Anda di halaman 1dari 3

4. Langkah diagnostik !

Pembahasan :
 Anamnesis tambahan :
- Apakah terdapat penurunan ketajaman penglihatan ?
- Apakah adanya nyeri apabila melihat cahaya terang ?
- Apakah terdapat gambaran halo pada saat melihat ?
- Apakah ada cairan eksudat pada mata ?
- Apakah ada riwayat penyakit terdahulu?
 Pemeriksaan :
- Inspeksi
Melihat adanya injeksi konjungtiva, injeksi siliar, dan injeksi
episklera
- Pemeriksaan lapangan pandang
Uji konfrontasi : penderita diperiksa dengan duduk berhadapan
terhadap pemeriksa pada jarak 33 cm. Mata kanan pasien dengan
mata kiri pemeriksa saling berhadapan. Mata kiri pasien dan
mata kanan pemeriksa diminta untuk ditutup. Sebuah benda dengan
jarak yang sama digeser perlahan-lahandari perifer lapang
pandang ke tengah. Bila pasien sudah melihatnya ia diminta
memberi tahu. Pada keadaan ini bila pasien melihat pada saat
yang bersamaan dengan pemeriksa berarti lapang pandang pasien
adalah normal.Syarat pada pemeriksaan ini adalah lapang pandang
pemeriksa adalah normal.
- Pemeriksaan pupil
Perhatikan ukuran pupil bila terlihat anisokoria berdirilah
menjauhi pasien dan gelapkan ruangan dan lihat melalui
oftalmoskop.Lihat reflek merah dari fundus okuli dan bandingkan
ukuran pupil secara langsung pada glaucoma.Pada glaucoma akut
terlihat pupil lonjong, asimetri pada trauma tembus mata dan
osilasi abnormal pada sindrom Adie tonik pupil.
Refleks pupil:
Refleks pupil langsung, mengecilnya pupil yang disinari. Mata
disinari 3 detik dan akan terlihat konstriksi pupil. Bila tidak
terdapat konstriksi pada penyinaran ini sedang pupil sebelahnya
berkonstriksi hal ini terjadi pada parese iris karena trauma.
Refleks pupil tidak langsung, mengecilnya pupil yang tidak
disinari.Refleks ini terjadi akibat adanya dekusasi.
Refleks koklear, dengan rangsangan garpu nada akan terjadi
midriasis setelah miosis.
Refleks sinar, dengan rangsangan sinar kedua pupil mengecil.
Refleks orbicular, dengan rangsangan menutup kelopak dengan
kuat terjadi monocular miosis.
Refleks trigeminus, merangsang kornea akan terjadi midriasis
yang disusul dengan miosis.
- Pemeriksaan tekanan bola mata
Pemeriksaan tekanan bola mata dilakukan dengan alat yang
dinamakan tonometer.Pemeriksaan tekanan yang dilakukan dengan
tonometer pada bola mata dinamakan tonometri.Pemeriksaan
tekanan bola mata, dapat juga secara palpasi, terlihat sangat
rendah ataupun sangat keras atau tinggi.Dikenal beberapa alat
tonometer seperti, alat tonometer schiotz dan tonometer
aplanasi goldman.
- Pemeriksaan tajam penglihatan
Uji ini untuk mengetahui apakah tajam penglihatan yang kurang
terjadi akibat kelainan refraksi atau kelainan organik media
penglihatan.Penderita duduk menghadap kartu snelen dengan jarak
6 meter.Penderita disuruh melihat huruf terkecil yang masih
terlihat dengan jelas.Kemudian pada mata tersebut ditaruh
lempeng berlubang kecil (pinhole atau lubang sebesar
0,75mm).bila terdapat perbaikan tajam penglihatan dengan
melihat melalui lubang kecil berarti terdapat kelainan
refraksi. Bila terjadi pemunduran tajam penglihatan berarti
terdapat gangguan pada media penglihatan.Mungkin saja ini
diakibatkan kekeruhan kornea, katarak, kekeruhan dalam badan
kaca, dan kelainan macula lutea.
Sumber :Ilyas, Sidarta. 2014. Ilmu Penyakit Mata. Ed 5. Jakarta : Badan Penerbit FK UI. Hal
31, 41, 43, dan 46.