Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, dengan berkembangnya praktik

bisnis dan kebutuhan konsumen yang semakin kompleks, menyebabkan semakin

ketatnya persaingan di dunia bisnis. Dunia bisnis selalu dihadapkan dengan

konsep baru, sistem baru, dan prosedur baru. Terlebih lagi praktik bisnis yang

bergerak di bidang yang sama akan mempertajam persaingan yang terjadi.

Apabila perusahaan tidak mampu bersaing kemungkinan terburuk yang akan

terjadi adalah kebangkrutan. Agar dapat bertahan dan tetap unggul, perusahaan

berusaha menerapkan berbagai kebijakan dan strategi seperti peningkatan

produktivitas, efisiensi, efektivitas dan pengendalian internal yang baik, tentunya

diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan pelayanan

yang terbaik.

Semakin berkembangnya perusahaan, fungsi pengendalian biasanya kurang

dapat dilaksanakan dengan baik karena jangkauan yang dikendalikan akan

semakin luas. Berbeda halnya dengan perusahaan berskala kecil, untuk kegiatan

pengawasan dan pengendalian dapat dilakukan sendiri oleh pemilik, akan tetapi

semakin berkembangnya perusahaan, fungsi pengendalian biasanya tidak dapat

dijalankan dengan baik apabila dilakukan oleh pemilik sendiri karena cakupan

yang diperlukan untuk pengawasan dan pengendalian akan semakin luas (Suroso,

2009: 1). Dengan perusahaan yang semakin berkembang tentunya semakin

banyak departemen, bagian-bagian, atau unit-unit untuk menjalankan masing-

1
masing fungsi sesuai prosedur. Melihat kondisi seperti ini manajemen perusahaan

dihadapkan pada keterbatasan kemampuan untuk mengawasi dan mengendalikan

operasi perusahaan sehingga manajemen mengandalkan peran auditor internal

dalam mengatasi keterbatasan tersebut.

Audit internal merupakan suatu aktivitas konsultasi yang dikelola secara

independen dan objektif, yang dirancang sebagai penambah nilai untuk

meningkatkan kegiatan operasional perusahaan. Secara efektif, auditor internal

menyediakan informasi yang dibutuhkan manajer dalam melaksanakan tanggung

jawab. Penilaian secara independen dilakukan auditor internal pada suatu

perusahaan untuk menilai kegiatan operasional dengan mengukur dan

mengevaluasi kecukupan kontrol serta efektivitas dan efisiensi dari kinerja

perusahaan dan berperan penting dalam pengelolaan perusahaan beserta risiko-

risiko yang terkait dalam melaksanakan usahanya (Sawyer, 2005: 7).

Audit internal sebelumnya dikenal sebagai pendekatan berbasis pada sistem,

kemudian beralih menjadi audit internal berbasis proses. Awalnya auditor internal

lebih berperan sebagai pengawas atau mata dan telinga manajemen karena

manajemen membutuhkan kepastian terkait dengan pelaksanaan kebijakan yang

telah ditetapkan untuk menghindari tindakan yang menyimpang. Di sini audit

internal lebih berorientasi pada pelaksanaan tindakan pemeriksaan terhadap

tingkat kepatuhan para pihak pelaksana dengan ketentuan-ketentuan yang ada

dan ini sering dianggap sebagai tindakan yang konfrontatif. (Tampubolon, 2005:

1)

2
Seiring dengan berjalannya waktu, fokus utama audit internal mengalami

pergeseran menjadi konsultan untuk perusahaan atau kliennya, yaitu membantu

satuan kerja operasional mengelola risiko dengan mengidentifikasi masalah-

masalah dan memberikan saran untuk tindakan perbaikan yang dapat memberikan

tambahan nilai sebagai amunisi memperkuat organisasi. Bahkan untuk masa yang

akan datang diprediksikan peran auditor internal akan menjadi katalisator, di

mana akan ikut serta dalam penentuan tujuan dari suatu perusahaan atau

organisasi (Tampubolon, 2005:2).

Di samping itu, keberadaan auditor internal yang memberikan banyak

manfaat bagi perusahaan membuat banyak manajemen perusahaan-perusahaan

besar membentuk tim audit internal. Auditor internal di berbagai perusahaan

biasa dikenal dengan sebutan Satuan Pengawas Internal (SPI). Dengan adanya

SPI sebagai auditor internal diharapkan dapat mempermudah perusahaan untuk

melakukan pengawasan dan pengendalian atas kegiatan-kegiatan yang berjalan di

perusahaan sehingga tujuan yang hendak dicapai perusahaan dapat terealisasikan.

Auditor internal merupakan pihak yang dipercaya oleh perusahaan untuk

melakukan evaluasi pada pelaksanaan kegiatan yang dilakukan sebagai tindakan

atau upaya dalam membantu pencapaian tujuan perusahaan. Pelaksanaan

verifikasi terhadap dokumen-dokumen transaksi untuk mendapatkan kesesuaian

transaksi dan catatan serta auditor internal menilai secara independen aktivitas

atau kegiatan karyawan, apakah pelayanan yang diberikan dapat memenuhi

kebutuhan konsumen. Kegiatan audit internal dilakukan untuk memperbaiki

3
kinerja dan membantu perusahaan dalam mencapai atau merealisasikan tujuan

yang tercermin dalam visi dan misi perusahaan.

Pernyataan tentang tujuan perusahaan tercermin dalam visi didukung

dengan definisi yang diungkapkan oleh Kotler yang mengemukakan bahwa visi

adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan

pelayanan yang tawarkan, kebutuhan yang dapat diatasi, nilai-nilai yang diperoleh

serta aspirasi dan cita-cita masa depan. Sedangkan pernyataan tentang tujuan

perusahaan tercermin dalam misi juga didukung dengan definisi yang

diungkapkan oleh Wheelen yang mengemukakan bahwa misi merupakan

rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensi perusahaan yang

memuat apa yang disediakan oleh perusahaan pada masyarakat atau konsumen,

baik jasa ataupun produk (Wibisono: 2006, 46). Apabila dilihat dari misi tersebut,

maka peran Internal Audit tidak lagi hanya sebagai pengawas, tetapi telah

mengalami perkembangan menjadi konsultan dan katalisator.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah

Bagaimana peran auditor internal konsultan perusahaan?

1.3 Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan masalahnya, yaitu

memahami peran auditor internal konsultan perusahaan.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Jasa Audit Konsultasi

Audit konsultasi adalah kegiatan pemberian saran/advis, dan biasanya

dilakukan berdasarkan permintaan khusus dari klien. Sifat dan lingkup kegiatan

konsultasi tergantung pada kesepakatan antara audito internal dengan klien.

Dalam kegiatan konsultasi terdapat dua pihak yang terlibat, yaitu audit internal

sebagai pihak yang memberikan saran dan klien yang meminta/menerima saran.

Dalam melakukan kegiatan konsultasi, auditor internal tetap dituntut untuk

memelihara objektivitas dan tidak menerima limpahan tanggung jawab fungsi

manajerial dari klien.

2.2 Peran Auditor Internal sebagai Konsultan

Dunia usaha yang semakin berkembang dan mulai menyadari bahwa dalam

menjalani suatu usaha mengandung risiko, mulailah bermunculan mengenai

kebutuhan untuk mengimplementasikan internal audit berbasis risiko (Risk Based

Internal Auditing). Sesuai dengan definisi baru, kegiatan audit internal bertujuan

untuk memberikan layanan pada organisasi. Karena kegiatan tersebut, maka

auditor internal memiliki fungsi sebagai pemeriksa sekaligus berfungsi sebagai

mitra manajemen. Pada dasarnya seluruh tingkatan manajemen dapat menjadi

klien auditor internal. Oleh karena itu auditor internal wajib melayani klien

dengan baik dan mendukung kepentingan klien dengan tetap mempertahankan

loyalitasnya. (Tampubolon, 2005: 1-2)

5
Peran konsultan yang dijalankan auditor internal diharapkan dapat

membantu satuan kerja operasional dalam mengelola risiko dengan

mengidentifikasi masalah dan memberikan saran untuk tindakan perbaikan yang

memberi nilai tambah untuk memperkuat organisasi. Audit yang dilakukan yaitu

audit operasional dengan memberikan keyakinan bahwa organisasi telah

memanfaatkan sumber daya organisasi yang ada secara efektif, efisien dan

ekonomis. Rekomendasi yang diberikan auditor internal biasanya bersifat jangka

menengah. Peran sebagai konsultan mengharuskan dan membawa auditor internal

untuk selalu meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya baik terkait dengan

profesi auditor maupun aspek bisnis, sehingga dapat membantu manajemen

dalam mengantisipasi terjadinya masalah. (Supriyanto Ilyas dan Maulana, 2007:

5).

Pada tahun 1999 The Institute Internal Auditor melakukan redefinisi pada

audit internal. Dijelaskan bahwa audit internal merupakan suatu aktivitas

independen dalam dalam menetapkan tujuan dan merancang aktivitas konsultasi

yang bernilai tambah dan meningkatkan operasi perusahaan. Dari redefinisi yang

dilakukan The Institute Internal Auditor terlihat audit internal membantu suatu

organisasi atau perusahaan dalam pencapaian tujuan dengan pendekatan yang

terarah dan sistematis untuk menilai dan mengevaluasi keefektifan manajemen

risiko melalui pengendalian dan proses tata kelola yang baik. Dari uraian di atas,

peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa peran auditor internal sebagai

konsultan selain bertugas melakukanpengawasan, peran ini juga bertugas sebagai

mitra dalam mengelola risiko dan memberikan

6
masukan, rekomendasi, nasihat-nasihat yang diharapkan dapat membantu dalam

pemecahan masalah yang sedang dihadapi karyawan, terutama masalah yang

berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan sehingga tujuan

perusahaan dapat tercapai.

2.3 Auditor Internal sebagai Konsultan Perusahaan

Institut Internal Auditor ( IIA) sampai saat ini melarang auditor internal

bertindak sebagai konsultan bisnis. Auditor internal ada di dalam perusahaan

untuk meninjau dan menilai pengendalian internal dan kemudian membuat

rekomendasi untuk perbaikan kontrol dan tindakan korektif melalui laporan audit

internal. Pemikiran kemudian adalah bahwa konsultasi audit internal tindakan

mungkin menciptakan konflik kepentingan. Larangan konsultasi audit internal

menjadi lebih kuat di masa awal Sarbanes-Oxley Act (SOX). Standar IIA yang

sekarang tegas memungkinkan auditor internal untuk bertindak sebagai konsultan

manajemen dalam ditunjuk tertentu dan ditentukan ulasan audit.

2.4 Standar Audit Internal sebagai Konsultan Perusahaan

Tujuan dari audit internal adalah untuk membantu manajemen dengan

menyediakan analisis, informasi, dan rekomendasi untuk peningkatan kontrol dan

operasi. Kontrol internal dapat dievaluasi untuk:

a. Kepatuhan terhadap kebijakan dan prosedur, aturan, dan peraturan.

b. Keandalan dan integritas informasi keuangan dan operasional.

c. Efektivitas dan efisiensi operasi.

7
d. Pengamanan aset

Standar IIA mendefinisikan konsultasi audit internal sebagai penasehat dan

terkait dengan kegiatan jasa audit klien, sifat dan ruang lingkup yang disepakati

dengan klien dan yang dimaksudkan untuk menambah nilai dan meningkatkan

tata kelola perusahaan, manajemen risiko, dan mengontrol proses tanpa auditor

internal memikul tanggung jawab manajemen. Dalam laporan internal audit,

auditor internal dapat merekomendasikan perubahan, tetapi mereka tidak dapat

menjamin bahwa perubahan terjadi. Mereka harus siap untuk memberikan

kebenaran kepada manajemen melampaui kesalahan adil, kelalaian, dan

kelemahan pengendalian internal.

Menjabat sebagai konsultan perusahaan sering menempatkan auditor

internal agak berbeda Peran dari normal penugasan audit internal membuktikan,

dimana audit internal menggunakannya untuk perencanaan dan pengukuran risiko

tujuan untuk merencanakan dan menjadwalkan pemeriksaan audit.

Selain itu, audit internal pada umumnya dapat menentukan ruang lingkup

sendiri, jadwal waktu, dan tim audit tugas. Meskipun manajemen dapat

mengakhiri Audit keterlibatan konsultan internal, tim audit yang sama masih

merupakan bagian dari keseluruhan perusahaan.

2.5 Peresmian Kemampuan Audit Internal Konsultan

Audit internal perlu menerima persetujuan dari komite audit dan untuk

sepenuhnya menunjukkan kepada manajemen bahwa ia memiliki kemampuan dan

8
tujuan yang cukup untuk bertindak sebagai konsultan perusahaan.

Jika fungsi audit internal suatu perusahaan ingin mulai menawarkan

konsultasi internal, harus mengembangkan strategi konsultasi dan kemudian

sangat mendokumentasikan bahwa peran dan mereka kemampuan melalui piagam

audit. Beberapa daerah yang perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan

praktek konsultasi internal yang meliputi:

a. Audit internal mungkin memiliki keterampilan untuk melakukan tinjauan

internal kontrol di banyak khusus daerah tetapi tidak memiliki keahlian

konsultasi yang diperlukan di daerah tersebut. Audit internal harus jelas

memahami dan menentukan apa yang mereka bisa dan tidak bisa

melakukannya dengan baik

b. Audit internal perlu berhati-hati ekstrim yang tidak dipandang sebagai

auditor dan konsultan satu hari berikutnya.

c. Penganggaran dan akuntansi untuk biaya jasa konsultasi audit internal.

d. Perencanaan dan penjadwalan kegiatan audit internal konsultan.

e. Pelaporan hasil dan komunikasi dengan manajemen dan audit komite.

f. "Jual" program audit internal konsultan.

Pertimbangan yang terdaftar dan lain-lain harus diuraikan dan kemudian

dibahas dengan kedua komite audit dan manajemen senior. Setelah persetujuan

tentatif telah diperoleh, audit internal harus meminta piagam audit yang disetujui

jelas menentukan perannya sebagai konsultan internal perusahaan.

9
2.6 Memastikan Audit dan Pemisahan Tugas Konsultasi

Perlunya pemisahan yang memadai mengenai tanggung jawab antara

auditor internal bertindak sebagai konsultan internal dan melakukan pekerjaan

audit. Sebelum tahun 1970-an, American Institute of Certified Public Akuntan

dipisahkan kantor akuntan publik antara auditor CPA dan profesional

menyediakan jasa konsultasi. Sebuah Kantor Akuntan Publik kemudian akan

memiliki semacam garis putus-putus di kantor, auditor keuangan yang

memisahkan laporan bersertifikat dari spesialis, seperti konsultan IT.

1) Misi Audit internal

Misi Global Audit Komputer Produk internal adalah untuk memastikan

bahwa perusahaan operasi mengikuti standar tinggi baik dengan memberikan

jaminan, independen, obyektif Fungsi dan dengan menasihati dan konsultasi pada

praktek terbaik.

2) Independesi dan Obyektivitas

Untuk memastikan independensi, Audit Internal bertanggung jawab

langsung kepada Dewan Audit Direksi Komite, dan untuk menjaga obyektivitas,

Audit Internal tidak terlibat dalam sehari-hari perusahaan operasi atau prosedur

pengendalian internal. Namun, audit internal dapat memberikan bantuan

konsultan independen di specifie tertentu yang independen dari rutin prosedur

audit review internal.

10
3) Lingkup dan Tanggung Jawab

Ruang lingkup pekerjaan Audit Internal meliputi penelaahan terhadap

prosedur manajemen risiko, pengendalian internal, sistem informasi dan proses

tata kelola. Untuk memenuhi tanggung jawabnya, Internal Audit harus:

a) Mengidentifikasi dan menilai risiko potensial untuk operasi Bank Dunia.

b) Menelaah kecukupan pengendalian dibentuk untuk memastikan kepatuhan

terhadap kebijakan, rencana, prosedur, dan tujuan bisnis.

c) Menilai keandalan dan keamanan informasi keuangan dan manajemen dan

mendukung sistem dan operasi yang menghasilkan informasi ini.

d) Menilai sarana pengamanan asset.

e) Meninjau proses didirikan dan mengusulkan perbaikan.

f) Menilai penggunaan sumber daya yang berkaitan dengan ekonomi, efisiensi

efektifitas, dan.

g) Menindaklanjuti rekomendasi untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan

yang efektif diambil.

h) Lakukan proyek konsultan independen atas permintaan spesifik dari

manajemen.

4) Audit Internal berwenang, dalam rangka kegiatan, untuk

a) Masukkan semua bidang operasi komputer Produk Global, dan memiliki

akses ke dokumen dan catatan yang dianggap perlu untuk melaksanakan

fungsinya.

11
b) Mengharuskan semua anggota staf dan manajemen untuk memberikan

informasi yang diminta dan penjelasan dalam jangka waktu yang wajar.

c) Terlibat dalam ulasan konsultan independen pada permintaan khusus dan

otorisasi manajemen

5) Akuntabilitas

Audit Internal bertanggung jawab untuk perencanaan, pelaksanaan,

pelaporan, dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan proyek termasuk dalam rencana

audit dan menentukan ruang lingkup dan waktu audit tersebut. Audit Internal juga

akan menyerahkan laporan tahunan kepada manajemen senior dan kepada Komite

Audit atas hasil audit, termasuk eksposur risiko yang signifikan dan masalah

pengendalian.

6) Standar

Mematuhi Audit Internal dengan standar dan praktek profesional yang

diterbitkan oleh Institute Auditor Intern serta Teknologi Informasi Governance

Institute.

2.7 Konsultan Praktik Terbaik

Konsultan adalah seorang individu yang memberikan nasihat dan kepada

klien pada tugas tertentu. Lain lebih akademis yang terdengar definisi konsultasi

(dari consultare Latin) berarti "untuk membahas" dan mengacu pada profesional

yang memberikan nasihat di daerah tertentu keahlian, seperti akuntansi,

12
lingkungan, teknologi, hukum, sumber daya manusia, pemasaran, obat-obatan,

atau membiayai.

Peran konsultan adalah sedikit berbeda dari seorang auditor internal. Sebuah

auditor internal dimulai dengan program audit siap menguraikan daerah untuk

review atau set standar. Dalam rangka untuk berperan sebagai konsultan internal

yang efektif, auditor internal perlu melakukan lebih dari mengubah judul mereka

pada kartu nama, mereka juga perlu mengembangkan beberapa pendekatan baru.

a. Langkah Pertama: Meluncurkan Tugas Consulting

Peluang konsultasi internal biasanya datang ke audit internal untuk tiga

alasan:

1) Departemen telah menyelesaikan kajian internal dengan rekomendasi untuk

tindakan korektif bahwa kebutuhan manajemen membantu untuk

melaksanakan.

2) Kebutuhan lain berkembang dalam perusahaan, seperti kekurangan yang

signifikan yang memerlukan koreksi yang disorot selama auditor eksternal.

3) Audit internal tidak boleh secara aktif mempromosikan nya jasa konsultasi

di luar daerah-daerah dasar.

a) Konsultasi Bantuan Untuk Melaksanakan Rekomendasi Audit Internal

Laporan

Komponen utama dari proses audit internal adalah rekomendasi audit

internal untuk tindakan korektif, diterbitkan dan dijelaskan dalam laporan audit.

Jika sumber daya sendiri suatu auditee departemen terbatas, konsultan audit

13
internal internal dapat menjadi sumber terbaik untuk melaksanakan tindakan

korektif yang direkomendasikan. Membawa seorang konsultan, baru di luar

mungkin memakan waktu dan jauh lebih mahal. Ada beberapa bahaya besar

dengan jenis pekerjaan konsultasi. Pertama, rekomendasi audit internal tidak

boleh mementingkan diri sendiri dengan cara yang muncul untuk membangun

peluang konsultasi. Kedua, harus ada tingkat kemandirian antara auditor internal

yang membuat rekomendasi dan konsultan internal membantu untuk

melaksanakan tindakan perbaikan.

b) Konsultasi Lain Kebutuhan Dalam Enterprise

Audit internal sering memiliki luas keterampilan untuk membantu

menginstal perbaikan pengendalian internal bukan sebagai auditor internal tetapi

sebagai manajemen konsultan.

c) Manajemen Kebutuhan Khusus Untuk Consulting Audit Intern Al Bantuan

Contoh mungkin termasuk membantu membangun pengendalian internal

yang efektif dalam aplikasi IT baru atau membantu untuk meluncurkan hotline

etika fungsi. Setiap proyek audit internal konsultasi tergantung pada kebutuhan

manajemen, ketersediaan sumber daya audit internal, dan persetujuan keseluruhan

komite audit. Konsultan Internal audit harus mendapatkan pemahaman yang

tinggi tingkat kebutuhan proyek dan persyaratan.

14
b. Engagement Consulting Surat

Otoritas atau pemimpin dari tim audit internal consulting internal harus

menyusun surat resmi dari pemahaman menggambarkan proyek konsultasi

internal. Karena ini adalah pemahaman perusahaan-tingkat internal, seperti surat

penunjukan tidak memiliki dasar hukum yang sama dengan yang disediakan oleh

perusahaan luar.

Contoh:

Internal Audit Consulting

Consulting Engagement Authorization

Para pengiriman barang jadi departemen di pabrik Metroville, PA, telah

mengidentifikasi kebutuhan untuk meningkatkan pelanggan operasi layanan di

fasilitas itu dan telah meminta agar spesialis dari departemen audit internal

perusahaan melakukan analisis rinci operasi pabrik dan kemudian memimpin

upaya untuk meningkatkan operasi di fasilitas itu.

Sebuah tim konsultan, yang dipimpin oleh konsultan Tom Bell, berencana untuk

mengunjungi Metroville, PA, tanaman selama Februari 20XX untuk melakukan

analisis independen rinci operasi dan menyarankan daerah untuk perbaikan,

termasuk identifikasi dan implementasi baru layanan pelanggan sistem komputer.

Proyek tunduk pada permintaan manajemen lokal dan prioritas. Jika manajemen

lokal menceritakan auditor internal menjabat sebagai konsultan untuk

mengabaikan beberapa daerah operasi atau memberikan beberapa masalah

ditemukan lulus, konsultan auditor internal tidak tidak memiliki fleksibilitas yang

sama dalam membawa masalah tersebut ke perhatian audit komite.

15
c. Mendefinisikan "Sebagaimana Adanya" dan "To Be" Tujuan

Analisis sebab-akibat adalah Pendekatan yang berguna pertanyaan, dan

mengamati lingkungan masalah untuk memecahnya kebagian yang lebih kecil.

Idenya adalah untuk mengidentifikasi masalah yang potensial berkontribusi grafis

dengan cara yang menunjukkan akar penyebab dasar. Konsultan kemudian dapat

menggunakan diagram untuk membahas masalah dan penyebabnya dengan

manajemen untuk mendapatkan beberapa umum kesepakatan tentang masalah saat

ini.

d. Menerapkan Rekomendasi Konsultasi

Konsultan harus berpikir rekomendasi mereka cukup baik, dengan

mempertimbangkan biaya dan kelayakan. Auditor internal kemudian

mengeluarkan audit melaporkan dan mengharapkan tanggapan manajemen

mengenai rencana tindakan korektif. Jika manajemen setuju untuk rekomendasi

tersebut, sering meminta konsultan yang sama untuk mengambil peran aktif dalam

memimpin pelaksanaannya.

Sebagai konsultan, auditor internal sering harus membantu memimpin peran

dalam melaksanakan setiap tindakan yang direkomendasikan. Ini adalah

perbedaan yang signifikan dari kegiatan audit internal.

e. Mendokumentasikan dan Melengkapi Keterlibatan Consulting

Dalam banyak kasus, para konsultan internal auditor mungkin telah

menerapkan satu set baru prosedur operasi meja. Dalam kasus lain, proyek

konsultasi harus didokumentasikan

16
dengan cara yang manajemen bisa maju dengan terdokumentasi Hasil dan bahwa

fungsi audit internal membuktikan akan dapat sepenuhnya menerima konsultasi

pekerjaan jika mereka mengaudit kontrol internal.

2.8 Jasa Audit Internal Expanded Manajemen

Consulting merupakan jasa audit diperluas dan penting potensi internal

kepada manajemen. Meskipun seorang profesional audit internal dapat bekerja

pada satu proyek atestasi dan proyek konsultasi di lain waktu, kegiatan ini harus

disimpan terpisah dan independen, baik menurut fakta dan persepsi orang lain.

Selain itu, perhatian besar harus diberikan untuk mengatur audit internal

konsultasi aktivitas sehingga tidak dianggap oleh orang lain sebagai egois.

Artinya, Temuan audit internal membuktikan tidak boleh ditafsirkan sebagai

pekerjaan promosi untuk meningkatkan konsultasi proyek.

Auditor internal juga harus memiliki pemahaman CBOK konsultasi terkait

standar dan proses konsultasi. Bahkan jika fungsi audit internal memiliki terpilih

untuk tidak terlibat dalamkonsultasi internal di luar pekerjaan atestasi normal,

semua internal auditor harus memahami peran dan tempat konsultasi di internal

keseluruhan.

17
BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan

Peran auditor internal sebagai konsultan dalam pencapaian tujuan

perusahaan. Auditor internal yang tidak hanya berfokus pada penemuan

kecurangan yang terjadi tetapi juga berperan sebagai konsultan internal yang

memberikan masukan dan pemikiran dalam membantu pencapaian tujuan

perusahaan serta dapat menunjang efektivitas pengendalian atas kegiatan-

kegiatan yang berjalan. Didukung dengan redefinisi yang dikemukakan IAI pada

tahun 1999 tentang peran audit internal menyatakan akan bahwa lebih efektif

dalam pencapaian tujuan perusahaan dan memberi nilai tambah bagi perusahaan

jika auditor internal suatu perusahaan merancang aktivitas konsultasi, yang di

mana aktivitas ini terkait dengan peran auditor internal sebagai konsultan.

18