Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN KEGIATAN INOVATIF

IBU HAMIL CERDAS INISIATIF DAN AMAN


(BUMIL CERIA)

A. Pendahuluan
Berbagai upaya terus diusahakan dalam rangka menurunkan angka kematian
ibu. Salah satunya adalah mengimplementasikan program safe motherhood.
Dimana safe motherhood adalah usaha-usaha yang dilakukan agar seluruh
perempuan menerima perawatan yang mereka butuhkan selama hamil dan
bersalin. Program itu terdiri dari empat pilar yaitu keluarga berencana,
pelayanan antenatal, persalinan yang aman dan pelayanan obstetri essensial.
Program pembangunan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada
upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok
yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin, dan bayi pada masa
perinatal. Hal ini ditandai dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan
angka kematian bayi (AKB) di Indonesia.
Namun demikian tetap diperlukan upaya agar target penurunan AKI dan
AKB dapat tercapai pada tahun-tahun berikutnya. Salah satu upaya penurunan
AKI dan AKB adalah dengan penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, perawatan kehamilan, persalinan,
perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, dan dapur sehat.
Dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian Bayi
(AKB) perlu melibatkan peran lintas sektor salah satunya adalah kader dimana
peran kader sebagai pengawal ibu hamil

B. Latar Belakang
Sehubungan dengan salah satu tujuan pembangunan Sustainable
Development Goal (SDG’s), Indonesia berupaya untuk menurunkan angka
kematian ibu dan anak. Anak-anak terutama neonatal sangat rentan terhadap
penyakit yang berujung pada kematian. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka
Kematian Neonatal (AKN) merupakan indikator status kesehatan masyarakat.
Pada tahun 2017 di Puskesmas Kedaloman terdapat Angka Kematian Ibu
sebanyak 1 kasus yaitu disebabkan Preeklamsi Berat (PEB) di pekon Sukaraja
dan Kematian Bayi sebanyak 4 kasus antaralain Pekon Sukabanjar 1 kasus
disebabkan oleh kelainan kongenital (jantung) dari ibu yang anemis, pekon
kedaloman 1 kasus disebabkan oleh kelainan bawaan (meteorismus) dari ibu
yang umurnya kurang dari 20 tahun, pekon sukaraja 1 kasus disebabkan oleh
kelainan kongenital (jantung) dari ibu usianya 40 tahun dan mempunyai riwayat
hipertensi, dan pekon penanggungan 1 kasus disebabkan oleh pneumoni aspirasi.
penyebab adanya AKB ini adalah masih ditemukannya ibu hamil dengan resiko
tinggi, sebagian besar ibu hamil tidak memiliki cukup pengetahuan mengenai
kehamilannya.
Pada tahun 2017 terdata ada 5 pekon dengan ibu hamil resti tertinggi yaitu
Banjar Negeri 13 kasus, Kedaloman 11 kasus, Ciherang 8 kasus, Way halom 7
kasus, Suka Raja 6 kasus.
Tidak semua kehamilan dapat digolongkan dengan kehamilan normal.
Beberapa kehamilan memang memerlukan pengawasan dan konseling yang
bersifat khusus. Apabila sejak awal kehamilan ibu tidak pernah melakukan
pemeriksaan kehamilan, maka petugas kesehatan tidak dapat melakukan deteksi
dini kelainan ataupun komplikasi yang kemungkinan ditimbulkan dari
kehamilan tersebut. Faktor resiko tinggi maupun kelainan yang terdapat baik
pada ibu maupun janin akan memberikan dampak bagi proses persalinan
maupun berlangsungnya kehamilan. Untuk diperlukan tambahan wawasan bagi
ibu hamil untuk mengetahui apakah ibu tergolong resiko tinggi ataupun tidak.
Berdasarkan uraian diatas, maka Puskesmas Kedaloman sebagai Pusat
Pelayanan Kesehatan Masyarakat perlu memberikan pelayanan yang berkualitas.
Dalam hal ini Puskesmas Kedaloman membuat kegiatan inovatif untuk
menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi ( AKB)
dipekon Kedaloman dengan program “IBU HAMIL CERDAS, INISIATIF DAN
AMAN (BUMIL CERIA)”

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk memberikan pelayanan pada Ibu hamil secara berkualitas
2. Tujuan Khusus
a. Untuk meningkatkan status kesehatan pada ibu hamil
b. Untuk meningkatkan pengetahuan pada ibu hamil
c. Untuk mencegah terjadinya resiko tinggi kehamilan
d. Untuk memperbaiki asupan gizi pada ibu hamil
e. Untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan mengambil keputusan
bagi dirinya sendiri
f. Untuk mencegah terjadinya kematian Maternal dan Perinatal

D. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


1. Sosialisasi di puskesmas
a. Kepala Puskesmas menentukan jadwal sosialisasi tentang kegiatan
inovatif
b. Sosialisasi dilakukan kepada seluruh staf puskesmas
c. Hasil sosialisasi ditulis ke dalam buku notulen
2. Sosialisasi kegiatan inovatif di lintas sektor
a. Kepala Puskesmas menentukan sasaran yang akan diundang
b. Kepala Puskesmas menentukan jadwal sosialisasi dengan lintas sektor
c. Kepala Sub Bagian tata usaha membuat undangan kepada sasaran yang
telah ditentukan
d. Sosialisasi dilakukan kepada seluruh sektor terkait
e. Hasil sosialisasi ditulis ke dalam buku notulen
3. Pembentukan Bumil Ceria
a. Menentukan kader yang akan menjadi pengawal ibu hamil
b. Menentukan tempat yang akan dipakai untuk melaksanakan kegiatan ibu
hamil ceria
c. Mengundang ibu hamil untuk hadir ke tempat yang telah ditentukan
d. Mensosialisasikan dan membentuk kegiatan inovatif ibu hamil ceria
e. Membuat jadwal kegiatan ibu hamil ceria
f. Pelaksanaan ibu hamil ceria sesuai jadwal

N Kegiatan Uraian Kegiatan Pelaksana Ket


o
1 Kelas Ibu - Pertemuan I Petugas Notulen
Hamil tentang Kesehatan
kehamilan, Dokumentasi
perubahan tubuh Kader
selama hamil,
keluhan umum
dan cara
mengatasinya,
gizi ibu hamil,
dan pemberian
tablet Fe
- Pertemuan II
tentang
persalinan,
tanda
persalinan, dan
proses
persalinan.
- Pertemuan III
tentang
perawatan nifas,
ASI eksklusif,
tanda bahaya
nifas dan KB
pasca salin
- Pertemuan IV
tentang
perawatan BBL,
tanda bahaya
BBL, Tumbuh
kembang
bayi/anak.
- Aktifitas Fisik
(senam ibu
hamil)

2 Perpustakaa Sebelum memulai Kader Register


n Pekon kegiatan kelas ibu,ibu kunjungan
hamil harus membaca
buku-buku tentang Buku tentang
kesehatan agar kehamilan,
menambah pengetahuan persalinan,
ibu hamil dan sebagai nifas,
bahan pertanyaan saat perawatan
penyuluhan yang BBL,
disampaikan oleh perawatan
petugas atau boleh Payudara, Gizi
dipinjam dalam batas seimbang,
waktu maksimal 1 personal
minggu untuk dibaca hiegine, senam
dirumah hamil.

3 Pengawalan Setiap 1 kader akan Kader Raport Ibu


Ibu hamil mengawal maksimal 3 Hamil
oleh kader ibu hamil di
wilayahnya,pengawalan
dilakukan sejak terjadi
kehamilan sampai
dengan menjelang
proses persalinan,
dengan mengisi buku
rapor ibu hamil sebagai
panduan

4 Dapur Sehat Petugas bersama kader Petugas Jadwal menu


membuat menu sehat Kesehatan
yang kemudian di
lakukan demo memasak Kader
pada saat
pertemuan,agar ibu
hamil dapat
mempraktikan dirumah
sehingga ibu hamil
mendapatkan asupan
gizi yang seimbang

E. Cara Melaksanakan Kegiatan


Pelaksanaan kegiatan Inovatif upaya kesehatan masyarakat bekerjasama
dengan lintas program, lintas sektor dan kader.
1. Peran Lintas program
dimana lintas program berperan sebagai pelaksana, pemberi edukasi, serta
melakukan pembinaan dan bimbingan.
a. Program KIA
Peran petugas KIA adalah mengajari ibu hamil untuk melakukan aktifitas
fisik (senam hamil), kriteria ibu hamil yang boleh mengikuti senam
hamil yaitu usia kehamilan lebih dari 20 minggu.
b. Program Gizi
Petugas gizi membuat daftar menu sehat untuk ibu hamil selama 1
minggu yang kemudian akan di praktikkan dalam kegiatan dapur sehat.
c. Program Promkes
Peran petugas promkes adalah memberikan penyuluhan dalam kegiatan
kelas ibu hamil sesuai jadwal pertemuan yang telah ditentukan.
2. Peran Lintas sektor
Lintas sektor berperan sebagai informasi dan pemberdayaan masyarakat
atau sasaran dalam bidang kesehatan. sedangkan kader berperan sebagai
pengawal ibu hamil dengan buku raport ibu hamil sebagai panduan dan
melaporkan kepada petugas apabila menemukan ibu hamil bermasalah. Ibu
hamil akan mengikuti kegiatan kelas ibu hamil, berkunjung ke perpustakaan dan
kegaiatan dapur sehat sesuai jadwal yang telah ditentukan, Ibu hamil dikatakan
mendapat nilai sangat baik apabila telah mengikuti kegiatan kelas ibu lebih dari
4 kali kehadiran, berkunjung lebih dari 4 kali ke perpustakaan pekon dan
mengikuti kegiatan dapur sehat lebih dari 4 kali kunjungan. Ibu hamil dikatakan
mendapat nilai baik apabila mengikuti kegiatan kelas ibu sebanyak 4 kali
kehadiran, berkunjung 4 kali ke perpustakaan pekon dan mengikuti kegiatan
dapur sehat 4 kali kunjungan. Ibu hamil dikatakan mendapat nilai kurang apabila
mengikuti kegiatan kelas ibu kurang dari 4 kali kehadiran, berkunjung kurang
dari 4 kali ke perpustakaan pekon dan mengikuti kegiatan dapur sehat kurang
dari 4 kali kunjungan. Dan ibu hamil dikatakan lulus apabila mendapatkan nilai
baik dan atau sangat baik.

F. Sasaran
55 orang ibu hamil di pekon Kedaloman

G. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan


No Kegiatan Pelaksanaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9
1 Kelas Ibu Hamil √ √ √ √ √ √ √ √ √
2 Perpustakaan Pekon √ √ √ √ √ √ √ √ √
3 Pengawalan Ibu Hamil √ √ √ √ √ √ √ √ √
4 Dapur Sehat √ √ √ √ √ √ √ √ √

H. Monitoring Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Pelaporan


Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap 1 bulan sekali oleh pelaksana
kegiatan dan 3 bulan sekali oleh penanggung jawab UKM. Apabila dalam
pelaksanaan ditemukan ibu hamil bermasalah atau ada ketidak sesuaian dalam
pelaksanaan kegiatan, maka pelaksana dan penanggungjawab UKM akan
mencari penyebab masalah dan mencari solusi penyelesaiannya.
I. Pencatatan, Pelaporan da Evaluasi Kegiatan
Pencatatan dilakukan oleh pelaksana kegiatan UKM, dikelola oleh pelaksana
UKM untuk dilaporkan ke Penanggung jawab UKM .serta akan dilakukan
evaluasi kegiatan yang akan disampaikan di rapat internal pokja UKM yang
selanjutnya bahas melalui lokakarya mini puskesmas dan lokakakarya mini
Lintas sektor terkait.

Mengetahui
Kepala UPTD Puskesmas Kedaloman

Dedy Heriyanto,SKM
NIP. 19730716 199302 1 001