Anda di halaman 1dari 18

Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

DAFTAR ISI
Halaman Sampul ................................................................................................... i
Daftar Isi................................................................................................................ ii
Daftar Gambar ....................................................................................................... iii
Daftar Tabel........................................................................................................... iv
Daftar Lampiran .................................................................................................... v
Bab I Pendahuluan................................................................................................ 1
A. Latar Belakang................................................................................................ 1
B. Tujuan ............................................................................................................. 1
Bab II Teori Dasar ............................................................................................... 2
Bab III Metode Percobaan.................................................................................... 4
A. Alat dan Bahan................................................................................................. 4
B. Gambar Rangkaian Percobaan......................................................................... 4
C. Prosedur Percobaan ......................................................................................... 5
Bab IV Data dan Hasil Percobaan ......................................................................... 6
Bab V Pembahasan................................................................................................. 10
A. Analisa Hasil Praktikum ................................................................................. 10
Bab VI Penutup ...................................................................................................... 11
Daftar Pustaka........................................................................................................ 12

ii
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman
2.1 Seven Segment Display 2
3.1 Rangkaian simulasi seven segment 4
4.1 Rangkaian simulasi Seven segment pada aplikasi Proteus 9

iii
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman
3.1 Alat dan bahan 4

iv
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Gambar simulasi seven segment pada aplikasi Proteus

v
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penggunaan kalkulator modern banyak membuat masyarakat terpesona
karena kemampuannya dalam menghasilkan fungsi aritmatika dengan ketelitian
yang sangat tinggi dan waktu yang sangat singkat. Selain penggunaan yang sangat
mudah, kalkulator juga memberikan tampilan keluaran yang juga memudahkan
pengguna, yaitu degan menggunakan keluaran berup seven segment display.

Di dalam suatu sistem digital dekoder seven segment digunakan untuk


keperluan menampilkan bilangan, pada display seven segmen misalnya pada
keluaran mikrokontroler ingin ditampilkan pada seven segmen maka keluaran
pada port mikrokontoler yang berupa bilangan biner dihubungkan dengan
dekoder kemudian outputnya dihubungkan dengan display seven segmen. Atau
pada aplikasi lainnya misalnya untuk menampilkan rangkaian counter.

Praktikum kali ini dilakukan agar mahasiswa memahami cara kerja seven
segmen sebagai penerjemah bilangan biner ke dalam bilangan desimal yang akan
ditampilkan pada layar display seven segmen.

B. Tujuan
Setelah melaksanakan percobaan, maka diharapkan dapat :
1. Memahami dasar-dasar sistem kontrol output menggunakan seven segmen,
2. membuat program menggunakan teknik scanning seven segment pada VBB,
3. mengetahui bagaimana meng-output-kan karakter angka dan huruf pada seven
segment menggunakan program Arduino,

1
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

BAB II
TEORI DASAR

A. Seven Segment

Seven Segment adalah suatu segmen-segmen yang digunakan untuk


menampilkan angka/bilangan desimal. Seven segment ini terdiri dari 7 bidang
LED yang disusun membentuk angka 8 dengan menggunakan huruf a-f yang
disebut DOT MATRIKS. Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 LED.

Gambar 2.1 Seven Segment Display


Seven segment dapat menampilkan angka-angka desimal dan beberapa
karakter tertentu melalui kombinasi aktif atau tidaknya LED penyususnan dalam
seven segment. Untuk mempermudah pengguna seven segmen, umumnya
digunakan sebuah decoder atau sebuah seven segment driver yang akan mengatur
aktif atau tidaknya led-led dalam seven segment sesuai inputan biner yang
diberikan.
Piranti tampilan modern disusun sebagai pola 7 segmen atau dot matriks.
Jenis 7 segmen sebagimana namanya, menggunakan pola tujuh bintang LED yang
disusun membentuk angka 8 seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas. Huruf-
huruf yang diperlihatkan dalam gambar tersebut ditetapkan untuk menandai
segmen-segmen tersebut. Dengan menyalakan beberapa segmen yang sesuai, akan
dapat diperagakan digit-digit dari 0 sampai 9, dan juga bentuk huruf A sampai F
(dimodifikasi).

2
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

Sinyal input dari switches tidak dapat langsung dikirimkan ke peraga seven
segment, sehingga harus menggunakan decoder BCD (Binary Code Decimal) ke
seven segment sebagai antar muka. Decoder ini terdiri dari gerbang-gerbang
logika yang masukannya berupa digit BCD dan keluarannya berupa saluran-
saluran untuk mengemudikan tampilan seven segment.
Prinsip kerja seven segmen adalah inputan bilangan biner pada switch
dikonversi masuk ke dalam decoder, kemudian decoder mengkonversi bilangan
biner tersebut ke dalam bilangan desimal, yang mana bilangan desimal ini akan
ditampilkan pada laya seven segmen. Fungsi dari decoder sendiri adalah sebagai
pengkonversi bilangan biner ke dalam bilangan desimal.
Jenis-jenis seven segmen ada 2 jenis, yaitu Common Anoda dan Common
Katoda
1. Common Anoda merupakan pin yang terhubung dengan semua kaki anoda
LED dalam seven segment. Common anoda diberi tegangan VCC dan seven
segment dengan common anoda akan aktif pada saat diberi logika rendah
(0)atau sering disebut aktif low. Kaki katoda dengan label a sampai h sebagai
pin aktifasi yang menentukan nyala LED.
2. Common Katoda merupakan pin yang terhubung dengan semua kaki katoda
LED dalam seven segment dengan common katoda akan aktif apabila diberi
logika tinggi (1) atau disebut aktif high. Kaki anoda dengan label a sampai h
sebagai pin aktifasi yang menentukan nyala LED.

3
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

BAB III
METODE PERCOBAAN
A. Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum antara lain :
Tabel 3.1 Alat dan bahan

No Alat dan Komponen Jumlah Satuan


Laptop/PC lengkap dengan
1. 1 Buah
aplikasi Proteus dan Arduino
2. Modul I/O LED 1 Buah
3. Papan Arduino USB 1 Buah
4. Kabel USB 1 Buah
5. Kabel penghubung 1 Buah
6. Sumber tegangan 5 Volt/DC 1 Buah
7. Seven segment 1 Buah

B. Gambar Rangkaian Percobaan


1. Seven segment

Gambar 3.1 Rangkaian simulasi seven segment

4
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

C. Prosedur Percobaan
1) Membuat rangkaian seven segmen seperti pada gambar 3.1 di aplikasi
proteus,
2) membuka IDE Arduino, kemudian mengetikkan kode program untuk
seven segmen dengan hasil keluaran berupa angka 0 – 9,
3) meng-compile menggunakan verify button (tanda centang pada IDE
Arduino) untuk mengecek ada atau tidaknya error/kesalahan dalam
pengetikan kode program,
4) memindahkan program dari IDE Arduino ke rangkaian simulasi seven
segment di aplikasi Proteus,
5) mengklik tombol start untuk memulai simulasi rangkain,
6) Apabila simulasi seven segment sudah berhasil, maka selanjutnya
menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan pada praktikum,
7) menyusun komponen-komponen praktikum seperti pada gambar 3.1,
8) menghubungkan kaki + anoda seven segmen ke pin VCC Arduino
menggunakan kabel jumper,
9) menghubungkan pin-pin seven segment ke pin Arduino menggunakan
kabel jumper,
10) menghubungkan board Arduino Uno dengan komputer menggunakan
kabel USB,
11) Meng-upload program ke Arduino dengan cara, memilih File>Uploadto
I/O board, atau tekan tombol tanda panah pada jendela IDE Arduino.
12) mengambil hasil data percobaan.

5
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

BAB IV
DATA DAN HASIL PERCOBAAN

A. Data Percobaan
1. Listing program Seven segment
void setup()
{
pinMode (13, OUTPUT);
pinMode (12, OUTPUT);
pinMode (11, OUTPUT);
pinMode (10, OUTPUT);
pinMode (9, OUTPUT);
pinMode (8, OUTPUT);
pinMode (7, OUTPUT);
}
void loop ()
{
digitalWrite( 13, LOW);
digitalWrite( 12, LOW);
digitalWrite( 11, LOW);
digitalWrite( 10, LOW);
digitalWrite( 9, LOW);
digitalWrite( 8, LOW);
digitalWrite( 7, HIGH);
delay (300);
digitalWrite( 13, HIGH);
digitalWrite( 12, LOW);
digitalWrite( 11, LOW);
digitalWrite( 10, HIGH);
digitalWrite( 9, HIGH);

6
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

digitalWrite( 8, HIGH);
digitalWrite( 7, HIGH);
delay (300);
digitalWrite( 13, LOW);
digitalWrite( 12, LOW);
digitalWrite( 11, HIGH);
digitalWrite( 10, LOW);
digitalWrite( 9, LOW);
digitalWrite( 8, HIGH);
digitalWrite( 7, LOW);
delay (300);
digitalWrite( 13, LOW);
digitalWrite( 12, LOW);
digitalWrite( 11, LOW);
digitalWrite( 10, LOW);
digitalWrite( 9, HIGH);
digitalWrite( 8, HIGH);
digitalWrite( 7, LOW);
delay (300);
digitalWrite( 13, HIGH);
digitalWrite( 12, LOW);
digitalWrite( 11, LOW);
digitalWrite( 10, HIGH);
digitalWrite( 9, HIGH);
digitalWrite( 8, LOW);
digitalWrite( 7, LOW);
delay (300);
digitalWrite( 13, LOW);
digitalWrite( 12, HIGH);
digitalWrite( 11, LOW);
digitalWrite( 10, LOW);

7
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

digitalWrite( 9, HIGH);
digitalWrite( 8, LOW);
digitalWrite( 7, LOW);
delay (300);
digitalWrite( 13, LOW);
digitalWrite( 12, HIGH);
digitalWrite( 11, LOW);
digitalWrite( 10, LOW);
digitalWrite( 9, LOW);
digitalWrite( 8, LOW);
digitalWrite( 7, LOW);
delay (300);
digitalWrite( 13, LOW);
digitalWrite( 12, LOW);
digitalWrite( 11, LOW);
digitalWrite( 10, HIGH);
digitalWrite( 9, HIGH);
digitalWrite( 8, HIGH);
digitalWrite( 7, HIGH);
delay (300);
digitalWrite( 13, LOW);
digitalWrite( 12, LOW);
digitalWrite( 11, LOW);
digitalWrite( 10, LOW);
digitalWrite( 9, LOW);
digitalWrite( 8, LOW);
digitalWrite( 7, LOW);
delay (300);
digitalWrite( 13, LOW);
digitalWrite( 12, LOW);
digitalWrite( 11, LOW);

8
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

digitalWrite( 10, LOW);


digitalWrite( 9, HIGH);
digitalWrite( 8, LOW);
digitalWrite( 7, LOW);
delay (300);
}

Gambar 4.1 Rangkaian simulasi Seven segmen pada aplikasi Proteus

9
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

BAB V
PEMBAHASAN

A. Analisa Hasil Praktikum


1. Seven segment
Pada praktikum kali ini yaitu rangkaian seven segment. Dimana
program rangkaian ini dibuat terlebih dahulu pada aplikasi Arduino UNO
yang kemudian bentuk rangkaiannya disimulasikan pada aplikasi ISIS
(Proteus). Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, kaki-kaki seven
segment dihubungkan dengan kaki 13, 12, 11, 10, 9, 8, dan 7 pada Arduino
sehingga seven segmen memunculkan bilangan desimal dari 0 hingga 9
sesuai dengan program yang telah kita masukkan pada IC.
Durasi pergantian antara bilangannya yaitu 300 atau 0,3 detik.
Pada rangkaian ini, common anoda pada IC yang aktif. Artinya bahwa
akan menyala jika LED dalam keadaan low dan mati dalam keadaan high.
Contohnya pada angka 7, maka program yang dibuat pada IDE Arduino
yaitu kaki a, b, dan c diberi low dan kaki lainnya diberi high sehingga
dapat memunculkan bilangan desimal

10
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dengan selesainya penulisan laporan ini dapat disimpulkan beberapa hal
yang terkait dengan praktikum Mikrokontroller sebagai berikut:
1. Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar sistem kontrol output menggunakan
seven segmen
2. Mahasiswa dapat membuat program menggunakan teknik scanning seven
segment pada VBB
3. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana meng-output-kan karakter angka dan
huruf pada seven segment menggunakan program Arduino

B. Saran
1. Sebaiknya semua dosen pembimbing ikut serta untuk menjelaskan terlebih
dahulu langkah-langkah yang akan dilakukan dalam percobaan secara merata
pada semua mahasiswa yang akan melakukan percobaan sehingga praktikum
dapat berjalan dengan lancar dan efisien.
2. Hendaknya memperhatikan alat dan bahan yang dipinjam dari teknisi, baik
peralatan yang masuk dalam bon alat ataupun tidak.
3. Semoga alat simulasi praktikum dapat ditinjau kembali oleh para teknisi
atau yang bertanggung jawab padanya sehingga proses praktikum dapat lebih
efisien.

11
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

DAFTAR PUSTAKA

Djuandi, Feri. 2011. Pengenalan Arduino. Jakarta: www.tobuku.com

Ilmanza. 17 Proyek Belajar Arduino

Adawiah, Robiatul. 2013. Laporan Praktikum Teknik Antar Muka Running LED.
Jakarta : Universitas Negeri Jakarta

Listiana, Fita. 2012. Running LED. Surakarta : Universitas Sebelas Maret

Rahmatullah. 2012. Menyalakan LED dengan Mikrokotroler. Makassar :


Politeknik Negeri Ujung Pandang

12
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

Lampiran 1
Gambar simulasi seven segment pada aplikasi Proteus

13
Laboratorium Elektronika Digital dan Mikrokontroler 2016

14