Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTIKUM PRESTASI MESIN

TURBIN PELTON

Disusun Oleh :
KELOMPOK I
AGUNG NUGRAHA (2015030314)
ALIF HEKMI APRIANTORO (2015030457)
BURHANUDIN (2015030241)
FAJAR NURDIANSYAH (2015030327)
IKHDA PRIHASTOMO (2015030338)
MUHAMAD ZUHRI ALFAID (2015030243)
NUR JANIHIKROM (2015030453)
TAUFIK HIDAYAT (2015030238)
ZAENAL ABDUL HADI (2015030319)

LABORATORIUM PRAKTIKUM
TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS PAMULANG
2018
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahamat, karunia serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan Laporan
Praktikum Prestasi Mesin dengan baik dan tepat waktu. Kami juga berterimakasih
kepada Bapak Bintang Eka Pamungkas selaku Dosen mata kuliah Praktikum
Prestasi Mesin UNPAM yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Laporan ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan
dari berbagi pihak, sehingga memperlancar pembuatan laporan ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan laporan ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan, baik dari segi susunan kalimat maupun tatanan bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka, kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar kami dapat memperbaiki laporan ini.
Akhir kata, kami berharap semoga laporan praktikum Prestasi Mesin tentang
“Turbin Pelton” ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi bagi pembaca.
Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Hormat Kami

Kelompok I

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. v

DAFTAR TABEL .................................................................................................. vi

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1

1.2 Tujuan ......................................................................................... 2

1.3 Batasan Masalah ......................................................................... 2

1.4 Sistematika Penulisan ................................................................. 2

BAB II DASAR TEORI.................................................................................... 3

2.1 Pengertian Turbin ....................................................................... 3

2.2 Klasifikasi Turbin Air ................................................................. 3

2.3 Komponen Utama Turbin Pelton ................................................ 4

2.4 Proses Kerja Turbin Pelton ......................................................... 5

2.5 Karakteristik Turbin.................................................................... 7

BAB III METODE PRAKTIKUM .................................................................... 8

3.1 Diagram Alir Percobaan ............................................................. 8

3.2 Alat dan Bahan ........................................................................... 9

3.3 Langkah kerja ............................................................................. 9

BAB IV DATA DAN ANALISA DATA ........................................................ 10

4.1 Data Penelitian .......................................................................... 10

4.2 Analisa Data.............................................................................. 10

BAB V PENUTUP .......................................................................................... 16

5.1 Kesimpulan ............................................................................... 16

iii
iv

5.2 Saran ......................................................................................... 16

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 17


DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1. Nozel turbin ....................................................................................... 6


Gambar 2. 2. Runner turbin pelton ......................................................................... 6
Gambar 3. 1. Digram alir percobaan ....................................................................... 8
Gambar 4. 1. Grafik debit air ................................................................................ 14
Gambar 4. 2. Grafik daya pada turbin ................................................................... 14
Gambar 4. 3. Grafik daya pada poros turbin ......................................................... 14
Gambar 4. 4. Grafik efisiensi turbin pelton........................................................... 15
Gambar 4. 5. Grafik hasil perhitungan .................................................................. 15

v
DAFTAR TABEL

Tabel 4. 1. Tabel data praktikum .......................................................................... 10


Tabel 4. 2. Data hasil perhitungan ........................................................................ 13

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kebutuhan energi listrik dewasa ini kian meningkat, berbagai upaya terus
dilakukan baik dengan mencari potensi energi baru ataupun dengan
mengembangkan teknologinya. Selain dari kebutuhan energi listrik meningkat, juga
terdapat daerah yang kondisi geografisnya tidak memungkinkan jaringan listrik
sampai kepada konsumen. Maka dari permasalahan tersebut dilakukanlah suatu
upaya untuk menyuplai kebutuhan energi listrik dengan memanfaatkan kondisi dan
potensi yang ada pada daerah tersebut. Misalkan ada suatu daerah yang memiliki
potensial air yang headnya mencukupi untuk dibuat pembangkit listrik, maka di
daerah tersebut dapat dipasang pembangkit tenaga listrik yang menyesuaikan
dengan besar kecilnya head yang tersedia. Atau potensi-potensi alam yang lain
yang memungkinkan untuk dibangunnya pembangkit tenaga listrik. Dengan
keadaan geografis daerah-daerah di Indonesia yang memiliki potensi air dengan
head yang memadai untuk sebuah pembangkit berskala kecil, maka dengan kondisi
tersebut banyak dikembangkan teknologi pembangkit-pembangkit berskala kecil
yang biasa dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).
Teknologi PLTMH ini terus dikembangkan baik dari segi peralatannya ataupun
darisegi efisiensinya. PLTMH dibuat tergantung dari seberapa besar head air yang
ada dan berapa besar energi listrik yang akan dihasilkan. Untuk PLTMH kapasitas
daya energi listrik yang dihasilkannya di bawah 100 kW. Berbagai teknologi
pembangkit pun telah banyak diterapkan dalam PLTMH baik dari sisi turbin dan
instrumen. Di dalam turbin kita mengenal beberapa jenis turbin yang dipergunakan,
kita dapat mempergunakan turbin Francis, Kaplan atau Pelton.
Penggunaan turbin tersebut tergantung dari potensi head yang dimiliki.
Seperti dalam hal ini turbin pelton yang menggunakan prinsip impuls memerlukan
head yang cukup tinggi. Dikarenakan masih sedikitnya turbin pelton yang
digunakan untuk PLTMH, maka atas dasar inilah turbin ini dibuat untuk keperluan
penelitian lebih lanjut.

1
2

1.2 Tujuan
Setelah dilakukannya praktikum prestasi mesin Turbin Pelton ini diharapkan
agar mahasiswa mampu:
1. Menentukan daya teoritis turbin.
2. Menentukan daya efektif turbin.
3. Menentukan efesiensi turbin.
4. Menentukan hubungan debit aliran terhadap daya dan efisiensi turbin.
5. Menentukan hubungan head ketinggian tergadap daya dan efisiensi
turbin.Menentukan hubungan putaran terhadap daya dan efisiensi turbin.

1.3 Batasan Masalah


Dalam laporan praktikum prestasi mesin Turbin Pelton ini, batas ruang
lingkup pembahasan, meliputi; pengertian Turbin Pelton, prinsip kerja Turbin
Pelton, komponen-komponen utama Turbin Pelton, klasifikasi Turbin Pelton, dan
analisa hasil praktikum Turbin Pelton.

1.4 Sistematika Penulisan


Penulisan laporan ini dibagi menjadi lima bab. Bab I menjelaskan mengenai
latar belakang, tujuan percobaan, batasan masalah dan sistematika penulisan. Bab
II menjelaskan mengenai dasar teori yang berisi mengenai teori singkat dari
percobaan yang dilakukan. Bab III menjelaskan mengenai metode praktikum, alat,
bahan dan prosedur praktikum yang digunakan. Bab IV menjelaskan mengenai data
hasil praktikum, dan pengolahan data melalui perhitungan yang telah ditentukan.
Bab V menjelaskan mengenai simpulan praktikum berdasarkan dari data hasil
praktikum yang berupa visualisai grafik data.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pengertian Turbin


Turbin adalah salah satu dari mesin tenaga atau penggerak mula yang prinsip
kerjanya mengubah tenaga fluida/air menjadi suatu tenaga mekanik. Sejumlah
massa air dari sebuah pompa sentrifugal yang dianalogikan dengan ketinggian air,
dialirkan masuk ke rumah turbin yang oleh sudu-sudu turbin diubah menjadi tenaga
mekanik berupa putaran poros, putaran dari poros yang dihasilkan oleh suatu turbin
pada umumnya digunakan untuk menggerakkan suatu generator listrik.
Dalam suatu sistem PLTA turbin air merupakan salah satu peralatan utama
selain generator, turbin air adalah alat untuk mengubah energi menjadi energi
puntir, energi puntir ini kemudian diubah menjadi energi listrik oleh generator.

2.2 Klasifikasi Turbin Air


Turbin dapat diklasifikasikan beberapa cara, namun yang paling utama adalah
klasifikasi turbin air berdasarkan cara turbin air tersebut merubah energi air menjadi
energi puntir. berdasarkan klasifikasi ini maka turbin air dibagi menjadi dua yaitu :
1. Turbin Impuls
Yang dimaksud dengan turbin impuls adalah turbin impuls adalah turbin air
yang cara bekerjanya dengan seluruh energi air (yang terdiri dari energi
potensial + tekanan + kecepatan) yang tersedia menjadi energi kinetik untuk
memutar turbin, sehingga menghasilkan energi puntir, contoh: Turbin Pelton.
2. Turbin Reaksi
Yang dimaksud turbin reaksi adalah turbin air yang cara kerjanya dengan
merubah seluruh energi air yang tersedia menjadi energi puntir. Turbin air
reaksi dibagi menjadi dua jenis yaitu:
 Francis contoh Turbin Francis
 Propeller
a. Sudu tetap (fixed blade), turbin jenis ini merupakan turbin
generasi pertama dan jenis ini,karena sudu tidak dapat diatur,

3
4

maka efisiensinya yang berkurang jika digunakan pada kisaran


debit yang lebar oleh karena itu dikembangkan jenis dengan sudu
dapat diatur agar efisiensi tetap tinggi walaupun kisaran debitnya
lebar.
b. Sudu dapat diatur (adjustable blade) contoh: Kaplan, Nagler,
Bulb, Moody

2.3 Komponen Utama Turbin Pelton


Pada turbin Pelton, air mengalir dalam “penstock” (pipa pesat), sampai ujung
bawah masuk nosel (energi kinetik naik), keluar mengenai ke sudu-sudu (yang
terpasang pada runner). Pengaturan jumlah air dapat dengan regulator/ governor
(untuk instalasi yang besar) atau denga tangan/ manual (instalasi yang kecil).
a. Nozel, energi tekanan dari air pada reservoir sewaktu melewati penstock
sebagian dirubah menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini makin lama
meningkat oleh karena nozzle pada tekana atmosfer pada casing. Ketika air
menabrak buckets maka dihasilkan energi mekanik . untuk turbin degan
kapasitas yang kecil menggunakan single jet. Dan untuk turbin yang
memproduksi tenaga besar, jumlah jet harus lebih banyak.
b. Buckets (sudu), buckets dari pelton wheel mempunyai bentuk double
hemispherical cup. Pancaran dari air yang datang mengenai buckets bagian
tengah yang ada pemisahnya terbagi menjadi dua bagian dan setelah hancur
pada permukaan bagian dalam bucket berubah 160 sampai 170 lalu
meninggalkan buckets. Buckets ini terbuat dari cast iron (head rendah), cast
steel atau dari stainless steel (head tinggi). Permukaan bagian dalam dip les
sedemikian rupa untuk menghindari gesekan yang besar.
c. Casing. Berfungsi untuk menghindari deburan air, serta untuk mengarahkan
air ke tail race dan sebagai keamanan.
d. Rem hidrolik. Untuk menghentikan putaran turbin, walaupun pancaran air
telah berhenti, runner tetap akan berputar untuk waktu yang lama. Untuk
menghentikannya diperlukan rem nozle yang kecil, dimana arah air dari rem
ini berlawanan arah dengan putaran runner.
5

Bentuk sudu turbin terdiri dari dua bagian yang simetris. Sudu dibentuk
sedemikian sehingga pancaran air akan mengenai tengah-tengah sudu dan pancaran
air tersebut akan berbelok ke kedua arah sehinga bisa membalikkan pancaran air
dengan baik dan membebaskan sudu dari gaya-gaya samping. Untuk turbin dengan
daya yang besar, sistem penyemprotan airnya dibagi lewat beberapa nozel. Dengan
demikian diameter pancaran air bisa diperkecil dan mangkok sudu lebih kecil.

2.4 Proses Kerja Turbin Pelton


Turbin Pelton merupakan salah satu jenis turbin air yang prinsip kerjanya
memanfaatkan energi potensial air menjadi energi listrik tenaga air (hydropower).
Prinsip kerja turbin pelton adalah mengkonversi daya fluida dari air menjadi daya
poros untuk digunakan memutar generator listrik. Air yang berada pada bak
penampung dihisap oleh pompa dimana pompa berfungsi untuk menghisap dan
memompa air untuk dialirkan ke sudu turbin. Namun aliran air tidak langsung
mengarah ke sudu turbin melainkan harus melewati pipa-pipa saluran yang telah
diberi katup buka tutup sehingga laju aliran air dapat diatur sesuai dengan yang
diinginkan. Kemudian katup-katup tersebut terhubung dengan saluran nozel dimana
nozel berfungsi sebagai pemancar air yang dipancarkan langsung ke arah sudu
turbin sehingga sudu turbin berputar. Pada sudu-sudu turbin, energi aliran air
diubah menjadi energi mekanik yaitu putaran roda turbin. Apabila roda turbin
dihubungkan dengan poros generator listik, maka energi mekanik putaran roda
turbin diubah menjadi energi listrik pada generator. Kemudian air yang telah
digunakan untuk memutar sudu turbin jatuh kedalam bak penampung untuk
kembali ke tahap awal maka terjadilah sirkulasi.
Energi potensial air disemprotkan oleh nozel ke sudu untuk dirubah menjadi
energi mekanik yang digunakan untuk memutar poros generator. Nozel merupakan
mekanisme pancaran yang berbentuk melengkung yang mengarahkan air sesuai
dengan arah aliran yang direncanakan dan mengatur aliran air. Fungsi utama nozel
adalah untuk mengubah tekanan air menjadi suatu kecepatan aliran yang digunakan
untuk memutar runner. Bentuk nozel sangat mempengaruhi performa turbin.
Perancangan sebuah nozel turbin pelton dimulai dari menentukan ukuran runner dan
sudu dengan menggunakan data yang telah ada setelah itu melakukan perhitungan
6

diameter ujung nozel, kecepatan aliran air pada ujung nozel, panjang ujung nozel.
Bahan yang digunakan untuk nozel turbin pelton ini adalah menggunakan paduan
Aluminium. Dari tahap-tahap yang telah direncanakan tersebut, maka didapatkan
ukuran nozel untuk turbin air pelton yang sesuai dengan yang diharapkan.

Gambar 2. 1. Nozel turbin


Ukuran nozel yang sesuai dapat memutar sudu lebih baik sehingga dapat
meningkatkan efesiensi turbin. Dengan meningkatkan efesiensi turbin maka dapat
meningkatkan energi yang dihasilkan sehingga turbin air mampu menghasilkan kerja
yang optimal dengan menggunakan energi yang minimal.

Gambar 2. 2. Runner turbin pelton


Nozel mempunyai beberapa fungsi yaitu mengarahkan pancaran air ke sudu
turbin, mengubah tekanan menjadi energi kinetik dan mengatur kapasitas air yang
masuk turbin. Sudu turbin merupakan sarana untuk merubah energi air menjadi
energi mekanik berupa torsi pada poros sudu dimana aliran air yang disemprotkan
oleh nozel ke arah sudu mengakibatkan daun-daun sudu terdorong dan berputar.
Aliran air yang diarahkan langsung menuju sudu-sudu melalui pengarah atau nozel
ini juga menghasilkan daya pada sirip. Selama sudu berputar, gaya bekerja melalui
suatu jarak, sehingga menghasilkan kerja. Dalam proses ini energi ditransfer dari
aliran air ke turbin.
7

Sudu dibentuk sedemikian sehingga pancaran air akan mengenai tengah-


tengah sudu dan pancaran air tersebut akan berbelok ke kedua arah sehinga bisa
membalikkan pancaran air dengan baik dan membebaskan sudu dari gaya-gaya
samping. Untuk turbin dengan daya yang besar, sistem penyemprotan airnya dibagi
lewat beberapa nozel. Dengan demikian diameter pancaran air bisa diperkecil dan
mangkok sudu lebih kecil. Desain ini dibuat untuk mempermudah dalam proses
perakitan sehingga dapat diketahui langkah-langkah yang harus dilakukan.

2.5 Karakteristik Turbin


Untuk dua turbin atau lebih mempunyai dimensi yang berlainan disebut
homologous jika kedua turbin ataui lebih tersebut sebangun geometri dan
mempunyai karakteristik sama. Karakteristik suatu turbin dinyatakan secara umum
oleh enam buah konstanta yaitu:
a. Rasio Kecepatan (Φ)
Rasio kecepatan adalah perbandingan antara kecepatan keliling linier turbin
pada ujung diameter nominalnya dibagi dengan kecepatan teoritis air melalui
curat dengan tinggi terjun sama dengan tinggi terjun (HNeto) yang bekerja pada
turbin. Dimana:
N = putaran turbin (rpm)
D = diameter nominal
H = tinggi terjun netto/efektif (m)

b. Kecepatan satuan (Nu)


Kecepatan satuan (Nu) adalah kecepatan putar turbin yang mempunyai
diameter (D) satu satuan panjang dan bekerja pada tinggi terjun (HNeto) satuan
panjang. Debit satuan (Qu)
c. Daya satuan (Pu)
d. Kecepatan spesifik (Ns)
e. Diameter spesifik (Ds)
BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1 Diagram Alir Percobaan

START

Menyiapkan alat dan


bahan

Menghidupkan mesin

Membuka katup/kran

Mengoperasikan "Load Adjuster"

Mencatat variabel dan hasil


pengamatan

Data

Pembahasan Literatur

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3. 1. Digram alir percobaan

8
9

3.2 Alat dan Bahan


Peralatan dan bahan yang digunakan dalam proses praktikum turbin pelton
ini meliputi:
a. Satu unit turbin pelton
b. Pompa sentrifugal
c. Fluida (air)
d. Pipa
e. Tachometer
f. Weirmeter

3.3 Langkah kerja


Langkah-langkah yang harus dijalankan dalam praktikum turbin pelton ini
sebgai berikut:
a. Menghubungkan kabel daya ke sumber listrik.
b. Menghidupkan mesin praktikum dengan cara menekan tombol power ke
posisi ON.
c. Menentukan tekanan fluida dari pompa dengn cara memutar katup.
d. Memperhatikan & mengambil data putaran poros turbin pelton (RPM turbin).
e. Memberikan beban yang berbeda pada turbin pelton dengan cara
mengoperasikan “Load Adjuster” ke titik beban yang diinginkan.
f. Melakukan pengamatan tinggi fluida yang berada pada tanki penampung
selama proses praktikum berlangsung.
g. Mencatat setiap variable hasil pengamatan.
h. Melakukan percobaan pada poin ( b ) sampai ( g ), namun dengan pengaturan
tekanan dan pembebanan yang bebeda.
i. Mencatat seluruh hasil pengamatan dengan seksama.
j. Mematikan mesin dengan menekan tombol daya mesin ke posisi OFF.
k. Melepaskan hubungan kabel daya dari sumber listrik.
BAB IV
DATA DAN ANALISA DATA

4.1 Data Penelitian


Data-data yang kami peroleh dari praktikum prestasi mesin turbin pelton
sebagai berikut:
Tabel 4. 1. Tabel data praktikum

Volt Gaya Tekanan Debit Air Putaran


No Posisi Katup
(V) (F) (P) (Hw) Poros (Rpm)
1 1/4 220 V 1,62 N 0,5 kg/cm2 0,08 318,2
2 1/4, REM 220 V 2,07 N 0,49 kg/cm2 0,0795 373,1
3 ½ 220 V 1,55 N 0,31 kg/cm2 0,079 248,2
4 1/2, REM 220 V 2,3 N 0,3 kg/cm2 0,0785 238,9
5 FULL 220 V 2,07 N 0,6 kg/cm2 0,082 400,9
6 FULL, REM 220 V 3,15 N 0,58 kg/cm2 0,081 327,7

4.2 Analisa Data


Setelah mendapatkan data praktikum di atas maka head Pompa sentrifugal,
daya masuk dan keluar, serta nilai efisiensi turbin pelton tersebut dapat kita hitung
sebagai berikut:
Dimana : ρ air = 1000 kg/m3 ϴ = 600
g = 10 m/s2 L = 0,5 m
Ce = 0,5 r = 0,17 m

 Mencari debit air (Q)


1) Percobaan 1:
8 5 600
𝑄 = × 𝐶𝑒 × √2𝑔 × 𝐻𝑤 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
8 5 600
= × 0,5 × √2 × 10𝑚/𝑠 2 × 0,08 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
= 1,89 × 10−3 𝑚3 /𝑠

10
11

2) Percobaan 2:
8 5 600
𝑄 = × 𝐶𝑒 × √2𝑔 × 𝐻𝑤 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
8 5 600
= × 0,5 × √2 × 10𝑚/𝑠 2 × 0,0795 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
= 1,86 × 10−3 𝑚3 /𝑠
3) Percobaan 3:
8 5 600
𝑄 = × 𝐶𝑒 × √2𝑔 × 𝐻𝑤 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
8 5 600
= × 0,5 × √2 × 10𝑚/𝑠 2 × 0,079 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
= 1,81 × 10−3 𝑚3 /𝑠
4) Percobaan 4:
8 5⁄ 600
𝑄 = × 𝐶𝑒 × √2𝑔 × 𝐻𝑤 × 𝑡𝑔
2
15 2
8 2 5⁄ 600
= × 0,5 × √2 × 10𝑚/𝑠 × 0,0785 × 𝑡𝑔
2
15 2
= 1,796 × 10−3 𝑚3 /𝑠
5) Percobaan 5:
8 5 600
𝑄 = × 𝐶𝑒 × √2𝑔 × 𝐻𝑤 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
8 5 600
= × 0,5 × √2 × 10𝑚/𝑠 2 × 0,082 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
= 1,99 × 10−3 𝑚3 /𝑠
6) Percobaan 1:
8 5⁄ 600
𝑄 = × 𝐶𝑒 × √2𝑔 × 𝐻𝑤 × 𝑡𝑔
2
15 2
8 5 600
= × 0,5 × √2 × 10𝑚/𝑠 2 × 0,081 ⁄2 × 𝑡𝑔
15 2
= 1,93 × 10−3 𝑚3 /𝑠

 Mencari daya masuk pompa (Nt)


1. Percobaan 1:
2𝜋𝑛𝑟 2 × 3,14 × 318,2 × 0,17
𝑁𝑡 = 𝐹 × = 1,62 × = 9,17 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60

11
12

2. Pecobaan 2:
2𝜋𝑛𝑟 2 × 3,14 × 373,1 × 0,17
𝑁𝑡 = 𝐹 × = 2,07 × = 13,74 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
3. Percobaan 3:
2𝜋𝑛𝑟 2 × 3,14 × 248,2 × 0,17
𝑁𝑡 = 𝐹 × = 1,55 × = 4,42 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
4. Percobaan 4:
2𝜋𝑛𝑟 2 × 3,14 × 238,9 × 0,17
𝑁𝑡 = 𝐹 × = 2,3 × = 9,78 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
5. Percobaan 5:
2𝜋𝑛𝑟 2 × 3,14 × 400,9 × 0,17
𝑁𝑡 = 𝐹 × = 2,07 × = 14,77 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
6. Percobaan 6:
2𝜋𝑛𝑟 2 × 3,14 × 327,7 × 0,17
𝑁𝑡 = 𝐹 × = 3,15 × = 18,37 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60

 Mencari daya keluar pompa (Np)


1. Percobaan 1:
2𝜋𝑛 2 × 3,14 × 318,2
𝑁𝑝 = 𝐹 × 𝐿 × = 1,62 × 0.5 × = 26,98 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
2. Percobaan 2:
2𝜋𝑛 2 × 3,14 × 373,1
𝑁𝑝 = 𝐹 × 𝐿 × = 2,07 × 0.5 × = 40,42 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
3. Percobaan 3:
2𝜋𝑛 2 × 3,14 × 248,2
𝑁𝑝 = 𝐹 × 𝐿 × = 1,55 × 0.5 × = 20,13 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
4. Percobaan 4:
2𝜋𝑛 2 × 3,14 × 238,9
𝑁𝑝 = 𝐹 × 𝐿 × = 2,3 × 0.5 × = 28,76 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
5. Percobaan 5:
2𝜋𝑛 2 × 3,14 × 373,1
𝑁𝑝 = 𝐹 × 𝐿 × = 2,07 × 0.5 × = 40,42 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60
6. Percobaan 6:
2𝜋𝑛 2 × 3,14 × 327,7
𝑁𝑝 = 𝐹 × 𝐿 × = 3,15 × 0.5 × = 54,02 𝑤𝑎𝑡𝑡
60 60

12
13

 Efisiensi pompa (%)


1. Percobaan 1:
𝑁𝑝 9,17
ƞ= × 100% = × 100 % = 33,99 %
𝑁𝑡 26,98
2. Percobaan 2:
𝑁𝑝 13,74
ƞ= × 100% = × 100 % = 33,99 %
𝑁𝑡 40,42
3. Percobaan 3:
𝑁𝑝 4,42
ƞ= × 100% = × 100 % = 21,96 %
𝑁𝑡 20,13
4. Percobaan 4:
𝑁𝑝 9,78
ƞ= × 100% = × 100 % = 34,01 %
𝑁𝑡 28,76
5. Percobaan 5:
𝑁𝑝 14,77
ƞ= × 100% = × 100 % = 36,54 %
𝑁𝑡 40,42
6. Percobaan 6:
𝑁𝑝 18,37
ƞ= × 100% = × 100 % = 34,01 %
𝑁𝑡 54,02

Sehingga data yang kita dapatkan melalui perhitungan data yang diperoleh
kemudian kita masukkan ke dalam rumus, sebagai berikut:
Tabel 4. 2. Data hasil perhitungan

Posisi Debit Air Daya Turbin Daya Poros Efisiensi


No
Katup (m3/s) (Watt) (Watt) (%)

1 1/4 0,00189 26,98 9,17 33,99


2 1/4, REM 0,00186 40,42 13,74 33,99
3 1/2 0,00181 20,13 4,42 21,96
4 1/2,REM 0,001796 28,76 9,78 34,01
5 FULL 0,00199 40,42 14,77 36,54
6 FULL, REM 0,00193 54,02 18,37 34,01

13
14

Maka hasil perhitungan debit air, daya turbin, daya poros tubin dan efisiensi
turbin pelton yang ditampilkan dalam bentuk grafik adalah sebagai berikut:

DEBIT AIR (M3/S)

0,00199
0,00193
0,00189
0,00186
0,00181 0,001796

1/4 1/4, REM 1/2 1/2,REM FULL FULL, REM

Gambar 4. 1. Grafik debit air

DAYA PADA TURBIN (WATT)


54,02

40,42 40,42

26,98 28,76
20,13

1/4 1/4, REM 1/2 1/2,REM FULL FULL, REM

Gambar 4. 2. Grafik daya pada turbin

DAYA POROS TURBIN (WATT)


18,37

14,77
13,74

9,17 9,78

4,42

1/4 1/4, REM 1/2 1/2,REM FULL FULL, REM

Gambar 4. 3. Grafik daya pada poros turbin

14
15

EFISIENSI TURBIN (%)

36,54
33,99 33,99 34,01 34,01

21,96

1/4 1/4, REM 1/2 1/2,REM FULL FULL, REM

Gambar 4. 4. Grafik efisiensi turbin pelton


Jika kurva daya turbin, daya poros turbin dan efisiensi turbin digabung maka
menjadi sebagai berikut:

GRAFIK PERBANDINGAN
60

50

40

30

20

10

0
1/4 1/4, REM 1/2 1/2,REM FULL FULL, REM

Daya Pada Turbin (Watt) Daya Poros Turbin (Watt)


Efisiensi Turbin (%)

Gambar 4. 5. Grafik hasil perhitungan

15
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Setelah kita mengamati hasil perhitungan dari data yang kita ambil saat
melakukan praktikum, dengan melihat grafik hasil perhitungan di atas kita dapat
menyimpulkan bahwa:
1. Kecepatan putaran dari mesin merupakan faktor penentu untuk mendapatkan
nilai daya poros (Np), daya turbin (Nt), efisiensi turbin serta torsi yang
diberikan.
2. Semakin besar bukaan kran semakin besar pula nilai debit airnya, meskipun
terdapat penurunan pula.
3. Semakin besar debit air, semakin besar pula daya turbin (Nt).
4. Besar nilai daya turbin berbanding terbalik dengan nilai besar daya poros.
5. Efisiensi turbin pelton berbanding lurus dengan besar nilai daya poros dan
berbanding terbalik dengan besar daya turbin.

5.2 Saran
Untuk kelancaran praktikum ke depannya, mohon alat dan bahan praktikum
tolong dipersiapkan sebaik mungkin, seperti air yang harus dalam kondisi layak,
alat yang sudah dikalibrasi, melakukan prosedur kerja sesuai apa yang ada di modul,
sehingga analisa datanya dapat lebih akurat dan sesuai dengan teori yang sudah
ada. Dengan begitu praktikum dapat dikatakan berhasil.

16
DAFTAR PUSTAKA

1. http://agungsetyobudi7.blogspot.co.id/2016/02/makalah-turbin-pelton.html
2. http://ridomanik.blogspot.co.id/2013/06/prinsip-kerja-pompa-
sentrifugal.html

17