Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (KAK)

DAK FISIK TAHUN ANGGARAN 2019

Provinsi/Kab/Kota : Lampung/Pesawaran
Jenis DAK Fisik : Reguler
Bidang DAK Fisik : Kesehatan dan KB
Sub Bidang DAK : Pelayanan Kesehatan Rujukan (Reguler)
Menu Kegiatan : Penyediaan Prasarana di Rumah Sakit
Pengadaan Kendaraan Ambulance dan Kendaraan Unit Transfusi
Darah

Instalasi Pelaksana : RSUD Pesawaran

A. LATAR BELAKANG
Tranfusi darah adalah tindakan memasukkan darah atau komponen darah ke dalam
sistem pembuluh darah seseorang. Komponen darah yang biasa ditranfusikan ke dalam tubuh
seseorang adalah sel darah merah (eritrosit), keping pembekuan darah (trombosit), sel darah
putih (leukosit), dan plasma darah. Transfusi darah merupakan pengobatan simptomatis yang
bertujuan menggantikan atau menambah komponen darah yang hilang atau terdapat dalam
jumlah yang tidak mencukupi. Tindakan transfusi darah atau komponennya bukanlah tindakan
tanpa risiko, sebaliknya tindakan ini merupakan tindakan yang mengandung risiko yang dapat
berakibat fatal, sehingga transfusi darah harus dilakukan dengan indikasi yang jelas.
Komplikasi yang dapat timbul akibat tranfusi darah atau komponennya, dapat dibagi
dalam 3 kelompok (1) Reaksi Imunologis, bervariasi mulai dari urticaria akibat reaksi
imunologis dengan plasma, demam akibat reaksi imunologis ringan terhadap protein plasma
dan leukosit, sampai reaksi imunologis berat dengan syok akibat tranfusi dengan eritrosit
yang tidak cocok golongan imunologisnya; (2) Reaksi Non Imunologis, misalnya overload
cairan tubuh, gangguan metabolisme (hiperkalemia, kadar asam sitrat yang tinggi), sampai
perdarahan akibat adanya defisiensi faktor pembekuan darah, yang tidak ada pada darah donor
dan kadar antikoagulan yang tinggi pada darah donor dan (3) Penularan penyakit,
diantaranya adalah hepatitis B dan C, sifilis, malaria, cytomegalo virus (CMV), dan HIV.
Seleksi donor dilakukan untuk melindungi kesehatan donor dengan memastikan donasi
tersebut tidak berbahaya bagi kesehatannya dan melindungi resipien dari risiko penularan
penyakit yang dapat ditularkan melalui darah atau efek merugikan lainnya
Darah donor sebelum disimpan untuk diberikan pada resipien harus dibebaskan dari
berbagai penyakit yang mungkin dapat menulari resipien, seperti penyakit Hepatitis B,
Hepatitis C, Sifilis, Malaria, HIV. Supaya darah awet dan tidak membeku, perlu disimpan

Usulan DAK Krisna-RSUD Pesawaran Page 1


dalam lemari pendingin denga n suhu 1⁰-6⁰C. Darah tidak boleh beku, karena darah beku
dapat menyebabkan hemolisis dan menimbulkan reaksi transfusi berat Sebelum
ditransfusikan, dilakukan pemeriksaan sekali lagi, sifat dan jenis darah serta kecocokan antara
darah donor dan resipien.
Jadi, kerja Unit Transfusi Darah adalah memberikan layanan darah dari seleksi donor,
pengambilan darah donor, proses uji saring terhadap darah donor untuk dipastikan bebas dari
penyakit Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD), melakukan uji cocok serasi antara
darah donor dan resipien; bila semua dinyatakan aman untuk diberikan pada resipien makan
darah akan di distribusikan. Disamping pekerjaan teknis tersebut, perlu juga dilakukan
pencatatan dan pelaporan yang baik.
Keberadaan Unit Transfusi Darah (UTD) sangat dibutuhkan untuk menunjang
Millenium Development Goals (MDGs), yang salah satunya adalah menurunkan Angka
Kematian Ibu (AKI). Di Indonesia AKI masih cukup tinggi, salah satu 5 penyebabnya adalah
akibat perdarahan selama kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan. UTD RS RSUD
Pesawaran, juga mengerjakan semua rangkaian kegiatan tersebut. Untuk memperluas
pelayanan dari UTD RSUD Pesawaran, melihat kondisi wilayah Kabupaten Pesawaran serta
posisi letak atau lokasi RSUD Pesawaran, maka kiranya perlu diadakan Unit Transfusi Darah
Keliling. Pelayanan darah yang dapat dihasilkan oleh Kendaraan UTD RS adalah Whole
blood (termasuk fresh whole blood/ FWB), PRC, komponen Trombosit (keping pembekuan
darah), Washed Red Cell dapat juga dikerjakan tetapi dengan pemberitahuan terlebih dahulu
untuk dapat menyiapkan kantong darahnya, sementara untuk Plasma (FFP) kami belum bisa
melayani disebabkan belum adanya refrigerator dengan suhu <30⁰C untuk penyimpanan
plasma

B. TUJUAN
Tujuan Pengadaan Kendaraan Unit Transfusi Darah dan Ambulance ini adalah untuk
mencegah angka kematian ibu yang sebagian besar terjadi karena pendarahan.

C. OUTPUT DAN OUTCOME


Output dan Outcome Kegiatan Pengadaan Kendaraan Unit Transfusi Darah dan
Ambulace di RSUD Pesawaran, sebagai berikut :
JUMLAH TARGET
NO. RINCIAN MENU KEGIATAN TARGET OUTCOME
PENERIMA OUTPUT
1. Kendaraan Unit Tranfusi Darah RS 1 UT Terselenggaranya Pengadaan
Pengadaan Kendaraan Unit
2. Kendaraan Ambulance RS I Unir Transfusi Darah & Ambulance
(100%)

D. PENERIMA MANFAAT
Keberadaan Pengadaan Kendaraan Unit Transfusi Darah dan Ambulance untuk
meningkatkan jangkauan pelayanan, mengurangi resiko kejadian kematian pada ibu
melahirkan dan mencegah penularan penyakit seperti HIV/AIDs dan sejenisnya.

Usulan DAK Krisna-RSUD Pesawaran Page 2


E. INDIKASI KEBUTUHAN DANA DAN LOKASI KEGIATAN
Dana yang dibutuhkan untuk Kendaraan Unit Transfusi Darah dan Ambulance adalah
sebesar Rp. 2.000.000.000,- (Dua Milyar Rupiah) dengan perincian sebagai berikut :
Usulan
Rincian Menu Usulan
No. Satuan Biaya Kebutuhan Dana Lokus Kec Desa
Kegiatan Output
(Rp.)
1. Kendaraan UTD 1 PT 1.000.000.000,- 1.000.000.000,- RSUD Pswr Gedung Gedung
dan Kelengkaan Tataan Tataan
Alkes
2. Kendaraan Mobil 1 PT 1.000.000.000,- 1.000.000.000,- RSUD Pswr Gedung Gedung
Ambulance dan Tataan Tataan
Kelengkapan
Alkes

F. DUKUNGAN APBD NON DAK


-.

G. ORGANISASI/INSTANASI PELAKSANA
Organisasi/Instanasi Pelaksana Kendaraan Unit Transfusi Darah dan Ambulance adalah
RSUD Pesawaran Kabupaten Pesawaran.

H. METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan Kendaraan Unit Transfusi Darah dan Ambulance dilakukan dengan
Lelang.

I. KETERANGAN LAINNYA
-

Pesawaran, 11 April 2018

Usulan DAK Krisna-RSUD Pesawaran Page 3