Anda di halaman 1dari 11

CHAPTER 5

POSTULAT, PRINSIP, DAN KONSEP


POSTULATES, PRINCIPLES, AND CONCEPTS

Kebutuhan akan sebuah theoritical framework di akuntansi keuangan sudah sejak lama
dirasakan. APB dan FASB telah mencoba untuk mengembangkan dasar teoritis sebagai
pedoman dalam memformulasikan peraturan akuntansi, meskipun pada akhirnya keduanya
gagal dalam mengemban misinya.

Meskipun ARS 1 dan ARS 3 secara postulat (dalil) dan dasar tidak diterima, studi ini
menunjukkan sebagai titik awal percobaan untuk memberikan dasar teoritis terpadu untuk
akuntansi keuangan oleh APB.

Postulat dan Prinsip (Postulate and Principles)

Pembentukan APB tidak dapat dihindari adalah sebuah batas awal bagi pengembangan
akuntansi teori dan peran penelitian. Akan tetapi Alvin R. Jennings, dalam pidatonya
mengemukakan bahwa pendekatan baru untuk perkembangan prinsip akuntansi tidak
dimaksudkan untuk pembentukan badan baru. Yang ia bayangkan adalah organisasi
penelitian baru dengan AICPA.

 The Special Commite on Research Program


Hasil dari ide Jennings adalah sebuah komite penelitian khusus yang menekankan
kebutuhan untuk mengartikulasi postulat dasar akuntansi. Komite ini mengusulkan
pendekatan deduktif sebagai dasar akuntansi. Meskipun demikian komite ini tidak
mengantisipasi badai protes terhadap ARS 3. Apalagi konsep dari postulat dan
principles menciptakan problem sendiri.
Postulate didefinisikan sebagai asumsi dasar yang tidak bisa diverifikasi. Atau dengan
kata lain, postulat adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau
aksioma. Prinsip didefinisikan sebagai aturan-aturan yang dapat diuji secara empiris
menjadi undang-undang, dan sebagai pendekatan umum yang digunakan dalam
pengakuan dan pengukuran peristiwa akuntansi.
Konsep didefinisikan sebagai ide generik umum dari suatu insatnsi tertentu dan bukan
bagian dari perumusan teori formal.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 1


 ARS No. 1 dan No. 3
Dalam ARS 1, postulat dibedakan menjadi dua, one category (kelompok A dan B)
dan second category (kelompok C). Kelompok A adalah economic and political
environmental group, kelompok B adalah yang termasuk dalam wilayah akuntansi itu
sendiri dan kelompok C adalah the imperatives (kewajiban).
Perilisan ARS 1 tidak ditanggapi oleh banyak pihak dan kebanyakan lebih menunggu
pada perilisan ARS 3. Postulat dasar pada yang dikembangkan ARS 1 merupakan
bagian integral dari ARS 3. Ada delapan prinsip yang dikembangkan dalam ARS 3.
Kegagalan ARS dan ARS 3 disebabkan oleh kurangkan ketegasan dalam pembuatan
alasan (reasoning), hanya memberikan sedikit perhatian pada kebijakan pembuatan
peraturan, dan juga ketidakberhasilan Moonitz-Sprouse dalam menyelesaikan tugas
mereka.

Konsep Dasar Yang Mendasari Penentuan Biaya Historis (Basic Concepts Underlying
Historical Costing)

Konsep akuntansi telah banyak berkembang mulai dari kebutuhan praktis hingga beberapa
karya teoritis seperti An Introduction to Corporate Accounting Standards oleh Paton dan
Littleton dengan menggunkan pendekatan deduktif untuk memberikan kerangka dasar untuk
menilai praktek akuntansi suatu perusahaan; cara pengevaluasian asset untuk arus kas di masa
mendatang oleh Canning, pembuatan buku yang terpisah yang focus pada kegunaan
akuntansi, respectively, perubahan nilai unit moneter dan kelemahan historical cost, yang
disusun oleh Sweeney dan McNeal; monograf Sanders, Hatfield dan Moore mengenai prinsip
praktek akuntansi; buku Gilman yang telah menyempurnakan konsep pendapatan; serta
Liitleton yang berusaha memperoleh praktik akuntansi yang relevan secara induktif.

Pada bagian ini, akan didiskusikan mengenai konsep. Konsep merupakan hasil dari suatu
proses mengidentifikasi, klasifikasi, dan menginterpretasikan fenomena dan persepsi. Konsep
ini kemudian akan di jabarkan menjadi :

1. Postulates
 Going Concern or Continuity
Pernyataan ini secara simple menyatakan bahwa perusahaan akan berjalan secara
terus menerus, kecuali jika terdapat bukti-bukti yang mengarah ke sisi lain.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 2


Namun, teori ini bertolak belakang dengan pelaporan likudasi nilai atas asset dan
ekuitas.
 Time Period
Bagi entitas bisnis, time period merupakan kalender ataupun tahun bisnis.
Sehingga, laporan keuangan berisi mengenai kondisi keuangan, earning dan aliran
dana selama tahun tersebut. Ketika periode ini relative lebih pendek dari umur
perusahaan, maka muncul akrual basis, recognition dan matching principle, serta
laporan interim bagi yang membutuhkan pelaporan keuangan kurang dari satu
periode.
 Accounting Entity
Pada dasarnya dapat terlihat secara jelas jika entitas terpisah dengan pemilik.
Namun terdapat dua permasalahan penting, yaitu permasalahan menentukan
entitas dan akuntansi utuk setiap hubungan yang terjadi, dalam artian apakah
menggunakan metode penggabungan atau tidak untuk memperlihatkan hubungan
tersebut dan apakah akuntansi focus pada hubungan antara perusahaan dan
pemiliknya.
 Monetary Unit
Untuk tujuan akuntansi, unit moneter menjadi hal yang handal dalam prinsip dan
metode, sehingga laporan keuangan menggunakan dasar unit moneter dalam
pelaporannya.
2. Principles
 Input-Oriented Principles
Prinsip ini focus terhadap pendekatan secara umum atau pembuatan laporan
keuangan dan isi dari laporan tersebut, termasuk pengungkapan tambahan lainnya.
 General Underlying Rules of Operation
o Recognition
Revenue didefinisikan sebagai hasil dari perusahaan dalam
menyediakan produk dan jasanya. Sehingga penjualan asset tidak
diakui dalam revenue pokok perusahaan.
Recognition focus pada mengenai kapan revenue dan expense
dicatat. Yaitu saat realized dan saat earned.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 3


o Matching
Expense merupakan biaya yang telah terjadi dalam upaya
menghasilkan revenue. Pada dasarnya expense bukan diakui saat
dilakukan pembayaran, melainkan diakui ketika expense tersebut
berkontribusi terhadap revenue yang dihasilkan. Proses pengakuan
tersebut dinamakan matching.
Matching beserta recognition sangat diperlukan guna mengukur
income. Namun, terdapat dua permasalahan dalam matching,
pertama dalam pengukuran menggunakan historical cost terkadang
terlalu rendah dari nilai yang sebenarnya dan yang kedua, matching
memerlukan metode yang sangat sistematis dan rasional.
 Constraining Principles
o Conservatism
Conservatism didefinisikan sebagai cara untuk memilih satu dari
beberapa metode akuntnasi yang akan menghasilkan revenue
recognition yang lebih lambat, expense recognition secara lebih
cepat, penilaian asset yang lebih rendah ataupun pengakuan
liabilitas yang lebih tinggi.
o Disclosure
Disclosure diartikan sebagai laporan keuangan yang relevan baik
dari dalam maupun luar bagian utama laporan keuangan itu sendiri,
termasuk penggunaan metode dalam laporan tersebut, apakah
menggunakan lebih dari satu metode ataupun yang tidak lazim
maupun inovasi dari suatu metode.
Hal ini termasuk supplementary financial statement schedule,
disclosure pada footnote untuk informasi yang tidak dapat
diungkapkan pada bagian utama, disclosure atas material ataupun
suatu kejadian, pandangan terhadap operasi kedepan dan analisa
operasi yang dilakukan manajemen.
Disclosure sendiri sangat penting dikarenakan pertumbuhan bisnis
akan lebih komplek dan meningkatkan nilai perusahaan dalam
pasar modal.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 4


o Materiality
Materiality menyangkut penting atau tidaknya suatu item bagi
pengguna dalam melakukan penilaian maupun pengambilan
keputusan.
o Objectivity
Pada dasarnya objectivity menyangkut kualitas bukti transaksi
yang dirangkum dan diorganisir di dalam laporan keuangan.
 Output-Oriented Principles
Prinsip ini lebih mengarah pada kemampuan laporan keuangan untuk
dibandingkan dengan laporan perusahaan lain.
 Applicable to Users
o Comparability
Comparability dilihat dari sisi pengguna, merupakan tingkatan
kehandalan yang dicari pada laporan keuangan ketika
mengevaluasi kedaan keuangan ataupun hasil dari suatu operasi
pada interfirm basis, memprediksi income ataupun cash flows.
 Aplicable to Preparers
o Consistency
Consistency merupakan penggunaan suatu metode oleh perusahaan
secara konsisten.
o Uniformity
Uniformity menyangkut beberapa hal antara lain, seperangkat
prisip untuk perusahaan-perusahaan dimana setiap perusahaan
boleh mengintrepetasikannya, perlakuan akuntansi yang sama
untuk situasi yang sama dan perlakuan akuntansi yang sama untuk
akun yang memiliki keadaan ekonomi yang berbeda.

Sedangkan underlying assumptions yang digunakan dalam IFRS antara lain :


 Accrual Basis
Dalam hal ini, laporan keuangan tidak hanya memberikan informasi atas transaksi
yang telah terjaditerhadap penerimaan ataupun pengeluaran kas, namun juga
mengenai kewajiban dan hasil yang didapatkan pada masa depan, sehingga pengguna
akan dapat memenfaatkan laporan ini dalam pengambilan keputusan.
 Going Concern

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 5


Qualitative characteristics laporan keuangan sendiri antara lain :
 Understanbility
Dalam hal ini laporan keuangan harus mudah dimengerti oleh pengguna, hingga pada
hal-hal yang kompleks.
 Relevance
Laporan keuangan harus relevant dan dapat digunakan untuk digunakan pengguna
dalam menentukan keputusan ekonomis, dengan cara dapat digunakan untuk
mengevaluasi kejadian masa lalu, sekarang dan masa depan. Dan harus disusun
menggunakan materiality.
 Reliability
Dikatakan reliable ketika laporan keuangan bebas dari kesalahan yang material dan
bias. Serta memiliki cirri :
o Faithful Representation
Laporan keuangan harus menyajikan transaksi atau kejadian secara sebenarnya
atau dapat disajikan secara masuk akal.
o Substance overfrom
Dalam hal ini substansi menggungguli bentuk dalam artian setiap transaksi
ataupun kejadian dicatat berdasarkan substansi yang mengikutinya.
o Neutrality
o Prudence
Merupakan estimasi-estimasi yang digunakan dalam menghadapi keadaan
yang tidak pasti.
o Completeness
 Comparability

Sedangkan untuk constraints terdiri atas :


 Timeliness
Hal ini terjadi karena adanya keterlambatan dalam penyajian laporan keuangan.
 Balance between benefit and cost
 Balance between qualitative characteristics

Selain itu, laporan keuangan juga harus disajikan sesuai dengan true and fair view/fair
presentation. Baik dalam posisi keuangan, kinerja maupun perubahan posisi entitas.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 6


Ekuitas Teori Akuntansi

Hubungan perusahaan dengan pemilik dalam rekening ekuitas pemilik. Teori deduktif telah
berusaha untuk menggambarkan hubungan ini dan berguna dalam menafsirkan hak tidak
legal dan kepentingan dalam ekuitas pemilik rekening serta dalam menentukan komponen-
komponen tertentu dari laba.

Proprietary Theory

Teori kepemilikan mengasumsikan bahwa pemilik dan perusahaan yang hampir identik. Pada
teori ini, aset dimiliki pemilik perusahaan, kewajiban perusahaan juga adalah kewajiban
pemilik, dan kepemilikan ekuitas terhutang kepada pemilik.

∑A – ∑L = ∑OE

Entity Theory

ketidakpuasan dengan orientasi dari teori kepemilikan menyebabkan perkembangan teori


entitas. Perusahaan dan pemilik adalah dua hal yang terpisah. Namun demikian, akun ekuitas
pemilik tidak mewakili kepentingan mereka sebagai pemilik tetapi hanya klaim mereka
sebagai pemegang saham. Dalam mengukur laba, baik bunga dan dividen merupakan
distribusi pendapatan untuk penyedia modal. maka, keduanya diperlakukan sama dan tidak
merupakan pengurang penghasilan.

∑Assets = ∑Equities (including liabilities)

Residual theory account

Teori ini termasuk variasi dari kedua teori proprietary dan teori entitas. Pemegang saham
biasa adalah pengambil risiko utama dalam perusahaan. Kepentingan mereka dalam
perusahaan sebagai penyangga atau pelindung bagi semua kelompok dengan klaim
sebelumnya tentang perusahaan, seperti pemegang saham preferen dan pemilik obligasi.
Informasi penting dari teori ini adalah bahwa informasi sesuai untuk tujuan pengambilan
keputusan, seperti yang membantu dalam memprediksi arus kas, harus diberikan kepada
pemegang saham sisa.

∑A – ∑Specific Equity (including liabilities and preferred stock) = Residual


Equity

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 7


Fund Theory

Dana hanyalah sekelompok aktiva dan kewajiban yang terkait. dimana sekelompok aktiva
dan kewajiban yang terkait tersebut ditujukan untuk tujuan, yang mungkin iya atau mungkin
tidak menghasilkan pendapatan.

∑Assets = ∑Restrictions of Assets

Fund teori ini adalah teori yang berlaku untuk pemerintah dan bukan untuk mencari laba yang
mana endowment fund, sitaan, dan kelompok aset khusus sering ditujukan untuk tujuan
spesifik dan tujuan terpisah (tidaak spesifik).

Commander Theory

Teori ini bisa dikatakan sebagai sinonim dari manajemen. Komandan teori mungkin
dipandang sebagai akuntansi manajemen daripada akuntansi keuangan, tetapi manajer dalam
peran fidusia-nya harus "mengubah" pandangan komandan kepada investor.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 8


Pertanyaan dan Jawaban:
1. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen diantaranya adalah Postulat dan
Konsep Teori Akuntansi serta Postulat Akuntansi. Jelaskan elemen-elemen tersebut.
Jawaban:  Konsep Teoetis Akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan
kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang sudah diterima
karena kesesuainnya dengan (untuk menopang dan mewujudkan) tujuan
laporan keuangan yang menggambarkan sifat-sifat akuntansi yang
disajikan sesuai kebutuhan dan penekanannya yang berperan dalam
ekonomi bebas yang ditandai oleh adanya pengakuan pada pemilikan
pribadi.
 Postulat akuntansi adalah pernyataan yang dapat membuktikan
kebenarannya sendiri atau disebut juga aksioma yang sudah diterima
karena kesesuainnya dengan (untuk menopang dan mewujudkan) tujuan
laporan keuangan, yang menggambarkan aspek ekonomi, politik,
sosiologis, dan hukum dari suatu lingkungan di mana akuntansi itu
beroperasi.

2. Salah satu postulat akuntansi adalah going concern, jelaskan. Apa yang dimaksud
dengan postulat going concern? Jelaskan bahwa prinsip biaya merupakan derivatif dari
postulat going concern! Konsekuensi apa yang timbul jika postulat going concern tidak
valid lagi, berikan ilustrasinya.
Jawaban:  Postulat going concert juga Continuity. Postulat ini menganggap bahwa
perusahaan akan terus melaksanakan operasinya sepanjang proses
penyelesaian proyek, perjanjian, dan kegiatan yang sedang berlangsung.
 Postulat going concert ini juga dapat dipergunakan untuk mendorong
agar manajer bersikap forward looking, melihat jauh ke depan dan
investor pun dengan pemahaman ini diharapkan ia akan bersedia
menanamkan modalnya dalam perusahaan dalam jangka waktu yang
lama atau terus menerus agar ia mendapatkan value added dari kinerja
perusahaan.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 9


 Dalam kenyataan ini aset perusahaan yang sudah berhenti dan menunggu
akan dibubarkan umumnya berbeda atau lebih rendah dibandingkan
dengan nilai aset dari perusahaan yang masih terus beroperasi dan
lancar.

3. Dalam penyajian suatu laporan keuangan tidak terlepas dengan penggunaan asumsi-
asumsi. Sebutkan dan jelaskan asumsi-asumsi dasar yang digunakan untuk penyusunan
laporan keuangan menurut PSAK!
Jawaban: Asumsi-asumsi dan penjelasan dasar yang digunakan untuk penyusunan
laporan keuangan menurut PSAK, yaitu:
1. Dapat dipahami.
Kuantitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan
adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh
pemakai.Untuk maksud ini, pemakai di asumsikan memiliki
pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis
akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan
ketekunan yang wajar.
2. Relevan.
Agar bermanfaat informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan
pemakai dalam proses pengambilan keputusan.
3. Keandalan.
Agar bermanfaat, informasi juga harus andal (reliable).Informasi
memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan,
kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakaiannya sebagai
penyajian yang tulus atau jujur (faithful representation) dari yang
seharusnya disajikan atau yang secara wajar diharapkan dapat
disajikan.
4. Dapat dibandingkan.
Pemakai harus dapat membandingkan laporan keuangan perusahaan
antar periode untuk mengenditifikasikan kecendrungan (trend) posisi
dan kinerja keuangan.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 10


4. Prinsip konsistensi (the consistency principle) merupakan salah satu prinsip yang
digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Sehubungan dengan prinsip tersebut,
menurut anda apakah diperbolehkan adanya perubahan-perubahan akuntansi
(accounting changes). Bila tidak boleh, berikan alasannya. Bila boleh, sebutkan dan
jelaskan perubahan-perubahan (accounting changes) yang diperkenankan!
Jawaban: Prinsip konsistensi meupakan salah satu prinsip yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan. Sehubungan dengan prinsip tersebut,
menurut saya boleh mengubahnya apabila alternative lain yang juga sesuai
dengan prinsip akuntansi yang lazim dianggap lebih baik. Perubahan itu
harus di ungkapkan dan termasuk diungkapkan alasan mengapa prinsip
alternative itu dipilih.

5. Mengenai Konsep Kesatuan Akuntansi (Accounting Entity), Konsep Kesatuan


akuntansi merupakan konsep yang paling fundamental diminta:
a. Jelaskan mengenai konsep kesatuan akuntansi!
b. Jelaskan mengapa konsep kesatuan akuntansi merupakan konsep yang paling
fundamental dalam (pervades) akuntansi?
Jawaban: a. Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan dianggap sebagai suatu
kesatuan atau badan usaha ekonomik yang berdiri sendiri, bertindak
atas namanya sendiri, dan kedudukannya terpisah dari pemilik atau
pihak lain yang menanamkan dana dalam perusahaan dan kesatuan
ekonomik tersebut menjadi pusat perhatian atau sudut pandang
akuntansi.
b. Konsep kesatuan akuntansi suatu konsep yang berlaku secara umum
tentang suatu asumsi, anggapan, pandangan maupun pendapat dalam
menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan. Seperti konsep kesatuan usaha, konsep harga
perolehan, konsep kesinambungan, dan sebagainya. Baiklah, untuk
lebih jelasnya mari dilanjutkan beberapa contoh konsep dasar
akuntansi.

Chapter 5. Postulates, Principles, and Concepts Page 11