Anda di halaman 1dari 36

1

CASE REPORT
EVALUASI PENCAPAIAN STANDAR KINERJA PEMBERANTASAN
PENYAKIT MENULAR
PUSKESMAS GENUK SEMARANG
TAHUN 2016

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat


Untuk Program Pendidikan Profesi Dokter Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Disusun Oleh:
Caleria Ajeng Givita
30101206599

Pembimbing :
dr. Suryani Yuliyanti, M.Kes

KEPANITERAAN KLINIK
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2017

1
HALAMAN PENGESAHAN

EVALUASI PENCAPAIAN STANDAR PEMBERANTASAN


PENYAKIT MENULAR
PUSKESMAS GENUK SEMARANG
TAHUN 2016
Yang dipersiapkan dan disusun oleh:
Caleria Ajeng Givita
30101206599

Laporan Kasus yang telah diseminarkan, diterima dan disetujui di depan tim
penilai Puskesmas Genuk Semarang.
Semarang, Januari 2018
Disahkan Oleh:

Mengetahui

Kepala Puskesmas Genuk Pembimbing Kepaniteraan IKM

Satida Fargiani, SKM, M.Kes dr. Suryani Yuliyanti, M.Kes

Kepala Bagian IKM FK Unissula

Dr. Siti Thomas Z.,SKM,M.Kes


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha esa, yang telah
memberikan rahmat dan hidayah-nya, sehingga kami dapat menyelesaikan case
report pencapaian standar penilaian minimal UKM di Puskesmas Genuk tahun
2016.
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas-tugas dalam rangka
menjalankan kepanitraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat. Laporan ini dapat
diselesaikan berkat kerjasama tim dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu
kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-bsarnya kepada :
1. Ibu satida Fargiani, SKM, M.Kes selaku Kepala Puskesmas Genuk yang telah
memberikan bimbingan dan pelatihan selama kami menempuh Kepanitraan
Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat di Puskesmas Genuk, Semarang.
2. dr. Suryani Yulianti, M.Kes. selaku pembimbing Ilmu Kesehatan Masyarakat
FK UNISSULA
3. Dokter, Paramedis, beserta Staf Puskesmas Genuk atas bimbingan dan
kerjasama yang telah diberikan.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan laporan ini masih jauh
dari sempurna karena keterbatasan waktu dan kemampuan. Karena itu kami
sangat berterima kasih atas kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhir
kata kami berharap semoga hasil case report evaluasi pencapaian standar
pemberantasan penyakit menular puskesmas genuk semarang tahun 2016
dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Semarang, Januari 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas adalah Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat
di wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan. Puskesmas
berfungsi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan
Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama (Permenkes No. 75
tahun 2014).
Upaya Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disingkat UKM adalah
setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta
mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan dengan sasaran
keluarga, kelompok, dan masyarakat. Dalam menyelenggarakan fungsi
sebagaimana dimaksud dalam UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya,
puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan
dasar. Jenis pelayanan UKM dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok yaitu
UKM Essensial dan UKM Pengembangan. UKM Essensial merupakan UKM
yang wajib dilaksanakan terdiri dari pelayanan promosi kesehatan; pelayanan
kesehatan lingkungan; pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga
berencana; pelayanan gizi; dan pelayanan pencegahan dan pengendalian
penyakit. UKM Pengembangan merupakan upaya kesehatan masyarakat yang
kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif, disesuaikan dengan
prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber
daya yang tersedia di masing-masing Puskesmas. UKM Pengembangan
terdiri dari pelayanan kesehatan jiwa, pelayanan kesehatan gigi masyarakat,
pelayanan kesehatan tradisional komplementer, pelayanan kesehatan olah
raga, pelayanan kesehatan indera, pelayanan kesehatan lansia, pelayanan
kesehatan kerja, pelayanan kesehatan lainnya (Permenkes No. 39 th. 2016).
Salah satu target kinerja UKM esensial adalah pencegahan dan
pengendalian penyakit yang salah satu didalamnya adalah penemuan dan
penanganan pasien baru Tuberkulosis BTA. Penyakit Tuberkulosis (TB Paru)
merupakan infeksi kronik menular yang masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat di Indonesia.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada tahun 2013
terdapat 9 juta penduduk dunia telah terinfeksi kuman TB (WHO, 2014).
Pada tahun 2014 terdapat 9,6 juta penduduk dunia terinfeksi kuman TB
(WHO, 2015). Pada tahun 2014, jumlah kasus TB paru terbanyak berada pada
wilayah Afrika (37%), wilayah Asia Tenggara (28%), dan wilayah
Mediterania Timur (17%) (WHO, 2015).
Penyakit TB paru merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah
penyakit jantung dan saluran pernafasan pada semua kelompok usia serta
nomor satu untuk golongan penyakit infeksi. Korban meninggal akibat TB
paru di Indonesia diperkirakan sebanyak 61.000 kematian tiap tahunnya
(Depkes RI, 2011). Penemuan suspek TB di Semarang tahun 2016 sebanyak
864/100.000 penduduk. Sedangkan penemuan kasus TB Anak di tahun 2016
sejumlah 496 kasus. Penderita TB BTA (semua tipe) pada tahun 2016
sejumlah 3.251 kasus, dengan persentase TB Semua Tipe pada laki-laki
sebanyak 1.845 kasus (57 %) lebih besar dari padaperempuan sebanyak 1.406
kasus (43 %). Hal ini disebabkan karena (fakta kwalitatif) pada laki-laki lebih
intens kontak dengan faktor risiko dan kurang peduli terhadap aspek
pemeliharaan kesehatan individu dibandingkan dengan wanita. penderita TB
semua tipe terbanyak pada kelompok usia produktif : 15-55 tahun sebanyak
60 % kasus, pada kelompokusia bayi dan anak : 0-14 tahun sebanyak 18 %
kasus, dan pada kelompok usia lansia : > 56tahun sebanyak 22 % kasus
(Profil Kesehatan Kota Semarang, 2016).
Di kota Semarang, kecamatan Genuk tahun 2016 memiliki target

penemuan kasus TB BTA (+) > 70% dan baru tercapai 63,33% . Hal ini

berkaitan dengan belum tercapainya jumlah penemuan pasien baru TB di

kecamatan Genuk. Berdasarkan uraian tersebut, perlu dilakukan analisis


penyebab masalah belum tercapainya angka penemuan jumlah penderita TB

BTA positif di kecamatan Genuk.

1.2. Rumusan Masalah


Apakah penyebab masalah yang berpengaruh terhadap tidak tercapainya
standar kinerja pemberantasan penyakit menular di Puskesmas Genuk tahun
2016?

1.3. Tujuan Penelitian


1.3.1. Tujuan umum
Mengetahui penyebab masalah yang berpengaruh terhadap tidak
tercapaianya standar kinerja pemberantasan penyakit menular di
Puskesmas Genuk tahun 2016.
1.3.2. Tujuan khusus
a. Mampu menentukan UKM tentang pemberantasan penyakit
menular di Puskesmas Genuk tahun 2016.
b. Mampu menganalisis penyebab tidak tercapainya UKM tentang
kinerja pemberantasan penyakit menular di Puskesmas Genuk
tahun 2016.
c. Mampu membuat alternatif pemecahan masalah dari masalah–
masalah yang ditemukan di Puskesmas Genuk
1.4. Manfaat Penelitian
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas
Genuk
b. Memberi masukan dan pertimbangan kepada beberapa pihak dalam
membuat beberapa kebijakan kesehatan untuk tercapainya kinerja
kesehatan masyarakat sesuai dengan Upaya Kesehatan Masyarakat
c. Menambah informasi mengenai faktor yang berpengaruh terhadap
tidak tercapaianya kinerja UKM di Puskesmas Genuk
d. Sebagai bahan masukan dan penelitian lebih lanjut mengenai
faktor yang berpengaruh terhadap tidak tercapaianya kinerja UKM
di Puskesmas Genuk.
BAB II

ANILISIS SITUASI

2.1 Cara Pengamatan Dan Waktu Pengamatan


2.1.1 Cara Pengamatan
Lokasi pengamatan adalah Puskesmas Genuk Semarang. Jenis penelitian
yang digunakan adalah rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan
deskriptif melalui teknik in-depth interview (wawancara mendalam) dan
observasi. Informan yang dipilih adalah yang mengetahui permasalahan dengan
jelas, dapat dipercaya untuk dapat menjadi sumber data yang baik serta mampu
mengemukakan pendapat secara baik dan benar (Notoatmojo, 2005).
2.1.2 Waktu Pengamatan
Pengamatan dilakukan pada satu minggu saat jam kerja di Puskesmas
Genuk Semarang. Waktu pengamatan pada tanggal 29 desember 2017 s.d. 5
januari 2018

2.2 Hasil Analisa Situasi

2.2.1. Profil Puskesmas Genuk


a. Identitas Puskesmas
Letak Geografis
Demografi
Batas-batas wilayah antara lain:
Sebelah Utara : Laut Jawa
Sebelah Selatan : Kabupaten Demak
Sebelah Timur : Wilayah Kerja Puskesmas Bangetayu
Sebelah Barat : Wilayah Kerja Puskesmas Gayamsari

Wilayah Kerja Puskesmas Genuk


Ada 7 wilayah kelurahan kebidanan
- Kelurahan Genuksari
- Kelurahan Banjardowo
- Kelurahan Trimulyo
- Kelurahan Terboyo Wetan
- Kelurahan Terboyo Kulon
- Kelurahan Gebangsari
- Kelurahan Muktiharjo Lor
Luas wilayah : 15.083, 2 Km²
Jumlah Penduduk th 2016 : 42.032 jiwa

Gambar 2.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas

Adapun beberapa kegiatan yang melibatkan peran serta masyarakat antara lain:
1) Posyandu
Adalah salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat yang
dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan bersama masyarakat dalam
rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh
pelayanan kesehatan dasar untuk mempercepat penurunan AKI dan AKB.
Jumlah Posyandu Balita = 45
Jumlah kader kesehatan = 294
2) Posbindu
Bentuk peran serta masyarakat upaya promotif-preventif untuk mendeteksi
dan pengendalian dini PTM (Penyakit Tidak Menular) secara terpadu pada
orang dewasa 25 tahun keatas melalui kegiatan monitoring faktor resiko
PTM secara rutin dan periodik, konseling faktor resiko PTM, diet dan
aktivitas fisik.
Jumlah Posbindu =.1
3) Pengembangan Desa Siaga
Desa/Kelurahan Siaga merupakan kesiapan sumber daya (kemampuan) untuk
mencegah dan mengatasi masalah kesehatan secara mandiri.
Jumlah kelurahan siaga = 7
4) PHBS (Perilaku hidup bersih dan sehat)
Sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil
pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri
sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan
masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan, pengetahuan, kemauan,
kemampuan anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS.
5) Lingkungan / masyarakat sekolah
1. Pelatihan Kader Kesehatan Remaja
2. Pelatihan Dokter Kecil
3. Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah
4. Bulan Imunisasi Anak Sekolah
5. Penyuluhan Kesehatan di Sekolah
6. Lomba Sekolah Sehat
b. Visi dan Misi Puskesmas
a) Visi
Puskesmas Genuk dalam melaksanakan fungsinya mempunyai visi
sebagai berikut :
“ Menjadikan Puskesmas Genuk sebagai pusat pelayanan Kesehatan dasar
yang professional menuju Masyarakat yang Mandiri untuk Hidup Sehat “
b) Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, Puskesmas Genuk mempunyai misi yaitu :
- Meningkatkan keramahan, ketanggapan, keahlian menuju pelayanan
kesahatan yang bermutu
- Meningkatkan upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan mutu
kesehatan lingkungan dengan melibatkan peran serta masyarakat
- Meningkatkan pemberdayaan individu, Keluarga, dan Masyarakat beserta
Lingkungannya agar memiliki kemauan dan kemampuan untuk hidup
sehat
c) Motto
Ikhlas Melayani Sehat Masyarakatnya
d) Tata Nilai
“SEHATI”
Senyum Sapa Salam
Empati
Humanis
Adil
Tanggap
Ikhlas
c. Tinjauan Internal Puskesmas
 Data Ketenagaan di Puskesmas Genuk Tahun 2016
No Jenis Tenaga SDM yang ada
1 Kepala Puskesmas 1
2 Ka. Sub. Bag Tata usaha 1
3 Dokter Umum 2
4 Dokter gigi 1
5 Bidan 4
6 Perawat 6
7 Perawat Gigi 2
8 Sanitarian 1
9 Apoteker 0
10 Assisten Apoteker 1
11 Analisis Kesehatan / laborat 2
12 Gizi 1
13 Epidemiolog -
14 Penyuluh -
15 Entomolog -
16 Rekam Medis 1
17 Administrasi 2
18 Petugas Loket 3
19 Penjaga Malam 1
Table 2.1 Data Ketenagaan di Puskesmas Genuk Tahun 2016

Data Jaringan dan Jejaring Puskesmas Genuk Tahun 2016

1. Jaringan
No. Jaringan Lokasi

Puskesmas Pembantu Pustu Muktiharjo Lor

Pustu Gebangsari

2. Jejaring
No. Jejaring Alamat

1 RUMAH SAKIT UMUM Jl. Kaligawe Semarang

a. RS Islam Sultan Jl. Raya Kaligawe KM. 4 Semarang


Agung Semarang
2 KLINIK PRATAMA

a. Klinik Dyah Jl. Wolter Mangonsidi


Medika
b. Klinik Setia Jl. Raya Kaligawe
Husada
c. Klinik Nayaka Era Jl. Raya Kaligawe Km. 5, Trimulyo
Husada
d. Klinik Dwi Puspita Jl. Raya Kaligawe Km. 7, Trimulyo

e. Klinik Asy Syifa Jl. Wolter mangonsidi, Genuk Sari

f. Klinik Sejahtera Genuksari RT 05/ RW 01

g. Klinik Dyah Jl. Woltermangunsidi, Genuk Sari


Medika II
3 DOKTER PRAKTEK
MANDIRI
A. DOKTER UMUM

a. dr. Beni Supriyanto Jl. Woltermangonsidi 1 Genuksari


b. dr. Taqwa Rini Jl. Woltermangonsidi 99F Genuksari

c. dr. Sirtono Jl. Dongbiru Genuksari

d. dr. M. Agus S Jl. Raya Semarang Demak KM 7


Trimulyo

e. dr. Ninik Sofia R Jl. Ki Bei Wongso 1 Genuksari

f. dr. Dian Rukmorini Jl. Kapas Raya E 600 Gebangsari

g. dr. Sunsufi Jl. Padi Utara Raya E484,


Gebangsari

h. dr. Lisa Jl. Padi Raya Kel. Gebangsari

i. dr. Anifah Jl. Wolter Mangonsidi, Genuksari

j. dr. rahayuningsih Muktiharjo Lor RT 02 RW 02

k. dr. Lutfi Hakim Jl. Woltermangonsidi, Genuksari

B. DOKTER GIGI

Drg Yanuar Isnaeni Jl. Ki Bei Wongso No. 1 Genuksari

4 RUMAH BERSALIN

a. RB. Permata Azura Jl. Padi Raya E620, Gebangsari

b. RB. Kinasih Jl. Padi Raya F642, Gebangsari

5 BIDAN PRAKTEK
MANDIRI
a. BPM Suwarni, Jl. Gebanganom 2/8 Genuksari
Amd. Keb
b. BPM Dyah Rini Jl. Tlogobiru 3/6 Banjardowo
Amd. Keb
c. BPM catur Muktiharjo 3/3
Wulandari
d. BPM. Natalia S Jl. Woltermangonsidi 4/1 Genuksari

e. BPM. Fitriani D Jl. Genuksari 4 Rt 4 RW 8

f. BPM. Tri suksesi Jl. dong Biru 3/3 Genuksari

g. BPM. Eny Jl. Kapas Raya F/ 642 Gebangsari

h. BPM. Sudiah P Banjardowo Rt 03 RW 06


Amd.Keb
i. BPM Murwoti T Jl. Kapas Tengah Blok B

6 LABORATORIUM
KESEHATAN

Laboratorium As Syifa Jl. Woltermangonsidi Banjardowo

7 APOTEK

1. Apotek Trimulyo Jl. Raya Kaligawe Km 6

2. Apotek Arina Farma Jl. Padi Utara Raya E/ 484


Gebangsari

3. Apotek Sehat Abadi Jl. Padi Raya J/ 230 Gebangsari

4. Apotek Anugrah Sehat Jl. Padi Raya I/230 Gebangsari

5. ApotekTunggal Jl. Woltermanngonsidi, Genuksari

6. Apotek Dinar Jl. Woltermanngonsidi, Genuksari

7. Apotek Viva Generik Jl. Padi raya blok J/ 230 Genukindah

8. Apotik Mustika Farma Jl. Woltermangonsidi Banjardowo

9. Apotik Surya Jl. Woltermangonsidi Banjardowo

Pertemuan jejaring dilakukan setiap 1 bulan sekali di minggu pertama. Pada


pertemuan tersebut, banyak jejaring yang berhalangan hadir sehingga informasi
dalam pertemuan tersebut tidak tersampaikan dengan baik
Analisa Lingkungan Eksternal dan Internal
1) Analisa Lingkungan Eksternal
Peluang:
- Adanya dukungan dan pembinaan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang
- Adanya kerjasama dan dukungan lintas sektoral, kader kesehatan, tokoh
masyarakat
- Adanya Perda tentang retribusi Puskesmas tahun 2010
- Transportasi sekitar wilayah Puskesmas Genuk mudah

Ancaman :

- Adanya RS negri/swasta, Rumah Bersalin, Dokter Praktek Swasta, Bidan


Praktek Mandiri, Apotek dan sarana kesehatan lain di sekitar puskesmas
Genuk
- Perilaku dan budaya masyarakat yang belum seluruhnya mendukung PHBS
- Adanya pengamatan LSM dan pemerintah kota mengenai pelayanan publik
- Tingginya mobilitas penduduk yang memudahkan penularan penyakit
- Adanya lingkungan pemukiman penduduk yang padat dan kurang
memperhatikan kebersihan
- Pemanfaatan posyandu, posbindu oleh masyarakat masih kurang
2) Analisa lingkungan Internal
Kekuatan :
- Tersedianya SDM berkualitas dan disiplin dalam bekerja
- Ada dana operasional BOK, JKN, APBN, dan APBD
- Adanya ruangan yang cukup memadai
- Alat kesehatan dan ketersediaan obat yang mencukupi
- Tenaga profesional puskesmas cukup baik
- Adanya pelayanan fisioterapi, klinik laktasi, klinik gizi
- Adanya SOP di tiap pelayanan
- Adanya sistem informasi kesehatan yang sudah berjalan cukup baik
- Puskesmas genuk sudah terakreditasi
Kelemahan :
- Beberapa tenaga profesional merangkap tugas yang sering menyita waktu
untuk mengerjakan tupoksinya
- Beberapa peralatan medis rusak dan anggaran pemeliharaan akses terbatas
- Kualitas SDM belum merata oleh karena terbatasnya dana untuk pelatihan
- Pencairan dana yang sudah dialokasikan untuk kegiatan kadang tidak sesuai
jadwal
2.2.2. Struktur Organisasi UKM

Pada Puskesmas Genuk, terdapat tim menangani manajemen UKM, dimana


kepala puskesmas sebagai penanggung jawab. Struktur organisasi dan pembagian
tugas untuk UKM di Puskesmas Genuk meliputi 1 penanggung jawab UKM , 6
pemegang program UKM esensial dan 2 pemegang program UKM
pengembangan , yang mempunyai tugas dan perannya masing-masing, mulai dari
koordinator hingga pelaksana lapangan.
Struktur Organisasi Manajemen UKM Puskesmas Genuk

Kepala Puskesmas

Satida Fargiani, SKM, M.Kes

Penanggung Jawab UKM


dr. Syiska Maolana

UKM Essensial UKM


Pengembangan

Promkes Lansia

Dian Novita, SK.M Suwarni, Am. Keb

KIA/ KB UKS
Eny Susilawati, Drg. Bennet Febri
AM,Keb

P2P
Amrih R, S.Kep

Gizi
Catur Dewi ,SKM

Kesling
A.M. Khaerul
Shaleh

PERKESMAS
Suwarni, S.Kep. NS

Gambar 2.0.2 Struktur Organisasi Manajemen UKM Puskesmas Genuk


2.2.3. Manajemen Puskesmas
Manajemen adalah serangkaian proses yang terdiri atas perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan kontrol (Planning, Organizing, Actuating,
Controling) untuk mencapai sasaran/tujuan secara efektif dan efesien. Dalam
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat, disebutkan bahwa Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan
kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan diwilayah
kerjanya dan berfungsi menyelenggarakan UKM dan UKP tingkat pertama
diwilayah kerjanya. Siklus manajemen Puskesmas yang berkualitas merupakan
rangkaian kegiatan rutin berkesinambungan, yang dilaksanakan dalam
penyelenggaraan berbagai upaya kesehatan secara bermutu, yang harus selalu
dipantau secara berkala dan teratur, diawasi dan dikendalikan sepanjang waktu,
agar kinerjanya dapat diperbaiki dan ditingkatkan dalam satu siklus “Plan-Do-
Check-Action (P-D-C-A)”.
Upaya kesehatan Puskesmas yang dilaksanakan secara merata dan bermutu
sesuai standar, diwujudkan dengan bukti adanya perbaikan dan peningkatan
pencapaian target indikator kesehatan masyarakat dan perseorangan. Seperti
menurunnya angka-angka kesakitan penyakit yang menjadi prioritas untuk
ditangani, menurunnya angka kematian balita, angka gizi kurang dan atau gizi
buruk balita dan maternal, menurunnya jumlah kematian maternal, teratasinya
masalah-masalah kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya, dan lainnya.
Manajemen Puskesmas akan mengintegrasikan seluruh manajemen yang ada
(sumber daya, program, pemberdayaan masyarakat, sistem informasi Puskesmas,
dan mutu) didalam menyelesaikan masalah prioritas kesehatan di wilayah kerjanya
(Permenkes No. 44 tahun 2016).
Pengukuran kinerja puskesmass dilakukan berdasarkan indikator-indikator
kinerja yang ditetapkan oleh Kepala Puskesmas untuk UKM dan UKP di
Puskesmas mengacu kepada Kebijakan Dinas Kesehatan Kota Semarang.
Penanggungjawab UKM dan UKP bersama dengan pelaksana menyusun rencana
perbaikan kinerja berdasarkan hasil monitoring dan penilaian kinerja. Perbaikan
kinerja dilaksanakan secara berkesinambungan. Pelaksanaan monitoring
pencapaian kinerja Puskesmas dilakukan setiap bulan oleh Kepala Puskesmas
kepada pelaksana melalui pertemuan minilokakarya bulanan.
2.2.4. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM)
Upaya kesehatan masyarakat adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah
kesehatan dengan sasaran keluarga, kelompok, dan masyarakat. Adapun yang
menjadi bagian dari UKM terdiri dari upaya kesehatan masyarakat esensial dan
pengembangan. UKM esensial meliputi upaya Promosi Kesehatan, Kesehatan Ibu
Anak/ KB, Pengandalian dan Pemberantasan Penyakit, Gizi, Kesehatan
Lingkungan, Perawatan Kesehatan Masyarakat. Sedangkan UKM pengembangan
meliputi Usaha Kesehatan Sekolah dan Kesehatan Lanjut Usia.
Macam-macam kegiatan UKM di Puskesmas Genuk Kota Semarang
sebagai berikut :
a. Promosi Kesehatan (Promkes)
Promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat,
agar mereka dapat menolong diri sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang
bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung
kebijakan publik yang berwawasan kesehatan (Kemenkes No. 1114 tahun
2005). Pelayanan Promkes di Puskesmas Genuk :
- Pemetaan PHBS
- Intervensi PHBS
- Penyuluhan Kesehatan
b. Kesehatan Ibu Anak/ Keluarga Berencana (KIA/KB)
- Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya dibidang kesehatan yang
menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu
meneteki, bayi dan anak balita serta anak prasekolah (Depkes, 2011).
- Keluarga Berencana (KB) adalah suatu program yang dicanangkan
pemerintah dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta
masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan
kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan
keluarga kecil, bahagia dan sejahtera (Depkes, 2011)..

Pelayanan KIA/ KB di Puskesmas Genuk :


- Kunjungan rumah iu hamil, ibu nifas, bayi, DD neonates, balita resti
- Pelacakan kematian ibu dan bayi
- Kunjungan rumah PUS yang tidak KB
- Kelas ibu hamil dan ibu balita
- Pemeriksaan SDIDTK ( Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh
Kembang) di posyandu / kelurahan
c. Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P)
Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) merupakan salah satu
upaya UKM Essensial yang wajib dilaksanakan di semua puskesmas termasuk
puskesmas Genuk.
- Pelacakan kasus penyakit menular dan KLB
Yang termasuk dalam cakupan penyakit menular :
a. Diare
b. TB
c. DBD
d. Kusta
e. HIV/AIDS
- Pembinaan Jamaah Haji
d. Gizi
Upaya perbaikan gizi masyarakat bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi
perorangan dan masyarakat, antara lain yaitu melalui perbaikan pola konsumsi
makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, dan peningkatan akses dan mutu
pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi
(Depkes, 2011). Jenis Pelayanan yang dilakukan :
- Monitoring dan Pembinaan Posyandu
- Refreshing kader Posyandu
- Pelacakan balita gizi buruk / BGM
- Distribusi kapsul vitamin A dan obat cacing
- Monitoring operasi timbang
- Penataan kadarzi
e. Kesehatan Lingkungan
kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada
antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari
manusia (WHO, 2008). Jenis pelayanan yang dilakukan :
- Konsultasi Sanitasi
- Pembinaan Institusi
- Inspeksi keehatan lingkungan dan pengendalian vektor
f. Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas)
Jenis Pelayanan meliputi kunjungan keluarga rawan penyakit
g. Kesehatan Lanjut Usia
Jenis pelayanan pembinaan kesehatan usia lanjut :
Pembinaan posyandu lansia dan senam lansia
h. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
Jenis pelayanan pada UKS yaitu :
 Penjaringan SD/MI, SMP/Mts dan SMA/MA
 Bias Campak, DT-Td SD/MI
 Pelatihan dokter kecil SD/MI dan pembinaan UKS/ UKGS

2.2.5 Analisis Masalah

Tuberculosis (TB) merupakan masalah kesehatan, baik dari sisi angka kematian

(mortalitas), angka kejadian penyakit (morbiditas), maupun diagnosis dan terapinya.

Penyakit tuberkulosis paru (TB paru) masih menjadi permasalahan kesehatan

masyarakat secara global, TB paru menduduki peringkat ke 2 sebagai penyebab utama

kematian akibat penyakit menular setelah Human Immuno deficiency Virus (HIV)

(WHO, 2015). Angka TB semakin meningkat karena penularan TB secara langsung

melalui percikan ludah atau dahak yang mengandung basil TB (Naga, 2013). Kasus

seperti ini sangat infeksius karena dapat menularkan melalui bersin, batuk, serta

peralatan-peralatan yang terkontaminasi penderita menjadi sumber penularan erat

infeksi TB paru.
Tahun 2013 angka insidensi TB sebesar 183 per 100.000 penduduk dengan

angka kematian TB sebesar 25 per 100.000 penduduk dan pada tahun 2014 angka

insidensi meningkat menjadi 399 per 100.000 penduduk dengan angka kematian yang

juga meningkat menjadi 41 per 100.000 penduduk (WHO, 2015). di Indonesia

bertambah seperempat juta kasus baru dan sekitar 140.000 kematian terjadi setiap

tahunnya. Case notification rate (CNR) kasus baru BTA positif adalah angka yang

menunjukkan jumlah kasus baru TB BTA positif yang ditemukan dan tercatat diantara

100.000 penduduk di suatu wilayah tertentu. CNR kasus baru BTA positif di Jawa

Tengah tahun 2015 sebesar 115,17 per 100.000 penduduk, hal ini berarti penemuan

kasus TB BTA positif pada tahun 2015 mengalami peningkatan dibandingkan tahun

2014 yaitu 55,99 per 100.000 penduduk (Dinkes Jateng, 2015).

CDR (Case Detection Rate) adalah presentase jumlah kasus baru BTA positif

yang ditemukan dan diobati dibagi dengan jumlah kasus baru TB yang diperkirakan

pada suatu populasi di suatu wilayah, CDR menggambarkan cakupan penemuan pasien

baru BTA positif pada wilayah tersebut, Target nasional CDR adalah 70% .

Berdasarkan rekapitulasi kasus TB di Puskesmas Genuk tahun 2016 dari bulan Januari

– Desember ditemukan kasus TB sebanyak 19 kasus TB dengan BTA(+) dengan

cakupan CDR sebesar 63%, angka ini mengalami penurunan dibanding tahun 2015

(85%) dan 2014 (100%) karena pencapaina kinerja penemuan BTA (+) yang tidak

sesuai target yaitu >70%. Penyakit TB Paru menjadi masalah sosial, karena sebagaian

besar penderitanya adalah kelompok usia produktif, kelompok ekonomi lemah dan

tingkat pendidikan rendah, seperti halnya kharakteristic demografi pada masyarakat di

wilayah kerja Puskesmas Genuk Semarang, dimana masyarakatnya sebagian tergolong

dalam kelompok ekonomi lemah, dan berada dalam wilayah pemukiman padat

penduduk, sedangkan tingkat pendidikan masyarakatnya juga tergolong rendah.


Berdasarkan uraian di atas, penulis bermaksud ingin mengevaluasi pencapaian standart

kinerja pemberantasan penyakit menular puskesmas genuk semarang 2016


BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Hasil Penilaian KinerjaPemberantasan Penyakit Menular Puskesmas genuk
2016
Tabel 3.1. Check list penilaian kinerja Pemberantasan Penyakit Menular
Puskesmas Genuk Tahun 2016

3.2.Prioritas Masalah
3.2.1. Daftar Masalah
1. Pelayanan imunisasi dasar ( BCG, DPT, Campak, Polio ) dan Imunisasi TT
pada ibu hamil yang masih dibawah target
2. Pelaksanaan PE semua kasus DD dan ketepatan laporan PE DD ( < 24jam)
3. Penemuan dan penanganan balita dengna pneumonia
4. Penemuan pasien baru TB BTA Positif
3.2.2. Prioritas Masalah dengan Metode Hanloon Kualitatif
Permasalahan yang teridentifikasi tersebut kemudian ditentukan prioritas
masalahnya dengan menggunakan metode Hanlon kualitatif dengan 3 Kelompok
kriteria :
a. Kelompok kriteria U : Mendesak (Urgency)
Pertimbangan ini dari aspek waktu, masih dapat ditunda atau harus segera
ditanggulangi. Semakin pendek tenggang waktunya, semakin mendesak untuk
ditanggulangi.
b. Kelompok Kriteria S : Kegawatan (Seriousness)
Besarnya akibat atau kerugian yang dinyatakan dalam besaran kuantitatif
juberapa rupiah, orang dll.
c. Kelompok Kriteria G : Perkembangan (Growth)
Kecenderungan atau perkembangan akibat dari suatu permasalahan. Semakin
berkembang masalah, semakin diprioritaskan.

Skala likert:
5: Sangat Besar
4: Besar
3: Sedang
2: Kecil
1: Sangat Kecil

Urgency
No Permasalahan Nilai Skor U
1 Pelayanan imunisasi dasar ( BCG, DPT, Campak, Polio 3
) dan Imunisasi TT pada ibu hamil yang masih dibawah
target

2 Pelaksanaan PE semua kasus DD dan ketepatan laporan 2


PE DD ( < 24jam)

3 Penemuan dan penanganan balita dengna pneumonia 2

4. Penemuan pasien baru TB BTA Positif 4


Table 3.0.2 Kriteria Urgency

Seriously
No Permasalahan Nilai Skor U
1 Pelayanan imunisasi dasar ( BCG, DPT, Campak, Polio 4
) dan Imunisasi TT pada ibu hamil yang masih dibawah
target

2 Pelaksanaan PE semua kasus DD dan ketepatan laporan 2


PE DD ( < 24jam)

3 Penemuan dan penanganan balita dengna pneumonia 4

4. Penemuan pasien baru TB BTA Positif 5


Table 3.0.3 Kriteria Seriously

Growth
No Permasalahan Nilai Skor U
1 Pelayanan imunisasi dasar ( BCG, DPT, Campak, Polio 5
) dan Imunisasi TT pada ibu hamil yang masih dibawah
target

2 Pelaksanaan PE semua kasus DD dan ketepatan laporan 2


PE DD ( < 24jam)

3 Penemuan dan penanganan balita dengna pneumonia 4

4. Penemuan pasien baru TB BTA Positif 5

Table 3.0.4 Kriteria Growth

Tabel total USG

Permasalahan Urgency Seriusly Growth Total Prioritas


Pelayanan imunisasi dasar ( 3 4 5 12 II
BCG, DPT, Campak, Polio )
dan Imunisasi TT pada ibu
hamil yang masih dibawah
target

Pelaksanaan PE semua kasus 2 2 2 6 IV


DD dan ketepatan laporan PE
DD ( < 24jam)
Penemuan dan penanganan 2 4 4 10 III
balita dengna pneumonia

Penemuan pasien baru TB 4 5 5 14 I


BTA Positif
Table 3.5 Tabel Total USG

3.2.3. Urutan masalah berdasarkan prioritas masalah adalah :


1. Penemuan pasien baru TB BTA Positif
2. Pelayanan imunisasi dasar ( BCG, DPT, Campak, Polio ) dan Imunisasi TT pada
ibu hamil yang masih dibawah target
3. Penemuan dan penanganan balita dengan pneumonia
4. Pelaksanaan PE semua kasus DD dan ketepatan laporan PE DD ( < 24jam)
3.3.Analisis Penyebab Masalah Prioritas
Analisis kemungkinan penyebab masalah dengan menggunakan Fishbone Analysis
MAN INPUT
- Pelaksana program rangkap tugas
METHODE
- Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap
Belum maksimal kerjasama dengan kader
keluhan batuk lama
TB dan jejaring
- Kurangnya pengetahuan penderita dan keaktifan
kader
- MACHINE
MATERIAL
Distribusi media informasi (poster/leaflet) promosi
tentang TB Paru belum maksimal
Cakupan
MONEY
penemuan TB BTA
- Target dari DKK tinggi positif
- Penemuan pasien baru lebih
banyak mengandalkan Passive
Case Finding Jejaring belum berperan aktif
dalam penemuan suspek
pasien
- Kegiatan screening lingkungan
sekitar belum maksimal Letak Letak geografis yang
jauh dari puskesmas

PROSES ENVIRONMENT
Gambar 3.1 Diagram analisis kemungkinan penyebab masalah dengan Fishbone Analysis
3.4.Analisis Akar Penyebab Masalah Berdasarkan Pendekatan Sistem

Komponen Kekurangan

Input
Man - Pelaksana program rangkap tugas
- Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap keluhan batuk lama
- Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap keluhan batuk lama

Money
Method Belum maksimal kerjasama dengan kader TB dan jejaring

Machine

Material Distribusi media informasi (poster/leaflet) promosi tentang TB Paru


belum maksimal

Proses

P1 - Target dari DKK tinggi


- Penemuan pasien baru lebih banyak mengandalkan Passive Case
Finding

P2 - Kegiatan screening lingkungan sekitar belum maksimal


- Promosi Kesehatan yang masih belum maksimal
P3 - Jejaring belum berperan aktif dalam penemuan suspek pasien

Lingkungan - Letak Letak geografis yang jauh dari puskesmas

Output Cakupan penemuan TB BTA positif belum mencapai target

Umpan Balik - Meningkatkan penyuluhan ke masyarakat tentang TB paru dan deteksi


dini TB Paru

- Berkoordinasi dengan kader dalam kunjungan kontak serumah

- Kunjungan ke jejaring untuk menenemukan suspek TB Paru

- Melakukan pemeriksaan kesehatan di tiap kelurahan


3.5.Usulan pemecahan masalah
Tabel 3.2. Tabel Plan of Action
Tolak ukur Tolak ukur
No Kegiatan Tujuan Sasaran Lokasi Pelaksana Waktu Pendanaan Metode
proses hasil
1 Penyuluhan Memberikan Masyarakat Puskesmas, Promkes, Februari Dana Memberikan dilakukan Peningkatan
mengenai edukasi dan wilayah kelurahan, kader 2018 swadaya edukasi dan penyuluhan pengetahuan
Penyakit TB informasi Genuk, dan rumah masyarakat, masyarakat informasi minimal 2x masyarakat
dan deteksi dini kepada Kelompok warga saat Dokter saat didalam dan kader
TB Paru masyarakat PKK, PKK muda FK posyandu, gedung dan tentang TB
mengenai Ketua Unissula pertemuan diluar Paru dan
penyakit TB RT/RW PKK atau gedung deteksi dini
dan deteksi kegiatan TB Paru
dini TB paru perkumpulan
lainnya

2. Program Meningkatkan Dokter Dokter Pelaksana 3 bulan - Memberikan Tidak Ditemukannya


pemberian pot penemuan praktek praktek upaya TB sekali pot sputum terdapat suspek TB
sputum di suspek TB mandiri, mandiri, pada saat kendala dari jejaring
jejaring klinik di klinik di kunjungan
wilayah wilayah ke jejaring
Genuk Genuk

3. Memotivasi dan Meningkatkan Keluarga Rumah Promkes, Tiap - Kunjungan Informasi Ditemukannya
penemuan penderita warga kader bulan rumah ke dapat suspek dari
Memberdayakan
suspek TB TB Paru masyarakat, rumah diterima kunjungan
kader dalam dan deteksi Dokter penderita TB dan kontak
dini TB pada muda FK dan dimengerti serumah
kunjungan
keluarga Unissula memberikan oleh
kontak serumah penderita TB edukasi keluarga
kepada penderita
keluarga TB
penderita
tentang TB
paru dan
deteksi dini
Memeriksa
dahak pada
keluarga yg
kontak
serumah
yang
mengalami
batuk
berdahak
4. TB dan HIV Meningkatkan Masyarakat Kelurahan Pelaksana Tiap - Mengadakan Terlaksana Ditemukannya
penemuan wilayah upaya TB Bulan pemeriksaan tiap bulan suspek dari
berkolaborasi
suspek TB Genuk gratis di tiap pemeriksaan
dalam VCT- kelurahan
Memeriksa
mobile sesuai
dahak pada
dengan program suspek yang
mengalami
PKM genuk
batuk
berdahak
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1.Kesimpulan
Puskesmas sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat merupakan

bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung

penyelenggaraan upaya kesehatan. Puskesmas Genuk yang memiliki visi yaitu

“Menjadikan Puskesmas Genuk sebagai pusat pelayanan Kesehatan dasar yang

professional menuju Masyarakat yang Mandiri untuk Hidup Sehat”.

Di dalam kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat, terdapat permasalahan yang belum

mencapai target salah satunya yaitu pada kinerja upaya pencegahan dan pengendalian

penyakit (P2P). Kinerja P2P yang belum dicapai adalah penemuan dan penanganan

pasien baru TB BTA, capaiannya hanya 63,33% dari target >70%. Hal ini terjadi karena

terdapat beberapa hal yang mempengaruhi, Kurangnya keterlibatan kader kesehatan,

pelaksana program rangkap tugas , distribusi media informasi (poster/leaflet) promosi

tentang TB Paru belum maksimal, kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan

terutama TB Paru, belum maksimalnya kerjasama dengan jejaring dan jejaring belum

aktif dalam penemuan suspek TB.

Berdasarkan pencapaian tersebut, Puskesmas Genuk perlu mengadakan kegiatan-

kegiatan untuk mengejar target selanjutnya. Meskipun kegiatan itu dapat dilaksanakan,

maka keberhasilan kegiatan tidak dapat terwujud dengan baik tanpa adanya dukungan dan

kerjasama dengan berbagai pihak.

4.2.Saran
Kepada Puskesmas :
1. Meningkatkan kinerja petugas kesehatan dalam penemuan dan penanganan pasien
baru TB
2. Melakukan penyuluhan rutin kepada masyarakat tentang penyakit TB menggunakan
media yang unik dan menarik untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
penyakit TB
3. Meningkatkan hubungan kerjasama yang baik dengan lintas sektor dan lintas
program.
DAFTAR PUSTAKA

Dinkes Jateng. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016. Semarang; Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. 2016.
Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Pedoman
perencanaan tingkat puskesmas.Jakarta:Departemen Kesehatan, 2006
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1114 /MENKES/SK/VII/2005 tentang Pedoman
Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah
Kinerja Dua Tahun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2009-2011: menuju
masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan,-- Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
2011
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016 Tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Pedoman
Manajemen Puskesmas
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2011. Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan
Tuberkulosis di Indonesia. Jakarta.
World Health Organization (WHO). Global Tuberculosis Report 2014. Switzerland. 2014
World Health Organization (WHO). Global Tuberculosis Report 2015. Switzerland. 2015.
World Health Organization (WHO). Environmental Health. Disitasi dari
: http://www.WHO.int. Last Update : Januari 2008
LAMPIRAN : FOTO DOKUMENTASI

Gambar 1 : ruang data


UKM puskesmas genuk

Gambar 2 : Ruang data UKM

Puskesmas Genuk

Gambar 3. Wawancara dengan Penanggung

Jawab UKM Puskesmas Genuk


Gambar 4. Ruang Konsultasi TB