Anda di halaman 1dari 30

MAKALAH ORGANISASI & MANAJEMEN INDUSTRI

FUNGSI MANAJEMEN (PLANNING)

DISUSUN OLEH :

NAMA : MUHAMMAD SHANDY ALFIAN

NIM : 17TIA373

KELAS : 1D

TEKNIK INDUSTRI AGRO

POLITEKNIK ATI MAKASSAR

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN RI

2018

i
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit


sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala berkat,
rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya dapat
menyelesaikan tugas makalah “MANAJEMEN PERENCANAAN”.

Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada dosen saya


yaitu Bapak/ibu yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang
begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa
memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

Meskipun saya berharap isi dari makalah saya ini bebas dari kekurangan dan
kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya mengharapkan
kritik dan saran yang membangun agar tugas makalah ini dapat lebih baik lagi.

Akhir kata saya mengucapkan terimakasih, semoga hasil makalah saya ini
bermanfaat

Makassar Juni 2018

MUHAMMAD SHANDY ALFIAN

ii
DAFTAR ISI

SAMPUL ................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 2
C. Tujuan ............................................................................................................. 2
D. Manfaat ........................................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN ....................................................................................... 4
A. Definisi Perencanaan ...................................................................................... 4
B. Tahap Dasar Perencanaan ............................................................................... 6
C. Tipe Perencanaan ............................................................................................ 7
D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan........................................... 8
E. Misi dan Tujuan Organisasi ............................................................................ 9
F. Tujuan Perencanaan ...................................................................................... 11
G. Unsur-Unsur Perencanaan Rasional ............................................................. 14
H. Hambatan dalam Perencanaan dan Cara Mengatasinya ............................... 14
I. PerencanaanYang Baik .................................................................................. 18
J. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Perencanaan ...................................... 20
K. Pengambilan Keputusan ............................................................................... 25
BAB III PENUTUP ............................................................................................. 26
A. Kesimpulan ................................................................................................... 26
B. Saran ............................................................................................................. 26
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 27

iii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masing-masing organisasi sangat perlu melakukan suatu perencanaan dalam
setiap kegiatan organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen
karyawan baru, program penjualan produk baru, maupun perencanaan
anggarannya. Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi
untuk memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena
itu, perusahaan harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai sebelum
melakukan prosesproses perencanaan.

Perencanaan diperlukan dan terjadi dalam berbagai bentuk organisasi, sebab


perencanaan ini merupakan proses dasar manajemen di dalam mengambil suatu
keputusan dan tindakan. Perencanaan diperlukan dalam jenis kegiatan baik itu
kegiatan oranisasi, perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan
ada dalam setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya
dapat melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam
perencanaan.

Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen,


terutma dalam menghadapi lingkungan eksternal yangberubah dinamis. Dalam era
globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan
sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan firasat (dugaan).

Pokok pembahasan pada makalah ini berfokus pada elemen-elemen tertentu


dari proses perencanaan dan proses yang sangat berhubungan dengan pemecahan
masalah dan pengambilan keputusan. Kemudian memperkenalkan konsep
perencanaan dan menyajikan sejumlah pendekatan untuk mengefektifkan
perencanaan dari berbagai jenis.

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan


organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari

1
semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain
pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.

B. Rumusan Masalah
a. Definisi Perencanaan.

b. Tahap Dasar Perencanaan.

c. Tipe Perencanaan.

d. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan.

e. Misi dan Tujuan Organisasi.

f. Tujuan Perencanaan.

g. Unsur-Unsur Perencanaan Rasional.

h. Hambatan dalam Perencanaan dan Cara Mengatasinya.

i. Perencanaan yang Baik.

j. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Perencanaan.

k. Pengambilan Keputusan.

C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

a. Ingin mengetahui apa yang dimaksud dengan perencanaan dalam menejemen.

b. Memberikan pengetahuan mengenai pendidikan manajemen.

c. Sebagai suatu media untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.

d. Menambah kepustakaan.

2
D. Manfaat

Manfaat yang dapat kami petik dalam penulisan makalah ini adalah :
a. Menambah ilmu dan pengetahuan khususnya di bidang Manajemen.

b. Dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran masalah perencanaan dalam


manajemen khususnya untuk mahasiswa dan mahasiswi.

3
BAB II

PEMBAHASAN
A. Definisi Perencanaan

Dalam ilmu menejemen menjelaskan bahwa salah satu fungsi pokok


manajemen adalah perencanaan, dimana dalam ilmu manajemen menjelaskan
bahwa fungsi pokok manajemen terdiri dari perencanaan, koordinasi, pelaksanaan,
pengawasan dan evaluasi. Perencanaan merupakan salah satu fungsi pokok
manajemen yang pertama harus dijalankan. Sebab tahap awal dalam melakukan
aktivitas perusahaan sehubungan dengan pencapaian tujuan organisasi perusahaan
adalah dengan membuat perencanaan.
Definisi perencanaan dikemukakan oleh Erly Suandy (2001:2) sebagai berikut :
“Secara umum perencanaan merupakan proses penentuan tujuan organisasi
(perusahaan) dan kemudian menyajikan (mengartikulasikan) dengan jelas strategi-
strategi (program), taktik-taktik (tata cara pelaksanaan program) dan operasi
(tindakan) yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan secara
menyeluruh.”
Dalam manajemen, Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari
semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain
pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal. Rencana informal
adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota
suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus
dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal
merupakan rencana bersama anggota korporasi, artinya, setiap anggota harus
mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi
ambiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Beberapa Arti Perencanaan Menurut Para Ahli :

4
a. Garth N.Jone, Perencanaan adalah suatu proses pemilihan dan pengembanngan
dari pada tindakan yang paling baik untuk pencapaian tugas.

b. M.Farland, Perencanan adalah suatu fungsi dimana pimpinan kemungkinan


mengunakan sebagian pengaruhnya untuk mengubah daripada wewenangnya.

c. Abdulrachman (1973), Perencanaan adalah pemikiran rasional berdasarkan


fakta-fakta dan atau perkiraan yang mendekat (estimate) sebagai persiapan untuk
melaksanakan tindakan-tindakan kemudian.

d. Siagian (1994), Perencanaan adalah keseluruhan proses pemikiran dan penetuan


secara matang daripada hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang
dalam rangka pencapaian yang telah ditentukan.

e. Terry (1975), Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta,


membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang
dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini
diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu.

f. Kusmiadi (1995), Perencanaan adalah proses dasar yang kita gunakan untuk
memilih tujuan-tujuan dan menguraikan bagaimana cara pencapainnya.

g. Soekartawi (2000), Perencanaan adalah pemilihan alternatif atau pengalokasian


berbagai sumber daya yang tersedia.

Perencanaan secara garis besar diartikan seagai proses mendefinisikan tujuan


organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkann
rencana aktivitas kerja organisasi. Pada dasarnya yang dimaksud perencanaan yaitu
memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa (what), siapa (who), kapan
(when), dimana (where), mengapa (why), dan bagaimana (how). Jadi perencanaan
yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan
kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta
programprogram yang dilakukan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari
semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan berjalan. Rencana dapat berupa
rencana informal atau secara formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak
tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan

5
rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi
dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal adalah merupakan bersama anggota
korporasi, artinya setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu.
Rencana formal dibuat untuk mengurangi ami guitar dan menciptakan
kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
Dalam sebuah perencanaan terdapat unsur-unsur perencanaan. Perencanaan
yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut sebagai unsur-
unsur perencanaan. Unsur pertama adalah tindakan apa yang harus dikerjakan,
kedua ada sebabnya rindakan tersebut harus dilakukan, ketiga dimana tindakan
tersebut dilakukan, keempat kapa tindakan tersebut dilakukan, kelima siapa yang
akan melakukan tindakan tersebut, dan yang terakhir bagaimana cara melaksanakan
tindakan tersebut.

B. Tahap Dasar Perencanaan

Ada TigaTahap Dasar Perencanaan:


1. Tahap 1 Menetapkan Tujuan Atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang keinginan atau
kebutuhan organisasi atau kelompok kerja tanpa rumusan tujuan yang jelas
organisasi akanmenggunakan sumber daya-sumber dayanya secara tidak efektif.
2. Tahap 2 Merumuskan keadaan
Pemahaman akan sisi perusahaan sekarang dari tujuan yang hendakdicapai atau
sumber dayasumber daya yang tersedia untuk pencapaian tujuan adalah sangat
penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya
setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencana dapat dirumuskan untuk
menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua ini memerlukan
informasi terutama keungan dan data statistik yang didapatkan melalui
komunikasi dalam organisasi.
3. Tahap 3 Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu
diindentifikasi kan untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai
tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intern dan

6
ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya atau yang
menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah
dan kesempatan serta anacaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang
adalah bagian esensi dari proses perencanaan.
.
C. Tipe Perencanaan

Dalam perencanaan terdapat beberapa tipe perencanaan, yaitu perencanaan


strategi dan perencanaan operasional.
Perencanaan Strategi : Kebutuhan jangka panjang dan menentukan
komprehensif yang telah diarahkan. Menentukan tujuan untuk organisasi kegiatan
apa yang hendak diambil sumber- sumber apa yang diperlukan untuk mencapainya.
Tahap perencanaan strategi:
1. Identifikasi tujuan dan sasaran
2. Penilaian kinerja berdasar tujuan dan sasaran yang ditetapkan
3. Penentuan perencanaan strategi untuk mencapai tujuan dan sasaran
4. Implementasi perencanaan strategi
5. Evaluasi hasil dan perbaikan proses perencanaan strategi
Tujuan perencanaan strategi: mendapatkan keuntungan kompetitiff (competitive
advantage).

Manajemen Strategi
Manajemen strategi: proses pengarahan usaha perencanaan strategi dan
menjamin strategi tersebut dilaksanakan dengan baik sehingga menjamin
kesuksesan organisasi dalam jangka panjang.
Tahap manajemen strategi:
1. Perumusan strategi (strategy formulation)
2. Pengimplementasian strategi (strategy implementation)
Strategi yang digunakan organisasi
Tiga tingkatan strategi yang digunakan organisasi:
1. Strategi korporasi (corporate strategy) Tujuan: pengalokasian sumber daya
iuntuk perusahaan secara total. Strategi ini digunakan pada tingkat korporasi.

7
2. Strategi bisnis (business strategy) strategi untuk bisnis satu produk lini strategi
ini digunakan pada tingkat divisi.
3. Strategi fungsional (functional strategy) Mengarah ke bidang fungsional khusus
untuk beroperasi.Strategi ini digunakan pada tingkat fungsional seperti penelitian
dan pengembangan, sumber daya, manufaktur, pemasaran, dll. Perencanaan
operasional: kebutuhan apa saja yang harus dilakukan untuk mengimplementasikan
perencanaan strategi untuk mencapai tujuan strategi tersebut. Lingkup perencanaan
ini lebih sempit dibandingkan dengan perencanaan strategi.

Perencanaan operasional yang khas :

1. Perencanaan produksi (Production Plans) : Perencanaan yang berhubungan


dengan metode dan teknologi yang dibutuhkan dalam pekerjaan

2. Perencanaan keuangan (Financial Plans) : Perencanaan yang berhubungan


dengan dana yang dibutuhkan untuk aktivitas operasional

3. Perencanaan Fasilitas ( Facilites Plans) : Perencanaan yang berhubungan dengan


fasilitas & layaout pekerjaan yang dibutuhkan untuk mendukung tugas.

4. Perencanaan pemasaran (Marketing Plans) : Berhubungan dengan keperluan


penjualan dan distribusi barang /jasa.

5. Perencanaan sumber daya manusia (Human Resource Plans): berhubungan


dengan rekruitmen, penyeleksian dan penempatan orang-orang dalam berbagai
pekerjaan.

D. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perencanaan

Ada factor-faktor yang dapat mempengaruhi perencanaan, salah satunya adalah


factor waktu dan perencanaan.
Factor waktu dan perencanaan mempunyai pengaruh sangat besar terhadap
perencanaan dalam tiga hal, yaitu:
1. Waktu sangat diperlukan untuk meaksanakan perencanaan efektif.

8
2. Waktu sering diperlukan untk melanjutkan setiap langkah perencanaan tanpa
informasi lengkap tentang variable-variabel dan alternatif- alternatif, karena waktu
diperlukan untuk mendapatkan data dan memperhitungkan semua kemungkinan.

3. Jumlah waktu yang akan dicakup dalam rencana harus dipertimbangkan.

Faktor waktu lainnya yang mempengaruhi perecanaan adalah seberapa


seringrencana-rencana harus ditinjau kembali dan diperbaiki. Ini tergantung pada
sumber daya yang tersedia dan derajat ketetapan perencanaan manajemen.

E. Misi dan Tujuan Organisasi

Sebelum organisasi menentukan tujuannya, terlebih dulu menetapkan misi /


maksud organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud
organisasi. Sedangkan Misi organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar
yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan
mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.
Etzioni mendefinisikan tujuan organisasi sebagai :

1. Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi bermaksud


untuk merealisasikan.

2. Pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi


sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya.

2 unsur penting tujuan adalah :


1. Hasil-Hasil akhir yang diinginkan di waktu mendatang

2. Usaha-usaha / kegiatan-kegiatan

Tujuan dapat berupa tujuan umum / khusus , tujuan akhir / tujuan antara.
Tujuan Umum (tujuan strategic) secara operasioanal tidak dapat berfungsi sebelum
dijabarkan terlebih dahulu kedalam tujuan-tujuan khusus yang lebih terperinci
sesuai dengan jenjang manajemen, sehingga membentuk hirarki tujuan.

9
Dalam sebuah tujuan pasti mempunyai fungsi tersendiri, tidak mungkin
membuat tujuan tapi tidak ada fungsi, berikut adalah beberapa fungsi-fungsi tujuan
:
1. Pedoman Bagi Kegiatan, melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan
datang. Fungsi tujuan memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi
mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan.

2. Sumber Legitimasi, akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk


mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya

3. Standar Pelaksanaan, bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami, akan
memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi)
organisasi.

4. Standar Motivasi, berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang


penting dalam kenyataannya, tujuan organisasi sering memberikan insentif bagi
para anggota.

5. Dasar Rasional Pengorganisasian, tujuan organisasi merupakan suatu dasar


perancangan organisasi.

Berkenaan dengan penetapan prosedur-prosedur formal yang dimulai dengan


penetapan tujuan dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan (langkah) sampai
peninjauan kembali pelaksanaan kegiatan. Gagasan dasar MBO (management by
objective) adalah bahwa MBO merupakan proses partisipatif, secara aktif
melibatkan manajer dan para anggota pada setiap tingkatan organisasi.
MBO dapat dicapai melalui beberapa upaya untuk efektivitas dari program
MBO (unsur evektifitas MBO) , yaitu :

1. Pendidikan dan pelatihan bagai manajer


2. Keterikatan antara tujuan pribadi dan tujuan organisasi
3. Pelaksanaan umpan balik secara efektif
4. Didorong adanya peserta dari bawahan

10
F. Tujuan Perencanaan

Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan banyak tujuan


perencanaan. Tujuan pertama adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk
manajer maupun karyawan nonmanajerial. Dengan rencana, karyawan dapat
mengetahui apa yang harus mereka capai, dengan siapa mereka harus bekerja sama,
dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa rencana,
departemen dan individual mungkin akan bekerja sendiri-sendiri secara
serampangan, sehingga kerja organisasi kurang efesien.
Tujuan kedua adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Ketika seorang
manajer membuat rencana, ia dipaksa untuk melihat jauh ke depan, meramalkan
perubahan, memperkirakan efek dari perubahan tersebut, dan menyusun rencana
untuk menghadapinya.
Tujuan ketiga adalah untuk meminimalisir pemborosan. Dengan kerja yang terarah
dan terencana, karyawan dapat bekerja lebih efesien dan mengurangi pemborosan.
Selain itu, dengan rencana, seorang manajer juga dapat mengidentifikasi dan
menghapus hal-hal yang dapat menimbulkan inefesiensi dalam perusahaan.
Tujuan yang terakhir adalah untuk menetapkan tujuan dan standar yang
digunakan dalam fungsi selanjutnya, yaitu proses pengontrolan dan
pengevalusasian. Proses pengevaluasian atau evaluating adalah proses
membandingkan rencana dengan kenyataan yang ada. Tanpa adanya rencana,
manajer tidak akan dapat menilai kinerja perusahaan.

Tanggung Jawab untuk Menetapkan Tujuan Perencanaan


1. Staf Perencanaan

Khususnya staf perencanaan dapat mengurangi bban kerja manajer


individual, membantu mengkoordinasikan aktivitas perencanaan manajer
individual, membawa berbagai alat dan teknik yang berbeda untuk
menyelesaikan masalah tertentu, berwawasan yang lebih luas dibanding manajer
individual, dan melangkah jauh melmpaui proyek dan departemen tertentu.

2. Satuan Tugas Perencanaan

11
Organisasi terkadang menggunakan satuan tugas untuk
membantumengembangkan rencana. Satuan tugas semacam itu seringkali terdiri
dari manajer lini dengan suatu minat khusus dalam bidang perencanaan yang
relevan.

3. Dewan Direksi

Dewan direksi (board of directors) bertugas menetapkan misi dan strategi


perusahaan. Di beberapa perusahaan, dewan tersebut erperan aktif dalam proses
perencanaan. Di CBS, misalnya, dewan direksi biasanya berperan dalam
perencanaan. Di perusahaan lain, dewan memilih seorang eksekutif kepala yang
kompeten dan mendelegasikan perencanaan kepada individu tersebut.

4. Chief Executive Officer (CEO)

Chief Executive Officer (CEO) biasanya presiden direktur atau ketua dari
dewan direksi. CEO mungkin individu tunggal yang paling penting dalam setiap
proses perencanaan organisasi. CEO memainkan suatu peran utama dalam
menyelesaikan proses perencanaan dan bertanggung jawab untuk
mengimplementasikan strateggi. Dewan dan CEO kemudian berperan langsung
dalam perencanaan. Komponen organisisional lain yang terlibat dalam proses
perencanaan memiliki peran sebagai penasihat atau konsultan.

5. Komite Executive

Komite eksekutif (executive commitee) biasanya terdiri dari eksekutif


puncak dalam organisasi yang bekerja sama sebagai suatu kelompok. Anggota
komite eksekutif seringkali dibebankan pada berbagai staf komite, subkomite,
dan satuan tugas untuk berkonsentrasi pada proyek tertentu atau masalah yang
mungkin dihadapi seluruh organisasi pada suatu waktu di masa depan.

6. Manajemen Lini

Komponen terakhir dari sebagian besar aktivitas perencaanaan organisasi


adalah manajemen lini (line management). Manajer lini adalah orang yang

12
memiliki otoritas formal dan tanggung jawab untuk manajemen organisasi.
Mereka memainkan suatu peran penting dalam proses perencanaan oranisasi
karena dua alasan. Pertama, mereka merupakan sumber informasi berharga dari
dalam organisasi untuk manajer lain etika rencana diformulasikan dan
diimplementasikan. Kedua, manajer lini di tingkat menengah Dn rendah dari
organisasi biasanya harus melaksanakan rencana yang dikembangkan oleh
manajemen puncak. Manajemen lini mengidentifikasikan, menganalisis, dan
merekomendasikan alternatif program, membuat anggaran, dan mengajukannya
untuk disetujui, dan akhirnya melaksanakan rencana.

Keuntungan Perencanaan
1. Fokus dan fleksiblitas
Fokus : Mengetahui apa yang terbaik , mengetahui apa yang dibutuhkan dan
bagaimana melayani pelanggan.
Fleksibelitas: Beroperasi dan punya pandangan kedepan
Perencanaan membantu Manajer karena:
a. Perencanaan berorientasi pada hasil- Menciptakan pengertian arah orientasi
kinerja

b. Perencanaan berorientasi pada prioritas -Memastikan hal yang paling penting


dan mendapatkan perhatian utama.

c. Perencanaan orientasi pada keuntungan -Membantu sumber -sumber untuk


mendayagunakan kekuatan terbaik.

d. Perencanaan orientasi pada perubahan -membantu mengantisipasi masalah


dan kesempatan sehingga dapat dicapai kesesuaian yang terbaik

2. Perencanaan mengembangkan koordinasi.


Tujuan-tujuan dari masing-masing subsistem ditata sehingga saling mendukung
satu sama lain. Tingkatan tujuan yang lebih tinggi berhubungan dengan
tingkatan tujuan yang lebih rendah.
3. Perencanaan mengembangkan pengendalian.

13
Pengendalian meliputi Pengukuran dan evaluasi. Perencanaan membantu
kemungkinan tersebut dalam menentukan tujuan, keinginan hasil kinerja dan
menentukan tindakan khusus.

G. Unsur-Unsur Perencanaan Rasional

1. Dibuat dengan pemikiran yang rasional; tidak secara khayalan/angan-angan;


harus dapat dilaksanakan Estimasi.

2. Dibuat berdasarkan analisa fakta dan perkiraan yang mendekati/estimate; untuk


pelaksanaan yang akan segera dikerjakan Preparasi.

3. Dibuat sebagai persiapan/pre-parasi; pedoman/patokan tindakan yang akan


dilakukan/bukan untuk yang telah lalu Operasional.

4. Dibuat untuk dilaksanakan; untuk keperluan tindakantindakan kemudian dan


seterusnya; bukan yang telah lalu.

H. Hambatan dalam Perencanaan dan Cara Mengatasinya

Hambatan dalam perencanaan :


1. Kurang pengetahuan tentang organisasi.

2. Kurang pengetahuan tentang lingkungan.

3. Ketidakmampuan melakukan peramalan secara efektif.

4. Kesulitan perencanaan operasi-operasi yang tidak berulang.

5. Biaya Takut gagal Kurang percaya diri.

6. Ketidaksediaan untuk menyingkirkan tujuan-tujuan alternatif.

7. Tujuan yang tidak tepat


Tujuan yang tidak tepat mempunyai banyak bentuk. Membayar deviden yang
besar kepada pemegang saham mungkin tidak jika dananya didapatkan dengan
mengorbankan penelitian dan pengembangan tujuan mungkin juga tidak tepat jika

14
tujuan tersebut tidak dapat dicapai. Jika Kmart menetapkan tujuan untuk
memperoleh lebih bayak pendapatan dibanding Wal-Mart tahun depan, karyawan
perusahaan mungkin.Tujuan juga tidak tepat jika tujuan itu menepatkan terlalu
banyak penekanan pada ukuran kuantitatif maupun kalitatif dari keberhasilan.

8. Sistem penghargaan yang tidak tepat


Dalam beberapa lingkungan, sistem penghargaan yang tidak tepat merupakan
hambatan dalam penetapan tujuan dan perencanaan

9. Lingkungan yang dinamis dan kompleks


Sifat dari suatu lingkungan organisasi juga merupakan hambatan bagi
penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif. Perubahan yang cepat, inovasi
teknologi, dan persaingan yang ketat juga dapat meningkatkan kesulitan bagi suatu
organisasi untuk secara akurat mengukur kesempatan dan ancaman di masa
mendatang

10. Keengganan untuk menetapkan tujuan


Hambatan lain terhadap perencanaan yang efektif adalah tujuan bagi mereka
sendiri dan untuk unit-unit yang merupakan tanggung jawab mereka. Alasan untuk
ini mungkin adalah kurangnya rasa percaya diri atau takut akan kegagalan. Jika
seorang manajer menetapkan suatu tujuan spesifik, ringkas, dan berhubungan
dengan waktu, Maka apakah ia mencapai atau tidak mencapai tujuan tersebut akan
tampak nyata. Manajer yang secara sadar atau tidak sadar berusaha untuk
menghindari tingkat tanggung jawab ini lebih mungkin untuk menghindari usaha
perencanaan organisasi. Pfizer, suatu perusahaan farmasi besar, mengalami
masalah karena manajernya tidak menetapkan tujuan untuk penelitian dan
pengembangan. Sebagai akibatnya, organisasi tersebut jauh tertinggal di belakang
karena manajer tidak memiliki cara untuk mengetahui seberapa efektif usaha
penelitian dan pengembangan mereka sebenarnya.

11. Penolakan terhadap perubahan


Hambatan lain dalam menetapkan tujuan dan perencanaan adalah penolakan
terhadap perubahan. Perencanaan pada intinya terkait dengan perubahan sesuatu
dalam organisasi. Avon Products hampir membuat dirinya sendiri bangkrut

15
beberapa tahun yang lalu karena perusahaan bersikeras melanjutkan kebijakan
pembayaran deviden yang besar kepada para pemegang sahamnya. Ketika laba
mulai turun, manajer menolak memotong deviden dan mulai melakukan pinjaman
untuk membayar deviden tersebut. Hutang perusahaan meningkat dari $3 juta
menjadi $1,1 miliar dalam waktu delapan tahun. Pada akhirnya, manajer terpaksa
menyelesaikan masalah dan memotong deviden.

12. Keterbatasan
Keterbatasan (constraints) yang membatasi apa yang dapat dilakukan
organisasi merupakan hambatan utama yang lain.
Cara mengatasi hambatan adalah :
1. Melibatkan para pegawai, terutama mereka yang terkena pengaruh dalam proses
perencanaan.

2. Memberikan banyak informasi kepada para pegawai tentang rencana dan


kemungkinan akibat-akibatnya sehingga mereka memahami perlunya perubahan,
manfaat yang diharapkan dan apa yang diperlukan untuk pelaksanaan yang efektif.

3. Mengembangkan suatu pola perencanaan dan penetapan yang efektif, suatu


“track record” yang berhasil mendorong kepercayaan kepada para pembuat rencana
serta menyebabkan rencana baru tersebut diterima.

4. Menyadari dampak dari perubahan-perubahan yang diusulkan terhadap para


anggota organisasi dan memperkecil gangguan yang tidak perlu.
Cara lain yang dapat ditempuh untuk mengatasi hambatan dalam perencanaan
adalah :
a. Pemahaman Maksud Tujuan dan Rencana
Salah satu cara terbaik untuk memperlancar penetapan tujuan dan proses
perencanaan adalah dengan maksud dasarnya. Manajer seharusnya juga mengetahui
bahwa terdapat keterbatasan pada efektivitas penetapan tujuan dan pembuatan
rencana.
Dan penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif tidak selalu memastikan
keberhasilan, penyesuaian dan pengecualian diharapkan dari waktu ke waktu.
b. Komunikasi dan Partisipasi

16
Meskipun mungkin dibuat pada tingkat tinggi, tujuan dan rencana tersebut
harus dikomunikasikan kepada pihak yang lain dalam organisasi. Setiap orang yang
terlibat dalam proses perencanaan seharusnya tahu landasan apa yang mendasari
strategi fungsional, dan bagaimana strategi-strategi tersebut diintegrasikan dan
dikoordinasikan. Orang-orang yang bertanggung jawab untuk mencapai tujuan dan
mengimplementasikan rencana harus didengar pendapatnya dalam
mengembangkan strategi tersebut. Setiap orang hampir selalu memiliki informasi
yang berharga untuk disumbangkan / dan karena mereka yang akan
mengimplementasikan rencana / keterlibatan mereka sangat penting orang biasanya
lebih berkomitmer pada rencana yang pembentukannya mereka bantu .bahkan
ketika suatu organisasi agar bersifat sentralistis atau menggunakan staf
perencanaan, manajer dari berbagai tingkan dalam organisasi seharusnya dilibatkan
dalam proses perencanaan.
c. Konsistensi /revsi /dan pembaruan
Tujuan seharusnya konsisten baik secara hori zontal maupun secara vertikal
.konsistensi horizotal berarti bahwa tujan seharusnya konsisten diseluru organisasi
/ dari satu departemen ke departemen lainnya. Konsistensi vertikal berarti bahwa
tujuan seharusnya konsisten dari atas hingga ke bawah organisasi : tujuan stategis,
taktis, dan operasional harus selaras. Karena penetapan tujuan dan perencanaan
merupakan proses yang dinamis, tujuan dan perencanaan juga harus direvisi dan
diperbarui secara berkala. Banyak organisasi melihat perlunya merevisi dan
memperbarui dengan frekuensi yang semakin sering.
d. Sistem Penghargaan yang Efektif
Secara umum, orang seharusnya diberi penghargaan baik karena menetapkan
tujuan dan rencana yang efektif, maupun karena berhasil mencapainya. Karena
kegagalan terkadang berasal dari faktor-faktor di luar pengendalian manajemen,
orang seharusnya dipastikan bahwa kegagalan dalam mencapai tujuan tidak akan
selalu memiliki konsekuensi hukuman.

Pendekatan-Pendekatan Perencanaan
1. Perencanaan inside-out dan perencanaan outside-in
Perencanaan inside-out: terfokus pada yang sudah dilakukan dan
mengusahakan untuk melakukan yang tebaik yang dapat dilakukan. Ini

17
meningkatkan efektivitas organisasi. Perencanaan outside-in: dari analisa
lingkungan eksternal muncul perencanaan untuk mengeksploitasi kesempatan-
kesempatan dan meminimisasi permasalahan yang terjadi. Kedua perencanaan ini
dapat dikombinasikan agar optimal.
2. Perencanaan top-down dan perencanaan bottom-up
Perencanaan dari atas ke bawah (top-down): manajer dibawah manajer
puncak membuat perencanaan berdasarkan tujuan yang telah ditentukan manajer
puncak. Perencanaan dari bawah ke atas (bottom-up) dikembangkan pada tingkatan
yang lebih bawah tanpa adanya batasan yang secara teratur melewati hirarki
tersebut ke tingkat manajer puncak. Kelebihan: kuatnya komitmen dan kepemilikan
dalam perencanaan yang lebih rendah. Kelemahan: bila terlalu ekstrim mungkin
akan gagal untuk menghasilkan seluruh tugas yang terintegrasi dalam organisasi
secara keseluruhan.
3. Perencanaan contingency
Perencanaan yang terfokus pada pemikiran ke depan. Perencanaan ini
meliputi penentuan alternatif-alternatif tindakan yang dapat diimplementasikan
seandainya perencanaan orisinil tidak sesuai karena adanya perubahan keadaan.
Kunci: prediksi perubahan yang akan datang yang dapat berakibat pada
perencanaan yang sedang dijalankan.

I. PerencanaanYang Baik

1. Mengetahui sifat/ciri/prinsip rencana yang baik, sebagai berikut: Mempermudah


tercapainya tujuan,dibuat oleh orang yang memahami tujuan organisasi,dibuat oleh
orang yang mendalami teknik perencanaan,disertai perincian yang teliti, tidak boleh
lepas dari pemikiran pelaksanaan,bersifat sederhana,luwes,dalam perencanaan
terdapat tempat pengambilan resiko,bersifat praktis/pragmatis, merupakan
forcasting.
2. Memandang proses perencanaan sebagai suatu rangkaian pertanyaan yang harus
dijawab, sebagai berikut: What (apa)= tujuan (tindakan apa yang perlu
dilakukan),When (kapan)= waktu (kapan hal tersebut perlu dilakukan),How
(bagaimana)= cara mengerjakannya (bagaimana cara melakukan) pekerjaan

18
tersebut) ,Who (siapa)= tenaga kerja (siapa yang melakukan pekerjaan tersebut),
Where (dimana)= tempat (dimana pekerjaan itu harus dilakukan),Why (mengapa)=
keperluannya (mengapa pekerjaan itu harus dilakukan).

3. Memandang proses perencanaan sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan


dengan mempergunakan teknik-teknik ilmiah (scientific techniques of problem
solving), melalui langkah: Mengetahui sifat hakikat masalah yang dihadapi (know
the nature of the problem).Mengumpulkan data (collect data), Menganalisa data-
data (analisis of the data).Menentukan beberapa alternatif (determination of several
alternatives).Memilih cara yang terbaik (selection of the seeminingly best way from
among alternatives).Pelaksanaan (execution). Penilaian hasil (evaluation of
results).
Dasar-Dasar Perencanaan yang Baik
1. Forecasting

Proses pembuatan asumsi-asumsi tentang apa yang akan terjadi pada masa yang
akan datang. a. forecasting kualitatif: prediksi masa depannya menggunakan
pendapat para ahli b. forecasting kuantitatif: prediksi masa depannya
menggunakan analisa data secara matematis dan statistis (analisa time series,
model ekonometri, survey statistik).

2. Penggunaan scenario

Meliputi penentuan beberapa alternatif skenario masa yang akan dtaang atau
keadaan peristiwa yang mungkin terjadi. Pengidentifikasian kemungkinan
skenario yang berbeda waktunya akan membantu organisasi beroperasi lebih
fleksibel dalam lingkungan yang dinamis.

3. Benchmarking

Perbandingan eksternal untuk mengevaluasi secara lebih baik suatu arus


kinerja dan menentukan kemungkinana tindakan yang dilakukan untuk masa
yang akan datang. Tujuan: untuk mengetahui apakah orang-orang dan organisasi
bekerja dengan baik dan merencanakan bagaimana menggabungkan ide-ide
tersebut dalam pengoperasiannya.

19
4. Partisipasi dan keterlibatan

Perencanaan partisipatif yang aktif: perencanaan di mana semua orang yang


mungkin akan memperngaruhi hasil dari perencanaan dan atau akan membantu
mengimplementasikan perencanaan-perencanaan tersebut.

5. Penggunaan staf perencana

Fungsi staf perencana: bertanggung jawab dalam mengarahkan dan


mengkoordinasi sistem perencanaan untuk organisasi secara keseluruhan atau
untuk salah satu komponen perencanaan yang utama.

J. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Perencanaan

Proses perencanaan terdiri dari 5 tahap :


1. Penetapan Tujuan Organisasi
Penetapan tujuan awal organisasi merupakan bagian awal dari proses
penyusunan perencanaan. Tujuan organisasi ibarat kompas ayang dijadikan arah
abgi keputusan dan aktivitas organisasi. Perumusan tujuan harus dibuat sejelas
mungkin dan sedapat mungkin bersifat kuantitatif. Sedangkan perumusan tujuan
yang bersifat kualitatif memiliki kecenderungan dalam salah tafsir dari berbagai
pihak atau dapat menimbulkan salah persepsi sehingga memberi kesan adanya
pelonggaran di dalam pencapaian tujuan organisasi.
Tanpa perumusan tujuan organisasi yang tegas dan jelas maka organisasi akan
menghamburkan sumber daya secara berlebihan. Mengenal priorotas akan
kekhasan tujuan organisasi akan membuat manajemen dapat menggunakan sumber
daya secara efektif dan efisien. Perumusan organisasi snagat penting baik bagi
perusahaan besar maupun perusahaan kecil. Perumusan tujuan organisasi
merupakan prioritas pertama atau kedua, dikarenakan penetapan tujuan organisai
merupakan langkah pertama yang sangat esensial didalam perencanaan, maka
pemimpin/manajer harus dapat membuat perencanaan yang efektif dan efisien.
Banyak cara yang harus dilakukan oleh manajemen di dalam menghadapi
berbagai perlawanan yang dilakukan oleh pihak lain atau bawahan yaitu :

20
 Perlu melibatkan pegawai dan kelompok terkait lainnya termasuk berbagai
pihak yang berkepentingan di dalam proses perencanaan
 Menyediakan informasi yang memadai bagi pegawai mengenai rencana dan
berbagai konsekuensi yang mungkin terjadai agar supaya mereka mau
mengerti tentang kebutuhan akan adanya perubahan manfaat yang
diharapkan dan apa yang diperlukan bagi implementasi yang efektif dan
efisien.

 Mengembangkan perencaan yang efektif dan efisien serta implementasi


yang efektif dan efisien pula. Catatan penelusuran keberhasilan kepercayaan
diri bagi penyusun rencana dan pengakuan rencana baru.
 Sadar akan dampak perubahan organisasi yang diusulkan dan memperkecil
gangguan yang tidak dikehendaki. Jika pengenalan proses manufaktur baru
mengarah kepada pemberhentian (pemutusan hubungan kerja) maka
pelaksanaan proses baru tersebut harus dikaitkan dengan kendala yang ada
sereta meyakinkan mereka yang berprasangka negatif
 Penetapan tujan dan skala prioritas di awal telah dijelaskan bahwa langkah
awal di dalam menyususn rencana harus dimulai dari tujuan. Di dalam
menyusun rencana maka pemimpin/manajer atau perencana harus
menetapkan skala prioritas dan waktu yang tepat tentang tercapainya tujuan.
Di samping itu maka pemimpin/manajer harus menyadari konflik tujuan dan
harus pula menyediakan pengukuran tujaun sehingga hasil dari pelaksanaan
dapat diukur dan dievaluasi. Berbagai aspek yang harus diperhatikan di
dalam penetapan tujan dan prioritas meliputi :
a. Skala Prioritas Tujuan
Yang dimaskud skala prioritas adalah urutan kepentingan dari tertinggi
sampai terendah. Skala prioritas memegang peranan yangsangat penting sebab
skala prioritas ini akan memberikan perhatian yang penuh bagi manajer didalam
mengalokasikan sumber daya yang ada sehingga yang diutamakan adalah yang
mempunyai prioritas utama (terpenting). Skala prioritas tujuan organisasi
menunjukkan tahapan yang hendak dicapai yang disesuaikan dengan kekuatan,
kelemahan, kesempatan dan ancaman organisasi. Karena penetapan skala prioritas
merupakan keputusan kebijakan maka umumnya manajer menghadapi kesulitan di

21
dalam merumuskannya. Untuk itu biasanya disusun tim yang akan membahas skala
prioritas tersebut.
b. Kerangka Waktu Tujuan
Di dalam kajian analisis studi gerak dan waktu dijelaskan bahwa setiap setiap
gerak membutuhkan waktu dan tindakan merupakan kumpulan gerak sehingga
tindakan akan lebih banyak waktu yang diperlukan dibandingkan gerak. Dimensi
waktu secara tak langsung merujuk pada aktivitas organisasi yang diarahkan oleh
berbagai tujuan yang berbeda dan sangat tergantung kepada durasi (penyelesaian)
tidankan yang direncanakan. Tujuan jangka pendek dapat dicapai dalam waktu
kurang dari satu tahun sedangkan tujuan jangka menengah dicapai kurang dari 5
tahun, akan tetapi lebih dari satu tahun keterkaitan prioritas dan waktu sangat erat
dan keterkaitan itulah maka dapat menetapkan suatu definisi tentang suatu kegiatan
atau suatu obyek. Batasan waktu dapat menjadi manajemen berpikir dan bertindak
efektif sehingga menghasilkan kinerja yang efektif pula. Dari ukuran (dimensi)
waktu maka kinerja organisasi akan dapat diketahui apakah organisasi tersebut
telah melakukan tugasnya secara efektif dan efisien. Dalam kaitannya dengan
waktu ini pula maka meskipun tujuan organisasi diklasifikasikan kedalam jangka
pendek, menengah dan panjang aka tetapi ketiganya sebenarnya mempunyai satu
kesatuan yang utuh, karena ketiganya akan saling mempengaruhi. Oleh karena itu
perhatian manajemen suatu organisasi tidak dibenarkan hanya berfokus pada salah
satu unsur waktu saja.
c. Konflik Diantara Tujuan
Organisasi akan berhubungan dengan berbagai pihak yang berkepentingan
dan berbagai pihak yang berkepentingan atas organisasi mempunyai berbagai
otoritas yang berbeda-beda dari mulai lemah sampai yang kuat. Yang kuat
mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan dan kinerja prganisasi.
Karena benyaknya pihak yang berkepentingan maka tidak menutup kemungkinan
akan terjadi konflik tujuan organisasi. Oleh karena itu, manajemen dituntut untuk
membuat keputusan yang bijak agar pihak yang berkepentingan tidak merasa
dikecewakan. Meskipun dengan sebenarnya terdapat tujuan organisasi umumnya
tidak akan menolaknya dan manajemen harus mempertimbangkan berbagai

22
kepentingan dan pemusatan dari berbagai kelompok berkepentingan yang berbeda-
beda.
d. Pengukuran Tujuan
Tujuaan organisai harus dapat dimengerti dan diterima guna membantu
manajemen agar dapat mencapainya. Dalam kenyataannya, banyak orang percaya
bahwa tujuan spesifik yang mudah diukur akan dapat meningkatkan kinerja, baik
bagi individu maupun bagi organisasi. Dalam kaitannya dengan pengukuranini
yang harus diperhatikan adalah di bidang apa yang akan diukur dan apa jenis
pengukurannya serta metode apa yang digunakan di dalam pengukuran. Di dalam
praktiknya ternyata kinerja manajemen yan efektif memerlukan penetapan
pengukuran tujuan diberbagai bidang fungsi kegiatan.
2. Mendefinisikan Situasi Sekarang (Berjalan)
Seberapa jauh suatu organisasi gagal mencapai tujuan jangka pendeknya atau
berhasil mencapainya dan berbagai faktor apa yang berpengaruh ? pertanyaan ini
tentunya sangat terkait dengan situasi sekarang atau situasi sedang berjalan.
Pemimpin/manajer harus menyadari bahwa situasi dan keadaan sekarang sangat
dipengaruhi oleh situasi dan kondisi sebelumnya dan posisi sekarang sangan
dipengaruhi akan mempengaruhi situasi dan kondisi yang akan datang. Oleh karena
itu mengenal situasi dan kondisi sekarang sangat penting artinya bagi seorang
pemimpin/manajer dan dari data masa lalu sampai pada posisi sekarang merupakan
petunjuk atau sinyal seberapa jauh perencanaan yang telah dilakukan telah berjalan
efektif dan efisien. Berdasarkan pengalaman di dalam menyususn perencanaan
untuk masa yang akan datang.
3. Mengenal Dukungan dan Kendala
Setiap penyususn rencana sebaiknya mengenal apa saja yang akan
mendukung perencanaan yang disusum dan kendala apa saja yang merintanginya.
Dengan mengenal dukungan dan kendala maka pemimpin/manajer akan dapat
mengantisipasi sedini mungkin tentang berbagai hal yang akan terjadi dari
kemungkinan yang terjelek (terburuk) sampai kepada kemungkinan terbaik.
Sebaiknya pemimpin/manajer lebih memusatkan perhatiannya kepada berbgai
kemungkinan terjelek dari pada memusatkan kepada kemungkinan terbaik.
Memahami berbagai kemungkinan terjelek akan menyadarkan pemimpin/manajer

23
untuk bertindak hati-hati, sedangkan memperhatikan kemungkinan terbaik akan
memotivasi pemimpin/manajer di dalam melaksanakan tugasnya. Segala
kemungkinan terjelek dan terbaik harus dapat dicantumkan di dalam penyusunan
perencanaan. Pemimpin/manajer dapat menggunakan pendekatan terendah dan
tertinggi (high and lawa point method) atau menggunakan teerjelek dan terbaik (the
worts and the best method).
4. Mengembangkan Premis Peerencanaan
Yang dimaksud premis disini adalah asumsi tentang lingkungan dimana organisasi
itu berada. Lingkungan organisasi yang sedang berubah akan sangat mempengaruhi
aktivitas organisasi, memaksa adaptasi operasi berjalan dan perlu peninjauan
tentang segala tatanan yang ada dalam organisasi. Pemimpin/manajer yang ahli
akan senantiasa berusaha memanfaatkan sumber informasi yang tersedia guna
mengantisipasi dan merencanakan metode yang tepat untuk disesuaikan dengan
segala kemungkinan yang akan terjadi. Oleh karena itu, sebelum pemimpin/manajer
menyusun rencana sebaiknya pemimpin/manajer telah membuat peramalan yang
terkait dengan rencana yang akan di susun. Peramalan akan sangat membantu
pemimpin/manajer di dalam menyusun rencana sebab peramalan akan memberikan
sinyal dini bagi manajer.
5. Mengembangkan Metode Pegawasan Operasi Rencana
Meskipun perencanaan berlum dilaksanakan akan tetapi sebaiknya metode
pengawasan yang akan dilakukan telah ditetapkan terlebih dahulu. Didalam metode
pengaawasan telah dperhitungkan berbagai permasalahan dan kendala di lapangan
serta berbagai cara menanggulanginya, jka metode pengawasan tidak dipersiapkan
Terlebih dahulu maka terjadi permasalahan atau kendala di lapangan maka metode
pegawasannya cenderung kurang sistematis dan cenderung bersifat acak.
Pengawasan melibatkan analisis berkelanjutan dan pengukuran operasi aktual
terhadap standar yang dikembangkan dan di rumuskan di dalam proses
perencanaan.

24
K. Pengambilan Keputusan

1. Pemahaman dan Perumusan Masalah


Manajer harus dapat menemukan masalah apa yang sebenarnya, dan
menentukan bagian-bagian mana yang harus dipecahkan dan bagian mana yang
seharusnya dipecahkan.
2. Pengumpuland an Analisa Data yang Relevan
Setelah masalahnya ditemukan, lalu ditentukan dan dibuatkan rumusannya
untukmembuat keputusan yang tepat.
3. Pengembangan Alternatif
Pengembangan alternatif memungkinkan menolak kecenderungan membuat
keputusan yang cepat agar tercapai keputusan yang efektif.
4. Pengevaluasian terhadap alternatif yang digunakan
Menilai efektivitas dari alternatif yang dipakai, yang diukur dengan
menghubungkan tujuan dan sumber daya organisasi dengan alternatif yang
realistic serta menilai seberapa baik alternatif yang diambil dapat membantu
pemecahan masalah.
5. Pemilihan Alternatif Terbaik
Didasarkan pada informasi yang diberikan kepada manajer dan ketidak
sempurnaan kebijaksanaan yang diambil oleh manajer.
6. Implementasi Keputusan
Manajer harus menetapkan anggaran, mengadakan dan mengalokasikan sumber
daya yang diperlukan, serta memperhatikan resiko dan ketidak puasan terhadap
keputusan yang diambil. Sehingga perlu dibuat prosedur laporan kemajuan
periodic dan mempersiapkan tindakan korektif bila timbul masalah baru dalam
keputusan yang dibuat serta mempersiapkan peringatan dini atas segala
kemungkinan yang terjadi.
7. Evaluasi atas Hasil Keputusan
Implementasi yang telah diambil harus selalu dimonitor terus-menerus, apakah
berjalan lancar dan memberikan hasil yang diharapkan.

25
BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan

Perencanaan adalah hal terpenting dalam menejemen apalagi dalam era


globalisasi ini dan pastinya digunakan sebagai senjata menghadapi lingkungan luar.
Dalam perencanaan terdiri dari macam-macam perencanaan, yaitu
perencanaan organisasi dan perencanaan kontijensi. Perencanaan organisasi terbagi
menjadi 3 yaitu perencanaan strategis, taktis dan operasional. Adapun kerangka
waktu dalam perencanaan organisasi yaitu rencana jangka panjang, jangkah
menengah, dan jangka pendek.

B. Saran

Perencanaan yang baik akan menghasilkan menejemen yang baik.Sebaiknya


dalam mengambil keputusan dan tindakan dalam berbagai bentuk organisasi
menggunakan proses dasar manajemen berupa perencanaan. Dalam sebuah
perencanaan perlu memperhatikan sifat rencana yang baik untuk mencapai hasil
yang diinginkan.

26
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Perencanaan

http://contoh-makalah-mahasiswa.blogspot.com/2011/10/makalah-perencanaan-
manajemen.html

27