Anda di halaman 1dari 5

1.

Solvasi adalah proses dimana ion dan molekul dikelilingi oleh molekul pelarut
yang memiliki susunan tertentu. Faktor yang dapat mempengaruhi solvasi adalah
sifat zat terlarut dan sifat zat pelarut.
2. Solvasi(Kelarutan)[sunting | sunting sumber]
3. solvansi atau larutan dapat diartikan sebagai sistem dimana molekul solut
terlarut pada suatu pelarut. Air sering disebut dengan Pelarut universal dan
termasuk pelarut yang kuat.Komposisi zat terlarut dan zat pelarut dalam larutan
dinyatakan konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan
zat pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. Air adalah pelarut
yang kuat melarutkan banyak jenis zat kimia. Kelarutan suatu zat dalam air
ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik
menarik listrik antara molekul air. Kelarutan(Solvasi) adalah fungsi sebuah
parameter molekul. Pengionan struktur dan ukuran molekul stereo kimia dan
struktur elektronik. Semuanya akan mempengaruhi antar aksi pelarut dan
trlarut,seperti pada bagian terdahulu,air membentuk ikatan hidrogen dengan ion
atau dengan senyawa non ionik, sedangkan polar melalui gugus -OH,-NH,atau
dengan pasangan elektron tak mengikat pada atom oksigen atau nitrogen. Ion
atau molekul akan memeperoleh sampel hidrat dan akan memisah dari
bongkahan zat padat dan artinya melarut.
4.
5. Kelarutan (Solvasi)
6.
7. ion Na tersolvasi molekul-molekul air
8. Sifat Kelarutan[sunting | sunting sumber]
9. Sifat kelarutan pada umumnya berhubungan ndengan kelarutan senyawa dalam
media yang berbeda dan bervariasi di antara dua hal yang ekstrem, yaitu pelarut
polar seperti air, danpelarut non polar seperti lemak. Sifat Hidrofilik atau lipofobik
berhubungan dengan kelarutandalam air, sedang sifat hidrofilik atau lipofilik
berhubungan dengan kelarutan dalam lemak. Gugus-gugus yang dapat
meningkatkankelarutan molekul dalam lemak disebut gugus lipofilik (hidrofobik
atau non polar). Sifat Kelarutan pada umumnya berhubungan dengan aktivitas
biologis dari senyawaseri homolog. Kelarutan bergantung pada berbagai kondisi
seperti suhu,tekanan,konsentrasi bahan-bahan lain dalam larutan itu dan pada
komposisi pelarutnya.
10. Larutan Jenuh[sunting | sunting sumber]
11. Yaitu suatu larutan dimana zat terlarut berada dalam kesetimbangan dengan
fase padat. Larutan jenuh merupakan larutan dimana zat terlarutnya (molekul
atau ion) telah maksimum pada suhu tertentu. Untuk zat elektroit yang sukar
larut, larutan jenuhnya dicirikan oleh nilai Ksp. Pada suatu temperatur tertentu
suatu larutan jenuh yang bercampur dengan solut yang tidak terlarut merupakan
contoh lain dari kesetimbangan dinamik.
12. Larutan Hampir Jenuh atau Tidak Jenuh[sunting | sunting sumber]
13. yaitu suatu larutan yang mengandung zat terlarut dalam konsentrasi dibawah
konsentrasi yang dibutuhkan untuk penjenuhan sempurna pada temperatur
tertentu.
14. Larutan Lewat Jenuh[sunting | sunting sumber]
15. yaitu suatu kelarutan yang mengandung zat terlarut dalam kosentrasi lebih
banyak daripada yang seharusnya pada temperatur tertentu,terdapat juga zat
terlarut yang tidak terlarut dalam koz.
 Istilah like dissolves like merupakan asas umum dari kelarutan dimana senyawa
ion larut dan polar larut dalam pelarut dan polar dan senyawa non polar larut
dalam pelarut non polar.
 Larutan adalah campuran homogen (komposisinya sama), serbasama (ukuran
partikel), tidak ada bidang batas antara zat pelarut dengan zat terlarut (tidak dapat
dibedakan secara langsung antara zat pelarut dengan zat terlarut). Partikel-partikel
penyusunannya berukuran sama (baik ion, atom,maupun molekul) dari dua zat
atau lebih. Dalam larutan fase cair pelarut adalah cairan dan zat yang terlarut
didalamnya disebut zat terlarut, bisa berwujud padat,cair, atau gas. Dengan
demikian, larutan = pelarut + zat terlarut. Khusus untuk larutan cair maka
pelarutnya adalah volume terbesar.

 Ada dua reaksi dalam larutan yaitu :
 a. eksoterm yaitu proses melepaskan panas dari sistem ke lingkungan, temperatur
dari campuran reaksi akan naik dan energi potesial dari zat-zat kimia yang
bersangkuan akan turun.
 b. endoterm yaitu proses menyerap panas dari lingkungan ke sistem, temperature
dari campuran reaksi akan turun dari energi potensial dari zat-zat kimia yang
bersangkutan akan naik.
 Larutan dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
 a. Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang
dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain,
larutan yang partikel-partikelnya yang tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi
(masih bisa melarutkan zat). larutan tak jenuh terjadi apabila hasil kali konsentrasi
kecil dari Ksp berarti larutan belum jenuh (masih dapat larut).
 b. Larutan jenuh yaitu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan
mengandakan kesetimbangan dengan solute padatnya. Atau dengan kata lain,
larutan yang partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (za konsentrasi
maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila hasil konsentrasi ion sama dengan Ksp
berarti larutan tepat jenuh.
 c. Larutan sangat jenuh (lewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung
larutan lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau
dengan kata lain larutan yang tidak dapat melarutkan zat terlarut sehingga terjadi
endapan,larutan sangat jenuh terjadi apabila hasil kali konsentrasi ion besar dari
Ksp berarti larutan lewat jenuh.
 Kosolven adalah pelarut organik bercampur-air yang digunakan dalam
formulasi sediaan farmasi likuida untuk meningkatkan kelarutan obat yang
sulit larut.
 Kosolvensi adalah teknik menggunakan kosolven. Kosolvensi sangat
efektif untuk meningkatkan kelarutan obat.
 Keuntungan kosolvensi tidak hanya meningkatkan kelarutan obat, tetapi
juga metodenya yang sederhana.
 Sehingga, Konsolvensi adalah suatu zat yang ditambahkan untuk
meningkatkan kelarutan dari elektrolit lemah dan molekul non-polar dalam
air.
 Kosolven hanya melarutkan bagian zat yang tidak bisa dilarutkan
sepenuhnya oleh air. Jadi, zat terlarut ditambah kosolven, kemudian
ditambahkan pelarut air. Contoh kosolven adalah etanol, gliserol,
propilenglikol, sorbitol, dll.

STILAH KELARUTAN
Sangat mudah larut (< 1)

Mudah larut (1 – 10)

Larut (10 – 30)

Agak sukar larut (30 – 100)

Sukar larut (100 – 1.000)

Sangat sukar larut (1.000 – 10.000)

Praktis tidak larut (> 10.000)

Catatan: Angka tersebut merupakan jumlah bagian pelarut yang diperlukan


untuk melarutkan 1 bagian zat

B. Hitungan Farmasi
Farmakope Indonesia Edisi IV memberikan 3 bentuk persen yaitu :

1. Persen bobot per bobot (b/b)


Menyatakan jumlah gram zat dalam 100 gram campuran atau larutan.

2. Persen bobot per volume (b/v)


Menyatakan jumlah gram zat dalam 100 ml larutan, sebagai pelarut dapat digunakan
air atau pelarut lain.

3. Persen volume pervolume (v/v)


Menyatakan jumlah ml zat dalam 100 ml larutan. Pernyataan persen tanpa penjelasan
lebih lanjut untuk campuran padat atau setengah padat , yang dimaksud adalah b/b,
untuk larutan dan suspensi suatu zat padat dalam cairan yang dimaksud adalah b/v dan
untuk larutan cair di dalam cairan yang dimaksud adalah v/v dan untuk larutan gas
dalam cairan yang dimaksud adalah b/v.
Cara menentukan kelarutan suatu zat dapat di tentukan denganmenimbang zat yang akan di
tentukan kelarutannya kemudian di larutkan,misalnya dalam 100 ml pelarut. Interaksi zat terlarut
dalam pelarut yang
bersifat polar, melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lain. Kemampuan zat terlarutmembentu
k ikatan hidrogen lebih merupakan faktor yang jauh lebih berpengaruhdi bandingkan dengan
polaritas yang di reflesikan dalam dipol momen yangtinggi. Pelarut yang bersifat non polar, aksi
pelarut dari cairan non polar, bebedadengan zat polar, pelarut non polar tidak dapat mengurangi
gaya tarik menarikantara ion

ion elektrolit kuat dan lemah, karena tetapan dieletrik pelarut yangrendah. Pelarut juga tidak
dapat memecahkan ikatan kovalen dan elektrolik yang

KELARUTAN
NURLAELA15020130274
berionisasi lemah karena pelarut non polar termasuk dalam golongan pelarutamprotik dan tidak
dapat polar tidak larut atau hanya dapat larut sedikit
dalam pelarut non polar. Tetapi senyawa non polar dapat melarutkan zat terlarut non polar denga
n tekanan dalam yang sama melalui interaksi dipol induksi (Yazid,2005).Berhubung dengan
kelarutan suatu zat dalam pelarut, maka dapat terjadiinteraksi antara pelarut-pelarut, pelarut zat
terlarut, dan zat-zat terlarut. Nilai 8atau deskripsi kualitatif beberapa parameter fisika kimia dari
zat terlarut dan pelarut dapat membantu mendapatkan gambaran mengenai keterlarutan suatu
obat(Yazid, 2005). Pelarut polar, kelarutan obat sebagian besar disebabkan oleh polaritasdari
pelarut, yaitu oleh dipole momennya. Pelarut polar melarutkan zat terlarutionic dan zat polar
lain. Sesuai dengan itu, air bercampur dengan alcohol dalamsegala perbandingan dan melarutkan
gula dan senyawa polihidroksi yang lain(Martin, 1990).Air melarutkan air, alcohol, aldehida,
keton, amina dan senyawa lainyang mengandung oksigen dan nitrogen, yang dapat
membentukikatan hydrogendalam air

Faktor

faktor fisika kimia yang mempengaruhi kelarutan :1.

Polaritas, semakin tinggi larutan maka makin mudah larut.2.

Koselven, terbatas dua pelarut, misalnya alkohol, gliseril, propilen glikol.

KELARUTAN
NURLAELA15020130274
3.
Suhu, semakin besar suhu maka larutan juga semakin meningkat kecuali metilselulosa dan
kalsium hidroksida.4.

Salting out dan salting in, kelarutan mempengaruhi sediaan. Semakin kecillarutan maka di sebut
salting out sedangkan besar di sebut salting in.5.

Pembentukan kompleks, senyawa yang tidak larut berinteraksi dengan bahanyang larut untuk
membentuk kompleks larutan.6.

Ukuran parikel, hanya bila ukuran partikel submikro kurang lebih 10 %

Metode-metode yang digunakan untuk meningkatkan kelarutan yaitu(Gennaro, 2000):

Pembentukan kompleks (kompleksasi)Ditambahkan bahan pengompleks (misalnya kafein) untuk


membentukkompleks yang mudah larutdalam air.

Modifikasi kimia

KELARUTAN
NURLAELA15020130274
Mengubah struktur kimia dari obat menjadi bentuk garamnya, kloramfenikolmenjadi
kloramfenikol panitat. Mengubah lingkungan dimana oba melarut.

KosolvensiMenurunkan tegangan permukaan.

HidrotropismePenambahan yang mudah larut dalam air. Seperti metode kosolvensy,kompleksasi,


dan salting-in.

Solubilisasi : menurunkan tegangan permukaan.

10. Mekanisme kerja cosolvency di mana ada kalanya suatu zat lebih mudahlarut dalam pelarut
campuran di bandingkan dengan pelarut tunggalnya.Contohnya, etanol dan glisein dan propilen
glikol (Martin, 1990).