Anda di halaman 1dari 8

operasi dan implantasi.

CBCT telah mengalami peningkatan sejumlah evaluasi

selama lebih dari 10 tahun terakhir dimana ini memberikan banyak informasi

dibandingkan apa yang ada pada peralatan radiografi. Penggunaan dari CBCT

pada Rumah Sakit Dental Severance (Seoul, Korea) meningkat secara tetap

dengan 12.5 % dari 4471 kasus pada tahun 2010-2011 dan dengan 31.6 % pada

tahun 2012. Kasus dental pediatrik CBCT juga meningkat dengan 13.1 % pada

tahun 2010-2011 dan 22.8 % pada tahun 2012.

Walaupun dosis paparan dari CBCT relatif rendah dibandingkan dengan

CT konvensional, ini lebih dari 10 kali lebih tinggi dibandingkan radiografi

intraoral dan ekstraoral yang digunakan dokter gigi. Peningkatan dosis pasien

selama pemeriksaan CBCT adalah hal yang diperhatikan. Khususnya, pasien

pediatri memiliki resiko potensial dari radiasi, dimana mereka lebih radiosensitif

dibandingkan dewasa, memiliki waktu hidup yang lebih lama dan mungkin akan

menerima dosis radiasi yang tinggi jika aturan paparan tidak dipertimbangkan

untuk ukuran tubuh mereka yang kecil. Karena itu, pembenaran dari pemeriksaan

dan optimalisasi dari teknik radiografi sangat dibutuhkan. Resiko pada pasien

berumur kurang dari 10 tahun adalah tiga kali lebih besar dibandingkan pada

umur 30 tahun. Kebanyakan studi pada dosimetri dental CBCT telah

menfokuskan pada dosis efektif pada dewasa dan lebih sedikit pada anak-anak.

Pada studi dosis yang efektif untuk pediatrik dental CBCT menggunakan phantom

antropomorfik, dosis efektif pediatri lebih tinggi dibandingkan pencitraan

radiografi dental dan sama dengan CBCT dewasa. Namun, ada studi tidak cukup

1
pada lapangan maksilofasial untuk mencapai reduksi dosis efektif untuk pasien

pediatri.

Ketika tubuh manusia terpapar dari radiasi, radiasi berinteraksi dengan

jaringan, dan pengaruh ini dihitung sebagai dosis paparan, dosis absorbsi, dosis

ekuivalen dan dosis efektif. Dosis efektif adalah metode umum untuk

mengevaluasi pengaruh dari radiasi. Ini dihitung dengan integrasi nilai dosis

organ individual, tipe dari energi radiasi, efek hubungan dari energi dan

kemungkinan dari resiko kesehatan pada jaringan spesifik yang

mempertimbangkan faktor berat jaringan berdasarkan pada efek biologi yang

mungkin. Karena itu, dosis efektif yang dapat digunakan sebagai skala untuk

menentukan peningkatan kemungkinan resiko kesehatan kepada orang yang

terpapar radiasi. Beberapa metode tersedia untuk mengukur dosis efektif:

1. Dihitung menggunakan alat software

2. Dihitung menggunakan dosis bebas di udara pada aksis dari berat rotasi

indeks dosis CT (Dair) dan produk panjang

3. Dihitung menggunakan pengiriman energi ke phantom

4. Dihitung menggunakan meter dose area product (DAP)

Sebagai metode umum untuk mengukur, dosis efektif sangatlah

komplikasi dan memakan waktu, dan meter DAP sering digunakan untuk

mengukur dosis efektif di dalam level referens diagnostik (DRLs) yang

direkomendasikan oleh Komisi Internasional dari Proteksi Radiologi. Agensi

Proteksi Kesehatan, yang sebelumnya diketahui sebagai National Radiological

Protection Board, di UK merekomendasikan penggunaan dari DAP untuk DRLs

2
nasional untuk CBCT. DAP relatif mudah untuk mengukur dan ini adalah

indikator yang baik untuk resiko dibandingkan dari dosis masuk karena ini

menggunakan dosis masuk dan ukuran lapangan. DAP berhubungan dengan

energi total pada pasien, yang mana berhubungan dengan dosis efektif dan pada

keseluruhan dari resiko kesehatan.

Studi ini dilakukan untuk mengukur DAP menggunakan meter DAP, yang

mana merupakan alat yang mudah digunakan dan untuk menghitung dosis efektif

dari nilai DAP menggunakan koefisien konversi yang dijelaskan oleh Helmrot dan

Alm Carlsson dan Batista et al. Dosis efektif untuk kondisi paparan dewasa dan

anak dari dua tipe CBCT dibandingkan dengan dosis efektif dari radiografi

panoramik.

Metode dan Material

Radiografi Panoramik Dental dan Cone Beam CT

Kami menggunakan CRANEX® 3+CEPH (Soredex Orion Corporation,

Helsinki, Finland) untuk peralatan radiografi panoramik dan Alphard 3030 (Asahi

Roentgen Ind., Co. Ltd, Kyoto, Jepang) dan Rayscan Symphony (RAY Co.,

Suwon, Korea) untuk peralatan CBCT dan lapangan pandang (FOV) bergantung

pada tujuan dari pemeriksaan.

Kemampuan reproduksi dari paparan dosis

Kemampuan reproduksi dari paparan dosis dan output dari dua tipe dari
TM
CBCT ditetapkan menggunakan RaySafe Xi (Unfors RaySafe AB, Billdal,

3
Sweden). Mode CBCT yang paling sering digunakan, mode Alphard 3030 dan

mode Jaw dari Rayscan Symphony dievaluasi.

Voltase tabung, waktu paparan dan dosis radiasi diukur secara berulang 10

kali. Sebagai hasilnya, Aplhard 3030 dan Rayscan Symphony menunjukkan

dalam 10 % variasi antara nilai pre-penentuan dan nilai ukuran dari tabung voltase

dan waktu paparan. Kooefisien dari variasi untuk kemampuan reproduksi dari

dosis paparan adalah 0.004 dari Alphard 3030 dan 0.025 dari Rayscan Symphony

(Tabel 1), keduanya <0.05 seperti yang dijelaskan oleh IEC 60601-2-7

(Kebutuhan partikular untuk keamanan dari generator voltase tinggi dari

diagnostik generator X-ray).

Pengukuran Dose Area Product

DAP diukur dengan melekatkan chamber ion dari meter DAP

(VacuDAPTM; VacuTec Meβtechnik GmbH, Dresden, Jerman) ke pusat dari

tabung radiografi. Area aktif dari chamber rectangular adalah 177 x 182 mm.

Kondisi paparan CBCT untuk dewasa dan anak-anak untuk setiap mode

ditentukan sehingga tidak mempengaruhi kualitas gambar. Kondisi paparan dari

mode cephalo (C), panorama (P), implan (I) dan dental (D) Alphard 3030

dijelaskan di Tabel 2. Kondisi paparan dari mode wajah, lebar, rahang dan TMJ

dari Rayscan Symphony dijelaskan di Tabel 3.

Kondisi paparan dari radiografi panoramik adalah 69 kV, 10 mA dan 19 s.

DAP diukur pertama dengan peralatan radiografi panoramik, sekali setiap mode

dari dua tipe dari CBCT dan diulangi 10 kali.

4
Dosis efektif dari dose area product

DAP digunakan karena ini mudah untuk mengukur dosis efektif

dibandingkan dengan menggunakan metode konvensional komplikasi dan

memakan waktu. Dosis efektif dihitung dari nilai DAP yang diukur dengan

koefisien konversi. Kami mengadopasi formula konversi yang dijelaskan oleh

Helmrot dan Alm Carlsson dan Batista et al dengan memperhatikan kondisi

voltase tabung.

Dosis efektif dari peralatan radiografi panoramik dengan voltase 60-75 kV

dihitung dengan koefisien konversi menggunakan perhitungan yang dijelaskan

oleh Helmrot dan Alm Carlsson. Mereka membagi koefisien konversi dari tabung

voltase radiografi panoramik tipikal dan telah menunjukkan kegunaan dari meter

DAP dengan formula mereka untuk menentukan dosis pasien selama pemeriksaan

intraoral dan panoramik:

𝐸
= 0.08 mSv Gy-1.cm-2
𝑃𝑲𝑨

E = 0.08 mSv Gy-1.cm-2 x PKA

Dimana E adalah dosis efektif dan PKA DAP.

Walaupun koefisien konversi dari Helmrot dan Alm Carlsson didapat

untuk voltase tabung 60-75 kV, ini sering digunakan dengan voltase > 75 kV.

Pada kasus, dosis efektif mungkin di sepelehkan. Karena itu, dosis efektif CBCT

dengan voltase > 75 kV dihitung dengan menggunakan perhitungan yang

dijelaskan oleh Batista et al:


𝐸
𝑃𝑲𝑨
= 0.00145 x (kV) + 0.0118

5
E = [0.00145 x (kV) + 0.0118] x PKA

Dimana kV adalah voltase tabung, E adalah dosis efektif dan PKA adalah DAP

Hasil

Rata-rata dari nilai DAP untuk peralatan radiografi panoramik adalah 79.9

mGycm2. Dosis efektif rata-rata adalah 6.39 µSv setelah menerapkan koefisien

konversi kedalam perhitungan. Nilai DAP rata-rata dan dosis efektif dari empat

mode Alphard 3030 (mode C, P, I dan D) dan empat mode dari Rayscan

Symphony (mode Wajah, Lebar, Rahang dan TMJ) pada kondisi paparan dewasa

dan anak-anak ditunjukkan di dalam tabel 4 dan 5.

Diantara empat mode dari Alphard 3030, mode C menunjukkan nilai DAP

yang tinggi dan dosis efektif pada masing-masing 3349 mGy cm2 dan 428.3 µSv

dibawah dari kondisi dewasa dan 2001 mGy cm2 dan 255.9 µSv dibawah kondisi

anak-anak. Perbedaan yang besar dari nilai DAP dan dosis efektif antara kondisi

paparan dewasa dan anak adalah masing-masing 1348 mGy cm2 dan 172 µSv

pada mode C. Kebalikannya, mode D menunjukkan nilai DAP yang rendah dan

dosis efektid 637 mGy cm2 dan 81.5 µSv dibawah dari kondisi dewasa dan 396

mGy cm2 dan 50.6 µSv dibawah kondisi anak-anak.

Diantara empat mode dari Rayscan Symphony, mode Lebar dibawah

kondisi dewasa dan mode rahang dibawah kondisi anak-anak menunjukkan nilai

DAP yang tertinggi yaitu masing-masing 11226 dan 1028 mGy cm2 dan dosis

efektif tertinggi 160.4 dan 146.3 µSv. Namun, perbedaan yang besar dari nilai

DAP dan dosis efektif antara kondisi dewasa dan anak-anak adalah 172 mGy cm2

6
dan 24.6 µSv pada mode wajah. Sebagai tambahan, mode rahang pada kondisi

dewasa dan mode wajah pada kondisi anak menunjukkan nilai DAP terendah

yaitu 1081 dan 937 mGy cm2 dan dosis efektif terendah masing-masing 153.9 dan

133.4 µSv.

Gambar 1 menunjukkan dosis relatif yang efektif dari Alphard 3030 dan

Rayscan Symphony, yang mana akan dibandingkan dengan dari peralatan dari

radiografi panoramik. Ketika pasien diperiksa sekali dengan mode C dari Aplhard

3030 baik kondisi paparan dewasa dan anak, dosis efektif masing-masing 67 dan

40 kali lebih besar dibandingkan yang diukur selama pemeriksaan radiografi

panoramik. Ini menyatakan bahwa perbedaan antara efektif dari mode C dibawah

kondisi paparan dewasa dan anak-anak ekuivalen 27 kali dengan dosisi yang

diukur selama pemeriksaan panoramik. Dosis efektif mode D 13 kali dan 8 kali

lebih besar dibandingkan dari radiografi panoramik dibawah kondisi paparan

dewasa dan anak-anak. Pada setiap mode, rasio dari dosis efektif dibawah

pengaturan anak-anak dan kondisi dewasa adalah 0.60-0.62.

Dosis efektif kondisi paparan anak-anak dan dewasa dari Rayscan

Symphony masing-masing 25-25 kali dan 21-23 kali lebih besar dibandingkan

dari radiografi panoramik. Sebagai tambaha, perbedaan dari dosis efektif antara

kondisi paparan dewasa dan anak-anak pada setiap mode ekuivalen 2-4

pemeriksaan panoramik. Namun, rasio dari dosis efektid dibawah pengaturan

anak-anak ke pengaturan dewasa adalah 0.84-0.95 yang mana lebih tinggi

dibandingkan Alphard 3030.

7
Diskusi

Radiografi panoramik dan aplikasi CBCT meningkat pada lapangan dental

dan dosis radiografi pasien menimbulkan banyak perhatian. Banyak studi telah

menjelaskan penurunan dari dosis paparan pada pasien pediatri radiosensitif. DPA

direkomendasikan diantara beberapa metode untuk mengukur dosis efektif, karena

ini merupakan metode yang sederhana dan menghemat waktu. Namun, karena

DAP menggunakan unit dari mGy cm2 dibandingkan µSv, ini sulit untuk

membandingkan dosis efektif yang berasal dari DAP. Pada studi ini, koefisien

konversi yang dijelaskan oleh Batista et al digunakan untuk mengkalkulasi dosis

efektif lebih baik.

Nilai DAP dari radiografi panoramik adalah 79.9 mGy cm2 dan dosis

efektif 6.39 µSv. Nilai DAP dari Aplhard 3030 dan Rayscan Symphony CBCT

adalah 396-3349 mGy cm2 dan dosis efektif adalah 50.6-428.3 µSv, yang

berkorespodensi dengan DRLs. Dosis efektif menurun pada FOV atau arus (mA)

menurun, seperti yang dilaporkan pada studi lain. Nilai DAP dan dosis efektif

pada semua Aplhard 3030 menjadi rendah ketika FOV kecil dan arus (mA) rendah

dalam kondisi paparan anak-anak (Tabel 4). Namun, meskipun DAP dan dosis

efektif menjadi rendah ketika arus rendah dengan Rayscan Symphony, tidak ada

perbedaan yang diobservasikan meskipun ada perubahan di FOV (Tabel 5).