiloks
+4. Mengapa demikian?
(dijawab oleh Dewi Fatmawati, H1031151020)
Jawaban : Karena unsur Pb pada golongan 4 terkena inert pair effect yaitu kemampuan untuk mempertahankan elektron yang berada
pada subkulit S. Sehingga unsur tersebut lebih stabil dalam keadaan berbiloks kurang 2 dari biloks yang seharusnya.
Biloks Pb = biloks seharusnya – 2
= (+4) – 2
= +2

3. Apa yang dimaksud dengan alotrop? Sebutkan beberapa jenis alotrop unsur-unsur golongan 14 serta berikan penjelasan mengenai
sifat fisik dan kimianya?
(dijawab oleh Iszna Fhazarina Fauziah, H1031151069)
Jawaban : Alotrop terdiri dari unsur yang sama. Namun struktur berbeda sehingga sifat fisik dan kimianya berbeda.
UNS
ALOTRO SIFAT KIMIA
U SIFAT FISIK
P
R
Sebagai superkonduktor dan penyerap panas yang Tidak larut dalam air, tetapi dapat larut dalam pelarut
Fulleren baik. organik.

 mineral alami yang paling keras  Tidak larut dalam air dan pelarut organik.
 Memiliki titik leleh yang sangat tinggi yakni  Ikatan kovalen karbon-karbon yang terbentuk pada
Berlian/ 4827 °C struktur intan sangat kuat bahkan lebih kuat dari
 Berupa isolator namun dapat menyerap panas ikatan ionik.
C intan
dengan sangat baik  elektron-elektron berikatan sangat kuat sehingga
tidak ada elektron yang bebas bergerak ketika
diberi beda potensial.
 Memiliki sifat lunak dan terasa licin  Tidak larut dalam air dan pelarut organik, karena
 Memiliki titik leleh tinggi, sama seperti intan tidak mampu mensolvasi molekul grafit yang sangat
Grafit
 Berupa konduktor listrik dan panas yang baik. besar.
 ikatan kovalen yang terbentuk sangat kuat sehingga
diperlukan energi yang tinggi untuk
memutuskannya.

Silikon Wujud bubuk coklat


amor
f
Si
Silikon Wujud kilap logam dan warna keabu-abuan.
krist
al
Ge α- memiliki kilau metalik dan struktur kristal berlian
germ kubik, sama seperti berlian.
aniu
m
β- bentuk yang memiliki struktur yang sama seperti
germ β- timah.
aniu
m
Sn

Pb
4. Apa yang saudara ketahui mengenai istilah “catenated hydrocarbons”?
(dijawab oleh Eka Wahyuni, H1031151081)
Jawaban : Kemamuan hidrokarbon untuk membentuk rantai karbon (unsur karbon yang mengikat unsur karbon lagi).

5. Dengan menggunakan data energi ikatan pada Tabel 14.2 halaman 352, tentukan entalpi hidrolisis CF4, CCl4, CBr4, CI4. Berdasarkan
entalpi hidrolisis tersebut, apa yang daat saudara simpulkan?
(dijawab oleh Kartika Wardhani Purwaningtyas, H1031151022)
Dik:
∆H hidrolisis = ∆H Reaktan − ∆H Produk
(digunakan data entalpi ikatan/ energi ikatan)

a) CF4
Reaksi: CF4 + 2 H2O → 4 HF + CO2

∆H hidrolisis = ∆H Reaktan − ∆H Produk


= ((4 x (C−F)) + (4 x (O−H)))− ((4 x (H−F)) + (2 x (C=O)))
= ((4 x 486) + (4 x 463)) − ((4 x 558,5) + (2 x 743))
= (1944 + 1852) − (2230 + 1486)
= 3796 − 3720
= − 76

b) CCl4
Reaksi: CCl4 + 2 H2O → 4 HCl + CO2
∆H hidrolisis = ∆H Reaktan − ∆H Produk
= ((4 x (C−Cl)) + (4 x (O−H)))− ((4 x (H−Cl)) + (2 x (C=O)))
= ((4 x 322) + (4 x 463)) − ((4 x 431) + (2 x 743))
= ( 1288 + 1852) − (1724 + 1486)
= 3140 − 3210
= − 70

c) CBr4
Reaksi: CBr4 + 2 H2O → 4 HBr + CO2
∆H hidrolisis = ∆H Reaktan − ∆H Produk
= ((4 x (C−Br)) + (4 x (O−H)))− ((4 x (H−Br)) + (2 x (C=O)))
= ((4 x 276) + (4 x 467)) − ((4 x 366) + (2 x 743))
= ( 1104 + 1868) − (1464 + 1486)
= 2972 − 2950
= 22
d) CI4
Reaksi: CBr4 + 2 H2O → 4 HBr + CO2
∆H hidrolisis = ∆H Reaktan − ∆H Produk
= ((4 x (C−I)) + (4 x (O−H)))− ((4 x (H−I)) + (2 x (C=O)))
= ((4 x 240) + (4 x 463)) − ((4 x 299) + (2 x 743))
= ( 960 + 1852) − (1196 + 1486)
= 2812 − 2682
= 130

Kesimpulan :
Entalpi hidrolisis semakin ke bawah semakin kecil karena entalpi ikatan unsur C dengan unsur-unsur halogen makin ke bawah makin
rendah.
Ikatan tersebut semakin rendah karena pengaruh jari-jari halogen yang semakin besar (dari atas ke bawah) sehingga menurunnya
keelektronegatifan dari atas ke bawah ada halogen tersebut. Akibatnya halida karbon dalam dari atas ke bawah makin mudah
bereaksi dengan air.

Senyawa ∆H hidrolisis

CF4 −76

CCl4 −70

CBr4 22

CI4 130
6. C3H8 berwujud gas pada suhu kamar, sedangkan Si3H8 berwujud cair pada suhu 53 derajat C. C3H8 lebih bersifat volatil dari pada Si3H8.
Mengapa demikian? Oleh : M. Iqbal Qeis

Jawaban: Senyawa Si3H8memiliki jumlah elektron dibandingkan C3H8hal ini menyebabkan gaya intermolekular pada Si lebih besar daripada
C sehingga gaya nya yang besar tersebut akan menyebabkan sukarnya menguap atau nonvolatil.

7. Berikan penjelasan mengenai struktur mineral alumino silikat? Oleh: desi listiani

Jawaban: Aluminosilikat senyawa yang terdiri dari ikatan Al3+ dan Si4+ sehingga Al3+ ini dapat mengantikan Si4+ nya dalam silikat akibatnya
strukturnya bermuatan negatif hal ini menyebabkan mudahnya mengikat unsur-unsur alkali seperti H+, Na+, K+, Ca2+ dll untuk
menstabilkan. Aluminosilikat terjadi dialam secara alami seperti mineral dan batuan. Aluminosilikat zeolit banyak digunakan sebagai
saringan molekuer, katalis mikropor dan bahan pendukung katalis.

8. Apa yang dimaksud dengan karbida/karbides? Sebutkan dan jelaskan klasifikasinya? Oleh : zulika

Jawaban: Karbida merupakan senyawa biner yang terdiri dari unsur karbon dan logam

Klasifikasi karbida:
a. Karbida Garam(Karbon dengan unsur golongan 1)
-Senyawa komponen grafit terinterkalasi
-Dikarbida/asetilida anion C2-, cth: CaC2
-Metida anion C4-, cth: BeC2
b. Karbida Logam (metal)
Senyawa biner dari C dan logam-logam dari subkulit d
Cth: Tungsten karbon (WC), Fe3C
c. Karbida metaloid, senyawa biner yang terdiri dari C dengan padatan kovalen yang keras Ex: BC dan silikon.

9. Bagaimana kecendrungan sifat logam dan konduktivitas unsur-unsur golongan 15? Indah Permatasari

Jawaban: Unsur golongan 15 adalah keluarga nitrogen yang terdiri dari Nitrogen(N), Posfor(P), Arsen(As), Stibium(Sb), dan Bismut(Bi).
Golongan ini memiliki 5 elektron pada kulit terluarnya, 2 elektron pada subkulis s dan 3 elektron pada subkulit p. Beberapa sifat fisika
yang penting dari golongan 15 yang disebabkan bertambah besarnya nomor atom menyebabkan kecenderungan yang menarik antara
lain bertambahnya jari-jari atom dan berkurangnya energi ionisasi dari unsur nitrogen sampai bismut. Akibatnya semakin kebawah
semakin logam. Semua unsurnya kecuali nitrogen merupakan zat padat pada suhu kamar. Secara keseluruhan unsur-unsur golongan
15 merupakan unsur nonlogam, kecuali arsen(As) dan Stibium(Sb) yang bersifat metaloid dan Bismut(Bi) yang bersifat logam. Suatu
konduktor dipengaruhi oleh jarak pita konduksi dan pita valensi yang dekat, semikonduktor cukup jauh (sifatnya bisa diubah) dan
isolator sangat jauh.

10. Sebutkan beberapa jenis alotrop unsur-unsur golongan 15 serta berikan penjelasan mengenai sifat fisik dan kimianya?

Jawaban:

Sifat fisik dan kimia dari alotrop unsur golongan 15:

Unsur Alotrop Sifat Fisik Sifat Kimia

-Memiliki ikatan rangkap tiga


-Pjng ikatan 189 pm
-Molekul P2 -Fosfor putih sangat reaktif
-Padatan lilin terdiri dari
dan semburan diudara
molekul tetrahedral (P4)
-Fosfor Putih menghasilkan P4O10
P
-Bahan padat amorf
-Fosfor Merah - Tidak mudah menyala di
-Diperoleh ketika fosfor udara
-Fosfor Hitam
dipanaskan di bawah
-Bentuk termodinamika paling
tekanan tinggi
stabil

-Terdiri dari tetrahedral As4


-Arsenik Kuning
As -Banyak ditemukan secara -
-Arsenik Metalik alami seperti, As4S4, As2S3,
As2O3, FeAsS

-Terbentuk dari pembusukan


oleh emisi alfa yang baru-
Bi - -
baru ini ditemukan dalam
radioaktif

11. Bagaimana cara memperoleh unsur-unsur golongan 15? Pholan dan Alfian

Jawaban:

a. Nitrogen diperoleh secara massif dengan distilasi nitrogen cair.

b. Fosfor diproduksi oleh tindakan asam sulfat pekat pada mineral fluora patite untuk menghasilkan asam fosfat dari mana unsur fosfor
kemudian diekstraksi. Produksi fosfor unsur dimulai dengan kalsium fosfat mentah (seperti batu fosfat kalsinasi), yang dikurangi
dengan karbon dalam tungku busur listrik. Silika ditambahkan (sebagai pasir) untuk menghasilkan terak kalsium silikat:
c. Arsenik biasanya diekstraksi dari debu cerobong tembaga dan smelter timbal. Namun, juga diperoleh dengan memanaskan bijih
dengan tidak adanya oksigen:

d. Antimon diekstraksi dengan memanaskan stibnite bijih besi, yang menghasilkan logam dan sulfide besi:

e. Bismuth terjadi sebagai bismite, Bi2O3, dan bismuthinite, Bi2S3. Ini diproduksi sebagai produk sampingan dari ekstraksi tembaga, timah,
timbal, dan seng.

12. Sri milawati,

merupakan gas yang tidak reaktif,sehingga banyak digunakan sebagai gas yang bersift inert. Hal itu pula yang menyebabkan nitrogen
sedikit sekali memiliki alotrop. Berikan penejelasan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kereaktifitasan

Jawaban:

• Kekuatan ikatan rangkap tiga N-N dan karenanya memerlukan energi aktivasi tinggi untuk memutusnya. (Kekuatan ikatan ini juga
memperhitungkan kekurangan alotrop nitrogen).

• Ukuran celah homo lumo yang relatif besar di N2 yang membuat molekul tersebut tahan terhadap proses redoks transfer elektron
sederhana.

• Polarisasi rendah N2, yang tidak mendorong terbentuknya keadaan transisi yang sangat polar yang sering terlibat dalam reaksi
perpindahan elektrofilik dan nukleofilik.

13.Sebutkan dan jelaskan klasifikasi senyawa nitirda? oleh ; eka pratiwi

Jawaban:

• Saline nitrida ,mengandung ion nitrida N3, namun muatan ion yang tinggi sangat polarisasi dan karakter kovalen pada garam nitrida
kecil, dapat terjadi pada litium Li3N dan M3N2.

• Kovalen nitrida, ikatan E-N adalah kovalen, memiliki berbagai sifat yang bergantung pada unsur dimana N terikat. Contohnya boron
nitrida (BN), sianogen (CN)2, dan P3N5 fosfor nitrida.

• Nitrida interstisial elemen blok d dengan formula MN, M2N, atau M4N. Atom N menempati beberapa atau semua oktahedral di dalam
kisi-kisi kubik atau heksagonal yang tertutup rapat dari atom logam. Senyawanya keras dan lembam, dengan kilau metalik dan
konduktivitas. Banyak digunakan sebagai bahan tahan api dan menemukan aplikasi sebagai cawan lebur, bejana reaksi suhu tinggi,
dan selubung termokopel.

14. Ion-Ion nitrida merupakan ligan yang dapat menstabilkan logam-logam bahkan yang memiliki bilangan oksida yang besar. Faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhinya ? oleh ; Nimas

Jawaban : faktor-faktor yang mempengaruhinya sebagai berikut :

• Ukuran kecil

• Muatan negatif kecil

• Pendonor e- yang sangat baik

15. Sebut dan Jelaskan sifat sifat ammonia? Oleh ; delvy

• Amonia NH3 (5) adalah senyawa yang tidak berwarna dengan berbau tajam,beracun dengan tingkat paparan tinggi dan amonia
bersifat basa lemah. Amonia adalah pelarut yang sangat baik untuk logam Golongan 1 dan Sifat kimia dari garam amonium sama
dengan yang dimiliki oleh unsur golongan 1, terutama K dan Rb. Titik didih amonia adalah 33ºC, yang lebih tinggi daripada unsur-
unsur hidrida lainnya dalam suatu golongan dan memilih titik lebur sebesar -77,73°C. Amonia cair adalah pelarut yang berguna untuk
zat terlarut seperti alkohol, amina, garam ammonium, amida, dan sianida.

16.Kereaktifan .Mengapa demikian? Oleh; riska meilani

Jawaban:
• Karena NF3 lebih stabil sehingga tidak membutuhkan elektron maupun melepaskan elektron lagi, sedangkan NI3 sangat tidak stabil
sehingga membutuhkan atau melepaskan elektron lagi untuk mencapai kestabilan. Keelektronegatifan nitrogen sama dengan flour
dan klorida sehingga non polar, dan nitrogen lebih elektronegatif daripada brom dan iodida, ikatan N-X polar dengan biloks N -3 dan
+1 pada masing-masing halogen.

• Semakin kebawah kereaktifannya anionnya semakin menurun.

• NI memiliki kelektronegatifan yang kecil oleh karena itu, NI lebih tidak stabil dibandingkan anion yang lain sehingga NI semakin lebih
reaktif dibandingkan anion yang lain, sehingga

17. Apa yang dimaksud dengan aqua regia? Tuliskan reaksi kimia pementukannya. Oleh ; Banan

Jawaban:

• Agua regia adalah sebutan latin untuk “royal water”, disebut demikian oleh para ahli kimia karena kemampuannya untuk melarutkan
logam mulia emas dan platina.

• Aqua regia adalahcampuran asam nitrat pekat dan asam klorida pekat yang menghasilkan warna kuning karena adanya produk
dekomposisi NaCl dan reaksi pembentukannya adalah :

+ 3HCl -> NaCl + +