Anda di halaman 1dari 12

CHAPTER 9

KESERAGAMAN DAN PENGUNGKAPAN


BEBERAPA ARAH PEMBUATAN KEBIJAKAN
UNIFORMITY AND DISCLOSURE
SOME POLICY-MAKING DIRECTIONS

Keseragaman digunakan untuk perbandingan berbagai informasi yang berbeda yang didapat
dari laporan keuangan. Dengan adanya konsep keseragaman (uniformity) ini bisa mengurangi
kebebasan manajeman dalam memilih metode yang dapat mengakibatkan laporan keuangan
bias akibat manipulasi informasi.
Sedangkan pengungkapan catatan atas laporan keuangan memuat informasi keuangan
maupun komunikasi pelengkap termasuk didalamnya catatan kaki, poststatement events,
diskusi manajemen, analisis operasi untuk tahun mendatang, prediksi keuangan, ataupun
kebijakan akuntansi.

KESERAGAMAN (UNIFORMITY)
Dalam akuntansi, keseragaman seringkali disalahartikan sebagai comparability (daya
banding). Daya banding sebagai proses akuntansi disesuaikan dengan keadaan suatu transaksi
dan proses pembandingan untuk membuat suatu keputusan. Untuk transaksi yang sama maka
akan diperlakukan hampir sama, begitu juga sebaliknya. Sedangkan keseragaman adalah
konsep yang mempengaruhi daya banding. Tingkat daya banding yang dapat diandalkan oleh
pengguna tergantung pada tingkat keseragaman yang disajikan dalam laporan keuangan.
Daya banding bukanlah sebuah kualitas (relevansi dan reabilitas) pada angka-angka
akuntansi, tetapi lebih ke hubungan antar angka-angka tersebut. Daya banding tidak boleh
dicampuradukkan dengan identitas. Daya banding lebih dapat dipelajari dari perbedaan
daripada persamaan. apabila perbedaan tersebut dapat dijelaskan.

Sifat dan Kompleksitas Peristiwa (The Nature and Complexity of Events)


Menurut keadaannya, kejadian dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
 Kejadian yang sederhana (simple events)
Terjadi dalam situasi yang sederhana, tidak banyak peraturan sehingga perlakuan
yang diberikan relatif sama.
Contoh: pembayaran utang usaha tanpa adanya diskon.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 1


 Kejadian yang kompleks (complex events)
Memiliki derajat kompleksitas yang tinggi karena adanya halangan, kontijensi,
dan persyaratan.
Contoh: keputusan siapa yang akan menanggung biaya angkut barang, pembeli atau
penjual.

Keadaan yang Relevan (Relevant Circumstances)


Keadaan yang relevan adalah keadaan signifikan yang secara ekonomi dapat
mempengaruhi secara luas kejadian yang serupa.
Keadaan signifikan yang secara ekonomi meliputi kondisi umum atau faktor yang terkait
dengan kejadian yang kompleks yang diduga dapat mempengaruhi waktu aliran kas.
Terdapat dua tipe umum keadaan yang relevan, yaitu:
 Present magnitudes  kondisi yang telah diketahui pada saat terjadinya kejadian.
 Future contingencies  faktor yang hanya dapat diketahui setelah tanggal terjadinya
kejadian.
Selain keadaan yang relevan, manajemen juga memiliki peran dalam menentukan metode akuntansi
yang digunakan. Oleh karena itu, Cadenhead membatasi keadaan yang relevan pada elemen di luar
kendali manajemen yang disebut kondisi lingkungan (environmental conditions).
Cadenhead mendesain circumstantial variables, yaitu ketika:
 Environtmental conditions berbeda antar perusahaan dan
 Banyak menggunakan biaya pengukuran atau relatif menghasilkan lebih
sedikit perbedaan terhadap pilihan metode akuntansi.
Metode akuntansi yang kaku (rigid) hanya dapat digunakan bila terdapat circumstantial
variables.

Keseragaman yang Terbatas dan Kaku (Finite and Rigid Uniformity)


Keseragaman yang terbatas berusaha menyamakan metode akuntansi yang telah
ditentukan dengan keadaan yang relevan dalam situasi yang secara umum sama.
Contoh: ketentuan sewa beli jangka panjang dalam SFAS No. 13, bahwa leasing harus
dikapitalisasi apabila jangka waktu leasing sama dengan atau lebih dari 75% umur
ekonomis aset.
Menentukan kriteria yang tepat untuk keadaan yang relevan dikatakan sulit dan
cenderung sewenang-wenang, sehingga memunculkan alternatif keseragaman yang
lain, yang disebut dengan keseragaman yang kaku (rigid uniformity).

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 2


Keseragaman yang kaku berarti menentukan satu metode untuk semua transaksi yang serupa
meski kemungkinan terdapat keadaan yang relevan.
Contoh: pada SFAS No.2 menyatakan bahwa R&D cost tidak boleh
dikapitalisasi meskipun terdapat future benefit. Namun dalam kenyataannya,
meningkatkan daya banding dapat bersifat kurang produktif.
Jika untuk membandingkan antara dua ukuran, salah satunya diperoleh dengan metode yang
menghasilkan informasi yang kurang relevan atau reliabel akan dapat melemahkan
relevansi atau reliabilitasnya
Keseragaman terbatas seharusnya lebih mengutamakan representational faithfulness daripada
keseragaman yang kaku. Pendekatan penyajian yang sejujurnya berdasarkan
keseragaman yang terbatas memandang adanya derajat penyajian yang jujur.
Sterling => representational faithfulness dalam konteks biner
Apakah ukuran karakteristik dari sebuah asset itu representational faithfulness atau
tidak. Dalam kepentingan pengambilan keputusan, representational faithfulness
merupakan karakteristik kegunaan yang utama dan tidak boleh ditukar dengan
verifiabilitas meskipun beberapa ukuran karakteristik yang relevan mungkin “kurang
tepat”.

Status Keseragaman Saat ini (The Present Status of Uniformity)


Keseragaman yang terbatas maupun kaku sampai pada tahap tertentu merupakan kondisi
yang ideal. Dalam kenyataannya, sistem campuran antara keduanya digunakan dimana
beberapa standar berusaha memperhitungkan kondisi yang relevan, sedangkan yang lainnya
secara jelas menggunakan keseragaman yang kaku.
Terdapat beberapa kualifikasi yang perlu ditekankan, yaitu:
 Fakta bahwa standar adalah contoh keseragaman yang terbatas bukan berarti standar
tidak dapat diperbaiki bahkan ketika faktor keadaan yang relevan sesuai.
 Keseragaman yang kaku didasari faktor sebagai berikut:
a. konservatisme,
b. ketidakmampuan organisasi penyusun standar menentukan keadaan relevan
yang berarti,
c. usaha untuk meningkatkan verifiabilitas pengukuran,
d. pengakuan fakta digunakannya alokasi,
e. persepsi biaya implementasi keadaan relevan melebihi manfaatnya.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 3


 Pendekatan lain mengenai masalah keseragaman diberi nama flexibility.
Sesungguhnya di dalam pembuatan standar akuntansi, flexibility sedapat mungkin harus
dihilangkan. Dalam keadaan yang relevan mungkin sulit untuk dibedakan, dihitung, dan
diimplementasikan secara cost effective, sebaiknya digunakan keseragaman yang
terbatas. Sedangkan ketika tidak dapat dilaksanakan secara cost-effective, sebaiknya
digunakan keseragaman yang kaku.

PENGUNGKAPAN (DISCLOSURE)
Pelaporan keuangan biasanya terdiri dari laporan keuangan dan pengungkapan.
SFAC No. 5 => Pengungkapan: sebagai penyajian informasi dengan tujuan selain
pengakuan dalam laporan keuangan yang dibandingkan
dengan pengakuan dalam laporan keuangan itu sendiri.

Fungsi Pengungkapan SEC (The Disclosure Function of the SEC)


Pengungkapan memiliki 2 aspek, yaitu:
a. Protective disclosure
Pengungkapan untuk memberikan perlindungan kepada investor dari perlakuan yang tidak adil.
b. Informative disclosure
Pengungkapan untuk memberikan informasi yang lengkap dan bermanfaat untuk
tujuan analisis investasi.

Pergeseran Menuju Pengungkapan Informatif (The Shift Toward Informative


Disclosure)
Meskipun aspek perlindungan dan informatif dari pengungkapan tumpang
tindih, SEC mengharuskan bahwa pengungkapan harus disusun dengan memadai.
Sekitar awal tahun 1970-an, SEC menekankan pada pengungkapan informatif.
Pergeseran SEC menuju pengungkapan informatif dilanjutkan oleh Komite Penasehat
Pengungkapan Informasi Perusahaan. Komite tersebut memberikan laporan produktif pada
tahun 1977 yang berisikan tentang ringkasan pernyataan pengungkapan yang telah ada dan
rekomendasi lebih lanjut tentang hal tersebut.
Usulan-usulan dari komite, yaitu:
 Menyarankan untuk mengahasilkan perkiraan dengan ketentuan bahwa akan melindungi
manajemen dari pinalti kewajiban dari peraturan sekuritas federal, dan proyeksi
yang dibuat harus rasional dan dibuat dengan tepat.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 4


 Merekomendasikan data informatif lainnya untuk masa depan meliputi pengeluaran
modal dan perencanaan pendanaan, perencanaan tujuan manajemen, kebijakan deviden
dan kebijakan yang berkaitan dengan struktur modal entitas.
 Pengungkapan informatif lainnya yang direkomendasikan adalah standar klasifikasi
produk untuk pelaporan segmental yang ditentukan berdasarkan masing-
masing industri, pengungkapan sosial dan informasi lingkungan jika akan
mempengaruhi kinerja keuangan entitas dimasa yang akan datang.

Ketidaksempurnaan Proses Pengungkapan (Imperfections of the Disclosure Process)


Proses pengungkapan memiliki beberapa kekurangan, yaitu:
a. Terkait dengan pro kontra antara differential disclosure dan selective disclosure.
Differential disclosure: Sistem pengungkapan yang dipakai sekarang yang memiliki
pengaruh luas saat ini.
Selective disclosure: Pengungkapan yang memungkinkan adanya informasi yang
dikeluarkan dan tidak dikeluarkan ke publik.
Differential disclosure bertindak sebagai interpreter atas aturan-aturan pasar modal,
sehingga publik tertarik untuk berinvestasi. Beaver percaya bahwa pengungkapan yang
jumlahnya lebih banyak dalam laporan tahunan akan menurunkan tingkat pentingnya
pendekatan differential disclosure.
Pengungkapan informatif secara umum memang dapat digunakan untuk
meningkatkan evaluasi atas resiko dan return suatu entitas, dan terdapat beberapa
kualifikasi penting yang perlu dipikirkan yaitu komunikasi pengungkapan diantara
entitas bisnis dengan analisis keuangan maupun konsultan investasi.
b. Terkait dengan keberagaman investor yang dapat mengurangi kebutuhan akan informasi
pada level spesifik perusahaan.
Investor hanya peduli terhadap informasi spesifik perusahaan yang akan mempengaruhi
portofolio mereka. Namun, masalahnya adalah pengkategorian informasi spesifik
perusahaan (memiliki efek ataukah tidak terhadap portofolio) adalah hal yang mustahil.
Tidak semua investor mendiversifikasi investasi mereka, sehingga sulit
memisahkan mana informasi yang berguna bagi diversified investor dan mana
yang berguna bagi undiversified investor.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 5


Bentuk dan Metode Pengungkapan (Forms and Methods of Disclosure)
a. Diskusi dan Analisis Manajemen
Sejak tahun 1968, SEC meminta perusahaan untuk memasukkan diskusi dan analisis
manajemen dalam laporan tahunan yang akan memberikan gambaran kepada pengguna
mengenai kegiatan operasi dan arus kas di masa yang akan datang.
Spesifik informasi yang diminta tersebut yaitu sebagai berikut:
 Hasil operasi termasuk informasi perubahan harga penjualan, kos, dan
volume penjualan
 Perkiraan likuiditas di masa mendatang
 Modal dan rencana pengeluaran modal
 Prediksi tren, ketidakpastian, dan kejadian di masa depan yang memberi
dampak material.
b. Sinyal dan Perkiraan Manajemen Laba
Teori sinyal juga berlaku dalam hal penyajian pengungkapan. Perusahaan yang tidak
menyajikan pengungkapan akan dianggap menyembunyikan kabar buruk sehingga dapat
menurunkan harga saham begitu juga sebaliknya. Teori sinyal umumnya konsisten
dengan hipotesis efisiensi pasar setengah kuat.
c. Pengungkapan Segmen dan Laporan Panitia Khusus Pelaporan Keuangan AICPA
(Laporan Komite Jenkins)
Laporan ini diterbitkan pada akhir tahun 1994 dan pasti merupakan upaya besar
yang dilakukan oleh AICPA dengan rekomendasikan dalam laporan adalah sebagai
berikut:
1. Pengungkapan Segmen
Meningkatkan kegunaan dari segmen pelaporan dengan mengadopsi segmentasi
yang sempit sesuai dengan pandangan manajemen. Data penting pada segmen
termasuk marjin kotor, kegiatan utama, arus kas, dan persyaratan modal kerja.
Informasi geografis serta segmen industri utama harus disediakan.
2. Laporan inti dan kegiatan non-inti secara terpisah.
Aktivitas inti adalah aktivitas yang biasa atau berulang.
Aktivitas tidak inti adalah aktivitas yang tidak biasa dan tidak berulang, seperti
pendapatan bunga dan biaya bunga.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 6


3. Pelaporan interim.
Edisi keempat laporan keuangan interim kuartal dan rekening terpisah untuk
segmen secara triwulanan.
4. Rekomendasi Lainnya:
 Meningkatkan pengungkapan untuk aset dan kewajiban dengan mengidentifikasi
bagaimana pengukuran diperoleh serta informasi tentang asumsi-asumsi dasar dan
peristiwa-peristiwa masa depan yang dianggap dalam pengukuran.
 Mengungkapkan lebih banyak informasi tentang informasi keuangan yang inovatif
dan kesepakatan pembiayaan.
 Pengguna tidak perlu ramalan laporan keuangan, tetapi mereka membutuhkan
informasi yang akan memungkinkan mereka untuk membuat perkiraan mereka sendiri.
d. SFAS No. 131
SFAS No. 131 meminta pelaporan segmen dengan pendekatan manajemen
berdasarkan cara manajemen mengatur segmen dalam sebuah perusahaan untuk
mengambil keputusan operasi dan menaksir kinerja.
Dalam SFAS No. 131:
 Aset segmen harus dilaporkan
 Kewajiban segmen bersifat optional
 Laporan arus kas segmen tidak diharuskan.
Fitur baru dari SFAS No. 131:
Bahwa informasi segmental dalam periode tertentu harus mencakup:
 Pendapatan segmen
 Laba rugi segmen
 Aset yang dimiliki oleh segmen.
SFAS No. 131 ini terbukti sukses.
Dapat dilihat dari meningkatnya jumlah perusahaan yang menyajikan pengungkapan
setelah mengadopsi SFAS ini.
 Menciptakan iklim yang baik bagi investor karena mengurangi risiko.
 Para pengusaha juga khawatir, dengan adanya laporan segmen ini dapat
membocorkan rahasia vital perusahaan kepada para kompetitornya.
Pertanyaan yang kemudian muncul terhadap SFAS ini adalah mengenai masalah
relevansi dan daya banding.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 7


e. Informasi Triwulan
SEC meminta agar sebagian besar perusahaan publik mengungkapkan data keuangannya
setiap empat bulan sekali.
Pertanyaan teoritis mengenai data per kuarter ini adalah:
Apakah ia harus dipandang secara terpisah satu sama lain (discrete view) atau
secara satu kesatuan (integral view).
APB Opinion No. 28 lebih memilih secara satu kesatuan (integral view) yang lebih
memiliki validitas karena banyak kejadian satu tahun yang tidak dapat dipisahkan
satu sama lain.
Misalnya tarif pajak yang dihitung per tahun.

Usulan Pengungkapan Diferensial


Ada tiga aspek, yaitu:
1. Perusahaan besar versus perusahaan kecil
Untuk menyajikan disclosure dibutuhkan biaya yang relatif cukup besar bagi sebuah
perusahaan kecil. FASB mempertimbangkan implikasi pengungkapan bagi
perusahaan kecil dengan megungkapkan tujuan bahwa pengungkapan hanya
diharuskan apabila relevan dan cost effective.
Namun penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan dari perusahaan kecil, seperti
informasi mengenai earning, memiliki informasi yang lebih komprehensif bila
dibandingkan dengan perusahaan besar.
Kemungkinan ini terjadi karena informasi publik mengenai perusahaan kecil lebih
sedikit bila dibandingkan dengan perusahaan besar.
Oleh sebab itu, pengungkapan perusahaan kecil merupakan salah satu sumber informasi
yang diandalkan sehingga harus disajikan secara lengkap dan komprehensif.
2. Ringkasan laporan tahunan
Ringkasan laporan tahunan diringkas dari laporan keuangan dengan memperpendek
banyak detail yang terkandung dalam laporan keuangan auditan.
Ringkasan laporan tahunan ditujukan untuk menggantikan laporan tahunan perusahaan
tradisional dan agar lebih dimengerti pengguna.
3. Usaha SEC untuk mengefektifkan laporan tahunan
SEC juga tertarik untuk nerampingkan laporan tahunan. Pada tahun 1995, SEC
mengusulkan bahwa laporan keuangan dalam laporan tahunan menjadi efisien
dengan mengurangi jumlah catatan kaki.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 8


Usulan tersebut tidak dapat diterima karena banyak investor berpikir mereka akan
kehilangan informasi penting. Selain itu perusahaan juga menanggapi SEC tidak berpikir
bahwa beban administrasi mereka berkurang karena semua informasi catatan kaki masih
harus diajukan dengan SEC. SEC menyatakan, bagaimanapun, bahwa masih akan terus
berupaya merampingkan laporan ini.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 9


Pertanyaan dan Jawaban:
1. Field, Lys dan Vincent (FLV) mengemukakan tiga alasan yang mendasari pemilihan
metode akuntansi oleh manajemen. Sebut dan jelaskan!
Jawaban: 1. Meminimalkan agency cost
Misalnya pemilihan antara operating lease atas capital lease sehingga
utang tidak akan tampak pada neraca (off balance sheet) karena
langsung dikurangkan sebagai biaya dalam laporan laba rugi. Dengan
demikian rasio debt-to-equity dan situasi debt covenant akan lebih
baik.
2. Mempertimbangkan informasi signaling yang ingin manajemen
sampaikan kepada pihak luar.
Manajemen akan memilih metode akuntansi yang
memberikan shareholders dan potensial shareholders informasi
mengenai aliran kas dimasa mendatang. Alasan kedua ini tidak dapat
dipisahkan dari insentif manajemen untuk berusaha meningkatkan gaji
dan bonusnya.
3. Melibatkan eksternalitas atau berusaha mempengaruhi pihak eksternal.
Misalnya pemilihan LIFO daripada FIFO. Dengan
demikian, income yang dilaporkan akan lebih kecil sehingga pajak
yang dikenakan pun lebih rendah. Atau pemilihan accelerated
depreciation atas straight line depreciation.

2. Jelaskan pengertian Full Disclosure dan sebutkan beberapa tingkatannya!


Jawaban:  Full Disclosure adalah konsep yang mewajibkan agar lapran keuangan
didesain dan disajikan sebagai kumpulan potret dari kejadian ekonomi
yang memengaruhi perusahaan untuk suatu periode dan berisi cukup
informasi sehingga membuatk orang baik umum atau investor paham
dan tidah salah tafsir terhadap laporan keuangan tersebut.
 Beberapa tingkatan Full Disclosure:
a. Adequate: informasi minimum yang harus disajikan
b. Fair: aturan etis tentang perlakuan yang sama kepada semua
pemakai laporan
c. Full: menyangkut kelengkapan penyajian informasi

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 10


3. Apa mungkin diterapkan konsep comparability? Jelaskan.
Jawaban: Konsep comparability mungkin saja bisa diterapkan. Menurut suwardjono
(2006:175), comparability adalah kemampuan informasi untuik membantu
para pemakai untuk mengindentifikasi persamaan dan perbedaan antara dua
perangkat statement keungan yang merepresentasi kegiatan dua badan
usaha. Dua hal atau lebih dapat dibandingkan kalau mereka mempunyai
beberapa karakteristik bersama sebagai basis perbandingan. Contoh
karakteristik besama dua perusahaan misalnya, asset, pertumbuhan, ukuran,
lukuiditas dan laba. Perbandingan dilakukan biasanya dengan menilai atau
mengukur karakteristik bersama secara kualitatif.
Dengan adanya konsep comparability (dapat dibandingkan) maka
perusahaan dapat menilai dan mengukur sejauh mana kinerja mereka
apakah sudah meningkat atau masih kurang dari rata-rata. Selain itu para
pemakai laporan keuangan juga perlu membandingkan antara kinerja dan
kekeyaan perusahaan dengan melihat laporan keuangan tahun yang lalu
dengan tahun yang sekarang dengan tujuan apakah perusahaan tersebut
masih memiliki going concern yang panjang, hal tersebut bisa membawa
keuntungan bagi pihak yang berkepentingan. Sehingga pihak
berkepentingan bisa saja menginvestasikan dananya kembali kepereusahaan
tersebut. Akan tetapi, apabilka para pemakai laporan keuangan melihat dan
membandingkan adanya ketidak pastian mengenai perusahaan, maka bisa
saja mereka menarik atau tidak menginvestasikan dananya kembali ke
perusahaan tersebut.

4. Sebutkan hal-hal yang harus di perhatikan dalam penyajian laporan keuangan agar
disebut Full Disclosure!
Jawaban: a. Penjelasan tentang metode dan kebijaksanaan akuntansi. Khususnya
untuk menerapkan metode akuntansi yang memerlukan pertimbangan
atau apabila metode itu hanya khusus untuk entitas yang dilaporkan
atau apabila ada beberapa alternatif metode yang digunakan.
b. Informasi tambahan untuk membantu melakukan analisis investasi atau
menunjukkan hak dari beberapa pihak yang memiliki klaim kepada
perusahaan yang dilaporkan.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 11


c. Perubahan kebijaksanaan akuntansi dengan tahun sebelumnya atau
metode penerapannya dan pengaruh perubahan tersebut.
d. Transaksi yang berasal dari pihak yang mempunyai hak mengontrol
perusahaan atau dimana perusahaan mempunyai hubungan istimewa
dengan perusahaan yang di laporkannya.
e. Aktiva atau kewajiban yang masih bersifat contingency dan yang
mengandung komitmen tertentu.
f. Transaksi keuangan atau transaksi yang bukan operasional yang terjadi
setelah tanggal neraca yang memberikan pengaruh material terhadap
posisi keuangan perusahaan sebagaimana disajikan dalam laporan akhir
tahun.
5. Apa yang diharapkan dari keseragaman (uniformity)? Apa pula alasan lain yang menolak
konsep ini?
Jawaban:  Yang diharapakan dari keseragaman (uniformity):
a. Mengurangi perbedaan penggunaan prinsip akuntansi dan
ketidaklengkapan praktik akuntansi;
b. Dapat memberikan arti apabila kita membandingkan laporan
keuangan perusahaan yang berbeda;
c. Mengingkatkan keyakinan pemakai laporan keuangan;
d. Cenderung adanya campur tangan pemerintahan dalam mengatur
penyusunan prinsip akuntansi.
 Alasan pihak lain menolak konsep ini:
a. Menyeragamkan prosedur akuntansi untuk menyajikan kasus-kasus
yang terjadi dapat menimbulkan risiko, yaitu menyembunyikan
perbedaan-perbedaan penting dari kasus-kasus tersebut.
b. “Perbandingan” itu utopis, comparability tidak dapat dicapai
dengan hanya mengikuti peraturan-peraturan perusahaan tanpa
meneliti perkiraan-perkiraan yang cukup dari faktor situasi yang
berbeda.
c. “Berbeda dalam hal-hal tertentu” atau (the circumstantial variable)
akan menimbulkan perbedaan perlakuan sehingga laporan
keuangan perusahaan dapat menampung keadaan tersebut dimana
transaksi dan kejadian itu terjadi.

Chapter 9. Uniformity and Disclosure Page 12