Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pengajaran adalah suatu aktifitas (proses) mengajar belajar yang di dalamnya ada dua
subjek yaitu guru dan peserta didik. Istilah peserta didik penulis gunakan untuk anak didik,
objek didik, atau sebagai istilah lain dari siswa. Tugas dan tanggung jawab utama seorang
guruatau pengajar adalah mengelola pengajaran dengan lebih efektif, dinamis, efisien, dan
positif, yang ditandai dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktif di antara dua subjek
pengajaran, guru sebagai penginisiatif awal, pengarah, pembimbing, sedang peserta didik
sebagai yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam
pengajaran.
Sejak manusia lahir ke dunia, manusia memiliki dorongan untuk menemukan sendiri
pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang alam sekitar di sekelilingnya merupakan kodrat
manusia sejak ia lahir ke dunia. Sejak kecil manusia memiliki keinginan untuk mengenal
segala sesuatu melalui indera penglihatan, pendengaran, pengecapan dan indera-indera
lainnya.Hingga dewasa keingintahuan manusia secara terus menerus berkembang dengan
menggunakan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiliki manusia akan bermakna
(meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Didasari hal inilah suatu strategi
pembelajaran yang dikenal dengan inkuiri dikembangkan.
Metode Pembelajaran inquiry merupakan satu komponen penting dalam pendekatan
konstruktifistik yang telah memiliki sejarah panjang dalam inovasi atau pembaruan
pendidikan. Dalam pembelajaran dengan penemuan atau inkuiri, siswa didorong untuk
belajar sebagian besar melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep dan
prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman dan melakukan
percobaan yang memungkinkan mereka menemukan prinsip-prinsip untuk diri mereka
sendiri. Piaget memberikan definisi pendekatan Inquiry sebagai pendidikan yang
mempersiapkan situasi bagi siswa untuk melakukan eksperimen sendiri. Mengajukan
pertayaan-pertayaan dan mencari sendiri jawaban atas pertayaan yang mereka ajukan.
Metode inkuiri yang didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan
secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis,
kritis, logis, dan analisis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuan dengan
penuh percaya diri.
B. Batasan Masalah

Pembatasan masalah dilakukan agar penulisan terarah, terfokus, dan tidak


menyimpang dari sasaran pokok penulisan. Oleh karena itu penyusun memfokuskan kepada
pembahasan atas masalah-masalah pokok yang dibatasi dalam konteks permasalahan terdiri
dari:
1. Apa yang dimaksud dengan strategi pembelajaran inquiry?
2. Apa saja kelemahan dan kelebihan dari strategi pembelajaran inquiry?
3. Bagaimana aplikasi dalam KBM mengenai strategi pembelajaran inquiry?
4. Bagaimana kendala dalam pelaksanaan KBM?
5. Bagaimana pemecahan masalah?

C. Tujuan

1. Mengetahui yang dimaksud Starategi pembelajaran inquiry.


2. Mengetahui kelemahan dan kelebihan dari strategi pembelajaran inquiry.
3. Mengetahui aplikasi dalam KBM mengenai strategi pembelajaran inquiry.
4. Mengetahui kendala dalam pelaksanaan KBM
5. Mengetahui pemecahan masalah dalam stategi pembelajaran inquiry.

D. Manfaat
Hasil dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak,
khususnya kepada mahasiswa geografi untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam
mengetahui strategi pembelajaran inquiry. Manfaat lain dari penulisan makalah ini adalah
dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat dijadikan acuan didalam Strategi
pembelajaran didalam kelas nanti.

E. Metode Penulisan

Data penulisan makalah ini diperoleh dengan metode studi kepustakaan. Metode studi
kepustakaan yaitu suatu metode dengan membaca telaah pustaka tentang definisi strategi
pembelajaran inquiry, kelemahan dan kelebihan strategi pembelajaran inquiry, aplikasi dalam
KBM mengenai strategi pembelajaran inquiry, kendala dalam pelaksanaan KBM, dan
pemecahan masalah atau kendala dalam strategi pembelajaran inquiry tersebut. Selain itu,
penulis juga memperoleh data dari internet.
BAB II

PEMBAHASAN

1. Definisi Strategi Pembelajaran Inquiry

Inquiry berasal dari kata Inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan
pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. pembelajaran
inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk membangun kecakapan-
kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-proses berpikir reflektif.
Jika berpikir menjadi tujuan utama dari pendidikan, maka harus ditemukan cara-cara untuk
membantu individu untuk membangun kemampuan itu.
Strategi pembelajaran inquiry adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan
pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban
dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui
tanya jawab antara guru dan siswa.
Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal dari
bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Strategi ini berangkat dari
asumsi bahwa sejak manusia lahir ke dunia, manusia memiliki dorongan untuk menemukan
sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang keadaan alam disekelilingnya merupakan
kodrat manusia sejak ia lahir ke dunia. Sejak kecil manusia memiliki keinginan untuk
mengenal segala sesuatu melalui indra pengecapan, pendengaran, penglihatan, dan indra-
indra lainnya. Hingga dewasa keingintahuan manusia secara terus menerus berkembang
dengan menggunakan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiliki manusia akan
bermakna (meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Dalam rangka itulah
strategi inkuiri dikembangkan.
Ada beberapa hal yang menjadi ciri utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama,
strategi inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan
menemukan, artinya strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai subyek belajar. Dalam
proses pembelajaran, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pelajaran melalui
penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari
materi pelajaran itu sendiri.Kedua, seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk
mencari dan menemukan jawaban sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga
diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief). Dengan demikian, strategi
pembelajaran inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan tetapi sebagai
fasilitator dan motivator belajar siswa.
Aktivitas pembelajaran biasanya dilakukan melalui proses tanya jawab antara guru dan
siswa. Oleh sebab itu kemampuan guru dalam menggunakan teknik bertanya merupakan
syarat utama dalam melakukan inkuiri. Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran
inkuiri adalah mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, logis, dan kritis, atau
mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental. Dengan
demikian, dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa tak hanya dituntut agar menguasai
materi pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi yang
dimilikinya. Manusia yang hanya menguasai pelajaran belum tentu dapat mengembangkan
kemampuan berpikir secara optimal, namun sebaliknya, siswa akan dapat mengembangkan
kemampuan berpikirnya manakala ia bisa menguasai materi pelajaran.
Tujuan utama pembelajaran melalui strategi inkuiri adalah menolong siswa untuk dapat
mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan
pertanyaan-pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar rasa ingin tahu mereka.
Strategi pembelajaran inquiry merupakan bentuk dari pendekatan pembelajaran yang
berorientasi kepada siswa (student centered approach). Dikatakan demikian, sebab dalam
strategi ini siswa memegang peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.
2. Kelebihan dan kelemahan strategi pembelajaran inquiry
1) Kelebihan strategi pembelajaran inquiry meliputi sebagai berikut:
a. Pembelajaran menjadi lebih hidup serta dapat menjadikan siswa aktif.
b. Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa.
c. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.
d. Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi
dan mengakomodasi informasi.
e. Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur, obyektif,
dan terbuka.
f. Menghindarkan diri dari cara belajar tradisional, yaitu guru yang menguasai kelas.
g. Memungkinkan siswa belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.
h. Dapat melatih siswa untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat mengembangkan
pendidikan demokrasi.
i. Dalam diskusi inkuiri, guru dapat mengetahui kedalaman pengetahuan dan pemahaman
siswa mengenai konsep yang sedang dibahas.
j. Startegi ini merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek
kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini
dianggap lebih bermakna.
k. Startegi ini dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar
mereka.
l. Startegi ini merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar
modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya
pengalaman.
m. Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang
memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar
bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar.

2) Kelemahan Strategi Pembelajaran Inquiry


a. Jika strategi ini digunakan sebagai strategi pembelajaran, maka akan sulit mengontrol
kegiatan dan keberhasilan siswa.
b. Strategi ini sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan
siswa dalam belajar.
c. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga
sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.
d. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi
pelajaran, maka startegi ini akan sulit diimplementasikan oleh setiap guru.
e. Pembelajaran dengan inkuiri memerlukan kecerdasan siswa yang tinggi, bila siswa kurang
cerdas hasil pembelajarannya kurang efektif.
f. Memerlukan perubahan kebiasaan cara belajar siswa yang menerima informasi dari guru apa
adanya.
g. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi
menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing siswa dalam belajar.
h. Karena dilakukan secara kelompok maka kemungkinan ada anggota yang kurang aktif.
i. Pembelajaran inkuiri kurang cocok pada anak yang usianya terlalu muda, misalkan SD.
j. Cara belajar siswa dalam metode ini menuntut bimbingan guru yang lebih baik.
k. Untuk kelas dengan jumlah siswa yang banyak, akan sangat merepotkan guru.
l. Membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya kurang efektif jika pembelajaran ini diterapkan
pada situasi kelas yang kurang mendukung.
m. Pembelajaran akan kurang efektif jika guru tidak menguasai kelas.

3. Aplikasi KBM dalam Strategi Pembelajaran Inquiry

Secara umum proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran inquiry


terdiri dari karakteristik, prinsip-prinsip penggunaan, langkah-langkah dan metode Strategi
Pembelajaran Inquiry, seerti berikut:
1) Karakteristik strategi pembelajaran Inquiry
a. Menekankan pada aktvfitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya
strategi inkuiri menempatkan siswa sebagai objek didik.
b. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban
sendiri dari sesuatu yang dipertanyakansehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap
percaya diri (self belief).
c. Tujuan dari strategi pembelajaran inquiry adalah mengembangkan kemampuan berpikir
secara sistematis, logis dan kritis atau mengembangkan kemampuan intelektual sebagai
bagian dari proses mental.

2) Prinsip-prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran Inquiry


a. Berorientasi pada perkembangan intelektual
Tujuan dari Strategi Pembelajaran Inquiry adalah perkembangan berpikir, dengan
demikian strategi pembelajaran ini selain berorientasi pada hasil belajar juga berorientasi
pada proses belajar. Karena itu, criteria keberhasilan dari proses pembelajaran dengan
menggunakan SPI bukan ditentukan oleh sejauh mana siswa dapat menguasai materi
pelajaran akan tetapi sejauh mana siswa beraktivitas mencari dan menemukan sesuatu (yang
dapat ditemukan).
b. Prinsip interaksi
Proses pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi, baik interaksi antar siswa
maupun interaksi siswa dengan guru bahkan interaksi antar siswa dengan lingkungan.
Pembelajaran sebagai proses interaksi berarti menempatkan guru bukan sebagai pengajar
tetapi sebagai pengatur lingkungan atau pengatur interaksi itu sendiri. Guru perlu
mengarahkan (directing) agar siswa bias mengembangkan kemampuan berpikirnya melalui
interaksi mereka.
c. Prinsip bertanya
Peran guru dalam menggunakan SPI adalah guru sebagai penanya. Sebab kemampuan
siswa untuk menjawab setiap pertanyaan pada dasarnya sudah merupakan sebagian dari
proses berpikir, guru perlu menguasai berbagai jenis dan teknik bertanya. Apakah itu
bertanya hanya sekedar untuk meminta perhatian siswa, untuk melacak, untuk
mengembangkan kemampuan atau untuk menguji.
d. Prinsip bertanya untuk berpikir
Belajar bukan hanya mengingat sejumlah fakta akan tetapi belajar adalah proses berpikir
yakni proses mengembangkan seluruh otak. Pembelajaran berpikir adalah pemanfaatan dan
penggunaan otak secara maksimal. Anak dituntut untuk belajar berpikir logis dan rasional
dengan memasukan unsure-unsur yang mempengaruhi emosi yaitu unsure estetika melalui
pross belajar yang menyenangkan.

e. Prinsip keterbukaan
Belajar adalah proses mencoba berbagai kemungkinan, segala sesuatu mungkin bisa
terjadi. Oleh sebab itu, anak perlu diberi kebebasan untuk mencoba sesuai dengan
perkembangan kemampuan logika dan nalarnya. Pembelajaran yang bermakna adalah
pembelajaran yang menyediakan berbagai kemungkinan sebagai hipotesis yang harus
dibuktikan kebenarannya. Tugas guru adalah menyediakan ruang untuk memberikan
kesempatan kepada siswa mengembangkan hipotesis dan secara terbuka membuktikan
kebenaran hipotesis yang diajukan.
3) Langkah-langkah Strategi Pembelajaran Inquiry
a. Orientasi
Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran
yang responsif. Guru mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran
yaitu guru merangsang dan mengajak siswa untuk berpikir memecahkan masalah. Beberapa
hal yang dapat dilakukan dalam tahapan orientasi adalah:
a) Menjelaskan topik, tujuan dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa.
b) Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan.
c) Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar, hal ini dilakukan dalam rangka
memberikan motivasi belajar siswa.
b. Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu masalah atau
persoalan yang mengandung teka-teki. Dikatakan teka-teki dalam rumusan masalah yang
ingin dikaji karena masalah itu tentu ada jawabannya dan siswa didorong untuk mencari
jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam strategi
inkuiri, oleh sebab itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang
sangat berharga sebagai upaya pengembangan mental melalui proses berpikir.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merumuskan masalah diantaranya:
a) Masalah hendaknya dirumuskan sendiri oleh siswa. Siswa akan memilki motivasi belajar
yang tinggi manakala dilibatkan dalam merumuskan masalah yang hendak dikaji. Seorang
guru hanya memberikan topik yang akan dipelajari.
b) Masalah yang dikaji adalah masalah yang mengandung teka-teki yang jawabannya pasti,
artinya guru perlu mendorong siswa agar dapat merumuskan masalah yang menurut guru
jawaban yang sebenarnya sudah ada tinggal siswa mencari dan menemukan jawabannya
dengan pasti.
c) Konsep-konsep dalam masalah adalah konsep-konsep yang sudah diketahui oleh siswa
artinya sebelum masalah itu dikaji lebih jauh melalui proses inkuiri, guru perlu yakin terlebih
dahulu bahwa siswa sudah memiliki pemahaman tentang konsep-konsep yang ada dalam
rumusan masalah.
c. merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji dan
perlu diuji kebenarannya. Potensi berpikir siswa dimulai dari kemampuan setiap individu
untuk menebak atau menduga-duga (berhipotesis) dari suatu masalah. Untuk
mengembangkan kemampuan menebak pada diri anak, guru dapat mengajukan beberapa
pertanyaan yang mendorong siswa untuk merumuskan jawaban sementara (hipotesis).
Perkiraan sebagian hipotesis bukan sembarang perkiraan, tetapi harus memiliki landasan
berpikir yang kokoh yang bersifat rasional dan logis.
d. Mengumpulkan data
Mengumpulkan data adalah aktivitas menyaring informasi yang dibutuhkan untuk
menguji hipotesis yang diajukan. Mengumpulkan data merupakan proses yang sangat penting
dalam pengembangan intelektual. Selain memerlukan motivasi yang kuat dalam proses ini
juga membutuhkan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikir. Tugas dan
peran guru yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendorong siswa untuk berpikir
mencari informasi yang dibutuhkan, penggunaan SPI terkadang macet apabila siswa tidak
apresiatif (ketidakgairahan dalam belajar).
e. Menguji hipotesis
Menguji hipotesis adalah proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai
dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Yang terpenting
dalam menguji hipotesis adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang
diberikan, menguji hipotesis berarti juga mengembangkan kemampuan berpikir rasional yaitu
kebenaran jawaban yang diberikan bukan hanya berdasarkan argumentasi tetapi didukung
oleh data yang ditemukan dan dapat dipertanggungjawabkan.
f. Merumuskan kesimpulan
Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan
hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu
menunjukan pada siswa data mana yang relevan.
4) Metode yang Digunakan Strategi Pembelajaran Inquiry
a. Metode diskusi, adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu
permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan suatu permasalahan,
menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa serta untuk membuat
suatu kesimpulan.
b. Metode demonstrasi, adalah metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan
mempertunjukan kepada siswa tentang proses, satuan atau benda tertentu baik benda yang
sebenarnya atau hanya yang bersifat tiruan.
c. Metode tanya jawab, bertanya dapat dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap
individu, sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam
berpikir.

4. Permasalahan dalam pelaksanaan KBM


inquiry dalam pembelajaran dilandasi pandangan konstruktivisme, Menurut pandangan
konstruktivistik, belajar merupakan suatu proses pembentukan pengetahuan. Pembentukan ini
harus dilakukan oleh siswa .Ia harus aktif melakukan kegiatan, aktif berpikir, menyusun
konsep dan memberi makna tentang hal-hal yang sedang dipelajari. Guru memang dapat dan
harus mengambil prakarsa untuk menata lingkungan yang memberi peluang optimal bagi
terjadinya belajar. Namun yang akhirnya paling menentukan terwujudnya gejala belajar
adalah niat belajar siswa sendiri.Dengan istilah ini, dapat dikatakan bahwa hakekatnya
kendali belajar sepenuhnya ada pada siswa.
Karakteristik dari pendekatan inquiry ini adalah guru tidak mengkomunikasikan
pengetahuan, tetapi membantu siswa untuk belajar bagi mereka sendiri, kemudian topik,
masalah yang dipelajari, dan metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan dapat
ditentukan oleh siswa, dapat ditentukan oleh guru, dan dapat ditentukan bersama oleh siswa
dan guru. Pembelajaran inkuiri memberi tekanan pada ide-ide konstruktivis dari
belajar.Kemajuan belajar terbaik terjadi dalam situasi kelompok.
pembelajaran inquiry ini menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi
pelajaran tidak diberikan secara langsung, peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan
menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan
membimbing siswa untuk belajar. Dengan kata lain untuk siswa yang pintar maka akan cepat
dan mengerti dalam pembelajaran, tetapi untuk siswa yang daya tangkapnya kurang akan
menimbulkan kebingungan dan akan tertinggal jauh pengetahuannya.

5. Pemecahan masalah kendala dalam strategi pembelajaran inquiry

Pemecahan masalah dalam kendala strategi pembelajaran inquiry adalah sebagai guru
kita harus menerapkan cara, dengan menyimbangkan situasi atau kondisi di setiap kelas,
karena kita tidak tahu bagaimana karakter dan kemampuan siswa satu persatu sehingga kita
sebagai guru bisa menyimbangkan kemampuan siswa di dalam kelas yang kita ajarkan
tersebut.
Sebagai seorang guru kita dituntut untuk memberikan pendidikan yang luar biasa agar
siswa kita mengerti dan memahami apa yang kita ajarkan dan mencerdaskan siswa-siswi kita
agar mereka menjadi generasi penerus yang berkualitas

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Strategi pembelajaran inquiry menyatakan bahwa guru sebagai sumber belajar


bukanlah yang satu-satunya, masih banyak lagi sumber belajar yang dapat menunjang
keberhasilan pembelajaran. Guru hanyalah sebagai fasilitator, pembimbing yang selalu
mengarahkan siswa dalam pembelajaran.
Siswa didesain sebagai penemu atau mencari pengetahuan itu, tugas seorang guru
dalam mengelola siswa agar mendapatkan pengetahuan dan menjadi bermakna. Karena
dengan bermakna pengetahuan akan masuk kedalam pengetahuan mereka, sehingga akan
selalu terkenang oleh siswa. Siswa yang melakukan semuanya guru hanya menyiapkan,
karena murid yang melakukan maka pembelajaran akan menjadi pengalaman yang bermakna
untuk siswa.

B. Saran

Saran untuk para guru jika menggunakan strategi pembelajaran inquiry harus mengikuti
prosedur yang ada dan harus disesuaikan dengan waktu yang dimiliki, karena strategi
pembelajaran inquiry ini sangat membutuhkan waktu yang panjang.
Karena makalah ini belum sempurna maka penulis mengharapkan saran yang
membangun agar dapat bermanfaat bagi semua dan demi perbaikan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR PUSTAKA

http://pedulidenganmenulis.blogspot.com/2013/01/konsep-dasar-strategi-
pembelajaran.html/Diakses Sabtu, 23 November 2013, 14:20.

http://cumanulisaja.blogspot.com/2012/10/pengertian-metode-inkuiri.html/Diakses Sabtu, 23
November 2013, 14:25.
http://aldhoportofolio.blogspot.com/2009/05/strategi-pembelajaran-inquiry.html/Diakses
Senin 25 November 2013, 09:15.

http://tugas-makalah.blogspot.com/2012/06/pembelajaran-inkuiri.html/Diakses Senin 25
November 2013, 09:25.
http://anisasusila.blogspot.co.id/2013/12/makalah-strategi-pembelajaran-inquiry.html

Model Pembelajaran Inkuiri

Sejak manusia lahir ke dunia, manusia memiliki dorongan untuk

menemukan sendiri pengetahuannya. Rasa ingin tahu tentang alam sekitar di sekelilingnya
merupakan kodrat manusia sejak ia lahir ke dunia. Sejak kecil manusia memiliki keinginan
untuk mengenal segala sesuatu melalui indera penglihatan, pendengaran, pengecapan dan
indera-indera lainnya. Hingga dewasa keingintahuan manusia secara terus menerus
berkembang dengan menggunakan otak dan pikirannya. Pengetahuan yang dimiliki manusia
akan bermakna (meaningfull) manakala didasari oleh keingintahuan itu. Didasari hal inilah
suatu strategi pembelajaran yang dikenal dengan inkuiri dikembangkan.

Inkuiri berasal dari kata to inquire yang berarti ikut serta, atau terlibat, dalam mengajukan
pertanyaan-pertanyaan, mencari informasi, dan melakukan penyelidikan. Ia menambahkan
bahwa pembelajaran inkuiri ini bertujuan untuk memberikan cara bagi siswa untuk
membangun kecakapan-kecakapan intelektual (kecakapan berpikir) terkait dengan proses-
proses berpikir reflektif. Jika berpikir menjadi tujuan utama dari pendidikan, maka harus
ditemukan cara-cara untuk membantu individu untuk membangun kemampuan itu.

Selanjutnya Sanjaya (2008;196) menyatakan bahwa ada beberapa hal yang menjadi ciri
utama strategi pembelajaran inkuiri. Pertama, strategi inkuiri menekankan kepada aktifitas
siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pendekatan inkuiri
menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Dalam proses pembelajaran, siswa tidak hanya
berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal, tetapi mereka
berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran itu sendiri. Kedua, seluruh
aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu
yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri (self belief).
Artinya dalam pendekatan inkuiri menempatkan guru bukan sebagai sumber belajar, akan
tetapi sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Aktvitas pembelajaran biasanya
dilakukan melalui proses tanya jawab antara guru dan siswa, sehingga kemampuan guru
dalam menggunakan teknik bertanya merupakan syarat utama dalam melakukan inkuiri.
Ketiga, tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan
kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental, akibatnya dalam pembelajaran
inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka
dapat menggunakan potensi yang dimilikinya.
Sanjaya (2008:202) menyatakan bahwa pembelajaran inkuiri mengikuti langkah-langkah
sebagai berikut:

A. Orientasi

Pada tahap ini guru melakukan langkah untuk membina suasana atau iklim pembelajaran
yang kondusif. Hal yang dilakukan dalam tahap orientasi ini adalah:

 Menjelaskan topik, tujuan, dan hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh siswa

 Menjelaskan pokok-pokok kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa untuk mencapai
tujuan. Pada tahap ini dijelaskan langkah-langkah inkuiri serta tujuan setiap langkah,
mulai dari langkah merumuskan merumuskan masalah sampai dengan merumuskan
kesimpulan

 Menjelaskan pentingnya topik dan kegiatan belajar. Hal ini dilakukan dalam rangka
memberikan motivasi belajar siswa.

B. Merumuskan masalah

Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang
mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa
untuk memecahkan teka-teki itu. Teka-teki dalam rumusan masalah tentu ada jawabannya,
dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang
sangat penting dalam pembelajaran inkuiri, oleh karena itu melalui proses tersebut siswa akan
memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental
melalui proses berpikir.

C. Merumuskan hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara dari suatu permasalahan yang dikaji. Sebagai jawaban
sementara, hipotesis perlu diuji kebenarannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru
untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap anak adalah dengan
mengajukan berbagai pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk dapat merumuskan
jawaban sementara atau dapat merumuskan berbagai perkiraan kemungkinan jawaban dari
suatu permasalahan yang dikaji.

D. Mengumpulkan data

Mengumpulkan data adalah aktifitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji
hipotesis yang diajukan. Dalam pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses
mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pemgumpulan data
bukan hanya memerlukan motivasi yang kuat dalam belajar, akan tetapi juga membutuhkan
ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi berpikirnya.

E. Menguji hipotesis

Menguji hipotesis adalah menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data
atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. Menguji hipotesis juga berarti
mengembangkan kemampuan berpikir rasional. Artinya, kebenaran jawaban yang diberikan
bukan hanya berdasarkan argumentasi, akan tetapi harus didukung oleh data yang ditemukan
dan dapat dipertanggungjawabkan.

F. Merumuskan kesimpulan

Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan


hasil pengujian hipotesis. Untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru mampu
menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.

Alasan rasional penggunaan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri adalah bahwa siswa
akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai matematika dan akan lebih tertarik
terhadap matematika jika mereka dilibatkan secara aktif dalam “melakukan” penyelidikan.
Investigasi yang dilakukan oleh siswa merupakan tulang punggung pembelajaran dengan
pendekatan inkuiri. Investigasi ini difokuskan untuk memahami konsep-konsep matematika
dan meningkatkan keterampilan proses berpikir ilmiah siswa. Sehingga diyakini bahwa
pemahaman konsep merupakan hasil dari proses berpikir ilmiah tersebut.

Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri yang mensyaratkan keterlibatan aktif siswa


diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar dan sikap anak terhadap pelajaran
matematika, khususnya kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa.
Pembelajaran dengan pendekatan inkuiri merupakan pendekatan pembelajaran yang
berupaya menanamkan dasar-dasar berpikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses
pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam
memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar, peranan
guru dalam pembelajaran dengan pendekatan inkuiri adalah sebagai pembimbing dan
fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk
dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh
siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka
memecahkan masalah. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi
terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi.

Dalam mengembangkan sikap inkuiri di kelas, guru mempunyai peranan sebagai konselor,
konsultan dan teman yang kritis. Guru harus dapat membimbing dan merefleksikan
pengalaman kelompok melalui tiga tahap: (1) Tahap problem solving atau tugas; (2) Tahap
pengelolaan kelompok; (3) Tahap pemahaman secara individual, dan pada saat yang sama
guru sebagai instruktur harus dapat memberikan kemudahan bagi kerja kelompok, melakukan
intervensi dalam kelompok dan mengelola kegiatan pengajaran.

Pendekatan inkuiri terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan besarnya intervensi guru terhadap
siswa atau besarnya bimbingan yang diberikan oleh guru kepada siswanya. Ketiga jenis
pendekatan inkuiri tersebut adalah:

1. Inkuiri Terbimbing (guided inquiry approach)

Pendekatan inkuiri terbimbing yaitu pendekatan inkuiri dimana guru membimbing siswa
melakukan kegiatan dengan memberi pertanyaan awal dan mengarahkan pada suatu diskusi.
Guru mempunyai peran aktif dalam menentukan permasalahan dan tahap-tahap
pemecahannya. Pendekatan inkuiri terbimbing ini digunakan bagi siswa yang kurang
berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri. Dengan pendekatan ini siswa belajar lebih
beorientasi pada bimbingan dan petunjuk dari guru hingga siswa dapat memahami konsep-
konsep pelajaran. Pada pendekatan ini siswa akan dihadapkan pada tugas-tugas yang relevan
untuk diselesaikan baik melalui diskusi kelompok maupun secara individual agar mampu
menyelesaikan masalah dan menarik suatu kesimpulan secara mandiri.

Pada dasarnya siswa selama proses belajar berlangsung akan memperoleh pedoman sesuai
dengan yang diperlukan. Pada tahap awal, guru banyak memberikan bimbingan, kemudian
pada tahap-tahap berikutnya, bimbingan tersebut dikurangi, sehingga siswa mampu
melakukan proses inkuiri secara mandiri. Bimbingan yang diberikan dapat berupa
pertanyaan-pertanyaan dan diskusi multi arah yang dapat menggiring siswa agar dapat
memahami konsep pelajaran matematika. Di samping itu, bimbingan dapat pula diberikan
melalui lembar kerja siswa yang terstruktur. Selama berlangsungnya proses belajar guru harus
memantau kelompok diskusi siswa, sehingga guru dapat mengetahui dan memberikan
petunjuk-petunjuk dan scafolding yang diperlukan oleh siswa.

2. Inkuiri Bebas (free inquiry approach).

Pada umumnya pendekatan ini digunakan bagi siswa yang telah berpengalaman belajar
dengan pendekatan inkuiri. Karena dalam pendekatan inkuiri bebas ini menempatkan siswa
seolah-olah bekerja seperti seorang ilmuwan. Siswa diberi kebebasan menentukan
permasalahan untuk diselidiki, menemukan dan menyelesaikan masalah secara mandiri,
merancang prosedur atau langkah-langkah yang diperlukan.

Selama proses ini, bimbingan dari guru sangat sedikit diberikan atau bahkan tidak diberikan
sama sekali. Salah satu keuntungan belajar dengan metode ini adalah adanya kemungkinan
siswa dalam memecahkan masalah open ended dan mempunyai alternatif pemecahan masalah
lebih dari satu cara, karena tergantung bagaimana cara mereka mengkonstruksi jawabannya
sendiri. Selain itu, ada kemungkinan siswa menemukan cara dan solusi yang baru atau belum
pernah ditemukan oleh orang lain dari masalah yang diselidiki.

Sedangkan belajar dengan metode ini mempunyai beberapa kelemahan, antara lain: 1) waktu
yang diperlukan untuk menemukan sesuatu relatif lama sehingga melebihi waktu yang sudah
ditetapkan dalam kurikulum, 2) karena diberi kebebasan untuk menentukan sendiri
permasalahan yang diselidiki, ada kemungkinan topik yang diplih oleh siswa di luar konteks
yang ada dalam kurikulum, 3) ada kemungkinan setiap kelompok atau individual mempunyai
topik berbeda, sehingga guru akan membutuhkan waktu yang lama untuk memeriksa hasil
yang diperoleh siswa, 4) karena topik yang diselidiki antara kelompok atau individual
berbeda, ada kemungkinan kelompok atau individual lainnya kurang memahami topik yang
diselidiki oleh kelompok atau individual tertentu, sehingga diskusi tidak berjalan
sebagaimana yang diharapkan.

3. Inkuiri Bebas yang Dimodifikasikan ( modified free inquiry approach)

Pendekatan ini merupakan kolaborasi atau modifikasi dari dua pendekatan inkuiri
sebelumnya, yaitu: pendekatan inkuiri terbimbing dan pendekatan inkuiri bebas. Meskipun
begitu permasalahan yang akan dijadikan topik untuk diselidiki tetap diberikan atau
mempedomani acuan kurikulum yang telah ada. Artinya, dalam pendekatan ini siswa tidak
dapat memilih atau menentukan masalah untuk diselidiki secara sendiri, namun siswa yang
belajar dengan pendekatan ini menerima masalah dari gurunya untuk dipecahkan dan tetap
memperoleh bimbingan. Namun bimbingan yang diberikan lebih sedikit dari Inkuiri
terbimbing dan tidak terstruktur.
Dalam pendekatan inkuiri jenis ini guru membatasi memberi bimbingan, agar siswa berupaya
terlebih dahulu secara mandiri, dengan harapan agar siswa dapat menemukan sendiri
penyelesaiannya. Namun, apabila ada siswa yang tidak dapat menyelesaikan
permasalahannya, maka bimbingan dapat diberikan secara tidak langsung dengan
memberikan contoh-contoh yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi, atau melalui
diskusi dengan siswa dalam kelompok lain.

Berdasarkan pengertian dan uraian dari ketiga jenis pembelajaran dengan pendekatan inkuiri,
penulis memilih Pendekatan Inkuiri Terbimbing yang akan digunakan dalam penelitian ini.
Pemilihan ini penulis lakukan dengan pertimbangan bahwa penelitian yang akan dilakukan
terhadap siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP), dimana tingkat perkembangan
kognitif siswa masih pada tahap peralihan dari operasi konkrit ke operasi formal, dan siswa
masih belum berpengalaman belajar dengan pendekatan inkuiri serta karena siswa masih
dalam taraf belajar proses ilmiah, sehingga penulis beranggapan pendekatan inkuiri
terbimbing lebih cocok untuk diterapkan.

Selain itu, penulis berpendapat bahwa pendekatan inkuiri bebas kurang sesuai diterapkan
dalam pembelajaran matematika, karena dalam proses pembelajaran matematika topik yang
diajarkan sudah ditetapkan dalam silabus kurikulum matematika, sehingga siswa tidak perlu
mencari atau menetapkan sendiri permasalahan yang akan dipelajari.

DAFTAR PUSTAKA

Cochran, Rachel et al.(2007). The impact of Inqury-Based Ma

DAFTAR PUSTAKA

Cochran, Rachel et al.(2007). The impact of Inqury-Based Mathematics on Context


Knowledge and Classroom Practice. Journal. Tersedia:
http://www.rume.org/crume2007/papers/cochran-mayer-mullins.pdf

Krismanto, M.Sc. (2003). Beberapa Teknik, Model dan Strategi dalam Pembelajaran
Matematika. PPPG Matematika. Yogyakarta.

Sanjaya, Wina. Dr. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Kencana Prenada Media Group. Jakarta

Slavin, Robert.E. (2008). Cooperative Learning; Teori, Riset dan Praktik. Bandung. PT. Nusa
Media

Tim MKPBM. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung. JICA

https://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/model-pembelajaran-inkuiri/
http://www.infoduniapendidikan.com/2015/01/pengertian-dan-langkah-model-pembelajaran-
inkuiri.html