Anda di halaman 1dari 16

TUGAS KELOMPOK

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK HALUSINASI SESI III & IV

Makalah Ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Keperawatan Jiwa

Dosen mata ajar: Novi Widyastuti R.,M.Kep.,Ns.,Sp.Kep

Disusun oleh:

Kelompok 6 2C

Arlita Khoirurramadhan (2620152719)

Dodi Mahendra Putra (2620152729)

Endah Novitaningrum (2620152732)

Intanila Ayu Anggraini (2620152738)

Nurul Dwi Astuti (2620152747)

Wahyu Dwi Astuti (2620152757)

AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO

YOGYAKARTA

2017
FORMAT PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK

A. TOPIK KEGIATAN
Halusinasi

B. TUJUAN KEGIATAN
1. Tujuan umum
Klien dapat meningkatkan kemampuan diri dalam mengontrol
halusinasi dalam kelompok secara bertahap.

2. Tujuan Khusus
1) Klien dapat mengenal halusinasi.
2) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
3) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain.
4) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan
aktivitas terjadwal.
5) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara patuh minum
obat.

3. Tujuan hari ini


1) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara bercakap-cakap
dengan orang lain.
2) Klien dapat mengontrol halusinasi dengan cara melakukan
aktivitas terjadwal.
C. LANDASAN TEORI

1. Terapi aktivitas kelompok


Kelompok adalah sekumpulan orang yang saling berhubungan,
saling bergantung satu sama lain dan menyepakati suatu tatanan norma
tertentu. Individu dalam kelompok saling mempengaruhi dan bertukar
informasi melalui komunikasi. Dinamika dalam kelompok bahkam
memfasilitasi perubahan perilaku anggota kelompoknya sehingga
apabila kelompok ini didesign secara sistematis dapat menjadi sarana
perubahan perilaku maladaptif menjadi perilaku adaptif atau dapat
difungsikan sebagai terapi. Terapi menggunakan aktifitas dalam
kelompok ini disebut sebagai terapi aktivitas kelompok.
Pasien dengan gangguan jiwa mengalami perubahan perilaku yang
ditandai dengan perilaku pasien maladaptif, tidak umum, aneh, tidak
lazim, dan menimbulkan distress serta gangguan dalam pemenuhan
kebutuhan hidup sehari-hari. Terapi menggunakan aktivitas dalam
kelompok ini disebut sebagai Terapi Aktivitas Kelompok. Dengan
demikian, terapi aktivitas kelompok sebagai bagian dari terapi
kelompok sangat penting diterapkan dalam penanganan pasien
gangguan jiwa di masyarakat.
Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu jenis terapi pada
sekelompok pasien (5-12 orang) yang bersama-sama melakukan
aktivitas tertentu untuk mengubah perilaku maladaptif menjadi
perilaku yang adaptif. Lama pelaksanaan TAK adalah 20-40 menit
untuk kelompok yang baru terbentuk. Untuk kelompok yang sudah
kohesif, TAK dapat berlangsung selama 60-120 menit. (Keliat, 2007)
2. Topik kegiatan yang diambil: halusinasi
Pengertian Halusinasi
Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan
rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar).
Klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada
objek atau rangsangan nyata. Sebagai contoh klien mengatakan
mendengar suara padahal tidak ada orang yang bicara. (Kusumawati
dan Hartono, 2010).

Halusinasi adalah pengalaman panca indera tanpa adanya rangsangan


(stimulus) misalnya penderita mendengar suara-suara, bisikan di
telinganya padahal tidak ada sumber dari suara bisikan itu (Hawari,
2001).

Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana klien


mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Suatu
penerapan panca indra tanpa ada rangsangan dari luar. Suatu
penghayatan yang dialami suatu persepsi melalui panca indra tanpa
stimulus eksteren: persepsi palsu (Maramis, 2005).

D. KRITERIA KLIEN
1) Klien dengan riwayat schizoprenia dengan disertai gangguan
persepsi sensori; halusinasi.
2) Klien yang mengikuti TAK ini tidak mengalami perilaku agresif atau
mengamuk, dalam keadaan tenang.
3) Klien dapat diajak kerjasama (cooperative).

Proses seleksi
1) Mengobservasi klien yang masuk kriteria.
2) Mengidentifikasi klien yang masuk kriteria.
3) Mengumpulkan klien yang masuk kriteria.
4) Membuat kontrak dengan klien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada klien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok.

E. URAIAN STRUKTUR KELOMPOK


1. Tempat : Akademi Keperawatan Notokusumo Yogyakarta
2. Hari/tanggal : Senin, 15 Mei 2017
3. Waktu : Pukul 10.00 WIB s.d selesai
4. Pengorganisasian
a. Peserta TAK
Klien yang mengalami halusinasi di ruang Kenanga
b. Leader : Arlita Khoirurramadhani
Tugas :
a. Memimpin jalannya therapy aktifitas kelompok.
b. Merencanakan, mengontrol, dan mengatur jalannya therapy.
c. Menyampaikan materi sesuai tujuan TAK.
d. Memimpin diskusi kelompok.
c. Co-Leader : Dodi Mahendra Putra
Tugas :
a. Membuka acara.
b. Mendampingi Leader.
c. Mengambil alih posisi leader jika leader bloking.
d. Menyerahkan kembali posisi kepada leader.
e. Menutup acara diskusi.
d. Fasilitator 1: Intanila Ayu Anggraini
Fasilitator 2: Nurul Dwi Astuti
Fasilitator 3: Wahyu Dwi Astuti
Tugas :
a. Ikut serta dalam kegiatan kelompok.
b. Memberikan stimulus dan motivator pada anggota kelompok
untuk aktif mengikuti jalannya therapy.
e. Observator : Endah Novitaningrum
Tugas :
a. Mencatat serta mengamati respon klien (dicatat pada format
yang tersedia).
b. Mengawasi jalannya aktifitas kelompok dari mulai persiapan,
proses, hingga penutupan.
F. MEDIA DAN METODE
SESI III : Mengontrol Halusinasi dengan melakukan kegiatan
1. Media :
a. Formulir jadwal kegiatan harian
b. Pulpen
c. Spidol dan whiteboard/papan tulis/flipchart
2. Metode :
a. Diskusi dan tanya awab
b. Bermain peran/simulasi dan latihan

SESI IV : Mencegah Halusinasi dengan Bercakap-cakap


3. Media:
d. Spidol dan whiteboard/papan tulis/flipchart
e. Jadwal kegiatan harian klien dan pulpen
4. Metode :
c. Diskusi kelompok
d. Bermain peran/simulasi
G. SETING TEMPAT

Keterangan :
: leader
: co leader
: fasilitator
: klien
: observer

SESI III :
1. Terapi dan klien duduk bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan tenang

SESI IV :
1. Terapi dan klien duduk bersama dalam lingkaran
2. Ruangan nyaman dan kosong
H. TAHAP KEGIATAN
SESI III :
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi 2
b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
Salam dari terapis kepada klien
Klien dan terapis memakai papan nama
b. Evaluasi/ validasi
Terapis menanyakan perasaan klien saat ini
Terapis menanyakan cara mengontrol halusinasi yang sudah
dipelajari
Terapis menanyakan pengalaman klien menerapkan cara
mengardik halusinasi.
c. Kontrak
Terapis menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu mencegah terjadinya
halusinasi dengan melakukan kegiatan.
Menjelaskan aturan main berikut :
1) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta
izin kepada terapis
2) Lama kegiatan 45 menit
3) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3. Tahap kerja
a. Terapis menjelaskan cara kedua mengontrol halusinasi yaitu
melakukan kegiatan sehari-hari secara terjadwal. Jelaskan bahwa
dengan melakukan kegiatan teratur akan mencegah munculnya
halusinasi.
b. Terapis meminta tiap klien menyampaikan kegiatan yang biasa
biasa dilakukan sehari-hari ditulid di whiteboard.
c. Terapis membagikan formulir jadwal kegiatan harian. Terapis
menulis formulir yang sama di whiteboard.

Aktivitas yang teratur dan terjadwal yang dilakukan klien membuat


waktu luang minimal. Klien akan terfokus kepada aktivitas yang
harus dilakukan dari waktu ke waktu. Dengan waktu luang yang
minimal menghindarkan klien terfokus pada stimulus internal yang
menimbulkan halusinasi.

d. Terapis membimbing satu persatu klien untuk membuat jadwal


kegiatan harian, dari bangun pagi sampai tidur malam. Klien
menggunakan formulir, terapis menggunakan whiteboard.
e. Terapis melatih klien memperagakan kegiatan yang telah disusun.
f. Terapis meminta masing-masing klien membacakan jadwal yang
telah disusun. Berikan pujian dengan tepuk tangan bersama untuk
klien yang sudah selesai membuat jadwal dan membacakan jadwal
yang telah dibuat.
g. Terapis meminta komitmen masing-masing klien untuk
melaksanakan jadwal kegiatan yang telah disusun dan memberi
tanda M kalau dilaksanakan tanpa disuruh, B kalau dilaksanakan,
tetapi diingatkan terlebih dahulu oleh perawat, dan T kalau tidak
dilaksanakan.

Bombing klien agar dapat menyusun jadwal kegiatan sehari penuh.


Sesuai jadwal klien dengan jadwal kegiatan rutin di ruangan rawat
inap. Masukkan kegiatan latihan yang terkait dengan mengatasi
masalah yang sebelumnya sudah dilatihkan kepada klien. Contoh:
Latihan Nafas Dalam, Latihan Berinteraksi, Latihan Keterampilan
Hidup (living skill), dan sebagainya.
4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1. Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti
setelah selesai menyusun jadwal kegiatan dan
membacakannya.
2. Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok.
b. Tindak lanjut
1. Terapis menganjurkan klien melaksanakan dua cara
mengontrol halusinasi, yaitu menghardik, dan melakukan
kegiatan sesuai jadwal.
c. Kontrak yang akan datang
1. Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK
berikutnya, yaitu belajar cara mengontrol halusinasi
dengan bercakap-cakap.
2. Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat.

SESI IV :
1. Persiapan
a. Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah mengikuti sesi
b. Terapis membuat kontrak dengan klien
c. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. Orientasi
a. Salam terapeutik
Salam dari terapis kepada klien
Klien dan terapis memakai papan nama
b. Evaluasi/ validasi
Mmenanyakan perasaan klien saat ini
Menanyakan pengalaman klien setelah menerapkan dua cara yang
telah dipelajari (menghardik, menyibukan diri dengan kegiatan
terarah) untuk mencegah halusinasi.
c. Kontrak
Terapis menjelaskan tujian, yaitu mengontrol halusinasi dengan
bercakap-cakap dengan orang lain
Terapis menjelaskan aturan main berikut :
1) Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta
izin kepada terapis
2) Lama kegiatan 45 menit
3) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3. Tahap kerja
a. Terapis menjelaskan pentingnya bercakap-cakap dengan orang
lain utuk mencegah halusinasi. Halusinasi terjadi karena klien
berfokus pada stimulus internal. Bercakap-cakap dengan orang
lain membuat klien terpapar dengan stimulus internal terdistraksi.
Dengan bercakap-cakap, halusinasi akan terputus sehingga akan
mengembalikan orientasi klien ke realitas (isi percakapan).
b. Terapis meminta tiap klien menyebutkan orang yang biasa dan
bisa dijak bercakap-cakap
c. Terapis meminta tiap klien menyebutkan pokok pembicaraan yang
biasa dan bisa dilakukan. Pokok pembicaraan yang dianjurkan
adalah menceritakan bahwa klien mengalami halusinasi dan
meminta orang lain di sekitarnya mengajak bercakap-cakap. Orang
di sekitar klien sebaiknay sudah diberikan penyuluhan bagaimana
menanggapi klien dengan mengingatkan cara mengontrol
halusinasi yang telah dilakukan. Misalnya mengingatkan cara
menghardik, atau bercerita tentang kegiatan yang sudah atau
belum dilakukan sesuai jadwal yang telah disusun TAK
sebelumnya.
d. Terapis memperagakan cara bercakap-cakap jika halusinasi
mencul “ Suster, ada suara di telinga, saya mau ngobrol saja
dengan suster” atau “ Suster saya mau ngobrol tenteng kegiatan
harian saya “.
e. Terapis meminta klien untuk memperagakan percakapan dengan
orang disebelahnya. Upayakan semua klien memperagakan
percakapan yang dilakukan sehingga dapat dipastikan semua klien
mampu melakukan bercakap-cakap untuk mengontrol halusinasi.
f. Berikan pujian atas keberhasilan klien
g. Ulangi e dan f sampai semua klien mendapat giliran.

4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1. Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2. Terapis menanyakan TAK mengontrol halusinasi yang sudah
dilatih
3. Memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b. Tindak lanjut
1. Menganjurkan klien menggunakan tiga cara mengontrol
halusinasi, yaitu menghardik, melakukan kegiatan harian, dan
bercakap-cakap.
c. Kontrak yang akan datang
1. Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK
berikutnaya, yaitu belajar cara mengontrol halusinasi dengan
patuh minum obat
2. Terapis menyepakati waktu dan tempat

EVALUASI DAN DOKUMETASI


SESI III :
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung khususnya pada
tahap kerja. Aspek yang dievalusi adalah kemampuan klien sesuai dengan
tujuan TAK. Untuk TAK stimulasi presepsi halusinasi Sesi 3, kemampuan
yang diharapkan adalah klien melakukan kegiatan harian untuk mencegah
timbulnya halusinasi.
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada
catatan proses keperawatan tiap klien. Contoh : klien mengikuti TAK
stimulasi presepsi halusinasi Sesi 3. Klien mampu memperagakan kegiatan
harian dan menyusun jadwal. Anjurkan klien untuk melakukan kegiatan
mencegah halusinasi.

SESI IV :

Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung khususnya tahap


kerja. Aspek yang dievalusi adalah kemampuan klien sesuai denagn tujuan
TAK. Untuk stimulasi presepsi halusianasi Sesi 4, kemampuan yang
diharapkan adalah mencegah halusinasi dengan bercakap-cakap.
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada
catatan proses keperawatan tiap klien. Contoh : klien mengikuti TAK
stimulasi presepsi halusinasi Sesi 4. Klien belum mampu secara lancar
bercakap-cakap dengan orang lain. Anjurkan klien bercakap-cakap dengan

I. TATA TERTIB TAK


a. Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK
b. Peserta wajib hadir 5 menit sebelum acara dimulai
c. Peserta berpakaian rapi, bersih dan sudah mandi
d. Tidak diperkenannkan makan, ,inum, merokok selama kegiatan TAK
e. Jika inigin mengajukan atau menjawab pertanyaan peserta
mengangkat tangan kanan dan berbicara setelah dipersilahkan oleh
pemimpin
f. Peserta yang mengacaukan jalannya acara akan dikeluarkan
g. Peserta dilarang keluar sebelum acara TAK selesai
h. Apabila waktu TAK sesuai kesepakatan telah habis, namun TAK
belum selseai, maka pemimpin akan meminta persetujuan anggota
untuk memperpanjang waktu TAK kepada anggota.
J. PENILAIAN KLIEN SAAT MENGIKUTI TAK
Sesi 3: TAK
Stimulasi persepsi halusinasi
Kemampuan mencegah halusinasi dengan melakukan kegiatan
No Aspek yang dinilai Nama klien

1. Menyebutkan kegiatan yang biasa


dilakukan
2. Memperagakan kegiatan yang
biasa dilakukan
3. Menyusun jadwal kegiatan harian
4. Menyebutkan dua cara
mengontrol halusinasi

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien.
2. Untuk setiap klien beri penilaian atas kemampuan menyebutkan
kegiatan harian yang biasa dilakukan, memperagakan salah satu
kegiata, menyusun jadwal kegiatan harian, dan menyebutkan dua cara
halusinasi. Beri tanda (√) jika klien mampu dan tanda (-) jika klien
tidak mampu.
Sesi 4 : TAK
Stimulasi persepsi: Halusinasi
Kemampuan bercakap-cakap untuk mencegah halusinasi
No. Aspek yang dinilai Nama klien

1. Menyebutkan orang yang


biasa diajak bercakap-
cakap
2. Memperagakan percakapan
3. Menyusun jadwal
percakapan
4. Menyebutkan tiga cara
mengontrol dan mencegah
halusinasi

Petunjuk :
1. Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama klien
2. Untuk tiap klien beri penilaian kemampuan menyebutkan orang yang
biasa diajak bicara, memperagakan percakapan, menyusun jadwal
percakapan, menyebutkan 3 cara mencegah halusinansi. Beri tanda (√ )
jika klien mampu, dan tanda (-) jika klien tidak mampu.
DAFTAR PUSTAKA

Hawari, Dadang. 2001. Pendekatan Holistik pada gangguan Jiwa


Skizofrenia. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Kelliat, Budi Anna. 2015. Keperawatan jiwa : Terapi Aktivitas Kelompok,
Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Kusumawati, Farida & Hartono, Yudi. 2010. Buku Ajar Keperawatan
Jiwa. Jakarta : Salemba Medika.
Maramis, W. F. 2005. Ilmu Kedokteran Jiwa. Edisi 9. Surabaya: Airlangga
University Press.
Stuart dan Laraia. 2001. Principle and Practice Of Psychiatric Nursing.
edisi 6. St. Louis: Mosby Year Book.
Wijayaningsih, Kartikasari. 2015. Panduan Lengkap Praktik Klinik
Keperawatan Jiwa. Jakarta : CV. Trans info media.