Anda di halaman 1dari 22

PENGERTIAN KOMUNIKASI KELOMPOK

Menurut Anwar Arifin komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara
beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan
sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi
kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah
diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya
dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Dari dua definisi di atas
mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, dan memiliki susunan rencana kerja
tertentu umtuk mencapai tujuan kelompok.

Menurut Dedy Mulyana kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama
yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan
memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga,
kelompok diskusi, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu
keputusan. Pada komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi, karena itu kebanyakan
teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

KOMUNIKASI KELOMPOK MEMPENGARUHI :

1. Struktur waktu kita

2. Kegiatan kita

3. Kebiasaan kita

4. “Peran” kita

KEPUTUSAN KELOMPOK

Setelah suatu keputusan kelompok dikeluarkan, ada proses interaksi dalam penerimaan keputusan
kelompok tersebut.

Fisher menyebutkan tahapan interaksi tersebut adalah :

1. Tahap orientasi ; mengenali masalah, melakukan klarifikasi.

2. Tahap konflik ; masing-masing mulai memperkuat sikap mereka. Muncul

3. Tahap kemunculan (emergence) ; mulai adanya kerjasama, adanya perubahan sikap, perdebatan
& emosi mulai mereda.

4. Tahap penguatan (reinforcement) ; keputusan kelompok mulai menguat.

KELOMPOK SOSIAL ( SOCIAL GROUPS)


1. Sejak lahir hingga sekarang dengan tidak sadar bahwa anda telah dan sedang menjadi anggota
kelompok sosial.

2. Dapatkah anda menelusur dalam kelompok apa saja anda pernah atau bahkan sekarang masih
menjadi anggota

KONSEP KELOMPOK SOSIAL

1. Satu kelompok meliputi dua atau lebih manusia yang diantara mereka terdapat beberapa pola
interaksi yang dapat dipahami oleh para anggotanya atau orang lain secara
keseluruhan.(J.S.Roucek& R.L.Warren)

2. Suatu group adalah sejumlah orang yang ada, dimana hubungan antara satu sama lain dan antar
hubungan itu bersifat sebagai struktur.(Mayor Polak)

3. Kelompok sosial merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih,yang saling
berinteraksi atau saling berkomunikasi.(Wila Huky)

CIRI DASAR DARI SUATU KELOMPOK SOSIAL

1. Terdiri paling sedikit 2 orang atau lebih.

2. Diantara mereka ada interaksi dan komunikasi.

3. Interaksi dan komunikasi merupakan unsur pokok suatu kelompok,harus bersifat timbal balik.

4. Kelompok ini akan ada bila ada interaksi timbal balik.

5. Pengalaman kelompok manusia bersifat unik.

6. Minat dan kepentingan bersama merupakan warna utama pembentukan kelompok.

7. Pembentukan kelompok didasarkan pada situasi yang beraneka ragam. Dalam situasi tersebut
manusia dituntut untuk bersatu.

KLASIFIKASI KELOMPOK SOSIAL (Bierstedt)

Berdasarkan organisasi, hubungan sosial dan kesadaran, jenis kelompok sosial dibedakan 4 macam :
1. Kelompok asosiasi (Associational group), adanya persamaan kepentingan pribadi(like
interest)dan kepentingan bersama(common interest), adanaya hubungan sosial berupa kontak
dan komunikasi dan adanya ikatan organisasi formal. Misal : Sekolah, OSIS dll.

2. Kelompok sosial (social group) merupakan kelompok yang anggotanya mempunyai kesadaran
jenis dan berhubungan satu sama lain tetapitidak terikat dalam ikatan organisasi, misal kelompok
teman, kerabat, keluarga besar dll.

3. Kelompok kemasyarakatan (societal group) yaitu kelompok yang hanya memiliki satu persyaratan
yaitu kesadaran akan persamaan diantara mereka. Misal dari hasil sensus penduduk tahun 1990
menunjukkan bahwa berdasar jenis kelamin didapat 89.448.235 pria dan 89.873.406 wanita.

4. Kelompok sosial statistik (statistical group)merupakan kelompok sosial yang tidak memenuhi
ketiga kriteria diatas, tetapi ada dalam unit analisis para ilmuwan sosial, misal pengelompokan
sejumlah penduduk oleh BPS berdasar usia dan interval 5 tahun yaitu usia 0-4 th, 5- 9 th. dstnya.

Klasifikasi Kelompok social (Robert K. Merton)

Kelompok sosial merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola-pola
yang telah mapan. (“ a number of people who interast with one another in accord with established
patterns”

Kriteria kelompok ada 3 jenis yaitu :

1. sering terjadi interaksi.

2. fihak- fihak yang berinteraksi mendefinisikan diri mereka sebagai anggota.

3. fihak- fihak yang berinteraksi didefinisikan oleh orang lain sebagai anggota kelompok.

Contoh :

seorang anak dapat melaksanakan peran orang tua sebagai pemburu, berladang/bertani, setiap
kelompok dapat mqndiri untuk memenuhi kelngsungan hidupnya. Produksi dan distribusi bahan
makanan dan pakaian, dilaksanakan kelompok sendiri

Kelompok sosial dibedakan menjadi 2 yaitu konsep kolektivitas dan kategori sosial.
1. Kolektivitas (collectivities), didefinisikan sebagai sejumlah orang yang mempunyai solidaritas
atas dasar nilai bersama yang dimiliki serta adanya rasa kewajiban moral untuk
menjalankan peranan yang diharapkan.

2. Kategori sosial (social categories), suatu himpunan peranan yang mempunyai ciri sama
seperti jenis kelamin atau usia

Klasifikasi kelompok social (Emile Durkheim)

Dalam bukunya The Division of Labour in Society, ia membagi 2 kelompok sosial yaitu :

Solidaritas mekanis :

pada masyarakat yang masih sederhana/ segmental) dengan ciri , kelompok manusia tinggal
secara tersebar,hidup terpisah satu dengan yang lain,memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa
bantuan kelompok lainnya,masing- masing anggota dapat menjalankan peranan yang dijalankan
orang lain, pembagian kerja belum berkembang, ketidakhadiran anggota tidak mempengaruhi
kelangsungan hidup kelompok.

Masyarakat yang menganut solidaritas mekanis :

1. diutamakan persamaan perilaku dan sikap.Perbedaan tidak dibenarkan.

2. Warga masyarakat diikat oleh collective conscience, yaitu kesadaran bersama yang mencakup
keseluruhan kepercayaan dan persaan kelompok dan bersifat ekstern serta memaksa.

3. sanksi bersifat represif, pelanggaran terhadap solidaritas sosial dihukum pidana, dengan
tujuan untuk menjaga ketidakseimbangan yang diakibatkan oleh kejahatan ddapat dipulihkan
kembali.

4. kesadaran bersama untuk mempersatukan warga masyarakat.

Solidaritas organis

Solidaritas organis, merupakan bentuk solidaritas yang mengikat masyarakat kompleks dengan
ciri :
a. masyarakat telah mengenal pembagian kerja yang rinci dan dipersatukan oleh saling
ketergantungan antar bagian.

b. Tiap anggota menjalankan peranan berbeda.

c. ketidak hadiran anggota pemegang peranan tertentu akanmengakibatkan gangguan pada


kelangsungan hidup.

d. misal tidak berperannya polisi mengakibatkan banyaknya kejahatan.tidak perannya


petani, mengakibatkan penyediaan pangan mengancam kelangsungan hidup masyarakat.

Pada masyarakat solidaritas organis, ikatan utama yang mempersatukan bukan lagi collective
conscience, melainkan kesepakatan-kesepakatan yang terjadi antara berbagai kelompok profesi.

Hukum yang menonjol bukn hukum pidana tetapi hukum perdata,pelanggaran terhadap
kesepakatan maka yang berlaku ialah sanksi restitutif si pelanggar harus membayar ganti rugi
kepada pihak yang menderita kerugian untuk mengembalikan keseimbangan yang telah
dilanggarnya.

Membership and Reference groups

Kelompok acuan berjumlah sangat banyak dan mencakup bukan hanya kelompok yang
didalamnya, orang menjadi anggota melainkan juga jumlah besar kelompok yang didalamnya
seseorang tidak menjadi anggota.

Kelompok kelompok acuan yang berjumlah banyak tersebut menjadi acuan bagi sikap, penilaian
dan perilakuseseorang.

Variabel Pola (Talcot Parsons)

1. Membagi kelompok masyarakat berdasar seperangkat dilema universal yang dihadapi dan
harus dipecahkan dalam setiap situasi sosial.

2. Ada 5 perangkat dilema dalam Kelompok:

a. Affectivity vs affective neutrality.

b. Specificity – diffuseness.
c. Universalism – particularism.

d. Quality – performance.

e. Self orientation – collectivity orientation.

Affectivity vs affective neutrality

Mengacu pada dilema ada-tidaknya perasaan kasih sayang ataupun kebencian dalam suatu
interaksi.tetapi pada pelaku yang terikat pertalian kekerabatan atau ikatan pernikahan maka
sikap-sikap afektif yang diharapkan, tetapi pada perilaku atasan dan bawahan, guru dan murid ,
nasabah dengan pelanggan. ketiadaan sikap afektif.

Specificity vs diffuseness.

Specificity : ketegasan

Diffuseness : kekaburan

Universalism vs particularism

Universalism tindakan atas dasar prinsip-prinsip umum yang berlaku.

Particularism ; tindakan atas dasar prinsip-prinsip yang ruang lingkupnya sangat terbatas pada
kelompok tertentu

Quality vs performance.

Kualitas vs penampilan

Kualitas harus ditunjang penampilan yang memadai. Namun terkadung penampilan


seseorang belum tentu sesuai dengan kualitas dirinya

Self orientation – collectivity orientation.

Orientasi diri vs orientasi kolektif

Kelompok Sosial
Gambar. Struktur kelompok sosial
Defenisi kelompok sosial

Kolompok Sosial : Sebuah naluri manusia sejak ia dilahirkan, naluri ini yang mendorongnya untuk
menyatukan hidupnya dengan orang lain dalam kelompok.

4 kelompok sosial yang dibagi berdasarkan struktur masing-masing kelompok.

Kelompok Formal Sekunder

Kelompok Formal Sekunder adalah Kelompok sosial yang umumnya bersifat sekunder, bersifat
formal, memiliki aturan dan struktur yang tegas

Ciri-cirinya

1. Adanya kesadaran anggota bahwa ia adalah bagian dari kelompok yang bersangkutan

2. Setiap anggoto memiliki hubungan timbal balik dengan anggota lainnya dan bersedia
melakukan hubungan hubungan fungsioal diantara mereka

3. Setiap anggota kelompok menyadari memiliki faktor-faktor kebersamaan diantara mereka

4. Kelompok sosial ini memiliki struktur yang jelas dan tegas termasuk juga prosedur suksesi dan
kaderisasi

5. Memiliki aturan formal yang mengikat setiap anggota kelompok

6. Anggota dalam kelompok formal sekunder memiliki pola dan pedoman prilaku sebagai diatur
oleh kelompok

7. Kelompok sosial ini memiliki ini memiliki sistem kerja berpola

8. Kelompok sosial formal sekunder memiliki kekuatan mempertahankan diri

9. Kelompok Sosial Sekunder memiliki masa (Umur)

Kelompok Formal Primer

Kelompok Formal Primer adalah kelompok sosial ayng umumnya bersifat formal namun
keberadaanya bersifat primer.
Kelompok Informal-Sekunder

Kelompok Informal-Sekunder adalah Kelompok Sosial yang umumnya informal namun


keberadaanya bersifat sekunder. Kelompok ini bersifat tidak mengikat, tidak memiliki aturan dan
strukutr yang tegas

B. Kelompok Informal –Primer = Kelompok sosial yang terjadi akibat meleburnya sifat-sifat kelompok
sosial formal primer atau disebabkan karena pembentukan sifat-sifat diluar kelompok
formalprimer yang tidak dapat ditampung oleh kelompok formal- primer

Kelompok sosial dapat pula didasarkan atas :

1. Jumlah ( besar kecilnya jumlah anggota)

2. Wilayah (desa, kota negara)

3. Kepentingan (permanen atau sementara)

4. Derajat Interaksi (erat dan kurang eratnya hubungan)

5. Kombinasi dari ukuran yang ada.

Lembaga (Pranata) Sosial adalah sekumpulan tata aturan yang mengatur interaksi dan
proses-proses sosial di dalammasyarakat. Lembaga SOsial memungkinkan setiap struktur dan
fungsi serta harapan-harapan setiap anggota dalam masyarakat dapat berjalan dan memnuhi
harapan sebagaimana yang disepakati bersama. Stratifikasi atau strata sosial adalah struktur
sosial yang berlapis di dalam masyarakat memiliki strata mulai dari yang terendah sampai yang
paling tinggi

Social Stratification (Pitirim Sorokim) adalah pembedaan penduduk dan masyarakat ke


dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat.Yaitu :

1. Upper Class,

2. Middle Class

3. Lower Class.
Menurut Horton dan Hunt, mobilitas sosial diartikan sebagai suatu gerak perpindahan dari
suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.

Mobilitas bisa berupa peningkatan atau penurunan dalam segi status sosial lainnya.

PROSES & INTERAKSI SOSIAL

1. Kontak Sosial: hubungan yang terjadi apabila adanya hubungan fisik sebagai gejala sosial hal
itu bukan semata-mata hubungan badaniah.

CONTOH :

a. Dalam bentuk proses sosialisasi yang berlangsung antara pribadi seorang perorang

b. Antara orang perorang dengan kelompok orang

c. Antara Kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya

d. Antara orang perorang, kelompok dan masyarakat lainnya

Teori Sistem Sosial (Talcott Parson)

1. Adaptation

2. Goal Attainment (Tujuan)

3. Integration (sistem yang berhubungan satu dengan yang lain)

4. Latency (Pattern maintenance)

GOAL ATTAIMENT

Pencapaian tujuan yang diharapkan. Tujuan individu harus menyesuaikan diri dengan tujuan sosial yang
lebih besar agar tidak bertentangan dengan tujuan-tujuan lingkungan sosial

Menunjukkan adanya solidaritaas sosial dari bagian-bagian yang membentuknya, serta berperannya
masing-masing unsur tersebut sesuai dengan posisinya.

Integrasi hanya terwujud jika semua unsur yang membentuk sistem tersebut saling menyesesuaikan.
Pemeliharaan pola yang tersembunyi, biasanya berwujud sistem nilai budaya yang selalu mengontrol
tindakan-tindakan individu.

Nilai-nilai yang telah disepakati oleh suatu masyarakat akan dapat mengendalikan keutuhan solidaritas
sosial. Hubungan ke 4 nya adalah :

Adaptasi fisiological

Goal attainment kepribadian

Integration sistem sosial

Latency sistem budaya

PROSES INTERAKSI SOSIAL

Proses Asosiastif

Sebuah proses yang terjalin saling pengertian dan kerjasama timbal balik antara orang per orang atau
kelompok dengan lainnya.

Kerja sama (cooperation) adalah usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai satu atau
beberapa tujuan bersama.

Contoh : Gotong Royong ,Bargaining (Pertukaran kepentingan),Cooptation (Penerimaan unsur-unsur baru


dalam suatu organisasi untuk menciptakan stabilitas), Coalition (Kerjasama dua organisasi untuk
mencapai tujuan bersama),Joint venture (Kerjasama dua organisasi atau lebih untuk mengerjakan proyek-
proyek . Accomodation adalah proses sosial dengan dua makna,

1. proses sosial yang menunjukkan pada suatu keadaan yang seimbang (equilibrium) dalam interaksi
sosial.

2. menuju pada suatu proses yang sedang berlangsung untuk meredakan suatu pertentangan yang
terjadi di masyarakat.

Bentuk- bentuk accomodation adalah sebagai berikut :

1. Coersion, yaitu bentuk accomodation yang terjadi karena adanya paksaan


2. Compromise yaitu bentuk akomodasi yang dicapai karena masing-masing pihak yang terlibat
dalam proses saling mengurangi tuntutan
3. Mediation yaitu accomodation yang dilakukan melalui pihak ketiga
4. Conciliation , yiaut bentuk accomodation yang terjadi melalui usaha untuk mempertemukan
keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih
5. Toleration, bentuk accomodation yang secara tidak formal dan dikarenakan ada fihak-fihak yang
mencoba unruk menghindari diri dari pertikaian
6. Stalemate,pencapaian accomodation di mana pihak-pihak yang bertikai dan mempunyai
kekuatan yang sama berhenti pada satu titik tertentu
7. Adjudication, dimana berbagai usaha accomodation yang dilakukan mengalami jalan buntu
sehingga penyelesaiannya menggunakan jalan pengadilan

JENIS KELOMPOK PENDEKATAN KELOMPOK

• Kelompok diciptakan dan dipelihara oleh orang-orang yang melakukan pengiriman pesan timbal
balik (resiprokal).

• Kelompok: jumlah orang yang terlibat, sumber daya yang tersedia untuk pengambilan
keputusan, dan kompleksitas dinamika kelompok.

• anggota tambahan dan dinamika kelompok karakteristik kelompok.

• jumlah anggota kelompok: pemecahan masalah

• semakin besar anggota > semakin besar masalah baru yaitu tujuan, informasi peran dan
tanggung jawab, kepemimpinan, kohesivitas dan tekanan konformitas.

MENGAPA INDIVIDU BERGABUNG KELOMPOK

1. bergabung kelompok: mengejar kebutuhan individu.

2. Tujuan: sosialisasi dan pertemanan, dukungan individu, spiritual, dan keuntungan ekonomis.

3. ketertarikan anggota kelompok: fisik, sosial, image

4. ketertarikan aktivitas dan tujuan kelompok.

5. ketertarikan menjadi anggota kelompok khusus: personal, sosial, simbolik, pekerjaan dan
keuntungan ekonomi, prestise.
ADA BEBERAPA JENIS KELOMPOK ORIENTASI TUGAS

1. Aktivitas yang sama.

2. merancang jalur kerja (assembly line): setiap anggota bekerja dengan tugas yang berbeda.

3. penilaian, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

4. menciptakan moral positif dan mencapai tujuan personal dan sosial

5. kombinasi personal task dan socially oriented goals.

SUSUNAN DAN MUNCULNYA KELOMPOK

Ada kelompok bersifat muncul tiba-tiba. Kelompok ini muncul dari spontanitas individu.

Contoh: lesehan di Malioboro Yogyakarta.Kelompok tersusun atau direncanakan, memiliki


tujuan khusus yang juga merupakan tujuan bersama.

PERKEMBANGAN KELOMPOK

1. Jaringan komunikasi kelompok

2. Pada hubungan dua orang, ada kemungkinan komunikasi resiprokal saja.

3. Dengan tiga orang, ada kemungkinan komunikasi 6 pesan.

4. Tambahan satu orang menciptakan berbagai kemungkinan jaringan komunikasi.

5. jaringan muncul secara alami, spontan.

6. Jaringan: pertemuan dan saling mengenal.

7. dengan adanya interaksi kelompok.

TAHAP PERKEMBANGAN KELOMPOK

1. saling mengenal satu sama lain, menyatakan pandangan dan membentuk hubungan tugas.

2. peleburan peran dan tanggung jawab; ekspresi perbedaan akan mengarah kepada polarisasi
kelompok.
3. penyesuaian identitas masing-masing.

4. kelompok saling mendukung untuk solusi.

5. Tidak semua tahap akan berjalan sesuai berurutan. Bisa teratur tetapi bisa berjalan acak.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1. KEPUTUSAN OLEH PEMIMPIN: Pengambilan keputusan pemimpin berhubungan dengan
penekanan resolusi oleh pemimpin kelompok

2. ARBITRASI: Persetujuan melalui proses negosiasi formal antara kelompok tidak dapat mencapai
kesepakatan disebut arbitrasi.

3. PERAN ORIENTASI TUGAS

4. Initiator-contributor: memberikan saran atau ide baru terhadap masalah atau tujuan kelompok.

5. Information seeker: bertanya untuk klarifikasi saran untuk fakta, untuk informasi otoritatif.

6. Opinion seeker: bertanya untuk klarifikasi nilai untuk kelompok, nilai saran alternatif.

7. Information giver: menawarkan fakta berdasarkan keahliannya.

8. Elaborator: memberikan saran dengan contoh, memberikan dasar-dasar untuk saran.

9. Coordinator: mengklarifikasikan hubungan berbagai ide dan saran, menarik ide dan saran,
koordinasi aktivitas kelompok.

10. Orienter: mengenali posisi kelompok menuju tujuan dengan meringkas apa yang terjadi,
mempertanyakan arah kelompok.

11. Evaluator-critic: mempertanyakan pencapaian kelompok sesuai standar

12. Energerizer: merancang kelompok menuju “kualitas yang tinggi”

13. Procedural-technician: melakukan tugas seperti distribusi material, mengatur bangku

14. Recorder: mencatat saran, menulis diskusi.


GROUP BUILDING DAN SUPPORT ROLES

1. Encourager: memuji, setuju dan menerima kontribusi orang lain.

2. Harmonizer: mediasi perbedaan , mencoba untuk rekonsiliasi.

3. Compromiser: memecahkan konflik dengan kompromi.

4. Gatekeeper: membuka saluran komounikasi dengn mendorong partisipasi anggota

5. Standar setter: menyatakan standar kelompok yang akan dicapai dengan standar dan evaluasi

6. Group observer: mencatat data proses kelompok dan memberikan data untuk

7. Follower: menuruti arus kelompok, menerima pasif kelompok.

PERAN INDIVIDUALISTIK
1. Agressor: menurunkan status orang lain, menyatakan ketidaksetujuan nilai

2. Blocker: cenderung negatif dan keras kepala, mencoba untuk membawa isu yang ditolak

3. Recognition seeker: mencari jalan untuk mendapatkan perhatian melalui membanggakan diri,
bertingkah over acting.

4. Self confessor: menggunakan kesempatan untuk menyatakan perasaan, pemahaman, ideologi,

5. Dominator: mencoba untuk menuntut otoritas dan superioritas dalam manipulasi kelompok

6. Help seeker: mencari simpati dari anggota kelompok lain

7. Special interest pleader: berbicara untuk usaha kecil menegah, komunitas akar rumput.

KEPEMIMPINAN
1. Peran dasar pemimpin adalah koordinasi aktivitas individu; kontribusi untuk tujuan dan adaptasi
kelompok.

2. Pada kelompok, pola kepemimpinan merupakan hasil kebutuhan, pemilihan dan gaya
komunikasi individu terkait.

3. Subtle vs formalisasi
4. Peran kepemimpinan meliputi desain, implementasi, supervisi prosedur, kebijakan tentang
koordinasi individu dan aktivitas kelompok.

Fungsi pemeliharaan Fungsi pencapaian kelompok

1. Mendorong partisipasi 1. Informasi


2. Mengatur interaksi 2. Perencanaan
3. Mendorong pemenuhan 3. Orientasi
kebutuhan 4. Integrasi
4. Mendorong kerjasama 5. Mewakili
5. Mediasi konflik 6. Koordinasi

Gambar. Fungsi kepemimpinan

PENDEKATAN KEPADA KEPEMIMPINAN

Pendekatan Pemimpin Yang Baik Dilahirkan

1. Pola tradisional mengacu bahwa kepemimpinan merupakan sifat yaitu kemampuan yang
diwariskan.

2. ”pemimpin yang baik dilahirkan bukan dibuat”.

3. Asumsinya adalah kepemimpinan diwariskan pada kepribadian.

4. Punya atau tidak punya sifat kepemimpinan.

5. Tantangan pendekatan ini adalah ”mencari pemimpin yang tepat”


Pendekatan Gaya Terbaik

1. Pendekatan ini adalah masalah gaya kepemimpinan.

2. Kendali keputusan dapat disebarkan pada anggota atau disentralisasikan.

3. Pada dasarnya kepemimpinan ini terbagi menjadi:

a. Otokrasi: menggunakan kekuasaan untuk mengatur aktivitas kelompok.

b. Mengendalikan informasi, memberikan peran dan tanggung jawab.

4. Demokrasi atau partisipasi: kekuasaan dibagi. Anggota kelompok dilibatkan kepada


pengambilan keputusan, keterbukaan infomarsi.

5. Laissez faire: hand off style. Tidak ada kekuasaan dari pemimpin.

6. Terserah kepada anggota kelompok.

TEORI YANG DIGUNAKAN DALAM KOMUNIKASI KELOMPOK


1. Teori perbandingan social/ Atau Social Comparison Theory. (LEON FESTINGER)

Tindak komunikasi dalam kelompok, terjadi karena secara tidak disadari adanya sikap membandingkan
kualitas diri dengan kualitas orang lain dalam kelompoknya.

Digunakan untuk mengetahui apakah hubungan dalam kelompok (group cohesiveness) dan atau tindak
komunikasi mengalami peningkatan atau penurunan

2. Teori Pertukaran Sosial (THIBAUT & KELLEY)

Memusatkan perhatiannya pada hubungan 2 orang (diad).

Mereka berkeyakinan bahwa untuk memahami & menggali kedalaman kompleksitas komunikasi
kelompok, didahului dengan melalui komunikasi diad.

Asumsi Thibaut & Kelley, mendukung apa yang dikatakan oleh Homans.

Interaksi manusia terjadi karena adanya pengharapan dari salah satu pihak dan atau keduanya.
TEORI PERCAKAPAN SOSIAL/KELOMPOK (GROUP ACHIEVEMENT THEORY)

Teori ini sangat berkaitan erat dengan produktivitas kelompok (usaha-usaha kelompok untuk
mendapatkan masukan-masukan dari para anggotanya).

Masukan-masukan ini dapat berupa :

1. Perilaku

2. Harapan-harapan anggota yang disampaikan

Produktivitas suatu kelompok dapat tercermin pada konsekuensi perilaku, interaksi antar anggota &
harapan-harapan anggota dengan struktur kelompok.

TEORI KEPRIBADIAN KELOMPOK (GROUP SINTALITY THEORY)


Membahas tentang interaksi kelompok yang berbasiskan dimensi kelompok & dinamika kelompok serta
dinamika kepribadian.

Dimensi kelompok merujuk pada ciri-ciri populasi & karakteristik individu dalam kelompok.

Dinamika kepribadian pada suatu kelompok, diukur dengan tingkat sinergi dari setiap anggotanya yang
dibawa pada kelompoknya.

Tingkat sinergi ditujukan untuk keselarasan/keterpaduan dalam kelompok.


TEORI ANALISA PROSES INTERAKSI (BALES)
Sistem keseimbangan (equilibrium). Semua unsur komunikasi, berada dalam keadaan seimbang.
Terdapat jumlah yang sama antara kategori tugas dan kategori sosio-emosional,dan kedua kategori
tersebut dibagi dalam unsur positif dan negative yang sama.

Jika suatu kelompok berorientasi pada tugas,pembagian kerja, perbedaan peranan, dan perbedaan
wewenang yang ada , dapat menciptakan banyak kesulitan antarpribadi yang dapat memengaruhi
solidaritas kelompok. Hal ini karena terganggunya keseimbangan antara kepentingan kelompok dengan
keadaan sosio-emosional anggotanya
TEORI TERBENTUKNYA KELOMPOK
Teori Terbentuknya Kelompok Menurut Beberapa Ahli

a. Teori Kedekatan (Propinquity Theory)


b. Teori yang Mendasarkan pada Aktivitas-aktivitas, Interaksi-interaksi,dan Sentimen-sentimen
(Perasaan dan Emosi)
c. Teori Keseimbangan (A Balance Theory of Group Formation)
d. Teori Alasan Praktis (Practicalities Theory)
e. Teori Kedekatan (Propinquity Theory) FRED LUTHANS

Menjelaskan tentang adanya aliansi diantara orang-orang tertentu.

Seseorang berhubungan dengan orang lain karena adanya kedekatan ruang dan daerah.
Apa yang dimaksud dengan ‘ruang’ & ‘daerah’

TEORI INTERAKSI (GEORGE HOMAS)


Berdasarkan pada interaksi dan sentimen (perasan atau emosi) yang berhubungan secara langsung.

1. Semakin sering seseorang berinteraksi dengan seseorang, semakin dekat hubungannya.

2. Semakin banyak seseorang melakukan interaksi diantara orang-orang , maka kemungkinan


semakin banyak aktivitas dan sentimen yang ditularkan pada orang lain.

3. Semakin banyak aktivitas dan sentimen yang ditularkan pada orang lain, maka semakin banyak
interaksi yang ada.

TEORI KESEIMBANGAN (THEODORE NEWCOMB)

Newcomb seorang psikolog sosial, mengadopsi teori kesimbangan Heider.

Seseorang tertarik kepada yang lainnya, didasarkan atas kesamaan sikap di dalam menanggapi sesuatu.

Manusia berusaha mempengaruhi satu dengan yang lainnya untuk menghasilkan suatu simetri
(keseimbangan)

Menurut Newcomb, manusia memiliki peran yang sangat sederhana dalam kehidupannya, yaitu
menjaga keseimbangan dalam sistem sosial.
Dengan harapan bahwa dengan adanya keseimbangan, maka tekanan-tekanan dapat diminimalisasikan
atau bahkan tidak ada sama sekali.

TEORI PRACTICALITIES (H.JOSEPH REITZ)

Kelompok terbentuk karena adanya kecenderungan untuk memberikan kepuasan ata kebutuhan-
kebutuhan sosial yang mendasar dari orang-orang yang berkelompok.

Kebutuhan-kebutuhan praktis itu dapat berupa alasan ekonomi, status sosial, keamanan dan lain-lain.

CONTOH :

Sekelompok mahasiswa yang berkelompok, disebabkan alasan tertentu. (kesamaan hobi, alasan-alasan
sosial, dll)

TEORI-TEORI PENDUKUNG
TEORI KESEIMBANGAN (HEIDER)

Teori ini berawal dari asumsi bahwa individu sebagai bagian dari kelompok, cenderung menjalin hubungan
komunikasi terbuka antar individu-individu di dalam suatu kelompok.

Teori ini menerangkan bahwa individu-individu sebagai bagian dari struktur social, cenderung menjalin
hubungan dengan orang lain didalam suatu kelompok

Teori Heider memusatkan perhatiannya pada hubungan intra-pribadi yang berfungsi sebagai daya tarik.
Daya tarik menurut Heider adalah semua keadaan kognitif yang berhubungan dengan perasaan suka atau
tidak suka terhadap individu-individu dalam objek-objek lain.

Teori Heider berkepentingan secara khusus dengan apa yang diartikan sebagai komunikasi intra-pribadi,
yaitu sangat menaruh perhatian pada keadaan-keadaan intra-pribadi yang mungkin mempengaruhi pola-
pola hubungan dalam suatu kelompok

Heider mengatakan bahwa ketidakseimbangan akan menimbulkan ketegangan-ketegangan &


mengakibatkan tekanan-tekanan untuk memulihkan/mengembalikan keseimbangan tersebut.
TEORI PERBANDINGAN SOSIAL (FESTINGER

Teori perbandingan sosial mengemukakan bahwa tindak komunikasi dalam kelompok berlangsung karena
adanya kebutuhan-kebutuhan dari individu untuk membandingkan sikap, pendapat dan kemampuannya
dengan individu-individu lainnya.

Teori perbandingan sosial ini diupayakan untuk dapat menjelaskan bagaimana tindak komunikasi dari
para anggota kelompok mengalami peningkatan atau penurunan.

Pada pandangan teori perbandingan sosial ini, tekanan seseorang untuk berkomunikasi dengan anggota
kelompok lainnya akan mengalami peningkatan, jika muncul ketidak setujuan/setuju yang berkaitan
dengan suatu kejadian atau peristiwa. Tingkat kepentingan peristiwa tersebut meningkat, apabila
hubungan dalam kelompok (group cohesivenes) juga menunjukkan peningkatan.

TEORI ANALISA PROSES INTERAKSI (BALES)


Analisis Proses Interaksi menurut Bales adalah system keseimbangan (equilibrium). Semua unsur
komunikasi atau berada dalam keadaan seimbang.

Terdapat jumlah yang sama antara kategori tugas dan kategori sosio-emosional,dan kedua kategori
tersebut dibagi dalam unsur positif dan negative yang sama.

TEORI SOSIOMETRIS (MORENO)


Sosiometri merupakan sebuah konsepsi psikologis yang mengacu pada suatu pendekatan metodologis
dan teoretis terhadap kelompok.

Asumsi yang dimunculkan adalah bahwa individu-individu dalam kelompok yang merasa tertarik satu
sama lain, akan lebih banyak melakukan tindak komunikasi, sebaliknya individu-individu yang saling
menolak, hanya sedikit atau kurang melaksanakan tindak komunikasi.